What do you think?


Death Note: Another Note - The Los Angeles BB Murder Cases
There's a serial killer loose in Los Angeles and the local authorities need help fast. For some reason the killer has been leaving a string of maddeningly arcane clues at each crime scene. Each of these clues, it seems, is an indecipherable roadmap to the next murder.
Onto the scene comes L, the mysterious super-sleuth. Despite his peculiar working habits, he's never shown his face in public—but this time, he needs help.
Enlisting the services of an FBI agent named Naomi Misora, L starts snooping around the City of Angels. It soon becomes apparent that the killing spree is a psychotic riddle designed to specifically engage L in a battle of wits. Stuck in the middle between killer and investigator, it's up to Misora to navigate both the dead bodies and the egos to solve the Los Angeles Murder Cases.
Onto the scene comes L, the mysterious super-sleuth. Despite his peculiar working habits, he's never shown his face in public—but this time, he needs help.
Enlisting the services of an FBI agent named Naomi Misora, L starts snooping around the City of Angels. It soon becomes apparent that the killing spree is a psychotic riddle designed to specifically engage L in a battle of wits. Stuck in the middle between killer and investigator, it's up to Misora to navigate both the dead bodies and the egos to solve the Los Angeles Murder Cases.
176 pages, Hardcover
First published January 1, 2006
About the author
NisiOisiN
281 books1,036 followersNisio Isin (西尾維新 Nishio Ishin), frequently written as NisiOisiN to emphasize that his pen name is a palindrome, is a Japanese novelist and manga writer. He attended and left Ritsumeikan University without graduating. In 2002, he debuted with the novel Kubikiri Cycle, which earned him the 23rd Mephisto Award at twenty years of age.
He currently works with Kodansha on Pandora, the Kodansha Box magazine, and Faust, a literary magazine containing the works of other young authors who similarly take influence from light novels and otaku culture. He was also publishing a twelve volume series over twelve months for the Kodansha Box line; Ryusui Seiryoin was matching this output, and the Kodansha Box website stated that this is the first time in the world two authors have done twelve volume monthly novel series simultaneously from the same publisher.
In February, 2008, his novel Death Note Another Note: The Los Angeles BB Murder Cases was released in English by Viz Media. Del Rey Manga has already released the first volume in his Zaregoto series. His Bakemonogatari, Nisemonogatari and Katanagatari novels have been adapted into anime series. Nekomonogatari (Kuro) has been adapted into an anime TV movie, and Kizumonogatari will be release in theaters this year. Monogatari Series: Second Season, adapted from 6 books in Monogatari Series will air in July 2013. Another of his works, Medaka Box (manga), has been adapted into a two-season anime series.
He currently works with Kodansha on Pandora, the Kodansha Box magazine, and Faust, a literary magazine containing the works of other young authors who similarly take influence from light novels and otaku culture. He was also publishing a twelve volume series over twelve months for the Kodansha Box line; Ryusui Seiryoin was matching this output, and the Kodansha Box website stated that this is the first time in the world two authors have done twelve volume monthly novel series simultaneously from the same publisher.
In February, 2008, his novel Death Note Another Note: The Los Angeles BB Murder Cases was released in English by Viz Media. Del Rey Manga has already released the first volume in his Zaregoto series. His Bakemonogatari, Nisemonogatari and Katanagatari novels have been adapted into anime series. Nekomonogatari (Kuro) has been adapted into an anime TV movie, and Kizumonogatari will be release in theaters this year. Monogatari Series: Second Season, adapted from 6 books in Monogatari Series will air in July 2013. Another of his works, Medaka Box (manga), has been adapted into a two-season anime series.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 21 of 21 reviews
October 12, 2017
1) Sangat aneh aja rasanya mengetahui bahwa Mello yg menjadi narator cerita ini, mengingat nasib M di canon DN, dan di bgn prolog ada foreshadowing nasib L dan nasibnya sendiri. Uhm... lalu sebenarnya M menarasikan cerita ini, kapan? Sblm prstw Kira? Sesudahnya? Dari dalam kubur??
