File 7: Kasus Pelenyapan Anggota-Anggota The Judges
Tertuduh: Siapa lagi kalau bukan Nikki si cewek bermulut nyaris sobek dan ibu angkatnya yang psikopat? Kali ini mereka juga mengajak serta satu oknum lain, yaitu Arman, pacar baru Nikki yang rupanya tidak kalah jahatnya dibanding Nikki. Selain itu, lagi-lagi mereka membawa geng motor Rapid Fire yang tinggal separuhnya setelah sebagian besar dikirim ke rumah sakit oleh si Obeng… maksudku.
Fakta-fakta sejauh ini: Gara-gara terlalu nafsu mengalahkan kami di Pekan Olahraga, tahu-tahu saja Nikki mendapatkan dirinya mendapat beasiswa dan akan dikirim ke luar negeri dalam waktu singkat. Jadilah mereka mulai melakukan aksi-aksi gila, seperti menculik si Obeng dan menyiksanya habis-habisan, menjebak Rima, dan meledakkan rumah Daniel. Supaya tidak melibatkan lebih banyak orang lagi, ayah Val memerintahkan pembubaran The Judges. Sesuai dugaan, kemarahan Nikki dan ibunya tercurah pada kami, para anggota The Judges. Namun tidak disangka, satu per satu teman kami mulai lenyap. Ini adalah endgame Nikki dan ibunya, yang berarti, kemungkinan besar teman-teman kami tidak bakalan kembali hidup-hidup.
Misi kami: Menyelamatkan teman-teman kami sebelum semuanya tewas dibunuh Nikki dan ibunya.
Penyidik Kasus Utama, Erika Guruh (dibantu para bawahan: Valeria Guntur, Viktor Yamada, Leslie Gunawan, Damian Erlangga, dan figuran-figuran lainnya)
Lexie Xu adalah penulis kisah-kisah bergenre misteri dan thriller. Seorang Sherlockian, penggemar sutradara J.J Abrams, dan fanatik sama angka 47. Saat ini Lexie tinggal di Bandung bersama anak laki-lakinya, Alexis Maxwell.
UWAAAAH! AKHIRNYA SETELAH EMPAT JAM BUKU INI SELESAI JUGA. ok, trus, skarang reviewnya mulai darmana, ya? Ok deh tokoh-tokohnya dulu aja 1. Erika: Erika is back! kalau yg kemarin di omen 6 erika jadi loyo dan agak agak kurang jagoan gitu, disini dia balik lagi kayak erika yg di omen omen sebelumnya, lebih keren malah. Udahlah, buat tokoh yg satu ini gk ada komen lagi. Hubungannya sama vik berjalan lancar bgt, walau aku gk nyangka ternyata dia sempet minder kalo misalnya harus ketemuan sama keluarganya Vik 2. Val : Val...oh...val... jalan hidupnya rumit banget. sampai akhir pun dia masih harus milih antara ayah dan ibunya. apalagi dia juga harus duel sama nikki, di klimaks yang omong omong seru banget! belum lagi hubungannya sma les yang... ehm.., ternyata gk sedih sedih amat tapi tetep asik sih. Beban bisnis keluarga guntur yg kren bgt itu juga jatuh padanya. aku gk bisa bayangin dia bisa tetep jadi cewek baik manis dan anggun. tapi kemungkinan sih karena dia punya sahabat sahabat yang setia dan les sih. Nikki: Sebenenya setelah baca pas epilog itu dan di klimaks yang dia bangkit kayak zombie, aku jadi agak takut sama dia, walaupun cuma karakter fiksi. Dan sebenarnya, alih-alih mirip hantu cewek mulut robek asal jepang aku malah mikir kalau dia ini kayak Jeff the Killer(dalah satu tokoh urban legend) versi cewek. udah lah pokoknya ni cewek makin psikopat abis! apalagi caranya dia nyiksa les. Dan jangan lupakan soal Putri Guntur itu. Rima Hujan : Haduh.... ini nih tokoh yg buat agak agak kecewa. disini tuh rima makin pendiem, rendah diri, minder. dan walau dia perancang strategi....yah, disini gk keliatan lagi. kemampuan logikanya yg keren bgt itu malah seingetku gk berguna sama sekali disini. dah, oh, ya, sepertinya dia harus belajar membela diri. Masa, yang kejadkan di kafe cantik-cantik itu, dia diem aja. bayangin kalau gak ada daniel! Padahal di buku buku sebelumnya, dia itu memang minder tapi untuk urusan membela diri baik fisik maupun mental dia itu kuat banget. Pokoknya.... agghh! aku gak puas sama Rima di sini. hubungannya sama daniel.., mungkin inilah kisah romantis manis tapi agak agak buat eneg. yah, tahukan, rasanya makan roti yang rasa dasarnya coklat, coklatnya ditambah meses ditambah krim coklat belum lagi ditaburin gula. yah, itu pendapat pribadi sih, setiap orang beda besa. pokoknya hubungan mereka kayak ada eneg enegnya