True Story Gita Sesa Wanda Cantika. Perjuangan gadis remaja melawan kanker ganas.
Hai, sobat. Kenalkan namaku Keke. Umurku 13 tahun. Aku remaja aktif yang duduk di kelas 2 SMP. Suatu pagi aku terbangun dengan mata memerah kemudian hidungku berdarah. Ayah membawaku ke Dokter untuk diperiksa.
Awalnya kupikir, aku hanya flu biasa dan kelelahan sehabis mengikuti olah raga volley. Tapi aku salah, ayah mendapatkan kabar kalau kalau aku terserang kanker ganas. Kanker itu dapat membunuhku dalam waktu lima hari. Ayah merahasiakan kanker itu dariku, ia takut bila aku tahu harus dioperasi dengan kehilanag sebagian wajah kiriku.
Hari berlanjut, di wajahku mulai tumbuh gumpalan sebesar bola tennis dan perlahan sebesar buah kelapa. Aku menangis, tapi tak ada yang mau memberi tahu penyakit apa yang ada di wajahku. Kujalani hidupku senormal mungkin, namun kanker itu menghalangi langkahku, aku tidak ingin menangis dan berpikir aku sakit. Walau aku sadar hidupku tidak akan lama lagi.
Tuhan memberikan nafas panjang padaku untuk bertahan selama tiga tahun dari penyakit ini. Aku pun menulis surat kecil pada Tuhan, semoga tidak ada lagi orang yang mengalami hal yang sama denganku.
ANDAI Aku BISA KEMBALI Aku INGIN TIDAK ADA TANGISAN ANDAI Aku BISA KEMBALI Aku TIDAK INGIN ADA LAGI HAL YANG SAMA TERJADI PADAKU TERJADI PADA SIAPAPUN
TUHAN ANDAI Aku BISA MEMOHON JANGAN ADA TANGIS DAN DUKA DI DUNIA LAGI TUHAN ANDAI Aku BISA MENULIS SURAT UNTUKMU JANGAN PISAHKAN Aku DARI SAHABAT DAN ORANG YANG Aku SAYANGI.
Aku INGIN MENJADI DEWASA SEPERTI BURUNG YANG BISA TERBANG KETIKA IA DEWASA Aku INGIN AYAH MELIHAT Aku KETIKA Aku MEMILIKI LAGI KEINDAHAN GERAIAN RAMBUT..
TUHAN SURAT KECILKU INI.. ADALAH PERMINTAAN TERAKHIRKU ANDAI Aku BISA KEMBALI..
Hai nama saya agnes davonar, banyak orang yang menyebut saya penulis online dan novel fiksi. Saat ini saya tinggal di satu tempat dimana saya memiliki 3 anjing sebagai teman setia yang mencintai saya sepenuh hati.
saya penggila tenis dan saat ini hidup di satu tempat yang dapat membuat saya menulis dengan indahnya. banyak yang bilang saya penulis kontroversial karena sering membuat kisah-kisah yang tidak masuk akal hingga banyak yang merasa tidak dapat membedakan apa itu fiksi atau non fiksi.
karier saya sebagai penulis online dimulai 2 tahun lalu dan semua karya saya dapat dibaca secara gratis di situs pribadi saya http://www.agnesdavonar.net. Sampai saat ini saya telah mengeluarkan
70 cerita pendek online dan 4 novel online
kemudian
4 buku fisik.
1. Misteri kematian Gaby dan lagunya Jauh 2. Surat kecil Untuk Tuhan 3. Denny sumargo- catatan dibalik hidupnya. 4. Sahabat - tentang cinta , kisah cinta dan tragedi kehidupan. 5. oei hui lan kisah tragis putri orang terkaya di indonesia 6. my blackberry girlfriends
banyak yang mengenal saya karena kisah Gaby dan itulah awal dimulai kariel saya, tapi saya tidak merasa pernah bahagia karena Gaby membuat saya serba salah, tapi saya boleh berbangga hati kisah Surat Kecil Untuk Tuhan menjadi buku terbaik dalam hidup saya karena buku ini membuat banyak orang berpikir tentang kehidupan yang sesungguhnya sehingga membuat saya meraih penghargaan sebagai
the best inspiration blogger dalam olitopone detik.com blog award, kapanlagi award, the most infulental blogger 2009, the best writting blogger indonesia 2009. finalis blogger jawaban 2009. the best dsfl blogger 2009.
selebihnya saya mulai dikenal memiliki novel dengan pesan sosial tinggi karena itulah tujuan hidup saya, sebisa mungkin saya menjauhkan nilai-nilai tidak baik sehingga setiap pembaca saya dapat mengambil pelajaran dari kisah yang saya buat.
Terima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan kepada saya sehingga saat ini semua novel saya dapat mencetak best-seller, terima kasih juga kepada penerbit Taiwan yang menerbitkan buku saya disana hingga mencetak best-seller dan menyalurkannya ke seluruh asia tenggara.
saya bermimpi kelak saya duduk di bioskop dan melihat buku saya menjadi film yang membuat semua tersenyum dan semua orang dapat melihat apa yang ingin saya sampaikan kepada dunia tentang keajaiban hidup.
hingga tahun ini jadwal rilis buku saya masih ada 3 yang akan diterbitkan semoga saja tepat waktu.
bila anda memiliki pesan dan kritik alamatkan ke
agnesdavonar@hotmail.com
coming soon
gaby the movie september 2010 my blackberry girlfriend the movie 2011 surat kecil untuk tuhan the movie 2011 sahabat the movie 2011
Mungkin memang saya yang tidak punya perasaan atau malah penulisnya yang tidak bisa mendeskripsikan perasaan sampai-sampai saya sendiri tak tahu bagaimana harusnya saya mendeskripsikan perasaan saya saat membaca ini
Harusnya, sekali lagi seharusnya saya berurai air mata karena penderitaan Keke tapi tak setetes pun sanggup saya keluarkan berempati pun tidak, malah sebaliknya saya lebih melihat Keke seperti pengemis ia lebih mengharap agar dikasihani dalam penderitaan
ah, entahlah salah siapa. Bisa jadi saya dan selera saya yang kacangan. Bisa jadi Agnes dan Davonar yang bukan selera saya. Dan bisa jadi si Keke yang memang minta belas kasih berlebih
Lengkap juga typo yang beredar di mana-mana bak bintang yang bertabur di angkasa raya bahkan mengapa ada iklan cokelat kesukaan saya yang bisa nangkring di sana?
Tak sehelai tisu yang saya cabut dari tempatnya ah, mungkin Agnes dan Davonar terlalu berlebihan dalam beriklan dalam pesan di Friendster-nya, mereka pernah menulis ada yang pernah menangis di TransJakarta karena membaca buku ini saya pikir saya akan senasib dengannya, dengan orang itu
Ternyata tidak. Tidak sama sekali.
dan sekali pun, terima kasih karena cerita ini sangat menyiksa saya: seperti adegan sinetron Indonesia yang sungguh meminta empati sangat berlebih
dan sekali lagi, mungkin memang keterlaluan saya ini. Tak tahu perasaan Keke atau memang sudah tak punya hati dan perasaan untuk menangis.
Atau juga selera saya yang terlalu murah? Entahlah, tapi bisa saja.
Saya merogoh kocek saya sendiri yang notabene "cuma" kocek mahasiswa untuk beli buku ini di toko buku terdekat setelah mendapat rekomendasi dari teman sekelas saya waktu SMA. Katanya, buku ini menyentuh banget dan membuat dia menangis tersedu-sedu sewaktu membaca. Tersulut rasa penasaran, karena saya tahu teman saya satu ini biasanya sangat jaim dan sok cool (?), saya langsung beli dan saya baca di perjalanan kemarin ke Cirebon dan sekitarnya.
Betapa kecewanya saya ketika disapa oleh editing yang berantakan. Banyak sekali typo (entah disengaja atau tidak, entah sadar salah atau tidak) dan penggunaan kata depan yang tidak sesuai dengan kaidah ("di" disambung atau tidak dengan kata berikutnya). Endorsement berlebihan dari Chocolatos dan cemilan-cemilan lain juga mengganggu banget. Setelah dipikir, ini kan sudah cetakan kedua. Apa iya pembaca-pembaca buku ini tidak ada yang merasa seterganggu saya dengan penulisan yang buruk ini hingga tidak ada yang complain ke penulisnya?
Saya nggak menyanggah bahwa cerita ini punya potensi untuk menyentuh. Tapi mungkin karena sudah keburu kesal dengan penulisannya, saya cuma terenyuh sedikit di halaman-halaman terakhir, itu pun karena saya memang punya soft spot terhadap adegan kematian. Secara plot dan pacing, buku ini kacau balau. Tidak ada twist, nadanya sedikit menggurui, pada intinya buku ini tidak ditulis dengan baik. Mungkin ini karena Agnes dan Davonar (yup, mereka bukan satu orang seperti yang saya kira) terbiasa menulis di blog. Tapi saya rasa blogger dan juga editornya pun mestinya menggunakan buku EYD.
