Apa yang akan kalian lakukan jika teman kalian dalam bahaya besar? Apakah menolongnya? Atau diam saja tidak bisa melakukan apapun? Aku tahu apa yang akan aku lakukan: berangkat bertarung membantunya.
Kali ini kami bertualang ke Klan yang malam-malamnya adalah horor panjang. Kekuatan gelap menyelimuti separuh Klan, dan aku harus memecahkan misteri pesan yang dikirimkan lewat teknologi mimpi. Petualangan ini tidak kalah seru, tidak kalah menegangkan. Dan sungguh, aku mohon maaf, kalian mungkin berteriak kesal saat tiba di halaman terakhir buku ini.
"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."
"1000 komentar yang kita buat di dunia maya, tidak akan membuat kita naik pangkat menjadi penulis buku. Mulailah menulis buku, jangan habiskan waktu jadi komentator, mulailah jadi pelaku."
If this was not written by Seli pov maybe I will be really annoyed with how the story is written😂
Karena aslii, buku ini beneran ngalor ngidul ceritanya. Suka tiba-tiba keluar dari main story. Tapi bukan salah siapa-siapa soalnya ditulis sama Seli! Kali ini series Bumi diambil alih sementara sama gadis berkekuatan petir yang satu itu. Dan disclaimer Seli ngingetin terus menerus kalau dia bukan storyteller yang baik. Tapi karena cara penulisannya yang beda sama Raib ngebuat cerita dibuku ini jadi lebih fun dan kocak dibandingkan buku-buku series Bumi yang lain. Jadi sejujurnya aku suka banget sama buku dari serial bumi yang satu ini!
Di petualangan kali ini sayang sekali trio kesayangan kita gak lengkap. Tapi walau begitu ada satu anggota baru yang menggantikan nih. Walau pasti beda vibenya tapi menurutku lumayan menghibur dan penting buat keberlangsungan storyline nya. Tokoh dan karakter juga ngangenin seperti biasa, terlebih lagi di akhir cerita kita lagi-lagi digantung sama Bang Tere dan bernasibkan harus nunggu entah berapa bulan untuk kelanjutan dari kisah yang satu ini.
As always perjalanan trio kita ini selalu seru! Dan menurutku cerita kali ini juga lebih ringan dibandingkan biasanya (kayaknya efek seli yang nyeritain ya). Oh ya, di cerita kali ini alurnya juga maju mundur karena diceritain Seli yang lagi-lagi suka ngalor ngidul. Dan kisah kali ini bener-bener jadi pengantar untuk buku selanjutnya, jadi aku akan setia menanti buku kelanjutannya.
Sebenarnya cukup melelahkan mengikuti serial ini sejak SMP, hampir 8 tahun yang lalu ! Menantikan dengan sabar setiap tahunnhya penuh dengan harap bahwa di buku selanjutkan akan terpecahkan. Ternyata semakin melebar kemana mana.
Overall, ceritanya tetap bikin menegangkan dan bikin penasaran walau di akhir cerita selalu bikin kesal sendiri karena harus menunggu satu tahun lagi untuk tahu ceritanyaa.
THE ENDING...... Membagongkan banget WOI???#!#?! (Even thou i already have gotten spoiled about it but STILL WTF MAN) Lucu banget dah mantan jenazah (stop PLS get some help). Btw i just have that one feeling that i would scream much more in the next book. 😇🥲
Matahari Minor ini buku ke-14 dari serial bumi. Di buku ke-14 ini kita akan diajak Seli & Raib bertualang di klan baru, klan yang malam-malamnya adalah horor panjang. Wah ada apaan tuh? 🫨 tapi sebelum nebak-menebak, aku mau spill kalo petualangan kali ini diceritain dari POV nya Seli dan timeline nya cerita sesudah Sagaras ya!
