What do you think?


Deception Point
A shocking scientific discovery.
A conspiracy of staggering brilliance.
A thriller unlike any you've ever read....
When a new NASA satellite spots evidence of an astonishingly rare object buried deep in the Arctic ice, the floundering space agency proclaims a much-needed victory… a victory that has profound implications for U.S. space policy and the impending presidential election.
With the Oval Office in the balance, the President dispatches White House Intelligence analyst Rachel Sexton to the Milne Ice Shelf to verify the authenticity of the find. Accompanied by a team of experts, including the charismatic academic Michael Tolland, Rachel uncovers the unthinkable—evidence of scientific trickery—a bold deception that threatens to plunge the world into controversy.
But before Rachel can contact the President, she and Michael are attacked by a deadly task force…a private team of assassins controlled by a mysterious powerbroker who will stop at nothing to hide the truth. Fleeing for their lives in an environment as desolate as it is lethal, they possess only one hope, to find out who is behind this masterful ploy. The truth, they will learn, is the most shocking deception of all…
A conspiracy of staggering brilliance.
A thriller unlike any you've ever read....
When a new NASA satellite spots evidence of an astonishingly rare object buried deep in the Arctic ice, the floundering space agency proclaims a much-needed victory… a victory that has profound implications for U.S. space policy and the impending presidential election.
With the Oval Office in the balance, the President dispatches White House Intelligence analyst Rachel Sexton to the Milne Ice Shelf to verify the authenticity of the find. Accompanied by a team of experts, including the charismatic academic Michael Tolland, Rachel uncovers the unthinkable—evidence of scientific trickery—a bold deception that threatens to plunge the world into controversy.
But before Rachel can contact the President, she and Michael are attacked by a deadly task force…a private team of assassins controlled by a mysterious powerbroker who will stop at nothing to hide the truth. Fleeing for their lives in an environment as desolate as it is lethal, they possess only one hope, to find out who is behind this masterful ploy. The truth, they will learn, is the most shocking deception of all…
556 pages, Paperback
First published November 1, 2001
About the author
Dan Brown
79 books114k followersDan Brown is the author of numerous #1 bestselling novels, including The Da Vinci Code, which has become one of the best selling novels of all time as well as the subject of intellectual debate among readers and scholars. Brown’s novels are published in 56 languages around the world with over 200 million copies in print.
In 2005, Brown was named one of the 100 Most Influential People in the World by TIME Magazine, whose editors credited him with “keeping the publishing industry afloat; renewed interest in Leonardo da Vinci and early Christian history; spiking tourism to Paris and Rome; a growing membership in secret societies; the ire of Cardinals in Rome; eight books denying the claims of the novel and seven guides to read along with it; a flood of historical thrillers; and a major motion picture franchise.”
The son of a mathematics teacher and a church organist, Brown was raised on a prep school campus where he developed a fascination with the paradoxical interplay between science and religion. These themes eventually formed the backdrop for his books. He is a graduate of Amherst College and Phillips Exeter Academy, where he later returned to teach English before focusing his attention full time to writing. He lives in New England with his yellow lab, Winston.
Brown’s latest novel, Origin, explores two of the fundamental questions of humankind: Where do we come from? Where are we going?
In 2005, Brown was named one of the 100 Most Influential People in the World by TIME Magazine, whose editors credited him with “keeping the publishing industry afloat; renewed interest in Leonardo da Vinci and early Christian history; spiking tourism to Paris and Rome; a growing membership in secret societies; the ire of Cardinals in Rome; eight books denying the claims of the novel and seven guides to read along with it; a flood of historical thrillers; and a major motion picture franchise.”
The son of a mathematics teacher and a church organist, Brown was raised on a prep school campus where he developed a fascination with the paradoxical interplay between science and religion. These themes eventually formed the backdrop for his books. He is a graduate of Amherst College and Phillips Exeter Academy, where he later returned to teach English before focusing his attention full time to writing. He lives in New England with his yellow lab, Winston.
Brown’s latest novel, Origin, explores two of the fundamental questions of humankind: Where do we come from? Where are we going?
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 30 of 133 reviews
December 25, 2019
Novel ini seru juga walau memusingkan juga bacanya, maklum politik dicampur dgn NASA dan kelautan, full istilah-istilah yg gak awam banget utk saya.
Ringkasnya begini deh. Senator Sedgwick Sexton yg berambisi dlm pencalonan presiden ini bertarung dgn Presiden Zach Herney, sang petahana. Sexton mengusung pemborosan anggaran NASA, tetapi kebalikannya NASA ternyata menyimpan berita besar yaitu mereka menemukan meteorit yg terdapat fosil serangga yg diyakini berasal dari luar angkasa. Dan saat pengumuman berita besar ini akan disiarkan, tetiba terjadi sesuatu yg mencengangkan dan menggemparkan. Hal ini ternyata memakan korban para ilmuwan dan tak pelak lagi Rachel Sexton (anak Sedgwick Sexton) dan Michael Tolland, ilmuwan selebritis terancam bahaya.
Yg paling patut diacungkan jempol utk novel ini adalah ketegangannya tetap terjaga sejak rahasia ini mulai tersibak dari hal yg paling kecil. Saya juga ikutan dag-dig-dug walau sudah mencium hal-hal palsu yg dikonspirasikan, cuma sulit menemukan siapa troublemaker-nya.
Yg menarik juga adalah karakter-karakter di novel ini. Rachel jelas adalah "bunga" di novel ini, yg punya sifat sangat berlawanan dgn ayah kandungnya. Ada Gabrielle, asisten junior Sexton, sbg penggambaran orang yg tadinya fanatik pd sang senator tetapi kemudian berbalik arah setelah melihat keaslian sifat sang senator. Serupa tapi tak sama ada Marjorie Tench di kubu Herney yg mati-matian membela sang presiden tapi ironisnya malah jadi korban. Dan yg paling bajingan jelas adalah Sexton sendiri, contoh konkrit manusia dan orangtua yg super hina.
Endingnya, semua orang mendapatkan keadilannya, sama rata dgn karma mereka. Ambisi sih boleh-boleh saja, tapi jangan gasak kanan-kiri sampai mengesampingkan moral dan akhlak demi pencapaian pribadi. Gitu ajalah.
Ringkasnya begini deh. Senator Sedgwick Sexton yg berambisi dlm pencalonan presiden ini bertarung dgn Presiden Zach Herney, sang petahana. Sexton mengusung pemborosan anggaran NASA, tetapi kebalikannya NASA ternyata menyimpan berita besar yaitu mereka menemukan meteorit yg terdapat fosil serangga yg diyakini berasal dari luar angkasa. Dan saat pengumuman berita besar ini akan disiarkan, tetiba terjadi sesuatu yg mencengangkan dan menggemparkan. Hal ini ternyata memakan korban para ilmuwan dan tak pelak lagi Rachel Sexton (anak Sedgwick Sexton) dan Michael Tolland, ilmuwan selebritis terancam bahaya.
