“
Aku ingin merajuk dalam segelas kopi. Menjadi pahitnya, segetir bayangan wajahnya. Tuangkan aku pada tatakan cangkir itu. Aku ingin dinikmati bersama rasa pedih akan kenangannya.
”
―
―
“
Bima jarang sedih. Kalaupun sedang sedih, ia senang menyembunyikannya. Tetapi yang ini tidak mampu ia simpan sendiri. Tidak mampu disimpan sendiri, tapi juga tidak bisa ia ceritakan.
”
― Dua Garis Biru
― Dua Garis Biru
