Dari segi narasi, dijamin rapi dan seru ala bang Tere cuma aku jujur lebih suka POV-nya Raib. Terus alurnya seru bener, setelah aku cukup jenuh pas baca Sagaras, aku nemuin keseruan di petualangan kali ini karena klan yang mereka datengin kali ini cukup unik dan mencekam, atmosfer mencekamnya kerasa🫣 ditambah lagi kali ini pusat ceritanya ada di Seli yang terus-terusan mimpi aneh jadi makin bikin aku penasaran sama ceritanya. Pertarungannya juga cukup seru dan gak terlalu monoton karena mereka akan menghadapi musuh yang gak mereka duga-duga, yes di sini letak kejutan dari bang Tere yang buat pembaca serial bumi teriak kaget + kesal karena endingnya gantung bener😭🤏🏻 jadi aku saranin kalo mau baca Matahari Minor, pastiin kalian udah punya ILY supaya gak lama digantungnya (nasib pembaca yang setahun kemudian baru bisa baca lanjutannya).
Kalo ngomongin narasi bang Tere pasti ga lengkap kalo ga ngomongin pelajaran yg di dapat. Kali ini Matahari Minor mau ajarin pembacanya untuk selalu melihat dari sisi lain ketika ada kejadian yang tak menggenakan terjadi karena bisa saja kamu kehilangan tapi kamu juga nemuin jawaban dan kedamaian di saat yang bersamaan. Terus intinya di saat sesuatu buruk terjadi yang perlu kita lakuin sebenarnya adalah menerimanya, penerimaan akan membawa hal baik datang ke hidup kita❤️🩹
Overall sebagai pembaca serial bumi (yang udah sampai buku ke-15), aku cuma mau bilang kalo serial ini worth untuk dibaca + dikoleksi karena ya tau sendirilah gimana cantiknya mereka berjajar di rak😍💫 oiya makin lama, makin seru ceritanya!
Here's my opinion : • Agak kikuk/aneh karena diceritakan dari PoV seli but it's okay • Antara ngebosenin dan penasaran tuh fifty-fifty • Nggak ada hal baru sama pola ceritanya dan hal itu bikin storyline-nya sedikit predictable. • World building Klan Matahari Minor menurutku kayak nggak terlalu solid, mungkin karena masih awal-awal kali ya. • Endingnya hmmm..😇 • Suka banget bab bonusnya HEHEHE 🙈🧡
“Seri ke-14 dari rangkaian Bumi. Membaca serial Bumi tidak lebih dari usaha saya untuk bisa sepemikiran dengan keponakan. Sejauh ini masih konsisten menarik dan sesuai usia bacaan. Ya meskipun saya tahu di luar sana banyak yang menghujat penulis secara habis-habisan. Perlu diingat, buku anak berbeda dengan dewasa, jangan disatukan.”
Buku-buku series ini yang bagian awal seperti buku bumi, matahari, bintang terlihat menjanjikan alurnya karena seru sekali seperti dibawa ke dunia baru yang unik, sekarang jadi makin gak seru dan cenderung membosankan. Ceritanya terlalu bertele-tele dan pertualangan ke klan barunya pasti baru ada pas bukunya sudah mau selesai, padahal bagian itulah yang bikin seru pembaca.
Heeeh spt yg sudah saya bilang direview seri sebelumnya sebenarnya series ini mulai rada ngebosenin dan ni seri buku makin nambah² aja. Tapiii... Matahari Minor ini sumpaaah g ngebosenin. Kenapa ya.. pikir dipikir apa karena perubahan POV. Matahari Minor diceritakan dr sudut pandang Seli. Eh dia lucu jail ternyata, kita jadi tau Seli tuh kek gmn. Mungkiiiin sebagian pbaca yg sudah nyaman dan terbiasa dgn Raib bakal rada² gmn gitu. Makanya sebelum kenapa² Seli berulang kali minta maaf kalo dia adalah pencerita yg buruk hehehe... Dan kali ini sepeninggal Mas Ali yg memilih menetap sama ibunya di SagaraS, posisinya digantikan sama Si Putih. Hayooo siapa yg sejak baca Bibi Gill menantikan come back nya si Putih ini... Akhirnya si Putih mulai menunjukkan taringnya kembali di seri ini. Daaan spt biasa endingnya membagongkan... Ini beneran penasaran sama ILY... Seri ini bener bikin penasaran sama ILY, apa ntar bisa jadi Baek lagi, penasaran sama Ily yg dicuri pengungsi abadi, penasaran sama Ali dan hasil tes nya, penasaran sama si Tanpa Mahkota, dan penasaran sama Bondingnya Si Putih. Kepala agak ribut jadinya ini..hehehe...