gitu. Putri Badai : Hmm... hiks...hiks... Putri disini kasian bgt. hubungannya sama damin itu loh bikin greget! apalagi, di tengah hujan mereka ****an. Hwaaaa. kenapa sih damian dan putri gak bisa berangkat ke prom bareng? kenapa? kenapa? kenapa? Dan karakter putri disini udah gk searogan dan seegois dulu. Dan sewaktu dia disekap dalam toilet itu, atau pas diseret seret....gila! kasian bgt, walaupun akhirnya dia diselametin damian... dan karena itu damian harus... Aria Topan : yah, dibuku ini si makelar gk berubah. dan dia juga gk mengecewakan. dan juga aku yang awalnya gk setuju akhirnya jadi setuju kalau uang bisa menyelesaikan segalanya. dibuktikan dengan cara aya, oj, atau gil keluar dari masalah mereka, hanya dengan menyebut "uang". si aya di sini juga akhirnya kedapatan adegan kekerasan yang lumayan seru.soal cinta segitiga mereka... yah...gak terlalu tertarik sih. toh si aya juga gk milih siapa siapa. Bonus : Om BR alias Jonathan Guntur : sampai sekarang aku bingung sebenarnya dia ngizinin val sama les gak sih? trus sebenarnya dia itu orangnya gmna? di buku buku sebelumnua dijelasin kalau dia berwibawa bgt tapi di buku ini kelihatannya biasa aja tuh malah terkesan baik bgt. Noriko : Ah, udahlah! kalau udah gila mau digimananin lagi. eh, tapi akhirnya dia itu hidup atau enggak sih?
Alur : dibuka dengan prolog yang gak membosankan akhirnya aku terus membuka halaman lembar demi lembar. dan yah aku mulai agak bosen pas bagian rima dibully sampe ke bagian putri mulai diculik... baru deh aku mulai deg degan lagi. dan sewakgu di klimaks cerita itu loh! yang waktu ada tikus tikusnya! gila! Tapi, aku agak heran sih, katanya nikki ini psikopat, harusnya dia mikir donk jangan nempatin orang orang yang saling mencintai dalam satu ruangan ya jelas lawannya yang menang lah. rima ditempatin sama daniel. aya ditempatin sama gil, dan oj. sedangkan putri.... setelah itu, baru deh end game nya si nikki dan ibunya muncul dan mulailah adegan adegan itu... val vs nikki. jonathan vs norika. erlin vs noriko(mungkin?) aya vs cowok melon alias arman, les vs si gorila, putri vs (kayaknya mau ninggalin damian atau enggak), dan misteri angkat 47 itu akhirnya terungkap. Gila Pokoknya Klimaksnya keren banget! lebih rame dari yang johan series. cuma aku agak sebel sih kalau kak lex nyelipin omongan omongan yang gak terelalu penting, maksudnya sih aku tahu biar gak garing tapi tetep aja, gak perlu lah. apalagi pas bagian vik sama erika! gila! Dan oh, ya! aku marah marah di sini bukan marah sama kak lex, loh! tapi marah sama tokoh tokih disini (kayaknya aku udah gila). maklumlah, tokoh yang dibuat kalex itu hidup banget!
ok, apalagi yg belum? ah, ya, cover. Udah, seperti biasa ok bgt! dan bercak bercak darah di masing masing tokoh ada maksudnya loh!
Terus... ah ya! tujuan kita membaca kan supaya dapet pesan moral(sok!) Jadi inilah pesan moral yg bisa kudapat: 1. Kita sebaiknya tidak terlalu memikirkan masa lalu. Dan gak usah deh bales dendam. gak akan selesai deh masalahnya. yang ada malah akan terus menyakiti satu sama lain.(Noriko Guntur) 2. Kita harus memaafkan atau malah membantu orang yang jahat kepada kita dan mungkin saja orang itu menjadi jahat karena kita duluan yang jahat (Jonathan Guntur) 3. Uang memang bukan segalanya, tapi dtidak ada salahnya ,mencoba menyelesaikan masalah dengan uang(Aria, gil, oj) 4. Jangan mengeluh tentang pelajaran sekolah, kalau katanya Jonathan Guntur, itu semua bisa membimbing kita untuk menemukan bakat. 5. Jangan pernah bersengkongkol dengan orang jahat. 6. Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. 7.Jangan iri dengan kelebihan atau takdir orang lain(dari Nikki, maksudku, jangan sampe deh aku kayak Nikki! hiiii.) 8. Masa Muda jangan hanya dipenuhi oleh cinta cintaan gk jelas tapi kegiatan kegiatan positf lainnya. 9. Kalau memang jodoh, pasti kembali kok(Val&Les, Putri&Damian) 10. Jangan tertadik dengan orang hanya karena fisiknya. 11. Jangan maksain perasaan kita ke orang (nana)
terua... ah udahlah!
