Dini > Dini's Quotes

Showing 1-30 of 97
« previous 1 3 4
sort by

  • #1
    Andrea Hirata
    “aku tak habis mengerti, mengapa orang-orang gampang sekali mengata-ngatai pemerintah. Kalau bicara, sekehendak hatinya saja. Apa mereka kira gampang mengelola negara? Mengurusi ratusan juta manusia? Yang semuanya tak bisa diatur. Kalau mereka sendiri yang disuruh mengurusi negara, takkan becus juga!”
    Andrea Hirata, Cinta di Dalam Gelas
    tags: novel

  • #2
    “setiap orang punya kekurangan dan kelebihan, yang saya perlukan adalah mengenal batas pergaulan dengan seseorang”
    Yuriza Primantara

  • #3
    Iwan Setyawan
    “Hidup adalah perjalanan untuk membangun rumah untuk hati. Mencari penutup lubang-lubang kekecewaan, penderitaan, ketidakpastian, dan keraguan. Akan penuh dengan perjuangan. Dan itu yang akan membuat sebuah rumah indah.”
    Iwan Setyawan, Ibuk,
    tags: home

  • #4
    Iwan Setyawan
    “Impian harus menyala dengan apa pun yang kita miliki,
    meskipun yang kita miliki tidak sempurna, meskipun itu retak-retak”
    Iwan Setyawan, 9 Summers 10 Autumns

  • #5
    “boutique hotels where customers will receive more attention and more personalized service will become more popular and in demand”
    Antony Chan

  • #6
    “when designing a hotel I don’t think about my client, I focus on my client’s client, meaning the person that will use the hotel”
    Aurelio Vazquez Duran

  • #7
    “I do not think that when in a hotel you have to feel “at home”, on the contrary, you have to get the feeling that you are definitely elsewhere…”
    Aurelio Vazquez Duran

  • #8
    “I am a bit obsessive of being as original as possible. I try not to repeat anything I have done before in my new projects”
    Aurelio Vazquez Duran

  • #9
    “the good design is the one not following absolutely fashion trends”
    CaberlonCaroppi Hotel Design

  • #10
    Barack Obama
    “Bagaimana bisa Amerika mengirimkan orangnya ke ruang angkasa, namun masih membuat batasan bagi penduduknya yang berkulit hitam?”
    Barack Obama, Dreams from My Father: A Story of Race and Inheritance

  • #11
    Barack Obama
    “Di Indonesia, kekuasaan diperlihatkan secara terang-terangan, tidak pandang bulu, terbuka, selalu segar dalam ingatan.”
    Barack Obama, Dreams from My Father: A Story of Race and Inheritance

  • #12
    “Seharusnya Islam adalah sebuah agama bagi seluruh dunia, terlepas dari ras, bahasa maupun kebudayaan. Tidak masuk akal bahwa Tuhan mengharapkan semua orang di seluruh dunia untuk belajar membaca tulisan Arab, bukan?”
    Imran Ahmad, Unimagined

  • #13
    Barack Obama
    “Aku tersandung pada salah satu rahasia yang tersimpan dengan baik tentang orang-orang kulit hitam: kebanyakan orang kulit hitam tidak tertarik dengan revolusi; kebanyakan kami merasa lelah dengan masalah ras.”
    Barack Obama, Dreams from My Father: A Story of Race and Inheritance

  • #14
    “Yang disebut sekolah-sekolah Islam di Inggris menyedot habis energi murid-muridnya dengan memaksa mereka membaca dan mengingat-ngingat ayat Al-Qur’an dalam bahasa Arab, yang maknanya tidak dimengerti oleh para murid maupun guru. Jika memang ada diskusi mengenai Islam, sang Imam (yang terkadang bahkan tidak bisa bahasa Inggris) bebas mendefinisikan Islam sesuai kehendaknya, dan siapa yang bisa membantah?”
    Imran Ahmad, Unimagined

  • #15
    Eric    Weiner
    “Ketika pohon terakhir ditebang,
    Ketika sungai terakhir dikosongkan,
    Ketika ikan terakhir ditangkap,
    Barulah manusia akan menyadari bahwa dia tidak dapat memakan uang.”
    Eric Weiner, The Geography of Bliss: One Grump's Search for the Happiest Places in the World

  • #16
    Eric    Weiner
    “Semua momen dalam kehidupan saya, setiap orang yang saya temui, semua perjalanan yang telah saya tempuh, setiap keberhasilan yang telah saya nikmati, setiap kesalahan yang telah saya buat, setiap kerugian yang saya tanggung adalah bukan masalah.”
    Eric Weiner, The Geography of Bliss: One Grump's Search for the Happiest Places in the World
    tags: bhutan