Aku habisin Matahari Minor ini cuma beberapa jam. Lebih seru dari SagaraS kerna dinamika yang pelbagai. Pertarungan juga ga terlalu kebanyakan, malah lebih banyak penceritaan..jadi lebih enjoyable to read.
Tetap saja, selesai baca bukunya, penasaran untuk novel seterusnya. Ahh...sudah buku keberapa belas, kapan mau selesai pertualangan antar klan ini?
Setakat ini aku bisa katakan serial Bumi ini begitu berhasil sehingga ke Malaysia, dan sering aku rekomen pada public. Ibarat Harry Potter x Star Wars versi Nusantara.
Di buku ini, sudut pandangnya tidak lagi dari Raib, namun dari Seli. Kerasa banget sih perbedaan jalan berpikir mereka 😀 Ceritanya berjalan dengan lambat, baru di pertengahan buku serunya. Di sini adegan pertarungannya tidak terlalu banyak, dan lebih menceritakan tentang perjalanan Seli, Raib, & Si Putih (yang ingin ikut berpetualang) dalam mencari petunjuk mengenai keberadaan Ily.
Ada beberapa hal baru yang menurutku menarik di sini, seperti petualangan kali ini Ali tidak ikut, Si Putih yang akhirnya memunculkan kekuatan bertarungnya, pertemuan Bibi Gill dengan Si Putih, klan baru, hingga Raib dan Seli yang bertemu lagi dengan seseorang yang terlibat langsung dengan ekspedisi Klan Aldebaran. Oh ya, ada juga 1 hal yang buat aku senang di buku ini, yaitu the redemption arc for Si Tanpa Mahkota yaayyy 🥺💞
Namun, ada beberapa kekurangan di buku ini. Aku sempat menyebutkannya di awal, ceritanya berjalan lambat, sangat lambat. Ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu diceritakan ulang, salah satunya momen Master B mengungkapkan teorinya jika Ily masih hidup. Man, it has been told in the previous books, kita tidak perlu diceritakan ulang, kalimat-kalimatnya bahkan masih sama 😀
Timeline ceritanya juga melompat-lompat, tapi untuk ini sih aku tidak keberatan. Untuk konsep malam-malam horor yang ada di Klan Matahari Minor, ini justru mengingatkanku dengan Klan Polaris Minor. Penduduk di klan ini menghadapi masalah yang sama: malam hari, hewan-hewan buas, dan orang-orang yang tinggal di dalam hutan. Bedanya, penduduk Klan Polaris Minor tidak perlu berpindah-pindah jika malam datang, dan mereka jelas saling membantu satu sama lain 😐
Okay, this book is not that bad anyways, aku kasih rating 3,9/5⭐
Jadi penasaran dengan kelanjutannya, apakah Ily bakal ingat lagi dengan Raib dan Seli? Apa kekuatan yang dimiliki Ily? Siapa sih Raja Hutan Gelap? Apakah Cwaz pada akhirnya bisa menemukan cara untuk membereskan masalah di Klan Matahari Minor?
This entire review has been hidden because of spoilers.
Matahari Minor sayangnya masih di bawah ekspektasiku. Ini seperti sebuah cerita yang belum tuntas, maka keputusan Tere Liye memecah cerita Ily menjadi dua buku sepertinya kurang tepat. Namun, buku ini menjembatani cerita-cerita spin-off petualangan dunia paralel lainnya dengan menghadirkan tokoh-tokohnya, atau setidaknya menyebutkannya. Selain itu, aku tertarik dengan worldbuilding Klan Matahari Minor yang mengingatkanku pada negara-negara konflik dan para pengungsinya. Oh iya, walau ceritanya kurang memuaskan, Matahari Minor diceritakan dengan sudut pandang baru dan dengan kombinasi tokoh yang baru, sehingga memberikan kesan baru pula bagi pembaca. Oleh karena itu, aku beri skor 6,8/10.