Pokoknya novel ini bagus kok. karakternya ok, pesan moralnya dapet covernya keren, alur dan klimaksnya HEBAT
Cuma 1 kata doang sih yang bisa nggambarin ni buku. Pecah! Oh ya...dan buat Kak Lex.Trima kasih udah bikin jatuh cinta sama nama" tokoh keluarga Hujan. Rima Hujan,Rinai Hujan,Rintik Hujan,Deru Hujan,Melodi Hujan. Haha majestic name kak~ Keep fighting buat ke depannya ya. :)
Waw, sepertinya aku nggak pernah merencanakan bikin challenge, tau-tau saja 7 buku sudah dilibas habis dalam waktu kurang lebih seminggu. Alasannya tak lain dan tak bukan karena kecanduan. Ya, tulisan Kalex benar-benar style yang aku suka. Selain itu, kisahnya—walaupun baru aku sadari betul-betul kejahatan di dalamnya agak sadis—membuat penasaran. Nggak bisa tahan lagi untuk nggak langsung menyambung ke kisah selanjutnya.
Well, buku terakhir ini sepertinya memang cukup menjelaskan hal-hal yang masih rumpang, meskipun aku masih kurang puas, tapi sudah cukup membuatku bahagia untuk beberapa karakternya. Buku paling tebal karena kupikir memang wajar saja, ini kisah terakhir, berarti juga penggenapan kisah sebelum benar-benar berakhir. Dan kesimpulan setelah membaca halaman terakhirnya adalah: sinting! Sinting karena gara-gara satu manusia, banyak korban ikut terseret. Para pion akhirnya hanya bisa berpasrah dengan hasil setelah berjuang keras selama 2 tahun berturut-turut.
Masih penasaran dengan kehidupan Putri Badai after this ending dan ucapan terakhir Leslie bikin aku ingin cepat-cepat beralih ke seri barunya Kalex. Oke, tanpa banyak komentar lagi, langsung saja beralih ke kehidupan lain, kehidupan yang sama kelamnya dengan Johan serta Omen series.
Oke, ini bakal jadi review pertamaku di GoodReads, karena aku mau semua orang tahu bahwa setelah menyelesaikan novel ini, satu kata yang langsung muncul di dalam benakku adalah: SINTING (dalam artian baik!).
Kedua belas tokoh yang tampil di sampul novel ini mendapat sorotan utama di dalam cerita kali ini. Nuansa gelap dan bercak darah pada setiap tokoh di sampul memang menggambarkan kondisi mereka di novel ini, terutama mendekati akhir cerita. Masing-masing tokoh kebagian sudut pandang mereka untuk bercerita (kecuali Nikki, sayangnya), beserta dua tokoh tambahan yang ikut menyampaikan sedikit cerita dari sudut pandang mereka. Menurutku, cara Kalex menulis semua sudut pandang ini cukup menarik, karena kita bisa merasakan bagaimana setiap tokoh punya kepribadian mereka sendiri yang unik. Cara Kalex menyampaikan setiap adegan melalui sudut pandang-sudut pandang ini juga gampang dimengerti, dan selalu memancing rasa penasaran!
Dan, satu hal yang mengejutkan, ada satu bab khusus yang menceritakan nasib Johan dari series bikinan Kalex lainnya, yaitu Johan Series. Wow! Dan, ternyata Johan nantinya bakalan berkolaborasi dengan Nikki... aku sudah ada firasat bahwa cerita mereka tidak akan berakhir begitu saja, tapi tetap saja ini wow. Ternyata Omen series terjadi sebelum Johan series. Ini menarik sekali buat aku.
