Seketika itu juga ia menyesal telah bertanya. Ia menyesalinya karena—entah mengapa—ia bertanya dengan nada dan tatapan yang biasa ia gunakan jika ingin menarik perhatian seorang pria. Astaga! Pasti sekarang Uben mengira ia sedang menggodanya. Seorang pengacara menggoda penjaga ladang? Di mana logikanya?
*****
Cinta atau nafsu—perang yang dihadapi Adinda ketika bertemu Uben. Fakta bahwa Adinda adalah pengacara ibukota dan Uben yang hanya seorang penjaga ladang harusnya cukup mengembalikan akal sehatnya.
Yang terjadi justru sebaliknya. Laki-laki itu mampu membuatnya merelakan hidupnya berubah total. Namun, saat Adinda benar-benar mempercayakan hatinya di tangan laki-laki itu, sebuah kebenaran muncul dan menampar telak semua yang diyakininya selama ini. Masih tersisakah ruang di hatinya untuk Uben setelah mengetahui siapa lelaki itu sebenarnya?
Menjadi penulis adalah satu dari sekian banyak kepingan mozaik impian yang pernah memenuhi kepala seorang Karla M. Nashar di masa kecilnya. Telah mencintai buku sejak kanak-kanak, namun kesempatan untuk menuangkan minat menulisnya secara serius baru datang beberapa tahun yang lalu di sela-sela kesibukan pekerjaan dan menyelesaikan pendidikan pasca sarjananya.
Untuk saat ini, penulis yang memiliki sapaan akrab Lala ini, lebih memilih untuk menulis dengan gaya bahasa ringan yang mudah dicerna pembaca. Secara garis besar, karya-karyanya dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu metropop/drama untuk pembaca dewasa, dan teenlit untuk pembaca remaja.
Temen-temen gue (dan gue) punya istilah buat buku-buku bercerita ringaaan banget dan kadang nggak sesuai sama logika tapi tetep aja ngebikin yang baca ngga bisa berhenti baca karena menghibur banget. Istilahnya: Buku Bego.
Jadi, buat kamu, pengarang yang bukunya dikategoriin sebagai Buku Bego, jangan keburu tersinggung. Nggak semua pembaca membutuhkan bacaan yang berbobot kok. Ada kalanya kami hanya ingin membaca sesuatu yang menghibur, yang membuat tertawa, atau membuat kami merasa deg-deg-serrr karena masalah hidup kami sudah begitu banyak (halah!).
Nah, buku ini jelas masuk kategori Buku Bego buat gue. Ceritanya FTV buangeett!!! Kalo difilmin, cocoknya judulnya Cintaku di Ladang Kubis atau Kutemukan Cintaku di antara Kubis atau yaaa sejenis itu deh... Cerita di mana tokoh-tokohnya berbeda bagai bumi dan langit tapi entah bagaimana bisa berakhir cinta, lalu ternyata salah satunya orang kaya yang menyamar, lalu ada berantem-berantem, kejar-kejaran, trus baikan, trus tamat.... trus ada lagu Yovie & Nuno "Aku memang manusia biasa...." Udah gitu, jalan ceritanya juga suka ga logis. Dari pengacara bisa jadi pengusaha batik dalam waktu 6 bulan padahal dia mulai dari nol (hokehsip), lalu pengusaha kaya raya yang tetap kaya walau kerjanya cuma berladang dan gak mikirin perusahaannya sama sekali tapi gampang banget menyerahkan hartanya ke cewek yang dicintainya tanpa sepengetahuan cewek itu (lah?) dan bilang "Aku sudah melarat" trus tiba-tiba jadi kuli batik. Buset!
Tapi eh tapiii... Gue suka baca buku ini. Hahahaha.. Seru aja gitu bacanya. Emang sih, gaya tulisan Karla M. Nashar udah gue suka sejak gue baca Ti Amo Tia Amoria (yang jauuuuh lebih make sense ceritanya dibanding buku ini). Membalik halaman buku ini terasa ringan dan sesekali gue ketawa ngebaca adegan-adegan aneh bin ajaib Dinda dan Kang Uben. Buku ini selesai gue baca dua hari saja selama perjalanan di Transjakarta. Menyenangkan. Maka dari itu: Bintang 3!
