Jump to ratings and reviews
Rate this book

Johan Series #3

Permainan Maut

Rate this book
Yo, namaku Tony Senjakala dan hidupku saat ini bagaikan sederetan mimpi buruk.

Sebuah e-mail dari teman lamaku—tentang kejadian-kejadian misterius di rumahnya—terus mengusik pikiranku. Namun aku berusaha melupakannya karena sudah tidak sabar lagi untuk berlibur dengan Jenny, pacarku yang manis banget.

Tak disangka, tiba-tiba muncullah seseorang yang sangat tidak ingin kujumpai, namun terus saja menghantui kehidupanku. Tidak ingin orang ini membahayakan Jenny, aku terpaksa melupakan liburan impianku, mengadakan kamp latihan judo dadakan, dan menginap di rumah misterius yang konon menimbulkan nasib buruk bagi para penghuninya.

Celakanya, Markus, sobatku, malah menjalin hubungan mesra dan menjijikkan dengan si oknum ini, tidak peduli betapa uring-uringan aku dibuatnya, tidak peduli kami terkurung di penginapan menyeramkan, tidak peduli satu demi satu anggota klub judo mulai lenyap.

Bersama pasangan yang tidak serasi inilah aku harus membongkar semua kejadian aneh ini. Apa sih sebenarnya yang terjadi di penginapan ini? Apakah ada kaitannya dengan hantu legenda si Kakak yang menginginkan teman dan si Adik yang menginginkan pembalasan dendam?

Ataukah ada permainan yang lebih mengerikan daripada yang kami duga?

288 pages, Mass Market Paperback

First published November 3, 2011

79 people are currently reading
1665 people want to read

About the author

Lexie Xu

43 books901 followers
Lexie Xu adalah penulis kisah-kisah bergenre misteri dan thriller. Seorang Sherlockian, penggemar sutradara J.J Abrams, dan fanatik sama angka 47. Saat ini Lexie tinggal di Bandung bersama anak laki-lakinya, Alexis Maxwell.

Ingin tahu lebih banyak soal Lexie?
Silakan kunjungi website-nya: www.lexiexu.com
Facebook: www.facebook.com/lexiexu.thewriter
Twitter: @lexiexu
Instagram: @lexiexu47
Email: lexiexu47@gmail.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
932 (52%)
4 stars
506 (28%)
3 stars
264 (14%)
2 stars
59 (3%)
1 star
27 (1%)
Displaying 1 - 30 of 106 reviews
Profile Image for Priska.
4 reviews
December 17, 2011
over all, ini buku seru banget.
tapi masih lebih seru 'Obsesi' (dan mungkin 'Obsesi' memang yang paling seru).
cerita ini diceritakan tentang Tony, Markus, Anak" Club Judo, dan Tory, yang 'terjebak' di Lembah Jeruk yang dikelilingi sungai yang ditempati oleh buaya.
aku gak bisa lepas dari buku ini pas kejadian Jay yang hilang.
semua kejadian disusun rapi sama Lexie Xu.
itu yang buat aku suka banget sama bukunya.
sayangnya, pas udh selesai baca buku ini, masih ada pertanyaan yg mengusikku; 'bagaimana caranya Johan masuk ke taksi tapi gk ketahuan sama Tony, Markus, Jenny, Hanny, dan Tory??'
memang Johan di sequel ini diceritain psikopat kelas kakap!
pokoknya, bagi yang suka buku misteri, harus baca semua sequel dari 'Obsesi','Pengurus MOS Haru Mati', dan 'Permainan Maut' ini.
can't wait to read the last sequel; 'Teror'
Profile Image for Dita  Hersiyanti.
11 reviews
November 3, 2011
Membaca bagian akhir cerita ini benar-benar sanggup membuat jantungku berdegup kencang.

Serius lho.

Berawal dari kedatangan seseorang, yang sangat berarti dalam kehidupan Tony, secara tiba-tiba muncul, menyebabkan Tony dan Markus harus menunda acara liburan mereka, dan menggantinya dengan kamp latihan judo mendadak. Dan tak disangka, sekumpulan 'Permainan Maut' pun telah menunggu Tony, Markus, kakak Tony, dan juga para anggota klub judo yang ikut bersama Tony dan Markus.

Ketegangan demi ketegangan dijabarkan dengan sangat baik disini. Bener-bener gak ketebak banget lah akhir ceritanya gimana! Gimana 'Permainan Maut' tersebut dilakukan...juga gimana usaha Tony dan Markus serta teman-temannya untuk menyelidiki apa maksud dibalik 'Permainan Maut' tersebut...

Apalagi saat mengetahui siapa dalang sebenarnya dibalik semua 'Permainan Maut' ini...