Btw, aku mau curhat sedikit tentang kedua belas tokoh kita ini. Erika. Ya, aku baru sadar, sejak pertama kali membaca Omen, aku sudah jatuh cinta sama anak bengal yang sengak ini, haha. Penampilannya di sini memang sesuai ekspektasiku - melebihi, malah! Gahar, apalagi saat dia mengira dia bisa menyelamatkan Putri dari penculik mereka. Begitu juga Valeria, Putri, Rima, Aya, Daniel, Viktor, Leslie, OJ, dan Gil yang aksi-aksinya sangat menghibur di sepanjang cerita. Dan, tidak lupa juga, aksi kedua antagonis kita, Nikki dan Damian, menjadi pemanis cerita yang ada. Akhir cerita hubungan masing-masing tokoh ini cukup memuaskan buat aku. Tapi, aku sejujurnya agak sedih dengan nasib hubungan Putri dan Damian - aku sempat berharap mereka setidaknya bisa menjadi teman! Hiks. Bumbu hurt/comfort yang diberikan Kalex di novel ini, terutama untuk Putri dan Damian yang sepertinya lebih dominan hurt-nya, memang agak ngeri-ngeri sedap, ya.
Menurutku, cerita di dalam novel ini seru banget dan bagus untuk mengakhiri Omen Series. Bintang lima dari aku, dan kali ini dengan review yang panjang-lebar. Aku jadi mau baca series bikinan Kalex lainnya juga, hihi.
This entire review has been hidden because of spoilers.
SUMPAH GAK ADA OBAT BANGET SERIES OMEN YANG TERAKHIR INI 😭
Maaf capslock tapi Omen 7 ini bener-bener bikin puas banget. Dari awal sampai akhir gak berhenti bikin penasaran tujuh turunan. Setiap adegannya sukses bikin tegang dag dig dug.
Semua tokoh muncul di buku ini. Dan tentu aja porsinya memang sesuai. Walaupun tokohnya banyak, jujur aku gak pusing sama sekali, soalnya mereka terlihat emang berbeda banget. Suara setiap tokoh kerasa bedanya (itu menurut aku loh)
Dan sumpah sesakit itu setiap baca kisah Putri Badai sama Damian :')
Intinya aku sukak bgt sama buku series terakhir ini. Apalagi epilognya ya Allah, sumpah manusia satu itu punya nyawa berapa sih?😭 benci bgt ishhh u,u
Senang, kagum, sedih, benci bercampur menjadi satu. Tidak ada kata lagi selain Ka Lex sukses menutup series ini dengan menakjubkan. Dan ending yang mencengangkan.
Untuk novel kategori remaja, dengan ketebalan dan harga di atas kantong seragam biru atau abu pada umumnya, novel ini worth to read, worth to buy, and then collect. Serius. Seru dan menegangkan! Begitulah kesan saya begitu membaca seperempat buku dan nggak bisa melepaskannya sampai akhir.
Kalau nggak salah, ini buku terakhir, ya? (Bertanya-tanya karena akhirnya yang ... khas cerita-cerita thriller) Berhubung sejak buku enam sudah bertanya-tanya, di buku ketujuh jadi makin kepo. Ditambah kejadian-kejadian yang melibatkan para tokoh utama dan Nikki yang rasanya semakin mengerikan. Gimana endingnya? Pertanyaan itu yang terus berputar di kepala selama membaca.
Meski untuk beberapa case, kayaknya kok terlalu sadis untuk ukuran dilakukan abegeh. Tapi ... kalau inget berita-berita mengerikan berseliweran di televisi, who knows? Apapun bisa terjadi, ya. Ya sudahlah. Pokoke Kak Lexie Xu berhasil menyajikan ketegangan sekaligus drama romantis yang justru miris dalam kondisi mengerikan, semacam disiksa sama si Nikki. Sukses!
Saya tetap jatuh cinta sama para tokohnya. Pemikiran, perasaan, sampai ceplas-ceplosnya mereka. Paling salut sama rasa kesetiakawanan mereka yang selalu muncul dan nggak pernah hilang, nggak peduli hal-hal mengerikan yang harus mereka hadapi. Sama kayak selera humor mereka. Hihi.
Kalau ada bonus yang saya suka di novel ini adalah beberapa pemikiran dewasa dari para tokoh. Saya seperti melihat mereka berkembang dari Omen # 1 (secara sekarang mereka mau lulus sekolah, kan). Oh maafkan, saya lupa di halaman mana aja. Tunggu saya baca dua kali, lalu saya bagiin yah quotes pemikiran bijaknya :D
Bonus lainnya adalah Behind The Story yang dengan senang hati dibagikan oleh Kak Lexie Xu di akhir buku. Selalu menyenangkan mengetahui dari mana ide berasal dan bagaimana perasaan penulis berkaitan dengan ide tersebut dan pengembangannya.