Sekarang bukunya lagi digilir di kantor. Hihi
Thanks lho, Asri Tahir, yang udah ngebeliin gue buku ini pas lagi ada diskonan di... Di mana ya Sri? ihihihihi
Buku ini dari awal hingga pertengahan sukses buat saya ngakak2 gak jelas sampai nyokap bilang saya gila ==* Ya, segitu lucunya sampai saya harus menutup mulut saya untuk menghindari berbagai kata gila yang ditujukan oleh nyokap ke saya.
Cerita singkatnya tentang Adinda seorang pengacara yang ingin mencari seorang pendamping yang bibit, bebet,bobotnya jelas dan kelas 1. Tentunya si pria harus mapan (dalam artian kaya), body okay, wajah perfect. Yah mau cari dimana cowok seperfect itu? Suatu ketika Adinda mendapat tugas untuk mencari anak kliennya yang berada di Lembang, tapi ditengah jalan mobilnya mogok, alhasil dia harus menginap diperumahan terpencil disana sambil menanti mobilnya selesai diperbaiki. Disanalah dia bertemu dengan lelaki bernama Uben, seorang pekerja ladang yang diminta tolong untuk memperbaiki mobil Dinda.
Dinda terkejut ketika melihat sosok Uben. Gimana gak? Uben punya sixpacks!! Otot2 Uben juga buat Dinda langsung mati gaya, speechless, cuma bisa nelan ludah.
Yah, walaupun Uben punya body super OK, tapi Adinda yg seorang wanita metropolitan mana mau punya hubungan yang lebih dengan seorang pekerja ladang. akhirnya setelah menginap beberapa hari karna ada beberapa insiden *lol* Adinda balik ke kota, tapi dia dan Uben sama2 saling memikirkan satu sama lain. Adinda mati-matian gak mau ngaku kalo dia punya rasa sama Uben. Kalau Uben uda dari awal suka ma Adinda, cuma pengen buktiin tu cewek bisa gak hidup di desa.
Setelah melewati berbagai perang batin dalam diri Adinda, dia pun merasa kalau Uben-lah cinta sejatinya, bukan Marlon, pria beristri yang ingin berhubungan dengannya. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan semua kehidupannya di Jakarta dan hidup di desa terpencil bersama Uben. Namun siapa sangka ia akan melihat Uben menghadiri satu acara termegah yang didatanginya, dan ia datang bukan sebagai Uben, tapi Ruben Winarthady, pemilik tunggal sebuah perusahaan terbesar di Jakarta?
Shock, kecewa, dan berbagai perasaan persaan berkecamuk didalam diri Adinda. Sanggup gak ya dia maafin Uben yang uda bohongin dia dan membuat dia meninggalkan semuanya buat Uben?
kasih bintang 4 karna buku ini sanggup mengocok perutku. semuanya perfect, tapi satu hal yang kurang, sifat keras kepala Adinda itu ==* parah banget. Nengonya pun emosi,lol. Untungnya at last dia sadar juga kalau Uben emang benar-benar cinta ke dia.
Jadi paham deh sama reviewnya Nana hahahaha, Konyol tapi menghibur. Bravo untuk interpretasi Adinda soal si kubis sang sayur (baca : kang sayur) wkwkwkw... XD
Biasanya, aku rada-rada males menyelesaikan buku yang isinya Ftv buanget. Tapi sama buku ini kok nggak ya😂😂 Ringan, ngalir, cepet aja gitu aku bacanya. Meski keanehan-keanehan beberapa kali muncul dalam cerita ini. Tapi seperti di awal aku bilang, keanehan dalam ftv mah wajar ya. Dinikmati aja, jangan mikir terlalu berat ttg sosok Ruben sang penjaga ladang kubis yg berumur 34 tahun ternyata salah satu orang terkaya di Indonesia. Atau tentang Adinda yg harga diri dan egonya tinggi, tapi sempat sedikit terombang ambing untuk menerima tawaran Marlon, cowok perlente yg memintanya jadi simpanan.
