What do you think?


Artemis Fowl #3
The Eternity Code
Thirteen-year-old criminal mastermind Artemis Fowl has constructed a supercomputer from stolen fairy technology. In the wrong hands it could be fatal for humans and fairies alike. But no need to worry, Artemis has a brilliant plan. He's not going to use the computer; he's just going to show it to a ruthless American businessman with Mafia connections. His bodyguard, Butler, will be with him. What could possibly go wrong...?
329 pages, Paperback
First published April 27, 2003
About the author
Eoin Colfer
130 books12k followersEoin Colfer (pronounced Owen) was born in Wexford on the South-East coast of Ireland in 1965, where he and his four brothers were brought up by his father and mother, who were both educators.
He received his degree from Dublin University and began teaching primary school in Wexford. He has lived and worked all over the world, including Saudi Arabia, Tunisia and Italy. After the publication of the Artemis Fowl novels, Eoin retired from teaching and now writes full time. He lives in Ireland with his wife and two children.
He received his degree from Dublin University and began teaching primary school in Wexford. He has lived and worked all over the world, including Saudi Arabia, Tunisia and Italy. After the publication of the Artemis Fowl novels, Eoin retired from teaching and now writes full time. He lives in Ireland with his wife and two children.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
November 19, 2020
**ACTUALLY 3.8**
.
Well, dibuku ini aku impressed sama penggunaan kalimat dan pemilihan kata yang gampang dan lebih mudah dipahami dari pada buku-buku sebelumnya. Plot yang cepat dan enak untuk diikuti juga menjadi nilai plus buat buku ini. Pengenalan teknologi dan alat-alat futuristik yang keren juga bikin aku suka dan pengen terus-terusan baca buku ini 🙈🙈. Walaupun disatu sisi, aku masih gak paham sama bahasa-bahasa futuristiknya 😂😂. Humor, action, fantasy, teknologi, dan pemecahan kasus kriminal menjadi topik yang pas untuk buku ini. Kekurangannya, aku pribadi masih merasa agak bosan dengan beberapa bagian yang ada di buku ini, terkadang bagian rumornya malah aneh menurut aku wkwkwk.. 😂🤣 Yaa.. Tapi overall bagus lahh semuanyaa dan worth it tentunyaa 😂😂.
.
Well, dibuku ini aku impressed sama penggunaan kalimat dan pemilihan kata yang gampang dan lebih mudah dipahami dari pada buku-buku sebelumnya. Plot yang cepat dan enak untuk diikuti juga menjadi nilai plus buat buku ini. Pengenalan teknologi dan alat-alat futuristik yang keren juga bikin aku suka dan pengen terus-terusan baca buku ini 🙈🙈. Walaupun disatu sisi, aku masih gak paham sama bahasa-bahasa futuristiknya 😂😂. Humor, action, fantasy, teknologi, dan pemecahan kasus kriminal menjadi topik yang pas untuk buku ini. Kekurangannya, aku pribadi masih merasa agak bosan dengan beberapa bagian yang ada di buku ini, terkadang bagian rumornya malah aneh menurut aku wkwkwk.. 😂🤣 Yaa.. Tapi overall bagus lahh semuanyaa dan worth it tentunyaa 😂😂.
August 9, 2019
Kalau di buku pertama, masalah dimulai gara-gara Artemis cari gara-gara dengan para peri. Di buku kedua, para peri yang cari gara-gara dengan Artemis. Di buku ketiga ini, giliran Artemis lagi yang cari gara-gara dengan para peri.
Artemis membuat sebuah komputer bernama C Cube dengan menggunakan teknologi para peri. Sayangnya, komputer ini terlalu canggih, dan sayangnya lagi, Artemis memamerkannya ke orang yang salah.
Orang tersebut super kaya dan juga super licik. Dia berhasil merebut komputer tersebut dari Artemis dan menyimpannya di ruangan dengan pengamanan super.
Tidak ada jalan lain, Artemis pun meminta bantuan para peri. Sayangnya, para peri mau membantu tapi dengan syarat yang sangat berat untuk bisa diterima oleh Artemis.
Oke, ini adalah buku ketiga petualangan Artemis, si bocah laki-laki super jenius dan super kaya, arogan, tapi sebenarnya baik, hihihi. Jadi kali ini Artemis kembali berpetualang bersama para peri. Dia terpaksa meminta bantuan para peri karena baik nyawanya maupun nyawa Butler, pengawalnya, terancam.
