Maryam Quotes

Rate this book
Clear rating
Maryam: Bunda Suci Sang Nabi Maryam: Bunda Suci Sang Nabi by Sibel Eraslan
265 ratings, 4.42 average rating, 32 reviews
Maryam Quotes Showing 1-30 of 39
“Kerabat dan tetangga adalah kenangan.
Kerabat dan tetangga adalah lingkungan.
Kerabat dan tetangga adalah yang karib dan yang dekat.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Salat yang menggerakan pendulum kelahiran dan kematian adalah jam hati yang takkan pernah mati. Betapa bahagianya hamba-hamba yang mengatur jam-jam mereka untuk Rabb mereka!”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Jika kedua orang saling mencintai karena Allah, pasti yang ketiga adalah ar-Rahman.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Seperti manusia pertama yang melihat keagungan dan keindahan ciptaan Allah dan tidak menemukan kata-kata untuk diucapkan. Kekuatan hati dan cinta menjauhkan mereka dari bahasa dan bicara. Kehidupan mereka telah saling terbuka secara langsung. Merasakan cinta tanpa perlu ada tanggung jawab atas kata beban kalimat, dan rangkaian huruf.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Allah menakdirkan rasa manis dengan asin, kesedihan dengan kegembiraan, kesulitan dengan kemudahan dan menaruhnya ke dalam beban hati... terus-menerus... dan berurutan, Anak Mudaku. Takdir dan keberuntungan terus berputar, menunggu untuk mendatangi kita. Sebab, di sini adalah dunia. Kita tidak akan pernah tersenyum sebelum kita menangis, dan menangis sebelum kita tersenyum, Dujayahku”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Meski para generasi pendahulu sering mengatakan bahwa tidur adalah saudaranya kematian, embusan lembut ajakannya seolah belaian lembut bidadari bagi para kekasihnya. Dalam catatan almanak padang pasir, kebanyakan orang yang jatuh cinta, yang punya banyak utang, dan yang sedang menderita selalu berlari mengejar tidur.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Dalam diam seorang wanita terdapat langkah aktif bagaikan detak butir jam pasir. Namun, setiap kali jam pasir yang ada di tangan dirusak olehnya, Khadijah justru malah menatanya kembali seluruh kehidupan di masa lalunya dengan penuh kesabaran. Setiap butir pasir laksana guru yang bijaksana terhadap setiap menit yang pedih, seraya menuturkan kalimat untuk tetap setia. Dalam diam seorang wanita, ia bicara dengan jam pasir yang ada di dalamnya. Dengannya, ia mengajarkan kehidupan kaum wanita di masa-masa sebelumnya.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Tuhan kita adalah Zat Yang Mahatahu. Dia adalah al-Habir. Dia juga Zat Yang Mahalembut, Mahatahu segala hal yang tersembunyi. Dengan limpahan anugerah dan karunia-Nya, Dia mewajibkan kita untuk menyembah, beribadah, kepada-Nya. Ibadah adalah panjatan rasa syukur seorang hamba. Yang terjadi, manusia sering mempermudah meninggalkan ibadah, meski diwajibkan bagi mereka. Lalu, bagaimana jika tidak diwajibkan? Apa jadinya jika umat manusia menangguhkan ibadah hingga waktu tua? Allah seolah-olah telah mengikat diri kita dengan ibadah. Dia sangat cinta kepada para hamba-Nya yang terikat dengan rantai ibadah ini. Semoga Allah berkenan menjadikan kita sebagai hamba yang terikat dengan iman dan cinta akan ibadah. Sungguh, betapa indah tali rantai itu!”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Dunia dipenuhi kebohongan, ketamakan, kepedihan, dan penderitaan. Tidak ada kenyamanan di dunia. Yang ada hanya kezaliman dan kekalahan. Oleh karena itu, taatlah kepada Allah dan pandanglah dunia sebagai hal yang remeh. Dengan cara ini, engkau akan mendapatkan ketenangan hati. Jiwa kalian juga akan mendapatkan ketenteraman.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Saat kematian datang, tidak ada seorang pun yang tahu sehingga bersiap-siap menjemputnya. Jejak kehidupan yang
kita ditinggalkan, kekurangan-kekurangan yang sebelumnya tidak pernah kita perhatikan, seharusnya menjadikan kita
lebih kuat dan hati-hati dengan kematian yang telah datang merenggut nyawanya. Demikianlah dunia. Bukankah ia hanyalah sebatas tempat persinggahan? Tempat beristirahat sejenak bagi karavan untuk kemudian kembali melanjutkan perjalanannya menuju tempat yang menjadi tujuannya.