Pasti tau dong siapa? ;)

Kalau mau lebih ngerti ceritnya (dan lebih afdol), bagusnya sih baca dulu 'Obsesi' dan 'Pengurus MOS Harus Mati'. Tapi, kalau belum membaca 2 seri sebelumnya, sebenarnya bisa dimengerti sih jalan ceritany. Cuma ya itu tadi, kurang afdol gimana gitu... :)
Profile Image for Erison.
41 reviews7 followers
November 9, 2011
Agak kaget, wktu ke Medan, tgl 6, novel PM sdh terpampang di rak buku Gramed. Padahal, bth wktu skitar 10-14 hari, buku ini sampai di luar P. Jawa.

Aku puas banget sama novel ketiga dari Johan Series ini.
Aku agak kecewa dgn bagian awal, bab 1 tepatnya. Karena menurutku terlalu panjang dan juga (maaf banget) bertele-tele. :(
Tapi, pada bab 2, cerita sudah dapat kunikmati. Pada bab ini, rasa penasaranku baru bangkit. Yah, ada sbuah kjutan di bab 2. Mau tahu? Baca sendiri.
Konflik yg terjadi sangat mengejutkan. Crtanya tak sperti yg kubayangkan. Benar2 beda 100%. Dan bagus sekali.
Yaah, aku sedikit ngeri pada saat diungkapkannya konflik novel ini. Astaga, emangnya tuh orang udah gila ya?
Yap, aku sangat suka tokoh oknum yg dicritakan Tony di sinopsis. Sungguh. Aku sangat suka. :D
Endingnya jg tak terduga. Beneran dah, ending Obsesi, PMHM, sama Permainan Maut, oke2 banget! Kak Lexie pintar---kuralat---sangat jenius membuat ending. Ending PM sangat bagus. (oke, sudah beberapa kali aku mengatakannya, tp memang okeee banget!) Apalagi kovernya yg kali ini memakai warna cerah. Sangat bagus. Kalau dibandingkan dgn kedua novel sebelumnya, kover PM paling bagus. :)
Entah mengapa, stiap mlihat novel PM, semangatku bangkit. Iya, beneran. Rasanya pengen punya kover sebagus PM! ;-)
Apalagi ya? Pokoknya novel ini tidak mengecewakan. :)

BTW, kok ditulis di bwh judul PM, Obsesi Series? Bukannya Johan Series? Hehe. *bnyak protes, maaf Kak Lexie. :)*

Novel ini bagus bangeettt! \(^.^)/
Profile Image for Leila Rumeila.
999 reviews28 followers
October 24, 2022
Not bad nor that good!
Buku ini mengingatkan gue sama bukunya AC yg judulnya "Lalu Semuanya Lenyap" dan buku berjudul "The Decagon House Murders" (lupa nama authornya). Ide dan konsep ceritanya mirip2!

Di antara buku2 Lexie, ini yg paling minim bikin gue ketawa, alias kurang lucu buat gue pribadi.
Tapi ya setelah baca beberapa buku LX, gue baru menyadari 1 hal. Level kesadisan dalam buku2nya LX tuh agak wow ya, meskipun biasanya engga terlalu banyak part gore-nya, tapi tetap aja ketika ada di part2 tersebut lumayan bikin perut gue mual sampai pengen skip rasanya.
Gue bingung kenapa gue bisa tahan, haha. Mungkin karna buku ini buat gue masih lebih kental aspek romansa remaja, misteri, dan humornya dibanding gore-nya.

*Listened the audiobook by Storytel*
Profile Image for Anienday.
5 reviews1 follower
May 27, 2013
Awal baca dan ngebayangin Tory, aku mikir pasti penulis terinspirasi sama tokoh Kiriko Yabe di Harlem Beat. Eh ternyata bener. hihi...
Menurut aku, kisah yang dialami sama Tony dan Markus ini paling seru dibanding kisah Johan yang lainnya. apalagi ada romance antara Markus dan Tory yang bikin meleleh. *Saya jatuh cinta sama tokoh Markus yang tenang dan kalem*. yang bikin salut adalah, penokohan yang sangat detail, sampe-sampe saya bisa bayangin bau keteknya si Agus, femininnya Jay, sama Tintin si jarum pentul berjalan. Tapi ada satu yang ganjel di pemikiran saya. Ailina kan menargetkan ada enam orang untuk jadi korban persembahannya. Sedangkan dia cuma minta TOny untuk datang. Kedatangan klub Judo ke sana bukannya unexpected? dan baru tercetus saat Tory minta ikut adiknya? Tapi kenapa persiapan Ailina seolah-olah tau kalau yang dateng banyak orang? bukannya dari awal dia cuma minta Tony yang dateng? Tapii.. overal, novel ini memuaskan *Walaupun covernya kurang bagus. tapi bener kata orang, don't judge a book by its cover*
Okelah, saya harus menyelesaikan TEROR dulu. Wassalam..
Profile Image for Priscilla Wibowo.
27 reviews
May 28, 2013
Karena baca buku ini, aku jadi jatuh cinta sama Markus deh. Asli, di buku ini, penggambaran dia tuh keren banget. Tony kalah lah pokoknya.