Pengusaha yang menjadi saingan Artemis sangat licik. Tapi Artemis lebih jenius dan Butler lebih siaga daripada yang pengusaha itu kira. Butler berhasil melindungi Artemis dan Artemis berhasil melindungi komputer C Cube nya dengan sebuah sandi yang disebut sebagai sandi abadi.
Nah..nah seperti apakah sandi abadi ini? Yang pasti, hanya Artemis yang bisa memecahkannya. Dan gara-gara ini, si pengusaha menginginkan Artemis ditangkap hidup-hidup.
Bersama para peri, Artemis memainkan sebuah permainan untuk mengalahkan si pengusaha licik. Berhasilkah? Silakan baca sendiri bukunya, hohoho.
Seru bukunya. Hanya saja kejeniusan Artemis membuat otak saya sedikit lemot, haha. Ada banyak istilah canggih yang kurang familiar di kepala saya. Tapi, it's ok.
Asiknya, buku ini membuat saya tidak sabar untuk membaca buku selanjutnya yang berjudul Muslihat Opal. Nah lo, mau ngapain lagi yak si Opal ini?
So, menyenangkan sekali membaca buku ini. Benar-benar my cup of tea. Saking senangnya, saya bahkan malas mengambil post-it untuk ditempelkan ke kutipan-kutipan favorit saya di buku ini. Alhasil saya jadi lupa di mana letaknya, hiks. At last, 4 dari 5 bintang untuk petualangan Artemis Fowl kali ini. I really liked it.
Artemis membuat sebuah komputer bernama C Cube dengan menggunakan teknologi para peri. Sayangnya, komputer ini terlalu canggih, dan sayangnya lagi, Artemis memamerkannya ke orang yang salah.
Orang tersebut super kaya dan juga super licik. Dia berhasil merebut komputer tersebut dari Artemis dan menyimpannya di ruangan dengan pengamanan super.
Tidak ada jalan lain, Artemis pun meminta bantuan para peri. Sayangnya, para peri mau membantu tapi dengan syarat yang sangat berat untuk bisa diterima oleh Artemis.
Oke, ini adalah buku ketiga petualangan Artemis, si bocah laki-laki super jenius dan super kaya, arogan, tapi sebenarnya baik, hihihi. Jadi kali ini Artemis kembali berpetualang bersama para peri. Dia terpaksa meminta bantuan para peri karena baik nyawanya maupun nyawa Butler, pengawalnya, terancam.
Pengusaha yang menjadi saingan Artemis sangat licik. Tapi Artemis lebih jenius dan Butler lebih siaga daripada yang pengusaha itu kira. Butler berhasil melindungi Artemis dan Artemis berhasil melindungi komputer C Cube nya dengan sebuah sandi yang disebut sebagai sandi abadi.
Nah..nah seperti apakah sandi abadi ini? Yang pasti, hanya Artemis yang bisa memecahkannya. Dan gara-gara ini, si pengusaha menginginkan Artemis ditangkap hidup-hidup.
Bersama para peri, Artemis memainkan sebuah permainan untuk mengalahkan si pengusaha licik. Berhasilkah? Silakan baca sendiri bukunya, hohoho.
Seru bukunya. Hanya saja kejeniusan Artemis membuat otak saya sedikit lemot, haha. Ada banyak istilah canggih yang kurang familiar di kepala saya. Tapi, it's ok.
Asiknya, buku ini membuat saya tidak sabar untuk membaca buku selanjutnya yang berjudul Muslihat Opal. Nah lo, mau ngapain lagi yak si Opal ini?
So, menyenangkan sekali membaca buku ini. Benar-benar my cup of tea. Saking senangnya, saya bahkan malas mengambil post-it untuk ditempelkan ke kutipan-kutipan favorit saya di buku ini. Alhasil saya jadi lupa di mana letaknya, hiks. At last, 4 dari 5 bintang untuk petualangan Artemis Fowl kali ini. I really liked it.
January 18, 2023
Done this book, dan aku ksh nilai 4,5/5⭐ awal-awal baca agak mengerutkan kening y, karna kek merasa baca buku biologi, tapi setelah sampai di pertengahan buku, ya da deh ngalir aja. oh ya, baca buku ini butuh konsentrasi tingkat tinggi nh wkwkwkwkw, karna ga tau sapa yang berbicara, karena ga ada kek "dia sudah berhasil mendapatkan C cubenya", "benarkah? gmana caranya?", tidak ada sapa yang berkata atau sapa yang menyampaikannya maka dari itu butuh konsentrasi tinggi untuk membaca buku ini.
