Stasiun Quotes

Rate this book
Clear rating
Stasiun Stasiun by Cynthia Febrina
125 ratings, 3.20 average rating, 39 reviews
Stasiun Quotes Showing 1-8 of 8
“Untung saja setiap manusia tidak pernah tahu kapan dia akan mati. Kalau tahu, mungkin semua orang akan jadi munafik dengan menjadi orang baik sebelum ruhnya diangkat naik.”
Cynthia Febrina, Stasiun
“Entahlah, kalau benar cinta, menurut saya, selalu ada keinginan bagi kami untuk bersama. Tapi nyatanya tidak.”
Cynthia Febrina, Stasiun
“Langitmu adalah langitku. Hujanmu adalah hujanku. Itu yang kamu bilang, dulu. Kamu sangat mencintai hujan karena saat hujan orang lain tidak akan tahu bahwa kamu sedang menangis. Maka menangislah kamu dalam hujan.”
Cynthia Febrina, Stasiun
“Aku tak ingin dipilih karena satu-satunya pilihan. Aku ingin dipilih dalam situasi di mana kamu mempunyai banyak pilihan.”
Cynthia Febrina, Stasiun
“Bersamamu adalah menyatukan asa. Tak perlu menunggu hujan turun untuk membuat kita berlari bersama.”
Cynthia Febrina, Stasiun
“Sepertinya hanya kematian yang memisahkan cinta yang begitu dalam. Menjadikannya bayangan, menjadikannya abadi dalam sebuah tulisan. Menjadikannya terkenang.”
Cynthia Febrina, Stasiun
“Seperti cicak yang menempel di dinding, wajah gadis itu menempel di dalam otak saya, tak usahlah saya bawa sampai ke bagian tubuh yang menghasilkan detak. Cukup di otak, tak usah sampai ke jantung hati.”
Cynthia Febrina, Stasiun
“Nggak ada gunanya kalo lo terlambat tapi lo hanya jalan santai. Seolah membiarkan masakan gosong di atas kompor.”
Cynthia Febrina, Stasiun