Aku juga kurang suka dg karakter Melly, temen akrabnya Adinda. Entahlah, aku berpikir teman model kek Melly ini lebih memilih mendorong Adinda ke jurang, ketimbang ngasi jalan keluar atau win-win solution. Come on, girl!!! sahabat yg baik nggak akan ngelakuin itu. Sahabat baik mana yang akan membujuk kamu untuk menerima tawaran pria beristri-yang pastinya berengsek-demi kestabilan ekonomi? toh Adinda bukan cabe-cabean kere. Dia pengacara handal dan punya warisan dari kakeknya. Jadi, temen kek Melly, mending ditenggelamkan saja.
Meski aku nggak klimaks banget sama endingnya (beneraaaan, endingnya kayak HAH??? UDAH???) tapi aku senaaang baca buku ini. Ini jenis buku yang besok-besok masih mau aku baca ulang buat balikin mood baca😊 makasih kak Karla😘
Ini tema yang mudah ditemukan dalam drama Korea. Dan karena aku pencinta KDrama, aku suka-suka aja membacanya, dan memilih mengabaikan beberapa pertanyaan yang muncul di kepala ketika sedang membacanya.
Ini bacaan ringan yang cocok banget untuk yang pengin bersantai dan tidak perlu mikir banyak. Bacaan yang mungkin akan membuat seorang yang sudah kehilangan kepercayaan pada cinta, dan lebih memilih kilau materi akan berpikir ulang. MUNGKIN sih, hehehe...
Kalau ada yang sedikit ganggu, itu eksekusi endingnya. Agak berbelit sehingga kehilangan momen romantisnya, menurutku. Tapi aku suka kok buku ini. Gak keberatan baca ulang, terutama bagian interaksi Adinda dan teman-temannya. Lucunya dapet banget.
Empat bintang untuk novel ini. Banyak makna tersirat di dalamnya, novel ini cocok dibaca oleh hati yang sedang mencari pendamping hidupnya. :)
Satu bintang untuk covernya, memang kelihatannya bagus, tapi ntah kenapa modelnya ngak bisa merepresentatif tokoh di dalam novel, cowoknya kurang berotot, dan perempuan di cover juga terlihat biasa aja.
2.5 --- Jadi, ada satu scene lucu di mana sang tokoh dan teman-temannya membahas kubis ngga penting di supermarket. Saya sungguh deh ingin ketawa, sayangnya saya membaca buku jam dua pagi di mana semua orang rumah (bahkan kucing saya) tengah tertidur pulas. terpaksa deh ditahan daripada membuat semua orang terbangun mengira ada kuntilanak lepas^^
Setelah entah berapa tahun vakum baca tulisan all-time favorite writer-ku, akhirnya memutuskan buat baca karya-karyanya yang lebih lama dari seri Hocus-Pocus-nya.
Oke, mengesampingkan plot-nya yang kalau dipikir agak cringe dan FTV-able, ceritanya bagus. Pokoknya dari sini aku percaya 100 persen, alur macam apa pun bakal bagus kalo yang nulis Karla M. Nashar. I mean, look at Adinda and Uben. Dua orang yang bertemu karena kebetulan dan menjadi musuh secara langsung, akhirnya bisa saling jatuh cinta. Perbedaan kelas nggak bikin keduanya menyerah dengan perasaan dan keyakinan cinta mereka.
Teman-teman Adinda sering bahas salah satu teman mereka yang tergila-gila dengan cowok yang kelasnya lebih rendah dan kelihatan struggling. Lah, ini malah Adindanya yang "jatuh" sendiri. Kalo ada temanku yang begitu pasti langsung batin juga, sih, kok iso???
Skip bagian pernyataan cinta, konflik, sampai konklusi, hal yang bikin aku betah baca sampai akhir selain tulisannya yang memang "menyihir" banget, karakterisasinya solid dan konsisten. Trust me, ketika karakterisasinya pas, maka emosi dari cerita atau karakter itu sendiri bakal masuk ke perasaan pembaca dengan sendirinya. Mau nggak mau ikut merasakan ketika karakter bahagia, jatuh cinta, bingung, sedih, sampai patah hati.