Dan aku juga suka cerita cinta Markus. Rasanya tuh ngena banget perasaan mereka berdua. Sakit perihnya ampe bikin aku ikutan sedih juga.

Empat bintang karena nggak ada penyiksaan yang gereget. Nggak, bukannya sekarang aku jadi psikopat juga tapi maksudnya aku tuh ngga gitu dapet feel thriller-nya. Dibandingkan 2 buku sebelonnya, buku ini gak ada apa-apanya deh menurut aku sih. Kalo dua buku sebelonnya kan ampe mukanya disayat-sayat atau digantung sampe matanya berair-air memohon pertolongan.

Tetep sih, aku gak bisa pungkiri : Kalex, you're amazing :)

Author 10 books22 followers
November 11, 2011
Ceritanya seru. Aku suka sama dialog2 asli Pontianak yang di-selip-in. Terasa banget kalo Lexie sangat menguasai bahasa itu. Baru tau kalau 'aku' tuh bahasa Ponti-nya 'kamek'. Tapi, sejujurnya, lebih suka yang kedua 'Pengurus Mos Harus Mati'. Cinta mati sama si bad boy Frankie.

Can't wait untuk yang keempat. Penasaran sama tingkah Johan yang berikutnya.
Profile Image for Rahmadiyanti.
Author 15 books174 followers
July 9, 2020
Kalau bukan "kerjaan" sepertinya saya tidak akan baca teenlit ini :D. Dulu sering melihat novel-novel karya Lexie Xu di toko buku, tapi kurang tertarik. Jadi, ini novel pertamanya yang saya baca. Dan... lumayan asyik. Seru dengan narasi yang humoris.

Cerita dituturkan dengan sudut pandang bergantian antara Tony, Markus, dan Tory. Kisah berawal saat Tony menerima e-mail dari Ailina, teman sekolahnya yang pindah ke Pontianak. Ailina meminta bantuan pada Tony karena merasa keluarganya mendapat kutukan. Tony pun mengajak sahabatnya, Markus, dan 7 orang lainnya, yakni teman-teman judonya, dan... nenek sihir alias Tory, kakaknya yang tiba-tiba memaksa ikut.

Di penginapan milik keluarga Ailina, Tony dkk yang awalnya akan melakukan "kamp pelatihan judo" harus menghadapi kejadian-kejadian aneh, hingga satu persatu anggota tim judo tersebut menghilang! Jay, Aldo, Aldi, dan Agus. Tony, Markus, dan Tory memutuskan untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di penginapan Lembah Jeruk tersebut.

Saya menikmati ceritanya dan tiap akhir bab bikin penasaran. Meski begitu ada beberapa logika cerita yang kurang masuk buat saya. Mau menyebut tapi kayaknya spoiler :D. Kira-kira begini: usia tokoh-tokoh, baik antagonis maupun protagonis untuk melakukan hal-hal di dalam cerita menurut saya terlalu muda, mestinya usia kuliah lah, bukan SMA.

Terus ada beberapa kata yang berulang diucapkan tokoh dalam cerita, yang agak mengganggu menurut saya, seperti: crap dan hell. Keseringan gitu lho. Istilah "idiot" yang sering digunakan penulis juga bikin saya kurang nyaman, karena sering disebutkan untuk meledek/mengejek tokoh cerita dengan nuansa negatif. Saya jadi ingat sebuah buku memoar tentang anak berkebutuhan khusus. Sampul belakang buku tsb memuat kata idiot di dalam blurb atau endorsement (saya agak lupa). Sebenarnya kata tsb disebutkan dalam konteks tidak negatif. Namun bagi sebagian pihak, itu tidak dapat diterima, sehingga buku tersebut harus ditarik dari distribusi dan diganti sampulnya.

Bagi banyak pihak, istilah idiot memang tidak boleh sembarangan digunakan, dan hal tersebut kini sebenarnya sudah banyak disadari kalangan umum. Mungkin penulis saat itu belum terlalu ngeh ya, positive thinking ;).

Oh ya, novel ini adalah buku ketiga dari Johan Series. Sampai jelang akhir, saya agak bingung kenapa nggak ada hubungannya sama "Johan"? Namun... eh entar spoiler ah :D
Profile Image for Resti Laily Nadliroh.
61 reviews57 followers
May 20, 2012
kak Lexie, big thanks ya buat tokoh tory :)
love her .. love her so much...
novel ini tuh aku dapet dari pinjem temenku, awalnya sih mau beli, tappi berhubung ada yang mau minjemin okedehh.. gak nolak :D ewewewe