Artemis ini bocah jenius, yang menginginkan segala hal terutama merampok emas, dia menciptakan C cube segalanya jadi kacau ketika dia memamerkannya pada pengusaha amerika yang licik. C cube pun di rampas si pengusaha dan disimpan di ruangan dengan pengaman maksimum, dan ternyata C cube itu berisi rahasia tentang para peri, bisa kah artemis merebut kembali C cube tersebut dengan meminta bantuan peri dan si centaurus yaitu si foaly? dan permintaan mereka setelah membantu si artemis yaitu ingatan tentang para peri harus dihapus.. nah ini nh kejeniusan apalg yang akan di buat si artemis demi mengingat para si peri itu?
Sampai dengan buku ketiga yang sudah saya baca ini, masih ada kelanjutannya... 😭😭 masih ada 5 buku lagi menunggu yah... semangat bacanya..... hahahaha
Artemis ini bocah jenius, yang menginginkan segala hal terutama merampok emas, dia menciptakan C cube segalanya jadi kacau ketika dia memamerkannya pada pengusaha amerika yang licik. C cube pun di rampas si pengusaha dan disimpan di ruangan dengan pengaman maksimum, dan ternyata C cube itu berisi rahasia tentang para peri, bisa kah artemis merebut kembali C cube tersebut dengan meminta bantuan peri dan si centaurus yaitu si foaly? dan permintaan mereka setelah membantu si artemis yaitu ingatan tentang para peri harus dihapus.. nah ini nh kejeniusan apalg yang akan di buat si artemis demi mengingat para si peri itu?
Sampai dengan buku ketiga yang sudah saya baca ini, masih ada kelanjutannya... 😭😭 masih ada 5 buku lagi menunggu yah... semangat bacanya..... hahahaha
February 2, 2021
Artemis Fowl II menciptakan teknologi baru berupa komputer super yang dinamainya dengan C Cube. Fowl menciptakan C Cube dari helm canggih milik LEPrecon yang diambil Butler sewaktu Fowl Manor diserbu oleh LEPrecon di buku pertama. Kalau menurut Foaly, teknologi C Cube ini usang, tetapi untuk ukuran teknologi Mud People alias manusia, C Cube ini sangat, sangat canggih. Kalau penjelasan dari Fowl, C Cube ini:“A micro-TV. But also a verbally controlled computer, a mobile phone, a diagnostic aid. This little box can read any information on absolutely any platform, electrical or organic. It can play videos, laserdiscs, DVDs; go online, retrieve e-mail, hack any computer. It can even scan your chest to see how fast your heart’s beating. Its battery is good for two years and, of course, it’s completely wireless.”
C Cube adalah: an omni-sensor. It can read anything you ask it to. Itu berarti dunia berada dalam genggaman siapa pun yang menjadi pemiliknya, yang mana pemiliknya bisa orang baik atau orang jahat. Jika C Cube jatuh di tangan yang salah, tidak hanya dunia manusia yang terancam, dunia bawah tanah alias dunia peri juga akan terancam karena C Cube menggunakan teknologi mereka. Para peri dan makhluk ajaib lainnya akan terekspos dan entah apa yang akan terjadi pada mereka.
Resensi lengkap ada di sini.
December 15, 2020
Dibandingkan kedua buku sebelumnya, paling suka buku yang ketiga ini. Lebih seru dan gak terlalu bertele-tele.
May 12, 2008
Berbulan –bulan lamanya berlalu sejak insiden besar yang menimpa keluarga Fowl dannyaris merenggut nyawa Fowl senior. Banyak perubahan yang terjadi setelahnya. Tidak hanya kepribadian sang ayah, Artmeis juga tak dapat menolak ketika ia dikirim ke sebuah asrama. Namun aturan seketat apapun nampaknya tak dapat menghalangi anak laki-laki cerdas yang IQnya tidak diragukan lagi merancang sebuah alat yang dengan kemampuan yang mampu membuat dunia tercegang.
Komputer super canggih itu yang diberi nama C-Cube. Dikembangkan dari teknologi yang “dipinjamnya” dari dunia peri. Dengan bantuan Butler, pengawal pribadinya yangs angat profesional, ia mampu mengumpulkan beberapa barang barang milik kepolisian LEP, hasil beberapa kali berinteraksi dengan mahkluk mahluk dunia bawah. Yang ada di kepala Artemis saat itu adalah bagaimana mengumpulkan lebih banyak pundi – pundi emas dengan menjualnya ke pasaran. Karena tak diragukan lagi kemampuan C-Cube akan membuat semua orang tergiur. Sayangnya tak pernah terpikir oleh Artemis, bahwa alat hasil modifikasinya ini akan membawa ancaman yang tak hanya membahayakan nyawanya namun seluruh umat manusia.