Sebagai sebuah memoir, buku ini mungkin sudah serve its purpose karena sudah mengkronikelkan sesuatu yang tidak dilalui oleh semua ornag. Tapi masih banyak yang harus diperbaiki sebelum ini bisa disebut karya sastra yang layak dibaca.
mari kita mulai! tentunya kita sudah tidak asing dengan SKUT. sebuah film yang di adaptasi dari novel berjudul sama yang bercerita tentang Keke, seorang gadis 13 tahun (14 menjelang akhir buku) yang berjuang melawan kanke jaringan lunak yang merusak(?) wajahnya.
sudah menjadi kebiasaan kalau saya akan membaca novelnya lebih dulu sebelum menonton filmnya. jadi kemudian buku di tangan setelah transaksi dengan Togamas di Sidoarjo kota. namun saat sepulang dari sana saya langsung kecewa.
apa yang membuat saya kecewa?
secara frontal saya akan bilang, Agnes Davonar tidak mengolah novel ini dengan baik.
mengapa saya bilang begitu? Agnes Davonar menggunakan POV1 Keke, artinya seharusnya apapun yang ditulis adalah hasil pengamatan dan pengetahuan Keke. tapi nyatanya tidak, ada beberapa istilah yang harusnya tidak dimengerti oleh gadis remaja 13 tahun yang dimasukkan seakan-akan ia mengerti istilah itu (dalam hati saya memaki, saya aja nggak tahu apa maksudnya)
kedua, POV1 ini berpindah dengan sangat tidak wajar. ketika Keke merasakan matanya merah, hidungnya mati rasa dan susah bernafas. sang Dokter THT meminta Keke keluar dan memberikan penjelasan pada ayah Keke tentang penyakit Keke. dan tahukah apa yang terjadi saudara-saudara sekalian.
POV berubah menjadi POV3 secara tiba-tiba.
apa'an nih? Hoi! Keke kan di luar, kenapa terdengar pembicaraan Ayah dan Dokter THT? Keke kan di luar? aah...ini POV 3 ternyata. nggak bilang-bilang sih,
Ketiga, Style bahasanya seperti orang curhat. kalian pernah nulis Diary? pernah dunk, sebuah tulisan full narasi yang tidak banyak menjelaskan dialog dan deskripsi, ayolah! pantaskah Diary di bukukan? Raditya DIka saja yang menggunakan Style ini masih bisa mengolahnya dengan baik. apakah kamu (kalian) tidak bisa Agnes Davonar? Style bahasa SKUT sangatlah full narasi, terlalu lebay (dalam pandangan saya) dan sangat tidak menggambarkan kedewasaan penulis.
mari kita bandingkan dengan gaya bahasa penulis amatir di kemudian.com
baca! baca cerita itu, penulisnya adalah teman saya sesama penulis. bandingkan dengan gaya bahasa curhat milik Agnes Davonar, mana yang lebih menyerupai Novel? SKUT karya mereka atau SILENCE karya Aochi?
benar kawan, dengan begini saja saya sudah bisa menuduh kalau AGnes Davonar sedang menulis Diary dengan berpura-pura menjadi orang lain.
Kesimpulan.
Kepada Keke, jika kau punya Laptop di alam kubur yang kebetulan terkoneksi Internet dan dikau membaca tulisan saya ini. hantuilah penulisnya. kisah kamu sangat keren! menginspiras, semangat hidupmu tertular pad saya, TAPI DENGAN CARA YANG SALAH. Agnes Davonar telah membuat saya ilfil meski pada akhirnya saya menamatkan buku ini.
NB : jika Agnes Davonar (atau temen mereka) membaca tulisan saya ini. katakan pada mereka, saya menantang mereka membuat cerita yang nggak curhat.
sekian dan terima kasih..
sekali lagi, mumpung di suasana lebaran, maafkan kekasaran saya ya.... Salam!
Tertarik beli buku ini karena ada yg bilang lebih bagus dari laskar pelangi.
Beredar di milis dan di forum-forum yang mulai mengangkat topik buku ini, konon katanya buku ini berhasil membuat pembacanya menangis dan bertobat. Penasaran juga apa sih yang membuat orang-orang begitu tersentuh dengan kisah buku yang diberi judul "SURAT KECIL UNTUK TUHAN" ini? Ternyata memang tidak salah buku ini dibilang hebat.
Jawabnya adalah
"Buku ini buku kisah nyata perjalanan gadis Indonesia berumur belasan tahun yang divonis kanker jaringan Lunak di Kepala dan kasusnya menjadi kasus pertama di Indonesia. Buku ini jadi pergunjingan karena sang tokoh yang beranjak dewasa dalam buku ini, Gitta Sesa Wanda Cantika (Keke) adalah mantan artis cilik sekaligus mantan penerima penghargaan siswa prestasi teladan Indonesia.
Umurnya 13 tahun ketika kanker itu menyerang dan mulai mengisi hari-harinya. Ia meninggal saat usia 16 tahun, sekitar 2 tahun lalu.
Keke, panggilan akrabnya, meski kanker itu sedemikan hebatnya menghabisi fisiknya namun tidak untuk mentalnya. Dia tetap bersikeras untuk tetap sekolah, Mengikuti Ujian sekolah bahkan BERPUASA! Juga bagaimana perjuangan ayahnya yang luar biasa untuk mencarikan pengobatan terbaik bagi putrinya. Ketabahan dan keihklasan Keke menerima penyakitnya itu membuat semua orang takjub. Terlebih tatkala kanker menyerang untuk pertama kali, dia divonis dokter hanya berusia lima hari ternyata bisa bertahan dan sempat dinyatakan sehat! Subhanallah, sebuah kuasa Allah yang menggugurkan segala teori manusia. Bahwa rencana Allah adalah pasti dan Allah adalah sebaik-baik pembuat rencana.
Meski kemudian ternyata kanker itu "comeback", Keke tetap tabah dan ikhlas menerimanya. Dan lagi-lagi bagaimana ketabahan dan keikhlasan Keke menghadirkan kuasa Allah hingga ia mampu bertahan lebih lama walau akhirnya meninggal.
Ia pun sempat menuliskan sebuah surat. "Aku bersyukur pada apa yang aku miliki dan aku berharap tidak ada lagi orang yang mengalami hal sama terjadi padaku..." itu cuplikan surat keke pada Tuhan.
Sewaktu Anton meninggal dunia, aku dah rasa malas nak baca. Namun kesungguhan hidup Angle membuatkan aku teruskan sampai habis. Sedih ya amat. Menangis sahaja kerjanya membaca novel yang ini.
Identitas Buku Judul Buku : Surat Kecil Untuk Tuhan Penerbit : Inandra Published Tahun Terbit : 2008 Cetakan : Jakarta,September 2011 Edisi : Ke – 8 Tebal : 232 Halaman Pengarang : Agnes Danovar Resensi *** Novel ini menceritakan kisah Gita Sesa Wanda Cantika atau lebih di kenal dengan Keke, seorang gadis remaja yang berusia 13 tahun telah menghinggap penyakit langka Rabdomisarkoma (kanker jaringan lunak) pertama di Indonesia. Kanker ini menyerang bagian wajahnya hingga berubah menjadi monster. Walau dalam keadaan menderita, Keke tetap berjuang melawan kanker ganas yang dideritanya. Keke terpaksa menjalani serangkaian terapi yaitu kemoterapi dan radioterapi hampir setahun lamanya,sehingga membuat rambutnya sedikit demi sedikit rontok, kulitnya pucat, tubuhnya mengecil dan sering mual-mual. Ketekunan usahanya membuahkan hasil, Keke dinyatakan sembuh dan bisa menjalani aktivitas sehari-hari. Setahun lebih kemudian kanker ganas tersebut kembali lagi, bahkan lebih parah dari yang sebelunya. Kanker itu mulai menyebar hingga ke jantung, paru-paru dan organ tubuh lainya. Ratusan dokter banyak yang menolak mengobatinya, sehingga Keke di bawa`ke Singapura untuk melakukan pengobatan. Seiring berjalanya waktu, kondisi Keke belum membaik. Ratusan dokter memprediksi Keke tidak dapat bertahan lama, namun pada akhirnya Keke dapat bertahan lebih satu tahun. Penyakit Keke tidak dapat di sembuhkan lagi. Sebelum menghembuskan nafasnya Keke menulis sebuah surat kecil untuk tuhan dan berharap tidak ada air mata lagi yang terjadi karenanya. Akhirnya Keke meninggal pada tanggal 25 Desember 2006 setelah merayakan Idul Fitri terakhir bersama keluarganya dan teman-temanya. Kanker ganas yang di deritanya tidak membuatnya patah semangat. Keke terus berjuang dalam melawan kanker ganasnya. Dia tetap mencetak prestasi di sekolahnya. Hal ini patut dicontoh untuk kita semua. Setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya. Jadi berusahalah untuk mencari jalan keluar. Allah memberikan cobaan sesuai kemampuan hamba-Nya. *** Novel ini ditulis oleh dua saudara yang bersatu dalam sebuah karya yaitu Agnes dan Danovar. Kelebihannya novel ini diambil dari kisah nyata. Gaya bahasanya mudah di mengerti. Banyak pelajaran yang sangat berharga untuk kita contoh. Novel ini juga melampirkan foto-foto Keke dan sahabat-sahabatnya di pemakaman. Novel ini juga melampirkan surat yang di tulis Keke yang berjudul surat kecil untuk tuhan. Novel ini sudah Best Seller, saya rasa tidak ada kelemahannya.