tony, tory and Markus bener-bener dapet peran di novel ini dan JOHAN, always be a bad dream FOREVER !! *pencetcapslockbrutal..
bagian yang aku suka dari novel ini adalah permainannya.. buat yg udah baca udah tau kan gimana petualangan seru diawal kisah ketika markus dan tory geledah rumah di aliana ( sory kalo misal salah ketik nama), naek-naek jendela segala lagii.. dan gw bener-beneer harus bilang WOW untuk tory dan markus, kata WOW lagi gw kasih ke kisah cinta tory markus, wewewew.. siapa sih yang udah menedem rasa 13th (pdhal firstlove gw 8th) kalo gak markus??? playboy cuma dibuat alasan kale ya gara2 di gak dpt2 tory..never ending rasanya buat novel ini.. diakhir kisah dikasih petualangan yang bikin gw sumpah penasaran, gw kira anggota jugo pada mati.. -___- ehh.. thanks y kak, buat novelmu yang selalu happy ending :)
1 review
June 7, 2016
Buku ketiga ini adalah favorit saya dari keseluruhan Johan's Series. Mungkin karena didalamnya ada tokoh a.k.a pasangan favorit saya hehe. Cerita ini bermula ketika Tony mendapat e-mail dari teman lamanya meminta bantuan. Disaat yang bersamaan, munculah si Kakak dari Tony ini—Tory Senjakala, yang kuliah di Kanada. Karena menurut Tony ini si kakak merupakan sumber kekacauan, dia ngelabuhin si Kakak biar nggak ngikut dia mulu dan biar nggak gangguin Jenny. Nah tapinya si Torry ini malah ngintil Tonny dan Markus untuk latihan intensif di Pontianak. Dan disanalah semuanya dimulai....

Disini Penulis memakai POV orang pertama, tapi gantian *em ngerti nggak maksudnya*. Novel bergenre Mysteri ini juga disisipi humor dan itu beneran lucu. Dan dipermainan maut ini menceritakan pula tentang pasangan favorit saya yaitu Markus dan.... *baca sendiri ya, ntar spoiler*


Kisah selengkapnya bisa kalian baca sendiri di Seri ketiga Johan's Series: Permainan Maut!

PS: terakhir baca novel ini hampir 2 tahun yang lalu. Jadi kalo ada kurang lebihnya mohon dimaafkeun.
Profile Image for Evi Rezeki.
Author 7 books34 followers
March 27, 2013
Seru!

Tony and Markus is back. Saya suka kedua tokoh itu. Karena di buku kedua Johan Series nggak ada mereka, saya jadi kangen hehehe.
Tokoh Tory yang jail juga keren banget. Awalnya saya nggak suka, makin kesini, si nenek sihir memang bikin saya tersihir.

Cuma ada beberapa poin aneh yang saya pikirin.
1. Kenapa Tony, Tory, Markus nggak ngerasa aneh, Celina sampe dirawat di rumah sakit selama 2 minggu. Mereka kan miskin, pasti secara logika pgn dirawat di rmh aja.
2. Walaupun Alaina nungguin Celina, tapi selama dua minggu nggak mungkin nggak pulang sama sekali. Biasanya orang nungguin di rmh sakit suka pulang dulu kan ke rumahnya.
3. Nggak ngerti maksudnya Alaina naro 6 pisau di kamarnya. Buat apa? Maksudnya 6 pisau itu masing-masing buat bunuh 6 korbannya?

Tapi selain itu, plotnya rapih. Saya baca buku ke empat dulu yang judulnya Teror sebelum baca ini, jadi untuk misteri lainnya udah kejawab hehehe
Profile Image for P.P. Rahayu.
Author 1 book37 followers
April 29, 2013
Ya Tuhan! di novel ini aku sangat mengidolakan Tory. Wow. dia keren. meskipun cewek tapi tingkahnya lebih kuat dari cowok. cantik lagi, meski sama Tony lebih sering dipanggil Nenek Sihir. Emang sih, tanpa Johan novel ini gak akan pernah ada. karena sederetan mimpi buruk pasti berasal dari otaknya. Hebatnya, kok bisa banyak yang terpengaruh sama ide gila nan sadis milik Johan. apa mereka gak mikir gimana buruknya pengaruh Johan?
Profile Image for Debri Yepeuda.
9 reviews
July 6, 2013
ini dia cerita yang paling bikin merinding dan agak enek diantara cerita johan series. nggak masuk akal banget, kanker darah minumin darah orang, melakukan ritual supaya cpat sembuh. dan anehnya itu dikasih tau sama johan psikopat.
senyum-senyum sendiri saat adegan markus dan tory. disaat genting-gentingnya kayak gini, mereka masih sempat romantis-romantisan. dan itu point yang menghibur.
Profile Image for Riani.
34 reviews
November 11, 2012
Sempet ragu baca novel ini karena covernya yang kurang menarik dan judulnya yang agak norak.
tapi, begitu baca, apa yang saya pikirkan salah. ceritanya dituliskan dengan kalimat-kalimat yang enak dibaca, serta kalimat humor bertaburan dimana-mana. :D
Profile Image for Devi Liandani.
32 reviews
February 10, 2013
Lepas dari ceritanya yang keren abis, entah kenapa aku jadi penasaran gimana akhir hubungan Tory dan Markus. Mereka jadian gak, ya?
Ohohohoho *ketawa khas Tory*
Profile Image for Tania.
80 reviews3 followers
January 12, 2022
(Baca ulasanku tentang buku #1, Obsesi dan buku #2, Pengurus MOS Harus Mati.)