Suatu hari di sebuah restoran yang disepakati, Artemis bertemu dengan seorang pengusaha dari Chicago , Jon Spiro. Maksud untuk memamerkan komputer super canggih pada pria yang memiliki banyak perusahaan di Amerika ini ternyata berakhir dengan kecelakaan tragis. Tidak hanya mencuri C-Cube, Butler sang pengawal setia pun terluka hingga nyaris membuat dirinya kehilangan nyawa. Semua rencana yang telah disusunnya hancur berantakan. Artemis seperti tak sadar bahwa Jon Spiro adalah pria yang bejat, yang tidak pernah ragu menempuh cara apa saja untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Walau harus mengorbankan nyawa seseorang.
Tak kehilangan akal, Artemis segera menghubungi kaum peri. Memohon pertolongan. tak hanya untuk menyelamatkan Butler namun juga untuk memperoleh kembali C – Cube.
Setelah berunding,akhirnya diputuskan kaum peri setuju untuk membantu Artemis. Karena C- Cube diakui Artemis mampu memberi tahu pada Jon Spiro tentang keberadaan dunia bawah tanah. Kapten Holly Short pun kembali diturunkan untuk masalah ini dengan satu syarat, jika misi ini berhasil, maka semua ingatan Artemis tentang kaum peri akan dihapus. Artemis tak punya pilihan lain. Butler benar –benar dalam keadaan sekarat. Persyaratan yang sangat berat itupun disetujuinya.
Rencana penyusupan pun disusun. Namun di luar dugaan Jon Spiro telah mempersiapkan sambutan yang luar biasa.
Petualangan Artemis di buku ketiga ini tak kalah serunya dengan buku-buku sebelumnya. Yang menarik adalah sikap Artemis yang sekarang tumbuh menjadi sedikit lebih dewasa. Dan tentu saja yang paling menarik adalah perjanjian pengapusan ingatan. Obsesi Artemis akan kaum peri dan dunianya semakin besar sejak mengetahui seluk beluk mereka beberapa tahun lalu. Tidak sabar rasanya membaca petualangan Artemis berikutnya. Otak kriminal milik artemis yang juga membuat buku ini menjadi menarik.
Komputer super canggih itu yang diberi nama C-Cube. Dikembangkan dari teknologi yang “dipinjamnya” dari dunia peri. Dengan bantuan Butler, pengawal pribadinya yangs angat profesional, ia mampu mengumpulkan beberapa barang barang milik kepolisian LEP, hasil beberapa kali berinteraksi dengan mahkluk mahluk dunia bawah. Yang ada di kepala Artemis saat itu adalah bagaimana mengumpulkan lebih banyak pundi – pundi emas dengan menjualnya ke pasaran. Karena tak diragukan lagi kemampuan C-Cube akan membuat semua orang tergiur. Sayangnya tak pernah terpikir oleh Artemis, bahwa alat hasil modifikasinya ini akan membawa ancaman yang tak hanya membahayakan nyawanya namun seluruh umat manusia.
Suatu hari di sebuah restoran yang disepakati, Artemis bertemu dengan seorang pengusaha dari Chicago , Jon Spiro. Maksud untuk memamerkan komputer super canggih pada pria yang memiliki banyak perusahaan di Amerika ini ternyata berakhir dengan kecelakaan tragis. Tidak hanya mencuri C-Cube, Butler sang pengawal setia pun terluka hingga nyaris membuat dirinya kehilangan nyawa. Semua rencana yang telah disusunnya hancur berantakan. Artemis seperti tak sadar bahwa Jon Spiro adalah pria yang bejat, yang tidak pernah ragu menempuh cara apa saja untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Walau harus mengorbankan nyawa seseorang.
Tak kehilangan akal, Artemis segera menghubungi kaum peri. Memohon pertolongan. tak hanya untuk menyelamatkan Butler namun juga untuk memperoleh kembali C – Cube.
Setelah berunding,akhirnya diputuskan kaum peri setuju untuk membantu Artemis. Karena C- Cube diakui Artemis mampu memberi tahu pada Jon Spiro tentang keberadaan dunia bawah tanah. Kapten Holly Short pun kembali diturunkan untuk masalah ini dengan satu syarat, jika misi ini berhasil, maka semua ingatan Artemis tentang kaum peri akan dihapus. Artemis tak punya pilihan lain. Butler benar –benar dalam keadaan sekarat. Persyaratan yang sangat berat itupun disetujuinya.
Rencana penyusupan pun disusun. Namun di luar dugaan Jon Spiro telah mempersiapkan sambutan yang luar biasa.