Berbeda dari buku-buku dalam Bumi series sebelumnya, Matahari Minor diceritakan dari POV Seli, bukan Raib. Kayaknya Raib terlalu sedih karena kehilangan Ali deh, jadi gak bisa cerita ke kita-kita~🥲
Penggunaan POV Seli di buku ini terasa beda dan lebih segar. Yah, meskipun pembaca akan sedikit kebingungan dengan alur cerita yang lompat-lompat karena riuh-nya isi kepala Seli.🤯
Cerita bermula dari Seli yang berkali-kali bermimpi buruk tentang ruangan gelap tak berujung. Seli dan Raib pun berusaha memecahkan pesan misterius yang dikirimkan lewat teknologi mimpi yang menyangkut Ily, sahabat mereka yang ternyata masih hidup. Dimanakah Ily berada? Sanggupkah mereka menyelamatkan Ily sebelum terlambat?🤔
Jujur, petualangan Raib cs kali ini terasa hampa dan kurang menegangkan. Tentu aja penyebabnya karena mereka kehilangan otak genius Ali. Well, meskipun ada Si Putih yang ikut menemani dua gadis itu.
Porsi pertarungan yang biasanya mendominasi, banyak dipangkas dari buku ini. Entah lah, rasanya kurang seru aja. Buku ini malah menunjukkan banyak kecerobohan Seli dan Raib tanpa kehadiran Ali. Padahal aku berharap Seli dan Raib akan mengeluarkan kekuatan baru mereka yang selalu memukau itu.
Kayaknya banyak yang sebel dan kesal sama ending dari Matahari Minor ya? Aku sih udah nebak endingnya dari awal karena banyak hint yang bermunculan.😆 Aku mikirnya, klo pun Ily beneran masih hidup, gak akan semudah itu dong~😏
Overall, jika dibandingkan dengan SagaraS, petualangan di Matahari Minor terasa biasa-biasa aja. Pola alurnya pun gak beda jauh dengan buku-buku sebelumnya. Pun dengan plot twist yang gampang ditebak. Dari buku ini, aku malah penasaran sama rencana Ali kedepannya dan tentu aja tentang kisah dibalik Ily yang sekarang.🤔
Alurnya masih seperti buku sebelumnya yang predictable. Plot twist di akhir(?) gak yg wow bgt juga sih… karena udah ketebak. Sempet boring (hampir di setiap series akhir akhir sih). Tapi bacanya lumayan lebih enjoy.
Mungkin karena ini POV Seli ya? Jadi walaupun muter-muter kesana kemari tetapi masih terkesan enjoy dan lebih ceria aja. Dari sebelumnya yang POV Raib rasanya orangnya terkesan murung dan serius nyerempet galak bin ketus (temperemen) jadi yah di POV Seli ini lebih kerasa enjoy dan fresh aja. Mungkin juga karena faktor “yaudahlah paling jg diakhir gitu gitu aja, trs lanjut buku selanjutnya. Plot juga ketebak, nikmati aja petualangannya.”
Dan adegan pertarungan disini lebih sedikit dari buku sebelumnya dan tidak membuat eneg. Iya, dibuku sebelumnya muak aja karena kesannya gitu terus dan alur pertarungannya udah ketebak. Disini lebih banyak ngomong dan situasi berpetualangan jadi kerasa lebih ringan dan enjoy aja untuk pembaca seperti saya. Dan pembawaan Seli dalam sudur pandang buku ini mendukung untuk itu. Yah mungkin kalau bukan POV Seli bakal aku kasih 2/5 hahah.
Dan ya, ini buku remaja banget. Cocok buat anak remaja yang suka petualangan dengan sifat naif naif nyerempet bodohnya itu. Heheh. Maaf. Karena sifat mereka masih aja too naive. Sorry not sorry, tpi saya kesel.
DAN YANG PALING BUAT SAYA KECEWA KENAPA TANPA MAHKOTA DI AKHIR DIALOG NYA JADI KAYAK REMAJA PUBER??? Mana pangeran saya yang berwibawa :(((. Kecewa berat. Kayak gak sesuai dengan pembawaan karakternya dia. Oke kalau emang chara develop tapi kesannya agak maksa dan cringe.
Tapi ini emang buku buat anak-anak dan remaja. Yaudah lah. (Tetap kecewa) (gatal memberi bintang 1 sj)
Tere Liye jeli melihat kejenuhan para pembaca serial Bumi, buku seri ini sudah bertahun-tahun terbit namun masih belum tamat juga. Para pembaca dipaksa harus bersabar setiap tahun sampai buku berikutnya terbit berharap ada titik akhir disana. Namun matahari minor jelas bukan garis finish yang diharapkan dan lagi-lagi para pembaca diminta untuk bersabar sedikit lagi.