Kalau dibandingkan dengan buku #2, aku lebih menyukai buku ini. Adventure-nya lebih berasa, porsi romance-nya juga gak terlalu cringy untuk selera pribadiku, dan secara umum masih cukup menghibur.

Tapi memang, aku akui ada beberapa hal yang tidak kusukai dari buku ini. Disclaimer: monmaap sebelumnya kalau aku terkesan terlalu kritis dan nitpicky wkwk.

(Di tahap aku membaca ulang buku #3 ini, aku semacam sudah berdamai dengan diri sendiri. Bahwa ya mungkin hal-hal yang kusukai saat SMP/SMA dulu tidak lagi kusukai sekarang, dan itu tidak apa-apa. Sudut pandang dan cara berpikirku sudah berkembang. Aku bukan lagi target audiens buku semacam ini :") )

Pertama, sebagaimana sikapku pada karakter Hanny di buku #1 dan #2, aku merasa karakter Tory di sini sangat menyebalkan (dan terlalu edgy wkwk). Tory banyak menuturkan pendapatnya tentang berbagai hal serta keputusan berperilakunya di masa lalu dan masa kini yang membuatku cuma bisa melongo, karena kadang nyaris kelewatan jahatnya wkwk. Aku harap ia juga bersikap sedikit lebih dewasa dan berkepala dingin dalam menghadapi Celina yang meskipun terbilang annoying, notabene masih SMP dan berusia 6 tahun lebih muda dari Tory yang saat itu sudah berkuliah. Syukurnya memang memasuki sepertiga akhir cerita, karakter Tory berkembang ke arah yang (agak) lebih baik dan aku jauh lebih menikmati membaca porsi ceritanya.

Kedua, lagi-lagi aku kurang nyaman dengan lelucon yang menyerang fisik yang dilontarkan oleh (seringnya) Tory. Kata-kata seperti "cebol" dan "idiot" juga sering terlontar, dan tidak hanya tak lucu bagiku, setelah beberapa waktu pun rasanya jadi repetitif.

Ketiga, terkait pelaku yang menjadi dalang di balik semua kekisruhan di buku ini.

Sejauh ini dari ketiga bukunya, sepertinya tokoh yang paling aku suka adalah Tony, Markus, dan Jenny. Mereka terasa lebih manusiawi, meskipun kadang suka gemes ngeliat Jenny yang terlalu pasrah wkwk. Mungkin itu juga alasan mengapa aku masih bisa cukup menikmati buku #3 ini, karena sebagian besar cerita dituturkan lewat sudut pandang Tony dan Markus.

Karena sudah kepalang sampai buku #3, aku akan melanjutkan baca hingga buku #4. Tunggu ulasannya!
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
April 8, 2022
Bintang 4!

Sebenarnya saya hampir saja memberi bintang 3 karena "Tory" namun berhubung buku ini bukan hanya tentang si-cewek-nenek-sihir-kakak-Tony jadi saya memberi bintang 4 untuk keseluruhan ceritanya.

Permainan Maut, merupalan buku ke-3 dari Johan Series yang saya baca. Seperti buku-buku sebelumnya, buku ini juga diceritakan melalui sudut pandang orang pertama. Dan disini ada 3 orang yang akan bercerita yaitu Tony, Markus dan Tory.

Tony, Markus dan Tory terjebak disebuah penginapan tua milik Ailina yang terletak di Pontianak. Bersama teman-teman judonya di sekolah, mereka semua pergi ke tempat tersebut tanpa tau bahaya yang akan menantinya. Satu persatu teman mereka hilang dan merekapun terjebak di penginapan yang dikelilingi sungai penuh buaya.

Tony, si cowok sok detektif yang kuat dan tangguh. Dia orang yang mudah penasaran terhadap sesuatu dan juga "suka ikut campur" terhadap kejanggalan-kejanggalan disekitarnya. Karakternya yang konsisten sejak buku pertama membuat saya cuku mengaguminya. Apa lagi di sangat sayang terhadap Jenny.

Markus, sahabat Tony yang sama tangguh dan kuatnya serta sama pula jiwa sok detektifnya. Hanya saja penampilan Markus jauh lebih sedap dipandang dibanding Tony yang katanya paling ganteng di sekolah. Dia orang yang sangat bisa diandalkan dan sangat setia kawan. Namun entah mengapa di buku ini karakternya sedikit melankolis jika berhubungan dengan Tory .

Tory, si-nenek-sihir yang karakternya amat sangat mirip dengan Hanny! Dia adalah kakak Tony, tapi serius dia lebih cocok menjadi kakak Hanny! Gaya bicara, cara dia mengejek seseorang, peraingainya, keras kepalanya, gengsinya 100% seperti Hanny! Argggh entah mengapa saya selalu kesal setiap kali membaca cerita dari sudut pandanganya.