Sejujurnya, gaya penulisannya Agnes kacau. Tanda baca yang tidak tepat dan sebagainya bertebaran dimana-mana.
Satu lagi, penggunaan sudut pandang yang aneh. Buku ini menggunakan sudut pandang pertama dari sisi Keke kan, tapi bagaimana bisa juga Keke tahu kejadian-kejadian lain yang padahal tak melibatkan dirinya -_- Aneh banget. Ini adalah Keke yang bicara, tapi dia tahu apa saja yang dilakukan orang, apa yang dikatakan orang, apa yang dipikirkan orang, seakan dia Tuhan :s
Tapi sudah lah... toh, kalau aku udah suka sama sebuah cerita, hal-hal seperti itu bisa kumaafkan begitu saja, dan aku nggak ambil pusing.
Intinya, ceritanya bagus dan menginspirasi. Mungkin nggak menginspirasi yang bagaimana-bagaimana ya... karena semua hal yang ingin disampaikan ke pembaca mungkin sudah pada seumumnya tahu.(dan harusnya memang begitu). Tapi buku ini bisa mengingatkan, karena manusia boleh sudah tahu segala hal, tapi manusia juga sering 'bandel' dengan mengabaikan apa yang sebenarnya sudah diketahui. Harap, dengan membaca buku ini kita mengingat kembali hal-hal itu dan kembali intropeksi diri.
Btw, ini benar-benar kisah nyata nggak, sih? Maksudku, apa ini cuma based on true story, atau keseluruhannya benar-benar nyata? Aku mau mempertanyakan mimpi terakhir Keke itu, yang bertemu bidadari cantik di sebuah rumah bak istana di tengah kota Paris, saat dia koma. Kalau ini kisah nyata, berarti mimpinya benaran, kan? Kalau benaran, si penulis tahu darimana cerita mimpi itu? Keke sempat cerita ke ayah/kakaknya tentang mimpi itu?
Btw, kaget juga pas tahu kalau Keke dulu pernah jadi penyanyi artis cilik.. nggak familiar soalnya ^ ^ *brb gugling*
Kecewa deh sama Andi, kekasih Keke, fotonya nggak ada dicantumin di buku. Penasaram saja mau lihat ^ ^;
buku ini ternyata sudah tergeletak setahun lebih di lemari bukuku. hadiah dari seorang kawan yang tak sempat aku buka-buka dan aku baca, dan baru aku baca setelah beberapa hari lalu aku melihat di televisi mengenai pemutaran perdana filmnya.
well, jika dibandingan dengan filmnya, kualitas di buku ini buruk sekali. pengarang dengan nama agnes danovar, menulis mirip sekali seperti adik saya yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 6. maaf, tapi itulah kenyataannya.
.. Sebenarnya, saya sudah cukup lama tahu tentang novel SKUT yang kemudian diangkat ke layar lebar. Namun, saya baru berkesempatan membacanya setelah seorang teman sejawat memperlihatkan beberapa novel miliknya. Saat itu saya bergumam, “Ah, paling buku ini adalah satu dari sekian kisah nyata yang bertujuan memberikan motivasi.. Kurang lebih sama dengan yang lainnya..”:D
..Yang membuat saya heran, setelah membaca SKUT, saya kok gak meneteskan air mata yes? :D Ada apa dengan saya? Atau mungkinkah sebaliknya, ada apa dengan buku SKUT? Karena ada penasaran, saya coba buat daftar beberapa hal yang nampaknya mengaburkan rasa sensitivitas saya :D –walaupun saya sebenarnya kurang paham tentang istilah dalam teknik menulis :P
Antara lain: 1. Seingat saya, ini adalah kali pertama saya melihat sebuah novel yang di bagian sampulnya ada iklan makanan ringannya. Kesannya jadi kurang serius :D
2. Sebenarnya nggak terlalu masalah, bila gaya bahasa SKUT nampak seperti curahan hati yang dituangkan dalam buku harian pribadi [ini seperti halnya novel ‘It Happened to Nancy’ yang ditulis oleh humm.. Anonymous :D]. Tapi saat membacanya, saya kok jadi membayangkan gaya bahasa dalam manga serial cantik dari Japan? :D
3. Sepertinya buku SKUT yang saya baca ini telah mengalami revisi. Tapi kok masih saja ada beberapa typo? Selain itu ada pula penggunaan ‘tanda seru’ [!] yang sepertinya, nggak pada tempatnya. Bagi saya.. itu mengganggu :D
4. Bila sang penulis menempatkan dirinya sebagai tokoh utama, darimana ia tahu tentang beberapa kegiatan yang dilakukan oleh beberapa karakter pembantu dalam cerita tersebut? Satu contoh misalnya, saat itu sang tokoh utama sedang menunggu di luar ruangan dokter, tapi kok seolah ia tahu jelas dialog antara sang ayah dan dokter?
5. Dalam pemahaman saya, sang tokoh utama yang memiliki keinginan besar untuk bisa masuk ke SMA seperti teman-temanya yang lain, mengalami penurunan kondisi kesehatan, setelah beberapa hari ujian kelulusan sekolah. Sehingga ia perlu dirawat di rumah sakit. Setelah sadar dari koma beberapa hari, sang tokoh utama akhirnya dipanggil Sang Khalik yang lebih mencintainya.. Itu di satu bagian. Tapi kalau dihubungkan dengan satu dua foto maupun kata kesan yang disampaikan oleh beberapa temannya, kok seolah ia dan teman-temannya sudah memakai seragam SMA? Bahkan, ada pula sahabat yang berkata, mereka saling mengenal sejak di bangku SMA. Adakah alur kisah yang nggak sempat digambarkan? Atau sayanya aja yang terlalu cepat menyimpulkan demikian?
6. Untuk mengusir kesepian di kamarnya, digambarkan, sang tokoh utama menonton sinetron buku Harian Nayla. Yang terbersit di benak saya adalah sinetron itu masih kurang menyentuh.. Yah, asal tahu saja, sinetron itu merupakan adaptasi kisah nyata seorang gadis Jepang bernama Kitou Aya atau juga biasa dipanggil Ikeuchi Aya yang terserang sindrom Cerebellar Ataxia [dan bukan Antraksia, seperti yang disebutkan penulis], selama kira-kira 10 tahun menjelang akhir kehidupannya. Bahkan, kisah Aya mampu menguras air mata saya :D Aya, adalah salah seorang inspirator bagi saya. Lalu..
..Saya bukan sok tahu.. Tapi mengingat karyanya yang sudah diakui secara internasional, semoga ke depannya Davonar bisa lebih berhati-hati lagi dalam penyusunan alur cerita nanti. Apalagi yang bergenre kisah nyata. Maksud/menurut saya, dalam hal ini, sebaiknya penulis agak lebih konsisten dalam menempatkan dirinya. Mau jadi pelaku atau pengamat kisah nyata #sotoy
- Dengan menuliskan catatan di atas, sungguh saya nggak bermaksud mencela kisah nyata dari seorang gadis kuat seperti Keke. Karena pastinya, kisahnya telah menginspirasi banyak orang, terutama bagi orang-orang yang pernah hadir dalam hidupnya dan mungkin bagi mereka yang memiliki kasus penyakit yang mirip dengan Keke.
Menjalani kehidupan seperti Keke membutuhkan ketegaran dan kebesaran jiwa. Walau bagaimana pun, nggak semua orang mampu menghadapi kenyataan pahit yang bakal menemaninya hingga akhir hidupnya. Peran seperti Keke dan Ayalah yang dihadirkan Tuhan supaya kita bisa mengambil hikmahnya. Di sisi lain, untuk beberapa alasan, kisah nyata tentang perjuangan hidup seperti ini biasanya lebih menarik minat saya untuk membacanya. Apalagi pada kisah yang mampu membuat saya terharu :D
Walaupun kisah SKUT nggak mampu membuat saya menangis, tapi paling nggak, kisah Keke masuk dalam deretan kisah nyata yang membuat saya lebih menarik kesimpulan lagi. Bahwa, secara mental, beberapa orang sakit nampak begitu kuat seperti halnya orang sehat. Sebaliknya, secara mental pula, beberapa orang sehat justru memperlihatkan sisi lemahnya melebihi orang sakit.. Wow. Kenapa bisa begitu yes? :D
Saya merampungkannya dalam waktu dua hari [22012012].