Seingatku buku ini ada di iPusnas. Sekali aja, kalian harus baca. Apalagi pas lagi slump dan butuh bacaan yang menyegarkan.
❝Kekayaan terletak pada pikiran seseorang, bukan pada jumlah rekening yang dimilikinya.❞ —Page 138
❝Kepemilikan yang banyak bukan inti dari semua ini. Justru, apa yang bisa kita syukuri dari sesuatu yang sedikit kita miliki, jauh lebih berharga daripada semua kepemilikan itu.❞ —Page 171
❝Kamu dan aku itu sama. Kita adalah anomali dari kebanyakan orang kaya. Kita memilih untuk memberontak dari kebiasaan yang umumnya dilakukan orang berduit dalam menjalani hidup ini. Daripada kemewahan, kita memilih kesederhanaan. Daripada berfoya-foya, kita memilih berhemat. Seperti aku dulu, kamu pun kini telah mencapai titik itu, Adinda. Itu sebabnya kamu memilih hidup seperti ini. Sama halnya aku memilih untuk hidup seperti saat ini.❞ —Page 231
❝Manusia selalu mempunyai pilihan karena hidup semata-mata memang pilihan.❞ —Page 231
❝Adinda, kalau aku terlihat seperti mengingkari janjiku, semua itu semata-mata karena aku percaya bahwa, dalam mencintai seseorang, yang terpenting adalah melihat orang itu bahagia. Meski, itu berarti aku tak bisa menjadi bagian dari kebahagiaannya. Dan, itulah yang aku lakukan padamu....❞ —Page273
•••
Adinda Putri Majesty—seorang pengacara ibukota—memiliki kriteria pria idaman yang kaya, berpendidikan tinggi dan tentu saja luar biasa tampan. Jadi, bagaimana bisa ia jatuh cinta dengan Uben—seorang penjaga ladang? Perbedaan status keduanya harusnya mampu menyadarkan akal sehatnya. Setelah melalui perang batin, Adinda pun merelakan hidup dan memberikan hatinya untuk Uben. Namun, ketika sebuah kebenaran muncul dan menampar telak dirinya, mampukah Adinda menerima sosok asli Uben yang notabene Ruben Winarthady?
Forever Yours memiliki premis yang sangat klise, tipikal premis FTV atau sinetron Indonesia. Tidak ada hal yang luar biasa dari cerita ini. Eits, tapi tenang saja. Di tangan Karla M. Nashar, premis biasa itu sukses dikemas menjadi cerita yang mengalir ringan dan begitu menghibur.
Baca beberapa bab awal tuh bikin ketawa sama geleng-geleng kepala karena kelakuan ajaib Adinda yang angkuh dengan gengsi tingginya. Pun dengan sosok Uben yang kalem tapi agak tengil juga. Memasuki bagian pergulatan batin Adinda, lumayan bikin mikir juga. Seberapa jauh sih kita mau berkorban untuk orang yang kita cintai? Apa mencintai selalu identik dengan pengorbanan?
Overall, aku sangat menikmati membaca ulang buku ini. Baca buku ini gak perlu banyak mikir dan dibawa santai aja. Bahkan bisa dibaca dalam sekali duduk. Meski ada beberapa hal yang kurang logis, tapi gak begitu mengganggu.
Karena tadi pagi sudah terlanjur tidak bisa tidur, saya memutuskan untuk membaca novel ini. Kebetulan karya mbk Karla yang saya punya tapi belum saya baca ya tinggal novel ini. Dan ternyata saya membaca nya cukup cepat. Tidak sampai berhari-hari ;p. Pengaruh hari libur juga sih sebenarnya.
