Gairah untuk Hidup dan untuk Mati Quotes

Rate this book
Clear rating
Gairah untuk Hidup dan untuk Mati Gairah untuk Hidup dan untuk Mati by Nasjah Djamin
24 ratings, 3.83 average rating, 6 reviews
Gairah untuk Hidup dan untuk Mati Quotes Showing 1-9 of 9
“Untujk apa manusia lahir? Untuk apa manusia hidup? Dan ketidakberdayaan seseorang manusia menghadapi kebenaran-kebenaran atau manusia-manusia yang sudah menentukan dasar-dasar kekuasaan landasan, meniadakan kebenaran manusia lainnya.”
Nasjah Djamin, Gairah untuk Hidup dan untuk Mati
“Dan bahwa, melalui nilai-nilai kesusastraan, drama, tari, musik, dan seni rupa, manusia bisa menemukan manusia, Tuhan dan alam. Sehingga menambah kekayaan jiwa dan mempertinggi budi.”
Nasjah Djamin, Gairah untuk Hidup dan untuk Mati
tags: art
“Kita harus bertarung sebagai di medan pejudian bukan? Untuk menyalakan terus hiduo ini agar tetap bergairah.”
Nasjah Djamin, Gairah untuk Hidup dan untuk Mati
“Janganlah bicara tentang mati. Aku belum mau memikirkan mati walaupun hidupku digelapi rasa kecut. Tapi yang aku tahu, aku ingin merasakan dan menembus jantung kehidupan ini dulu dan akupun tahu, bahwa aku juga tidak segan memutuskan nyawaku sendiri, bila hidup ini tidak pantas dihidupi.”
Nasjah Djamin, Gairah untuk Hidup dan untuk Mati
“Kesalahanyakah dia dilahirkan, sadar akan kelahirannya, dan sadar pula hidup ini tidak memberikan apa-apa, tidak bisa diharapkannya untuk melanjukan?”
Nasjah Djamin, Gairah untuk Hidup dan untuk Mati
“Aku juga menyajak. Tapi dunia tidak bisa diperbaiki dengan sajak. Apa yang kuingini, ialah hidup. Dan merasakan hidup ini. Tapi merasakannya juga tidak bisa, berseorang diri.”
Nasjah Djamin, Gairah untuk Hidup dan untuk Mati
“Memasuki mati dengan kepercayaan dan cinta, lebih berharga daripada terus hidup tanpa itu. Bila kita berani hidup, kita juga harus berani mati.”
Nasjah Djamin, Gairah untuk Hidup dan untuk Mati
“Tujuan pokok hidup ini ialah hidup sebagai manusia dan berperikemanusiaan. Tapi dunia yang keras ini memaksa orang tidak tahan melakukan kewajiban sebagai manusia yang berperikemanusiaan.”
Nasjah Djamin, Gairah untuk Hidup dan untuk Mati
“Oh, baru kini aku tahu, dalam diri manusia ada bidang hitam di samping bidang putih bersih. Dan bidang yang satu bisa memusnahkan yang lain; pada waktu tertentu. Tapi senantiasa bidang hitam sering menimpa bidang putih, terutama dalam situasi terjepit dan terdesak, di mana cinta teranca atau terkhianati.”
Nasjah Djamin, Gairah untuk Hidup dan untuk Mati