This novel tells the story of a teenage girl who brave, steadfast, unyielding in the face of terrible illness. She named Gita Sesa Wanda Cantika always is called Keke. Gita was living with his father and two older brother, Chika and Chiki. She does not live with her mother because since 6th grade her mother and father split up (divorce). Keke suffered Rhabdomyosarcoma cancer when she was 13 years old. At that time the cancer was sitting in 7th grade junior high school. His cancer is highly malignant cancer and had never appeared in the world. And was first attacked Keke. Rhabdomyosarcoma can grow increasingly larger in 5 days. At that time Keke body heat and keep your nose, he thought only the common cold alone. But when she sent to the hospital and after experiencing the complicated process of checking it turns out he is sentenced to suffer the malignant cancer. On day the cancer was growing up to cover some of Keke's face. Keke beginning to feel embarrassed and had to surrender. However, because of support from her father, her friends, her brothers and do not forget her boyfriend, Andi. Keke became increasingly rigid and resilient in the face of illness. Keke is friendly and good child, so she has many friends who always support it. Mr. Jodi, fathers Keke always trying to find the best doctor of medicine in Indonesia for healing his daughter. He never give up just because he want to healing his beloved child. She consumed any alternative medicine but cancer still enlarged. One day her father consulted with dr. Mukhlis, a doctor who had been caring for Keke, and advised to do chemo for 7 times. After undergoing chemotherapy and radiation by a red light, the cancer eventually disappeared from his body. But months later the cancer came back in body Keke and increasingly immune. The process of cancer chemotherapy again but it did not disappear but just bigger. Her father never stopped looking for a doctor or physician professionals in Indonesia, but no one could. Finally her father decided to take Keke went to Singapore. But doctors at Singapore just have a way to perform a small operation and the operation does not guarantee to destroy the cancer. After undergoing minor surgery, Keke and her father decided to return to Indonesia to live a street drug in her home alone. She was able to survive with cancer for 3 years. That's because the support from the father, brother, and her friends. Even more surprising she was able to follow the national exam even though the situation is very worrying and she still struggled. Because of her struggle with all his strength, finally she got the third rank. Because she minded so serious, he finally had the crisis a few days at Cipto Mangunkusumo. And finally she died on December 25, 2006.
This novel tells the story of the struggle an active teenagers 13-year-old named Keke in combating malignant cancers suffered. Because of ferociously, it could kill Keke cancer within five days. one morning, Keke woke up with unusual circumstances. His eyes were red and his nose-bleed. Keke Parents directly bring her to the doctor for checkup. Originally Keke just think that it's just the common cold. But Keke wrong, it was not the common cold but a malignant cancer. keke's father was keep this from her, because he feared that keke will know that she will surgery and lost most of his left face. one day, in the face of Keke began to grow lumps as tennis balls and slowly began to change into for coconut. Finally Keke make chemotherapy treatment in the form of a series, where each one contains a series of six chemotherapy. After undergoing a series of chemotherapy, Keke, was declared cured by a doctor. How happy Keke at that time. Then Keke held a thanksgiving ceremony as a sign of gratitude to Allah SWT for giving healing for her. But the happiness it only lasted for a few months. Keke suddenly felt an awkwardness . He felt the accident has come again. Sure enough, it turns malignant cancer came back. Keke had to undergo various kinds of treatment. Although ultimately Keke must leave this world. mandate that can i take from this books are: 1. In such circumstances whatsoever, whether healthy or sick, we must always remember to God Almighty God Almighty, high spirited, high powered fighting and do not know the word desperate. 2. HEALTH IS EXPENSIVE therefore, while we were still given the health, we must guard it well. Avoid food / beverage / lifestyle that can cause diseases malignant as cancer, stroke and others
Saya denger judul ini dari adik, yang berkoar-koar bilang cerita ini keren banget (filmnya). Jadilah saya tertarik beli novelnya (walaupun kala itu agak males liat cover yang dipenuhi iklan besar-besar).
Singkat cerita, saya beli novel ini, dan langsung baca begitu sampai di rumah.
Respon pertama saya waktu buka halaman pertama: kening berkerut, liat cover untuk memastikan kalau penulisnya bukanlah Keke, si tokoh utama. Ternyata, ya, penulisnya bukan Keke. Dan ini bikin kening saya makin berkerut.
Kenapa? Karena gaya tulisannya kayak curhatan anak SMP. Serius, mengingatkan saya sama tulisan saya dulu. Malah mungkin penggunaan tanda baca di tulisan saya masa SMP lebih rapi.
Awalnya saya masih sok asyik, lanjutin baca aja. "Anggaplah ini Keke, seorang anak SMP, yang nulis kisah nyatanya secara langsung. Anggap ini diary anak SMP," kata saya dalam hati.
Tapi ternyata makin aneh. POV yang awalnya POV Keke, kadang tiba-tiba berubah gitu aja jadi POV3. Dan ternyata tanda bacanya betul-betul mengganggu saya. Terlalu banyak kesalahan penggunaan tanda seru dan tanda tanya yang bikin saya pusing sendiri. Ini orang ngomong apa teriak-teriak? Ini orang ngasih tau apa nanya?
Lalu saya menutup buku ini di halaman ke ... sekian belas. Nggak jauh setelah Keke dapat vonis dokter. Saya menyerah. Kepala saya pusing bacanya.
Akhirnya saya menonton filmnya, dan (walaupun kurang puas juga dengan filmnya) bisa mengetahui gimana hebatnya perjuangan Keke dari sana, bukan dari novelnya--padahal biasanya saya lebih suka baca buku dibanding nonton film.
Keke adalah seorang gadis cilik yang berumur 13 tahun, ketika ia masih kecil, ia sudah di vonis penyakit kanker ganas bernama Rabdomiosarkoma, sulit baginya untuk mengerti penyakit apa yang menyerang bagian wajahnya itu. Dokter bilang Keke terkena kanker jaringan lunak yang sangat langkah dan menjadi orang pertama di Indonesia yang mengalami penyakit itu.Keke sedih ketika ayahnya menangis menolak permintaan dokter untuk melakukan operasi di wajah anak perempuan satu - satunya itu. Dokter Keke berkata: bila Keke tidak melakukan operasi, maka hidup Keke tidak akan bertahan lama lebih dari 3 bulan. Keke sangat terkejut, karena penyakit itu tidak memiliki tanda-tanda apapun selain Keke mengalami sakit mata yang diikuti dengan mimisan yang terjadi selama seminggu. Kanker itu hanya seukuran kuku jari Keke dan bersarang di bagian pelipis mata Keke, tapi operasi itu mengharuskan Keke kehilangan sebagian wajah kiri dan mata Keke.Ayah Keke tentu tidak akan rela anaknya akan kehilangan bagian wajahnya karena Keke adalah seorang anak gadis yang akan tumbuh dewasa bagaimanapun kelak. Keke tidak pernah paham seberapa menakutkan penyakit itu hingga Keke merasakan sendiri bagian wajahnya mulai membengkak sebesar bola tenis dan buta. Ketika Keke menangis merasakan kesakitan, ayahnya tidak pernah mau jujur mengatakan penyakit itu. Hingga akhirnya Keke berjuang hidup selama 3 bulan mencari pengobatan tradisional dan seseorang ulama mengatakan pada Keke, bahwa ia terserang kanker.Perasaan Keke saat itu sangat hancur, Keke tau hidupnya tidak akan lama lagi dengan keadaan buta dan kehilangan pernafasan hidung sebelah kiri. Keke menangis dan protes kepada Tuhan, mengapa Ia tega merenggut masa remaja dan kesempatannya untuk menjadi penyanyi dan model. Air mata yang berjatuhan setiap harinya tak pernah Keke lewatkan ketika rasa sakit kanker itu datang. Walau demikian Keke sungguh beruntung, sahabat, keluarga dan kekasihnya selalu ada disamping Keke untuk memberikan dukungan tanpa henti.Ketika itu Keke mulai pasrah Tuhan menjemputnya, Keke hanya berdoa berharap kepada Tuhan agar ia memberikannya waktu lebih lama di dunia ini untuk mengucapkan selamat berpisah dengan sahabat, kekasih dan terutama untuk membuat ayahnya bahagia lebih lama.Disaat itu Keke tidak mampu berdiri dan mengalami kritis. Tuhan mendengar doa Keke, disaat itulah Keke mendapatkan sebuah muzizat, seorang dokter menyelamatkannya dari penyakit itu disaat-saat terakhir hidupnya. Keke sembuh dan kanker diwajahnya menghilang secara ajaib.