2) Disebutkan pula di awal, L memakai nama Ryuzaki pertama kali saat penyelidikan ini. ---here come the big spoiler, read on ur own risk---
3) Penamaan. Ok, aku tahu penamaan karakter adalah hak cipta pengarang sepenuh-penuhnya. Dan nama banyak tokoh dengan inisial BB dan QQ mungkin butuh kreativitas ekstra (yeah!) Tapi.... Believe Bridesmaid?? Backyard Bottomlash? (bentar aku ngakak duluuu...) Bluesharp Babysplit?? Oh mai gaaat.... Orangtua generasi milenial betuuuulll inih. Btw, if my surename were Bottomlash, I would like to change my name before entering elementary school, please! I'm not planning to be bullied all my life.
4) Semua celoteh tentang mata shinigami... dan bahwa BB membunuh korban2nya gara gak ada bedanya jg karena mereka jg sdh ajal... gak masuk akal. Korban2nya mati gara2 BB membunuh mereka, bukan logika sebaliknya.
5) Keseluruhan cerita detektifnya, uhm, sesungguhnya bukan cerita detektif yang bagus. Terlalu banyak hal yg dipaksakan. Dicocok-cocokkan biar gathuk.
Sebagai spin-off salah satu manga thriller detektif kontemporer terbaik yg pernah ada, novel ini gak mampu mengikuti seri aslinya. Alurnya kurang cerdas, dialognya kurang witty, logikanya jebol di banyak tempat. Membandingkannya dengan pertarungan L/Kira jadinya kok njeglek bgt.
2) Disebutkan pula di awal, L memakai nama Ryuzaki pertama kali saat penyelidikan ini. ---here come the big spoiler, read on ur own risk---
3) Penamaan. Ok, aku tahu penamaan karakter adalah hak cipta pengarang sepenuh-penuhnya. Dan nama banyak tokoh dengan inisial BB dan QQ mungkin butuh kreativitas ekstra (yeah!) Tapi.... Believe Bridesmaid?? Backyard Bottomlash? (bentar aku ngakak duluuu...) Bluesharp Babysplit?? Oh mai gaaat.... Orangtua generasi milenial betuuuulll inih. Btw, if my surename were Bottomlash, I would like to change my name before entering elementary school, please! I'm not planning to be bullied all my life.
4) Semua celoteh tentang mata shinigami... dan bahwa BB membunuh korban2nya gara gak ada bedanya jg karena mereka jg sdh ajal... gak masuk akal. Korban2nya mati gara2 BB membunuh mereka, bukan logika sebaliknya.
5) Keseluruhan cerita detektifnya, uhm, sesungguhnya bukan cerita detektif yang bagus. Terlalu banyak hal yg dipaksakan. Dicocok-cocokkan biar gathuk.
Sebagai spin-off salah satu manga thriller detektif kontemporer terbaik yg pernah ada, novel ini gak mampu mengikuti seri aslinya. Alurnya kurang cerdas, dialognya kurang witty, logikanya jebol di banyak tempat. Membandingkannya dengan pertarungan L/Kira jadinya kok njeglek bgt.
This entire review has been hidden because of spoilers.
October 10, 2025
Sungguh menegangkan, dengan segala plot twist-nya.
September 14, 2017
sedih dan suram..huhuhu..L..
October 17, 2017
"The most intelligent people disguise the fact that they are intelligent. Wise men do not wear nametags. The more people talk about their own skills, the more desperate they are—their work should speak for itself."
NisiOisiN, Death Note: Another Note - The Los Angeles BB Murder Cases, hal. 112
Novel ini adalah spin-off dari karya populer, Death Note. Siapa sih yang tidak tahu Death Note? Pertarungan akal dan trik antara L (Ryuzaki) dan Kira (Light/Raito Yagami). Namun, novel ini mengambil setting beberapa tahun sebelum waktu Death Note, saat di mana Naomi Misora pertama kali berhubungan dengan L.