Yg paling patut diacungkan jempol utk novel ini adalah ketegangannya tetap terjaga sejak rahasia ini mulai tersibak dari hal yg paling kecil. Saya juga ikutan dag-dig-dug walau sudah mencium hal-hal palsu yg dikonspirasikan, cuma sulit menemukan siapa troublemaker-nya.
Yg menarik juga adalah karakter-karakter di novel ini. Rachel jelas adalah "bunga" di novel ini, yg punya sifat sangat berlawanan dgn ayah kandungnya. Ada Gabrielle, asisten junior Sexton, sbg penggambaran orang yg tadinya fanatik pd sang senator tetapi kemudian berbalik arah setelah melihat keaslian sifat sang senator. Serupa tapi tak sama ada Marjorie Tench di kubu Herney yg mati-matian membela sang presiden tapi ironisnya malah jadi korban. Dan yg paling bajingan jelas adalah Sexton sendiri, contoh konkrit manusia dan orangtua yg super hina.
Endingnya, semua orang mendapatkan keadilannya, sama rata dgn karma mereka. Ambisi sih boleh-boleh saja, tapi jangan gasak kanan-kiri sampai mengesampingkan moral dan akhlak demi pencapaian pribadi. Gitu ajalah.
December 23, 2008
ini adalah buku ketiga yang telah aku baca setelah da vinci code dan malaikat dan iblis..harusnya sih digital fortress dulu. Tapi yang paling dasyat tetep da vinci code dan malaikat iblis. Kalau yang satu ini, aku tidak membacanya secara penasaran pada setiap halamannya...jadi penasarannya hanya bagian yang mendekati akhir saja. Tapi tetap saja gaya dan brown tetep ada, maksudnya kepintaran dan brown tetap terlihat. Di buku ini tokohnya bukan langdon, bahkan seorang perempuan bernama Rachel. Dalam cerita ini Rachel seorang yang pintar. Baca aja deh...
November 11, 2008
Akhirnya tuntas sudah 4 buku Dan Brown. Semuanya oke punya. Aku masih mikir gimana kok si Dan itu bisa bikin novel yang isinya jalinan antara sejarah, teknologi, keresahan pribadi manusia yang mengalir begitu indah kayak nyata.
Serasa baca bocoran intrik dan gosip dari blog seorang mata-mata yang tahu banyak tentang gonjang-ganjingnya politik dunia.
Mas Dan, kapan-kapan ketemuan yuuuk he he he...
I am now thinking how Vermont shares so many brilliant writers. Kipling, Frost, Brown...
Vermont, please invite me :-)
Serasa baca bocoran intrik dan gosip dari blog seorang mata-mata yang tahu banyak tentang gonjang-ganjingnya politik dunia.
Mas Dan, kapan-kapan ketemuan yuuuk he he he...
I am now thinking how Vermont shares so many brilliant writers. Kipling, Frost, Brown...
Vermont, please invite me :-)
June 4, 2021
Buku ini menjadi buku pertama Dan Brown yang saya baca, dan tentunya memberikan kesan mendalam bagi saya. Saya sangat menikmati seluruh informasi yang disajikan di dalam buku ini. Astronomi, sejarah, biologi, dan politik bercampur menjadi satu dan diolah menjadi sebuah karya yang membuat saya tidak bisa berhenti membaca. Sayang sekali saya kurang puas dengan akhir dari buku ini dan tidak bisa memberikan bintang penuh. Tapi satu hal yang pasti, buku ini mengajak saya untuk mengeksplorasi karya Dan Brown yang lain.
March 15, 2018
Bukan jelek.
Tapi saya merasa Robert Langdon series lebih kece dibanding novel stand alone Dan Brown. Di bagian awal, saat mau mengungkapkan apa sejatinya temuan terbesar NASA keapda Rachel saya merasa itu bagian paling membosankan. Lambat sekali bagian itu. Bahkan kalau saya jadi Rachel akan mengumpat. Kalau mau ngasih informasi yang jelas dan lengkap sekalian, ini apa coba. Heehee
Tapi kan memang demikian pelat yang digunakan Dan Brown dalam menulis ceritanya. Jadi tidak perlu diprotes.
Mau nyoba yang stand alone kedua Digital Fortress.
Tapi saya merasa Robert Langdon series lebih kece dibanding novel stand alone Dan Brown. Di bagian awal, saat mau mengungkapkan apa sejatinya temuan terbesar NASA keapda Rachel saya merasa itu bagian paling membosankan. Lambat sekali bagian itu. Bahkan kalau saya jadi Rachel akan mengumpat. Kalau mau ngasih informasi yang jelas dan lengkap sekalian, ini apa coba. Heehee
Tapi kan memang demikian pelat yang digunakan Dan Brown dalam menulis ceritanya. Jadi tidak perlu diprotes.
Mau nyoba yang stand alone kedua Digital Fortress.
August 10, 2015
Dan Brown adalah salah satu penulis populer yang saya hormati. Saya memang belum membaca keseluruhan karyanya, namun ia selalu mampu menyuguhkan bacaan menarik yang membuat pembaca tak bisa melepas novel itu dari tangan. Membaca Deception Point ini sensasinya seperti menonton film. Adegan-adegan yang digambarkan Brown sangat seru, membuat saya membayangkan novel ini akan jadi luar biasa bila benar-benar difilmkan.
Bukan hanya gaya bercerita yang menarik, salah satu kekuatan Dan Brown dalam bercerita adalah riset. Saat saya menghadiri acara jumpa penulis Andrea Hirata, ia mengatakan bahwa untuk menulis salah satu novelnya, ia mengatakan perlu melakukan riset yang sangat banyak, Andrea menandai pahanya untuk menunjukkan bahwa ia membutuhkan riset sebanyak itu untuk novelnya yang notabene masih novel dengan tema keluarga dan persahabatan. Saya tidak membayangkan riset macam apa yang harus dilakukan Dan Brown untuk menuliskan The Deception Point yang penuh dengan intrik politik dan teknologi militer tinggi Amerka Serikat yang konon benar-benar ada dalam dunia nyata.Namun riset tersebut berbuah novel yang sangat brilian, dengan detail-detail yang mengagumkan hingga ke hal terkecil.