Petualangan Artemis di buku ketiga ini tak kalah serunya dengan buku-buku sebelumnya. Yang menarik adalah sikap Artemis yang sekarang tumbuh menjadi sedikit lebih dewasa. Dan tentu saja yang paling menarik adalah perjanjian pengapusan ingatan. Obsesi Artemis akan kaum peri dan dunianya semakin besar sejak mengetahui seluk beluk mereka beberapa tahun lalu. Tidak sabar rasanya membaca petualangan Artemis berikutnya. Otak kriminal milik artemis yang juga membuat buku ini menjadi menarik.
This entire review has been hidden because of spoilers.
August 21, 2012
The Synopsis
Artemis Fowl melakukan kesalahan besar kali ini. C Cube, komputer canggih yang dia buat dengan meniru teknologi peri, dirampas oleh salah seorang pengusaha Amerika yang licik. Bukan hanya itu, Butler si pengawal juga terkena tembakan yang membahayakan nyawanya.
Di tangan yang salah, C Cube dapat menjadi senjata yang mematikan baik bagi manusia mau pun kaum peri. Artemis akhirnya meminta bantuan para peri untuk menyelamatkan nyawa Butler dan membantunya untuk merebut C Cube kembali. Para peri setuju, tapi dengan satu syarat. Seluruh ingatannya tentang peri akan dihapus sesudahya.
The Review
Sepertinya 2+2 memang sama dengan 4 yah. Dua bintang di buku pertama plus dua bintang di buku kedua sama dengan empat bintang di buku ketiga. Buku ke-3 ini buat saya jauh lebih menarik daripada dua buku pertama. Lebih banyak aksi, banyak unsur fiksi ilmiahnya, dan POV yang lebih rapi ketimbang buku 2.
Satu pujian saya untuk Bang Eoin adalah kemampuannya mengolah karakter-karakter yang berbeda di ketiga buku. Di buku 3, Artemis dan Holly memang masih memainkan peranan utama, tapi di sini Butler digantikan oleh Juliet. Variasi grup ini membawa kesegaran baru dan hal ini terjadi juga di buku 2 dengan kehadiran Julius Root.
Di buku ini Artemis digambarkan dengan baik. Masih tetap bocah jenius, tapi hubungan antara dia dan ayahnya membuat Artemis tampak lebih manusiawi dan membuatnya likeable. Bagian pertama dengan Butler juga memperlihatkan kepeduliannya pada si pelayan, walau entah kenapa terasa jadi agak *uhukBLuhuk*
POV yang saya permasalahkan di buku 2 juga lebih rapi di sini. Masih dengan teknik multi POV dan kadang-kadang masih suka pindah sendiri, tapi lebih gampang diikuti ketimbang di buku sebelumnya. Membaca buku ini jadi tidak tersendat-sendat.
Bagian akhir buku ini yang saya kurang mengerti adalah kenapa Artemis tidak membocorkan seluruh rahasianya padahal Holly sudah menerapkan mesmer, sihir hipnotis, padanya. Apa yang membuat dia tidak memberitahukan rencana dengan memanfaatkan Diggums untuk memperoleh ingatannya akan peri kembali?
Selain itu di epilog diceritakan bahwa Artemis memperoleh kamera iris di matanya, yang notabene adalah teknologi peri, tapi anehnya dia tidak langsung memperoleh kembali ingatannya. Apa benda itu kurang kuat berfungsi sebagai picu ingatannya?
Selain itu ada sedikit typo rasanya di bagian akhir saat dia bilang bahwa dia berterima kasih pada Foaly tapi kemudian merubah data arsip kejahatan Diggums. Kayaknya maksudnya bukan Foaly, tapi Diggums deh.
Overall
Buku yang lebih menarik daripada dua buku awal. Saya tidak bisa berhenti membacanya. Tokoh-tokoh kali ini lebih likeabli buat saya. Kerja bagus untuk Eoin Colfer. :)
Artemis Fowl melakukan kesalahan besar kali ini. C Cube, komputer canggih yang dia buat dengan meniru teknologi peri, dirampas oleh salah seorang pengusaha Amerika yang licik. Bukan hanya itu, Butler si pengawal juga terkena tembakan yang membahayakan nyawanya.
Di tangan yang salah, C Cube dapat menjadi senjata yang mematikan baik bagi manusia mau pun kaum peri. Artemis akhirnya meminta bantuan para peri untuk menyelamatkan nyawa Butler dan membantunya untuk merebut C Cube kembali. Para peri setuju, tapi dengan satu syarat. Seluruh ingatannya tentang peri akan dihapus sesudahya.