Tiga pembunuhan misterius telah terjadi di Los Angeles, dan kepolisian pun menemui jalan buntu untuk memecahkannya. Tiga pembunuhan dengan tiga korban yang tidak memiliki hubungan apa pun dan metode pembunuhan yang berbeda, dengan wara ningyo ditemukan di lokasi kejadian. Sebagai detektif terhebat, L pun turut andil untuk memecahkan pembunuhan ini, dengan alasan pribadi tentunya. Namun, L tidak bisa bergerak langsung. Dia membutuhkan pion, dan pilihannya jatuh kepada Naomi Misora, seorang anggota FBI yang tengah cuti (diskors) dan menghadapi jalan bercabang dalam pilihannya sebagai anggota FBI.
Tentunya, Misora tidak langsung setuju dan sedikit curiga dengan tawaran L. Namun, pada akhirnya, dia setuju untuk bekerja sama memecahkan kasus pembunuhan ini, yang ternyata masih memiliki hubungan erat dengan Wammy's House dan L itu sendiri.
Novel ini dikisahkan oleh Mello, atau M, yang dibesarkan di lembaga yang sama dengan L sebagai penerus L bersama Near, atau N, yang menjadi saingannya di dalam komik aslinya. Di dalam novel ini, Mello mengisahkan pertarungan L dan si pembunuh, B.B., dengan Misora dengan pion L.
Dimulai dari desain buku ini, saya akan memberi 4 bintang karena salah satu alasan saya membelinya adalah sampulnya yang terlihat cantik. Yah, walau desain komiknya juga cantik (menurut saya) sebenarnya. Bukunya pun dihiasi ilustasi Tsugumi Ohba & Takeshi Obata yang memang bekerja sama dengan NISIOISIN untuk menulis novel ini. Saya suka dengan desainnya yang unik dan cantik.
Tapi, sayangnya, ada beberapa hal yang menjadi kelemahan novel ini. 1) Ketidaktahuan Light akan hubungan Misora dan L (di mana Misora sendiri bahkan tidak tahu kalau dia pernah bertemu langsung dengan L) hanya memperpanjang umur L selama setahun, tidak sampai bertahun-tahun; 2) B tidak pernah bertemu L. Faktanya, tidak satu pun dari anak-anak di institusi Wammy's House yang pernah bertemu langsung dengan L, bahkan Mello sekalipun; 3) Karakterisasi Misora dan caranya memecahkan semua petunjuk.
Untuk masalah Mello sebagai narator, saya hanya berasumsi bahwa Mello menulisnya sebelum dia mati. Tetapi, asumsi tersebut tidak akan sejalan dengan fakta bahwa tidak satu pun dari anak-anak, atau calon penerus L, di Wammy's House yang pernah bertemu langsung dengan L atau bahkan mendengar cerita tentang kasus-kasus yang pernah dipecahkannya. Yah, mari asumsikan bahwa Mello mengetahuinya dari data kasus tersebut, atau malah Watari. Tapi, asumsi tersebut bisa dibantahkan dengan fakta bahwa Wammy's House tidak mengetahui nama asli B (Beyond Birthday), dan itulah alasan mengapa B bahkan berani menantang L, kecuali kalau L memang sudah menyelidiki B (atau B.B.) sampai ke data tentang orangtuanya dan kelahirannya.
Untuk kasus pembunuhan yang bisa dipecahkan dengan mudah ini, saya tidak keberatan karena ini adalah titik mula L bertemu dengan Naomi Misora dan menjadikannya pion, yang nantinya akan membawa Misora kembali ke Jepang (selain alasan matinya Raye tentunya). Saya juga tidak keberatan dengan candaan-candaan "aneh" yang dilemparkan Mello maupun Ryuzaki. Saya hanya terganggu dengan beberapa hal di atas, walaupun saya bukanlah pengikut setia komik Death Note, paling tidak, saya mengetahui beberapa fakta dan kejadiannya (setidaknya ingatan saya masih bagus mengenai timeline Death Note).
