2 bintang
More like Diary of Whiny Vampire. Part 2
God, why I do this to myself? To suffer?
Yang jelas masih sama kayak pendahulunya, isi diary Nigel masih didominasi dengan ngeluh, ngeluh dan ngeluh. Dan overdramatis. Bedanya disini ditambah Nigel jadi halu dan sedikit megalomaniac setelah kemampuan vampirnya muncul. Hubungan cintanya memang cukup indah, kalau aja Chloe ga minta terus2an diubah jadi vampir. Apa yang tadinya jadi cinta sejati jadi cinta cukuplah sampai disini karena endingnya mereka putus dan kemampuan vampir Nigel hilang lagi. Akhirnya ya...ngeluh terus sampe gue udah capek bacanya, wkwk
Pelajaran berharga dari kisah hidup Nigel mungkin adalah, jangan mengubah manusia menjadi vampir pada saat umur mereka masih sangat muda, karena endingnya bisa jadi seperti Nigel ini. Forever jadi anak SMA nanggung dalam keabadian gelap abadi tak berperi. Sama juga seperti buku pendahulunya, tidak terlalu banyak kejadian yang exciting walau dari segi alurnya sedikit ada peningkatan dari buku pertama yang ga ada kejadian apa - apa, terus baru ada kejadian pas mau abis. Di buku ini alurnya cukup terjaga, ada kejutan2 kecil, ada subplot yang cukup signifikan. Cuma ya sayangnya, semua terkubur di balik keluhan - keluhan Nigel.
Endingnya gue ga merasa buku ini dan pendahulunya itu lucu. Sarkas pun tidak, mungkin apa karena gue udah terlalu tua untuk buku model gini jadi jokenya tak nyambung, hahaha. Walau di halaman terakhir buku ada pengumuman buku 3 coming soon, kenyataannya sampai sekarang ya tidak ada lanjutannya karena penerbitnya keburu RIP. Mungkin memang hal yang bagus, karena kalau mau coba menyiksa diri, silakan baca buku ini dan juga buku 1.