Mahéng

Goodreads Author


Born
in Paya Baro, Woyla Timur, Aceh Barat, Indonesia
May 18, 1996

Website

Twitter

Genre

Influences
Andreas Harsono, Prof. Dr. M. Amin Abdullah, Abdurrahman Wahid (Gus Du ...more

Member Since
December 2025

URL


Mahéng (born Rahmat Ali in Paya Baro, May 18, 1996) is a storyteller and Indonesian author known for his work as an essayist and literacy activist. His work explores the intersections of social narratives, local wisdom, and human coexistence with the universe. Mentored in writing by Andreas Harsono, Mahéng’s narrative style is built on a foundation of rigorous ethics and deep empathy, often weaving themes of spirituality and social inequality.

A Sociology of Religion graduate from UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, he has a prominent background in journalism, having served as the Secretary-General of the Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI). His writings have been published in major national media outlets.

His intellectual and spiritual li
...more

Mengapa 'Maaf Lahir Batin' Bisa Jadi Kalimat yang Paling Susah Kita Ucapkan untuk Diri Sendiri?

Dua hari sejak Idulfitri 1447 H, saya berpindah dari satu rumah ke rumah lain. Menyetir (lebih tepatnya jadi tukang ojek), makan, bersalaman, dan saling mengucapkan minal aidin walfaizin, mohon “maaf” lahir dan batin.

Foto grup Mahéng (Rahmat Ali) bersama Karmele Llano Sánchez dan tim besar Yayasan IAR Indonesia di depan sebuah rumah beratap merah di Ketapang, Kalimatan Barat. Mahéng tampak mengenakan kaos abu-abu, jongkok di barisan belakang seorang anak kecil, tepat di belakang Karmele Llano Sánchez yang duduk di tengah depan. Visual kebersamaan ini mengilustrasikan esai reflektif Mahéng berjudul 'Mengapa Maaf Lahir Batin Bisa Jadi Kalimat yang Paling Susah Kita Ucapkan untuk Diri Sendiri?'. Sebagai penulis buku Runduma: Surga Kecil di Wakatobi dan novel Nayanika serta lulusan Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Mahéng konsisten membedah hubungan antara narasi sosial, tanggung jawab moral, dan pengalaman kemanusiaan di Ketapang. Mahéng bersama tim Yayasan IAR Indonesia dalam silaturahmi Lebaran Idulfitri 1447 H di Ketapang. (Foto: Argitoe Ranting)

Ada satu kalimat yang nggak ikut saya tinggalkan di rumah m

Read more of this blog post »
 •  0 comments  •  flag
Share on Twitter
Published on March 23, 2026 04:07
Average rating: 0.0 · 0 ratings · 0 reviews · 3 distinct works
Mencari Indonesia Menuai Ke...

by
0.00 avg rating — 0 ratings
Rate this book
Clear rating
NAYANIKA

0.00 avg rating — 0 ratings
Rate this book
Clear rating
Runduma: Surga Kecil di Wak...

0.00 avg rating — 0 ratings
Rate this book
Clear rating

* Note: these are all the books on Goodreads for this author. To add more, click here.

Mahéng’s Recent Updates

Mahéng wrote a new blog post

Mengapa 'Maaf Lahir Batin' Bisa Jadi Kalimat yang Paling Susah Kita Ucapkan untuk Diri Sendiri?

Dua hari sejak Idulfitri 1447 H, saya berpindah dari satu rumah ke rumah lain. Menyetir (lebih tepatnya jadi tukang ojek), makan, bersalaman, dan sali Read more of this blog post »
67057980
“Aku bukan penulis terbaik, tetapi yang terbaik buatku adalah menulis.”
Mahéng
More of Mahéng's books…
Quotes by Mahéng  (?)
Quotes are added by the Goodreads community and are not verified by Goodreads. (Learn more)

“Aku bukan penulis terbaik, tetapi yang terbaik buatku adalah menulis.”
Mahéng

“Aku bukan penulis terbaik, tetapi yang terbaik buatku adalah menulis”
Mahéng

“Aku bukan penulis terbaik, tetapi yang terbaik buatku adalah menulis.”
Mahéng

220 Goodreads Librarians Group — 317795 members — last activity 0 minutes ago
Goodreads Librarians are volunteers who help ensure the accuracy of information about books and authors in the Goodreads' catalog. The Goodreads Libra ...more
No comments have been added yet.