Untuk terjemahannya, ada 1 kata, yaitu respon, yang bukan merupakan kata baku dalam bahasa Indonesia, karena kata bakunya adalah respons. Lalu, kesalahan penulisan nama di halaman 197:
....., membawanya ke kamar Beyond Birthday dengan nampan.....
Saya asumsikan itu adalah kamar Backyard Bottomslash, karena saat itu, Ryuzaki dan Misora berada di rumah korban ketiga. B.B. bahkan tidak memiliki tempat tinggal tetap. Lalu, di halaman 246, terdapat kesalahan penulisan nama. Nama yang seharusnya adalah "Babysplit", tetapi di situ tertulis "Babyspirit". Dan masih ada beberapa kesalahan yang (agak) mengganggu saya selama membaca buku ini.
Secara keseluruhan, saya hanya bisa memberi dua bintang untuk novel ini. Ceritanya masih bisa dinikmati, tetapi beberapa fakta dan kesalahan nama sedikit mengganggu kenikmatan saya membaca buku ini.
"People can smile even when terrified.”
― NisiOisiN, Death Note: Another Note - The Los Angeles BB Murder Cases
November 8, 2025
Saya ketipu :)))
Emang pinter banget red herring-nya ini :)))
Nah untuk twist itunya saya suka sekali, tapi buku ini bintang 4 saja karena saya kurang suka cara penulisannya (mana buku terjemahannya ini aneh banget penempatan paragrafnya, kadang kayak kurang di-enter gitu, jadi yang seharusnya 2 dialog di paragraf berbeda jadi ditulis menyamping). Misteri kasusnya oke sih, cuma untuk pembunuhan yang berlatar di Los Angeles, kasusnya terasa Jepang banget jadi kayak agak janggal gitu haha.
Tapi overall saya sangat menikmati membaca ini, walaupun ya bukan tipe novel misteri yang unputdownable ya (makanya nyelesain bacanya sampe 2 mingguan).
Emang pinter banget red herring-nya ini :)))
Nah untuk twist itunya saya suka sekali, tapi buku ini bintang 4 saja karena saya kurang suka cara penulisannya (mana buku terjemahannya ini aneh banget penempatan paragrafnya, kadang kayak kurang di-enter gitu, jadi yang seharusnya 2 dialog di paragraf berbeda jadi ditulis menyamping). Misteri kasusnya oke sih, cuma untuk pembunuhan yang berlatar di Los Angeles, kasusnya terasa Jepang banget jadi kayak agak janggal gitu haha.
Tapi overall saya sangat menikmati membaca ini, walaupun ya bukan tipe novel misteri yang unputdownable ya (makanya nyelesain bacanya sampe 2 mingguan).
May 29, 2026
Bagus bgt walaupun idk it must be me the one who didn't get the hint, somehow I feel theres a lot plot holes but I'll not spill it here. I feel moved to read this when I knew that my fave character, Michael Keehl as the narrator🥹🤍
Okay, jadi spin-off ini menceritakan tentang murder cases di LA yang terkenal dengan nama Los Angeles BB Murder Cases. Tapi kasus ini dikenal dengan nama tersebut setelah motifnya terungkap. Saat kasus masih masa investigasi, lebih dikenal dengan nama Wara Ningyo Murder Cases (boneka jerami khas Jepang), karena pelakunya memasangkan boneka tersebut di dinding kamar terjadinya pembunuhan dengan cara dipaku.
Meskipun ini spin-off dari Death Note, tapi sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kira, pengguna Death Note. Kisah ini menceritakan bagaimana L bisa menggunakan nama Ryuzaki. Yap, latar waktunya terjadi sebelum Ryuk iseng menjatuhkan Death Note miliknya karena bosan, yaitu 2002.