Diubahnya POV pada kelanjutan seri ini, kami sudah terbiasa dengan sudut pandang Raib, namun disini kami dibawa dalam certia dengan sudut pandang berbeda, yaitu sudut pandang Seli. Diawal halaman masih harus beradaptasi, “aku” yang dimaksud ini Seli bukan Raib.
Gaya bertutur yang unik, lompat2 dan tak berstruktur membuat jadi fresh, berkali-kali Seli minta maaf jika gaya berceritanya tidak beraturan.
Petualangan ini bercerita tentang misteri Ily, sahabat mereka yang meninggal dalam festival bunga Matahari beberapa tahun silam di Klan Matahari. Diawali dari Seli yang mendapat pesan yang sama berkali-kali dalam mimpi, memaksa mereka melakukan petualangan ke dunia paralel berdua, tanpa Ali. Untuk mengungkap sebuah misteri tentang Ily.
Apakah Ily masih hidup? Apa dia berubah menjadi jahat? Bagaimana awal cerita ekspedisi Aldebaran 40ribu tahun silam? Apa kaitannya dengan Ily? dan Apakah ada kekuatan jahat baru yang akan datang?
Semua akan dijawab disini, terang benderang!
Endingnya memang dibuat menggantung (seperti biasa) dan akan berlanjut ke buku selanjutnya bertajuk “ILY”
Pesan moralnya, orang jahat bisa menjadi baik dan begitu sebaliknya. Tak sabar melihat transformasi Si Tanpa Mahkota berubah menjadi baik dan jadi teman Raib, Seli, Ali. Mungkinkah? Dan apakah Ily akan jadi jahat betulan? Wow!
Kalau bukan pembaca series bumi lengkap -yg baca buku pertama sampai SagaraS- mungkin bakal bingung ofc. Jadi buku ini lebih bisa dinikmati oleh para pembaca setia series bumi.
Judulnya Matahari Minor dan memang petualangannya di Matahari Minor walaupun diawal Raib dan Seli mengunjungi beberapa klan untuk menemukan 'jalan masuk' menuju Matahari Minor. Lho cuma berdua? Dimana Ali? Yang baca SagaraS pasti tau dimana Ali ---nyuruh baca SagaraS- tapi tenang Raib dan Seli enggak hanya berdua kok berpetualang di klan Matahari Minor. Selain itu, buku ini mengambil pov dari sisi Seli sehingga ada perbedaan dari gaya penyampaian yang biasanya kita baca dibuku sebelumnya yang mengambil pov dari sisi Raib.
Semuanya bermula dari mimpi yang dialami Seli, hingga sampai pada satu kesimpulan yang menurut Seli arti dari mimpi itu. Bahwa sahabat mereka yang rela berkorban demi keselamatan banyak orang nyatanya belum meninggal, setidaknya itulah perkiraan dan harapan Seli. Dan di Klan Matahari Minor lah kemungkinan Seli dan Raib bisa menemukan jawaban atau kebenaran dari perkiraan serta harapan mengenai sahabat mereka.
Dibuku ini juga muncul tokoh-tokoh yang tak asing yang muncul dibuku sebelumnya seperti Master B alias Batozar dan bibi Gill serta ada tokoh baru yang mungkin menjadi sosok penting nantinya.
Bab Bonus diakhir halaman membuatku penasaran, dan sepertinya kita harus bersiap. Menanbung mulai dari sekarang, pembaca Tere Liye apalagi pembaca series bumi pasti tak asing dengan bagian akhir yang ada di beberapa buku karya bang Tere.
Melihat sekilas dari cover buku ini, apalagi dari jauh, pasti bakal mikir kalau ini adalah Matahari, yang well saya juga mikir gitu di awal. Karena cover Matahari Minor dengan cover Matahari hampir persis sama, terutama tone warna.
Jadi, gimana? Ada yang udah baca? Excited banget bikin review buku ini walau mungkin ga bakal panjang banget.