Novel ini menceritakan mengenai Adinda, seorang pengacara jetset. Dia berlimpah materi, dan berpikir bahwa suami yang tepat baginya nanti juga harus kaya. Ya supaya hidupnya tidak lagi menderita. Teman2 nya pun memiliki pemikiran yang sama, bahwa kelak yang menjadi suami mereka haruslah pria yang berlimpahkan materi. Impian Adinda hampir menjadi kenyataan ketika dia didekati Marlon, seorang pengusaha tampan dan kaya, sayang nya pria itu sudah memilki istri. Adinda merasa itu bukan gaya dia jika memacari Marlon. Akan tetapi, pandangan Adinda mengenai ‘calon suami yang tepat’ mulai goyah ketika dia bertemu dengan Uben seorang penjaga ladang di desa. Beberapa hal membuat Adinda harus menginap beberapa hari di desa itu dan berinteraksi dengan Uben, seorang lelaki yang mempesona tetapi status ekonominya jauh dibanding dengan Adinda. Hingga suatu saat, ketika Uben mulai menunjukkan perhatiannya kepada Dinda, Dinda tak kuasa menolak perhatian itu. Walalupun awalnya Dinda masih menolak mentah2 apa yang ia rasakan kepada Uben, pada akhirnya dia menyerah dan memutuskan untuk bersama Uben, melepaskan pekerjaan bahkan tidak mengindahkan larangan sahabat2 nya. Sampai akhirnya, Adinda mengetahui rahasia Uben. Rahasia yang membuat nya sangat kecewa pada pria itu.
Well, ceritanya ngalir, buktinya saya bisa menyelesaikan novel dalam sekali dudukan dan tidak bosan. Sempat ngerasa ceritanya seperti FTV sih, mulai dari kejadian yang bikin Adinda harus tinggal di desa dan meninggalkan pekerjaannya di kantor tanpa membawa handphone, kemudian kejadian2 di desa, saat harus membantu Uben memanen kubis, hingga saat ia jatuh ke sungai. Cerita nya okey lah, tapi bukan favorit saya. Saya lebih suka karya mbk Karla yang Bellamore (I’m Denny Addict ;p). Interaksi antar tokohnya biasa saja, hanya sepintas saja untuk saya. Chemistry nya juga saya nggak dapet. Konflik nya agak berlebihan buat saya, konflik yang timbul banyak sekali, hingga Uben bisa muncul tiba2 dan menjadi orang yang berlainan.
Hahaha..okelah..2,5 bintang sebenarnya, tapi karena mbk Karla merupakan salah satu penulis favorit saya saya bulatkan jadi 3 bintang…;)
Cinta tidak mengenal status, pangkat dan harta. Dan jatuh cinta tidak memerlukan alasan !
Ceritanya tentang Dinda, pengacara terkenal ibukota yang cantik dan punya sahabat se geng (Melly, Irish & Olly). Mereka berempat, hidup dalam strata sosial kelas atas, punya kriteria teman kencan cowok, yaitu harus mapan, tajir dan ganteng. Wajah cantik Dinda ini telah membuat Marlon, pria beristri yang amat tampan dan kaya klepek-klepek. ...dan berharap Dinda mau jadi kekasihnya.
Saat Dinda, harus mencari dan menemukan anak kliennya yang udah lama terpisah, membawa Dinda ke Lembang di area perkebunan yang luas, dengan kondisi mobilnya yang mogok gak mau diajak jalan. Demi bisa ada yang bantu benerin mobilnya, Dinda berkenalan dengan Uben, panjaga ladang, yang punya bentuk badan six pack, gagah dan sorot mata cerdas, yang membuat jantungnya tiba-tiba berdegup dengan kencang.
Uben, yang cuek dan kesel dengan gaya gadis metropolitan, tidak serta merta membantu memperbaiki mobil Dinda... tapi dimintanya juga Dinda membantu Uben memanen kubis.
Dinda selalu merendahkan dan menjajal batas kesabaran Uben, dan Uben yang selalu nganggap remeh terhadap masalah Dinda, membuat mereka selalu berseteru. Saat Dinda terkilir, Uben memijatnya dan tanpa terasa getar-getar rasa diantara mereka terjalin. Tapi Dinda mencoba menepis rasa itu. Masa' iya sih? Pengacara terkenal dengan wajah cantik gitu lho, kok ya mau-maunya ama penjaga ladang ?
Mereka tak bisa memungkiri rasa itu, tapi juga masing-masing gak mau ngalah. Dinda gak mau tinggal di desa, dan Uben gak mau tinggal di Jakarta ! Harus ada yang mengalah! Dan demi bisa bersandar di dada yang penuh perlindungan, Dinda mengalah. Uben terharu dengan ketulusan Dinda. Kini mereka bersama dan segera dilamarnya Dinda dengan cincin sederhana yang mampu dibeli oleh seorang penjaga ladang.