Keke merasakan kebaikan Tuhan padanya dan melawan vonis kematian yang dikatakan dokter padanya, Keke pun berjanji padanNYA mulai saat itu untuk bersyukur akan kehidupan yang Ia berikan pada Keke. Usai penyakit itu hilang dalam hidupnya, Keke melewatkan hari-harinya dengan bahagia bersama keluarga dan teman-temannya, Keke juga menghabiskan waktunya untuk belajar kitab suci dan mendekatkan dirinya pada Tuhan. Hidup-hidup Keke pun berlalu dengan bahagia walaupun pada akhirnya hal yang tak Keke harapkan terjadi lagi dalam hidupnya ketika kanker itu kembali padanya, kini penyakit ganis itu menyerang wajah sebelah kanan Keke.Disaat Keke mendapatkan vonis itu kembali, Keke tidak lagi takut dan tidak lagi marah kepada Tuhan. Keke bersyukur padaNYA, Ia memberikan kesempatan lebih lama di dunia ini untuk dapat bersama sahabat, keluarga dan kekasihnya.Walau air mata berjatuhan disampingnya, Keke berusaha untuk tegar dan mengatakan kepada semua orang, kalau ujian dalam hidupnya adalah tanda sayang Tuhan kepada Keke.Dokter yang menyelamatkan hidup Keke pertama kalinya menyerah, ia tidak sanggup lagi menyelamatkannya. Keke hanya tersenyum dan berjanji untuk bertahan hidup hingga ia bisa melewatkan ujian terakhirnya di dunia ini agar bisa lulus di bangku SMP. Walau Keke buta dan lumpuh, ia berjanji pada Tuhan dan sahabat-sahabatnya untuk lulus dan memakai seragam SMA.Hidup adalah anugerah yang indah. Atas kebaikan Tuhan, Keke mampu mengikuti ujian sekolah dengan kondisinya yang semakin parah. Keke bersyukur karena bisa lulus dengan baik dan sampai akhirnya mampu memakai seragam rok abu-abu bersama sahabat-sahabatnya walau hanya sehari disaat sebelum Keke harus dilarikan ke rumah sakit karena darah terus mengalir di hidungnya.Kematiannya semakin dekat dan itu bisa ia rasakan disaat hembusan nafasnya semakin berat.Tapi Keke tidak ingin pergi dari dunia ini tanpa menuliskan surat kepada Tuhan..surat yang telah membuatnya hidup sebagai seorang gadis yang berjuang untuk hidup dan ribuan anak-anak lain yang mengalami penyakit kanker yang sama dengannya.Keke berharap ketika ia tidak ada lagi di dunia ini, kisahnya akan menjadi inspirasi bagi siapapun yang ada di dunia ini untuk bersyukur akan hidup. Karena Tuhan begitu mencintai kita dengan cobaannya.
Sobat.. bila ada tawa di dunia ini, maka akan ada tangis disampingnya.
Judul Buku /Novel : Surat Kecil Untuk Tuhan Penerbit : Inandra Published Tahun Terbit : 2008 Jumlah halaman : 228 Pengarang : Agnes Danovar Uraian : Novel ini mengisahkan kehidupan gadis berusia 13 tahun bernama Gita Sesa Wanda Cantika (Keke) yang mengidap kanker jaringan lunak yang sangat ganas. Kanker ini sangat ganas dan belum ditemukan metode yang tepat untuk mengobati jenis kanker ini kecuali dioperasi. Untuk dioperasi pun, Keke harus merelakan setengah dari wajahnya diangkat. Tidak mau melihat anaknya menjadi sedih dengan efek yang ditimbulkan setelah operasi, sang ayahpun ingin melakukan metode lain yang setidaknya tidak membuat anaknya menjadi cacat. Dokter melihat kondisi Keke, dokter hanya bisa menyarankan dua cara, yaitu operasi dan kemo therapi. Keke dan ayahnya pun memilih metode kemoterapi. Seiring bergantinya waktu, kanker tersebut sedikit demi sedikit mulai tampak bentuknya di wajah Keke. Maka, agar tak semakin membesar, Keke pun segera melakukan kemotherapi. Awal kemo tubuh Keke merespon dengan baik obat-obatan keras yang masuk ketubuhnya, tetapi mengakibatkan rambut Keke rontok secara perlahan-lahan dan membuat kepalanya gundul. Awalnya Keke merasa tak terima dengan keadaannya, tetapi karena semangat dari teman-temannya ia pun percaya diri dan semangat kembali. Setelah efek kemoterapi yang dihasilkan pun terlihat dan membuat Keke dan ayah pun lega karena kanker tersebut sudah lenyap dari wajah keke. Hidup Keke pun kembali normal selama beberapa bulan, tetapi setelah itu kanker itupun muncul lagi dan membuat tubuh keke menjadi tak berdaya. Tak mau melihat anaknya sedih, ayah Keke berusaha untuk memberikan pengobatan mulai dari memberikan obat-obatan herbal hingga berobat ke luar negeri, tetapi hasil yang diperoleh tak membuat Keke menjadi lebih baik. Keke semakin lemah dan lumpuh, bahkan sempat koma. Semangat Keke yang dulu berapi-api, kini menjadi lemah dan mulai menyerah terhadap penyakitnya. Dan akhirnya ia meninggal dan meninggalkan surat.
SURAT KECIL UNTUK TUHAN Tuhan . . . Andai aku bisa kembali Aku tidak ingin ada tangisan didunia ini Tuhan . . . Andai aku bisa kembali Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku terjadi pada orang lain Tuhan . . . Bolehkan aku menulis surat kecil untuk-Mu Tuhan . . . Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu Tuhan . . . Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya Tuhan . . . Izinkanlah rambutku kembali tumbuh agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya Tuhan . . . Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi Agar aku bias memberikan kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku Tuhan . . . Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa Agar aku bisa memberikan arti hidup kepada siapapun yang mengenalku Tuhan . . . Surat kecilku ini Adalah surat terakhir dalam hidupku Andai aku bisa kembali . . . Ke dunia yang Kau berikan padaku
Kelebihan buku : a.Dapat membuat pembaca terhanyut dalam kisah yang diceritakan didalam novel ini. b. Kisah yang diangkat dari kehidupan nyata dan sangat menyentuh. c. Melampirkan beberapa foto perjuangan Keke dalam melawan kanker ganas hingga foto sahabat-sahabat Keke di pemakaman saat Keke menghadap Sang Pencipta. d.Mengajarkan kita agar ikhlas dan tabah menerima cobaan dari Allah dan yakin setiap cobaan pasti ada jalan keluarnya Kekurangan buku : a.Masih ada penulisan yang salah dan juga ada penulisan yang kurang menarik dan sulit dimengerti. b.Kata-kata penulis yang membuat pembaca berimajinasi lain dalam menafsirkan kata-kata kiasan penulis.
Judul Buku : Surat Kecil Untuk Tuhan Penulis : Agnes Davanor Penerbit : Inandra Published Jakarta tahun 2008 Tebal Novel : 232 halaman Dalam novel ini menceritakan tentang perjuangan seorang gadis yang mengidap penyakit kanker ganas Rabdomiosarkoma. Berawal dari inspirasi seorang gadis ini Agnes Davanor seorang cerpenis online mendapatkan kesempatan untuk menuangkan kisah nyata gadis ini dalam bentuk karya sastra Novel. Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang terserang penyakit kanker ganas Rabdomiosarkoma. Namanya gita Sessa Wanda Cantika yang dikenal sebagai mantan artis pada era 1998. Gadis ini merupakan tokoh utama yang berperan dalam cerita novel ini. Dia divonias akan hidup tidak lama lagi. Kanker itu telah menggerogoti wajahnya sehingga terlihat seperti monster. Walaupun dalam keadaan yang seperti itu Keke tetap bersemangat untuk hidup dan bersekolah layaknya wanita normal lainnya. Orang tuanya berat mengambil keputusan, namun selayaknya orang tua, mereka tidak tega melihat wajah putrinya hilang sebelah karena operasi. Keke juga aktif berprestasi. Dan pada akhirnya Keke disarankan untuk berobat ke Singapura. Kondisi Keke pun semakin parah karena kankernya sudah menjalar ke seluruh tubuh. Satu hal yang membuat diriku terharu yaitu semangat belajarnya yang tak menyusut sama sekali meskipun dalam kondisi terparahpun. Waktupun berlalu, namun kondisi Keke tidak kunjung membaik dan harus di obname di RSCM selama 3 hari dan koma. Dalam kondisi yang seperti itu Allah memberikan berita yang membahagiakan yaitu menjadi juara 3 di kelasnya dalam UAS. Dan pada akhirnya Dokterpun menyerah dengan kankernya. Di nafas terakhirnya itu, ia menuliskan sebuah surat kecil untuk tuhan, surat ini mengandung kebesaran hati para remaja di indonesia agar tidak adanya air mata lagi baik yang terjadi untuk dirinya maupun lainnya. Nafasnya berakhir pada 25 desember 2006, meninggalkan keluarga dan sahabat-sahabtnya. Kelebihan dari novel ini yaitu membuat pembaca terhanyut dalam cerita ini. Novel ini juga menampilkan gambar-gambar / foto-foto mengenai kanker ganasnya hingga foto sahabatnya saat berada di pemakaman menghadap Sang Pencipta. Mengajarkan pada kita mengenai keikhlasan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan. Dan yakin bahwa cobaan apapun itu ada jalan keluarnya. Untuk kekurangan dari novel ini masih diketemukannya penulisan kata yang salah. Masih adanya kalimat yang kurang menarik dan sulit dimengerti. Terkadang kata kiasan penulis yang memberi imajinasi lain dalam memberi inspirasi pada penulis lain. Dengan demikian, pada akhirnya novel ini layak untuk diterbitkan. Karena memiliki banyak kelebihan dapipada kekurangannya.