Yang membuat saya kurang menyukai novel ini hanyalah, The Deception Point sedikit mudah 'diterka'. Sebelum ini, saya membaca Inferno terlebih dahulu, dan saya sangat penasaran dibuatnya karena Inferno tidak mudah ditebak jalan ceritanya. The Deception Point juga rumit, namun sedikit bisa ditebak apa yang akan terjadi. Meskipun begitu, novel ini tetap mengagumkan, dan saya rasa 5 bintang pantas disematkan untuk karya ini.
Bukan hanya gaya bercerita yang menarik, salah satu kekuatan Dan Brown dalam bercerita adalah riset. Saat saya menghadiri acara jumpa penulis Andrea Hirata, ia mengatakan bahwa untuk menulis salah satu novelnya, ia mengatakan perlu melakukan riset yang sangat banyak, Andrea menandai pahanya untuk menunjukkan bahwa ia membutuhkan riset sebanyak itu untuk novelnya yang notabene masih novel dengan tema keluarga dan persahabatan. Saya tidak membayangkan riset macam apa yang harus dilakukan Dan Brown untuk menuliskan The Deception Point yang penuh dengan intrik politik dan teknologi militer tinggi Amerka Serikat yang konon benar-benar ada dalam dunia nyata.Namun riset tersebut berbuah novel yang sangat brilian, dengan detail-detail yang mengagumkan hingga ke hal terkecil.
Yang membuat saya kurang menyukai novel ini hanyalah, The Deception Point sedikit mudah 'diterka'. Sebelum ini, saya membaca Inferno terlebih dahulu, dan saya sangat penasaran dibuatnya karena Inferno tidak mudah ditebak jalan ceritanya. The Deception Point juga rumit, namun sedikit bisa ditebak apa yang akan terjadi. Meskipun begitu, novel ini tetap mengagumkan, dan saya rasa 5 bintang pantas disematkan untuk karya ini.
July 11, 2016
Politik penuh konspirasi.
Pas banget baca buku ini waktu jelang pilpres Amerika. Di balik berbagai kampanye yang berusaha menarik simpati rakyat ternyata memang banyak tersembuyi ambisi-ambisi pribadi yang haus kekuasaan. Susahnya memang melihat dan menilai kandidat yang ada tanpa memahami bagaimana politik itu sendiri. Buku ini menceritakan persaingan antara dua kandidat presiden Amerika. Satu kandidat mengusung isu yang merupakan kelemahan kandidat lainnya, tidak ada motivasi lain selain menyembukin moralnya yang bobrok dibalik kekuasaan. Kandidat yang satu lagi agaknya bijaksana tetapi ternyata di dukung oleh orang yang menghalalkan segala cara demi memuaskan keinginan hati dan memilih membohongi presiden dan rakyat Amerika. Nah pilih mana jadinya ?
Khas novel-novel Danbrown , ceritanya dikemas dengan misterius. Pelaku yang tak terduga. Salah menebak pelaku karena kepiawaian Danbrown membuat sususan cerita dan peralihan bab. Seperti di novel-novel lain, selalu berhasil mengesankan dengan kayanya pemaparan dalam unsur cerita seperti seni, sejarah, pengetahuan umum, dan dalam novel ini adalah pengetahuan teknologi canggih yang luar biasa. Memang Danbrown itu penulis berbakat dengan pengetahuan yang luar biasa.
Ceritanya keren, edukatif, tapi bagi saya masih tetap tak sebagus inferno dan digital fortress . Endingnya kurang manis dan terlalu gamblang , tidak menjelaskan bagaimana situasi kampanye dan pemilu pada akhirnya setelah semua misteri terungkap.
Pas banget baca buku ini waktu jelang pilpres Amerika. Di balik berbagai kampanye yang berusaha menarik simpati rakyat ternyata memang banyak tersembuyi ambisi-ambisi pribadi yang haus kekuasaan. Susahnya memang melihat dan menilai kandidat yang ada tanpa memahami bagaimana politik itu sendiri. Buku ini menceritakan persaingan antara dua kandidat presiden Amerika. Satu kandidat mengusung isu yang merupakan kelemahan kandidat lainnya, tidak ada motivasi lain selain menyembukin moralnya yang bobrok dibalik kekuasaan. Kandidat yang satu lagi agaknya bijaksana tetapi ternyata di dukung oleh orang yang menghalalkan segala cara demi memuaskan keinginan hati dan memilih membohongi presiden dan rakyat Amerika. Nah pilih mana jadinya ?
Khas novel-novel Danbrown , ceritanya dikemas dengan misterius. Pelaku yang tak terduga. Salah menebak pelaku karena kepiawaian Danbrown membuat sususan cerita dan peralihan bab. Seperti di novel-novel lain, selalu berhasil mengesankan dengan kayanya pemaparan dalam unsur cerita seperti seni, sejarah, pengetahuan umum, dan dalam novel ini adalah pengetahuan teknologi canggih yang luar biasa. Memang Danbrown itu penulis berbakat dengan pengetahuan yang luar biasa.
Ceritanya keren, edukatif, tapi bagi saya masih tetap tak sebagus inferno dan digital fortress . Endingnya kurang manis dan terlalu gamblang , tidak menjelaskan bagaimana situasi kampanye dan pemilu pada akhirnya setelah semua misteri terungkap.
November 19, 2008
1. kekuasaan bisa bikin orang menghalalkan cara-cara licik untuk mempertahankan/mendapatkannya
2. tidak semua hal seperti yang terlihat/tampak
3. "Pada dasarnya Crustacea adalah serangga laut raksasa. Mereka adalah sub order dari filum Arthropoda, seperti caplak, kepiting, laba-laba, serangga, bellang, kalajengking, dan lobster. Mereka semua bersaudara. Mereka semua spesies yang memiliki bagian tubuh bersendi-sendi dan kerangka di luar tubuh.". So, kalau lagi makan kepiting atau lobster, coba bayangin kalau sebenarnya mereka secara klasifikasi bersaudara sama kalajengking. Hohoho... coba bandingin kalau yang dimakan adalah kalajengking?
4. "Nama Arktika sebenarnya berasal dari beruang kutub. Arktos adalah bahasa Yunani yang artinya beruang. Antartika tidak ditinggali beruang kutub, jadi, mereka menamakannya Anti-arktos.". Sekarang gw tahu kutub mana yang ditinggali olah beruang kutub dan kutub mana yang ditinggali pinguin.
Anyway, gw senang baca buku/novel fiksi yang sarat dengan pengetahuan-pengetahuan seperti ini. Sambil menikmati fiksinya, setelah selesai membaca buku tsb pengetahuan gw pun bertambah (walau hanya beberapa hal).
Buku ini jadi teman perjalanan di Kopaja P20 ketika berangkat dan pulang kantor selama kira-kira 10 hari.
