You know your life is complicated when you miss your days as a poison taster...
With her greatest enemy dead, and on her way to be united with the family she'd been stolen from long ago, Yelena should be pleased. But although she has gained her freedom, she once again finds herself alone - separated from her lover Valek and suspected as a spy for her reluctance to conform to Sitian ways.
Despite the turmoil, she's eager to start her magic training - especially as she's been given one year to harness her power or be put to death. But her plans take a radical turn when she becomes embroiled in a plot to reclaim Ixia's throne for a lost prince - and gets entangled in powerful rivalries with her fellow magicians.
If that wasn't bad enough, it appears her brother would love to see her dead. Luckily, Yelena has some old friends to help her with her new enemies.
When Maria V. Snyder was younger, she aspired to be a storm chaser in the American Midwest so she attended Pennsylvania State University and earned a Bachelor of Science degree in Meteorology. Much to her chagrin, forecasting the weather wasn’t in her skill set so she spent a number of years as an environmental meteorologist, which is not exciting...at all. Bored at work and needing a creative outlet, she started writing fantasy and science fiction stories. Over twenty four novels and two short story collections later, Maria’s learned a thing or three about writing. She’s been on the New York Times bestseller list, won a dozen awards, and has earned her Masters of Arts degree in Writing from Seton Hill University, where she is now a faculty member.
Her favorite color is red. She loves dogs, but is allergic, instead she has a big black tom cat named…Kitty (apparently naming cats isn’t in her skill set either). Maria also has a husband and two children who are an inspiration for her writing when they aren't being a distraction. Note: She mentions her cat before her family.
When she's not writing she's either playing pickleball, traveling, or taking pictures. Being a writer, though is a ton of fun. Where else can you take fencing lessons, learn how to ride a horse, study marital arts, learn how to pick a lock, take glass blowing classes and attend Astronomy Camp and call it research? Maria will be the first one to tell you it's not working as a meteorologist.
Readers are welcome to check out her website for book excerpts, free short stories, maps, blog, and her schedule at http://www.MariaVSnyder.com.
Udah diwarning sama Tiny Shen, kalau buku keduanya mengecewakan, tapi apalah daya aku sudah punya buku kedua, dan sebagai pembaca sangat terorganizir aku tetapkan hati tetap membaca. Akhirnya yang ada kena 2 bintang buku ini.
Buku ini kena kutukan buku kedua yang moodnya menurun drastis. Yelena yang dibawa kembali ke keluarga aslinya yang merupakan penyihir. Ternyata dia diculik saat bersama kakaknya, yang membuat kakaknya merasa bersalah dan berusaha mencarinya selama 14 tahun, walau saat akhirnya Yelena kembali, sang kakak memperlihatkan sikap benci kepadanya.
Kegagalan Snyder melanjutkan tone di buku kedua mengganggu juga. Snyder berusaha menceritakan latar belakang Yelena dan keluarganya, tapi yang ada jadi membosankan. Walaupun akhirnya Valek muncul di sepertiga akhir buku tetap saja tidak berhasil menaikkan mood serial ini. Yang cukup buat aku senang sih Yelena dan Valek benar-benar pasangan kekasih, udah itu aja.
Sedikit curhat: aku inget banget dulu pernah ikut tes terjemahan buku ini. Tapi buku pertamanya. Dan sudah lupa apa penerbitnya. Sekarang dijodohkan kembali. Alhamdulillah.
Dan selagi menerjemahkan ini, aku langsung suka. Toko utamanya bernama Yelena, dan dia adalah korban penculikan sewaktu usianya 6 tahun. Penculiknya adalah para penjahat yang berencana menguras sihir dari anak-anak yang memasuki usia pubertas, supaya para penjahat itu bisa menguasai negara Sitia - Ixia.
Di buku ini diceritakan bahwa Yelena kembali ke keluarganya. Pada usia 20 tahun. Bayangkan, 13 tahun dia tidak bertemu keluarganya, tapi seketika dia dikembalikan. Asing sekali baginya.
