Wajah lumayan, karier ada, dukungan keluarga nggak pernah kurang, punya teman se-geng yang asik abis, bisa ketawa kapan saja, dan... statusnya bukan jomblo. Itulah Pipit. Semua itu cukup jadi modalnya untuk bahagia, kan? Memang. Tapi, sejak dia mendadak ketiban rezeki jadi ibu bagi Lio, bocah laki-laki umur lima tahun, hidupnya berubah 180 derajat! Putus dengan pacar, tenaga dan emosi terkuras ke sana-sini, pekerjaan kacau-balau---bahkan sampe dipecat---teman-teman menjauh.... Aduh! Semua berantakan! Apa yang bisa membuat hidupnya kembali cerah seperti dulu? Dokter yang memeriksanya menyarankan supaya dia segera punya pacar. Ha! Mana ada sih cowok yang mau menerima dia lengkap satu paket dengan Lio? Pak Sapta yang dewasa dan mapan saja, yang mampu melimpahinya dengan perhatian dan hadiah serbasempurna, tak ingin keasikannya dengan Pipit ditengahi Lio.... Kebalikan dengan Aries. Ah, cowok sinting itu malah mampu membuat Lio menjadi tenang. Tapi sebelnya, cowok itu hobi benar adu mulut... mulutnya gak ada brentinya nyela dan berkomentar...
Lahir di Cirebon pada 22 Maret, suka sekali membaca buku. Tetapi dari sekian banyak buku yang dibacanya, buku-buku resep masakan dan kuelah yang paling membuatnya seolah kesetrum. Retni memang hobi masak, apalagi memasak untuk keluarga kecilnya yang telah membuatnya merasa menjadi perempuan istimewa.
Alumnus Komunikasi Fisipol UGM ini sempat menjadi copywriter dan account executive selama beberapa tahun di perusahaan periklanan di Jakarta.
Saya suka buku ini. Bagus, berisi, gak cuma asal cerita aja tapi mengandung makna tersendiri. Gimana pusing dan stresnya Pipit karena dapet cobaan bertubi-tubi, gimana rasanya dan dunianya anak autis, dijabarkan jelas dan realistis, nggak dibuat-buat.
Banyak amanat yang bisa diambil dari novel ini. Jangan pernah menjadi ‘orang lain’. Jadilah diri kita sendiri, sebagaimana adanya kita, dengan segala kekurangan kita. Hormati pendapat orang lain akan diri kita, tapi jangan pernah membuat kita mengubahnya dengan menghilangkan segala kenyamanan dalam diri kita.
Novel ini juga mengajarkan kita agar tidak selalu merasa seperti orang yang paling menderita dan susah hidupnya. Masih banyak orang lain yang bernasib lebih buruk dibanding kita. Jangan pernah melihat ke atas, tapi lihatlah ke bawah.
Juga untuk tidak gampang putus asa dan senantiasa berkomunikasi dengan Tuhan baik susah maupun senang. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Percayalah, Tuhan takkan memberi cobaan yang melewati batas kemampuan umatNya. Asalkan ada kemauan dan ketulusan, Tuhan pasti memberikan jalan (jadi religius gini -_-)
Entah perasaan saya yang super sensitif hari ini atau bagaimana, tetapi setiap penulis menggambarkan ceritanya tentang Lio selalu berhasil membuat saya menangis. Setiap Pipit merasa ditolak oleh Lio juga mampu membuat saya menangis.
Tapi sayang banget, karena dari awal sampai akhir saya nggak bisa melihat perkembangan sikap Lio ke Pipit. Saya berharap sikap Lio yang menolak Pipit tetapi justru menerima Amy bisa ada alasannya di akhir, tetapi tidak. Dan itu membuat saya bertanya, mengapa Lio mau menerima Amy tetapi tidak dengan Pipit?
Dan Pak Sapta .... Ah, saya nggak tahu apakah Pak Sapta ini mulai menyukai Pipit saat masih dalam satu Kantor? Dan ending kisah Pak Sapta ini... ambigu. Kalau dia cinta Pipit kenapa Pipit nggak dipertahankan? Kalau dia cinta Pipit, kenapa dia nggak berusaha untuk berteman dengan Lio? Seolah dia legowo banget gitu lho diputusin perkara Lio. Nggak ada perjuangan banget. Saya lihatnya malah jadi kayak biar cepet ending aja, tuntas tas ceritanya hahaha
Dan saya agak kurang konek, mengapa Pipit langsung diberhentikan di kantor? Apakah tidak mendapat teguran keras seperti SP1, SP2, atau SP3? Saya tidak dapat alasannya dalam buku.
Yah, saya tahu. Segala sesuatu tidak harus memiliki alasan. Lol
“Eh, iya, Pit. Mau denger nasehat nenek gue kalau lagi sumpek?” “Elu harus ngobrol dengan Tuhan”
“Padahal ternyata aku hanyalah sebentuk kehidupan teramat kecil. Aku bukan siapa-siapa diantara berjuta, ternyata”
“Caver nggak ninggalin jejak apa2 di gua, selain jejak kaki. Nggak ngambil sesuatu selain gambar. Nggak ngebunuh sesuatu selain waktu..”
“..Kalau kamu bebek, ya bebek aja. Jangan dipermak jadi angsa. Komedi banget”
“I love you, Pit. Jangan lagi memikirkan cowok lain. Aku ada disini. Tengoklah…”
Aiiih…semakin cinta dengan karya2 nya mbk Retni ;). Saya suka sekali cara Mbk Retni menuliskan kisah tokoh2 di novel nya. Termasuk kisah Pipit Astuti di novel ini.
