Menagih Nyawa dan Cerita-cerita Pendek Lainnya Quotes

Rate this book
Clear rating
Menagih Nyawa dan Cerita-cerita Pendek Lainnya Menagih Nyawa dan Cerita-cerita Pendek Lainnya by Septian Hung
11 ratings, 3.73 average rating, 7 reviews
Menagih Nyawa dan Cerita-cerita Pendek Lainnya Quotes Showing 1-3 of 3
“Selagi darah mengalir dan napas mengembus, harapan tidaklah pernah sungguh-sungguh mati. Harapan adalah sepasang kaki yang menjejakkanmu pada dunia. Dan dia baru akan mati..., bila kamu juga sudah mati.”
Septian Hung, Menagih Nyawa dan Cerita-cerita Pendek Lainnya
“Ketika Hati Memilih Pergi

Seluka apapun kamu menangis, cinta bukanlah rasa yang muncul karena mengiba-iba.

Sesakit apapun kamu menjerit, cinta bukanlah rasa yang hadir karena tak tega.

Cinta datang karena dua hati yang bersejalan.
Cinta menggandeng, bukan menyalip ataupun menyusul.

Perintang tercipta agar dua hati mengagungkan perjalanan cinta.

Jenuh terwujud agar dua hati memaknai pengikraran komitmen.

Dan jarak terbentang agar dua hati menghayati perasaan rindu.

Cinta tidak memaksa, pun tidak bisa ia dipaksakan.

Adakalanya pula cinta tidak langsung menumbuh, namun perlahan-lahan mengakar seiring dengan hati yang menyiraminya. Waktu, materi, rasa, niat, dan segala bakal tercurah kepadanya. Hingga dua hati yang terkunci dalam raga yang berbeda akan terbebas dan berdenyut beriringan.

Tetapi kadangkala cinta tidak kunjung mengakar. Dan satu hati akan sakit seolah jantung membelesak bercucuran luka. Air mata akan berlinang disertai asa yang lambat-laun meruap bersama udara lalu.

Dan ketika hati memilih pergi, kamu pun harus kuat melepaskannya. Karena cinta diperjuangkan sepasang, bukan seorang.”
Septian Hung, Menagih Nyawa dan Cerita-cerita Pendek Lainnya
“Cinta akan lebih tertransendensi tatkala perpisahanlah yang mendampinginya

-Mawar dan Cinta-”
Septian Hung, Menagih Nyawa dan Cerita-cerita Pendek Lainnya