Terima kasih untuk ceritanya, Kak Lexie! Selamat membaca ya, Kamu :)
Asli, buku ini keren banget! Puas sama alurnya. Dari awal tuh sudah terasa gelap dan bikin takut, semakin baca pun semakin seram. Berkali-kali membuatku merasa setengah gila, deh. Karena memang seseru itu, padahal tokohnya banyak banget!
Yeah, penokohan Kalex (boleh, kan, aku memanggil penulis dengan nama itu?) emang bagus banget. Meskipun banyak tapi semuanya unik, bahkan tokoh antagonis atau bahkan sekadar pendukung. Ini salah satu hal yang membuatku kagum. 👍
Pergantian POV yang begitu banyak dan beragam membuatku harus fokus, oleng sedikit akan lupa siapa sudut pandang karakternya (maafkan aku). Tapi setelah buku terakhir ini, aku menjadi lebih terbiasa. Tiap karakter mempunyai ciri yang berbeda, meskipun hanya tipis-tipis.
Oh, aku juga suka dengan selipan humor dan romansa yang sedikit memberikan rasa pahit-manis. Setidaknya tidak tegang melulu.
5 ⭐ untuk “Target Terakhir”! Aku tak sabar untuk berpetualang dengan cerita universe Kalex selanjutnya (apalagi dengan open ending seperti itu).
(!!!) Spoiler Alert!
PS. Makasih banyak Kalex yang sudah menceritakan behind the story series ini! Suka banget! :D PSS. Cinta banget sama karakter Damian, karena dia keren woi menjadi agen ganda gitu. Kasihan juga karena dia baik tapi terlibat oknum yang jahat melulu, kayak Snape. Mana ceritanya juga nyesek gitu dengan Putri. PLS JELMAAN SNAPE YA SI DAMIAN INI? PSSS. Ini notes terakhir. Pasangan favorit tetaplah Daniel-Rima. Karakter utama favorit, Rima juga. Karakter cowok favorit, Daniel juga. Karakter sampingan favorit, Ibunya Daniel. Yh maaf, aku bucin sekali dengan mereka padahal bukan tokoh sekuat yang lain.
Jadi, dari mana aku harus memulai review ini? Karena terus terang selalu kesulitan mereview buku yang aku suka (dan lebih sulit lagi mereview buku yang nggak disuka sih).
Buku terakhir ini terasa "penuh" karena memang dibandingkan buku sebelumnya sudut pandang yang digunakan di sini jauh, jauh lebih banyak. Dan, mungkin ini menurutku saja, meski pola pikir dan kemampuan mereka ditunjukkan berbeda-beda, tetap saja gaya penulisan yang dipake mirip-mirip gitu, jadi yah, kadang masih suka lupa ini lagi di sudut pandang siapa.
Tapi secara keseluruhan aku suka banget sama buku ini, meski ternyata nggak ada adegan pacarannya si Vik sama Erika, tapi melihat mereka maish saling menjaga di buku ini dan narasi dari Vik betapa dia sayang Erika, aku rasa itu cukup.
Baper banget gara-gara hubungan Damian dan Putri, tapi itulah yang harus terjadi, dan nggak semua kisah memang harus berakhir bahagia. Tapi, tapi, tapi, huhuhu tetap aja bikin galau :(
Dan, halo, Kak Lex, kalau kakak baca review ini, bisa nggak kasih clue di mana bisa cari cowok-cowok yang sayang banget sama cewek mereka meski rada-rada barbar dan menyeramkan (untuk kasus Rima) gitu? Aku selalu meleleh tiap kali baca adegan-adegan yang dilakukan oleh cowok-cowok yang penyayang tapi sekaligus brutal banget gitu. Maybe every girl deserves a boy like them, no?
Dan epilognya, serius deh, aku sebel banget sama yang satu itu. Berapa nyawa sih dia punya?
Hebaatt ka lex makin nge fans, btw Aku tmn Nya ryuuichi kaaa. Apakah berencana nnti Ada novel lanjut an ? Penasaran banget bner" can't wait for the next book! Klimax yg bagus bgttt Cma kasian putri nya... Overall really" like extremely good novel! Must read! Really love it! Semoga kak lexie buat kelanjutan antara Johan Dan nikki! Keren bgt klo bayangin Val dkk kerja sama dgn hanny dkk buat nge lawan Johan Dan nikki g bisa bayangin deehh bner" keren smoga di tulis,aminnnn Makasih kak lex buat novel yg keren inii!
