What do you think?
Rate this book


228 pages, Paperback
First published April 28, 2017
Apa yang tidak membunuhku besok akan membunuhku lusa, Njet
"Orang-orang hanya tampak menyenangkan saat kau mengingatnya sebagai masa lalu, atau membayangkannya sebagai masa depan, atau memikirkan seseorang yang sama sekali di luar jangkauanmu sambil tidur-tiduran.
Kalau mereka ada di depanmu, bersamamu setiap saat, pilihannya hanya ada tiga: kau bosan atau kau meninju mereka atau kau bosan dan meninju mereka."
-Gaspar, hlm 170-171-
Cintaku kepadamu
sejauh jarak bumi ke bulan
dari bulan ke Medan
lalu ke Honolulu
Aku mau
menggandakan diri
sebanyak lima miliar kali
agar bisa mencintaimu sebanyak itu
Kancing kecil mudah hilang
Kancing besar kadang merepotkan
Masih kecil suka menggelundung
Sudah besar tidak badung
Kalau nanti mendusin
Aku ajari main skiping
"Kaulah yang membunuhnya. Kau paksa dia menikahi mitra bisnismu, padahal umurnya baru dua belas. Dua belas tahun! Dia bahkan belum mendapatkan menstruasi pertamanya."
"Apanya yang membunuh? Sebagai orang tua yang baik aku wajib menikahkan anakku yang sudah siap menikah. Bukan salahku dia bertemu jodohnya di usia dini. Aku merestui pernikahan mereka demi kebaikan bersama."
"Mantap,"kataku, meletuk beberapa kali, memilih kalimat paling jahanam yg bisa kususun, tetapi mulutku enggan mengeluarkannya. Rasanya percuma. Populasi orang baik seperti Wan Ali ini membuatku mual. Orang-orang baik ini melakukan kejahatan demi kebaikan, dan mereka akan selalu membela diri dengan cara seperti itu. Satu-satunya cara untuk menghentikan perdebatan sialan tentang baik dan buruk dan mulai menikmati dunia seperti itu adalah dengan melihat segalanya dalam keadaan gosong.
-Hlm. 204-205