Pipit tiba2 harus menjadi seorang ibu ketika kakaknya meninggal. Well menjadi ibu Lio memang harus istimewa, karena Lio adalah anak yang istimewa juga. Hal itu pula yang menyebabkan kehidupan Pipit menjadi berwarna-warni dan jungkir balik. Karena keistimewaan Lio, Pipit menjadi kalang kabut. Putus dari pacar, pekerjaan yang kacau balau, teman2 yang mulai menjauh menjadi warna tersendiri bagi kehidupan Pipit. Untungnya Pipit tidak menghadapi itu semua sendirian, ada seorang Aries yang menemani Pipit. Aries selalu ada, mulai dari membantu mengurus Lio hingga mengajak Pipit berlibur. Ketika Pipit mulai menyadari ada perasaan yang tumbuh di hatinya untuk Aries, datanglah seorang Amy yang membuat Pipit cemburu berat. Apalagi Amy berahasil merebut perhatian Lio, Aries bahkan Bik Suni, membuat Pipit merasa tersisihkan. Akhirnya Pipit mulai mengambil jarak dengan Aries, dan datanglah Pak Sapta dengan segala perhatian yang selama ini dibutuhkan Pipit. Sayang nya lelaki itu merasa kehadiran Lio mengusik hubungannya dengan Pipit. Di lain pihak, Aries yang melihat kedekatan Pipit dan Pak Sapta merasa tidak rela. Tidak rela Pipit dengan pak Sapta. Tidak rela!!Well, gimana ending dari romansa cinta Pipit, akankah ada lelaki yang bisa menerimanya lengkap dengan Lio?silahkan membaca novel ini :p
Saya SELALU suka membaca karya2 mbk Retni SB. Dan kalau mbk Retni belum ngeluarin novel baru, saya nggak bakal segan untuk re read novel2 lamanya pas lagi kangen dengan tulisan beliau. Saya suka sekali dengan interaksi yang mbk Retni cipatakan di tiap novelnya. Termasuk di novel ini. Cara mbk Retni menyampaikan cerita, percakapan antar tokoh, bahkan interaksi diantara mereka sering bikin saya tertawa. Kalimat2nya ringan, bisa diikuti dan natural. Saya suka. Dengan seringan apapun kalimat itu, saya masih bisa lho ngerasain cemburunya Pipit, bingungnya Pipit karena harus merawat Lio, sebalnya Pipit pada Amy, kesal nya Pipit pada Aries, kecewa nya Pipit karena Lio tidak merespon kasih sayangnya, ah…pokoknya saya ‘dapet’ banget feel novel ini. Penjabaran Mbk Retni tentang Autisme dan apa yang ada di pikiran Lio juga bagus, nggak sok pintar dengan banyak istilah yang saya nggak ngerti, tapi cukup sederhana. Walaupun ada beberapa istilah, pasti ada penjelasan mengenai istilah itu, entah di footnote ataupun di dalam cerita sendiri. Hal lain yang saya suka, Mbk Retni mengajak saya bertamasya di dalam buku :). Kalau di His Wedding Organizer, saya diajak jalan2 ke Taman Nasional Betung Kerihun Kalimantan, di novel ini saya diajak jalan2 ke Yogya, ke dalam Gua di Gunung Kidul. Haduuuh..mupeng dey pengen kesana ^^. Saya pengen tau apa yang bisa dikatakan si Gelap kepada saya. Kekurangan novel ini apa ya? Saya nggak nemu tuh ;)
Aku selalu suka dengan novel-novelnya Mbak Retni (meskipun belum semuanya aku baca). Aku merasa kalau gaya bahasa Mbak Retni itu cocok denganku. Sederhana, heart-warming, tapi ceplas-ceplos dan bikin ngakak plus mesem-mesem! Meski menurutku, gaya bahasanya Mbak Retni tuh 'nggak metropop banget' beda banget dengan bahasa Kak Ika atau Kak Alia yang 'ngota' banget.
Tapi, selalu deh, ada sensasi menghangatkan di setiap novelnya. Entah ini hanya aku saja yang merasa atau gimana, yang jelas tulisannya Mbak Retni sudah menjadi yang kufavoritkan.
Ceritanya juga 'berisi'. Nggak asal metropop yang melulu soal merk. Ada pelajaran hidup di dalamnya. Mbak Retni juga suka menyisipkan semacam petualangan-petualangan yang membuat kita sadar masih ada banyak tempat yang indah di Indonesia. Di Pink Project (ingat tempat indah yang Sangga dan Puti datangin untuk makan?), di His Wedding Organizer (saat Adra dan Harsya pergi ke hutan Kalimantan) dan di novel ini, Mbak Retni mengajak kita caving ke gua yang gelap dan seram bersama Pipit dan Aries.
Dan ... aku suka banget hubungan Pipit Aries di sini xD novel ini juga menambah pengetahuan tentang dunia anak pengidap autisme. Menyadarkanku bahwa anak seperti Lio ternyata banyak di Indonesia. Dan yang mereka butuhkan sebenarnya hanyalah cinta. Untuk endingnyaaa aku merasa kecepetan :( kurang ihhh :( harusnya buku ini bisa lebih tebal biar aku puas xP soalnya page-turner banget dan bikin aku nggak mau berhenti baca.
