Jump to ratings and reviews

The Program #1

The Program

In Sloane’s world, true feelings are forbidden, teen suicide is an epidemic, and the only solution is The Program.

Sloane knows better than to cry in front of anyone. With suicide now an international epidemic, one outburst could land her in The Program, the only proven course of treatment. Sloane’s parents have already lost one child; Sloane knows they’ll do anything to keep her alive. She also knows that everyone who’s been through The Program returns as a blank slate. Because their depression is gone—but so are their memories.

Under constant surveillance at home and at school, Sloane puts on a brave face and keeps her feelings buried as deep as she can. The only person Sloane can be herself with is James. He’s promised to keep them both safe and out of treatment, and Sloane knows their love is strong enough to withstand anything. But despite the promises they made to each other, it’s getting harder to hide the truth. They are both growing weaker. Depression is setting in. And The Program is coming for them.

405 pages, Hardcover

First published April 30, 2013

Loading...
Loading...

About the author

Suzanne Young

72 books4,906 followers
Suzanne Young is the New York Times bestselling author of The Program, The Treatment, and several other novels. She currently lives in Tempe, Arizona where she teaches high school English and obsesses about books. Learn more about Suzanne at www.suzanne-young.blogspot.com

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
24,459 (39%)
4 stars
21,835 (35%)
3 stars
11,298 (18%)
2 stars
3,396 (5%)
1 star
1,367 (2%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Biondy.
Author 9 books239 followers
January 12, 2014
Judul: The Program (The Program, #1)
Penulis: Suzanne Young
Penerbit: Simon Pulse
Halaman: 405 halaman
Terbitan: April 2013

Dalam dunia Sloane, bunuh diri menyebar dan menjadi sebuah epidemi. Banyak remaja yang bunuh diri tanpa alasan yang jelas dan jumlahnya terus bertambah setiap harinya.

Satu-satunya yang bisa menyelamatkan mereka hanyalah "The Program", sebuah metode pengobatan yang disiapkan pemerintah. Orang-orang yang kembali dari "The Program" akan dianggap bersih dan tidak akan melakukan bunuh diri. Hanya saja mereka kehilangan seluruh ingatan mereka, termasuk perasaan mereka pada orang-orang yang mereka sayangi.

Suatu peristiwa membawa Sloane dan pacarnya, James, masuk dalam "The Program". Sanggupkah Sloane melawan ingatannya yang perlahan-lahan mulai terhapus?

Review

Hal pertama yang ada di pikiran saya waktu baca sinopsis buku ini adalah: Delirium. Temanya sama. Tentang sesuatu yang dianggap epidemi dan dibutuhkan cuci otak untuk menghalangi epidemi itu meluas. Lalu ada seorang gadis muda yang akan mengikuti program itu.

Lalu pasti akan disusul cinta segitiga, pemberontakan, cowok hot bertato, dan... saya benar. Ketiganya ada.

Saya tidak suka world building-nya. Sangat tidak jelas. Apa sebenarnya penyebab epidemi ini? Sejauh ini penulisnya terkesan lepas tangan dengan hanya bilang kalau penyebab para remaja bunuh diri tidak diketahui.

Terus kenapa hanya menyerang remaja? Bagaimana dengan orang dewasa? Di sini kalau seseorang sudah di atas 18 tahun, dia sudah tidak dapat dipaksa lagi untuk masuk "The Program". Lah, kalau orang di atas usia itu menunjukkan gejala yang sama? Kenapa tidak "diobati" juga?

Terus (lagi), saya juga heran kenapa orang menangis atau merasa sedih bisa langsung dianggap sebagai tanda-tanda mengalami depresi. Sumpah lo? Nangis aja bisa langsung dibilang depresi dan masuk The Program? Hmm...

Sebenarnya saya cukup suka ide dasar The Program ini. Tentang seorang gadis yang kakaknya bunuh diri. Kematian kakaknya ini mempengaruhi kehidupannya. Keluarganya jadi berubah, pacarnya, yang adalah sahabat kakaknya, juga ikut berubah. Si Sloane ini juga merasa bersalah karena waktu itu dia melihat langsung bagaimana kakaknya lompat ke dalam sungai.

Tapi, ya... Karena dipaksa untuk jadi distopia, malah jadi aneh buat saya. Apalagi topik bunuh diri, yang sangat serius menurut saya, jadi tidak terkelola dengan baik.

Mungkin hal yang agak menolong di sini adalah hubungannya Sloane dan James. Itu pun hanya agak. Saya kurang suka James yang agak kasar dan selera humornya agak gimana gitu. Cuma saya suka melihat mereka saling dukung menghadapi kematiannya Brady, kakaknya Sloane.

Kesimpulan akhir: kalau mencari buku distopia yang bagus atau yang mengangkat tema bunuh diri dengan baik, saya jujur saja tidak akan menyarankan buku ini.

Kalau suka YA, tokoh cowok yang bisa sangat kasar untuk melindungi ceweknya, dan tokoh cewek yang disukai banyak cowok, buku ini bisa dicoba.

Buku ini untuk tantangan baca:
- Young Adult Reading Challenge 2014
- New Authors Reading Challenge 2014

Profile Image for Lola.
205 reviews10 followers
October 17, 2023
“The Program" menceritakan tentang di masa depan, di mana para remaja mengalami pandemi kehilangan emosi & kesehatan mental yang disebut sebagai "The Epidemic". Pemerintah yang mencoba mengatasi masalah ini dengan sebuah program yang disebut "The Program". Program tersebut bertujuan untuk menyaring & menghapus ingatan atau kenangan yang dianggap memicu masalah tersebut.

Ceritanya berfokus pada Sloane & James, pasangan kekasih, sekaligus tokoh utama, yang berusaha mempertahankan hubungan mereka di tengah-tengah ancaman dari "The Program".

Melalui narasi yang deskriptif, aku ikut terdampar di dunia distopia yang gelap diciptakan oleh penulis.

Misalnya saja, fasilitas "The Program" sendiri bisa diibaratkan sebagai institusi yang suram & tidak bersahabat. Ruang-ruangnya penuh dengan pencahayaan redup, dinding-dinding steril, yang berhasil menciptakan suasana yang terasa kaku 🏢 Penggambaran latar cerita ini mencerminkan betapa tidak manusiawinya pendekatan pemerintah terhadap kesehatan mental.

Di samping itu, penulis juga menggunakan sudut pandang Sloane & memanfaatkan dialog antar karakter untuk mengembangkan plot yang mengungkapkan dinamika hubungan di antara mereka.

Hal ini langsung membuatku terhubung secara emosional dengan Sloane, yang ikut merasakan keputusasaan & kesedihannya ketika dia berjuang melawan sistem pemerintahan otoriter yang kejam 💀

Setelah membaca novel ini, aku mendapatkan banyak refleksi mendalam tentang isu-isu yang diangkat.

Seperti, batasan kekuasaan pemerintah & kewajiban mereka terhadap rakyatnya, menyetarakan perlakuan terhadap laki-laki & perempuan dalam sistem yang ada, serta perlunya kepedulian terhadap masalah kesehatan mental & pentingnya mendukung individu yang mengalami kesulitan mental 🫂
Displaying 1 - 2 of 2 reviews