The Review
Sepertinya 2+2 memang sama dengan 4 yah. Dua bintang di buku pertama plus dua bintang di buku kedua sama dengan empat bintang di buku ketiga. Buku ke-3 ini buat saya jauh lebih menarik daripada dua buku pertama. Lebih banyak aksi, banyak unsur fiksi ilmiahnya, dan POV yang lebih rapi ketimbang buku 2.
Satu pujian saya untuk Bang Eoin adalah kemampuannya mengolah karakter-karakter yang berbeda di ketiga buku. Di buku 3, Artemis dan Holly memang masih memainkan peranan utama, tapi di sini Butler digantikan oleh Juliet. Variasi grup ini membawa kesegaran baru dan hal ini terjadi juga di buku 2 dengan kehadiran Julius Root.
Di buku ini Artemis digambarkan dengan baik. Masih tetap bocah jenius, tapi hubungan antara dia dan ayahnya membuat Artemis tampak lebih manusiawi dan membuatnya likeable. Bagian pertama dengan Butler juga memperlihatkan kepeduliannya pada si pelayan, walau entah kenapa terasa jadi agak *uhukBLuhuk*
POV yang saya permasalahkan di buku 2 juga lebih rapi di sini. Masih dengan teknik multi POV dan kadang-kadang masih suka pindah sendiri, tapi lebih gampang diikuti ketimbang di buku sebelumnya. Membaca buku ini jadi tidak tersendat-sendat.
Bagian akhir buku ini yang saya kurang mengerti adalah kenapa Artemis tidak membocorkan seluruh rahasianya padahal Holly sudah menerapkan mesmer, sihir hipnotis, padanya. Apa yang membuat dia tidak memberitahukan rencana dengan memanfaatkan Diggums untuk memperoleh ingatannya akan peri kembali?
Selain itu di epilog diceritakan bahwa Artemis memperoleh kamera iris di matanya, yang notabene adalah teknologi peri, tapi anehnya dia tidak langsung memperoleh kembali ingatannya. Apa benda itu kurang kuat berfungsi sebagai picu ingatannya?
Selain itu ada sedikit typo rasanya di bagian akhir saat dia bilang bahwa dia berterima kasih pada Foaly tapi kemudian merubah data arsip kejahatan Diggums. Kayaknya maksudnya bukan Foaly, tapi Diggums deh.
Overall
Buku yang lebih menarik daripada dua buku awal. Saya tidak bisa berhenti membacanya. Tokoh-tokoh kali ini lebih likeabli buat saya. Kerja bagus untuk Eoin Colfer. :)
May 30, 2013
Cerita yang sangat menggugah dan terarah. Maksudku, dilihat dari judulnya, The Eternity Code, sangat masuk ke dalam cerita. Tidak seperti novel lain yang judulnya bahkan tidak tersurat dalam isi cerita.
Pada awalnya aku berpikir bagaimana Fowl ini merancang dan merakit komputer super-mininya itu. Sebenarnya kecewa, tapi mengingat tak mungkin ada yang mau peduli, bahkan dengan menceritakannya secara detail, itu jadi bukan masalah. Toh, kita semua tidak mengetahui sirkuit-sirkuit dan teknologi perakitan seperti itu. Seperti bercerita tentang geografi kepada Alkemis. Lucu sekali.
Jon Spiro! Pengusaha megalomania yang berpikir dunia adalah ciptaannya sendiri bahkan bisa hancur di tangan Fowl. Fowl sudah pasti disokong sepenuhnya oleh Kaum Peri dan teknologi supercanggih mereka. Sebenarnya, Fowl hanya bermodalkan pikiran yang cemerlang. Selebihnya, Kaum Peri yang mengambil tindakan.
Yang membuat novel ini berbeda adalah catatan harian Fowl yang sangat melodramatis. Oh, sungguh! Itu sangat membuat setiap pembaca merenungi diri dari pesan tersiratnya dan meneteskan air mata. Tapi aku tidak menangis! Catatannya penuh dengan cerita Fowl Senior yang sudah kembali ke kehidupan yang, sebut saja, menjadi lebih baik. Menyentuh...
Pada akhirnya, setelah sekian banyak yang dilewatkan bersama, Fowl dan rekan-rekan dihapus ingatannya karena kesepakatan yang sudah dibuat. Satu lagi yang membuat suasana hati menjadi lebih emosional!
Aku penasaran kisah selanjutnya akan seperti apa. Setelah semua ingatan kosong tentang Kaum Peri, mungkin Fowl akan memulai dari awal lagi: mencari tahu, seperti yang sudah ia lakukan di awal kisah. Kita lihat saja... Aku aka melihatnya...