Pokoknya selalu ada sensasi tersendiri saat aku membaca novel-novel Mbak Retni. Menghangatkan, bikin mesem-mesem, surprised, kesel, ampe ngakak-ngakak nggak jelas!
biarpun rada kaget karena menggunakan bahasa daerah (kagum untuk penulis, yang menuliskan bahasa daerah dengan baik,karena kebetulan saia paham dengan bahasanya),tapi sungguh menarik menjadi seorang Pipit, biarpun awalnya sulit menerima keadaan yang sangat jauh berbeda, ia mencoba sabar dan melewatinya dengan baik. mulai dari ia dipecat, putus dengan pacar, bahkan teman-temannya menjauh. hanya dengan sosok Aries lah yang membuat Pipit nyaman,meskipun sering bertengkar, tapi hanya dengan Arieslah Pipit merasa aman. banyak pelajaran yang didapat, hidup emang gak semudah yang dibayangkan, banyak rintangan yang mesti didapat semakin kita mencoba meraoh kesuksesan.
Kurang greget. Beberapa bab terakhir [bagian Pipit dan Pa Sapta] pace-nya terasa buru-buru dan terlalu dipercepat. Chemistry Aries dan Pipit mestinya bisa diperkuat lagi dengan ditambahnya adegan-adegan dg konteks mereka berdua [adegan pas ngasuh Lio dan di goa bawah tanah itu masih kerasa kuraaang].
Tapi sisi positif dari buku ini: banyak pengetahuan baru yang gua dapet, khususnya tentang anak autis dan dunianya, setelah menutup lembar terakhir buku ini.
Satu lagi, quotes dari dialog-dialognya banyak yang touching.
Menjadi Ibu bagi Lio tidak cukup hanya bermodalkan kasih sayang. Dibutuhkan banyak pengorbanan, waktu, tenaga, pikiran dan perasaan. Bocah penderita autisme infantil itu seolah hidup di dunianya sendiri. Sebelumnya, ada Lia dan Fadil, orang tuanya yang 24 jam mendampingi. Tapi kini, tanggung jawab itu harus setengah terpaksa diberikan pada Pipit, adik Lia. Bukan keinginan Lio menjadi yatim piatu, kan? Menjadi Ibu bagi Lio tidak cukup hanya bermodalkan kasih sayang. Dibutuhkan banyak pengorbanan, waktu, tenaga, pikiran dan perasaan. Bocah penderita autisme infantil itu seolah hidup di dunianya sendiri. Sebelumnya, ada Lia dan Fadil, orang tuanya yang 24 jam mendampingi. Tapi kini, tanggung jawab itu harus setengah terpaksa diberikan pada Pipit, adik Lia. Bukan keinginan Lio menjadi yatim piatu, kan? Dulu semasa Kak Long Lia masih ada, ia sering membantu menjaga Lio, tapi itu paling lama 2 jam. Sekarang, pertanyaan terbesar dalam hidup Pit, bisakah ia menjadi ibu untuk Lio? Sedangkan karier dan hidup percintaannya masih terlalu indah untuk dipensiunkan. Untungnya, ada Aries. Adik Fadil ini memaksa Pit untuk membagi tanggung membesarkan Lio. Tapi... Meski sudah ada Aries, Bik Suni, Dr. Robert, kenapa Pit malah makin kewalahan. Serentak, semua hal di hidupnya menjadi kacau.
💕💕💕 Sederhana tapi berisi dan menarik. Itu yang membuat aku selalu betah dg karya kak Retni. Pesan-pesan yang disampaikan dg kisah bersahaja membuat kita bisa banyak memetik hal-hal bermanfaat selain info ttg autis, menjadi diri sendiri, dan mencoba berdamai dengan cobaan seberat apapun. "Sebab hanya orang-orang kuat saja yang diberi kepercayaan untuk menghadapi cobaan."
Yang mungkin bikin sedikit mengernyit yaitu Pit yg tiba-tiba "diberhentikan sementara". Seharusnya kan ada tahapan sebelum dipecat, kecuali memang Pit yg mengundurkan diri. Lalu Aries nih bikin aku pengen ngikat dia di pohon nangka yg ada sarang semut hitam. 😒 Memang sih, keraguan Aries untuk menerima cinta Pit itu wajar dan menurut aku kak Retni menjadikan itu menjadi sisi romance dari buku ini. Tapi entahlah, rasanya kurang all out aja. Sosok pak Sapta yang tiba-tiba diceritakan naksir Pit juga terlihat maksa. Sekedar sebagai cameo untuk memecut semangat Aries mengejar Pit. Eh tapi nggak dikejar juga ding. Pit yang mengantarkan diri ke pelukan Aries. 😒
Kali ini aku mau mengulas novel kisah cinta seseorang yang penulisnya bilang ‘hemat’, Cinta Paket Hemat. Novel ini berisi kisah cinta seorang wanita karier, perantauan dari Kalimantan yang menghabiskan hidupnya di tengah hiruk-pikuk Ibukota Jakarta. Namanya adalah Pipit.
Kisah itu dibagi menjadi 26 bagian yang mengisahkan perjalanan cinta secara urut mulai dari karier, musibah, suka-duka, lika-liku sampai pada menemukan cinta sejati di akhir kisah ini.
