Kastil Fantasi discussion

69 views
Diskusi Naskah/Konsep > [Konsep] Saat Untuk Menghilang ver. Paste

Comments (showing 1-25 of 25) (25 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Anindito (new)

Anindito Alfaritsi (Alfare) | 519 comments Aku agak mandeg dalam ngembangin naskah lama ini agar jadi layak baca. Terus aku baru inget kalo ada layanan(?) konsultasi topik di forum KasFan. Ada yang bisa tolong bantu?

Genre dan gaya tulisannya mungkin agak susah dijelaskan. Singkatnya, aku masih lagi nyari nuansa dan fokus tema yang pas buat cerita ini. Aku udah punya plot umum dan stok karakter yang akan kugunakan. Tapi aku kayak, butuh masukan lebih dalam tentang potensi pengembangan serta peran yang bisa mereka mainkan.

Mungkin konsep ini memang masih belum tuntas kubuat. Tapi mohon dibantu.

(Soal kartu Tarot di bawah profil adalah untuk acuan referensi pribadiku aja.)

(Konsep di bawah ini adalah untuk apa yang aku sebut Episode 1)

(Jangan terlalu dianggap serius ya)

-

Genre

Misteri, Petualangan, Romansa, Sains-fiksi, Apokaliptik

Pendahuluan

Alan Harsoyo Wiraguna tanpa sengaja terlibat di dalam sebuah rencana internasional rumit untuk menguasai dunia. Memasuki dunia malam di mana pihak-pihak misterius yang tak pernah disadarinya ada saling berseteru, ia turut mendapati kehidupannya sebagai seorang remaja SMA terancam sirna ancaman kehancuran besar menghantui di depan mata.

Apa yang seorang manusia biasa dapat lakukan di hadapan ancaman besar seperti ini?

Latar

Enam dekade sebelumnya, struktur ekonomi dan perpolitikan dunia mengalami perombakan besar-besaran akibat kemunculan suatu virus penyakit baru yang mewabah dari Asia Tenggara.

Empat dekade sebelumnya, tanpa sepengetahuan orang-orang awam, berbagai masyarakat rahasia yang sebelumnya bergerak di belakang layar mulai melibatkan diri secara aktif dalam menggantikan peranan berbagai pemerintahan yang ada. Negara-negara baru yang didasarkan pada pilar-pilar ekonomi yang masih bertahan selanjutnya terbentuk.

Sepuluh bulan sebelumnya, sebuah ledakan misterius di Kirgistan diyakini menandai titik pencapaian baru di dalam persaingan pembuatan senjata. Keseimbangan kekuatan di dunia diyakini kembali goyah. Sebuah perang rahasia baru kini sekali lagi tampak di depan mata.

Di Bandung, salah satu kota besar di Konfederasi Indo-China Selatan, kisah ini kemudian bermula…

Karakter

Sentral

Alan Harsoyo Wiraguna

Lebih dikenal dengan nama panggilan ‘Hawe’, siswa kelas satu di SMA Perguruan Ranah Bangsa yang tanpa sepengetahuannya, terlibat dalam upaya kelompok rahasia Scentika untuk memanggil entitas asing misterius yang disebut ‘Yom’ dari dimensi lain.

Dia anak lelaki yang ramah dan perhatian terhadap sekelilingnya. Tapi sikap mudah membaur yang diperlihatkannya sebenarnya adalah caranya mengatasi rasa bersalah yang dipendamnya terhadap keluarganya sendiri, akibat suatu pengalaman menyakitkan yang pernah terjadi di masa lalu. Sebaliknya, dengan membaur dengan banyak orang, Hawe sebenarnya juga membatasi kedekatan mereka dengan dirinya sendiri.

Memiliki kecendrungan untuk bersikap ‘pintar-pintar bodoh’ untuk suatu alasan. Dirinya memandang genre cerita misteri dan noir sebagai suatu hal keren, tapi tak pernah bisa sepenuhnya serius memasukinya. Ia juga memiliki kesukaan terhadap hal-hal berbau komputer, terutama video game di konsol-konsol zaman dulu. Karenanya, di kelas ia bisa akrab dengan Exel yang kurang lebih memiliki hobi serupa.

Merasa kuat di pelajaran-pelajaran bersifat hafalan (meski sebenarnya tidak terlalu), dan merasa lemah di pelajaran-pelajaran bersifat hitungan (meski sebenarnya tidak terlalu juga). Alasan Hawe bisa memiliki nilai agak di atas rata-rata di kelasnya semata-mata berkat tempat duduknya yang tak jauh dari Maya, yang tak pernah segan ditanyainya soal hal-hal menyangkut pelajaran.

Sesudah tubuhnya berintegrasi dengan koloni nanomesin yang dipersiapkan Scentika, Hawe memperoleh kemampuan penyembuhan diri yang dipercepat sekaligus kemampuan untuk mengubah titik massanya secara bebas di udara—yang mewujud dalam semacam keterampilan bergerak serupa parkour.   

Terlepas dari kecendrungannya untuk merasa rendah diri dan menyalahkan diri sendiri, Hawe adalah seseorang yang menjunjung tinggi tanggungjawab.

Ia adalah narator cerita ini, sekaligus orang yang menurutnya sendiri adalah sosok yang akhirnya bertanggung jawab atas kehancuran dunia.

Di awal cerita, ia masih belum mengenal siapa Irma Irina.

(Kartu Tarot: The Hanged Man)

-

Irma Irina

Gadis misterius yang disebut Hawe sebagai ‘biang kerok’ semua masalah yang kemudian Hawe alami. Namanya beberapa kali mencuat dalam penyelidikan yang Hawe lakukan, tetapi tak pernah ada keterangan konsisten tentang rupa maupun latar belakangnya.

Meski beberapa kali tampil sebagai gadis datar yang berpenampilan tidak menarik, sosoknya yang sesungguhnya ramping, anggun, dan sangat cantik—dengan rambut lurus panjang yang lembut dan sepasang mata terang yang tak pernah sekalipun menampakkan keraguan. 

Sangat kuat dan nyaris tak terhentikan di dalam pertarungan, Irma menguasai suatu cara bertarung tidak konvensional yang memungkinkan segala sesuatu di sekelilingnya seakan ‘mendukung’ segala aksinya. Ia sangat piawai memanfaatkan keadaan lingkungan. Ia pun memiliki kecenderungan untuk menggunakan senjata-senjata melee bertangan satu—yang berbentuk paling tak lazim pun, seperti sekop dan penggaris—dengan gerakan-gerakan kilat dan nyaris akrobatik.

Tindak-tanduknya beberapa kali terkesan berlebihan dan kejam, meski Hawe pada satu titik berpendapat bahwa orang-orang yang Irma lukai memang orang-orang yang ‘pantas’ dilukai menurut pandangannya. Salah seorang lawannya pernah menduga bahwa Irma telah mencapai tingkatan mental tertinggi yang dapat dicapai oleh seorang pendekar; mengumpamakannya dengan pengarang Buku Lima Cincin yang legendaris, Musashi. (Hawe sendiri merasa keterangan ini terlampau berlebihan.)

