ifan > ifan's Quotes

Showing 1-12 of 12
sort by

  • #1
    Neil Gaiman
    “Sometimes you wake up. Sometimes the fall kills you. And sometimes, when you fall, you fly.”
    Neil Gaiman, The Sandman, Vol. 6: Fables & Reflections

  • #2
    Sabda Armandio
    “Rindu memang nggak pernah sederhana,bukan?”
    Sabda Armandio, Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya

  • #3
    Sabda Armandio
    “Aku pernah mendengar orang-orang yang membakar hutan sering teriak-teriak ‘cari uang buat makan’. Jadi kupikir kalian makan uang,” ujar Orang Utan sambil menggosok-gosok kepalanya.”
    Sabda Armandio, Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya

  • #4
    Sabda Armandio
    “Sebab buku nggak akan menyakiti pembaca seperti manusia menyakiti manusia lain.”
    Sabda Armandio, Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya

  • #5
    Sabda Armandio
    “Karena aku tidak tahu harus memercayai siapa akhir-akhir ini. Rasanya, orang-orang gemar membuat kita tersesar. Jadi, kupikir, aku harus membuat peta milikku sendiri.”
    Sabda Armandio, Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya

  • #6
    Sabda Armandio
    “Mulutku bersekongkol dengan otak untuk melindungi diriku sendiri dari perasaan-perasaan yang mungkin muncul jika aku mengetahui lebih banyak.”
    Sabda Armandio, Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya

  • #7
    Sabda Armandio
    “Aku tidak suka ide tentang perang. Ketidaksukaanku itu sudah melewati batas benci. Aku pikir, dengan ikut perang artinya secara tidak langsung aku menyetujui ide itu sekalipun tujuannya hanya untuk membela diri.' Kek Su kelihatan bersungguh-sungguh dengan ucapannya. 'Waktu itu aku masih muda. Perang benar-benar menyebalkan, tidak ada yang menyenangkan ketika kau melihat orang tertembak di kepala, atau melihat tumpukan mayat berserakan seperti bangkai tikus. Sama sekali tidak menyenangkan. Aku memilih tidak peduli, aku tidak peduli siapa menang siapa kalah, tidak peduli pada akhirnya siapa menjajah siapa, aku bahkan tidak peduli ada atau tidak adanya negara. Selama aku merasa tidak dijajah siapa pun, maka aku bebas. Bagiku yang penting saat itu adalah perang segera berakhir. Kira-kira seperti itu. Wangi nyawa manusia tercium di setiap sudut kota, dan ketololan itu nampaknya tidak akan lekas berakhir. Aku benar-benar merasa sendirian.”
    Sabda Armandio, Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya

  • #8
    Sabda Armandio
    “Ia belum selesai, sebenarnya, aku tahu. ia hanya ingin segera mengakhirinya.”
    Sabda Armandio, Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya

  • #9
    Sabda Armandio
    “Mungkin iya, suatu hari aku mau jadi petani. Mencangkul sambil menyanyikan lagu-lagu AC/DC, kayaknya gagah sekali. Aku baca di koran, katanya pembangunan mal di Jakarta masuk rangking sepuluh besar di dunia, dan orang-orang bangga. Aku justru heran, sebenarnya itu kemajuan atau kemunduran, sih?”
    Sabda Armandio, Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya

  • #10
    Sabda Armandio
    “Kita ini sangat ingin dibilang orang kota, sampai-sampai kita lupa, kampungan memiliki makna yang romantis. Dan si orang kota ini terus menerus mengeluh soal betapa buruknya tata kota, kemacetan, dan membanding-bandingkan keadaan dulu dengan sekarang. Lalu mereka dengan tak tahu diri memuja-muja harum tanah basah, mencari udara segar ke hutan, memotret langit senja di gunung atau matahari terbenam di laut, tapi nggak ada yang mau hidup di kampung atau merubuhkan kota mereka dan menjadikannya kampung lagi. Mereka takut kehilangan kemapanan yang mereka bangun untuk menunjang hidup enak dan praktis. Yang bisa mereka lakukan hanya mengkhayal tentang kehidupan desa sambil minum kopi.”
    Sabda Armandio, Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya

  • #11
    Sabda Armandio
    “Keramaian adalah dengung yang semakin didengarkan justru membuatmu kesepian. Orang-orang terus bicara; berbagai jenis suara berlintasan hingga telingamu penuh tetapi kepalamu kosong. Tidak mengerti apa-apa, bukan bagian dari apa-apa.”
    Sabda Armandio, Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya

  • #12
    Sabda Armandio
    “Menurutku jatuh cinta itu nggak indah-indah amat. Kau buka hatimu supaya seseorang masuk ke dalam, kau jaga dia agar betah dan sehat, dan seterusnya, dan seterusnya. Seperti memelihara orang lain di dalam tubuh sendiri. Sialnya, kau nggak punya perangkat untuk sepenuhnya memahami orang lain.”
    Sabda Armandio, Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya



Rss