"Aku hanyalah aku. Bisa tak berdaya. Bisa tak tau mau apa dan bagaimana. Bisa menjadi buntu. Seperti sekarang..." -Retni SB
Agak nyesel sih jadinya kenapa nganggurin buku sebagus dan selucu ini cukup lama. dan bacanya juga aku di awal agak ogah-ogahan, padahal Retni Sb ini salah satu penulis yang aku suka belakangan ini. buat ku novel ini lebih berkesan, isi ceritanya juga dapat dan chemistry antara tokohnya sudah bagus, tp lebih bagus kalo digali lagi kebersamaan mereka.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula! itu yang dirasain sama Pipit Astuti, akibat bencana gempa yang melanda Jogja, Pipit harus kehilangan kaka dan abang ipar kesayangannya, gak cukup itu aja, Pipit juga harus nerima tanggung jawab sebagai "Mama" untuk Lio, anak dari kakanya, yang sayangnya menderita Autis. ditambah lagi diputusin pacar yang gak pedulian dan yang paling parah adalah dipecat dari kantor. Pipit pusing tujuh keliling ngadepin Lio, karena Lio ini ternyata suka ngelakuin self abuse dengan cara menghantuk2an kepala ke dinding, semenjak ortunya meninggal, Lio semakin menjadi-jadi. tapi Pipit gak sendirian mengemban tugas buat jagain Lio, ada Aries, si repoter slengekan dan sering di sebut monyet sama Pipit. Tinggal seatap dan seringnya bertemu ngebuat Aries dan Pipit bukan makin akrab, mereka malah lebih sering berantem. karena Aries ini emang seneng banget ngejahilin Pipit. Semenjak kepulangan Aries dan Pipit dari Jogja (alasan Aries bawa Pipit ke Jogja supaya ngilangin suntuk dan stress) lagi-lagi hubungan mereka mendingin. alasannya cuma satu ! Aries nolak Pipit buat jadi pacarnya! Pipit yang ngerasa malu dan sedih pun lebih banyak ngihindari Aries, apalagi sekarang ada Amy, temen deketnya Aries. Pipit ngerasa terancam juga dengan keadaan Amy. bukannya karena gak ada alasan. dalam jangka waktu beberapa hari aja Amy udh bisa naklukin Lio dan bikin Lio nurut sama Amy, padahal Pipit sendiri sudah hampir putus asa, bukan cuma Lio, bik Suni juga seneng banget dengan kehadiran Amy, dan tentu saja yang paling bahagia adalah Aries. Pipit ngerasa kalo Aries nolak dia karena dia sudah pacaran dengan Amy.
Putus asa karena ditolak Aries, ternyata gak bikin pesona Pipit luntur ! buktinya ada pak Sapta, atasan waktu dikantor dulu. Pipit yang udah lama jadi pengangguran tiba2 ditawari pekerjaan, dengan senang hati Pipit nerima karena Pipit juga butuh pekerjaan. ternyata niat Pak Sapta bukan cuma memperkejakan Pipit, tapi ternyata beliau ada rasa ke Pipit. dan sialnya, ternyata Aries kelabakan pas tau kalo Pipit dan pak Sapta udah jadian! karena Aries sadar kalo cintanya dia itu cuma buat si manja, si cerewet dan si centil Pipit !
Cerita ini tuh ringan banget, halamannya juga dikit kok! kamu gak akan nyadar pas udah bolak balik halamannya. aku suka banget cerita "Tom and Jerry" gini, karena seringnya jutek2an ternyata malah ada perasaan lain yang disebut cinta :) cuma sayangnya dinovel ini kurang digali hubungan Aries dan Pipit, padahal chemistry mereka udah oke banget ! aku juga suka endingnya, manis dan bikin hati melumer. Aries mungkin kelihatan slengekan dan amburadul, tapi ternyata didalam nya terdapat seorang laki-laki yang perharian akan hal-hal sekecil apapun :) ada satu dialog yang bikin aku ngekek dibuku ini : "Ya. semoga semuanya lancar. Gila aja, kita kan sama-sama bego. Belum pengalaman punya anak. Kalo pengalaman bikin anak sih, jangan ditanya...." Aries - Cinta Paket Hemat
Saya sudah jatuh cinta dengan tulisan Mbak Retni sejak saya membaca Dimi is Married. Dan layaknya karya2nya yg saya baca sebelumnya, buku ini tidak mengecewakan.
Buku ini bercerita tentang sepasang anak manusia yang ketiban rezeki mengasuh anak imut berumur 5 tahun bernama Lio setelah orang tua Lio meninggal pada waktu musibah gempa melanda Jogja. Aries & Pipit sebagai om & tante Lio yang notabene adalah adik2 dari orang tua Lio akhirnya diberikan tanggung jawab untuk mengurus Lio. Lio adalah anak spesial yang menderita autisme. Bukanlah hal mudah untuk mengurus seorang anak terlebih bila anak itu membutuhkan perhatian khusus. Pipit & Aries pontang panting mengurus Lio. Dari mulai memandikan, memberi makan, mengantar ke sekolah hingga menidurkan di malam hari. Pipitlah yang lebih merasakan dampak dari tugas berat ini, hidupnya berubah 180°. Pipit yang awalnya berpribadi ceria berubah menjadi Pipit yang seolah2 harus memikul beban dunia di pundaknya. Ia sampai jatuh sakit, stress hingga akhirnya ia pun dipecat dari kantornya. Seiring berjalannya waktu, muncul perasaan sayang di dalam hati Pipit untuk Aries yang selalu ada untuk membantunya menjaga Lio. Aries yang paling mengerti gimana susahnya menjaga Lio. Aries yang walaupun kadang rese tapi perhatian terhadap Pipit. Tetapi, perjalanan cinta mereka tidak mulus seperti jalan tol dengan kehadiran Amy (adik dari teman Aries) & Pak Sapta (mantan bos Pipit). Kehadiran mereka turut mewarnai hubungan Aries & Pipit yang selalu ribut & penuh dengan pertengkaran. Layaknya sebuah cerita cinta, cerita inipun ditutup dengan sebuah akhir yang indah untuk keduanya.