Meski demikian, motif dan keberpihakannya masih belum jelas, dan dirinya lebih banyak beraksi seorang diri.

Hawe menjadi satu dari sekian sedikit orang yang mengetahui ketertarikan diam-diamnya terhadap media-media BL.

(Kartu Tarot: The Empress)

-

Teman-teman Sekolah

Maya Lita Amalia

Gadis yang duduk bersebelahan dengan Hawe di kelas. Menarik, berwawasan luas, namun agak dingin dan pendiam. Lebih banyak mengisi waktunya dengan membaca-baca buku (khususnya novel-novel sains fiksi klasik) yang dipinjamnya dari perpustakaan. Baru belakangan Hawe ketahui sikapnya tersebut merupakan upayanya menutupi rasa malunya dalam pergaulan.

Sulit dibaca. Mudah membuat orang segan. Diam-diam sering memperhatikan Hawe yang dipandangnya sebagai satu dari sedikit orang yang dekat dengannya. Diam-diam berharap pula agar dirinya bisa lebih mudah mempunyai teman.

Seiring perkembangan cerita, Maya menyadari ada hal-hal tertentu yang nampaknya Hawe sembunyikan sehubungan dengan apa-apa yang tengah terjadi.

Belum banyak yang diketahui tentang keluarganya. Meski bila menilai dari kenyataan bagaimana ke mana-mana ia diantar jemput, sepertinya Maya berasal dari keluarga yang cukup terpandang.

Untuk suatu alasan, Mariska memandangnya sebagai ‘maskot’ kelas 1-2.

(Kartu Tarot: The Moon)

-

Mariska

Gadis yang menjabat sebagai ketua murid di kelas Hawe. Gadis aktif dan sporty yang menjadi satu dari sekian sedikit murid yang secara konstan memikirkan cara agar anak-anak di kelas mereka bisa lebih kompak.

Di awal cerita, dirinya sedang giat memikirkan cara untuk mengisi stand bazaar kelas di acara pensi sekolah yang akan diadakan tak lama lagi. Ia sedang berusaha mengumpulkan anak-anak di kelas yang menurut pandangannya bisa berpartisipasi secara aktif dalam acara ini. Namun insiden pemboman Plaza Nusantara di Centrale Hoofdstad agak mengacaukan rencananya. 

Merasa sedikit tertarik pada Hawe karena kedekatan yang Hawe miliki dengan Maya. Dalam perkembangan cerita, ia kemudian menjadi salah seorang teman akrab Maya.

Pernah mengenal seseorang bernama Irma Irina di masa SMP.

(Kartu Tarot: Temperance)

-

Exel Putra Karisma

Anak lelaki kurus dan mungil yang menjadi teman bicara Hawe soal game-game kuno. Dia terkesan sebagai anak yang suka berisik, tapi pada dasarnya dia orang yang baik.

Tak banyak yang mengetahui bahwa dirinya cukup dekat dengan Mirna dan keluarganya, dan karenanya, pribadinya sebenarnya agak berubah semenjak insidem pemboman di Plaza Nusantara terjadi.

(Kartu Tarot: The Devil)

-

Rupert Adagio

Teman sekelas Hawe yang di awal cerita dikenal sering menghabiskan waktu istirahatnya bersama beberapa anak perempuan dari kelas lain. Dipandang sebagai orang yang agak aneh dan terkesan tak serius, namun kenyataannya adalah dirinya memiliki lingkup pergaulan yang sangat luas.

Hawe bertanya padanya soal Irma Irina. Tapi tak dinyanya, itu menjadi kontak terakhir yang Hawe lakukan dengannya sebelum Rupert dan seluruh keluarganya menghilang. Hilangnya Rupert menjadi pemicu dari berbagai macam kejadian yang kemudian Hawe lalui.

Memiliki tempat tinggal yang agak jauh di pinggir kota, beserta keseriusan yang agak menakutkan bila diajak bicara soal cewek.

(Kartu Tarot: The Wheel of Fortune)

-

Mirna Gantina

Gadis baik-baik di kelas Hawe yang kedua orangtuanya menjadi korban dalam insiden pemboman di Plaza Nusantara. Memiliki seorang kakak perempuan. Nampaknya berasal dari keluarga yang cukup terpandang. Salah seorang teman dekat Mariska.

Mempunyai suatu kedekatan sejak lama yang tak banyak diketahui orang dengan Exel.

(Kartu Tarot: The Priestess)

-

Arga Aryadi Tamusu

Teman sekelas Hawe yang (duduk) ‘agak dekat’ dengan Rupert, dan menjadi satu-satunya orang selain Hawe yang menyadari ganjilnya absen berkepanjangan Rupert.

Sosok yang menonjol di kelas 1-2 karena kedewasaan dan kepekaannya. Dirinya anak tunggal dari sebuah keluarga pemilik usaha toko bangunan (meski sepertinya dia akan punya adik tak lama lagi). Nilai-nilainya bagus dan ia jago bermain bola.

Dirinya satu-satunya orang di kelas yang mengetahui nomor telepon rumah Rupert.

(Kartu Tarot: The Chariot)

-

Agungan J.

Salah seorang ‘preman’ sekolah yang tetap populer meski pernah tak naik kelas. Mempunyai pengetahuan ekstensif tentang geng-geng motor di Bandung. Sepertinya tahu sesuatu juga tentang Irma Irina.

Sesudah kesalahpahaman fatal di ruang kelas, ia membeberkan pada Hawe lebih jauh tentang Irma, terutama tentang keberadaan rumahnya di Arcamanik Baru, yang kemudian Hawe sadari sebenarnya merupakan salah satu kediaman Bagas Rukmanto.

Agak gemuk, tapi kenekatan dan bekas-bekas luka di kepalan tangannya menunjukkan kalau ia lebih dari mampu dalam menjaga diri.

(Kartu Tarot: The Lightning-struck Tower)




message 2: by Anindito (new)

Anindito Alfaritsi (Alfare) | 519 comments

-

Kawan?

Aswan

Lelaki misterius usia kuliahan yang menjadi kontak pertama Hawe dengan masyarakat rahasia yang berdiam di sekolahnya. Sikapnya ramah, meski suka main-main. Cara berpakaiannya mengindikasikan kalau dirinya berasal dari kalangan menengah ke atas.

Mulai menyelidiki Hawe seiring dengan kemunculan tak lazimnya di kediaman-kediaman Bagas Rukmanto yang telah diketahui.

Belum banyak yang diketahui tentang dirinya, meski terbukti bahwa Aswan telah berupaya menolong Hawe lebih dari sekali.

Memiliki kemampuan ajaib untuk menciptakan semacam dimensi kantung yang disebut Mindscape, yang merupakan perwujudan dari pikiran dan perasaan orang, dan digunakannya untuk memahami segala hal rahasia yang berlangsung di sekelilingnya dan dalam masa lalu orang. 

Meski masih muda, kadang ia terkesan membawa beban yang lebih dari yang sanggup ia tanggung.

(Kartu Tarot: The Sun)

-

Utari

Gadis muda yang merupakan vokalis band lokal fenomenal GAIN yang sedang naik daun di dunia pertunjukan.