Selain itu, tokoh utama lainnya adalah Naomi Misora, seorang mantan agen FBI di series Death Note. Di sini, dia masih menjadi agen FBI dan sedang dalam masa cutinya. L meminta bantuan Naomi Misora tanpa melalui organisasi FBI yang menaunginya. Jadi bisa dibilang, ini merupakan investigasi mandiri antara L dan Naomi Misora.
I really lovee the story even if this barely talk about Death Note. Mello at first chapter also saying that Kira is unfair because what the hell he can kill someone without even touch them. Death Note method is REALLY unfair for geniuses like L & L's successor like Near, Mello, etc. You'll find some plot really entertaining and you'll be like: "WHAT TF" but still make sense (for mediocre like me). It's worth the read and the time! 5/5 sorry if I kinda subjective but this also because I really love Death Note. Superb! 🥳
Okay, jadi spin-off ini menceritakan tentang murder cases di LA yang terkenal dengan nama Los Angeles BB Murder Cases. Tapi kasus ini dikenal dengan nama tersebut setelah motifnya terungkap. Saat kasus masih masa investigasi, lebih dikenal dengan nama Wara Ningyo Murder Cases (boneka jerami khas Jepang), karena pelakunya memasangkan boneka tersebut di dinding kamar terjadinya pembunuhan dengan cara dipaku.
Meskipun ini spin-off dari Death Note, tapi sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kira, pengguna Death Note. Kisah ini menceritakan bagaimana L bisa menggunakan nama Ryuzaki. Yap, latar waktunya terjadi sebelum Ryuk iseng menjatuhkan Death Note miliknya karena bosan, yaitu 2002.
Selain itu, tokoh utama lainnya adalah Naomi Misora, seorang mantan agen FBI di series Death Note. Di sini, dia masih menjadi agen FBI dan sedang dalam masa cutinya. L meminta bantuan Naomi Misora tanpa melalui organisasi FBI yang menaunginya. Jadi bisa dibilang, ini merupakan investigasi mandiri antara L dan Naomi Misora.
I really lovee the story even if this barely talk about Death Note. Mello at first chapter also saying that Kira is unfair because what the hell he can kill someone without even touch them. Death Note method is REALLY unfair for geniuses like L & L's successor like Near, Mello, etc. You'll find some plot really entertaining and you'll be like: "WHAT TF" but still make sense (for mediocre like me). It's worth the read and the time! 5/5 sorry if I kinda subjective but this also because I really love Death Note. Superb! 🥳
November 2, 2024
Kelemahan:
1. Penulisan bahasa saat adegan teknisnya susah dipahami
2. Bahasa terjemahannya terlampau baku
Kelebihan:
1. Pelaku susah ditebak, aslinya bisa sih kepikiran cuma gak nyangka aja
2. Motivasi pelaku dan teknik-tekniknya kreatif diluar nalar
3. Bahasa penulisan bisa dipahami, membuat membacanya cepat
4. Cerita gak bertele-tele, saya membaca buku setebal ini gak kerasa tiba tiba sudah selesai
5. Penulis bisa memainkan pembaca agar tidak bosan dengan memindah-mindah cerita ke tiga tempat TKP, dan satu TKP di akhir
6. Pengecohan penulis efektif, saya terkecoh saat berusaha mencari siapa pelakunya
7. Penggambaran karakternya hidup
8. Ada gambar ilustrasi antar bab yang keren
9. Cerita yang ditulis pada sudut pandang karakter Mello ditulis secara pas
10. Risetnya oke, saya mendapat ilmu baru dalam dunia detektif
11. Bahasa dialog cukup hidup
Rating:
Tulisan: 90/100