Ada beberapa perbedaan cukup besar dalam buku ini dibanding buku-buku sebelumnya. Pertama, sudut pandang bukan lagi dari Raib, melainkan Seli. Kenapa? Well, mungkin lebih ke penyegaran sih sebenarnya. Soalnya dari main book sebelumnya, yang ambil kisah itu adalah Raib semua. Dan bagi saya, ga ada masalah sih dengan ini. Seli dengan ciri khasnya juga terlihat cukup jelas di sini. Saya jadi bertanya-tanya, apakah ke depannya nanti bakal ngambil sudut pandang dari Ali juga?
Kedua, petualangan kali ini Ali ga ada. Yup. Kalian ga salah dengar. Cuma berdua, Seli dan Raib. Ali ke mana? Harusnya tau sih kalo udah baca SagaraS kemarin. Dan ini yang bikin agak kurang seru menurut saya, karena bukan cuma Raib dan Seli yang kehilangan, kita juga kehilanganmu gudang ilmu berjalan. Ya walau itu bisa ditutup tipis-tipis sama penjelasan masuk akal Raib sih.
Ketiga, buku ini entah kenapa, kurang seru. Seru sih iya. Tapi dibandingkan sebelum-sebelumnya, masih kalah. Mungkin karena di ending kita ga disajikan main conflic.
~~~ Setelah kembali dari SagaraS, Seli mengalami mimpi buruk yang berulang-ulang hingga suatu kali mimpinya memberikan petunjuk. Atas petunjuk itu, maka petualangan berikutnya pun dilakukan. Kali ini Seli dan Raib tidak pergi bersama Ali, namun dengan seekor hewan purba langka. Siapakah itu? dan bagaimanakah petualangannya? ~~~
Cerita kali ini dikisahkan melalui Seli. Berisikan sedikit penjelasan tentang apa yang terjadi di SagaraS, bagaimana mereka kembali ke Bumi, sekaligus satu momen di mana Master B menyampaikan teorinya tentang Ily, ah iya dan hal menarik tentang Master B yang tampangnya menyeramkan dan suka maksa itu, ternyata juga bisa takut sama sesuatu. 😅
Bagiku penulisan terkait mimpi yang dialami Seli cukup seram, aku sampai merasakan paniknya dan ingin cepat-cepat selesai membaca tentang mimpinya. Suasana novel kali ini rasanya terasa sangat berbeda, lebih mencekam, mungkin karena Seli dan Raib tidak dibersamai Ali ataupun Master B kali ya. 🫥
Endingnya sangat bikin aku kesal, padahal di blurb udah dikasih tau sih, tapi dasarnya aku g'sabaran, kena deh. Nah buat kalian pencinta series bumi yang mau membeli novel ini dan mau baca, silakan tentukan pilihannya sendiri mau baca sekarang atau nanti sekalian bareng novel Ily. Saranku sih nanti aja sekalian bareng novel Ily.✌️
Matahari minor adalah novel yang harus dibaca sebelum ILY. Prediksi awal kemarin sih langsung terbit ILY, tapi ternyata bang tere nerbitin Matahari Minor dulu yang akan jadi latar belakang novel ILY.
Berawal dari Seli yang suka mimpi aneh tentang kotak hitam seperti peti mati yang akhirnya Seli mengartikan kalau mimpi itu adalah kode/pesan yang datang untuknya. Dan ternyata, peti yang ia lihat itu ada nama Ily. Akhirnya seli mengambil kesimpulan kalau Ily masih hidup dan butuh pertolongan mereka.
Dari sinilah, petualangan Seli dan Raib dimulai.
Menariknya, di Matahari Minor ini, kita akan diajak flashback dengan beberapa kisah yang dulu sudah pernah terjadi. Di dalam buku ini juga kita akan ketemu sama tokoh tokoh dari berbagai klan seperti Bibi Gill.
Memang di novel ini, si Ali tidak ikut karena Ali memutuskan untuk menetap di klan SagaraS bersama ibunya. Tapii, Seli dan Raib mendapat teman baru mereka untuk berpetuang ke klan Matahari Minor.