Secara rahasia, ia sebenarnya merupakan salah seorang mitra Aswan. Bertindak sebagai pengawas Hawe lewat kemampuan transfer kesadaran ke ‘boneka-boneka’ pusaka yang dimilikinya.

Belum banyak yang diketahui tentang dirinya pula. Meski sifat sebenarnya pemurung, kadang ia sengaja bersikap genit hanya untuk sekedar memancing reaksi orang.  

(Kartu Tarot: The Magician)

-

Halim Permana

Lelaki muda berkacamata yang menjadi guru sejarah di kelas Hawe. Kurus, namun berotot. Tipe guru yang seringkali mengalah oleh kemauan murid-murid. Secara diam-diam, dirinya sebenarnya merupakan mentor Aswan dan Utari, meski kedudukannya dalam kelompok mereka sepertinya lebih rendah daripada Aswan…

Cukup dikenal di dunia malam dengan nama Volkswang. Memiliki kemampuan aneh untuk mengendalikan angin, meski teknis bagaimana kemampuan tersebut bekerja belum sepenuhnya diketahui.

(Kartu Tarot: The Hierophant)

-

‘Anak Itu’

Anak berseragam SMP yang memiliki semacam kekuatan telepati. Membantu mempertahankan kesadaran Hawe agar nanomesin di dalam tubuhnya punya cukup waktu untuk menjalankan proses pemulihan diri. Siapa dirinya sesungguhnya masih merupakan sebuah misteri.

(Kartu Tarot: The World)

-

Keluarga

Fransiska Nabila Wiraguna

Adik perempuan Hawe yang masih duduk di bangku SMP.

Manis dan mandiri, meski sikapnya agak pendiam dan penyendiri. Gemar menonton televisi. Ia juga kerap bersikap manja terhadap kakaknya.

Hawe kerap merasa kalau pergaulannya di sekolah agak terbatas.

(Kartu Tarot: Death)

-

Ayah dan Ibu Hawe

Pasangan relatif muda yang sepertinya sering memanjakan anak-anak mereka secara agak berlebihan, meski itu dilakukan karena suatu latar belakang tertentu.

Ayah bekerja sebagai manajer pemasaran di sebuah perusahaan konfeksi. Sedangkan Ibu dulu bekerja sebagai desainer interior, meski kini lebih banyak menjadi ibu rumah tangga.

(Kartu Tarot: The Lovers)

-

Minor dan Antagonis(?)

Hanif

Teman sekelas Hawe yang suka main bola. Karakter pasif yang nampaknya tidak banyak mengetahui apa yang terjadi. Ramah senyum. Tipe manusia langka yang seakan tak pernah memiliki masalah dengan siapapun.

-

Selfi

Anak perempuan, salah satu teman dekat Mariska yang menjabat sebagai sekretaris kelas. Ceria dan supel. Karakter pasif lain yang tidak banyak mengetahui apa yang terjadi.

-

Arni

Kakak kelas berkulit kuning langsat dan berkuncir dua. Gadis misterius anggota PMR(?) yang membantu Hawe di UKS. Ada indikasi bahwa dirinya tidak seperti yang tampak di permukaan.

-

Desy, Intan, dan Ari

Tiga gadis yang dengan mereka Rupert belakangan sering melewatkan waktu. Ketiganya tipe orang yang heboh dan suka bergosip. Desy yang paling tinggi; suka berdandan. Intan berkulit agak pucat; pandai menyanyi. Sedangkan Ari bertubuh paling kecil, dikenal paling menggandrungi K-pop, tapi mungkin yang paling mawas di antara mereka. Ketiganya adalah anak-anak kelas 1-3.

Bersaksi kalau Rupert sempat bertanya-tanya tentang Irma Irina. Mereka juga hanya tahu kalau dulunya Irma adalah anak di kelas 1-5.

-

Irma Anggraeni

Irma yang ‘salah’ di kelas 1-5. Teman sekelas Agungan. Ramping, jangkung, dengan gaya rambut yang agak ngebob. Hawe sempat mengira dirinya adalah Irma Irina, sebelum mengetahui pernah ada dua ‘Irma’ di kelas 1-5.

Dikenal sebagai anak gaul yang punya semacam antipati terhadap Irma satunya. Tapi Hawe tak mengetahui hal ini. 

-

Dani R. H.

Teman sekelas Agungan yang bercerita tentang situs layanan psikolog/rumor Aphrodite. Memberitahu sesuatu tentang keberadaan rumah hantu di kompleks Arcamanik Baru. Meski namanya begitu, dia perempuan.

Belum banyak hal lain tentang dirinya yang diketahui.

-

A. Indra W.

Anak Warki yang garang dan tampak selalu siap untuk perang. Kenalan Agungan. Meski dikenal bengal, nilai-nilainya entah bagaimana dikenal cukup bagus.

-

Nunut Cahyani

Wali kelas Hawe. Seorang wanita perhatian yang berpandangan bahwa setiap masalah pasti akan beres pada waktunya. Pada suatu titik dalam cerita, keberadaannya digantikan oleh sesuatu yang bukan manusia. 

-

Bambang dan Muhaimin

Sepasang polisi reserse yang pada suatu malam mendatangi rumah Hawe untuk bertanya-tanya tentang suatu insiden pembunuhan. Setelah Hawe memikirkannya belakangan, kehadiran mereka cukup mencurigakan.

-

Negliga

Seorang ‘algojo’ misterius yang memiliki gaya rambut grunge dan senyuman rusak. Berupaya membunuh Hawe. Namun sebelum itu, ia terlebih dahulu mempertanyakan ‘kemanusiaannya.’

Dalam versi cerita sebelumnya, ia menjadi karakter favorit yang baru muncul di prolog. Dalam versi cerita ini, belum jelas ia akan muncul kapan.

-

Nataniel Iskandar

Seorang tokoh besar di masa Republik Lama yang konon meninggal dunia karena dibunuh. Peranannya di masa lalu akan memegang peran penting dalam cerita pada suatu titik.

Namanya disebut dalam prolog versi cerita yang lama.  

-

Nia Azisa

Pewarta acara kilasan berita dalam liputan Plaza Nusantara. Salah satu public figure yang mulai dikenal di dunia pertelevisian.

-

Adi Irianto

Reporter lapangan dalam liputan Plaza Nusantara.

-

Anthony Mardian

Pengusaha besar yang belum lama ini mulai terjun ke dunia politik. Sesungguhnya, dirinya adalah salah seorang petinggi Scentika yang menjadi dalang dari rangkaian kejadian yang menimpa Hawe. Meski terlihat sebagai pria tua renta yang makmur, dirinya sebenarnya menyimpan rahasia-rahasia yang jauh melebihi bayangan orang.

-

Bagas Rukmanto

Iilmuwan terhebat di seluruh negeri yang kini tengah menghilang; diduga diculik oleh kelompok separatis Gerakan Teritorial Merdeka. Peninggalannya yang diyakini tersembunyi di bawah tanah kota Bandung menjadi suatu hal yang ditelusuri oleh banyak orang.

