What do you think?


Devolution: A Firsthand Account of the Rainier Sasquatch Massacre
Goodreads Choice Award
Nominee for Readers' Favorite Horror (2020)As the ash and chaos from Mount Rainier’s eruption swirled and finally settled, the story of the Greenloop massacre has passed unnoticed, unexamined . . . until now.
But the journals of resident Kate Holland, recovered from the town’s bloody wreckage, capture a tale too harrowing—and too earth-shattering in its implications—to be forgotten.
In these pages, Max Brooks brings Kate’s extraordinary account to light for the first time, faithfully reproducing her words alongside his own extensive investigations into the massacre and the legendary beasts behind it.
Kate’s is a tale of unexpected strength and resilience, of humanity’s defiance in the face of a terrible predator’s gaze, and inevitably, of savagery and death.
Yet it is also far more than that.
Because if what Kate Holland saw in those days is real, then we must accept the impossible. We must accept that the creature known as Bigfoot walks among us—and that it is a beast of terrible strength and ferocity.
Part survival narrative, part bloody horror tale, part scientific journey into the boundaries between truth and fiction, this is a Bigfoot story as only Max Brooks could chronicle it—and like none you’ve ever read before.
But the journals of resident Kate Holland, recovered from the town’s bloody wreckage, capture a tale too harrowing—and too earth-shattering in its implications—to be forgotten.
In these pages, Max Brooks brings Kate’s extraordinary account to light for the first time, faithfully reproducing her words alongside his own extensive investigations into the massacre and the legendary beasts behind it.
Kate’s is a tale of unexpected strength and resilience, of humanity’s defiance in the face of a terrible predator’s gaze, and inevitably, of savagery and death.
Yet it is also far more than that.
Because if what Kate Holland saw in those days is real, then we must accept the impossible. We must accept that the creature known as Bigfoot walks among us—and that it is a beast of terrible strength and ferocity.
Part survival narrative, part bloody horror tale, part scientific journey into the boundaries between truth and fiction, this is a Bigfoot story as only Max Brooks could chronicle it—and like none you’ve ever read before.
286 pages, Hardcover
First published June 16, 2020
About the author
Max Brooks
106 books7,975 followersMax Brooks is The New York Times bestselling author of The Zombie Survival Guide and World War Z. He has been called ”the Studs Terkel of zombie journalism.“
Brooks is the son of director Mel Brooks and the late actress Anne Bancroft. He is a 1994 graduate of Pitzer College. His wife, Michelle, is a screenwriter, and the couple have a son, Henry.
Brooks is the son of director Mel Brooks and the late actress Anne Bancroft. He is a 1994 graduate of Pitzer College. His wife, Michelle, is a screenwriter, and the couple have a son, Henry.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 1 of 1 review
May 23, 2021
Devolution. Waw. Ketika sampai di kalimat terakhir buku ini, barulah aku sadar makna devolution.
Buku ini berisi sebuah jurnal. Max Brooks, penulis buku ini, berperan sebagai dirinya sendiri dan menyajikan sebuah jurnal milik seseorang, didukung dengan transkrip wawancara seorang ahli dan saudara dari si pemilik jurnal. Max Brooks awalnya sedang meneliti kejadian erupsinya Gunung Rainier yang memporak-porandakan area di sekitarnya. Di tengah penelitiannya, dia menemukan laporan sebuah penemuan ganjil. Di tengah hutan, ditemukan semacam cluster perumahan modern yang juga hancur, tapi bukan karena letusan gunung melainkan seperti terjadi perang di situ, dan kemudian ditemukan juga sebuah jurnal milik Katie Holland. Dan jurnal inilah yang mengisi keseluruhan buku ini, menceritakan bagaimana dia dan keluarga lain yang mendiami cluster perumahan itu diserang oleh... Bigfoot.
Karakter utama di buku ini, mungkin bisa dibilang Katie-lah orangnya, si penulis jurnal. Dia menulis jurnal dengan detail, lengkap dengan dialog ditulis seperti gaya buku fiksi. Agak aneh awalnya kalau ini adalah sebuah jurnal, tapi tak apa, aku menikmatinya. Katie sendiri tidak bisa dibilang masuk golongan karakter yang menarik untuk diikuti. Bahkan dia tidak dibangun dengan cukup kompleks. Aku cuma tahu dia sedang mengalami mental illness yang tidak dijelaskan, dan salah satu penyembuhannya adalah dengan datang ke cluster perumahan ini dan menulis jurnal.
Walau begitu, dari penuturan Katie, juga dikenalkan banyak karakter lain, yang cukup mudah dibedakan karena penokohannya bagus. Ada 2 karakter yang berhasil menarik empatiku, Mostar dan Dan. Kejadian yang menimpa mereka membuatku untuk berhenti membaca untuk meredakan emosi.
Alur utama dari isi jurnal Katie adalah usaha mereka, sebagai komunitas kecil di tengah hutan, untuk bertahan hidup setelah Gunung Rainier erupsi dan memutus jalur komunikasi. Setengah dari isi buku, plotnya cukup lambat, lebih banyak menceritakan bagaimana mereka mempersiapkan makanan dan kejadian-kejadian yang menandakan akan datangnya ancaman kedua selain kelaparan. Bigfoot. Yap, inilah jualan utama buku ini, dan setengah terakhir buku ini benar-benar menunjukkan horornya jika manusia tiba-tiba menjadi menu makanan saudara jauh kita ini. Alurnya berubah cepat, brutal, dan berdarah-darah. Seru banget.