Tapi buku ini tidak bercerita tentang bagaimana Yelena berhubungan kembali dengan keluarganya, melainkan tentang bagaimana Yelena belajar ilmu sihir. Sihir Yelena sangat kuat, karena dia bisa menyusup ke dalam benak orang, bahkan hewan! Dan seiring cerita, banyak lagi kemampuan sihir Yelena yang bikin terpukau. Selain belajar sihir, ada juga kasus penculikan dan perkosaan murid-murid perempuan.... Di sini Yelena merasa wajib membantu, lantaran dia pernah menjadi korban penculikan serupa.
Layak banget dibaca untuk penggemar fantasi yang suka sedikit bumbu romens.
You know your life is bad when you miss your days as a poison taster...
Kalo baca kalimat ini di belakang sampul novel, apa yang bakal kalian bayangin? Well, yang gw bayangin, si tokoh utama bakal diculik sama sekelompok penyihir gila, ga dikasi makan berhari hari, lewatin padang pasir, dehidrasi parah kulitnya sampe kebakar dan ngelupas, trus tiap malem dicambuk karena dia ga mau ngebocorin informasi.
Karena gw rasa hidup Yelena sebagai poison taster di buku pertama cukup parah, jadi kalo emang hidupnya di buku kedua ini lebih parah, well...
Sinopsis - may contain spoiler kalo belom baca Poison Study
Jadi sesuai judulnya, Yelena ngelanjutin perjalanan ke Sitia buat mempelajari dan mengontrol kekuatan sihirnya. Ia juga diantar ke Klan Zaltana untuk menemui keluarga kandungnya yang kehilangan Yelena selama 14 tahun. Sisi baiknya: ayah ibu Yelena beneran seneng bisa ketemu dia lagi. Sisi asemnya: Yelena ga inget apapun soal masa kecilnya dan Leif - kakak laki-laki Yelena - membencinya setengah idup dan ingin Yelena mati.
Karena udah lama tinggal di Ixia, Yelena juga dicurigai sebagai mata-mata. Belum lagi ada kasus pembunuhan berantai yang sudah mengambil 11 korban penyihir perempuan. Cherry on top, Yelena ketemu sama Cahil, keturunan raja Ixia terdahulu yang ingin memanfaatkan Yelena untuk mengambil kembali tahtanya di Ixia.
But of course, yelena tetep harus belajar sihir. Itu kan judulnya.
Initial Thoughts
- I really wanna love this book, I really do. Tapi gw ga bisa dan gw tau kenapa. Konflik utama di buku ini ga seunik yang pertama. Di buku pertama, gw beneran ga tau kalo hidup seorang poison taster bisa dijadiin cerita lebih dari 10 halaman. Jalan ceritanya unik, ga ketebak dan seru.
Tapi di buku kedua ini, Yelena harus belajar sihir. Konsep soal gimana sihir itu ada oke sih, tapi pada akhirnya ya... sihir. nyalain api, gerakin barang, baca pikiran, blablabla. Mana ada sekolahnya pulak, jadi want dont want gw jadi ngebayangin hogwarts.
- What happened to my Valek? Valek si assassin commander yang berhati es itu? Diapain dia??? KENAPAAAAAHHHHHHH
*tarik napas* *pasang backsound musik klasik*
Valek nongol setelah setengah buku lewat. Oke, gw tau dia head over heels for Yelena, tapi...tapi... Dia Valek, for universe's sake! Dia jadi menye-menye di sini. Lebih gampang nyerah, logicnya cuma muter di sekitar Yelena. Dan yang paling parah, yang pualing parah sodarah sodarah: kenapa dia harus ngakhirin tiap kalimat dengan 'love' kalo ngomong sama yelena? KENAPA VALEK??? BERI AKU PENJELASANNNN!!!
*tarik napas lagi* *minum teh*
Gentlemen, kalo anda ngomong pake 'love' di belakang kalimat buat seorang cewe, kalo cuma sekali dua kali gapapa. kesannya kaya flirting, atau anda mencoba cosplay jadi mister mister Inggris jaman dulu. Tapi kalo nyaris tiap kali ngobrol, jangan salahin cewenya kalo mulut anda-anda disumpel kertas gorengan setelah kencan ketiga =___=
- On the positive side, buku ini tetep punya gregetnya. Masih asik dibaca, masih punya sihir buat buka terus halamannya sampe abis. Tokoh-tokoh lama yang nongol juga seru, terutama Ari & Janco. Gahhhhh, pairingin cwo pinter sama cwo tengil itu emang cocok banget.