Disebut-sebut sebagai orang di balik penciptaan Koloni Nanomesin.

-

Kishin

Seorang pria bertopeng yang mewakili sponsor Bagas.

Muncul di akhir cerita versi sebelumnya untuk menuntut kembali hak atas Koloni Nanomesin.

-




message 3: by Anindito (new)

Anindito Alfaritsi (Alfare) | 519 comments

Tempat

Sekolah Menengah Atas Perguruan Ranah Bangsa (SMA PRB)

Tempat di mana Hawe dan sebagian besar kawan-kawannya menuntut ilmu. Sekolah swasta, namun memiliki sejarah prestasi panjang serta hubungan sangat baik dengan Departmen Pendidikan Nasional. Gedung utamanya termasuk salah satu bangunan berarsitektur kuno yang dilindungi berdasarkan peraturan pemerintah kota. Secara berkala bangunannya dipugar untuk pemeliharaan dan perbaikan.

Memiliki lapangan olahraga yang terpisah dari kompleks utama sekolah serta peraturan yang lumayan ketat tentang kegiatan ekskul.

-

Stasiun Kereta Api Sulanjana

Stasiun kereta api utama untuk sistem MRT kota Bandung. Terletak di pusat kota, di sekitar wilayah Dago-Merdeka yang merupakan salah satu jalan arteri utama kota. Bangunannya merupakan bangunan elevasi yang ditinggikan dari atas permukaan tanah. Bila berpergian ke tempat-tempat yang agak jauh, warga Bandung manapun akan transit sebentar di stasiun satu ini.

Terdapat jalur kereta berteknologi maglev untuk perjalanan ke Centrale Hoofdstad dan kota-kota besar lain di Konfederasi. Selebihnya adalah jalur-jalur pendek untuk wilayah-wilayah satelit, seperti Parahyangan City dan Cimahi.

-

Rumah Hawe

Rumah yang tak terlalu menonjol di salah satu wilayah suburban di Bandung selatan. Karena dekat dengan kompleks pelatihan tentara, lingkungan sekitarnya cukup aman dan damai.

Bangunannya sudah agak tua. Lalu mungkin karena kecendrungan anggota-anggota keluarganya untuk menumpuk barang, pencahayaannya di beberapa bagian relatif buruk. Tapi secara umum rumahnya terbilang nyaman.

Ada plaza pertokoan besar yang dapat dijangkau dengan hanya beberapa menit berjalan kaki. Selebihnya, transportasi umum yang utama adalah dengan mengandalkan bis.

-

Kompleks Perumahan Arcamanik Baru

Kompleks perumahan di wilayah timur Bandung yang tengah mengalami banyak perombakan. Sebagian besar penghuninya adalah masyarakat kalangan menengah. Namun ada lingkungan perumahan untuk masyarakat ekonomi bawah di sekitarnya.

Di dekatnya, ada area peternakan dan pacuan kuda. Sebenarnya, ada juga areal permainan golf, namun karena suatu alasan, areal tersebut tengah dipugar pada waktu cerita ini dimulai dan proses pemugarannya nampaknya mengalami kendala. Ada juga suatu bekas pabrik tekstil besar di dekatnya yang konon akan dibongkar untuk dijadikan lahan ekspansi kompleks perumahan ini.

Rumah hantu yang didesas-desuskan berada di perumahan ini sebenarnya merupakan salah satu peninggalan Bagas Rukmanto.

-

Distrik Simpang Lima

Wilayah komersil ramai yang pasti Hawe lalui bila ia hendak ke pusat kota. Distrik di mana kantor-kantor perbankan besar berbatasan dengan gerai-gerai kecil dan pasar. Sesuai namanya, pusat distrik ini adalah persimpangan dari lima jalan raya besar.

Di tepi distrik inilah SMA PRB terletak.

-

Distrik Kosambi Timur

Distrik yang berbatasan langsung dengan Distrik Simpang Lima. Ada banyak perumahan sederhana dan deretan pertokoan kecil di seputaran distrik ini. Distrik yang padat, tapi lebih banyak dilalui oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah.

-

Warki

Warung makan sederhana yang terletak di jalan antara bangunan utama SMA PRB dan lapangan olahraganya. Sering digunakan sebagai tempang nongkrong dan merokok anak-anak PRB sepulang sekolah.

Jarang ada kejadian besar terjadi di sini. Namun selalu ada berita dari jalanan yang secara berkala simpang-siur.

Meski didirikan menggunakan tenda, ukurannya yang agak besar sedikit mengindikasikan kalau ini warung makan yang sebenarnya cukup laku.

-

Rumah Mirna

Rumah agak besar di suatu kompleks perumahan megah di wilayah utara Bandung. Karena pikirannya tengah tersita, Hawe tak banyak memperhatikan lingkungan dan interiornya.

Hawe sempat agak kesulitan menemukan jalan pulang dari sana, karena wilayah tersebut tidak langsung berada di jalur yang dilalui bis.

-

Jalan Makmur

Salah satu jalan perumahan di seputaran Simpang Lima yang secara kebetulan dilalui Hawe untuk pulang ke rumah. Di jalan ini Hawer menemukan jawaban dari petunjuk grafiti yang pertama, sekaligus salah satu bangunan peninggalan Bagas Rukmanto.

-

Poin-poin Penting

Grafiti di Atas Meja

Tulisan corat-coret misterius yang tak jelas dari mana asalnya dan meski pada awalnya tak menonjol, Hawe kemudian sadari membeberkan hal-hal yang berhubungan dengan bangunan-bangunan peninggalan Bagas Rukmanto. Tulisan-tulisan grafiti baru akan muncul secara berkala.

Asal-usul grafiti ini, beserta identitas Irma Irina, menjadi dua misteri terbesar di dalam cerita ini. 

-

Gerakan Teritorial Merdeka

Gerakan separatis yang menentang kedaulatan Konfederasi. Ada indikasi bahwa mereka disponsori suatu negara besar. Didesas-desuskan sebagai sebagai dalang insiden pemboman di Plaza Nusantara sekaligus sebagai pihak di balik hilangnya Bagas Rukmanto.

-

Insiden Plaza Nusantara

Insiden pemboman di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Centrale Hoofdstad. Insiden ini menewaskan kedua orang tua Mirna. Tapi ada lebih banyak arti di balik insiden ini dari yang semula terlihat.

-

Kujang Generasi Dua (KG 2)

Suatu nama kode(?) bagi kelompok rahasia pimpinan Aswan.

Sejauh yang Hawe kemudian pahami, mereka mengemban amanat yang diwariskan turun-temurun untuk melindungi kota Bandung dari suatu bentuk ancaman tertentu.

-

Scentika

Suatu aliran kepercayaan fanatik rahasia yang nampaknya meyakini kehancuran dunia dalam waktu dekat, dan meyakini pula hadirnya sosok ‘penyelamat’ dalam entitas ekstradimensi yang mereka sebut ‘Yom’ yang tinggal di Semesta Harapan, berdasarkan sesuatu yang mereka sebut Apocrypha Astralangga. Asal usul dan manifesto mereka masih belum Hawe ketahui secara jelas. Namun mereka melakukan segala yang mereka lakukan karena sepenuhnya meyakini tindakan mereka akan menyelamatkan umat manusia.