Si-cowok-raksasa-berbulu-kribo-dan-berbau-ketek-stadium-empat
Didi-si-kembar-sulung-yang-lagi-bete-dan-gampang-emosi
Dodo-si-kembar-bungsu-yang-selalu-idiot
Anak-SMP-berdada-montok-penggoda-Markus

Hufft berapa bayak kata-kata yang harus saya baca dengan tanda spasi diganti setrip dan diulang berkali-kali setiap bercerita?? Berapa banyak kata cewek-sok-imut-blablablabla yang Tory lontarkan ketika ia pertama kali bertemu dengan Ailina? Buanyak sekali bukan.

Menurut saya dari 3 buku yang saya baca, Obsesi masih menjadi yang terbaik. Baik dari segi cerita, misteri dan pemecahan masalahnya.

Yang menjadi nilai plus di buku ini adalah misterinya (tentu saja). Bagaiman seorang Johan mampu mengendalikan keluarga Ailina dan juga MOS di sekolah Persada International secara bersamaan. Bagaimana ia bisa membuat korban berjatuhan tanpa menyentuhnya sedikitpun.

Saya berharap dibuku terakhir nanti teka-teki yang selama ini belum terkuak dari buku pertama bisa diceritakan.

Tentang sosok anak yang merasuki Johan, tentang obsesinya terhadap Hanny dan tentang keberadaanya selama ini. Bagaimana ia mengendalikan orang-orang itu untuk mengikuti perintah psikopatnya, saya benar-benar butuh penjelasan.

Terakhir, saya baru sadar bahwa setiap detail tempat dalam cerita Johan ini, baik dari series ke-1 hingga ke-3 ternyata benar-benar minim. Bahkan bisa dikatanya tidak detail sama sekali.
Profile Image for Elsita F..
120 reviews6 followers
July 14, 2017


Buku ketiga ini dapat disebut sebagai side story dari buku keduanya yang berjudul Pengurus Mos Harus Mati karena waktu dan kejadiannya bersamaan dengan agenda MOS berdarah SMA Persada Internasional yang melibatkan Hanny. Sama seperti pada buku sebelumnya, buku ini mendatangkan tokoh baru bernama Tory. Dan, selain itu kalau di buku kedua orang-orang yang terlibat adalah pengurus MOS, maka disini adalah anggota klub Judo yang diketuai Tony, Markus, anggota klub lain dan teman semasa SMP Tony.

Menurut saya, buku ini kurang seram. Malah lebih pada drama cinta anak SMA yang terjadi di saat yang kurang tepat. Karena, selain unsur thrillernya yang cukup lama muncul, juga banyaknya adegan cinta yang melibatkan tokoh-tokohnya. Plotnya juga agak mirip dengan buku Obsesi, menggunakan ruangan rahasia sebagai tempat untuk mengolah kejahatan. Sejujurnya, saya kurang menikmati bacanya. Karena pertama, gaya bercerita Tony dan Markus yang sama sehingga kadang suka keliru atau ketuker orang pas baca POV mereka, plus gaya bercerita Tory yang entah kenapa kurang sreg sama selera saya. Saya lebih suka gaya bercerita Hanny. Jujur saja, seri ini agak drama dan terasa lebay.

Tapi, kendala ini mungkin hanya terletak pada selera baca saya yang kurang bisa masuk. Untuk ceritanya, cukup oke. Ide menggunakan kota Pontianaknya bagus, tapi sayang unsur kota itu kurang diulas. Memang sih, tujuan Tony dkk bukan untuk wisata. Tapi, karena penggunaan Pontianak cukup jarang ditemukan dalam novel remaja - kebanyakan selalu pakai setting Jakarta atau Bandung, rasanya nggak pas kalau yang ditekankan tentang Pontianak hanya bahwa kota itu panas banget karena tepat dilewati garis khatulistiwa.

Adegan pembantaiannya lumayan keji, tapi sayang kurang thriller. Gimana, ya? Cuma hilang untuk digunakan dalam persembahan. Rasa-rasanya malah jadi nyerempet kisah takhayul bukan thriller lagi. Dan kejadian-kejadian yang ada terasa monoton, kurang greget. Sempat berekspektasi akan ada hal lebih karena buku keduanya udah seru banget, tapi ternyata nggak terbukti. Tadinya mau kasih bintang 2, tapi karena endingnya lumayan oke dan lagi-lagi menerbitkan rasa ingin untuk terus baca sampai seri terakhir, jadi akhirnya tetap kasih tiga bintang. Terkadang, ending memang selalu menjadi penyelamat yang melegakan.
17 reviews1 follower
September 13, 2020
Obsesi bercerita tentang dua orang sahabat, yakni Jenny, cewek yang disebut cupu yang tinggal di sebuah rumah menyeramkan dan memiliki teman sekelas yang bernama sama dengannya dan Hanny cewek cantik dan populer yang suka gonta-ganti pacar. Cowok yang disukai Hanny yaitu Toni justru menjadikannya sebagai bahan taruhan dan ternyata lebih suka dengan Jenny daripada dia. Berdasarkan informasi dari Johan, salah satu sahabat Hanny yang berkacamata tebal, Jenny berkomplot dengan Toni dan Markus sahabat Toni. Hanny memutuskan untuk mengakhiri persahabatannya dengan Jenny. Bukan cuma itu, ia bahkan mengutuk Jenny untuk sial selamanya.

