Aulia > Aulia's Quotes

Showing 1-30 of 91
« previous 1 3 4
sort by

  • #1
    Tracy Chevalier
    “I have consistently loved books that I've read when I've been sick in bed.”
    Tracy Chevalier

  • #2
    Sitok Srengenge
    “Kauminta aku menulis cinta
    Aku tak tahu huruf apa yang pertama dan seterusnya
    Kubolak-balik seluruh abjad
    Kata-kata yang cacat yang kudapat

    Jangan lagi minta aku menulis cinta
    Huruf-hurufku, kau tahu,
    Bahkan tak cukup untuk namamu

    Sebab cinta adalah kau, yang tak mampu kusebut
    Kecuali dengan denyut”
    Sitok Srengenge, On Nothing: Selected Poems

  • #3
    Tere Liye
    “Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus dimengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahamim pemahaman yang tulus.”
    Tere Liye

  • #4
    Tere Liye
    “Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu...
    Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.
    Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.
    Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku. ”
    Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa

  • #5
    Tere Liye
    “Daun yang jatuh tak pernak membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.”
    Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

  • #6
    Tere Liye
    “Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (mungkin kerana kekurangan fizikal, tidak ada kesempatan, atau tidak pernah 'terpilih' di dunia yang amat keterlaluan mencintai harta dan penampilan wajah.) Yakinlah, wanita-wanita solehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, bersedekah dan berkongsi, berbuat baik dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari syurga. Dan khabar baik itu pastilah benar, bidadari syurga parasnya cantik luar biasa.”
    Tere Liye, Bidadari Bidadari Surga

  • #7
    Tere Liye
    “Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”
    Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

  • #8
    Tere Liye
    “Kalau memang terlihat rumit lupakanlah. Itu jelas bukan cinta sejati kita. Cinta sejati selalu sederhana. Pengorbanan yang sederhana kesetiaan yang tak menuntut apapun dan keindahan yang apa adanya.”
    Tere Liye

  • #9
    Tere Liye
    “kebahagiaan adalah kesetiaan.. setia atas indahnya merasa cukup.. setia atas indahnya berbagi.. setia atas indahnya ketulusan berbuat baik..”
    Tere Liye, Moga Bunda Disayang Allah

  • #10
    Tere Liye
    “Begitulah kehidupan, Ada yang kita tahu, ada pula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri.”
    Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

  • #11
    Tere Liye
    “Maha Suci Engkau Ya Allah, yang telah menciptakan perasaan. Maha Suci Engkau yang telah menciptakan ada dan tiada. Hidup ini adalah penghambaan. Tarian penghambaan yang sempurna. Tak ada milik dan pemilik selain Engkau. Tak ada punya dan mempunyai selain Engkau.
    Tetapi mengapa Kau harus menciptakan perasaan? Mengapa Kau harus memasukkan bongkah yang disebut dengan "perasaan" itu pada mahkluk ciptaanMu? Perasaan kehilangan...perasaan memiliki...perasaan mencintai...
    Kami tak melihat, Kau berikan mata; kami tak mendengar, Kau berikan telinga; Kami tak bergerak, Kau berikan kaki. Kau berikan berpuluh-puluh nikmat lainnya. Jelas sekali, semua itu berguna! Tetapi mengapa Kau harus menciptakan bongkah itu? Mengapa Kau letakkan bongkah perasaan yang seringkali menjadi pengkhianat sejati dalam tubuh kami. Mengapa? ”
    Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa

  • #12
    Tere Liye
    “Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong.”
    Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

  • #13
    Tere Liye
    “Bagi manusia, hidup itu juga sebab-akibat, Ray. Bedanya, bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu.... Saling mempengaruhi, saling berinteraksi.... Sungguh kalau kulukiskan peta itu maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. Indah. Sungguh indah. Sama sekali tidak rumit.”
    Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

  • #14
    Tere Liye
    “Hidup harus terus berlanjut,tidak peduli seberapa menyakitkan atau membahagiakan, biar waktu yg menjadi obat”
    Tere Liye, Ayahku (Bukan) Pembohong

