“Kakek dan nenek menjual limun yang ditempatkan di krat-krat kayu lapuk. Limun yang Sadam sukai berwarna ungu. Rasanya seperti ada kepiting-kepiting kecil mencubiti tenggorokanmu, disusul rasa kegembiraan—tiap kau meneguk limun-limun itu.”
―
Bagus Dwi Hananto,
Impromptu