Sebenarnya cerita cinta Aries & Pipit agak simple menurut saya. Pipit cemburu buta waktu Amy sering datang ke rmh & waktu Pipit pacaran dengan Sapta, malah akhirnya Aries yang cemburu & makan hati. Ceritanya mungkin bakal lebih ga ribet klo Aries ga ragu dengan perasaannya terhadap Pipit & nerima cinta Pipit waktu di Yogya. Tapi yah kalo gitu ceritanya bakal jadi pendek banget sih & terlalu shallow (Hehe :D maunya apa sih nih pembaca). Yang lebih ditonjolkan disini adalah bagaimana Pipit yang kewalahan mengurus Lio & hidupnya.
Banyak juga pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini. Bagaimana kita harus selalu bersyukur pada Tuhan atas masalah2 yang kita hadapi saat ini, karena banyak di luar sana yang masalahnya lebih berat daripada yang kita hadapi. Bagaimana kita harus menghargai keberadaan teman2 dan orang2 di sekitar kita yang selalu memberikan support serta perhatian & melakukan hal2 kecil untuk kita (that we often take for granted). Bagaimana kita harus menghadapi masalah dengan tabah & tidak membiarkan masalah tsb merubah pribadi kita. Dan masih banyak lagi pelajaran yang bisa dipetik dari cerita ini.
I never knew you could pack so many lessons plus a love story in less than 300 words. Overall, 3.5* dari saya buat cerita yang penuh makna ini.
Karena baru baca sekarang jadi ngerasa mirip bgt dg jalan cerita film Life As We Knew It yg di bintangi Katherine Heighl (as Holly) dan cowoknya bernama Eric. Jadi, dalam filmnya itu mereka yg jadi Godmother dan Godfather dari bayi yg baru lahir. Sedangkan kedua orang tua bayi tersebut itu sahabat baik mereka. Dan setelah mereka meninggal, Holly dan Eric ketiban jadi orang tua asuh si Bayi. Masalahnya adalah mereka saling membenci.
Nah, kurang lebih jalan cerita ini mirip
PERBEDAAN: -si Aries dan Pipit ini sama-sama adek kandung dari kedua orang tua Lio, kalau di film LAWKI kan mereka sahabatan tuh. -Lio berkebutuhan khusus berusia 5 thn, sedangkan si Bayi.. masih bayi dan butuh penanganan khusus.
KESAMAAN: - Holly dan Eric saling membenci. Aries dan Pipit ga benci sih, cuma agak ga akur aja jadi saling ngeledek gitu deh - Mereka berdua jadi harus tinggal serumah - Holly dan Pipit sempet pacaran dengan cowok lain dan bikin Eric/Aries cemburu
Tapi jangan keburu ngejudge PCH ini plagiat ya, bukaaaan. Itu tidak benar. Lha wong bukunya terbit duluan (malah 3 tahun lebih dulu) daripada film Hollywood itu. So, sejauh ini ceritanya masih original
Buku Retni SB selalu menyenangkan dan fun untuk dibaca. Interaksi kedua tokohnya seru, keduanya suka bersilat lidah dan banyak percakapan lucu. Tokohnya juga nggak superfisial, justru menuru saya, keduanya sangat berkarakter.
Si Aries, reporter TV yg slengekan tapi jauuuh di baliknya tersimpan kedalaman karakter yg tak terduga, #tsah. Sedangkan si Pipit ini ramenya nggak ada yg ngalahin tapi justru tertekan berat ketika kena musibah. Nah disitulah mereka saling melengkapi~
Topik yg diangkat juga OKE. Anak autis dan segala problematikanya dalam membesarkan anak berkebutuhan khusus. Jadi empat bintang untuk buku ini.
suka! aku selalu suka sama penulis buku ini. Mbak Retni. Aku suka pelajaran yg tersirat di novel ini. Gaya bahasanya? AJAIB. bener. suer. Bikin aku ngakak jdi buat aku gak terlalu tegang bacanya. Ada aja yang bikin aku kagum sama tulisannya. Jadi aku bisa sambil belajar pas baca novel ini.
well karakternya? jangan ditanya. aku suka banget karna karakternya ajaib. Suasananya juga. jadi nggak bosen kalo baca novel romance. Emang jungkir balik tapi dari itu semua emosi jadi kebawa. jadi satu paket dalam novel ini. Sedih, seneng, kecewa, patah hati, deg-degan, bahagia. Bacanya relax kok. sesuai sama judulnya, smua udah serba ada. hihihi
Saat aku menempatkan diri jadi Pipit emang rasanya ya beban banget. Manis, gaji oke, punya temen segeng yang asik dan punya pacar. hmmm... truss tiba2 ketiban rejeki dalam wujud Lio. Gaad merasa merana juga. tapi semua itu jadi nggk ada artinya karna ada Aries. Om nya Lio. Ngerasa bahagia banget karna Aries bisa naklukin Lio. Haaah.. nginget bikin diri malu karna nembak Aries trus di tolak. bikin tengsin juga sih. aku jg bakal menghindar tapi ga sama om-om juga kali (maksudnya Pak Sapta).
