Ruru's Reviews > Surat Kecil Untuk Tuhan

Surat Kecil Untuk Tuhan by Agnes Davonar
Rate this book
Clear rating

by
23877257
's review

did not like it

Saya denger judul ini dari adik, yang berkoar-koar bilang cerita ini keren banget (filmnya). Jadilah saya tertarik beli novelnya (walaupun kala itu agak males liat cover yang dipenuhi iklan besar-besar).


Singkat cerita, saya beli novel ini, dan langsung baca begitu sampai di rumah.

Respon pertama saya waktu buka halaman pertama: kening berkerut, liat cover untuk memastikan kalau penulisnya bukanlah Keke, si tokoh utama.
Ternyata, ya, penulisnya bukan Keke. Dan ini bikin kening saya makin berkerut.

Kenapa? Karena gaya tulisannya kayak curhatan anak SMP. Serius, mengingatkan saya sama tulisan saya dulu. Malah mungkin penggunaan tanda baca di tulisan saya masa SMP lebih rapi.

Awalnya saya masih sok asyik, lanjutin baca aja. "Anggaplah ini Keke, seorang anak SMP, yang nulis kisah nyatanya secara langsung. Anggap ini diary anak SMP," kata saya dalam hati.

Tapi ternyata makin aneh. POV yang awalnya POV Keke, kadang tiba-tiba berubah gitu aja jadi POV3. Dan ternyata tanda bacanya betul-betul mengganggu saya. Terlalu banyak kesalahan penggunaan tanda seru dan tanda tanya yang bikin saya pusing sendiri. Ini orang ngomong apa teriak-teriak? Ini orang ngasih tau apa nanya?

Lalu saya menutup buku ini di halaman ke ... sekian belas. Nggak jauh setelah Keke dapat vonis dokter. Saya menyerah. Kepala saya pusing bacanya.

Akhirnya saya menonton filmnya, dan (walaupun kurang puas juga dengan filmnya) bisa mengetahui gimana hebatnya perjuangan Keke dari sana, bukan dari novelnya--padahal biasanya saya lebih suka baca buku dibanding nonton film.
2 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Surat Kecil Untuk Tuhan.
Sign In »

Reading Progress

Finished Reading
November 5, 2013 – Shelved

Comments Showing 1-7 of 7 (7 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Nana (new)

Nana satu komen untuk penulisan novel: enggak banget -_-

Beneran pusing bacanya....
Gara-gara kalimat yang pake tanda seru semua, gue jadi mikir ini tokoh novelnya hobi marah-marah apa gimana?


message 2: by Ruru (new) - rated it 1 star

Ruru Nana wrote: "satu komen untuk penulisan novel: enggak banget -_-

Beneran pusing bacanya....
Gara-gara kalimat yang pake tanda seru semua, gue jadi mikir ini tokoh novelnya hobi marah-marah apa gimana?"


Yang biografi itu juga sama aja kah penulisannya?

Yah, kau bayangkan saja dokter ngomong:
"Anak Bapak menderita kanker!"

Ru bingung deh ini dokter ngomel-ngomel? Histeris?


message 3: by Nana (new)

Nana @ruru: Samaaaa....yang bikin pusing ya berlinang darah itu, ahahahaha xD


message 4: by Monica (new) - added it

Monica Saya coba cari buku ini di toko buku tapi katanya dah ga ada. Di mana bisa dapat ya? Soal tanda baca, apa sudah coba baca tulisan Agnes Davonar yg lain? Apa juga sama? Krn kalau soal penulisan, itu bisa dari penulis, atau dari penerbit. Krn penulis biasanya khan nulis di word. Nah di percetakan, biasa diubah ke format lain. Misal page maker. Stlh diubah harusnya dikembalikan ke penulis untuk di cek. Jadi hal2 seperti tanda baca dll dapat dikoreksi. Harusnya bagian editor naskah dipercetakan juga jeli, jika ada tanda baca yg tdk sesuai dikoreksi. Jadi kesalahan tanda baca itu bisa berasal dari penulis atau penerbit, atau kedua duanya. Untuk mengetahuinya, harus baca buku Agnes yg diterbitkan oleh penerbit lain. Apa juga seperti itu? Atau buku org lain yg diterbitkan oleh penerbit buku ini.

Kalau soal biografi atau autobiografi tidak dapat beri komen krn belum baca buku aslinya..


message 5: by Ruru (new) - rated it 1 star

Ruru Wah, kurang tau di mana. Mungkin buku-buku second? Saya udah lumayan lama sih bacanya. Dan sekarang udah nggak saya pegang lagi.

Penulisan, karena saya nggak ngikutin karya-karya Agnes Davonar, sebetulnya kurang tau. Tapi belum lama ini sempet buka blog beliau dan kayaknya yang sekarang-sekarang ini lebih rapi (sedikit).

Tanda baca (buku SKUT) kacau balau. Saya lupa waktu itu sempet cek ada nama editor atau nggak. Kayaknya ada, deh. Tapi kesannya memang seperti buku yang sama sekali nggak lewat editan. Apalagi itu awalnya kan dari blog. Saya curiga penulisannya tetap dibiarkan apa adanya seperti di blog.


message 6: by Monica (new) - added it

Monica Wah kalau sampai dibiarkan seperti di blog ya mmg berarti penerbitnya yg kurang bagus. Kalau kayak gramedia dsb khan bagus? Skr diputar sinetron nya yg diperankan nikita, lumayan bagus kemasannya dp yg asli, tapi entah mengapa tahu2 di stop. Apa kena komplain ya? Dianggap plagiat?


message 7: by Ruru (new) - rated it 1 star

Ruru Kurang tau juga karena saya nggak ngikutin serial TV nya.
Yang pasti cerita aslinya bagus. Cuma eksekusinya aja yang kacau. Kalo itu sih, salah dua-duanya: penulis dan penerbitnya. Penulis karena gaya tulisannya kacau balau; penerbit karena nggak edit itu.

Tapi kalo dianggap plagiat, harusnya sih nggak, ya. Kan emang udah dijelasin dari buku itu. Entahlah...


back to top