Pada awalnya aku berpikir bagaimana Fowl ini merancang dan merakit komputer super-mininya itu. Sebenarnya kecewa, tapi mengingat tak mungkin ada yang mau peduli, bahkan dengan menceritakannya secara detail, itu jadi bukan masalah. Toh, kita semua tidak mengetahui sirkuit-sirkuit dan teknologi perakitan seperti itu. Seperti bercerita tentang geografi kepada Alkemis. Lucu sekali.
Jon Spiro! Pengusaha megalomania yang berpikir dunia adalah ciptaannya sendiri bahkan bisa hancur di tangan Fowl. Fowl sudah pasti disokong sepenuhnya oleh Kaum Peri dan teknologi supercanggih mereka. Sebenarnya, Fowl hanya bermodalkan pikiran yang cemerlang. Selebihnya, Kaum Peri yang mengambil tindakan.
Yang membuat novel ini berbeda adalah catatan harian Fowl yang sangat melodramatis. Oh, sungguh! Itu sangat membuat setiap pembaca merenungi diri dari pesan tersiratnya dan meneteskan air mata. Tapi aku tidak menangis! Catatannya penuh dengan cerita Fowl Senior yang sudah kembali ke kehidupan yang, sebut saja, menjadi lebih baik. Menyentuh...
Pada akhirnya, setelah sekian banyak yang dilewatkan bersama, Fowl dan rekan-rekan dihapus ingatannya karena kesepakatan yang sudah dibuat. Satu lagi yang membuat suasana hati menjadi lebih emosional!
Aku penasaran kisah selanjutnya akan seperti apa. Setelah semua ingatan kosong tentang Kaum Peri, mungkin Fowl akan memulai dari awal lagi: mencari tahu, seperti yang sudah ia lakukan di awal kisah. Kita lihat saja... Aku aka melihatnya...
February 16, 2013
Awalnya agak bingung baca ceritanya. Mungkin karena buku ini buku berseri dan saya langsung baca serinya yang kedua :D
Suka dengan ceritanya. Menceritakan seorang anak yang sangat jenius (untuk ukuran tiga belas tahun), mengetahui rahasia dunia lain, yakni dunia peri. Bahkan sempat mencuri teknologi dari dunia peri yang notabene lebih maju dari dunia manusia. Karena kejeniusannya, berhasil membuat sebuah alat yang memakai teknologi dunia peri. Sayang, kemudian justru jadi senjata makan tuan saat Artemis menawarkan senjata tersebut kepada penjahat. Teknologi tersebut berhasil dirampok oleh Spiro, sang penjahat. Ditambah pengawalnya yang paling diandalkan terluka. Dimulailah petualangan Artemis berusaha kembali merebut teknologi tersebut dibantu seorang peri, seorang kurcaci, dan pengawal baru. Dunia diambang kehancuran jika Artemis tidak berhasil merebutnya!
Ceritanya unik. Tokoh utama merupakan seorang anak jenius berusia tiga belas tahun. Memang beberapa novel sudah pernah mengangkat topik soal anak jenius. Yang membuat novel ini berbeda adalah anak jenius tersebut bermental kriminal! Bayangkan, kejeniusan dipadukan kejahatan. Tidak heran Artemis berhasil menegakkan kembali bisnis ayahnya yang sempat goyang.
Mendapat istilah-istilah baru dari novel ini, seperti Kriogenika, Protese, dan istilah-istilah lain. Meski dianggap penjahat, Artemis juga punya sisi baik yang membuat ia tetap dapat dianggap pahlawan dalam cerita ini. Meski beberapa bagian terasa tidak masuk akal, namun dapat diterima karena novel ini merupakan novel fantasi.
Suka dengan ceritanya. Menceritakan seorang anak yang sangat jenius (untuk ukuran tiga belas tahun), mengetahui rahasia dunia lain, yakni dunia peri. Bahkan sempat mencuri teknologi dari dunia peri yang notabene lebih maju dari dunia manusia. Karena kejeniusannya, berhasil membuat sebuah alat yang memakai teknologi dunia peri. Sayang, kemudian justru jadi senjata makan tuan saat Artemis menawarkan senjata tersebut kepada penjahat. Teknologi tersebut berhasil dirampok oleh Spiro, sang penjahat. Ditambah pengawalnya yang paling diandalkan terluka. Dimulailah petualangan Artemis berusaha kembali merebut teknologi tersebut dibantu seorang peri, seorang kurcaci, dan pengawal baru. Dunia diambang kehancuran jika Artemis tidak berhasil merebutnya!