Well intinya aku suka keseluruhan. tapi aku masih agak kecewa bagian akhirnya hiks hiks emng happy ending sih... tapi yaa kurang dikit :(
Jadi gak sabar nih nunggu novel selanjutnyaaaaa.... cepetan ya mbak ;;) pengen kenal sama Aries, Aria, Nandaz, Adra, Sangga, Garda dan Jodik yang lain heheheh Love You Mbak Retni :*
Novel ini rada beda sih sama novel yang sering baca. Mengangkat cerita tentang anak autis, bernama Lio yang ditinggal oleh kedua orangtua nya karena bencana alam. Sehingga terpaksa harus diasuh oleh tante nya Pipit dan om nya Aries. Kehidupan Pipit dan Aries langsung berubah saat Lio hadir di tengah-tengah mereka. Mereka harus saling membantu mengasuh Lio setiap hari nya, yang tidak jarang membuat Pipit putus asa. Karena Lio sempat mengalami kemunduran saat orangtua nya sudah meninggal.
Aku sebenarnya gak menemukan hal spesial dan wah dalam novel ini. Kisah Lio juga tidak dibuat terlalu bagus. Hanya sebatas bagaimana Lio kehilangan orangtua nya dan sempat mengalami kemunduran. Lalu bagaimana Lio membuat Pipit dan Aries berkerja sama mengurusnya. Iya hanya sebatas itu.
Tiba-tiba di menjelang akhir novel ini berubah menjadi romance. Padahal di awal cerita yang aku tangkap adalah harapan Pipit untuk membagi bebannya mengurus Lio dengan seseorang yang dapat menemani nya. Agak aneh sih, maksa banget nemuin pasangan hanya karena hal demikian.
Terpecah konsentrasi Pipit saat berkerja setelah masa berkabung juga tidak membuat aku memahami pergulatan hidup dia. lalu tiba-tiba resign. hmmmm...
Dan yang anehnya lagi Boss nya Pipit di kantor nya dulu, malah meminta Pipit untuk mengurus bisnis pribadinya. Bahkan jadi ngebet nikah.
Akh, aku tidak tau apa yang salah dengan novel ini. yang jelas aku kurang menikmatinya.
Pipit adalah wanita biasa, teman-teman..bukan wonder woman. dia punya pekerjaan mapan. sahabat-sahabat yang asyik. waktu untuk hura-hura dan menikmati hidup. sayangnya semua berubah sejak gempa Yogya, terutama karena kakaknya meninggal dalam musibah tersebut dan meninggalkan Lio, putranya.
Sebenarnya, Pipit tidak keberatan mengurus Lio..tetapi Lio yang mengidap sindrom autis membutuhkan perhatian ekstra. hidup Pipit pun terasa berputar 180 derajat.kehilangan pekerjaan dan para sahabat membuat Pipit harus mengatur ulang prioritas hidupnya.
bekerja. mengurus Lio. mengantarnya ke pusat terapi. mengulang terapi tersebut di rumah. belum lagi ditambah kehadiran Aries, pria konyol yang senang sekali mengganggunya. Mampukah Pipit mendapatkan kebahagiaan hidupnya dengan kondisinya sekarang?
ah, bahagia...bukankah itu suatu keputusan dan bukan keadaan?
Saya selalu menyukai gaya bercerita Retni Sb yang lugas sekaligus cerdas. Yang mampu membuat kita merasakan kesedihan serta kepahitan para tokoh, sekaligus tertawa membaca dialog-dialog sinis semi humorisnya. Dalam genre metropop, novel ini sukses menggambarkan kehidupan wanita bekerja yang selalu bertanya-tanya tentang arti pekerjaan dan pasangan hidup. Sukses menceritakan bahwa masalah ada untuk diselesaikan. Seru!
Pacaran bukan hitungan untung-rugi atau kalkulasi kebutuhan. Pacaran adalah cinta... Dan cinta adalah nyawanya hidup.
Setuju dengan pemikiran Aries, pacaran emang bukan tentang untung-rugi dan bisa di liat seberapa besar cintanya Aries ke Pipit dan pengorbanannya untuk Lio. Waktu baca sinopsisnya langsung bilang gini "ah, tau bakal gimana ceritanya ntar endingnya sama Aries kok" tapi waktu bacanya itu kaget, nggak nyangka ceritanya bakalan gitu nggak nyangka kalo Lio itu adalah anak dengan kebutuhan khusus. Awal-awal baca aku sempet kesal sama sosok Pipit yang ngeluh, tapi setelah di pikir-pikir lagi aku kalo di posisi Pipit mungkin bakalan gitu dan mungkin nggak bakalan bisa sekuat Pipit. Dan untuk karakter Aries di novel ini suka banget!! Di balik ketengilannya dan monyetnya Aries ada banyak hal yang tersimpan di sana semakin mengenal semakin jatuh cinta dengan karakter Aries. Novel ini nggak cuma berisikan cerita seperti novelnya, saat selesai bacanya aku nggak cuma dapat cerita yang udah selesai aku baca tapi juga dapat motivasi untuk kuat dan tegar seperti Pipit dalam menghadapi masalah. GOOD STORY mbak Retni!
