Lintasan Waktu Quotes

Rate this book
Clear rating
Lintasan Waktu Lintasan Waktu by Bagus Dwi Hananto
238 ratings, 3.50 average rating, 67 reviews
Lintasan Waktu Quotes Showing 1-2 of 2
“Aku tengok masa lalu dan membuka pintu
lubuk hatiku, mengetuk tiap-tiap kenangan yang ada. Terbukalah satu persatu. Aku tercekat. Di dalam diriku, namamu tidak bisa hilang. Namamu terus tumbuh, menjalar dari tali tipis masa lalu yang melilit hatiku. Namamu, cintaku.

Cinta pertamaku: Ayu”
Bagus Dwi Hananto, Lintasan Waktu
“Saat sawah sudah panen dan longsongan padi ditinggalkan begitu saja hingga menggunung, kita semua akan segera menyambutnya dengan gembira. Mencari kadal rumput di belukar sisa panen itu. Atau sekadar mengamatinya sebagai gunung ajaib yang mesti kita lindungi beberapa
saat sebagai bagian dari kegembiraan. Sungguh riang tak kenal waktu. Aku, Dodo, Danil, Rudy dan engkau— bersama-sama membuka cahaya kebahagiaan dari senja sore. Bukan tidak ada yang berarti di sana. Di senja itu, makna bisa kita temukan. Waktu yang dipanggil cuit
burung di atas langit, menandakan petang datang. Permainan mesti usai sejenak dan disambung selepas magrib. Kawan-kawan meggamit setang sepeda masingmasing; menuntunnya keluar pematang dan pelan mengayun pedal. Langit oranye di belakang mereka memancarkan kehangatan sore.”
Bagus Dwi Hananto, Lintasan Waktu