This entire review has been hidden because of spoilers.
much better than previous, SagaraS, back to being exciting like the others. in my opinion, the info for the next books from before should include this book, cuz since Bibi Gill, Tere Liye didnt mention SagaraS nor Matahari Minor. it felt like Matahari Minor is just an intermezzo or just side story from Seli's POV. its part of th Bumi timeline, unlike Bibi Gill, Si Putih, and Selena, theyre prequel to understand the lore more. speaking of sneak peak, the mini sneak peak in Bibi Gill should be said for Ily AND Matahari Minor because theyre on their adventure with that mini story. idk why the sneak peak was copy-pasted (only changed the POV to Seli's) to Matahari Minor, its about 3-4 pages. maybe some people read the book following the years of books just released so with that couple of pages, they could refresh their memories. also what i like from this book is that, there are so many "quotes" inside, especially Bibi Gill's advise for Raib and Seli. Character development on Tanpa Mahkota made me excited too. He might help the main characters in the future(?) who knows..
This entire review has been hidden because of spoilers.
Kalau dibandingin sama buku lain, emang Matahari Minor kerasa lebih kocak dan agak ngalor ngidul, dan kalo ditanya kenapa, yaaaa karna Seli lah yang nulis. Dari awal cerita udah diperingatin, buku ini bisa jadi tiba-tiba keluar bahas hal lain, soalnya Seli bilang, dia bukan story teller yang baik. Percaya sih, keinget karakter Seli di buku sebelumnya, ya bener, jadi, udah nyiapin diri dari awal kalo jalan ceritanya agak lain dari buku sebelumnya haha.
Buku kali ini, jadi buku yang pertama kali kurang lengkap karna petualangan ke klan Matahari Minor cuma berdua aja, Raib dan Seli, tanpa Ali si jenius yang biasanya selalu siap sedia dengan rencana-rencana.
Meskipun kurang, tapi novel ini terasa fresh dan ga kalah seru. Petualangan Raib Seli juga tetep asik buat diikutin, meskipun harus memaklumi gaya cerita Seli.
Dann seperti biasa, endingnya dibikin gantung, tapi ending gantung emang bikin kita nunggu-nunggu novel selanjutnya. Termasuk ending novel ini bikin HAHH.
Speechless, sampe bingung sendiri rasanya mau nulis apa nih. Endingnya aduh bikin kepikiran deh, pengen cepet baca ILY, Aldebaran, dan Proxima Centauri.
Di petualangan ini trio kekurangan member, si Biang Kerok alias Ali tidak ikutan karena masih stay di Klan SagaraS. Jadi hanya ada Seli dan Raib, plus Si Putih yang turut menemani.
Buku ini diceritakan dari sudut pandang Seli, bukan Raib seperti biasanya. Menurutku walaupun story telling Seli tidak seruntut itu karena dia bisa tiba-tiba menceritakan hal lain di tengah hal lainnya, buku ini justru makin seru. Karena pemikiran Seli dan pertanyaan di dalam kepalanya seakan mau ditumpahkan semua. Tidak jarang Seli harus menahan sebisa mungkin untuk tidak nyeletuk bertanya.
Petualangan ini berfokus pada pencarian Ily di Klan Matahari Minor, subklan Matahari. Tapi tentu aja ga diceritakan keseluruhan karena part terserunya pastilah ada di buku ILY. Jadi, mari kita bersabar menunggu buku selanjutnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Saya pengikut setia novel seri ini, karena ngefans sama Ali si jenius. Tapi di novel kali ini, perjalanan tanpa si otak perjalanan mereka, memang agak kurang. Biasanya ari POV Raib, di sini giliran POV Seli, agak melebar kemana-mana. Ya tapi begitulah Seli. Berawal dari mimpi buruk Seli yang berulang, yang ternyata pesan dari salah seorang yang berada jauh di Klan matahari minor. Raib dan Seli nekat melakukan perjalanan bertiga, bersama si Putih dan ditemani ILY sang alat transportasi modern (buatan Ali) yang juga merangkap jadi sahabat perjalanan mereka. Perjalanan yang tidak mudah, kehilangan ILY dan harus berteleportasi sesegera mungkin sebelum malam tiba. Berhari-hari, tanpa henti. Mengaktifkan beberapa keahlian baru dari masing-masing mereka. Namun sayang, bersambung. Agak kurang sabar sih, apalagi ceritanya kepotong di saat-saat yang krusial.