Bener-bener buku yang menantang walaupun terkadang aku sedikit missing saat membaca ini kayak saat POV Val aku ngerasa bukan lagi jadi Val tapi jadi Erika, kadang-kadang emang masih agak ganggu masalah PoV itu. Cuma satu yang aku suka, jalan cerita, gimana penulsi ngebawa cerita ini bener-bener menarik. Dan plis aku bener-bener nunggu next series dan kayaknya bakal makin banyak tokoh di dalamnya. Wish Val-Les and Putri-Damian bisa bersatu. :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Saya gak tau lagi harus berkata apa sama series yang satu ini. Bahagia, sedih, kocak, negangin, semuanya ada di Omen series ini. Jujur, saya sedih banget karena harus pisah sama tokoh-tokoh di novel ini. Mereka semua membekas banget buat saya. Apalagi Putri-Damian. Mata saya sampe kayak punya kantong mata yang gede dan bengkak banget pas baca kisah mereka :') SERIOUSLY, THE AUTHOR DESERVES ALL THE THUMBS UP I HAVE!
Serius deh, kupikir aku bakalan kasih 3 🌟, nyatanya malah 4. Reviewnya bsok nyusul, perlu tarik napas dalam2 karena Nikki tahi banteng.
I'm ready for Johan Series. Johan Series dlu kan harusnya? Tapi kayaknya ini prequel Johan, jadi aku tetep bahagia, walaupun sedikit kena spoiler kematian Johan, wkwkwk.
WOW! Lagi2 yaa, selaluu aja, Kalex punya bnyak kejutan di setiap cerita dlm novelnya>.< Selaluu, nyiapin ending yg petjaahh bgtt, dan pastinya gk prnh diduga!:"3 Sukaa bgt sm cerita2 dr Kalex;"D Makasiii bnyaak selama ini udh ajakin LXC ke dunia yg sangatt luar biasaa, LXC love Kalex!:*{}❤️
Rasanya mau reread lagi dari Omen dan gak bakal bosen.
Anyway, selama baca ini aku ketawa nonstop. Seperti biasa, tulisan Kalex selalu berhasil bikin aku ngakak. Di momen momen menegangkan pun tetep ada selipan komedinya.
Di sepertiga awal buku ini (atau mungkin setengahnya, ya?), ceritanya terkesan berfokus di romansa antar karakter-karakternya, which I love, hehehe. And my favorite couple ever, Vik dan Erika! Seneng ada POV Si Ojek di sini.
Dan gak bisa dilupakan, sisi-sisi yang tidak diketahui dari Om BR, alias Mr. Guntur. Siapa yang sangka, di balik aura seramnya, blio jago balapan dan ngefans sama Stan Lee? Tiap Om BR muncul, I know the story is going to be more interesting. 😂
I love the ending, akhirnya mereka kuliah bareng di universitas terkeren di dunia. Though, I literally cried because of Damian and Putri’s tragic love story. I just— I know— but like— ah, sudahlah. Ending kisah cinta segitiga antara Aya dengan OJ dan Gil gak mengecewakan buatku. Aya knows her priority. Kisah Rima dan Daniel, Les dan Valeria, juga gak kalah bikin greget.
Sebagai pembaca dan fans series Omen garis keras, I rEALLLY love this book. Aku jatuh cinta sama semua karakter di sini, terutama Erika. Untunglah dia bakal muncul di Dark Series (berdasarkan blurb-nya), jadi aku bisa mengobati kangenku selain dengan baca ulang Omen. 😅
Mungkin telat buat ngomong ini di akhir, but the cover is amazing. Sebelum kebaca bukunya, aku coba-coba menganalisis, kira-kira siapa yang bakal mati berdasarkan covernya? Rupanya, ehm.
Wah, malah jadi ngalor ngidul reviewku. Intinya, buku ini bagus.
4.9! 🌟
This entire review has been hidden because of spoilers.
Begitu banyak emosi yang aku rasakan sepanjang Baca buku terakhir dari omen series ini. Senang, sedih, kaget.....bahkan nangis sekalipun. Iya nangis, aku nangis waktu bagian damian dikabarkan mati. Aku nangis ngebaca gimana terpukulnya putri dan gil. Makin nangis pas tahu isi kepala damian sebenernya gimana.
Damian ini memang spot stealer sekali.
Dari awal kemunculan karakter dia hingga akhir.
Selain damian, tokoh yang menarik lain yaitu si mr. Guntur. Coba, setelah dipikir-pikir, tokoh utama dari series ini tuh jonathan guntur. Kalau tidak ada dia, maka tidak akan ada aksi erika dkk. Yang paling aku suka dari karakter big boss guntur ini yaitu plot twist cara berpikirnya. Banyak hal yang tidak terduga, seperti bagaimana sebenarnya perasaan dia terhadap noriko. Sedikit nyesek sih ya bacanya.