Mereka mendalangi insiden rahasia pencurian Koloni Nanomesin karena meyakini koloni tersebut merupakan wadah yang diperlukan untuk memanggil dewa mereka tersebut.

-

Anisa Spiral

Sebutan untuk kompleks penelitian rumit yang tersembunyi jauh di bawah tanah kota Bandung. Dikembangkan secara rahasia oleh Bagas Rukmanto untuk suatu tujuan tertentu, dan penemuannya mendatangkan berbagai pertanyaan tentang siapa serta apa tujuan Bagas Rukmanto yang sebenarnya.

Sesudah berhasil memperoleh Koloni Nanomesin, Scentika entah bagaimana turut memperoleh akses ke sebagian kompleks ini.

-

Gempa Bumi

Gempa Bumi belakangan sering melanda Bandung secara berkala.

-

Koloni Nanomesin

Sebutan sederhana untuk apa yang kemudian disebut merupakan penemuan terbesar Bagas Rukmanto. Dicuri dari pengembang mereka yang sah—yang belum diketahui Hawe di versi sebelumnya—oleh Scentika untuk kepentingan mereka sendiri.

Konon masih belum sempurna. Seluruh nanomesin yang ada di dalamnya baru mendapat perintah mendasar untuk bertahan hidup. Intervensi dari Scentika sedikit banyak mempengaruhi sifat dan cara kerjanya…

-

Makhluk-makhluk Artifisial

Dikenal pula sebagai Penjaga, Makhluk-makhluk buatan Bagas Rukmanto yang melindungi akses-akses masuk ke Anisa Spiral. Berbentuk seperti patung-patung grotesque yang nampaknya mewakili suatu aspek profesi dari masyarakat kelas bawah.

Hawe saat ini baru berhadapan dengan sang ‘Petani.’

-

Penemuan Mayat di Jalan Makmur

Insiden penemuan mayat yang mendorong dua reserse polisi, Bambang dan Muhaimin, untuk meminta keterangan dari Hawe. Insiden ini pula yang mendorong Hawe untuk menanggapi pesan-pesan grafiti di atas mejanya secara serius.

Belakangan Hawe mengetahui mayat tersebut adalah korban dari salah seorang Penjaga.

-

Virus SG52, varietas 2

Suatu varietas baru dari virus yang menyebabkan terjadinya Wabah. Belum banyak yang diketahui tentang sifat maupun penyebarannya. Namun ada praduga bahwa virus ini sebenarnya hasil kembangan manusia yang diperuntukkan sebagai suatu senjata pemusnah massal jenis baru.

-

Tahuu! Mesengger

Sesudah masa kehancuran infrastruktur komunikasi dunia yang terjadi akibat Wabah, Tahuu Mesengger tumbuh menjadi salah satu aplikasi favorit pilihan orang untuk berkomunikasi. Antarmukanya didesain mirip dengan suatu aplikasi serupa yang dikembangkan oleh suatu perusahaan lain pada masa sebelum Wabah. Keputusan pengembangnya untuk menggunakan sosok tahu anthropomorphic sebagai maskot entah bagaimana menjadi salah satu faktor pendukung kesuksesannya.

Aplikasi ini menjadi alternatif layanan pesan singkat dari suatu jaringan media sosial baru yang tengah naik daun. Hawe sering menggunakannya untuk berkomunikasi dengan teman-temannya di Internet—tapi agak jarang menggunakannya untuk berhubungan dengan teman-temannya dalam kehidupan nyata.

-

Desas-desus Kehancuran Dunia

Kegentingan situasi perpolitikan dunia membuat mereka yang memiliki cukup kepekaan menyadari perubahan-perubahan tersamar namun signifikan yang tengah berlangsung alam. Ada sejumlah spekulasi akan terjadinya suatu hal besar di masa depan nanti.




message 4: by Ivon (last edited Sep 26, 2012 09:22PM) (new)

Ivon (nagabenang) | 597 comments pertanyaan pertama dari ane ...:

cerita ini rencananya mau ditamatin dalam berapa buku?

-edit-

eh, komennya di sini bukan ya? .___.


message 5: by F.J. (new)

F.J. Ismarianto (rean) | 198 comments Kisah dalam naskah ini sangat kompleks ya ._.

Atau karena terlalu banyak info yang dibagikan sehingga bikin karya ini terlihat kompleks dalam pemahamanku #jangandiabaikan #eh

Nanya nih, kenapa Alan tidak dikenal sebagai Alan saja, kenapa mesti nama negara bagian di United State Hawe? Eh, tapi pasti dijelasin dong kenapa disebut Hawe dan bukan Alan, pasti ada sejarahnya #iyalahpastinya


message 6: by Awi (new)

Awi Chin (adorkableracer) | 160 comments Ketawa pas baca nama Hawe. Itu bahasa slank di Pontianak.
Hahahaha...

Terus kok entah mengapa baca berbagai karakternya, malahan ane mikirnya ini setingnya bakalan banyak di sekolahan.
Hahahaha.


message 7: by R.D. (last edited Sep 26, 2012 10:26PM) (new)

R.D. Villam (Villam) | 716 comments sangat menarik. :-)
dan Maya Lita Amalia itu nama yang sangat cantik. hehe...

gue pribadi gak pernah mampu bikin konsep yg sampe sepanjang ini. biasanya kalo muncul ide ya langsung gue tulis aja ceritanya, dan ide-ide itu tercatat sendiri di dalam cerita. di sini, kamu bisa melakukannya. jadi gue rasa itu langkah yang bagus.

tentang potensi pengembangan, gue rasa sangat luas. liat aja tokoh-tokohnya. mereka mestinya kan punya latar belakang dan motif masing-masing. pertanyaannya justru, ceritanya akan difokuskan ke mana. pesan apa yang sebenarnya ingin disampaikan. dan mau seberapa panjang ceritanya. :-)

eniwei, selamat menulis. :-)

catatan:
uh tapi... kalo Harsoyo Wiraguna jadi Hawe, Maya Lita jadi apa? :-(


message 8: by Ivon (new)

Ivon (nagabenang) | 597 comments klo soal fokus atau tema ... hmmm.

mgkn tergantung target utama pembacanya sih. klo habis baca konsep ceritanya, yg ak baru kepikiran ada dua, antara "coming of age" atau "action-adventure".

yg pertama temanya agak berat, karena fokus di psikologis karakternya yang awalnya mgkn masih dalam tahap proses nyari jati diri, terus diakhiri dengan pemantapan kepribadian/individualitas-nya.
> karena berat, mgkn musti selese dalam satu buku.
> target utama pembacanya mgkn dewasa muda - dewasa, atau siapapun yg suka bacaan "berat".

klo action-adventure, lebih mudah -dan lebih asyik- dibaca, dan -harusnya- lebih mudah ditulis dibandingkan tema pertama. klo ak baca konsep ceritanya sih, kekny arahnya lebih ke sini, cuma ditambahi dengan bumbu2 lain seperti konspirasi pemerintahan, teknologi canggih nano-machine, nggg ... romance, mgkn coming-of-age sedikit, dan kiamat dunia?
> karena temanya banyak dan bisa ke mana2, bisa lebih dari satu buku kalau mau.
> target utamanya mgkn remaja, walo bisa appealing untuk dewasa muda.