Surat kecil untuk Tuhan adalah salah satu novel Agnes Davonar yang menceritakan tentang kisah nyata seorang gadis remaja Indonesia yang bernama Gita Sesa Wanda Cantika atau yang biasa dipanggil Keke. Keke adalah gadis remaja yang cantik,pintar dan baik hati. Keke lahir pada tgl 15 Juni 1991 tepatnya di kota Jakarta. Namun,pada saat umurnya 13 tahun, Keke menderita kanker jaringan lunak yang menyerang wajahnya yang cantik sehingga menjadi monster dan dokter mengatakan kalau hidupnya tinggal beberapa bulan saja. Mengetahui kalau putri satu-satunya tidak dapat bertahan lama, ayah Keke pun tidak menyerah begitu saja. Ayahnya mencarikan berbagai cara supaya putri kesayangannya cepat sembuh dan terhindar dari vonis kematian. Dan cara yang terakhir dipilih adalah kemoterapi. Akhirnya Keke dapat sembuh karena di kemoterapi selama 6 kali dan peristiwa itu membuatnya kehilangan rambut.Semua keluarga sangat senang mengetahui Keke telah sembuh. Namun,tanpa diduga beberapa bulan kemudian,kanker itu kembali lagi dan mengharuskan Keke untuk menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali lagi. Tuhan memberikan anugerah dalam hidup Keke hingga dia bisa bertahan 3 tahun lamanya bersama kanker yang di deritanya walaupun lama-kelamaan tubuh Keke tidak bisa menerima obat keras yang sering masuk ke dalam tubuhnya dan akhirnya dia tidak bisa bertahan lagi. Keke meninggal jam 11 malam tgl 25 Desember 2006. Dan sebuah wangi melati muncul secara misterius pada saat detik-detik terakhir nafas Keke terjadi sekitar lima menit lamanya. Wangi itu mengakhiri perjuangan seorang Keke di dunia ini. Sebelum meninggal Keke sempat menuliskan sebuah surat kecil untuk Tuhan. Perjuangan Keke melawan kanker hingga semangat belajarnya menghadapi ujian hingga mendapatkan juara 3 seakan menjadi cerminan hidup kita untuk menjadi anak yang lebih bersyukur karena dikaruniai kesehatan oleh Tuhan sampai sekarang ini dan semangat dalam belajar dan meraih prestasi seblum meninggalkanb dunia yang indah dan tak abadi ini.
Judul : Surat Kecil untuk Tuhan Penerbit : Inandra Publisher Penulis : Agnes Davonar Jumlah halaman: 232 halaman
Gita Sesa Wanda Cantika atau sebut saja Keke, mantan gadis cilik era 1998 yang diserang kanker ganas pada usia 13 tahun. Kanker tersebut menyerang wajahnya dan membuat dirinya berwajah monster, dokter memvonis Keke akan mati apabila tidak segera dioperasi. Berat bagi papanya, Joddy untuk bisa mengiyakan operasi tersebut, beliau tidak tega melihat wajah anaknya rusak. Berbagai pengobatan alternatif dan tradisional pun dicobanya untuk menghindari operasi, tetapi kemoterapi tetap dijalani Keke. Dalam waktu 6 bulan, sel-sel kanker tersebut bisa hilang, namun akibat dari kemoterapi itu Keke kehilangan rambut dan tubuhnya menjadi kurus. Keke tetap tegar dan semangat hidupnya sangat tinggi, hal ini jugalah yang menjadi salah satu faktor sembuhnya Keke. Beberapa bulan kemudian, mimpi buruk datang. Kanker yang sempat hilang itu kembali padanya, bahkan menjadi lebih ganas. Keke pun pasrah menghadapi kanker tersebut yang semakin mengganas pada bagian lain wajahnya, bahkan telah manyentuh paru-parunya. Keadaan seperti itu tak menghentikan Keke untuk tetap semangat menyelesaikan pendidikannya. Dengan keadaan yang lemah, ia nekat untuk mengikuti ujian. Padahal tangannya itu sudah tak mampu menulis. Kerja kerasnya itu membuahkan hasil yang maksimal, ia meraih gelar “Siswa Teladan”. Keadaan yang semakin parah membawanya pada kematian. Mungkin Tuhan mempunyai rencana untuknya agar Keke bebas dari rasa sakit yang dideritanya. Selama 3 tahun, Keke hidup bersama kanker ganas itu. Namun semuanya telah lenyap.. Sebelum meninggal, Keke menuliskan sebuah surat kecil untuk Tuhan yang berisi untaian isi hatinya. Dalam buku ini terdapat kelebihan yang sangat menonjol, yaitu cerita ini berasal dari pengalaman nyata seseorang sehingga bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca. Kekurangan dalam novel ini yaitu ceritanya kurang begitu lengkap.
Identitas Buku: a. Judul : Surat Kecil untuk Tuhan b. Pengarang : Agnes Davonar c. Penerbit : Inandra Publisher d. Jumlah Halaman : 232 Halaman Sinopsis: Buku ini menceritakan perjuangan seorang gadis bernama Gita Sesa Wanda Cantika yang hidup melawan kanker ganas dan langka bernama Rabdhomiosarchoma. Dia adalah sosok yang sangat pintar, baik pada sesama, berbakti pada orang tua, dan setia pada sahabat-sahabatnya. Selama dia sakit, dia selalu bersabar, tidak pernah mengeluh di depan Ayah maupun sahabat-sahabatnya, dia juga gadis yang sangat kuat. Berkat kegigihan Ayahnya yang mencarikan obat ke mana-mana, akhirnya Keke dapat terbebas dari kanker yang bersarang di pelipis kananya itu. Dia sangat bersyukur dan bahagia karna dia sembuh dan terbebas dari penderitaannya. Namun, kebahagiaan Keke berhenti sampai di situ. Kanker yang pernah bersarang di pelipis kanannya kini berpindah ke pelipis kirinya. Karena sudah sering diobati dan dikemo alhirnya kanker itu kebal dan semakin nakal. Keke dan Ayahnya berusaha sekuat tenaga dan dengan segala usaha agar bisa menghilangkan enyakit itu. Namun, Tuhan berkehendak lain. Allah memanggil Keke untuk tinggal bersamanya di Surga. Dan dari kisah hidupnya itulah kita dapat belajar menjadi seseorang yang sabar dalam menerima cobaan, tetap berusaha tanpa putus asa, dan hanya meminta kepada Allah. Kelebihan Buku: Kelebihan buku ini adalah bahasa yang digunakan mudah dipahami, cara menceritakannya yang runtut dan menarik, serta mengajak pembaca juga merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh. Buku ini juga berisi motivasi serta pelajaran bagi kita khususnya dalam hal kesabaran. Kekurangan: Kekurangan buku ini menurut saya terletak pada sampil atau cover yang kurang menonjolkan Keke sebagai tokoh utama. Selebihnya buku ini sangat bagus dan cocok dibaca oleh remaja masa kini.
Buku ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak bernama Gita Sesa Wanda Cantika atau yang biasa dipanggil keke, dalam perjuangannya melawan penyakit ganas. Keke Bersekolah di SMP Al-Kamal dan dia adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara. Dia adalah anak yang aktif dan berprestasi.Tapi kedua orang tuanya bercerai. Suatu saat keke merasa tidak enak badan dan dia mimisan setelah diperiksakan ke dokter dia didiagnosa sinus. Kemudian dia dibawa ke dokter yang lebih pengalaman ternyata dia didiagnosa menderita kanker jaringan lunak atau Rabdomiosarkoma. Dan menurut dokter tersebut, ini adalah kasus pertama di Indonesia.Setelah mengetaui penyakit tersebut ayahnya belum berani mengambil keputusan untuk dioperasi karena belum tentu dengan dioperasi keke bisa sembuh. Keke belum tahu apa penyakit yang diderita.Akhirnya ayah keke hanya membawanya ke pengobatan tradisional.Suatu saat keke tahu penyakitnya dan setelah keke menjalani perawatan akhirnya keke dinyatakan sembuh. Tapi stelah beberapa bulan kanker itu datang untuk kedua kalinya dan kemungkinan mempunyai daya tahan yang lebih baik dari kanker sebelumnya. Dengan sakit yang dialami keke jarang sekali masuk sekolah tapi dia mempunyai teman-teman yang saynag padanya dan siap membantunya. Penyakit yang diderita keke membuat ia harus menjalani kemoterapi dan membuat rambutnya rontok. Ketika tiba waktu ujian nasional , keke memaksakan dirinya untuk ikut walau keadannya semakin mempriatinkan. Dan setelah pengumuman hasil ujian ternyata dia mendapat rangking ke-3 di sekolahnya. Tapi penyakit Kanker jaringan lunak yang diderita Keke semakin ganas, hingga akhirnya ia harus menyerah pada penyakitnya dan menutup matanya untuk selama-lamanya.