Di awal sampai pertengahan bab, pokoknya saat si putih baru omong sama bibi gill bru mulai kerasa feelnya. Cuma ya diawal aku ngerasa emang ada yang kosong :" ceritanya datarr di awal. Sosok Ali sebagai tokoh yang bikin nambah warna dari perjalanan petualang Raib dan Seli juga seperti memang ada ruang yang kosong. Karena gak ada ali :" Feel bertarung mereka aku kurang dapat :"
Justru yang paling banyak membantu tuh sih putih. Aku suka banget saat dia memberikan petuah dan di beberapa halaman terakhir adegan raib dan seli yang ditipu. Disitu bru kerasa feel keselnya. Selain itu ya ceritanya emang masih gantung banget di buku ini.
Mungkin keunggulannya ya kita banyak dapatin cerita yang jadi storyline untuk cerita-cerita selanjutnya. Seperti hidangan pembuka.
Originally 5 stars but the girls seemed naive and too pure-hearted, even after what, 10 books? Even after Tamus in Lumpu, it's as if they didn't learn from their mistakes. The plot armor saved them. They better be cautious in the next book enough to not just trust anyone, even weak-looking victims. They just... Idk, went naive without Ali. So minus 1 star for that. It's frustrating.
On the other hand, Tere Liye's worldbuilding never fails to impress me. The ending was a pleasant surprise, but as always, cliffhanger. No matter how much I hate the girls' naivety, I can't wholly hate the series cause it's what got me into the world of novels. I just hope Raib and Seli learn to not blatantly trust anyone they meet in the next book. Patiently n excitedly waiting for ILY :)
ceritanya bagus kok, sangat suka dengan kelanjutan misterinya. agak sedikit hampa, lebih tepatnya ada sesuatu yang ‘missing’ saat tidak ada ali yang menemani mereka, kadang ngerasa sedih juga ketika seli selalu membawa bawa nama ali, tapi masih gak kalah kok petualangan yang mereka hadapi dengan si putih yang ikut mereka! masa lalu tentang matahari minor juga tragis, semakin percaya dengan teori kakek ban perihal ekspedisi klan aldebaran 40.000 tahun lalu yang memiliki niat buruk. namun, sebelum membaca buku ini, sudah banyak dapat spoiler perihal teori endingnya seperti apa, jadi gak kaget banget sih liat endingnya:(. aku juga suka bonus cerita nya tentang Ra atau si tanpa mahkota yang menyadari kesalahannya dari trio kucel itu. pasti mereka akan jadi tim yang kuat kalo digabungin sih.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Jujur, kaget banget waktu Ali memutuskan untuk ninggalin Raib dan Seli, dan menetap di SagaraS. Aku ngerti dia mau sama ibunya, dan merasa tidak ada lagi yang menunggunya di Klan Bumi, tapi bagaimana dengan sahabat-sahabatnya? Klise banget sih kalau kelemahan dan kelebihan utama Seli pasti kebaikan hatinya, tapi ditulis dengan baik sehingga tidak terasa klise. Kerelaan dia untuk membantu orang membuktikan kemurnian hatinya, tapi memang terkadang terlalu naif atau polos. Aku sih merasa kasihan sama Raib, yang ditinggal sama sahabatnya. Aku nggak kebayang kalau aku harus ditinggal sahabatku sendiri tanpa cara berkomunikasi satu pun.
This entire review has been hidden because of spoilers.
"Kamu harus melepaskan semua beban di hatimu, rasa kecewamu yang mendalam, Nona Muda. Ganti dengan penerimaan. Peluk erat. Saat itu terjadi, kamu bisa mengendalikan kekuatan besar yang kamu miliki." - Bibi Gill
Baca novel ini karena ngerasa sayang kalau ga tahu ending ceritanya dan menjadi salah satu novel "auto-buy"ku tiap rilis baru, soalnya dah ngikutin serial Bumi ini sejak buku ke-1 di 2014 sampai sekarang buku ke-14, hampir 10 tahun!
Btw, kalau ga mau terjebak rasa penasaran yang cukup lama mending baca novel ini (Matahari Minor) setelah yang "ILY" (Buku ke-15) rilis sekalian. Meskipun percaya semua bakal happy-ending, tetep aja penasaran sama lanjutannya 😭