2. tidak semua hal seperti yang terlihat/tampak
3. "Pada dasarnya Crustacea adalah serangga laut raksasa. Mereka adalah sub order dari filum Arthropoda, seperti caplak, kepiting, laba-laba, serangga, bellang, kalajengking, dan lobster. Mereka semua bersaudara. Mereka semua spesies yang memiliki bagian tubuh bersendi-sendi dan kerangka di luar tubuh.". So, kalau lagi makan kepiting atau lobster, coba bayangin kalau sebenarnya mereka secara klasifikasi bersaudara sama kalajengking. Hohoho... coba bandingin kalau yang dimakan adalah kalajengking?
4. "Nama Arktika sebenarnya berasal dari beruang kutub. Arktos adalah bahasa Yunani yang artinya beruang. Antartika tidak ditinggali beruang kutub, jadi, mereka menamakannya Anti-arktos.". Sekarang gw tahu kutub mana yang ditinggali olah beruang kutub dan kutub mana yang ditinggali pinguin.
Anyway, gw senang baca buku/novel fiksi yang sarat dengan pengetahuan-pengetahuan seperti ini. Sambil menikmati fiksinya, setelah selesai membaca buku tsb pengetahuan gw pun bertambah (walau hanya beberapa hal).
Buku ini jadi teman perjalanan di Kopaja P20 ketika berangkat dan pulang kantor selama kira-kira 10 hari.
June 7, 2026
Menurut gua kek wah apa yak. Ya oke sih lumayan bisa bikin gua penasaran (jujur ini karena politiknya) tapi beberapa detail feels a little bit dragging. Apalagi pacing di awal tuh KAYAK KOK LAMA BANGET YA INTINYA MAU NGAPAIN SIH. Dan setelah 70% baru sadar kalo semua kejadian di buku ini bahkan baru berlangsung beberapa jam doang tapi KEK LAMA BANGET BUSET HECTIC TUH. Penceritaan yang berubah pov juga kadang hit or miss sih. But overall yeah plot twistnya lumayan membagongkan walaupun gak se-bikin gong itu sih
This entire review has been hidden because of spoilers.
September 12, 2014
bukunya cerdas banget sampai bikin saya iya iya aja karena gak ngerti haha. Konfliknya dapet banget, semakin membalik halaman per halaman, semakin tegang. penasaran endingnya seperti apa daaan ketebak, ternyata typical digital fortress gitu deh. apa emang khasnya Dan Brown ini begitu ya? Baru baca 2 buku karangan beliau. :| kalo memang iya, bisa jadi membosankan.
over all, suka suka sukaaa. :D
over all, suka suka sukaaa. :D
July 14, 2013
4.5
Tolong, buku ini enak banget dibaca. Kek ngebuat gue "Loh loh kok tiba-tiba begini, kok tiba-tiba begitu." Tapi gue bisa ngebayangin ini buku jadi film-film aksi nggak jelas yang biasanya muncul jam 12 malem...
Tolong, buku ini enak banget dibaca. Kek ngebuat gue "Loh loh kok tiba-tiba begini, kok tiba-tiba begitu." Tapi gue bisa ngebayangin ini buku jadi film-film aksi nggak jelas yang biasanya muncul jam 12 malem...
April 27, 2015
ditengah tengah udah ketahuan sih siapa pelaku utamanya, tapi tetep aja nagih buat langsung ditamatin dalam semalam
September 27, 2024
Deception Point, sebuah masterpiece dari Dan Brown yang mengajarkan saya bahwa sains dan politik adalah dua hal yang tidak seharusnya bersatu—persis seperti minyak dan air, atau mantan pacar dan media sosial. Dalam novel ini, saya diajak untuk menyelami dunia di mana meteor berpotensi mengubah jalannya pemilihan presiden, dan para ilmuwan berjuang melawan kekuatan gelap yang lebih jahat daripada ujian statistik.
Rachel Sexton, analis intelijen dengan wajah cerdas dan latar belakang sains yang mengesankan, adalah pahlawan kita. Dia seharusnya menjadi simbol integritas ilmiah, tetapi justru terlihat seperti orang yang tersesat di labirin kebohongan. Dengan segala pengetahuannya, dia harus berjuang melawan kebodohan karakter lain yang tampaknya tidak pernah membaca satu buku pun tentang sains. Mungkin mereka lebih suka menonton reality show daripada memahami pentingnya data yang akurat.
Plot novel ini berputar di sekitar penemuan meteor yang bisa menjadi tiket emas untuk kesuksesan politik. Siapa butuh bukti konkret saat Anda bisa menggunakan meteor untuk mendongkrak popularitas? Dan siapa yang bisa menolak skandal besar di balik penemuan luar angkasa? Ini adalah sains yang lebih mirip drama TV ketimbang penelitian akademis.
Brown tampaknya ingin mengajarkan tentang skeptisisme ilmiah, tetapi sayangnya, dia melakukannya dengan cara yang lebih mirip dengan menjual popcorn dalam bioskop saat film thriller. Alih-alih mendorong kita untuk berpikir kritis, dia justru membuat kita bertanya-tanya mengapa semua karakter tampaknya tidak memiliki kemampuan dasar untuk membaca grafik atau memahami statistik. Mungkin mereka semua pergi ke sekolah yang sama dengan karakter-karakter di film horor yang tidak pernah melihat monster datang.
Kisah ini juga mengajak saya untuk merenungkan betapa sering kebenaran diubah menjadi kebohongan demi kepentingan pribadi. Namun, alih-alih memberikan wawasan yang dalam, Brown malah mengemasnya dalam bungkus thriller yang terlalu berlebihan. Saya bisa membayangkan diskusi di antara karakter-karakter utama: "Bagaimana jika kita hanya membuat semua ini terlihat lebih dramatis? Oh, dan jangan lupa, kita perlu satu atau dua ledakan!"
Deception Point adalah novel yang menghibur, meski tidak dengan cara yang dimaksudkan oleh penulis. Dengan karakter-karakter yang tampaknya lebih suka terjebak dalam konspirasi daripada mencari kebenaran dan plot yang mengingatkan saya, bahwa politik sering kali lebih bodoh daripada yang kita kira, buku ini menjadi sebuah cermin yang lucu tentang dunia modern. Mungkin, di tengah semua kebohongan ini kita belajar satu hal: terkadang, meteor hanyalah meteor—dan kebenaran lebih sulit ditemukan daripada yang kita duga.
Rachel Sexton, analis intelijen dengan wajah cerdas dan latar belakang sains yang mengesankan, adalah pahlawan kita. Dia seharusnya menjadi simbol integritas ilmiah, tetapi justru terlihat seperti orang yang tersesat di labirin kebohongan. Dengan segala pengetahuannya, dia harus berjuang melawan kebodohan karakter lain yang tampaknya tidak pernah membaca satu buku pun tentang sains. Mungkin mereka lebih suka menonton reality show daripada memahami pentingnya data yang akurat.