Tapiii... Uben menyimpan sesuatu dan saat rahasianya terbongkar, luka yang dirasakan Dinda dan terpancar dari matanya, tahulah kini Uben, bahwa dia telah menyakiti gadis yang sangat dicintainya.
Ditinggalkannya Jakarta, dan kini Dinda hidup di Pekalongan menjadi pengusaha batik ! Pencarian Uben, membuatnya terdampar di Pekalongan dan menjadi buruh kasar pabrik batik tempat Dinda menjadi bossnya. Mampukah cinta mereka bertaut kembali ?
Adinda dan Uben, mereka dipertemukan di sebuah tempat yang tak terduga, sebuah daerah yang sangat teramat jauh dari kebisingan kota, rumah yang dikelilingi hamparan ladang dan hutan pinus, serta pegunungan.
Dinda yang bukanlah orang desa, sangat tak betah tinggal di sana, tapi apa boleh buat, dia terpaksa. Uben, yang sudah lama tinggal di sana, dan juga karena kecintaannya pada kesederhanaan hidup membuatnya sangat betah dengan segala keterbatasan yang ada, dia begitu menikmatinya.
Saya kira, cerita ini mengambil setting mayoritas di ibu kota, tapi ternyata saya salah, 50:50. Mungkin, awalnya saya memang merasa bosan, karena hanya menceritakan hiruk pikuk kehidupan perkantoran yang bergelut di bidang hukum. Wanita itu memang sudah cukup mapan.
Buku ini memang tentang metropolitan dengan salah satu cirinya, status sosial. Masalah status sosial tentang apa? Well, baca buku ini saja, kalian akan tahu maksud saya :D Tak mapan pun menjadi bulan-bulanan untuk mencari pasangan hidup. Halusnya, realistis. Kasarnya, matrealistis. Ya begitulah, di mana pun, tak ada yang demikian. Banyak nilai tentang status sosial yang dapat saya ambil setelah membaca ini. Ya tidak harus berharap akan sama seperti Uben. Karena rejeki kan sudah diatur oleh Tuhan, tinggal kita yang memang harus berusaha. *Kenapa saya jadi bijak begini?* Hahaha~
Awalnya saya akan memberi tiga bintang, tapi saya masih tetap suka cara menulis Mbak Karla, seperti Hocus Pocus Series. Membuat saya tak bisa berhenti membaca.. So, four for our author!! :)
Inti cerita dari buku ini adalah, Adinda Putri Majesty seorang pengacara sukses, wanita kelas atas yg begitu mementingkan status sosial bertemu dengan Ruben Winarthady seorang pengusaha dan konglomerat yg dikenalnya sebagai Uben seorang penjaga ladang di sebuah desa kawasan Lembang saat mobilnya mogok dalam perjalanannya ke Desa Kembangsari. Pertengkaran terus terjadi namun api cinta telah meletup di hati masing* dan ketertarikan satu sama lain tanpa bisa dipungkiri walaupun keduanya menyangkal habis*an. Dan Dinda yg masih mempertahankan egonya tentang status sosial dan bersikeras bahwa dirinya yg notabene kelas atas tidak akan pantas bersatu dengan Uben seorang penjaga ladang yg hanya orang kampung.
