Morning, Noon & Night Quotes
Morning, Noon & Night
by
Yuli Pritania134 ratings, 3.85 average rating, 17 reviews
Morning, Noon & Night Quotes
Showing 1-26 of 26
“Karena menurutku hal teristimewa di dunia adalah waktu. Satu-satunya hal yang paling konstan di muka Bumi. Dia terus bergerak, tidak pernah mundur, hanya terus melangkah maju. Menurutku, masa lalu membentuk diri kita yang sekarang, dan masa sekarang adalah cerminan tentang akan menjadi seperti apa kita di masa depan. Jadi tidak ada yang ingin kuubah. Aku menyukai diriku yang sekarang. Apa yang kini sudah kudapatkan, apa yang pernah terlepas dari genggaman, dan apa-apa yang belum terealisasikan.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“Aku ingat kenapa aku mencintaimu.
Waktu itu pagi dan gravitasi Bumi sedang tidak berbaik hati. Kau yang membelakangiku berbalik dan aku, untuk kali pertama, menatap wajahmu. Lalu kakiku sepertinya tidak bertugas seperti biasa, karena tubuhku bergoyang, tidak tertopang dengan benar.
Aku ingat kenapa aku mencintaimu.
Saat itu siang. Kita tidak berjumpa dan aku berakhir merindukanmu sepanjang hari. Merana sendiri.
Aku ingat kenapa aku mencintaimu.
Di kala malam, saat semua manusia beristirahat, dan aku malah terpana, menatap wajah lelapmu dan berpikir keras, mengapa hanya dengan melakukan itu saja aku merasa bahagia?
Yang aku tidak ingat... kenapa aku harus berhenti melakukannya?”
― Morning, Noon & Night
Waktu itu pagi dan gravitasi Bumi sedang tidak berbaik hati. Kau yang membelakangiku berbalik dan aku, untuk kali pertama, menatap wajahmu. Lalu kakiku sepertinya tidak bertugas seperti biasa, karena tubuhku bergoyang, tidak tertopang dengan benar.
Aku ingat kenapa aku mencintaimu.
Saat itu siang. Kita tidak berjumpa dan aku berakhir merindukanmu sepanjang hari. Merana sendiri.
Aku ingat kenapa aku mencintaimu.
Di kala malam, saat semua manusia beristirahat, dan aku malah terpana, menatap wajah lelapmu dan berpikir keras, mengapa hanya dengan melakukan itu saja aku merasa bahagia?
Yang aku tidak ingat... kenapa aku harus berhenti melakukannya?”
― Morning, Noon & Night
“Malam adalah saat aku kembali padamu setelah hari yang melelahkan. Dan kau membuka pintu, menyambutku dengan senyum di wajah, lalu aku berpikir bahwa... belasan jam yang terlewat bukanlah apa-apa.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“Bahwa karena kau menyukai banyak hal sederhana, itu berarti kau akan merasa bahagia karena hal-hal yang sederhana pula.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“Ada banyak hal yang bisa jadi terlupakan, penting ataupun tidak. Seringnya, terjadi karena tertindih oleh memori-memori baru yang berdesakan. Ingatan itu masih ada. Hanya terpinggirkan sementara.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“Aku ingin menjadi pagi... tempat kau mengawali hidup, tempat kau memulai hari....”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“The easy one is to fall. The hard one is to ignore. The harder one is to deal with the feeling. The hardest one... is to keep asking... either he/she feels the same or not.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“Cinta bukan hanya tentang jatuh pada pandangan pertama, tapi tentang 'tetap' jatuh pada pandangan-pandangan selanjutnya.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“The best sentence a man can say to a woman is "I want to meet your parents" or "You will be a good mother one day".”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“Karena... saat aku menatapnya... aku bukan hanya melihat dirinya saja, tapi juga masa sekarang, hari esok, dan masa depanku. Yang bisa pria lakukan saat bertemu seorang wanita yang berhasil membuatnya memikirkan masa depan hanya jatuh cinta. Kemudian tidak ada pilihan lain selain menikahinya. Jadi itulah yang aku lakukan.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“Jika rinduku berdebu karena terlalu tidak bertemu denganmu, maukah kau datang dan membersihkannya untukku?”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“There is no "I'm okay" or "I'm fine", if I don't see you even for a short time.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“Those girls aren't mine; you are. I don't see them. I see you. I've only ever seen you.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“I love you now as I write this, and I love you now as you read this. And will love you as long as every people still can read what I wrote for this ending.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“Kau menua. Aku menua. Dan kita tumbuh menjadi lebih dewasa. Banyak yang berubah, tapi satu hal tetap saja sama. Aku... masih menganggapmu sebagai pusat dunia.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“Kau tahu satu-satunya hal yang pernah kuinginkan dalam hidup?"