Dari sekian banyak hal yang bikin aku seperti naik roller coaster Baca buku ini, ada satu hal yg mengganjal. Yang menurutku kalau bagian ini tidak begini, maka bagiku novel ini sempurna. POV jonathan guntur.....
Aku sedikit aneh waktu baca dari sudut pandang dia ini. Selama ini tokoh mr.guntur ini sudah tertanam di kepala sebagai orang yg gagah dan sedikit kaku, dengan banyak kekuasaan. Lalu POV dia ditulis layaknya pov dari para remaja, seperti pov erika dkk. Coba saja pov mr.guntur ditulis sesuai karakter dia, 'aku' diganti 'saya', dan kata lain menjadi sedikit lebih baku, pasti lebih mengena.
Akhirnyaa aku sampai di buku terakhir dari Omen Series.
Page turner banget baca ini. Gilaaa dan sinting soalnya, gimana engga? Karena cinta semua atas nama cinta tau-tau banyak korban berjatuhan dan melibatkan banyak darah di setiap bukunya. Hemm yang kumaksud cinta romantis yaa bukan cinta platonis.
Puas banget aku baca ini. Dengan POV berganti-ganti jadinya aku sebagai pembaca bisa beneran mendalami perasaan dan kecamuk pikiran para tokoh. Ohh tapi jelas yang punya kecenderungan ODGJ aku engga bersimpati soalnya gimana yaa mereka gamau ditolong tapi semena-mena dengan banyak gaya buat segala macam intrik dan aksi kriminal. Yaampun gilaa sihh beneran sinting.
Aku bukan Erika Guruh dengan daya ingat fotografis jadi kalau ga salah ingat beberapa mental issue disinggung mulai dari bipolar, princess sindrom, sosiopat dan psikopat yang pasti haha.
Jadi kupikir, sekarang aku masuk jajaran Lexsychopats. Mari lanjut ke seriesss selanjutnya, karena ada beberapa yang belum terjelaskan menurutku juga aku belum puas buat ngikutin kisah-kisah yang berpotensi buat aku unstable secara emosional tapi tetep aja dibaca hihi.
Di cerita terakhir, Erika kembali ke gengnya, yang berarti kumpul lagi sama Rima, Putri, Aya dan Val. Mereka sekarang punya misi penting, yaitu membubarkan The Judges. Karena, Papa Val ngrasa kalo mereka udah nggak penting lagi. Tapi, di balik itu semua, Val nggak tau, kalau Les habis diculik selama seminggu, di sekap di tempat yang bahkan nggak cocok buat manusia. Dan pelakunya, siapa lagi kalo bukan Nikki dan Noriko, Mamanya Val. Kejem ya? Iya! Ngeselin banget jadi orang.
Tapi, saat Rima masuk ke ruang OSIS, dia diculik sama Nikki dan juga Arman, cowoknya Nikki yang nggak ada garang-garangnya, barengan sama Daniel. Pas Erika mau nyariin Daniel dan Rima, kali ini ganti Putri yang dibawa dengan cara biadab. Beneran deh, pas baca aku kerasa banget ngilunya. Begitu juga dengan Aya, Gil dan juga OJ.
Dicerita ini, menurutku, puncak paling seru. Apalagi pas waktu penghabisan. Gila keren banget. Dan ini, ada hubungannya sama Johan! Seru nggak tuh?
Absolutely 5/5, bener bener se bagus itu buku terakhir nya, ending nya masuk akal, ngga dipaksain semua hidup damai sejahtera tapi begitulah akhir dari kisah omen ini. Jujur aja ini series bagus banget, lebih seru dari pada Johan series meskipun sama sama seru, tapi so far buku buku kak lex ga ada yg minus, semua nya digarap dengan epik.
Nah untuk cerita dari target terakhir bener bener dibikin sebagai penutup omen series karena semua puzzle puzzle yg berserakan sudah terisi, terutama pekerjaan ayah Valeria yg misterius banget itu lohh. Untuk couple Putri-Damian, aku masih kurang relaaaa hiiiiii aku perlu kelanjutan kisah mereka!!! Bagian terpenting adalah villain dari 2 series yg udah ku sebutin tadi itu bersatu menn coba dibayangkan gimana susah nya kehidupan tokoh tokoh protagonis ini?? But anyway aku bener bener enjoy reading this book meskipun sempet mangkrak karena Try Out (sudah kelas akhir😭) TAPI INI SERIES WORTH TO READ BANGETT!!! SAYA SUKA SAYA SUKA
This entire review has been hidden because of spoilers.
