Jatuh Cinta Diam-Diam Quotes

Rate this book
Clear rating
Jatuh Cinta Diam-Diam Jatuh Cinta Diam-Diam by Dwitasari
627 ratings, 3.78 average rating, 42 reviews
Jatuh Cinta Diam-Diam Quotes Showing 1-6 of 6
“Apa yang lebih sakit daripada ditinggalkan seseorang yang paling kau sayangi? Tentu saja ada. Ada yang lebih sakit daripada itu. Mencintai seseorang yang begitu dekat, tapi cinta yang selalu bertumbuh itu tak pernah menyentuh dan menjamah.”
Dwitasari, Jatuh Cinta Diam-Diam
“Jatuh cinta diam-diam. Saling merasakan, tapi belum ada yang mau mengungkapkan. Meski keduanya saling tahu bahwa bagi satu sama yang lain, keduanya bukan sekedar teman.
Tak ada ucapan dan panggilan sayang. Mereka hanya bertahan pada tindakan nyata.”
Dwitasari, Jatuh Cinta Diam-Diam
“It's okay, yang pertama selalu full of shit, kok. Itulah makanya lebih baik kita menikah dengan cinta terakhir daripada cinta pertama.”
Dwitasari, Jatuh Cinta Diam-Diam
“Pernah gak kamu lelah bermimpi?" | "Pernah. Mungkin bukan lelah bermimpi, hanya kelelahan memperjuangkan mimpi agar segera jadi nyata.”
Dwitasari, Jatuh Cinta Diam-Diam
“Jika semua arah terlihat salah, mungkin akan lebih baik kalau kita nggak sekadar berjalan ke depa, tapi juga melihat ke atas. Melihat ke arah Dia yang selalu sibuk mengawasi kita.”
Dwitasari, Jatuh Cinta Diam-Diam
“Kamu hanya perlu memercayai kata hatimu, kadang yang terlihat belum tentu yang sesungguhnya terjadi.”
Dwitasari, Jatuh Cinta Diam-Diam