Ceritanya unik. Tokoh utama merupakan seorang anak jenius berusia tiga belas tahun. Memang beberapa novel sudah pernah mengangkat topik soal anak jenius. Yang membuat novel ini berbeda adalah anak jenius tersebut bermental kriminal! Bayangkan, kejeniusan dipadukan kejahatan. Tidak heran Artemis berhasil menegakkan kembali bisnis ayahnya yang sempat goyang.
Mendapat istilah-istilah baru dari novel ini, seperti Kriogenika, Protese, dan istilah-istilah lain. Meski dianggap penjahat, Artemis juga punya sisi baik yang membuat ia tetap dapat dianggap pahlawan dalam cerita ini. Meski beberapa bagian terasa tidak masuk akal, namun dapat diterima karena novel ini merupakan novel fantasi.
June 14, 2012
Re-read. Another proof of artemis's geniuses. No, it didn't take 4 hours to read this as my previous review stated, lol. It took 7-8 hours because there was so much detail and clever sarcastic remarks i missed. And this one, was in English.
Previous rating: 2/5
4 jam. saya menghabiskan buku ini dlm waktu 4jam. bahkan membaca Agatha Christie saja tidak sekejap itu. Buku ini memang benar2 bacaan ringan. Sebenarnya ingin menambah setengah bintang lagi, sayang tdk bisa. Ceritanya sudah mulai seru sedikit. Sudah mulai berkarakter tp tetap saja bukan buku yang ingin saya baca berulang kali. Sekali saja cukup. Dan buku ketiga ini sukses membuat saya ingin membaca lanjutannya.
Previous rating: 2/5
4 jam. saya menghabiskan buku ini dlm waktu 4jam. bahkan membaca Agatha Christie saja tidak sekejap itu. Buku ini memang benar2 bacaan ringan. Sebenarnya ingin menambah setengah bintang lagi, sayang tdk bisa. Ceritanya sudah mulai seru sedikit. Sudah mulai berkarakter tp tetap saja bukan buku yang ingin saya baca berulang kali. Sekali saja cukup. Dan buku ketiga ini sukses membuat saya ingin membaca lanjutannya.
March 31, 2013
mengagumkan bagaimana tokoh artemis fowl lagi-lagi dapat "menipu"upaya peri kapten short, centaur foaly dan komandannya bahkan upaya menghapus ingatan artemis fowl dan kedua pembantu (bukan sembarang pembantu) butler juga adiknya juliet karena keterlibatannya yang diperkirakan untuk terakhir kali bersinggungan dengan dunia peri dan teknologinya. dan juga bagaimana gue ternyata lompat-lompat bacanya. habis nggak ada nomer dari saga artemis fowl ini. ini saja sebernya seri yang ketiga (masih ada 2 judul lagi kalo tidak salah. sebelum memulai membaca serialnya, mungkin lebih baik cari di sistem pencarian goodreads biar tahu urutan judulnya.
September 29, 2007
Awalnya siy ceritanya agak lambat, mungkin karena kayaknya emang buku ni ditujukan untuk pembaca anak2 kali yee (tulisannya gedhe2 bangets... ^_^) tapi lumayan seru karena kejeniusan artemis dan tekhnologi2 yang mengejutkan dari peri yang bikin kita penasaran...
October 17, 2014
Lebih seru dari yang pertama dan kedua! IMO sih.
Mungkin karena udah bisa ngikutin alur ceritanya yang isinya banyak istilah2 aneh dari negeri peri.
Artemis makin licik dan jenius deh.
Ready for baca terusannya!!! Udah punya soalnya. Hehe
Mungkin karena udah bisa ngikutin alur ceritanya yang isinya banyak istilah2 aneh dari negeri peri.
Artemis makin licik dan jenius deh.
Ready for baca terusannya!!! Udah punya soalnya. Hehe
February 19, 2015
Awalnya rada males mulai, maksudnya tertahan 6 bulan, tapi begitu mulai menyelesaikan bab 1, malah ga bisa berhenti baca. khas eoin colfer. memikat.
actually, i finished reading it in 2 days or less .
actually, i finished reading it in 2 days or less .
July 21, 2015
Whoaa... tidak memberiku banyak waktu untuk menarik napas!
June 29, 2016
buku terakhir serial ini yg sudah selesai diterjemahkan.
Kelanjutannya, menurut info terakhir, sudah selesai diterjemahkan. Sedang menunggu antrian diterbitkan.
Kelanjutannya, menurut info terakhir, sudah selesai diterjemahkan. Sedang menunggu antrian diterbitkan.
Displaying 1 - 16 of 16 reviews