Sebenernya sampe 300 halaman pertama lumayan seru, menegangkan, dan kocak pas baca POV Les waktu deskripsiin betapa girangnya Jonathan Guntur lagi balap2an liar sama anaknya. Tapi begitu udah nyerbu markas Noriko, hm… terlalu banyak narasi yang sebenernya bisa dipangkas soalnya jadi berasa bertele-tele dan ga dapet feel-nya. Apalagi yang masih bikin heran adalah anak-anak Guntur udah capek-capek dikuliahin di Harvard, terus tiba-tiba di ending-nya Val balik nemuin Les dan bilang kalo dia balik lagi ke Indo, kek kenapa endingnya harus se-rush itu dan rada-rada ga make sense. Yah, tapi mau gimana namanya juga teenlit hahaha. Overall, just an okay read dan cukup entertaining kok
This entire review has been hidden because of spoilers.
OH MY.... Nikki is just something yes... Duh ga kebayang kalo misal ada kloningan Nikki around us.
Agak-agak gak rela gitu kalau ini serie terakhir Omen alias Erika dan konco-konconya. Terlebih di bagian endingnya. Namun akhirnya merelakan setelah baca behind the scene nya Kalex. Final games, like literally. Benar-benar perang yang seru abis. Tegang banget dari awal baca, ngga kaya prequelnya. Tapi senengnya sih semua karakter kebagian cerita disini. Yang ga diduga-duga sih kerjaan si Oom BR keungkap disini, padahal udah sempet lupa aja kalo itu rahasia banget.
novel ini merupakan penutup dari series omen yang terdiri atas tujuh novel. novel ini sangat menarik dari segi pemilihan temanya yang berupa teka-teki. Novel dikemas dengan menarik menggunakan bahasa sehari-hari yang memudahkan pembaca untuk memahami novel ini. Pengarang mampu membuat pembaca merasakan apa yang ada di dalam novel, semua ketegangan, haru, bahagia bahkan kesedihan bercampur aduk ketika membaca novel ini. Sangat direkomendasikan untuk pembaca yang suka dengan novel detektif. Novel ini termasuk novel tebal namun tetap asyik untuk dibaca
Dari series 1 sampai 7 OMEN ga pernah mengecewakan.
Alur, cerita + karakter nya sangat bagus dan menarik.
Pasti membuat kepo + baper + dag dig dug banget — dan pasti ketika sudah baca gaakan bisa berhenti.
Setiap series seperti membawa ke cerita dan rahasia tersendiri. Di setiap series juga tokoh2 lain diperkuat dan dimunculkan satu per satu. pokoknya recommended parah! ❤✌
aku baru sadar ternyata ini series terakhir woiii, tapi tanggung bet dah kek menurut ku ini tuh harusnya ada lanjutannya lagi soalnya bener bener gantung. Apalagi keknya ada villain baru muncul, tapi udah lama banget sih series ini ga lanjut. Untuk novel nya seperti biasa sangat sangat seru dan sangat Indonesia banget kerasa vibes nya. Lebih seru juga karena semua berkumpul untuk mengalahkan val's mother.
sampe sekarang gue masih sering reread ini series, entah sejatuh cinta apa gue ama semua tokoh tokoh di sini, tapi sayang banget rima hujan keliatan lemah disini pdhal di sblm sblmnya dia bisa bela diri dengan ' kecepatan yg mengerikan melebihi batas manusia ' ntah kenapa masih berharap bakal ada lanjutannya lg pdhal udh eps terakhir hahahaha
8/5 untuk buku terkahir Omen Series. Saya menyelesaikan buku ini pada 2015, dan membacanya ulang pada 2017. Tidak begitu detail ingatan saya tentang cerita Omen #7 Target Terakhir, tapi saya masih ingat bagaimana menggebu-gebunya saya ketika membaca buku ini. Sadisnya dapet. Penggambaran karakter Nikki oke banget. Saya sangat tertarik dengan Damian-Putri.
Aku sudah duga Damian enggak mungkin mati karena dia jago banget bertahan hidup dan nggak akan mati semudah itu. Terus Erika aku nggak nyangka dia bakal kuliah di jurusan Informatica! Namun, dari semuanya, aku paling terkejut dengan "masih hidupnya" Johan di atas bumi. Menariknya Johan dan Nikki bekerja sama untuk saling membunuh semua orang.
This entire review has been hidden because of spoilers.