Plot novel ini berputar di sekitar penemuan meteor yang bisa menjadi tiket emas untuk kesuksesan politik. Siapa butuh bukti konkret saat Anda bisa menggunakan meteor untuk mendongkrak popularitas? Dan siapa yang bisa menolak skandal besar di balik penemuan luar angkasa? Ini adalah sains yang lebih mirip drama TV ketimbang penelitian akademis.
Brown tampaknya ingin mengajarkan tentang skeptisisme ilmiah, tetapi sayangnya, dia melakukannya dengan cara yang lebih mirip dengan menjual popcorn dalam bioskop saat film thriller. Alih-alih mendorong kita untuk berpikir kritis, dia justru membuat kita bertanya-tanya mengapa semua karakter tampaknya tidak memiliki kemampuan dasar untuk membaca grafik atau memahami statistik. Mungkin mereka semua pergi ke sekolah yang sama dengan karakter-karakter di film horor yang tidak pernah melihat monster datang.
Kisah ini juga mengajak saya untuk merenungkan betapa sering kebenaran diubah menjadi kebohongan demi kepentingan pribadi. Namun, alih-alih memberikan wawasan yang dalam, Brown malah mengemasnya dalam bungkus thriller yang terlalu berlebihan. Saya bisa membayangkan diskusi di antara karakter-karakter utama: "Bagaimana jika kita hanya membuat semua ini terlihat lebih dramatis? Oh, dan jangan lupa, kita perlu satu atau dua ledakan!"
Deception Point adalah novel yang menghibur, meski tidak dengan cara yang dimaksudkan oleh penulis. Dengan karakter-karakter yang tampaknya lebih suka terjebak dalam konspirasi daripada mencari kebenaran dan plot yang mengingatkan saya, bahwa politik sering kali lebih bodoh daripada yang kita kira, buku ini menjadi sebuah cermin yang lucu tentang dunia modern. Mungkin, di tengah semua kebohongan ini kita belajar satu hal: terkadang, meteor hanyalah meteor—dan kebenaran lebih sulit ditemukan daripada yang kita duga.
July 16, 2020
Rate: 4.8/5 ⭐
Dengan rating yang lumayan tinggi yang saya berikan, kebayang bagaimana serunya buku ini. Bagaimana sih definisi seru menurut saya?
Buku ini terdiri dari 692 halaman, dengan POV orang ketiga. Setiap bab berganti-ganti menceritakan setiap tokoh yang terlibat, menggunakan alur maju.
Buku ini menceritakan mengenai Rachel Sexton yang merupakan analisis inteligen gedung putih, yang berarti dia adalah salah satu bawahan presiden AS. Suatu ketika dia dipanggil khusus oleh sang Presiden untuk menjalankan sebuah misi khusus mengenai penemuan NASA. Bukan masalah, seandainya Rachel kebetulan bukanlah putri dari Senator Sexton, saingan sang Presiden dalam pemilu mendatang. Senator Sexton terkenal sebagai "Anti NASA", sedangkan sang Presiden boleh dikatakan adalah "Fans NASA". Kondisi ini tentu membuat Rachel curiga dirinya dimanfaatkan oleh sang Presiden untuk kepentingan politiknya. Sayangnya misi yang harus dituntaskannnya tidak sesederhana itu. Di tengah-tengah menjalankan tugasnya, Rachel mendapati dirinya 4 ilmuwan yang juga terlibat dalam penemuan NASA tersebut, diteror dan dikejar untuk dibunuh oleh pasukan misterius. Seberbahaya apa sebenarnya penemuan NASA itu? Siapa dalang dibalik pasukan misterius tersebut? Benarkah semua ini ada kaitannya dengan urusan politik presiden?
Seperti yang saya bilang tadi, definisi thriller yang seru menurut saya adalah ketika saya ikut berdebar-debar dan tegang sepanjang membaca halaman demi halamannya. Dijamin, meski jumlah halamannya tebal, tidak akan ada istilah kita merasa ngantuk atau bosan di part tertentu. Dan Brown meceritakannya secara to the point. Tidak ada bagian dengan deskripsi berlebihan,tapi juga tidak terkesan buru-buru. Pas sekali. Bagian lain yang seru ya itu tadi, kita ikut tegang dalam adegan kejar-kejaran antara para tokoh dan pasukan misterius. Belum lagi sambil "dikejar" kita diajak sibuk memikirkan siapa dibalik semua teror ini? Kenapa? Hingga kita sampai pada pertanyaan: apakah ada pengkhianat di gedung putih? Atau, lebih parahnya, pengkhianat negara?
Kenapa tidak memberi 5⭐? Bukan apa-apa sebenarnya, hanya ketika mendekati akhir, saya bisa menebak siapa dalangnya. Hahahaha. Saya kalau baca thriller tuh gitu, menurutku bukunya akan lebih super bagus di mataku kalau saya betul betul tidak bisa menebak siapa penjahat/pelaku atau motifnya.
Buat yang suka thriller yang dibumbui latar sains, politik, hingga sejarah, coba deh baca ini! Ditunggu tanggapan kalian kalo udah baca yaa...
Dengan rating yang lumayan tinggi yang saya berikan, kebayang bagaimana serunya buku ini. Bagaimana sih definisi seru menurut saya?
Buku ini terdiri dari 692 halaman, dengan POV orang ketiga. Setiap bab berganti-ganti menceritakan setiap tokoh yang terlibat, menggunakan alur maju.
Buku ini menceritakan mengenai Rachel Sexton yang merupakan analisis inteligen gedung putih, yang berarti dia adalah salah satu bawahan presiden AS. Suatu ketika dia dipanggil khusus oleh sang Presiden untuk menjalankan sebuah misi khusus mengenai penemuan NASA. Bukan masalah, seandainya Rachel kebetulan bukanlah putri dari Senator Sexton, saingan sang Presiden dalam pemilu mendatang. Senator Sexton terkenal sebagai "Anti NASA", sedangkan sang Presiden boleh dikatakan adalah "Fans NASA". Kondisi ini tentu membuat Rachel curiga dirinya dimanfaatkan oleh sang Presiden untuk kepentingan politiknya. Sayangnya misi yang harus dituntaskannnya tidak sesederhana itu. Di tengah-tengah menjalankan tugasnya, Rachel mendapati dirinya 4 ilmuwan yang juga terlibat dalam penemuan NASA tersebut, diteror dan dikejar untuk dibunuh oleh pasukan misterius. Seberbahaya apa sebenarnya penemuan NASA itu? Siapa dalang dibalik pasukan misterius tersebut? Benarkah semua ini ada kaitannya dengan urusan politik presiden?