Tokoh-tokoh barunya juga ga kalah seru. Tapi yang paling gw suka adalah Topaz dan Kiki, kuda milik Cahil dan Yelena. Talking animals are always adorable <3
- Gw sejujurnya udah takut bakal ada ada love triangle di seri ini. Ayolah, love triangle udah jadi semacem ramuan manjur buat buku best selling. Jadi gw udah nyiapin mental dan berharap love trianglenya termaafkan. Dan ternyata.... muhahaha. dodge a bullet sodarah sodarah. Makasih banyak mbak Maria. Walaupun Valek jadi selembek perkedel kentang yang belom digoreng, tapi seengganya gw ga perlu liat Yelena jadi remaja galau.
So, yeah. Buku yang lumayan seru. Ga seseru yang pertama, tapi masih sangat fast pace dan bikin penasaran. Dunia fantasinya seru dan gw dipastikan bakal nyari buku ketiga-nya: Fire Study di toko-toko buku second terdekat (tetep nyari yang murah) >w<
Menurutku, kalo kalian menyukai fantasi, herbal, dan intrikasi politik, kalian akan menyukai series ini. Terutama bila kalian juga menyukai misteri. . Berikut adalah beberapa hal yang kusuka dari buku ini:
1. Perkembangan karakter. Di sini Yelena trauma2 Yelena masih dibahas dan sembari Ia belajar sihir, personalitasnya juga bertumbuh. . 2. Worldbuilding negara Sitia, sebagai negara sihir bagus banget 😍😍 . 3. VALEK. . 4. Kiki, seekor kuda, sukses menjadi salah satu karakter non-human favoritku sekarang ❤. . 5. Penulisan yang lugas dan enak sekali dibaca. Asli, aku bisa baca buku ini selama 3 jam terus menerus tanpa bosan. Apalagi disuguhkan dengan aksi2 yang mendenarkan. Buku kedua ini jauh lebih banyak aksi dan sihirnya daripada buku pertama. . 6. Intrik politik dan perbedaan ideologi para karakternya. Selayaknya dunia kita, persepsi orang berbeda2 dan bagusnya Si Penulis dapat memproyeksikan hal tsb dalam karakter-karakternya. Sehingga interaksi antar-karakter menjadi menarik dan tak jarang memunculkan emosi. . 7. Keluarga. Aku suka karena di sini bisa kenalan dengan keluarga Yelena, sekalipun kakaknya berusaha membunuhnya. Tapi, menurutku keluarga protagonis cerita fantasi jarang ditampilkan dalam cerita jadi seri ini menurutku unik.
Masih standar YA fantasy. Lebih banyak intrik di dewan dan kekeraskepalaan Yelena yang pada satu titik berubah dari "great" jadi "boooooring", terlebih lagi karena seakan dia dengan mudah dapat melepaskan diri tanpa konsekwensi apapun. Not exactly Mary Sue, tapi karakter yang selalu menangan, pemberani, cantik, baik hati, disukai semua orang (dan kuda), sihir hebat..., dan menangan. Pokoknya menang. *kalo kalah dikit, panggil valek, yg ajaibnya selalu muncul dari mana, lalu menang lagi* haishhh... Irys aja sampe sebel ngeliatnya. Valek juga, di sini gak ada perannya apa2 selain jadi "pembantu" Yelena. Apaan sih.
Tapi setelah itu semua, aku masih cukup penasaran sama buku ketiganya. Semoga lebih seru dan lebih berkembang karakterisasinya.
Magic Study merupakan buku kedua dari Trilogi Study. Sejak awal, aku sudah tahu kalau petualangan Yelena belum akan berakhir. Masih akan ada kelanjutannya di buku terakhir, Fire Study, tapi itu tak membuat kenikmatanku berkurang sama sekali.