Sayang, kebanyakan dari kita terbuai oleh godaan dunia sehingga hanyut dan lupa bahwa kita sejatinya adalah musafir.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Demikianlah. Maryam adalah lambang kasih sayang, Asiyah lambang keyakinan-keamanan, Khadijah lambang kesetiaan, dan Fatimah lambang pancaran nur.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Janganlah engkau menjadi orang
yang merisaukan rezekimu di hari esok,” demikian tambah Maryam.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Bagi Maryam, bermunajat di waktu menjelang fajar ibarat surga dari kehidupan dunia, yang dirinya telah berpaling darinya.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Jika kekayaan akan memalingkan kita dari Allah,
keadaan lapar tentu lebih baik daripadanya.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Di luar perkataan yang baik seperti ini, Maryam maupun Fatimah bukan orang yang banyak bicara. Keduanya senantiasa lebih memilih berdiam diri dalam keadaan tafakur daripada ikut dalam keramaian. Apalagi, keramaian yang sarat dengan ghibah dan perkataan yang tidak berguna.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Kasih sayang adalah kedudukan yang jauh lebih tinggi dibanding cinta.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Kami diperintahkan untuk bertobat dalam istigfar sebanyak tujuh puluh kali dalam setiap waktu fajar.” -Anas dari Rasulullah.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Saat Allah menciptakan langit dan bumi. Ia juga telah
menciptakan seratus rahmat bagi jagat raya secara bersamaan.
Setiap rahmat-Nya terbentang laksana jarak antara langit dan
bumi. Dan Allah telah menganugerahi bumi satu dari rahmat-
Nya untuk diturunkan ke dalam sanubari kaum ibu. Karena
inilah kaum ibu sangat berbelas kasih kepada buah hatinya.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Barang siapa mencium
kening ibundanya di antara kedua mata, keduanya akan
dilindungi dari kobaran api neraka.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Menurut Maryam, mendidik anak dimulai sejak sang bayi masih berada di dalam kandungan.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Ingin sekali bersikap dingin terhadap kegemerlapan dunia.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Penghujung dari kehidupan ini ada pada alam akhirat. Dan
manusia tidak lain diciptakan untuk kehidupan yang abadi.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Kemudian, Maryam menyampaikan salam kepada Nabi
Nuh seraya bermunajat kepada Allah dengan munajatnya:
“Tuhanku Yang Maha Pengasih lagi Penyayang! Engkaulah
Zat yang tiada pernah membutuhkan siapa-siapa, yang menjadi
curahan semua pujian, Yang Mahaindah, tiada padanan
dalam segala titah dan penciptaannya. Hamba bersaksi bahwa
Engkaulah Tuhan yang terhindar dari segala sifat kurang!”
Kemudian Maryam mengenang Nabi Ibrahim dengan
berucap salam kepadanya seraya berzikir kepada Allah”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Segala puji aku haturkan kepada-Mu, wahai Tuhan yang
menjadi tempat meminta segala permintaan. Puji syukur aku
haturkan kepada-Mu yang telah mengabulkan apa yang aku
minta selama berpuluh-puluh tahun ini”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Allah tiada akan memilih hamba-Nya tanpa melalui ujian,”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Penunjukan Nabi Adam tersebut berarti pula sebagai momen manusia telah dipilih Allah sebagai khalifah di muka bumi. Ini merupakan tanggung jawab yang sangat berat, di samping sebagai sebuah kebanggaan dan kehormatan. Begitulah menurut penuturan Zahter.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Berpisah dari kefanaan dunia, berpisah dari segala hal yang jelek dan kotor untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan begitu, kedudukan sebagai orang terpilih akan tercapai”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Syarat menjadi orang pilihan adalah harus berpisah diri,”
kata Zahter.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Sudah disebutkan di dalam suhuf Nabi Idris tentang ciri-ciri manusia terpilih, yaitu cerdas, rendah hati, dan ahli hikmah.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi
“Hanna adalah wanita Palestina. Demi Allah yang telah bersumpah demi zaitun dan Gunung Tur, dialah wanita Palestina yang paling pantas menyandang busana “seorang ibu”.”
Sibel Eraslan, Maryam: Bunda Suci Sang Nabi

« previous 1