Seperti yang saya bilang tadi, definisi thriller yang seru menurut saya adalah ketika saya ikut berdebar-debar dan tegang sepanjang membaca halaman demi halamannya. Dijamin, meski jumlah halamannya tebal, tidak akan ada istilah kita merasa ngantuk atau bosan di part tertentu. Dan Brown meceritakannya secara to the point. Tidak ada bagian dengan deskripsi berlebihan,tapi juga tidak terkesan buru-buru. Pas sekali. Bagian lain yang seru ya itu tadi, kita ikut tegang dalam adegan kejar-kejaran antara para tokoh dan pasukan misterius. Belum lagi sambil "dikejar" kita diajak sibuk memikirkan siapa dibalik semua teror ini? Kenapa? Hingga kita sampai pada pertanyaan: apakah ada pengkhianat di gedung putih? Atau, lebih parahnya, pengkhianat negara?
Kenapa tidak memberi 5⭐? Bukan apa-apa sebenarnya, hanya ketika mendekati akhir, saya bisa menebak siapa dalangnya. Hahahaha. Saya kalau baca thriller tuh gitu, menurutku bukunya akan lebih super bagus di mataku kalau saya betul betul tidak bisa menebak siapa penjahat/pelaku atau motifnya.
Buat yang suka thriller yang dibumbui latar sains, politik, hingga sejarah, coba deh baca ini! Ditunggu tanggapan kalian kalo udah baca yaa...
July 4, 2019
Buku kedua karya Dan Brown yang kubaca setelah Inferno. Dan yah aku suka banget ><
Latar, alur, plot, tokoh, aku menyukai semuanya. Perfect, menurutku.
Novel ini bernuansa politik, menceritakan mengenal Rachel Sexton putri kandung salah satu kandidat presiden Amerika Serikat untuk pemilu berikutnya, Sedgewick Sexton (aku harap pengejaan namanya benar). Ia tiba-tiba mendapat undangan untuk menemui presiden Amerika Serikat saat ini yang juga merupakan kandidat calon presiden berikutnya, Zach Herney, lawan politik Sedgewick Sexton.
Ia ternyata dikirim ke benua Arktik untuk meneliti sebuah meteorit besar yang terkubur di sana bersama dengan peneliti NASA dan sipil lainnya untuk memberikan konfirmasi bahwa meteorit tersebut benar-benar asli, sekaligus berisi sesuatu yang mencengangkan. Temuan tersebut pasti akan bisa mengembalikan kejayaan NASA yang telah lama porak poranda dan justru dirasa membebani keuangan negara.
Namun, Rachel dan para peneliti sipil justru menemukan bukti dan kemungkinan bahwa meteorit itu palsu. Mereka berusaha mencegah Presiden Herney melakukan konferensi pers terkait meteorit itu, tapi nyawanya dan nyawa rekan-rekannya justru terancam terbunuh.
Konfliknya benar-benar wah dan sangat menegangkan. Apalagi, aku suka novel-novel dengan unsur politik karena aku tahu ada banyak hal yang disembunyikan, hal yang tak diungkapkan oleh media, maupun hal sebenarnya yang ada di balik gambar dan pernyataan yang ditampilkan di media.
Setelah membaca novel ini, aku semakin yakin bahwa dunia tidak sesederhana yang terlihat. Ada banyak hal yang tersembunyi dan disembunyikan dari "rakyat biasa".
Untuk kalian yang suka dengan hal-hal berbau politik dengan intrik-intrik dan konspirasinya, kalian mungkin akan menyukai novel ini. Aku pribadi SANGAT SUKA!
Plot, alur, tokoh, karakter, aku suka semuanya.
Satu hal yang sepertinya lupa atau sengaja tidak diungkapkan adalah seorang tokoh yang muncul di awal cerita. Namun, memang itulah ciri khas Dan Brown. Tidak mengungkapkan semuanya.
Latar, alur, plot, tokoh, aku menyukai semuanya. Perfect, menurutku.
Novel ini bernuansa politik, menceritakan mengenal Rachel Sexton putri kandung salah satu kandidat presiden Amerika Serikat untuk pemilu berikutnya, Sedgewick Sexton (aku harap pengejaan namanya benar). Ia tiba-tiba mendapat undangan untuk menemui presiden Amerika Serikat saat ini yang juga merupakan kandidat calon presiden berikutnya, Zach Herney, lawan politik Sedgewick Sexton.
Ia ternyata dikirim ke benua Arktik untuk meneliti sebuah meteorit besar yang terkubur di sana bersama dengan peneliti NASA dan sipil lainnya untuk memberikan konfirmasi bahwa meteorit tersebut benar-benar asli, sekaligus berisi sesuatu yang mencengangkan. Temuan tersebut pasti akan bisa mengembalikan kejayaan NASA yang telah lama porak poranda dan justru dirasa membebani keuangan negara.
Namun, Rachel dan para peneliti sipil justru menemukan bukti dan kemungkinan bahwa meteorit itu palsu. Mereka berusaha mencegah Presiden Herney melakukan konferensi pers terkait meteorit itu, tapi nyawanya dan nyawa rekan-rekannya justru terancam terbunuh.
Konfliknya benar-benar wah dan sangat menegangkan. Apalagi, aku suka novel-novel dengan unsur politik karena aku tahu ada banyak hal yang disembunyikan, hal yang tak diungkapkan oleh media, maupun hal sebenarnya yang ada di balik gambar dan pernyataan yang ditampilkan di media.
Setelah membaca novel ini, aku semakin yakin bahwa dunia tidak sesederhana yang terlihat. Ada banyak hal yang tersembunyi dan disembunyikan dari "rakyat biasa".
Untuk kalian yang suka dengan hal-hal berbau politik dengan intrik-intrik dan konspirasinya, kalian mungkin akan menyukai novel ini. Aku pribadi SANGAT SUKA!
Plot, alur, tokoh, karakter, aku suka semuanya.
Satu hal yang sepertinya lupa atau sengaja tidak diungkapkan adalah seorang tokoh yang muncul di awal cerita. Namun, memang itulah ciri khas Dan Brown. Tidak mengungkapkan semuanya.
March 30, 2018
"When multiple explanations exist, the simplest is usually correct."
Rachel Sexton terjebak di antara pilihan yang sulit. Presiden meminta bantuannya sementara di sisi lain ayahnya, Senator Sexton, adalah lawan Presiden dalam pemilu. Meskipun begitu, Rachel akhirnya menerima tugas misterius tersebut, yang menerbangkannya ke Milne, di mana NASA telah menemukan sesuatu yang akan mengembalikan kredibilitas mereka, sambil berharap Presiden tidak akan memanfaatkannya dalam konflik politik antara Presiden dan Senator Sexton.