Aku sangat menikmati proses membaca Poison Study kemudian beralih ke Magic Study. Aku sangat...sangat berharap Fire Study pun segera selesai diterjemahkan, karena aku penasaran kejutan apalagi yang akan dihadapi oleh Yelena.
Yang jelas, yang kusuka atmosfer yang dibangun benar-benar sulit ditebak dan semakin mengundang rasa penasaranku. Ah, pengen cepat-cepat tahu akhirnya tapi tidak ingin juga berpisah dari Yelena, dan tentunya Valek 😂😂😂
Buat kamu yang suka fantasi, aku yakin kamu akan cocok banget baca novel ini
Tidak seseru yang pertama. Valek mendapatkan peran Minor di sini. Selain itu juga, Yelena tiba-tiba kog jadi superior? Penyihir Master aja jadi keder sama Yelena yang notabene baru mengenal sihir.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Seru. Banget. Berasa ikutan masuk ke cerita bareng Yelena sambil kejar2 penjahat. Beberapa bagian bikin bingung, contohnya pas Yele diculik atau waktu Yele dan tentara Sanseed menyergap Hama jd perlu beberapa kali baca ulang bagian itu atau balik halaman lagi
This entire review has been hidden because of spoilers.
Cerita novel ini beda banget dari buku pertamanya. Tokohnya masih sama. Yelena yang dulunya seorang pencicip racun sekarang mencari jati dirinya di Sitia sebagai seorang penyihir. Sayangnya, masih banyak misteri yang belum terkuak di balik kekuatan sihirnya.
Saya merasa seperti masuk ke dunia baru sepenuhnya saat Yelena mengunjungi Sitia, negara selatan. Tidak seperti Ixia yang dibagi ke dalam distrik-distrik militer, Sitia membagi lahannya sesuai daerah klan-klan. Nama klannya sungguh unik dan mereka memiliki pekerjaan berbeda-beda. Yelena berasal dari klan Zaltana yang ternyata senang hidup di antara pepohonan, bergelantungan di sepanjang dahannya, dan membuat rumah di balik rimbun dedaunan. Namun saat Yelena tiba di sana dan bertemu orang tuanya, ia merasa tidak mengenal mereka. Seakan memori masa lalunya kosong dan hilang di Ixia. Ditambah lagi, kakak laki-lakinya yang bernama Leif membencinya.
Cerita semakin menarik saat Yelena mengunjungi The Magician Keep. Ini semacam sekolah sihir Hogwarts. Anak-anak yang memiliki bakat akan dipanggil untuk sekolah di sana selama empat tahun. Kalau mereka beruntung lulus dalam tes tersulit, mereka akan menjadi Master Magician dan mendapat tempat kehormatan di salah satu gedung sekolah itu. Hanya ada empat Master Magician saat itu. Salah satunya, The First Magician bernama Rose Featherstone spontan tidak menyukai Yelena karena mencurigai kalau Yelena adalah mata-mata Ixia. Apalagi setelah Yelena berhasil menangkal ilmu pembaca pikiran Rose.
Kemampuan sihir misterius Yelena membuat The Fourth Magician, Iris Jewelrose menjadikannya Apprentice. Selama pelatihannya, ia berkenalan dengan sepupu raja yang dibunuh dulu juga terjebak dalam intrik pembunuhan sadis gadis-gadis muda.
Novel ini murni tentang petualangan. Menegangkan dan bikin jijik karena penjahatnya kejam sekali. Memperkosa, memperbudak, membunuh... Hoeekkk... Saya suka hubungan Yelena dengan kudanya yang bernama Kiki. Pokoknya lucu banget bahasa kuda itu. Belum lagi kemampuan sihir Yelena yang sangat unik dan belum pernah saya temukan dalam novel manapun. Pernah dengar sih, tapi kurang jelas gitu.