Buku ini menceritakan tentang seorang anak bernama Gita Sesa Wanda Cantika atau yang biasa disapa Keke. Keke adalah siswa SMP Al-Kamal. Keke adalah anak ke-3 dari 3 bersaudara. Keke merupakan anak yang aktif dan berprestasi. Sayangnya ibu dan ayahnya telah bercerai. Suatu saat, Keke merasa tidak enak badan kemudian dia mulai mimisan. Oleh sang ayah dibawa kedokter dan hanya didiagnosis sinus. Oleh dokter diberi obat, namun jika tidak segera sembuh, akan diberi rujukan ke dokter yang lebih berpengalaman. Ketika ke dokter yang lebih berpengalaman itulah diketahui bahwa Keke menderita kanker jaringan lunak atau Rabdomiosarkoma. Dan menurut dokter tersebut, ini adalah kasus pertama di Indonesia.Ayahnya begitu mengetahui ini adalah kanker ganas, tidak bisa memberi keputusan untuk langkah pencegahan apa yang akan dilakukan. Karena jika operasi, dengan resiko yang cukup besar namun belum ada jaminan untuk sembuh. Keke yang tidak mengetahui sakit apa yang dideritanya hanya mengikuti ayahnya untuk berobat ke tempat-tempat tradisional. Hingga suatu saat Keke mengetahui apa penyakitnya, dan Keke pun diajak pengobatan medis. Setelah perawatan, ternyata Keke dinyatakan sembuh.Petaka kembali datang ketika kanker itu datang untuk kedua kalinya dan kemungkinan mempunyai daya tahan yang lebih baik dari kanker sebelumnya. Kanker yang muncul untuk kedua kali inilah yang membuat Keke tetap bertahan walaupun merasa sudah cukup lemah. Selama 3 tahun bertahan, ternyata Keke harus dipanggil oleh Allah.
Buku pertama Agnes Davonar yang saya baca, My Blackberry Girlfriend membuat saya kurang minat untuk lanjut beli buku yang lain dari Agnes Davonar. Tapi, setelah baca sinopsis buku ini di bagian belakang buku, saya lanjut membawa buku ini ke kasir.
Buku ini memang dari kisah nyata perjuangan seorang anak perempuan berusia 15 tahun yang mendapati ia terkena kanker jaringan lunak yang sudah mencapai stadium 3. Malah jenis kanker ini langka sekali dan baru pertama kali di Indonesia.
Saya coba googling tentang kanker ini, tapi tidak terlalu banyak mendapat penjelasan detil. Digambarkan Keke mengalami mimisan yang cukup banyak, hidungnya dirasakan tidak mampu bernapas dan matanya memerah, berair dan lama kelamaan terdapat benjolan yang semakin hari semakin besar di bawah kelopak mata bagian kiri.
Membayangkannya saja saya sudah bergidik, apalagi melihat langsung ya. Di bagian awal buku ini saja saya sudah ingin menangis rasanya, apalagi dibagian akhir buku ini.
Keke bertutur dengan lancar di buku ini, seperti kita membaca jurnal online atau posting blog dari Keke sendiri. Sangat khas remaja, menceritakan persahabatan juga cintanya pada orangtua terutama Ayahnya.
Saya melihat perjuangan besar Keke dalam menghadapi penyakitnya, ketegaran dan juga kegigihan. Saya juga melihat perjuangan dan sifat pantang menyerah Ayah Keke. Dia merupakan ayah yang hebat.
Kita bisa belajar banyak hal dari kisah Keke. *ikut mendoakan Keke, semoga diterima disisiNya*
Surat Kecil Untuk Tuhan Pengarang : Agnes Davonar Penerbit : Inandra Publisher Tebal Buku : 228 halaman Ukuran Buku : 19 x 13 x 1,5 cm
Gita Sesa Wanda Cantika atau akrab dipanggik Keke adalah gadis cilik berusia 13 tahun yang pintar dan aktif mengikuti segala kegiatan di sekolah, Keke tinggal bersama ayahnya yaitu pak Joddy Tri Apriyanto yang bijaksaa dan sabar serta kedua kakaknya yang setia. Awalnya ia hidup bahagia bersama keliarganya, meski sempat meraa sedih karena perceraian kedua orang tuanya, hingga suatu hari keke mengalami sakit mata yang ternyata bukan sakit mata biasa, bukan pula sinus, tetapi itu adalah kanker ganas, kanker jaringan lunak. Keke didampingi aya tercinta dan kedua kakaknya melakukan pengobatan,dari pengobatan alternatif, operasi, sampai kometerapi sudah dilakukannya. Toh akirnya Tuha lebih sayang kepada Keke, tanggal 25 Desember 2006 Keke menghembuskan nafas terakhir nya pada pukul 11 malam.
kelebihan : buku n cocok dibaca oleh semua umur karea banyak pelajaran dan keteladanan yang dapat kita ambil dari novel ini. menfaat setelah embaca buku ini adalah keta enjadi sadar bahwa segala cobaan yang diberikan Tuhan adalah sebuah keharusan yang harus dijalakan denga rasa syukur dan beriman.
kekuragan : Hanya saja di antara kata-kata penulis dalam ovel kadang membuat pembaca berimajinasi lain dalam penafsiran kata-kata kiasan penulis.
Tidak seperti kebanyakan orang yang menemukan dirinya berurai air mata saat membaca cerita ini, aku malah dibuat kesal oleh banyaknya kesalahan EYD di buku ini. Peletakkan tanda baca yang tidak tepat, kesalahan ejaan yang membuat diri meringis. Tentu hal ini bukan masalah kalau kesalahan hanya ditemukan di beberapa bagian, tapi penulis sukses membuatku menyesal telah mengeluarkan uang untuk membeli buku ini karena, katakanlah saya melebih-lebihkan, sepertinya ada kesalahan yang bisa saya temukan di tiap lembar halaman. Gaya penulisannya kacau. Diksi yang dipakai pun itu-itu saja, dan penggunaannya amat sederhana. Hal ini membuatku bertanya-tanya bagaimana buku ini bisa lolos dari editor dan diterbitkan dengan kesalahan yang begitu banyak. Kisah Keke memang inspiratif, tetapi sang penulis berhasil melunturkannya.
Judul buku : Surat Kecil Untuk Tuhan Tahun terbit : 2008 Pengarang : Agnes Danovar Tebal : 232 halaman
Novel ini merupakan nyata menceritakan seorang gadis yang yang sangat tegar menghadapi cobaan. Dirinya difonis dokter mengalami kanker ganas dipipinya. Tumor itu tumbuh pesat setiap 5 hari. Sempat suatu waktu dia dikatakan sembuh dari penyakitnya. Namun setelah beberapa hari setelah itu dia menderita penyakit itu. Cerita ini semakin menarik ketika ada seorang cowok yang menyayanginnya apa adanya terhadap dirinya. Namun ketabahannya tidak bisa mengalahkan penyakitnya, hingga dirinya meningggal dunia. Novel ini memang menarik, dan menguras air mata, namun cerita ini berakhir dengan akhir yang menyedihkan
seorang gadis yang sangat cantik dan pandai harus menahan sakit yang luar biasa sakitnya yaitu penyakit tumor ganas, tetapi gadis tersebut tidak pantang menyerah dia tetap sabar dan taat beribadah kepada Tuhan, walau akhirnya dia tidak tahan dengan rasa sakitnya yang luar biasa dan sampai dia meninggal dunia. buku ini memberikan motivasi kepada setiap pembaca agar menerima hidup apa adanya dan senantiasa ingat kepada anugrah Tuhan Yang Maha Esa.
baca ini di bis dari solo menuju jakarta, sesengukan sendiri sambil diliatin ibu2 yang duduk di sebelah *kebingungan.. salut sama keke.. usia masih sangat muda tapi sudah mengerti makna hidup.. ikhtiar, sabar, dan ikhlas.. betapa kekuatan cinta dari orang2 sekitar yang sangat kuat bisa jadi dukungan yang sangat-sangat berarti..