Buku ini menarik. Sebuah misteri penemuan meteorit yang dibumbui dengan konflik politik antara Presiden dan Senator Sexton. Awal cerita memang berjalan lambat dan konflik politik sudah sangat terasa dari narasi di dalam novel ini. Ditambah penjelasan-penjelasan ilmiah yang memang diperlukan dalam novel ini. Memang cukup berat, dengan berbagai konflik politik dan penjelasan-penjelasan di dalamnya. Namun masih tetap menarik.
Plot awal yang agak lambat dan panjang memang bisa membuat bosan. Jadi saya sarankan jangan membacanya dalam keadaan mengantuk. Tetapi, keadaan mulai menegangkan dan plot berjalan cepat dengan menggunakan sudut pandang dari beberapa tokoh sentralnya.
Bagus. But I don't really like the slow plot at the beginning. Though I know it's necessary for the book.
February 5, 2020
Sejuta jempol untuk Mr. Dan Brown 😭
Buku ini di tulis tahun 2001, aku miliki sejak awal kuliah 2015 dan baru sempat aku baca. Bisa dibilang ini karya awal-awal yang aku baca setelah karya-karya selanjutnya.
Menurutku diantara semua novel detektif dan misteri, Dan Brown tetap belum terkalahkan bahkan (sorry) oleh Sir Conan Doyle. Untuk karya Sir Arthur Conan Doyle dan Agatha Christie aku masih bisa mengira-ngira "pelaku" dibalik setiap krisis atau konflik yang diangkat. Tapi untuk setiap karya Dan Brown, aku benar-benar harus angkat topi untuk beliau, aku selalu keliru menebak. Dan tentu saja membaca buku ini akan berakhir pada melongo, terlonjak atau perasaan terkejut yang meledak-ledak.
Thanks for a lot Mr. Brown ❤️
Berbeda dengan buku misteri lain yang sifatnya menghibur, ketika membaca buku-buku Dan Brown kita tidak hanya terhibur melainkan juga terlatih membentuk pikiran ala pemikiran para politisi, mengerti dunia politik dan banyak wawasan bermanfaat lain.
Untuk yang belum jatuh cinta dengan Dan Brown, ambil secara acak bukunya dan baca dengan menikmati setiap barisnya. Setiap bukunya akan membawamu jatuh cinta pada karya-karyanya! 😊
Buku ini di tulis tahun 2001, aku miliki sejak awal kuliah 2015 dan baru sempat aku baca. Bisa dibilang ini karya awal-awal yang aku baca setelah karya-karya selanjutnya.
Menurutku diantara semua novel detektif dan misteri, Dan Brown tetap belum terkalahkan bahkan (sorry) oleh Sir Conan Doyle. Untuk karya Sir Arthur Conan Doyle dan Agatha Christie aku masih bisa mengira-ngira "pelaku" dibalik setiap krisis atau konflik yang diangkat. Tapi untuk setiap karya Dan Brown, aku benar-benar harus angkat topi untuk beliau, aku selalu keliru menebak. Dan tentu saja membaca buku ini akan berakhir pada melongo, terlonjak atau perasaan terkejut yang meledak-ledak.
Thanks for a lot Mr. Brown ❤️
Berbeda dengan buku misteri lain yang sifatnya menghibur, ketika membaca buku-buku Dan Brown kita tidak hanya terhibur melainkan juga terlatih membentuk pikiran ala pemikiran para politisi, mengerti dunia politik dan banyak wawasan bermanfaat lain.
Untuk yang belum jatuh cinta dengan Dan Brown, ambil secara acak bukunya dan baca dengan menikmati setiap barisnya. Setiap bukunya akan membawamu jatuh cinta pada karya-karyanya! 😊
June 2, 2021
Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bisa tuntas membaca novel setebal ini melalui perangkat digital.
Setelah sekian lama tidak membaca karya Dan Brown, harus saya akui kalau Dan Brown sangat jenius. Ada banyak hal yang patut mendapatkan pujian dari karyanya yang satu ini. Mulai dari referensi data, penokohan, alur, dan twist yang ada di dalamnya. Semuanya sempurna.
Satu hal lain yang membuat Dan Brown istimewa adalah karena dia menutup setiap bagian dengan misteri. Yang menjadikan kita sebagai pembaca seperti dihipnotis untuk terus membuka halaman selanjutnya. Mulai dari prolog sampai dengan halaman terakhir.
Yang kemudian pada akhirnya kita sadari, kita sudah mencapai penghujung cerita.
Dan ini saya cuma baca versi terjemahan. Jadi bisa dibayangkan bagaimana memikatnya kisah dalam versi aslinya. Karena tiap bahasa mempunyai ciri khas masing-masing yang seringkali ketika dialihbahasakan akan mengurangi rasa asli dari ceritanya. Meskipun secara umum hampir sama.
Terima kasih, iPusnas. Sudah menghadirkan bacaan sebagus ini secara gratis dan legal. 😄
Setelah sekian lama tidak membaca karya Dan Brown, harus saya akui kalau Dan Brown sangat jenius. Ada banyak hal yang patut mendapatkan pujian dari karyanya yang satu ini. Mulai dari referensi data, penokohan, alur, dan twist yang ada di dalamnya. Semuanya sempurna.
Satu hal lain yang membuat Dan Brown istimewa adalah karena dia menutup setiap bagian dengan misteri. Yang menjadikan kita sebagai pembaca seperti dihipnotis untuk terus membuka halaman selanjutnya. Mulai dari prolog sampai dengan halaman terakhir.
Yang kemudian pada akhirnya kita sadari, kita sudah mencapai penghujung cerita.
Dan ini saya cuma baca versi terjemahan. Jadi bisa dibayangkan bagaimana memikatnya kisah dalam versi aslinya. Karena tiap bahasa mempunyai ciri khas masing-masing yang seringkali ketika dialihbahasakan akan mengurangi rasa asli dari ceritanya. Meskipun secara umum hampir sama.
Terima kasih, iPusnas. Sudah menghadirkan bacaan sebagus ini secara gratis dan legal. 😄
June 7, 2019
Novel ini menegaskan hukum alam tentang pertarungan abadi antara kebaikan dengan keburukan. Tentang persekongkolan (konspirasi), cerita orang-orang yang terjebak dalam pusaran pembuktian kebenaran terhadap temuan sains baru, serta upaya perlawanan menghadapi para konspirator..