  • #17
    Eric    Weiner
    “Mungkin kebahagiaan adalah ini: tidak merasa Anda harus berada di suatu tempat lain, melakukan sesuatu yang lain, menjadi orang lain.”
    Eric Weiner, The Geography of Bliss: One Grump's Search for the Happiest Places in the World
    tags: swiss

  • #18
    Eric    Weiner
    “Orang-orang di Amerika Serikat tidak mencemari lingkungan sebagian karena takut didenda. Orang-orang di Bhutan tidak mencemari lingkungan karena mereka takut kepada dewata rumah kaca.”
    Eric Weiner, The Geography of Bliss: One Grump's Search for the Happiest Places in the World
    tags: bhutan

  • #19
    Eric    Weiner
    “Dia berkata bahwa ketika dia merasa sedih, dia berbicara kepada Tuhannya. Bukan berdoa, tapi berbicara. 'Berbicara' terasa alami, tidak seperti 'berdoa'.”
    Eric Weiner, The Geography of Bliss: One Grump's Search for the Happiest Places in the World
    tags: qatar

  • #20
    “There is no greater motor for architecture than religious fervor. Ancient examples include the Inca, Aztec Egyptian civilizations. In more recent times, Christianity gave rise to the Gothic and Romanesque architecture of the European middle ages and Islam produced the wonders of the Ottoman Empire.”
    Helen Grant Ross, Building Cambodia: 'New Khmer Architecture' 1953-1970

  • #21
    Jesse L. Byock
    “Yang terbaik adalah menjadi setengah bijak, tidak terlalu bodoh dan terlalu pandai. Orang pandai yang pengetahuannya dalam jarang merasakan kebahagiaan di hatinya.”
    Jesse Byock, The Prose Edda: Norse Mythology

  • #22
    Friedrich Nietzsche
    “Ukuran sebuah masyarakat adalah seberapa baik masyarakat itu mengubah rasa sakit dan penderitaan menjadi sesuatu yang berguna.”
    nietzche

  • #23
    Ligwina Hananto
    “Saat Anda bisa membayarkan semua tagihan dalam hidup Anda, sebetulnya Anda sedang mengambil alih kendali hidup Anda.”
    Ligwina Hananto, Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah Untuk Tidak Miskin

  • #24
    Charles Dickens
    “We'll start to forget a place once we left it”
    Charles Dickens, A Tale of Two Cities
    tags: city

  • #25
    Eric    Weiner
    “We are shaped not only by our current geography but by our ancestral one as well. Americans, for instance, retain a frontier spirit even though the only frontier that remains is that vast open space between the SUV and strip mall. We are our past.”
    Eric Weiner, The Geography of Bliss: One Grump's Search for the Happiest Places in the World

  • #26
    Eric    Weiner
    “Demikian pula halnya, hanya ketidakbahagiaan yang memiliki makna. Itulah sebabnya mengapa kita merasa terpaksa membicarakannya dan punya banyak kata untuk melukiskannya. Kebahagiaan tidak membutuhkan kata-kata.”
    Eric Weiner, The Geography of Bliss: One Grump's Search for the Happiest Places in the World

  • #27
    “In the absence of centralized decision-making, Hebrard's town plans for Indochina had no equivalent in France itself. This is because territorial development can only be thought out and implemented when political power is strong and decisions are in few hands, as was the case during the French colonial period.”
    Helen Grant Ross, Building Cambodia: 'New Khmer Architecture' 1953-1970

  • #28
    “One is too precious about the past, the other too hungry for the future. One arm being dragged into the past by the ethics of historic preservation, the other being yanked towards a hopeful (bigger, brighter, better) future.”
    Winy Maas, Visionary Cities. Urgencies for the City of the Future
    tags: city

  • #29
    Ravi     Shankar
    “why can't we control our anger? because we love perfection. make a little room for imperfection in our lives.”
    Sri Sri Ravi Shankar

  • #30
    Eric    Weiner
    “Tidak ada sesuatu yang lebih membosankan daripada suara kemakmuran. Desing membosankan suara penyejuk udara atau suara klik yang teredam dari sebuah keyboard tidak bisa mengalahkan suara teriakan para penjaja di pasar terbuka atau suara deru mesin jahit di pabrik. Bahkan lalu lintas negara Dunia Ketiga, dengan simfoni klakson dan lonceng yang berdentang, mengalahkan suara wah yang monoton di sebuah jalan bebas hambatan modern.”
    Eric Weiner
    tags: india



Rss
« previous 1 3 4