still, cmiiw, soalnya baru ini yg ak tangkap sehabis baca konsepnya -yg jujur aja, karena penuh dengan karakter sampingan, walo menarik bacanya, tpi bikin ak pusing liatnya @___@-, jdi klo ada yg ak salah sangka, bilang aja, ok :v


message 9: by Klaudiani (new)

Klaudiani (dian_k) | 481 comments R.D. wrote: "catatan:
uh tapi... kalo Harsoyo Wiraguna jadi Hawe, Maya Lita jadi apa? :-( "


Ma-Le?


message 10: by Anindito (last edited Sep 26, 2012 10:45PM) (new)

Anindito Alfaritsi (Alfare) | 519 comments Thanks buat semua yang ngomen. :|

@Ivon: Sebenernya, belum kepikiran sih. Yang ada di kepalaku malah dengan yang ada sekarang, apa satu buku aja bakalan bisa kukerjain? (Sebenernya pertanyaan ini udah kejawab sih, tapi hasilnya luar biasa jelek.)

Tapi dengan materi yang ada sekarang sih, kira-kira tiga kali ya? Yang ada di sini baru cakupan untuk buku pertama.

Yap, komen dan diskusinya di sini aja.

@FJ: Sial. Sebenernya, plotnya sendiri lumayan simpel. Kayak cerita misteri biasa. Cuma ide latar belakangnya pas dibikin berkembang jauh lebih gila dari perkiraanku.

Karena banyak adegannya yang semi-komedi, alasan kenapa dia dipanggil Hawe itu pada awalnya lebih buat bahan lelucon sih. Nanti juga di sekolahnya dia ceritanya jadi dikenal karena nama panggilannya ini.

(Because Alan is too mainstream. :P )

(Dan bacanya Ha-we, bukan Hawe disatuin. >.< )

@Awi: Emang ada banyak adegan yang latarnya di sekolah. Tapi plotnya kebanyakan pas jam pulang sekolah gitu. Jadi enggak, ceritanya enggak sekolahan amat.

Err, jadi itu artinya apa di Pontianak.

@Villam: AKU NGALAMIN SEMUA MASALAH INI GARA-GARA KAMU TAU!!!!!!

SUM itu hasil ngikutin metode asal nulis dan keluarin gajah yang kamu bilang waktu itu! Trus ga tau gimana, hasil akhirnya malah jadi kacau kayak gini!!!!

...

Dengan kata lain *ngos-ngosan*, ini cerita dulu, baru konsep. *masi ngos-ngosan*

Aku ga pernah nyangka demi ngerombak satu cerita aja aku perlu pake konsep ulang. Jadi, masalahnya justru di situ, Bang Villam. Versi awalnya kubikin dengan agak terlalu seenaknya. Dan sebenernya sampe sekarang, semua tokoh di sini masih belum 'jadi'. Ga tau kenapa, aku punya masalah dalam menyukai tokoh-tokoh bikinanku sendiri. Terutama para tokoh antagonis.

Jadi kalo ada yang bisa bantu soal itu, tolong bantu juga. OTL

Tapi kalo dibilangnya gitu sih... hmm, fokus ya? Lalu pesan? Bener juga. Kayaknya kalo mikir dari sana, aku mulai ada bayangan.

Kupikirin dulu juga deh. ^^

(Oya, makasih. Butuh seminggu buatku mikirin nama lengkap Maya.)


message 11: by Anindito (last edited Sep 26, 2012 10:49PM) (new)

Anindito Alfaritsi (Alfare) | 519 comments @Ivon: Ah, bener-bener! Sebenernya, pendapat kayak gitu yang kumaksud Popon!

Soalnya aku dulu dapet banyak komen yang minta agar adegan-adegan aksinya diperbanyak! Makanya, aku beneran jadi bingung. Adegan aksi? Bukannya ini misteri gaje dengan bumbu-bumbu noir dan horor yang malah ga jadi?

Aku mikir, paling baik aku ngegabungin keduanya. Tapi dengan struktur plot yang udah ada, aku malah jadi mandeg dalam ngebagi elemen-elemen tersebut dalam porsi yang pas.

Bab-bab awalnya misteri drama murni sih. Dan ga ada bahaya apapun sama sekali. T.T

@Dian: Mamalia. #digampar


message 12: by Ivon (last edited Sep 27, 2012 01:34AM) (new)

Ivon (nagabenang) | 597 comments "Mamalia"

^ woaaaahahahahahahaaa~~

*kena gampar juga*


hmmm, oke ... jdi yg ak tangkep .. ini cerita awalnya mau dibikin jadi misteri-thriller gt yah...

mmm, sepanjang yg ak tahu sih, unsur thriller gt terbentuk dari feel "the needs to survive" dari para protagonisnya ..

nmun begitu protagonisnya punya kekuatan nano-machine .. kekny sih wajar2 aja klo kesan seramnya jadi rada hilang, berganti jadi keseruan untuk menonton adegan aksi si protagonis vs antagonis :v

jdi klo mo dibikin fokusnya ke thriller, level kekuatannya musuhnya si protagonis musti -jauh- lebih tinggi daripada dia, dan senantiasa mengancam nyawa dia :v

still, ditentuin dulu sih, ini ceritanya mau tentang si protagonis yang sedang "berusaha untuk "apa"".

apakah dia mau menyelamatkan teman2nya agar tetap hidup setelah dunia kiamat,

atau dunia sudah kiamat, dan dia ingin menebus dosanya karena menyebabkan kiamat tsb terjadi dengan cara menolong siapapun orang yg ia temui,

atau dia tengah berusaha mencegah dunia kiamat?

untuk pilihan ketiga ...

misalnya ada kasus pembunuhan berantai yg terjadi di tempat si protagonis tinggal, yg awalnya si protagonis n temen2nya selidiki karena tertarik saja, tapi tanpa sengaja bikin si protagonisnya terseret dalam masalah organisasi rahasia milik pemerintah, dan dari sana ia mengetahui kalau dunia akan segera kiamat ... kalau ia tidak melakukan "sesuatu".

tentuin dulu plotnya gimana, n -imo- jangan sampe stray too far from that path, kalau ga mau jadinya kacau balau karena kemunculan ide-ide baru -yg pasti akan selalu berdatangan- yg berpotensi "dipaksa" masuk ke dalam cerita tsb, hanya karena "lagi suka" atau "kelihatannya menarik" :v

#truestory #ofmyself

-edit-

*uhuk* uh, still, cmiiw, ak sendiri belum pernah nyelesein satupun cerita yg pantas dijadiin buku, jadi yang di atas itu baru sekedar pendapat pribadi aja :v jadi .. yah, begitulah, mari kita sama2 berusaha, hahahaha~ *plak*


message 13: by R.D. (new)

R.D. Villam (Villam) | 716 comments Anindito wrote: "@Villam: AKU NGALAMIN SEMUA MASALAH INI GARA-GARA KAMU TAU!!!!!!