Dia tersenyum. Seolah mereka sedang berbagi rahasia pribadi dan tahu bahwa tidak akan ada ejekan atau olok-olok seperti yang biasa mereka lakukan. Khusus untuk saat ini.
"Kau. Saat aku merasa cukup berani untuk meminta pada Tuhan dan Dia bersedia mengabulkan.”
― Morning, Noon & Night
Dia tersenyum. Seolah mereka sedang berbagi rahasia pribadi dan tahu bahwa tidak akan ada ejekan atau olok-olok seperti yang biasa mereka lakukan. Khusus untuk saat ini.
"Kau. Saat aku merasa cukup berani untuk meminta pada Tuhan dan Dia bersedia mengabulkan.”
― Morning, Noon & Night
“Apa yang bisa kau lakukan tanpaku, hmm?" gumam pria itu, membuat Hye-Na mendongak sampai wajah mereka berhadap-hadapan.
"Kalau begitu kau tidak akan ke mana-mana, 'kan?" tanya gadis itu sambil tersenyum.
Pria itu menggeleng enggan. "Tidak. Aku tidak akan ke mana-mana."
"Memangnya aku bisa ke mana tanpamu?" lanjutnya dalam sebentuk gumaman tak terdengar.”
― Morning, Noon & Night
"Kalau begitu kau tidak akan ke mana-mana, 'kan?" tanya gadis itu sambil tersenyum.
Pria itu menggeleng enggan. "Tidak. Aku tidak akan ke mana-mana."
"Memangnya aku bisa ke mana tanpamu?" lanjutnya dalam sebentuk gumaman tak terdengar.”
― Morning, Noon & Night
“Malam adalah saat kita di meja makan. Aku bertanya bagaimana harimu dan kau bertanya bagaimana pekerjaanku. Saat itu aku berpikiran bodoh, apakah aku membutuhkan hal lain lagi selain memilikimu?”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“The man will wait in front of the altar in his black suit. The woman will walk up the aisle in her white gown. The vow, the ring, the kiss.... All kind of romance. A gate to happiness. They call it marriage.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“After a very long time we spent together, he still looks at me as if I'm his whole world and that is the most beautiful thing that ever happened to me.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“I'm not perfect, and will never be. It's just you who treat me as if I am.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“Siang merenggangkan kita. Aku. Kamu. Membuatku mendadak terserang rindu yang menggebu-gebu.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“Kau pasti sedang menggodaku, 'kan?" gumamnya, lebih kepada diri sendiri. Dan pertanyaan itu tentu saja sudah memiliki jawaban yang sangat jelas.
Gadis itu tidak pernah menggodanya. Hanya dia saja yang dengan bodohnya jatuh cinta.”
― Morning, Noon & Night
Gadis itu tidak pernah menggodanya. Hanya dia saja yang dengan bodohnya jatuh cinta.”
― Morning, Noon & Night
“I wonder about something. How can I live before you come?”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“My first thought after waking up, since the first time we met, has always been you...”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
“Entah sejak kapan... melihatmu setiap pagi telah menjadi rutinitas harian.”
― Morning, Noon & Night
― Morning, Noon & Night
