Jendela-jendela Aba Quotes

Rate this book
Clear rating
Jendela-jendela Aba: Antologi Cerpen RetakanKata 2013 Jendela-jendela Aba: Antologi Cerpen RetakanKata 2013 by Oddie Frente
11 ratings, 4.00 average rating, 1 review
Jendela-jendela Aba Quotes Showing 1-10 of 10
“Di satu sisi kita harus realistis. Sementara kepala kita begitu idealis.”
Jenni Anggita, Jendela-jendela Aba: Antologi Cerpen RetakanKata 2013
“Dia merasa utuh sebagai subjek ketika berhasil membuat dirinya sebagai objek.”
Jenni Anggita, Jendela-jendela Aba: Antologi Cerpen RetakanKata 2013
“Lebih sulit berjuang untuk diri sendiri, daripada untuk orang lain.”
Jenni Anggita, Jendela-jendela Aba: Antologi Cerpen RetakanKata 2013
“Di sati sisi kita harus realistis. Sementara kepala kita begitu idealis.”
Jenni Anggita, Jendela-jendela Aba: Antologi Cerpen RetakanKata 2013
“Kalau bukan dia yang memaknai hidupnya sendiri, pasti sudah sedari lama dia memberanikan diri mengakhirinya.”
Jenni Anggita, Jendela-jendela Aba: Antologi Cerpen RetakanKata 2013
“Aku telah diselamatkan dari kematian. Oleh karena itu, aku tak akan lagi meminta-minta mati. Tak akan lagi aku teriakkan dalam hati: Eli... Eli... Lamasabacthani.”
Jenni Anggita, Jendela-jendela Aba: Antologi Cerpen RetakanKata 2013
“Hukum tidak ditegakkan sebagaimana mestinya. Raja yang memiliki kuasa selalu dapat sesuka hatinya.”
Jenni Anggita, Jendela-jendela Aba: Antologi Cerpen RetakanKata 2013
“Kenapa? Kenapa kau melewati mataku saat berpamitan? Apa salah kalau aku ada perasaan padamu? Apa kau menghindariku hanya karena kita berbeda keyakinan?”
Jenni Anggita, Jendela-jendela Aba: Antologi Cerpen RetakanKata 2013
“Pengetahuan memang bermuara pada pembebasan.”
Jenni Anggita, Jendela-jendela Aba: Antologi Cerpen RetakanKata 2013
“Kegelapan itu tidak ada, yang ada hanya berkurangnya intensitas cahaya.”
Jenni Anggita, Jendela-jendela Aba: Antologi Cerpen RetakanKata 2013