SUM itu hasil ngikutin metode asal nulis dan keluarin gajah yang kamu bilang waktu itu! Trus ga tau gimana, hasil akhirnya malah jadi kacau kayak gini!!!! "


hehehe...
yeah at least kamu berhasil punya gajah yg hidup dan bisa dipamerin. walau masih jelek, dan posisi anggota2 tubuhnya belum pas. belalai di pantat, kuping di perut, mata di kaki. tapi tenang ajah, tinggal dioperasi dikit lagi kok (atau banyak?). :-P

Anindito wrote: Bab-bab awalnya misteri drama murni sih. Dan ga ada bahaya apapun sama sekali. T.T"

no no no. pokoknya bahaya (alias pressure buat tokohnya) itu HARUS ADA di bab-bab awal. CUT the drama. hahahahah.


message 14: by F.J. (new)

F.J. Ismarianto (rean) | 198 comments Ah, pasti kompleks. Secara banyak banget poin pentingnya ._.

Ada gerakan separatis, ada kelompok rahasia, ada gejala alam yang sering banget terjadi, ada aliran kepercayaan fanatik, ada (ras?) koloni Nanomesin, belum lagi makhluk-makhluk artifisial, ada wabah virus... bagiku yang lebih suka sesuatu yang simple ini terlihat kompleks. Kecuali, mungkin nih ya, kamu menggunakan poin-poin penting itu untuk dibagi dalam beberapa buku sehingga bagi pembaca sepertiku bukumu tidak terkesan kegemukan :D


message 15: by Anindito (new)

Anindito Alfaritsi (Alfare) | 519 comments @Ivon: Hoo, jadi intepretasimu sesudah baca konsep di atas kayak gitu ya?

Aku enggak niatin thriller juga di awalnya, cuma perkembangannya menjadi kayak gitu. Dan, uh, daripada ancaman terhadap nyawa, itu lebih kayak protagonisnya emang payah dalam versi pertama sih.

Ada temanku pernah komen kalau dia bertahan ngikutin SUM dari awal sampai akhir karena kepengen ngelihat si Hawe berkembang dari orang payah jadi enggak payak. Tapi kemudian dia ngamuk-ngamuk karena bahkan di akhir ceritapun dirinya tetap payah. =.=

Jadi soal level kekuatan lawan (situasi) di atas dia, itu udah lumayan dapet sih. Cuma... uh, yea, perkembangan dan detilnya jujur aja jadi rada absurd.

Kekuatan nanomesin itu diperolehnya di akhir-akhir buku 1, dan itupun ga membuat dia jadi kuat ato gimana (sejauh ini). Mungkin malah itu cuma ngubah dia jadi lebih berkecendrungan maso aja.

Soal keseimbangan genre ini, di awal aku agak berusaha bikin sesuatu yang menyerupai Jojo's Bizzare Adventure. Meski belakangan aku mikir, pendekatan ala Guilty Crown mungkin boleh juga.

Akan kupikir lagi juga soal dianya ini mau apa. Thanks banget Ivon. Tenang, sekarang aku nulis udah sepenuhnya pake kerangka kok. (Dan waktu kasus SUM, perkembangannya ngaco itu bukan karena aku suka ato apa. Tapi murni karena dikejar deadline.)

@Villam: ... *ngasih Rider Kick*

@FJ: Bener. Itu juga kesimpulan yang aku dapat. Pas aku ngerombakin ini, aku bahkan mulai ngelist masalah-masalah dan teka-teki apa aja yang muncul biar ke depannya aku engga ampe lupa. Aku beneran jadi ngerti soal gimana fokus per babnya bakalan satu-satu sih. Trims buat komennya.

-
Jadi, sejauh ini, aku udah tau kalo fokus dan pesan (per bab?) mesti jadi hal utama yang mesti aku pikirin. Dan dengan itu aku bakalan mulai mikir tentang si tokoh utama ini maunya apa. (kayaknya sisi payahnya yang udah dibangun sedemikian rupa terlalu sayang buat dihilangkan.)

Ada yang bisa bantu nyiptain tokoh antagonis? Maksudku, kira-kira pemikiran-pemikiran sesat macam apa ya yang bakalan timbul dari situasi-situasi macam begini?


message 16: by Manikmaya (new)

Manikmaya | 1098 comments @Om Al Sangat kompleks, twist, membingungkan dan... menarik!
Pencocokan beberapa tokoh dengan kartu tarot (arcana major) itu sangat menarik dan cocok sekali.

@Om Al : konsep tokoh antagonis?
Bagaimana jika pemahamannya awalnya adalah berdasarkan BhagawadGita? Kresna memerintahkan Pandawa menghancurkan Kurawa, prasimbol sebuah sistem 'yang bobrok' harus dihancurkan total untuk membuat sistem yang lebih baik. Prasimbol yang digambarkan dengan baik di alam nyata sebagai filosofi pohon jambu (serius!).

Organisasi ini adalah sekumpulan orang2 yang 'sakit hati' pada masyarakat dan pada sistem dunia. Berasaskan kebebasan berpikir (dan bertindak) serta asas bahwa pada dasarnya manusia adalah pemangsa yang menolak disebut pemangsa. Manusia adalah serigala yang mampu beralih rupa menjadi burung dara. Tapi pada dasarnya tetap serigala.

^_^


message 17: by Anindito (last edited Sep 28, 2012 05:01PM) (new)

Anindito Alfaritsi (Alfare) | 519 comments @Manimaya: Itu satu usulan. Kucatet.

Ngomong-ngomong, setelah kukaji lagi, aku kayaknya agak perlu masukan soal dunia yang futuristis itu agak kayak apa.


message 18: by Manikmaya (new)

Manikmaya | 1098 comments @Om Al : dunia futuristis abad ke-berapa?


message 19: by Ivon (new)

Ivon (nagabenang) | 597 comments dunia futuristik itu ... menurut ak sih dilihat dari dengan tingkat kemudahan orang2 untuk saling berkomunikasi.

klo dilihat dari sejarah kan ... pas jaman batu, orang2 mungkin saling komunikasi pake gendang, teriakan, terompet, atau sinyal asap. udah mulai masa revolusi industri, di Amrik ditemukan telegram, yg akhirnya berevolusi makin canggih jadi telepon kabel.

klo sekarang, sudah tak perlu kabel lagi, tapi masih perlu alat/benda fisik.

kira2 di masa depan seperti apa?

klo yg pernah ak baca di Transmetropolitan (klo ak ga salah nafsirinnya) telepon it bisa macem ditanam ke dalam otak, jadi klo mo telepon tinggal pikirin di kepala, ntar muncul visualisasi kontaknya di pandangannya, trus tinggal dial, selesai :v

*uhuk*

uh, lupakan random rambling di atas sana. itu ak kepikiran gt setelah baca wikinya Serial Experiment Lain sih :v

klo bayangan ak tentang masa depan ... hmmm, hapenya gabung dengan jam tangan, dan dial/mencet tombolnya via visualisasi hologram. kekny sekarang dah ada prototype-ny yg bisa macem gitu, walo masih perlu permukaan datar sebagai tempat nampung cahaya hologramnya sih.

