Ikan-Ikan Hiu, Ido, Homa discussion

Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa
This topic is about Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa
7 views
Visioner

Comments Showing 1-1 of 1 (1 new)    post a comment »
dateUp arrow    newest »

message 1: by Rico (new)

Rico Saniscara | 2 comments Orang-Orang Visioner menciptakan harmoni?

Mencerminkan sebuah visioner untuk menciptakan sebuah harmoni, sebuah orang yang mampu memimpinkan negaranya dan rakyatnya menjadi sesuatu yang lebih baik tetapi terkadang adanya visioner yang membohongkan masyarakatnya untuk kebaikan dirinya sendiri lantaran kepentingan dia adalah utama selain masyarakat tidak perlu dipedulikan. Dimana-mana jika ada visioner yang membohongkan sebuah harmoni untuk dirinya sendiri selalu ada seorang visioner yang akan menjanjikan sebuah harmoni untuk masyarakatnya. Hal-hal ini sering kita temukan dikehidupan kita dan telah dicatat dalam sejarah.

Dalam buku Ikan-Ikan Hiu, Ido, Homa menjelaskan tentang orang-orang Maluku dalam masa penjajahan orang asing, dalam cerita tersebut kesultanan lebih memihak kepada oran-orang penjajah karena memberikan janji-janji yang melebihi keinginan sultanan sehingga para rakyat menjadi sengsara akibat perbuatan para Sultanan yang membohongkan rakyatnya untuk menjajnjikan sebuah keharmonisan, Kiema-dudu adalah karakter yang menunjukan sebuah kenegatifan terhadap visioner karena dia hanya memikirkan diri sendiri yang sama seperti para Sultanan tetapi berbeda posisi kedudukan. Kedua tersebut tidak bisa memimpinkan sebuah Negara karena lebih menunjukan sifat pribadi dibanding sifat untuk membuat sesuatu lebih baik tapi dimana adanya negatif selalu positif, hal ini bisa ditunjukan ke satu karakter bernama Mioti karena menunjukan kepositifan dia untuk orang lain dan mampu memimpinkan diri untuk menuju keharmonisan, hal ini menunjukan bahwa yang berhak memimpin Maluku adalah Mioti karena menunjukan sebuah kepositifan dari sifat sebagai visioner yang dapat menciptakan sebuah keharmonisan.

Mioti dapat menunjukan kepimpinan dia untuk melawan balik para penjajah yang telah membuat kaumnya sengsara akibat perbuatan Sultanan karena lebih memihak ke para orang-orang penjajah yang memberikan berlimpah-limpah permintaan yang tak terbataskan sehingga memaksa para rakyat untuk memberontak atas kepemerintahan Sultanan dan para penjajah. Aspek lain dimana tidore dan ternate yang memisahkan diri karena permusuhan yang berjalan lama terhadap sesama kaum dan hal ini dijadikan sebagai asap bagi penjajah agar Tidore dan Ternate saling membantai, jika dilihat dari aspek visioner dalam situasi ini para pemimpin lebih memikir bahwa mereka saling bermusuhan selagi penjajah lebih bahagia atas pengambilan sumber daya Maluku tetapi bisa diubah untuk melakukan gencatan senjata dan perdamaian agar menjadi satu jika seorang visioner yang memberikan harmoni terhadap peperangan Tidore dan Ternate.







Hal ini bisa dianalogikan dengan yang lain dengan contoh: Hitler dan Joseph Stalin, kedua adalah Visioner yang berbohong terhadap Masyarkat agar bisa memberikan Harmoni dan kepimpinan yang visioner untuk sebuah mas depan yang cerah. Ini adalah aspek penjelasan dari para Visioner tersebut:

Adolf Hitler

Hitler bisa dideskripsikan dengan Visioner yang memberikan pencerahan keharmonisan terhadap rakyat Jerman agar berjaya kembali. Hitler yang dulu adalah tentara di PD1 mampu melihat apa yang terjadi disaat Jerman telah mengumumkan kekalahannya dan ini membuat Hitler kesal karena dia melihat sekililing dia bahwa Jerman telah menjadi miskin selagi musuh mereka menjadi kaya tetapi ia telah mendapatkan perhatian publik untuk bergabung partai Nazi yang dapat menjanjikan kejayaan Jerman kembali seperti dulu. Kenegatifan tersebut bisa didapat atas kebohongan dia saat menjelaskan tujuan asli Hitler dengan menaklukan dan memperbudak dunia agar menunduk kepada Nazi dan menjelaskan bahwa Kaum Aryan harus berjaya. Keharmonisan adalah sesuatu yang dilakukan dengan damai bagi pemimpin tetapi Hitler memilih perang adalah cara menuju keharmonisan bagi Masyarakatnya agar membalas dendam terhadap musuh-musuh yang membuat Jerman Sengsara.

Joseph Stalin

Stalin adalah diktator komunis yang dianggap dunia karena kejam terhadap masyarakatnya pada perang dunia ke-2 dan bisa dibilang seorang visioner yang membohongkan harmoni bagi masyarakat dia. Stalin lebih memiliki negatif dibanding positif karena Stalin memiliki hal-hal yang bisa dibilang amat mengganggu bagi para visioner-visioner lain, disaat era perang dia memerintahkan bahwa setiap nyawa seseorang harus berkorban untuk tanah air Soviet dan bahwa ideologi Komunisme adalah hal yang benar untuk memenangkan perang dan menguasai Dunia untuk bertunduk kepada Komunisme.


Dimanakah Visioner yang menjanjikan keharmonisan?

Pasukan Sekutu bisa dibilang sebagai pemimpin yang visoner dan memberikan keharmonisan tetapi diaman ada keharmonisan seorang pemimpin harus adanya pertumpahan darah agar membrikan hasil atas perbuatan manusia dengan sesama. Pasukan sekutu yang memiliki banyaknya pemimpin visioner yang dapat memberikan sebuah pencitraan untuk perdamaian bagi semua negara agar keharmonisan dapat diberikan kepada orang-orang.


back to top