Seru: 80/100
Karakter: 85/100
Alur cerita: 80/100
Skor: 87/100
Kesimpulan:
Cerita mindblown, pantas dibaca
1. Penulisan bahasa saat adegan teknisnya susah dipahami
2. Bahasa terjemahannya terlampau baku
Kelebihan:
1. Pelaku susah ditebak, aslinya bisa sih kepikiran cuma gak nyangka aja
2. Motivasi pelaku dan teknik-tekniknya kreatif diluar nalar
3. Bahasa penulisan bisa dipahami, membuat membacanya cepat
4. Cerita gak bertele-tele, saya membaca buku setebal ini gak kerasa tiba tiba sudah selesai
5. Penulis bisa memainkan pembaca agar tidak bosan dengan memindah-mindah cerita ke tiga tempat TKP, dan satu TKP di akhir
6. Pengecohan penulis efektif, saya terkecoh saat berusaha mencari siapa pelakunya
7. Penggambaran karakternya hidup
8. Ada gambar ilustrasi antar bab yang keren
9. Cerita yang ditulis pada sudut pandang karakter Mello ditulis secara pas
10. Risetnya oke, saya mendapat ilmu baru dalam dunia detektif
11. Bahasa dialog cukup hidup
Rating:
Tulisan: 90/100
Seru: 80/100
Karakter: 85/100
Alur cerita: 80/100
Skor: 87/100
Kesimpulan:
Cerita mindblown, pantas dibaca
August 14, 2024
Novel ini mengambil kasus yang diselesaikan oleh L dengan timeline sebelum kasus Death Note, dengan cerita yang dinarasikan oleh M atau Mello, L mencoba menyelesaikan kasus pembunuhan di Los Angeles yang diberi nama The Murder BB of Los Angeles, karena kasus pembunuhan tersebut adalah tantangan yang di berikan B kepada L. dengan dibantu oleh Naomi Misora L berusaha untuk menyelesaikan teka teki dan misteri yang diberikan oleh B.
sebagai pembaca aku sempat terkecoh oleh cerita nya, namun setelah memperhatikan beberapa detil ternyata memang seperti itu seharusnya. plot twist yang mengejutkaan diberikan oleh Nisioisin dengan narasi yang bagus. cerita ditutup dengan plot yang membuat terkejut dan tersenyum lebar. Good Job.
sebagai pembaca aku sempat terkecoh oleh cerita nya, namun setelah memperhatikan beberapa detil ternyata memang seperti itu seharusnya. plot twist yang mengejutkaan diberikan oleh Nisioisin dengan narasi yang bagus. cerita ditutup dengan plot yang membuat terkejut dan tersenyum lebar. Good Job.
June 29, 2022
Spin off death note yang berfokus pada tokoh Naomi Misora. Untuk yang sebelumnya nonton animenya atau baca manganya, tokoh ryuzaki pasti membuat para pembaca memikirkan dia sebagai L sepanjang cerita. Namun di akhir cerita, pembaca akan dikagetkan dengan plot twist yang sudah dipersiapkan oleh NisiOiniN & Andrew
Cerita dengan genre thriller yang diangkat sebenarnya menarik hanya saja plot cerita menurutku lambat dan klimaks pembongkaran siapa tersangkanya kurang. Sangat disayangkan.
Cerita dengan genre thriller yang diangkat sebenarnya menarik hanya saja plot cerita menurutku lambat dan klimaks pembongkaran siapa tersangkanya kurang. Sangat disayangkan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
September 8, 2020
Jalan cerita serta plot twist yang ada diujung cerita digarap dengan rapi, twist jenis ini hanya bisa disampaikan dengan penceritaan melalui medium novel, tidak bisa melalui manga ataupun movie nya. Death Note: Another Note sangat saya rekomendasikan bagi pecinta manga-nya dengan judul yang sama.
April 6, 2018
4 bintang untuk cerita.
5 bintang karena SAYA TERTIPU!
༼ノ◕ヮ◕༽ノ︵┻━┻
Curcol panjang lebar akan dijabarkan di blog, ya.