…Ada orang-orang atau hal-hal yang memang bikin kita takut, tapi sebenarnya mereka baik-baik aja.”
(hlm.37)

Kejadian berikutnya setelah Hanny memutuskan persahabatan dengan Jenny, sebuah kecelakaan menimpa Jenny lain, yakni Jenny Bajaj, yang diikuti dengan kecelakaan lain yang melibatkan Jenny yang satu lagi, Jenny Tompel. Sementara itu, setelah berpisah dari Jenny, Hanny semakin dekat dengan Johan. Ia bahkan sempat berkunjung ke rumah Johan yang menurutnya agak aneh. Pada akhirnya Hanny tetap berbaikan dengan Jenny, dan dari situ, mereka jadi tahu kalau kejadian yang mereka alami selama ini bukan kebetulan semata, tak lain hanya buah dari sebuah obsesi belaka.

… Bahwa sahabat sejati itu sulit ditemukan, dan seandainya kita berhasil mendapatkannya, kita harus menjaganya dengan baik-baik.”
(hlm.130)

Seharusnya saya baca novel ini dulu baru ke novel pengurus OSIS harus mati tapi tak apalah karena jadi bisa memahami awal dari sebuah cerita. Bacaannya ringan, to the poin bikin kita tidak terlalu pusing dengan penggunaan katanya. Sekali baca langsung terbayang dan membuat terimajinasi, cocok untuk remaja yang lagi belajar baca novel. Kita bisa membedakan pemikiran Jenny dan Hanny dan watak-watak orang di sekelilingnya, novel ini menceritakan berdasarkan dua sudut pandang mereka.
Profile Image for tïmmyrèvuo.
204 reviews2 followers
May 22, 2023
After "Pengurus MOS Harus Mati," this book is my second favorite of Johan's series. The story's depiction is fun, and the emotions displayed are also very pronounced. However, Tony Senjakala is the main character. But I fell in love with Tory Senjakala, her attitude of being strong, ignorant, and trying to cover up all her feelings shows how fragile she is. It feels sad to be the one who is always blamed and unwanted in every period of her life. Fortunately, Markus is by her side so she can lean on him more or less.

This book recounts the adventures of Tony and Markus, whose existence was alluded to in the previous book, and of course, with the same timeline. As a result of an email from an old friend telling him about the terrors of his life, Tony is faced with two choices: stick to his vacation with Jenny or help his friend. The option of helping a friend feels better because he also still doesn't want to introduce Tory to Jenny. Little did he know that his choice to help his friend would lead to another disaster. The camp was held on an artificial island between the Kapuas River and its crocodiles, so they could not leave the place, and mystery after the mystery was finally revealed made Tony and Mark panic because Johan created this scenario.

The depiction has progressed much, getting more detailed, and some points are becoming unpredictable. Especially when Jay disappeared, the other friends also disappeared one by one. Everything is starting to come to light. Well, coincidences do happen at unexpected times. Johan remains the most avoided name. I admire but also doubt his extraordinary research skills; Johan can find Tony's old friend and use the situation to keep Tony and Markus away from Jenny and Hanny. Well, considering that he's an intelligent psychopath, it's not impossible that Johan could do that.

Ultimately, this book is entertaining and engaging and can make readers curious to continue to the next story. This book deserves a 3.8/5 rating.
Profile Image for Rin.
Author 1 book17 followers
March 27, 2021
Keren banget. Bahkan usai membaca buku ini, sensasi tegang dan gerah karena keseruan alur cerita masih sangat terasa. Huft ... hebat deh!

Tokoh utama dalam buku ini adalah Tony (jika melihat sinopsisnya), tetapi menurutku MVP alias yang paling keren dan melakukan banyak aksi menarik adalah Markus. Cowok kalem dan suka kebersihan ini ternyata punya sisi liar dan peduli terhadap sekitarnya, selain itu juga baik, siapa yang tidak suka? (Meski harus kuakui, Tony adalah tipe analis yang berhasil memecahkan misteri dan keanehan dalam cerita. Tanpanya, cerita ini tak akan memiliki titik terang) Karakter-karakter pendukung lainnya juga dideskripsikan dengan apik, bukan sekedar tempelan yang menjadi korban. I like it.