Di balik jualan utama tentang survival, buku ini juga sedikit menyinggung soal evolusi manusia. Bagaimana kita sudah terlalu jauh dimanjakan perkembangan teknologi sehingga ketika datang waktu di mana teknologi dilumpuhkan oleh alam, kita tidak siap. Di buku ini diberikan contohnya, saat ini makanan segar yang dipetik hari itu juga menjadi trend ketimbang makanan kalengan karena proses distribusi semakin mudah dengan adanya teknologi. Kita lupa bahwa, nenek moyang kita menciptakan cara mengawetkan makanan itu untuk meningkatkan probabilitas kita untuk bertahan hidup di tengah bencana alam, yang sampai saat ini pun sulit untuk diprediksi dengan akurat. Penjelasan tadi, membuatku berhenti sejenak untuk... ya kemudahan teknologi sepertinya memang membuat kita, sebagai manusia, semakin rapuh.
Keseluruhan, aku benar-benar puas dengan buku ini. Ekspektasi awal adalah horor Bigfoot di tengah hutan belantara. Aku sedikit kecewa ketika tau latarnya adalah cluster perumahan modern di tengah hutan, tapi tetep menarik kok. Untuk kamu yang lagi nyari buku tentang sekelompok manusia yang tidak berdaya melawan alam, berusaha untuk bertahan hidup, plus horor dari sekelompok Bigfoot, buku ini aku rekomendasikan. :)
Buku ini berisi sebuah jurnal. Max Brooks, penulis buku ini, berperan sebagai dirinya sendiri dan menyajikan sebuah jurnal milik seseorang, didukung dengan transkrip wawancara seorang ahli dan saudara dari si pemilik jurnal. Max Brooks awalnya sedang meneliti kejadian erupsinya Gunung Rainier yang memporak-porandakan area di sekitarnya. Di tengah penelitiannya, dia menemukan laporan sebuah penemuan ganjil. Di tengah hutan, ditemukan semacam cluster perumahan modern yang juga hancur, tapi bukan karena letusan gunung melainkan seperti terjadi perang di situ, dan kemudian ditemukan juga sebuah jurnal milik Katie Holland. Dan jurnal inilah yang mengisi keseluruhan buku ini, menceritakan bagaimana dia dan keluarga lain yang mendiami cluster perumahan itu diserang oleh... Bigfoot.
Karakter utama di buku ini, mungkin bisa dibilang Katie-lah orangnya, si penulis jurnal. Dia menulis jurnal dengan detail, lengkap dengan dialog ditulis seperti gaya buku fiksi. Agak aneh awalnya kalau ini adalah sebuah jurnal, tapi tak apa, aku menikmatinya. Katie sendiri tidak bisa dibilang masuk golongan karakter yang menarik untuk diikuti. Bahkan dia tidak dibangun dengan cukup kompleks. Aku cuma tahu dia sedang mengalami mental illness yang tidak dijelaskan, dan salah satu penyembuhannya adalah dengan datang ke cluster perumahan ini dan menulis jurnal.
Walau begitu, dari penuturan Katie, juga dikenalkan banyak karakter lain, yang cukup mudah dibedakan karena penokohannya bagus. Ada 2 karakter yang berhasil menarik empatiku, Mostar dan Dan. Kejadian yang menimpa mereka membuatku untuk berhenti membaca untuk meredakan emosi.
Alur utama dari isi jurnal Katie adalah usaha mereka, sebagai komunitas kecil di tengah hutan, untuk bertahan hidup setelah Gunung Rainier erupsi dan memutus jalur komunikasi. Setengah dari isi buku, plotnya cukup lambat, lebih banyak menceritakan bagaimana mereka mempersiapkan makanan dan kejadian-kejadian yang menandakan akan datangnya ancaman kedua selain kelaparan. Bigfoot. Yap, inilah jualan utama buku ini, dan setengah terakhir buku ini benar-benar menunjukkan horornya jika manusia tiba-tiba menjadi menu makanan saudara jauh kita ini. Alurnya berubah cepat, brutal, dan berdarah-darah. Seru banget.
Di balik jualan utama tentang survival, buku ini juga sedikit menyinggung soal evolusi manusia. Bagaimana kita sudah terlalu jauh dimanjakan perkembangan teknologi sehingga ketika datang waktu di mana teknologi dilumpuhkan oleh alam, kita tidak siap. Di buku ini diberikan contohnya, saat ini makanan segar yang dipetik hari itu juga menjadi trend ketimbang makanan kalengan karena proses distribusi semakin mudah dengan adanya teknologi. Kita lupa bahwa, nenek moyang kita menciptakan cara mengawetkan makanan itu untuk meningkatkan probabilitas kita untuk bertahan hidup di tengah bencana alam, yang sampai saat ini pun sulit untuk diprediksi dengan akurat. Penjelasan tadi, membuatku berhenti sejenak untuk... ya kemudahan teknologi sepertinya memang membuat kita, sebagai manusia, semakin rapuh.
Keseluruhan, aku benar-benar puas dengan buku ini. Ekspektasi awal adalah horor Bigfoot di tengah hutan belantara. Aku sedikit kecewa ketika tau latarnya adalah cluster perumahan modern di tengah hutan, tapi tetep menarik kok. Untuk kamu yang lagi nyari buku tentang sekelompok manusia yang tidak berdaya melawan alam, berusaha untuk bertahan hidup, plus horor dari sekelompok Bigfoot, buku ini aku rekomendasikan. :)
Displaying 1 - 1 of 1 review