Nantikan, fufufu.
(●´艸`)ヾ
(〃 ̄ω ̄〃ゞ
5 bintang karena SAYA TERTIPU!
༼ノ◕ヮ◕༽ノ︵┻━┻
Curcol panjang lebar akan dijabarkan di blog, ya.
Nantikan, fufufu.
(●´艸`)ヾ
(〃 ̄ω ̄〃ゞ
May 7, 2019
Selesai baca ini jadi mau baca manganya nonton live actionnya
February 4, 2021
Sebelum KIRA beraksi, L dibantu Naomi Misora berusaha memecahkan misteri pembunuhan beruntun di Los Angeles.
Penuh aksi-aksi menegangkan & agak gore.
Penuh aksi-aksi menegangkan & agak gore.
January 9, 2025
Ga seru
January 21, 2026
gpaham jir
March 18, 2026
mello hmu
October 7, 2026
suka sih tapi kayak dipaksain aja ceritanya, kayak kenapa L diem aja ga cari tau siapa detektif yg lagi bersama misora.
April 26, 2026
Pengalaman baca gue agak rusak.
Gue kena spoiler duluan soal siapa pembunuhnya, dan untuk buku misteri, itu fatal banget. Akhirnya sepanjang baca, bukan ikut menebak atau merasa tegang, tapi cuma “ngejar” cerita sampai ke titik yang sebenarnya sudah gue tahu.
Tapi… selain soal spoiler, pacing-nya juga berasa bertele-tele.
Untuk ukuran novel, banyak bagian yang sebenarnya bisa dipadatkan. Ada momen yang harusnya tajam dan cepat, tapi malah jadi panjang tanpa nambah impact yang signifikan.
Gue kena spoiler duluan soal siapa pembunuhnya, dan untuk buku misteri, itu fatal banget. Akhirnya sepanjang baca, bukan ikut menebak atau merasa tegang, tapi cuma “ngejar” cerita sampai ke titik yang sebenarnya sudah gue tahu.
Tapi… selain soal spoiler, pacing-nya juga berasa bertele-tele.
Untuk ukuran novel, banyak bagian yang sebenarnya bisa dipadatkan. Ada momen yang harusnya tajam dan cepat, tapi malah jadi panjang tanpa nambah impact yang signifikan.
April 21, 2018
Review ver. Bahasa Indonesia
Pertama-tama gue salut banget buat muhammad ali selaku alih bahasa untuk novel ini! pemilihan katanya bagus, enggak menghilangkan ciri khas si pengarang dan mudah dicerna.
Secara garis besar, novel ini sebenernya spin-off dari seri manga dan anime death note tentang interaksi seorang detektif jenius L. Lawliet dan Naomi Misora (Agen FBI). L dan Naomi bertujuan untuk menangkap pelaku pembunuhan berantai di Los Angels oleh Beyond Birthday (atau yang disingkat BB) dalam aksinya membunuh orang-orang dengan missing link yang sulit ditemukan. Karakter BB yang menyimpang dan hubungannya dengan sang detektif L menjadi daya tarik utama novel ini
Kelebihan novel ini:
1. Plot twist selalu ada disetiap chapter bukan cuman diakhir cerita
2. Penggambaran karakternya kuat
3. Cerita ini di narratori oleh tokoh lain
4. Ilustrasinya keren
5. Gaya bahasanya mudah dimengerti
Kekurangan:
1. Nama tokohnya aneh-aneh :(
Quarter Queen? Ratu seperempat?
Believe Bridesmaid? Kepercayaan pembantu pengantin?
Backyard Bottomslash? Halaman belakang pemotong pantat?
Blackberry brown? Beri hitam coklat?