  • #15
    Tere Liye
    “masa lalu selamanya tidak akan pernah menang karena ia selalu ada di belakang....”
    tere-liye

  • #16
    Tere Liye
    “Andaikata semua kehidupan ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan. Kemudian kau akan membenak pasti ada sesuatu yang jauh lebih indah dari menatap rembulan di langit. Kau tidak tahu apa itu, karna ilmumu terbatas. Kau hanya yakin , bila tidak di kehidupan ini suatu saat nanti pasti akan ada yang lebih mempesona dibanding menatap sepotong rembulan yang sedang bersinar indah.”
    Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

  • #17
    Tere Liye
    “Berasumsi dengan perasaan, sama saja dengan membiarkan hati kau diracuni harapan baik, padahal boleh jadi kenyataannya tidak seperti itu, menyakitkan.”
    Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

  • #18
    Tere Liye
    “Filosofi padi, "semakin berisi maka padi akan semakin merunduk", maknanya "semakin kita merasa bisa maka kita harus bisa semakin merasa”
    Tere Liye, Pukat

  • #19
    Tere Liye
    “Hanya orang-orang dengan hati damailah yang boleh menerima kejadian buruk dengan lega.”
    Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

  • #20
    Tere Liye
    “Benarlah. Jika kalian sedang bersedih, jika kalian sedang terpagut masa lalu menyakitkan, penuh penyesalah seumur hidup, salah satu obatnya adalah dengan menyadari masih banyak orang lain yang lebih sedih dan mengalami kejadian lebih menyakitkan dibandingkan kalian. Masih banyak orang lain yang tidak lebih beruntung dibandingkan kita. Itu akan memberikan pengertian bahwa hidup ini belum berakhir. Itu akan membuat kita selalu meyakini : setiap makhluk berhak atas satu harapan.”
    Tere Liye, Moga Bunda Disayang Allah

  • #21
    Tere Liye
    “Cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka makan gilau kepala ikan, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita bersarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja kau cuekin, kau lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan makan gulai kepala ikan.”
    Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

  • #22
    Tere Liye
    “Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. MEngerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri.”
    Tere Liye, Sunset Bersama Rosie

  • #23
    Andrea Hirata
    “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”
    Andrea Hirata, Sang Pemimpi

  • #24
    Andrea Hirata
    “Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia”
    Andrea Hirata, Sang Pemimpi

  • #25
    Andrea Hirata
    “Jika kita berupaya sekuat tenaga menemukan sesuatu, dan pada titik akhir upaya itu hasilnya masih nihil, maka sebenarnya kita telah menemukan yang kita cari dalam diri kita sendiri, yakni kenyataan, kenyataan yang harus dihadapi sepahit apapun keadaanya.”
    Andrea Hirata

  • #26
    Andrea Hirata
    “Tuhan tahu tapi menunggu”
    Andrea Hirata, Edensor

  • #27
    Andrea Hirata
    “Hiduplah Untuk Memberi yang Sebanyak-banyaknya, Bukan untuk Menerima yang Sebanyak-banyaknya. (Pak Harfan)”
    Andrea Hirata, Laskar Pelangi

  • #28
    Andrea Hirata
    “Beri aku sesuatu yang paling sulit, aku akan belajar!”
    Andrea Hirata, Cinta di Dalam Gelas

  • #29
    Andrea Hirata
    “Orang cerdas berdiri dalam gelap, sehingga mereka bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang lain. Mereka yang tidak dipahami oleh lingkungannya, terperangkap dalam kegelapan itu. Orang yang tidak cerdas hidup di dalam terang. Sebuah senter menyiramkan sinar tepat di atas kepala mereka dan pemikiran mereka hanya sampai batas batas lingkaran cahaya senter itu.”
    Andrea Hirata

  • #30
    Andrea Hirata
    “u r what u read
    u r what u write”
    andrea hirata



Rss
« previous 1 3 4