Surat Kecil Untuk Tuhan Cerita ini dimulai dari seorang gadis SMP yang menginjak remaja namanya Gita Sesa Wanda Santika. Gadis ini dipanggil dengan nama Keke. Ia mempunya dua orang kakak laki-laki. Kiki dan Koko panggilannya. Adapun ayahnya yang amat menyayangi Keke. Orang tuanya bercerai namun Keke tetap menjalaninya bahagia bersama ayah dan dua orang kakaknya. Ibunya telah berkeluarga lagi. Keke juga mempunyai sahabat-sahabat yang membuat harinya menjadi berwarna-warni. Ia juga punya pacar namanya Andi. Andi adalah cinta pertamanya. Waktu itu Keke mengejek kakaknya yang matanya merah. Namun setelah itu, Keke juga merasakan hal yang sama. Akhirnya ayahnya memanggil dokter keluarganya. Tidak ada perubahan pada mata Keke sampai ia harus ke rumah sakit. Di sana setelah di rongsen, dokter mengatakan pada ayahnya bahwa Keke terkena kangker ganas yang pertumbuhannya sangat cepat dan mematikan. Ayahnya tak kuasa mengatakan hal itu pada Keke. Namun seiring berjalannya waktu. Keke mengetahui akibat ada anak kecil bersama ibunya yang melihat muka Keke seperti monster. Ibu itu mengatakan pada Keke kalau Keke bukan terkena penyakit tumor melainkan kanker. Ayahnya dan keke sudah mencari ke seluruh Indonesia untuk menyembuhkan penyakit Keke. Namun kesempatan itu sepertinya telah menipis selain jalan operasi. Ayahnya tak menyerah begitu saja hingga dia menemukan dokter yang mampu menangani Keke lewat jalan kemoterapi. Keke melakukan kemoterapi karena operasi akan menyebabkan wajahnya cacat. Karena ayahnya tidak ingin anak gadis satu-satunya itu bernasib buruk di masa depan. Setelah mengalami tahap-tahap itu kangkernya Keke hilang dan Keke dinyatakan sembuh.. Kasus berhasilnya kangker Keke yang sembuh itupun memberikan prestasi yang membanggakan karena kangker ganas itu seperti sangat sulit untuk disembuhkan para dokter. Keke dan keluarganya bisa menghirup udara kebahagiaan lagi. Keke bersyukur karena masih bisa melihat dunia. Mereka mengadakan acara selametan dan mengundang sahabat-sahabat Keke. Tidak lama kemudian kanker itu kembali di posisi yang berbeda yaitu di pelipis mata sebelah kanan. Ia menjalani kemoterapi lagi namun hal ini sangat membahayakan tubuh Keke bila tubuhnya menolak. Kekhawatiran dokter itupun benar ketika Keke sudah tidak bisa melakukan ke tahap selanjutnya. Mengetahui hal itu, Ayah keke membawa Keke ke Singapura untuk ditangani di sana. Keke sempat mengikuti puasa meskipun tidak penuh satu bulan. Keke juga sempat ujian semester dan memperoleh prestasi yang membanggakan. Keke mendapat peringkat ketiga. Ia juga sempat mengalami koma selama tiga hari. Ayah, Ibu, keluarga dan sahabatnya sudah mengikhlaskan Keke. Setelah terbangun dari koma ia berpamitan kepada semuanya dan menulis sebuah kata-kata karena ia sudah tak mampu berbicara lagi. Dan kemudian Keke tertidur untuk selamanya. Tanggapan Agnes davonar memulai kariernya sebagai penulis amatir di sebuah blog. Kemudian dengan cepat berkembang menjadi penulis yang mau belajar hingga melahirkan lima novel online dan 42 cerita pendek yang begitu melekat bagi semua pembaca situs pribadinya. Tak heran bila sebuah kutipan dari sebuah portal informasi detik.com mengatakan “bahwa tidak sulit untuk mencari karya dari seorang Agnes davonar ”. Keunikan sendiri terdapat dalam nama Agnes davonar. Agnes berasal dari namanya sedangkan Davonar diambil nama dari adiknya. Jadi mereka adalah dua saudara yang bersatu dalam sebuah karya. Agnes lahir di Jakarta 8 oktober, sedangkan Davonar lahir di Jakarta, 7 Agustus . mereka adalah Dua saudara yang besar dalama lingkungan seni. Ayahnya adalah seorang penulis kaligrafi Cina sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang tangguh. Di paruh kedua bukunya berjudul kisah surat kecil untuk Tuhan adalah sebuah kisah nyata yang penuh ispiratif, diangkat dari sebuah perjalanan panjang gadis cilik bernama Gitta sesa wanda cantika. Kisah ini mengajarkan tentang kehidupan diujung pengharapan dimana Gitta yang divonis kanker ganas berjuang untuk hidup. Walau pada akhirnya ia menyerah namun ia tidak kalah karena penyakit itu , ia pun menuliskan surat terakhirnya kepada Tuhan yang ia beri judul surat kecil untuk Tuhan. Kita bisa memetik hikmah dibalik novel yaitu mengajarkan untuk ikhlas, kuat, tawakal, serta pantang menyerah pada cobaan.
Novel ini menceritakan tentang seorang gadis remaja yang berjuang melawan kanker ganas Rabdomiosarkoma ( kanker jaringan lunak ) remaja yang bernama Gita Sessa Wanda Cantika adalah seorang artis cilik era 1998. Gadis remaja ini yang menjadi tokoh utama dalam novel yang di tulis agnes dalvonar. Di dalam novel ini seorang gadis remaja yang di vonis mengidap kanker ganas dan hidupnya di vonis hanya tinggal lima hari lagi, kanker ganas itu menggerogoti wajah sehingga terlihat seperti monster. Walau dalam keadaan sulit gadis ini atau lebih dikenal dengan sebutan keke terus berjuang untuk bertahan hidup dan tetap sekolah seperti gadis pada umumnya. Orang tuanya berat mengambil keputusan, bagai manapun juga sebagai orang tua mereka tidak tega melihat separuh wajah putrinya harus hilang karna oprasi. Maka ayahnya merahasiakan kanker itu kepada keke. Seorang gadis berprestasj model dan juga penyanyi ini. Namun pada ahirnya keke mengetahui penyakit ganas yang menyerangnya. Keke tidak marah pada siapun yang merahasiakan penyakit ganas tersebut padanya,dia membalas dengan senyuman dan tetap melanjutkan hidupnya. Sang ayah yang sangat mencintai putrinya ia terus berjuang untuk mencari pengobatan bagi sang putri kesayang demi melepas dari jeratan mau yang sedang di alaminya. Perjuangan sang ayah yang sangat mngharukan dalam menyelamtkan putrinya. Sang ayah berkeliling Indonesia untuk mencari pengobatan artenatif untuk sang anak. Perjuangan keke dalam melawan kanker ganas yang menyerang tubuhnya membuahkan hasil dengan perjuangan orang tuanya keke berhasil hidup lebih lama, selama 6 bulan melalui kemoterapi yang setiap kemoterapi merontokan rambutnya, keke dengan tubuhnya yang kecil harus menjalani 25 kali kemotrapi untuk dapat sembuh. Tuhan memberikan kesempatan kepada keke untuk bersama keluarga serta sahabat yang ia cintai lebih lama. Kasus kanker yang di alami gita menjadi kasus kanker jaringan lunak pertama di Indonesia dan menjadi sebuah perdebatan di kalangan kedokteran,karna biasanya kanker tersebut hanya menyerang kalangan orang tua. Keberhasilan dokter Indonesia dalam menyembuhkan kanker tersebutmenjadi prestasi tersendiri bagi kalangan dokter di Indonesia. Sekaligus membuat para dokter di dunia bertanya-tanya. Namun kanker itu kembali. Keke sadar nafasnya di dunia ini semakin sempit ia tidak marah kepada tuhan justru ia bersukur karna mulanya ia di vonis hidup selama 5 hari namun ataskebesaran tuhan ia di berikesempatan hidup selama 3 tahun. Kanker itu datang lagi di tempat yang berbeda kali ini di pelipis kanan gita dan ayahnyapun mencoba kembali untuk melakukan kemoterapi pada gita, berharap bis membunuh kangker tersebut seperti sebelumnya, namun sepertinya kangker tersebut sudah kebal terhadap kemoterapi ia tetap berada di pelipis kanan gita. Ahirnya sang ayah mengajak gita untuk berobat di singapore di sana dokterpun menyarankan untuk oprasi, namun mereka kembali ke Indonesia dengan keadaan gita yang semakin parah. Kanker itu mulai menyebarke seluruh badanya, ke paru-paru, jantung serta organ lainnya. Keke tetap belajar dan sekolah meski tangan dan kakinya tidak bias di gerakan. Semakin hari keadan keke semakin memburuk hingga ahirnya dia harus di rawat inap di rumah sakit dan mengalami koma selama tiga hari. Di ahir hidunya keke menjadi juara di sekolah dalam ujian akhir sekolah dan dokterpun menyerah atas kanker yang gita alami.
This entire review has been hidden because of spoilers.