Cinta adalah urusan hati. Untuk menyatukannya kedua hati, diperlukan kesungguhan kedua belah pihak.
Retni SB tampaknya akan masuk menjadi salah satu penulis favorite saya tahun ini. setelah membaca dua novelnya yang berjudul dimi is married dan my partner, saya merasa tulisan retni sb ini simpel tapi diramu dengan sesuatu yang membuat rasanya jadi berbeda. permasalahan-permasalahan dalam kehidupan seseorang yang sering ditemukan dikemas apik dalam perjalanan-perjalanan kata yang tidak menyodori pembacanya "ini masalahnya, nah ini solusi dari novel gue". enggak :) mengalir aja.
penjabarannya juga terlalu sehari-hari banget, saya kadang tidak merasa membaca novel yang bikin ribet. tapi seperti "ini maksud saya..". pokoknya asiik banget deh novelnya. dan ketiga novelnya ini selalu berkaitan dengan cinta (maksudnya mendorong menjadi pernikahan begitu). entah kenapa.
memang ada beberapa hal yang terkadang tidak begitu sesuai dengan kultur (misalnya ada "adegan" berciuman atau berpelukan). well, saya lebih melihat apa isi terdalam yang ingin disampaikannya saja daripada memikirkan mengapa ada adegan-adegan seperti itu harus tertulis. konvensional?no, im not.
Wajah lumayan, karier ada, dukungan keluarga nggak pernah kurang, punya teman se-geng yang asik abis, bisa ketawa kapan saja, dan... statusnya bukan jomblo. Itulah Pipit. Semua itu cukup jadi modalnya untuk bahagia, kan? Memang. Tapi, sejak dia mendadak ketiban rezeki jadi ibu bagi Lio, bocah laki-laki umur lima tahun, hidupnya berubah 180 derajat! Putus dengan pacar, tenaga dan emosi terkuras ke sana-sini, pekerjaan kacau-balau---bahkan sampe dipecat---teman-teman menjauh.... Aduh! Semua berantakan! Apa yang bisa membuat hidupnya kembali cerah seperti dulu? Dokter yang memeriksanya menyarankan supaya dia segera punya pacar. Ha! Mana ada sih cowok yang mau menerima dia lengkap satu paket dengan Lio? Pak Sapta yang dewasa dan mapan saja, yang mampu melimpahinya dengan perhatian dan hadiah serbasempurna, tak ingin keasikannya dengan Pipit ditengahi Lio.... Kebalikan dengan Aries. Ah, cowok sinting itu malah mampu membuat Lio menjadi tenang. Tapi sebelnya, cowok itu hobi benar adu mulut... mulutnya gak ada brentinya nyela dan berkomentar..
Ini novel pertama Retni SB yang saya baca.Awalnya saya tertarik dengan tema yang disuguhkan,namun lama kelamaan cara penulisan sang penulis membuat saya tidak menikmati buku ini seperti yang saya harapkan.Tema yang diangkat sangat bagus,mengenai seorang wanita karier bernama Pipit yang terpaksa harus mengurus keponakannya yang menderita autisme bersama dengan adik iparnya.Karena membutuhkan perawatan khusus,mau tidak mau mereka harus tinggal satu atap.
Dengan tema seperti ini,saya berharap bisa menikmati novel ini seperti yang saya bayangkan.Sayangnya tidak.Penulisannya terkesan agak kaku & datar.Saya banyak menemukan kata kata yang jadul yang eksistensinya hampir punah seperti amboi dll.Penggambaran Lio sebagai anak pengidap autis juga terasa kurang dalam& just didn't hit on the spot!Memang tidak mudah mendalami karakteristik seorang anak penderita autis.Chemistry antara pipit dengan Aries juga terlalu flat.Kurang greget.Tapi saya hargai usaha mbak Retni untuk mengangkat tema yang tidak umum.
telat gk apalah baca nih buku yaa. dan sebelumnya mau curhat doang kalo gue lebih suka sama cover barunya dibanding yang lama.. lebih imut gimanaaaa gituuu..
ini novel ke berapa yangyang gue baca dari karya mbak Retni ini? udahlah lupaa.. tapi dibanding sebelum2 nya gue lebih suka sama cerita ini. lebih enak dicerna dan dibaca.
oke gimana ceritanya?
Pipit yang kehilangan kakak semata wayang nya dan juga kakak iparnya ini harus menanggung Lio, anak dari kakaknya itu. Berdua dengan Aries, adik dari kakak iparnya ini, mereka ngurusin Lio di tengah kesibukan pekerjaan mereka. yang membuat Lio berbeda dari anak lainnya adalah, dia autis. Yapp memang ngurusin anak autis itu butuh tenaga ekstra berkali2 lipat dari anak normal biasa..
intinya sih gitu yaa.. buat endingnya mah udha bisa nebak kan kya gimana?
jujur ajaa, gue suka sama ceritanya. lebih enak dan ngalir dibacanya. suka juga sama karakter Aries yang agak nyebelin gitu. kerasa lebih cute aja dibanding cowok2 lainnya.. #eyaakkk
Cinta Paket Hemat, entah karya keberapa dari Retni SB yang aku baca. Sepertinya, karya mbak satu ini selalu bisa membangkitkan gairah membacaku lagi. Beberapa hari ini aku seperti kehabisan bacaan, padahal di rak buku masih banyak buku yang masih dianggurin. Namun, rasanya seperti nggak yakin untuk membukanya, takut nggak pas. Untung, novel ini benar-benar renyah, punya konflik umum namun bisa dibawakan dengan sangat baik, alurnya pun cukup cepat dengan narasi dan pilihan diksi enak dicerna. Waktu baca judulnya, aku pikir tokoh utamanya itu janda anak satu. Ternyata diluar dugaan. Pipit bukan janda, dia seorang tante yang harus menerima tanggung jawab membesarkan dan merawat keponakannya yang ditinggal orang tuanya pergi untuk selamanya karena gempa Yogyakarta.
