Pertama-tama, apa yang anda pikirkan ketika mendengar istilah atau "Science Fiction" (atau, "Fiksi Ilmiah"). Ya, anda membanyangkan sebuah genre, bahkan waralaba, semisal Star Trek atau Star Wars.
Meski begitu, para akademisi sastra bahkan tidak menyepakati definisi yang tepat terhadap "Fiksi Ilmiah". Ada yang mengatakannya sebagai "Kombinasi atas Romansa, Sains, dan Ramalan", ada yang mengatakan "Spekulasi realistik terhadap kejadian di masa mendatang", dan ada yang mengatakan "Pembayangan sebuah alternatif ke dalam lingkungan pembaca".
Namun dari definisi ini saja anda dapat membayangkan karya mana saja yang dapat termasuk ke dalam genre "Fiksi Ilmiah". Misal seri film The Matrix (1999-2003), dimana mengasumsikan apa yang terjadi ketika robot mengusasi kehidupan manusia? Kemudian apa yang terjadi ketika pikiran manusia diunggah ke sebuah mesin raksasa ("Matrix")? Lalu bagaimana manusia melawan?
Contoh yang relevan terhadap pemaparan buku ini (dimana berfokus terhadap sastra), mungkin adalah terhadap film Blade Runner (Original, 1982). Film ini sendiri diadaptasi dari novel fiksi ilmiah berjudul Do Android Dream of Electric Sheep? (1968). Film dan Novel mengisahkan karakter bernama Rick Deckard, yang ditugaskan membunuh "Replikan" (Android, atau mesin yang didesain mirip manusia). "Spekulasi" yang ditampilkan buku (dan film) ini adalah, bahwa sekalipun para android didesain tidak menampakkan emosi sebagaimana manusia, terdapat karakter android yang dapat menampakkan emosi, sehingga membuat Rick Deckard jatuh cinta. Ya, apa yang membedakan Manusia dan Mesin (bila bukan emosi)?
Selain teknologi, buku ini mengkaji subjek lainnya yang kerap menjadi sumber spekulasi ialah; perjalanan ke luar angkasa, alien, utopia-distopia, dan konsep waktu. Utopia-distopia yang dimaksud disini adalah pembayangan sistem masyarakat, entah menuju ke arah lebih "baik" (Utopia) atau "buruk" (Distopia). "Konsep Waktu" yang dimaksud disini adalah pandangan mengenai waktu yang kerap berubah; bagaimana kita memandang masa lalu, ekspekstasi terhadap masa depan, serta pengaruhnya terhadap masa sekarang.
Anda telah mendapatkan contoh dan gambaran, mengenai apa itu "Fiksi Ilmiah". Buku ini dapat membantu anda sebab tujuan buku ini, adalah menunjukkan contoh-contoh lain dari karya "Fiksi Ilmiah" berdasarkan periode-periode sejarah tertentu. Terutama pada era Viktoria, paska tahun 1870an, dimana "Fiksi Ilmiah" muncul sebagai bentuk spekulasi terhadap temuan-temuan teknologi yang terus berkembang di masa tersebut, berikut kontak bahkan ketakutan terhadap masyarakat non-barat (sebagai, "Alien").
Tujuan selanjutnya dari buku ini, adalah bahwa "Fiksi Ilmiah" tidaklah dipahami secara statis, ia merupakan genre yang berkembang secara dinamis. Sebagaimana dicontohkan dalam Blade Runner (1982), bahwa genre Sci-Fi merupakan multi-media (dalam hal ini, novel dan film). Media lain termasuk majalah, puisi, gim video, bahkan papan permainan (well, setidaknya di Masyarakat Barat, utamanya negara-negara berbahasa Inggris; Inggris Raya dan Amerika Serikat).
Menjamurnya produk-produk film sebagaimana telah disebutkan di atas (Star Trek, Star Wars, The Matrix, Blade Runner), dan terjemahan beberapa novel yang kerap digolongkan "Fiksi Ilmiah" seperti "1984" (George Orwell, 1948), ke dalam bahasa Indonesia, membuat buku ini direkomendasikan bagi anda yang hendak mengeksplorasi lebih jauh genre ini.