Gue ngerti, barangkali penulis ingin tokoh-tokoh figurannya berkesan dan unik tapi jatuhnya jadi aneh banget. Ngakak sih cuman.... ya gitu deh. Tapi secara keseluruhan novel ini keren banget! sayangnya mayoritas pembaca baru enggak akan ngerti isi cerita ini kalo belum nonton anime atau baca komiknya
Pertama-tama gue salut banget buat muhammad ali selaku alih bahasa untuk novel ini! pemilihan katanya bagus, enggak menghilangkan ciri khas si pengarang dan mudah dicerna.
Secara garis besar, novel ini sebenernya spin-off dari seri manga dan anime death note tentang interaksi seorang detektif jenius L. Lawliet dan Naomi Misora (Agen FBI). L dan Naomi bertujuan untuk menangkap pelaku pembunuhan berantai di Los Angels oleh Beyond Birthday (atau yang disingkat BB) dalam aksinya membunuh orang-orang dengan missing link yang sulit ditemukan. Karakter BB yang menyimpang dan hubungannya dengan sang detektif L menjadi daya tarik utama novel ini
Kelebihan novel ini:
1. Plot twist selalu ada disetiap chapter bukan cuman diakhir cerita
2. Penggambaran karakternya kuat
3. Cerita ini di narratori oleh tokoh lain
4. Ilustrasinya keren
5. Gaya bahasanya mudah dimengerti
Kekurangan:
1. Nama tokohnya aneh-aneh :(
Quarter Queen? Ratu seperempat?
Believe Bridesmaid? Kepercayaan pembantu pengantin?
Backyard Bottomslash? Halaman belakang pemotong pantat?
Blackberry brown? Beri hitam coklat?
Gue ngerti, barangkali penulis ingin tokoh-tokoh figurannya berkesan dan unik tapi jatuhnya jadi aneh banget. Ngakak sih cuman.... ya gitu deh. Tapi secara keseluruhan novel ini keren banget! sayangnya mayoritas pembaca baru enggak akan ngerti isi cerita ini kalo belum nonton anime atau baca komiknya
April 12, 2008
untuk kemasan, buku ini saya beri empat bintang. untuk sebuah novel Jepang, buku ini tidak saya rekomendasikan (untuk dibaca).
dibandingkan dengan komik asli-nya (yang ditulis oleh ohbata), novel ini kalah jauh dari segi kompleksitas, kecerdasan, suspense, karakterisasi etc. yang membuat novel ini sangat buruk adalah humor-humor menyebalkan yang coba ditampilkan oleh si penulis. ceritanya juga tidak spesial, trik-trik yang diolah tidak membuat tercengang. sebagai penggila deathnote, saya kecewa membaca ini.
(tapi saya tidak kecewa membeli bukunya. covernya keren. belilah dan tidak perlu kalian baca. cukup dilihat-lihat, lalu disimpan di lemari kaca untuk dipamerkan pada sesama otaku :D)
dibandingkan dengan komik asli-nya (yang ditulis oleh ohbata), novel ini kalah jauh dari segi kompleksitas, kecerdasan, suspense, karakterisasi etc. yang membuat novel ini sangat buruk adalah humor-humor menyebalkan yang coba ditampilkan oleh si penulis. ceritanya juga tidak spesial, trik-trik yang diolah tidak membuat tercengang. sebagai penggila deathnote, saya kecewa membaca ini.
(tapi saya tidak kecewa membeli bukunya. covernya keren. belilah dan tidak perlu kalian baca. cukup dilihat-lihat, lalu disimpan di lemari kaca untuk dipamerkan pada sesama otaku :D)
March 11, 2013
Saya bukan penggemar berat Death Note (terutama arc 2), tapi karena cukup suka dengan gaya Nishio, saya iseng membaca buku ini.
Mungkin karena tidak terlalu 'politikal' seperti era Mello di versi komiknya, saya cukup menikmati novel lepas ini.
Mungkin karena tidak terlalu 'politikal' seperti era Mello di versi komiknya, saya cukup menikmati novel lepas ini.
Displaying 1 - 21 of 21 reviews


