Mengambil latar di Pontianak, berlokasi di daerah terpencil membuat kisah ini terasa unik. Aku dapat merasakan secara penuh bagaimana tinggal dan berada di sana, karena deskripsinya mengagumkan dan disertai dengan bahasa daerah. Cocok sekali untuk kisah horor, ya.

Alur ceritanya juga keren, meskipun sisi sadisnya tidak seseram buku sebelumnya ... tetap saja menegangkan. Dan walau para pelakunya sudah jelas siapa, karena tidak mungkin anggota tim judo--masih berhasil membuat penasaran. Kalau dipikir alasan para pelakunya agak tak logis, tapi di saat kondisi terdesak, kurasa semua orang akan berbuat kegilaan yang sama. Buku ini juga memiliki latar waktu yang bersamaan dengan buku sebelumnya, dan twist bagaimana masalah yang terjadi memiliki terkaitan dengan Johan sangat mengagumkan. Psikopat yang satu ini benar-benar mengerikan....

Salut banget pada Lexie Xu yang menulis kisah sekeren ini.
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
January 31, 2021
Buku ketiga seri Johan ini seting waktunya bersamaan dengan buku kedua, PMhM, hanya saja lokasinya berbeda. Seri yang ini mengikuti Tony dan Markus yang sedang mengadakan pelatihan klub judo di Lembah Jeruk di Pontianak. Aseli dah seri ini, sekolahannya elit betuull, murid-muridnya mau pelatihan, mau liburan, ke mana aja, dalam dan luar negeri, gak pakai rencana jauh-jauh hari, mau pergi ya pergi aja, ga usah mikirin duit 🤣🤣

Nah tapi intinya, saat pelatihan tersebut, di tempat terpencil gak terjangkau sinyal telepon genggam, tiba-tiba jembatan satu-satunya yang menghubungkan ke peradaban terputus, sementara anggota klub satu per satu menghilang tanpa jejak. Nah lo. (vibenya Kindaichi lagi??!?)

Dari pada dua buku seri ini sebelumnya, buku ketiga ini yang rasanya paling mengambang. Alurnya sih sebenarnya cukup seru, dan interaksi Tony-Tory dan Markus-Tory cukup bagus. Endingnya juga cukup masuk ke dalam jalinan seri Johan secara keseluruhan. Tapi entahlah, aku tidak teryakinkan baik dari ceritanya, setingnya, maupun motifnya.

Ok, mari lanjooot ke seri selanjutnya, buku keempat dan penghabisan.

#GD
Profile Image for Park Emilia.
17 reviews1 follower
February 5, 2019
Ya, memang benar kalau novel ini adalah novel paling romantis di antara semua serial Johan. Namun, saya nggak mempermasalahkan adegan romansa antara Tory dengan Markus. Sebenarnya, ide ceritanya bagus. Menginap di penginapan angker, dan pada akhirnya, satu persatu anggota klub judo Tony menghilang.

Walaupun menurut saya ceritanya rada "flat", tapi selebihnya bagus. Mungkin, karena menurut saya cerita ini jauh lebih santai daripada sebelumnya, jadi saya bisa bilang bahwa saya tidak terlalu menyukai ini. Namun, saya menyukai bagian klimaks dan ending, di mana anak-anak klub judo Tony yang hilang ditemukan dan dijadikan persembahan demi kesembuhan Nardi yang terkena leukemia, kakak dari Ailina dan Celina.

Namun, saya mengapresiasinya karena jalan ceritanya (meski rada flat), tetapi cukup menarik, terutama di bagian klimaks yang menegangkan. Dan endingnya, beneran bikin merinding. Saya berdebar ketika membaca narasi tentang sopir taksi cowok yang memakai kacamata bergagang patah yang disambung lagi. Yep, nggak salah lagi, itu Johan hahaha. Beneran bikin jantungan.
Profile Image for Amaya.
747 reviews58 followers
January 25, 2022
Didorong keinginan untuk melindungi identitas Jenny, Tony rela berkilah pada si nenek sihir akan pergi ke kamp latihan judo intensif di suatu tempat terpencil di Pontianak. Lebih naas lagi, kejadian-kejadian di penginapan tua tersebut lama-lama berubah menjadi mimpi buruk ketika satu per satu orang mulai hilang dan terluka.

Karakter Tory di sini beneran jahil minta ampun tapi aku demen karena dia bukan tipikal cewek centil yang bakal nangis-nangis begitu tahu tempat latihannya aja sudah seperti mimpi buruk. Interaksinya dengan Markus juga relatable bagi cewek mandiri dan lebih dewasa. Plus, cewek ini savage, bener-bener nggak ada matinya!

Teror-terornya juga ngeri banget, sih, dan kayaknya di PM lebih kerasa aja ngerinya karena kondisi geografisnya juga. Tapi beberapa hal kayaknya terlalu dibikin kebetulan. Pokoknya teenlit ini top banget, dah! Cocok buat kalian yang suka teenlit bergenre thriller berbalut romansa.
Displaying 1 - 30 of 106 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.