^ cmiiw klo ada salah istilah. ak jarang baca buku2 ilmiah gt :v :v


message 20: by Anindito (new)

Anindito Alfaritsi (Alfare) | 519 comments @Manikmaya: Hmm. Soal masa depan itu lupain aja deh. Kayaknya aku dapet gambaran tiba-tiba soal itu.

@Ivon: Soal telepon ditanam ke otak itu, huwaa, kedengarannya agak menakutkan.

Kayaknya buat sementara ini bahan buat ngerombaknya cukup deh. Nanti bila ada hal enggak jelas lagi akan kutanyain.

Thanks semua!


message 21: by Fredrik, Momod Galau (last edited Sep 29, 2012 07:13PM) (new)

Fredrik (fredriknael) | 2447 comments Mod
Anindito wrote: "@Villam: AKU NGALAMIN SEMUA MASALAH INI GARA-GARA KAMU TAU!!!!!!

SUM itu hasil ngikutin metode asal nulis dan keluarin gajah yang kamu bilang waktu itu! Trus ga tau gimana, hasil akhirnya malah jadi kacau kayak gini!!!!"


WKWKWK! *ngakak* xD

#spam


message 22: by F.J. (new)

F.J. Ismarianto (rean) | 198 comments agak OOT nih, tertarik dengan obrolan soal teleponnya.

Aku yang paling suka itu konsep ponsel di Ultraviolet (movie). Bentuknya kayak kertas gitu. Tipis dan karena kertas jadi nggak nambah limbah kalau ruska :))


message 23: by Stezsen (new)

Stezsen | 297 comments Hei, boss saia kangen SUM <3

Jujur aja SUM itu tulisan boss yang paling gampang saia nikmatin dibanding yang di FF ato yang di cerbul kemaren @.@

SUM itu jauh lebih mudah dicerna, enggak ribet, tapi seru

Tapi saia baru tau kalo SUM itu ternyata konsep dasarnya se epik ini O.o

Yang di kekom emang udah keliatan kaya organisasi rahasia apaa gitu, tapi sampe ke Kirgiztan segala macem O.o

Ini nantinya semua diselesaiin sama Hawe dkk? Ato entar keluar orang2 lain selain yang udah boss sebut di atas?

Kalo semua cuma dari anak2 sekolahan dan teman2nya rasanya rada kurang mantap buat plot se grande itu sih

Eh, jadi kaya itu sekolah khusus ato apa gitu, sampe semua orang penting ngumpulnya di sekolah itu (ato di Bandung semua -iya, saia ngarep settingnya bisa keluar kota)

Kerasa kaya "dunia ini cuma segede sekolah ato kota" ya ga sih?

Kalo menurut saia

Mending dipilih aja fokusnya, emang mau dibuat masalah grande sedunia ato mau dibuat masalah lokal (sekota ato senegara -eh tapi kalo senegara tetep mesti keluar kota2 lain ya)

Saia jujur lebih milih yang lingkup kota aja, fantasi dengan isu skala global udah lumayan klise kan (**lirik cerita sendiri oTL**)

Tapi boss nulis ini konsep buat episode 1 yah, mungkin di episode lain bisa keluar hal2 lain plus karakter2 lain yang lebih banyak dan lebih mendunia, dan bikin ceritanya tambah rumit juga O.o

Hum.. terus tema

Saia lebih suka kalo tema ceritanya berpusat di Hawe dkk, soalnya stok2 karakter SUM yang di atas udah keren
Lebih asik kalo banyak mainin personaliti nya si Hawe, eh jadi cerita coming to age gitu ya? Plus misteri, dark, kaya detektif2an

IMO, pas baca SUM yang di kekom, saia enggak nyangka kalo ini cerita action :v
Saia ngira ini maunya dibawa model cerita detektif2an yang banyak main otak daripada main otot
Dan itu bagus <3
Kalo pun ditambahin action, jangan sampe si Hawe dkk jadi keliatan tukang gebuk gitu
Toh "bahaya" enggak mesti berhubungan dengan nyawa ato action kan?

Terus...
nuansa...
entah apa yang dimaksud dengan nuansa oleh si boss

Tapi
Saia nangkapnya waktu baca SUM
"Ini cerita keren dengan latar/setting/apapun itu yang samar2"

Jadi kaya kurang grip, kaya saia diajak jalan2 di udara kosong ga ada tanahnya gitu, terus sekitar saia adalah pemandangan berkabut yang enggak jelas

Saia sama sekali enggak sadar kalo setting ceritanya di masa depan
Saia bayanginnya setting Indonesia zaman sekarang :v
Uh dengan Tahuu! Messenger persis tampilan Yahoo! Messenger (tentu saja) :v
Tapi meskipun dengan mindset ini Indonesia zaman sekarang, saia tetep ngerasa kurang grip dan ngawang2 @.@

Yang terakhir.. ini mungkin (ato emang) swt
Tapi tiap baca satu cerita biasanya saia merasakan "cuaca" ato "rasa" tertentu
Dan untuk SUM itu...
Hujan.... hujan berkabut, dingin2 lembap, suram, abu2

Nah, saia berharap nuansa abu2, suram, lembap itu tetap ada di versi rombakan SUM :v :v :v
(ditabok soalnya minta seenaknya)


message 24: by Anindito (new)

Anindito Alfaritsi (Alfare) | 519 comments @Stezsen: hooo, makasih banget. Iya ya. Kau termasuk yang suka baca versi terdahulunya.

Ini masukan berarti banget. Akan kucatet.


message 25: by Lola (new)

Lola (lolaorett) | 230 comments Idenya bagus :D Aku suka settingnya, entah gimana kebayang kota Bandung distopia macam Divergent ato Hunger Games.

Kalo menurutku tokohnya terlalu banyak, tapi kalo km bisa ramu plot dg rapi dan setiap tokoh memang diperlukan untuk mendukung plot, oke banget malah. Tapi kl cuma untuk memenuhi kuota Tarot, sebaiknya jangan.

Dan kalo bisa plot-nya bergerak di sekitar protagonis, jd goal-nya si Hawe itu yg akan menentukan gerakan cerita, supaya smp akhir tetep seusai track dan karakter Hawe jg makin kuat. Biarpun dia awalnya payah, Hawe hrs punya something yg bikin pembaca suka.

Trus anak-anak yg punya kemampuan khusus sesuai kekuatan Tarot dan terlibat berbagai kejadian aneh itu bisa refer ke game/anime Persona 4. Untuk ukuran anak remaja, mmg butuh satu situasi yg bikin mereka terlibat sesuatu yg 'besar' tapi tetep keliatan wajar dan logis knp mereka hrs terlibat.

Tentang setting waktu, sekarang atau masa depan ga masalah, yg penting pembaca tahu kalo ini dunia alternatif/distopia. Kalo pun masa depan, krn baru terjadi bencana, mungkin kemajuan peradaban ga terlihat se-futuristik itu. haha itu pendapatku sih.. semoga membantu :D


back to top