Sebenarnya bagian awalnya lebih menarik karena saya bisa menemukan dunia baru yang keren sekali. Rumah-rumah Zaltana, sistem pendidikan di The Keep, profesi ayah dan ibu Yelena, perkenalan dengan kuda-kuda, mengunjungi pasar tradisional Sitia, dan sesi belajar dengan Iris... Saya anehnya lebih suka itu dibanding pengejaran penjahatnya yang bikin jijik itu. Ugh... Valek yang menjadi tokoh utama di buku pertama baru muncul dia seperempat bagian akhir buku ini. Yah, saya sih tidak terlalu mempedulikan romance-nya. Saya lebih suka fantasinya, jadi tidak masalah. Lagipula si Valek kok jadi lebih cerewet yah? Apa cuma perasaan saya doang? Terus si Valek selalu manggil Yelena dengan panggilan "love", tidak pernah manggil namanya. Tapi tetap saja dia keren karena saya suka Valek lebih ke profesinya sebagai assassin hehe...
kali nie Yelena akhirnya balik ke Sitia and pulang kekampung halamannnya yang ternyata adalan Clan Zaltana. Yelena Liana Zaltana, termasuk dalam Clan yang rakyaknya memiliki sihir yang unik. kakak laki2 Yelena, memiliki magic bisa merasakan soul seseorang, karena itu sejak pertama kali bertemu, kaka Yelena benci banget ma Yelena, tapi sebenere dia tu sayang lo, karena dalam soul Yelena penuh dengan Pain, dendam dan pembunuhan (dia ga tau sih gimana Yelena di Ixia, tu juga kan karena kesalahan kakaknya Yelena, Leif Iliana Zaltana, yang ga berani nolong Yelena waktu Yelena diculik Mogkan). ibu yelena, Perl adalah seorang ahli pembuat parfum, dan ayahnya, Euf, adalah seorang penemu.
untuk mengembangkan sihirnya, akhirnya Yelena pergi ke akademi. ga yangkan kalo ada "hogwart"nya juga.. disitu akhirnya Yelena belajar sihir and diketahui kalau yelena tu seorang Soulfinder, kemampuan sihir yang paling ditakuti penduduk Sitia. disini juga dia ketemu cahil, yang ngakunya sih keponakan Raja Ixia, dan ingin merebut kembali Ixia, tapi ternyata dia anaknya mantan prajurit Ixia.. terus ada juga ancaman dari ferde, cuma sebutannya sih, yang menculik, memperkosa and membunuh 12 cewek untuk membangkitkan sihir hitam.
and... jangan khawatir ga bertemu dengan Valek, coz disini Valek pun muncul lagi dalam misinya meingkatkan hubungan dengan sitia. tentu saja Valek pake samaran, tau sendiri kan seluruh penduduk sitia tu ingin banget bisa membunuh Valek. aaiiiihh.. ga nyangka kalo si darah dingin nie romantis banget ya.. dia rela melakukan apapun demi yelena. dia panggil Yelena "love".. and dia termasuk overprotectiv hahahaahahha
so far.. lebih bangus sih, selain english lebih gampang.. plotnya juga ga ngebosenin kayak buku pertama. jadi ga bisa berhenti deh
This entire review has been hidden because of spoilers.
Petualangan Yelena kali ini pindah ke Sitia. Dia berinteraksi dengan kaum aslinya dan mulai belajar mengendalikan sihirnya. Tapi di sana dia ketemu sama keturunan terakhir raja di Ixia yang berpotensi menggulingkan kekuasaan komandan. Ada lagi sekte sesat dari salah satu klan penyihir yang menjalankan ritual mengerikan demi kekuasaan. Oh ya, di sini Yelena kudu LDR sama si pacar. Ehehe
*****
Sebenarnya seru sih petualangan Yelena di buku kedua ini. Dan karakternya masih konsisten keras kepala, nekat, dan sembrono seperti sebelumnya. Konfliknya juga lebih rumit.
Sayangnya, interaksi Yelena dan Valek di sini terlalu manis dan kayaknya cuma fokus buat bercinta sama mesra-mesraan doang. Hilang sudah interaksi cerdas dna diskusi-diskusi yang menyenangkan seperti di buku sebelumnya. Dan yang lebih bikin geleuh lagi adalah panggilan sayang Valek itu. Ewh. Mungkin gak ada yang salah sih, tapi entah kenapa aku merinding setiap kali Valek manggil begitu 😂😂