Sebagaimana dalam novel ini, Keburukan nampak sangat terorganisir sehingga bahkan nyaris mengalahkan kebenaran atau paling tidak, nyaris menenggelamkan Kebenaran ke dalam palung Kebohongan paling rahasia. Bagaimana pertarungan di dunia politik diramu Dan Brown dengan sedemikian rupa kemudian dikaitkan dengan kemajuan pada aspek sains dan teknologi modern secara apik. Sehingga mungkin tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Dan Brown memang adalah pribadi mengagumkan, baik dari segi gagasan cerita, wawasannya yang luas, serta didukung pula dengan kelihaiannya bercerita hingga ke hal-hal kecil (yg mendetail) dalam suatu persoalan.
Sebagaimana dalam novel ini, Keburukan nampak sangat terorganisir sehingga bahkan nyaris mengalahkan kebenaran atau paling tidak, nyaris menenggelamkan Kebenaran ke dalam palung Kebohongan paling rahasia. Bagaimana pertarungan di dunia politik diramu Dan Brown dengan sedemikian rupa kemudian dikaitkan dengan kemajuan pada aspek sains dan teknologi modern secara apik. Sehingga mungkin tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Dan Brown memang adalah pribadi mengagumkan, baik dari segi gagasan cerita, wawasannya yang luas, serta didukung pula dengan kelihaiannya bercerita hingga ke hal-hal kecil (yg mendetail) dalam suatu persoalan.
July 17, 2024
Setengah buku udah keliatan potensial dalangnya siapa aja, tiga perempat udah ketahuan motifnya apa. Seharusnya bisa lebih cepat selesai, tapi narasinya kepanjangan 🗿apalagi adegan di kapal selam, pengen buru-buru selesai.
Mc nya ga begitu menarik, justru side characternya yg cukup mengambil perhatian. Romance diantara mc n male lead nya juga 'meh'.
Tapi dari segi penggarapan techs n sains cukup menarik.
Notes didepan buku: "Delta force, NRO, dan SFF adalah organisasi nyata. Semua teknologi yang digambarkan dalam novel ini benar-benar ada."
☝️ini sih yg buat agak betah bacanya, pengen tau lebih jauh techs apa yg ada pada saat itu (ini tuh awal tahun 2000an ya), kurun waktu 20 tahun, bayangkan techs apa lagi yg telah diciptakan
Mc nya ga begitu menarik, justru side characternya yg cukup mengambil perhatian. Romance diantara mc n male lead nya juga 'meh'.
Tapi dari segi penggarapan techs n sains cukup menarik.
Notes didepan buku: "Delta force, NRO, dan SFF adalah organisasi nyata. Semua teknologi yang digambarkan dalam novel ini benar-benar ada."
☝️ini sih yg buat agak betah bacanya, pengen tau lebih jauh techs apa yg ada pada saat itu (ini tuh awal tahun 2000an ya), kurun waktu 20 tahun, bayangkan techs apa lagi yg telah diciptakan
This entire review has been hidden because of spoilers.
November 24, 2023
Novel khas Dan Brown dengan tema science fiction, thriller, dan politik yang dikemas dengan cukup rumit. Perlu konsentrasi yang penuh untuk membacanya dan mungkin akan sedikit membosankan untuk beberapa pembaca yang ingin langsung mengetahui klimaks ceritanya. Konflik yang ada sebenarnya cukup simple, namun cerita perjalanan tentang konflik tersebut sungguh panjang mengingat novel ini cukup tebal.
Perlu keingintahuan yang tinggi namun juga cukup sabar untuk terus membuka halaman demi halaman. Plot twist di akhir tidak tertebak. Buku yang bagus untuk pembaca yang sabar, punya jiwa pemikir (untuk memikirkan kemungkinan plot twist), dan yang menyukai science thriller.
Perlu keingintahuan yang tinggi namun juga cukup sabar untuk terus membuka halaman demi halaman. Plot twist di akhir tidak tertebak. Buku yang bagus untuk pembaca yang sabar, punya jiwa pemikir (untuk memikirkan kemungkinan plot twist), dan yang menyukai science thriller.
August 13, 2025
Buku ini sangat though dan penuh dengan keinginan berkuasa. Melibatkan NASA sebagai salah satu object dari hal yang dibahas dalam novel ini.
Untuk ending, plot twist sangat terbaca dan kurang meneganggakan. Tp jika d buatkan film akan sangat seru mungkin
So far ini buku yang bagus, tp tidak no 1 dari buku buku karangan Dan Brown
Untuk ending, plot twist sangat terbaca dan kurang meneganggakan. Tp jika d buatkan film akan sangat seru mungkin
So far ini buku yang bagus, tp tidak no 1 dari buku buku karangan Dan Brown
November 27, 2016
Buku terbaik yang saya baca tahun ini (telat banget) xD
Tiap chapter bikin jantungan. Konfliknya terlalu banyak sampe bikin pusing sebenernya. Tapi penyelesaiannya oke banget. Bintang lima! Kalo bisa saya kasih lebih, malah...
Tiap chapter bikin jantungan. Konfliknya terlalu banyak sampe bikin pusing sebenernya. Tapi penyelesaiannya oke banget. Bintang lima! Kalo bisa saya kasih lebih, malah...
February 20, 2018
Dari semua buku Dan Brown yang aku pernah baca ini yang paling melelahkan. Seakan-akan tidak diberi kesempatan bernafas saking tegangnya. Dan seperti khasnya Dan yang mendeskripsikan sangat terperinci membuat saya bertanya-tanya gimana sih dia riset sampai sebegitu jelas dan detailnya.
December 22, 2021
Baru pertama kali ini baca novel yang politik, sains, intel, teknologi (spesifiknya NASA) jadi satu. Seru diikuti sampai akhir walaupun ada beberapa istilah sains yang kurang kebayang karena belum familiar, tapi terjemahannya termasuk mudah. Keren.
November 19, 2018
Plot twist untuk pelakunya ga ketebak layaknya Dan Brown sebelumnya emang. Well, I have a hero beside my Prof. Langdon.
December 6, 2019
setiap babnya membuat kita bertanya-tanya, plot twist yang tidak terduga, sekaligus sebagai sebuah cerita yang menambah wawasan tentang antariksa, geologi, politik
July 1, 2020
Saya suka page -turning dr buku ini. Membuat saya menerka -nerka siapa sebenarnya tokoh antagonis yang terlibat dalam keseluruhan cerita.
August 7, 2021
Tidak usah ditanya lagi, Dan Brown pendongeng terbaik (kedua setelah J.K Rowling) walau bertemakan ribet dan jelimet, disajikan dengan cantik dan sederhana.
October 13, 2021
Dan Brown tidak pernah mengecewakan
Displaying 1 - 30 of 133 reviews






