Dari segi cerita, Cinta Paket Hemat ini tak berbeda dengan buku Retni yang lain. Pola yang sama dan dengan kontak fisik yang minimalis, berbeda dengan Metropop yang lain.
Bicara tentang karakter, karakter dalam buku ini juga terbilang biasa saja. Cukup sama dengan karakter di buku Retni yang lain. Buat saya, diantara karakter Pipit dan Aries, saya lebih respek kepada Aries. Aries itu mengerti banget tentang hidup Lio yang sulit. Tapi Pipit buat saya cukup menyebalkan. Dia hanya fokus pada dirinya dan lupa kalau Lio itu butuh perhatian meski dari deskripsi Pipit itu peduli pada Lio.
Point lebih buku ini terletak pada informasi tentang anak autisme dan tentang kegiatan menjelajahi gua yang diselipkan secara rapi oleh Retni.
Ini buku ke... entah keberapa dari Retni SB yang aku baca. Tapi ini bagus sekali. Cerita cintanya sebenarnya biasa antara Pipit dan Aries, tapi bagaimana Retni memasukkan isu autis disini juga gelapnya gua, kesempurnaan manusia yang harusnya disyukuri, itu yang membuat buku ini bagus banget sih menurut saya.
Saya punya ponakan yang autis, dari buku ini saya bisa ngerti gimana susahnya sepupu saya menerima kenyataan anaknya berkebutuhan khusus, hingga bagaimana mengusahakan segala cara untuk menyikapi anaknya.
Cara Aries dan Pipit yang sebagai manusia biasa, kesel, sedih, marahnya pas banget.
gw juga suka karya retni sb yang ini..walo endingnya serasa cepet bangety tapi ceritanya oke..kayak harlequin versi indo hehe.. ttg ce yang terpaksa ngurus anak kakaknya yang meninggal dunia.. si anak autis en susaaaah banget di urus.... retni pinter ngegambarin perasaan ce nya yang kadang bener2 gak tau mesti berbuat apa..karena dengan ngerawat tuh anak otomatyis dia mesti meninggalkan gaya hidup lajangnya... tapi ada segi positifnya juga... kan ngurus anaknya barengan ama adik iparnya...mana cakep pula.. so kalo endingnya jadian ya wajar dong hehehe...
This entire review has been hidden because of spoilers.
seru? bangeet! ceritanya mmang ringan, tpi ak suka aja. sk sma karakternya Aries-Pipit, yah pipit yg jln hdupnya bs diktakan sempurna tiba2 aj hrus ngerawat lio anak dngan kbutuhan khusus yg mengakibatkan hdupnya brubah 180 derajat. bkn perkara gmpang untk trbiasa dngan keadaan bg seorang pipit yg mengasumsikan smua perkara jd rumit, tp mmang gitukn? smua hal btuh proses, ga ad yg srba instan, jd wajar aj klo dia jd depresi, untungnya dia bsa survive, apalgi klo bkn krn Aries? ah Aries, I've a crush on U
Saya gak bisa bilang buku ini bagus atau jelek. Saya suka. Itu yang bener. Saya suka sama kejadian yang ngaduk emosi saya pas ngeliat lio gak ada tanggepan apa-apa, atau lio yang nyakitin dirinya sendiri. Miris banget. Sedikitnya tau gimana sih autis itu. Dan ya saya juga suka sama sikapnya aries. Walaupun omongannya nyebelin dan suka gangguin pipit, tapi dia bener-bener becus ngurus lio. Waw aja.
akhir yg tepat... cukup manis juga ending nya dan yg menarik justru kata2 dng cetak huruf tebal yg menggambarkan perasaan aries... menjadi seorang pipit bukan hal yg mudah ,di usia produktifnya tiba2 harus merawat anak dng kebutuhan khusus seperti lio spt membayangkan mimpi dan ambisi yg d paksa untuk berhenti.tapi kehadiran aries memng paling tepat sebagai suporter terbesar pipit... dan orang tua yg paling tepat untuk lio memng hanya aries dan pipit...
Memang saya lagi butuh bacaan yang macam begini. Ceplas ceplos. To the point. Sayang, penggambaran Lio sebagai anak pengidap autis-nya kurang kuat. Padahal kalau Lio dibikin sebagai anak normal yang mendadak harus jadi yatim piatu juga ga ngaruh apa-apa.
(Tapi sempat mengguncang jiwa sih gara-gara settingnya. (sorry, this is personal matters)) :p
Sebenarya terkesan sederhana, tapi buku ini mengajarkan bagaimana mengatasi trauma sekaligus menenggang perilaku orang lain. Kisah cintanya sendiri klise, tapi tambahan pengetahuan tentang anak autis dan caving membuat buku ini spesial.
The first book of Retni that i read.. I amazed on how fluent she describes autisms and speleologist as well... both topics which are a bit uncommon.. The plot is unpredictable, beautiful way of story telling as well.. I love the book, as i keep reading it a few times.. :)