Well, sebenarnya cerita dan endingnya mudah ditebak. Langsung bisa diketahui kalo Uben ini sebenarnya org kaya yg meninggalkan kehidupan mewahnya dan memilih untk menjalani kehidupan sederhana saat mencapai titik jenuh kesuksesannya. Ceritanya mengalir, bahasa yg digunakan mudah dipahami sehingga membuat ingin terus menyelesaikannya sampai akhir.Banyak pesan* yg disampaikan dan bisa dipetik sebagai bahan renungan.:)
Pertama, saya bener2 nggak sreg sama cover bukunya yang majang muka orang. Mau nggak mau saya bayangin itu sebagai visualisasi dari karakter2 dalam novel. Nah, muka si cewek di cover jelas beda dengan pemahaman saya ttg sosok seorang Adinda di novel, yg dalam bayangan saya tampangnya rada sinis, dingin, dan jutek. Sedangkan gmbr di covernya cewek feminin yang kayaknya lemah lembut sekali. Dan yg bikin saya GEDUBRAK adalah gmbr cowoknya. Apakah itu Uben yg katanya kayak model super hot? Oh, no, itu bnr2 merusak. Lalu mulai mengomentari ceritanya. Cuma dua kata, FTV abis. Novel Mbak Karla yg Hocus Pocus, yg jelas2 ada sisi sedikit mistis, g masuk akal, atau sangat mengkhayal, rasa2nya lbh bisa saya terima daripada novel yg satu ini yg menurut saya terlalu bnyk kebetulan sehingga g masuk logika. Selama membaca, saya bnr2 bisa membayangkan gimana wujud ini cerita dalam layar kaca. Seperti FTV2 yg pernah saya tonton dan habis2an saya caci maki karena noraknya. Novel ini bisa saya katakan, sama saja.
Buku pertama Karla yg saya baca. Selesai saya baca selama 3 jam dalam perjalanan mudik kemarin.. benar-benar menghibur.. tapi nyesel juga, kenpa gak dari kemarin2 saya belinya.. :(
menyeritakan kisah Adinda seorang pengacara ibukota yang bertemu dengan Uben, seorang penjaga ladang. Pertemuan yang tidak disangka itu membawa mereka berdua ke dalam ikatan benang takdir.
Gak ingin bikin review banyak, cuma ingin bilang aja apa ada di dunia nyata ini cowok macem Uben ya? Rela membuang semuanya demi hidup yang dia inginkan. Suka banget sama ceritanya, ringan, konyol, ngeliat tingkah Adinda tiap kali di depan Uben yang berujung hal memalukan, konflik gak berat, cerita juga mengalir. Dan yang terpenting buku ini menyimpan pesan, hidup itu gak bisa diukur dengan kesuksesan, kekayaan,seberapa tinggi pendidikan dan jabatanmu. Novel ini justru mengajarkan kalau tanpa semua itu, hidup dalam kesederhanaan justru bisa lebih membuat kita bahagia.. Suka banget dech pokoknya..
Baru tau kalo kak Karla pernah nerbitin buku di Gagas Media juga ._. *ketinggalan jaman banget* Dapetin nih buku di toko online @bukabuku kalo sengaja nyari di gramedia gitu sih gk ada deh *malah curhat*
Forever Yours.. Ceritanya tentang seorang pengacara muda,Dinda yang kesasar di daerah Lembang,di suatu lading dan bertemu dengan Uben si penjaga lading.. Uben merahasiakan jati dirinya ke Dinda,ternyata Uben ini salah 1 orang terkaya yang mempunyai perusahaan.. Sudah biasa memang cerita kaya gini kita temuin di sinetron,tapi tentu aja cerita yang diramu kak Karla ini jauh lebih bagus dibanding yang pernah gue temuin. Hebatnya,cerita ini jadi luar biasa banget.. Dan memang ya,di setiap novel kak Karla pasti ada aja adegan yang bikin kita ketawa =))
Gk ragu untuk kasih nih novel 4 bintang,karena memang ceritanya keren punya. Eeerrr ini bingung mau ngetik apaan lagi,karena memang gue paling gk jago review buku gitu kan.. Sudahlah..
Aku kasih 4 bintang. Ya ampun, seru banget ngikutin kisah Adinda-Uben ini. Aku suka dan enjoy banget bacanya. Sering senyum-senyum sendiri lagi, hihihi.
Mungkin karena aku udah cinta mati sekaligus kangen sama tulisan mbak Lala, novel ini jadi obatnya. Aku bener-bener puas bacanya. Temanya yang mirip novel-novel historical romance, tapi dibalut cerita khas Indonesia bener-bener bagus dan keren! Pokoknya seru banget deh :D
Dan saking seru dan sukanya, aku malah geli dan ngikik sendiri waktu nemuin typo. Ada dua typo nama orang yang anehnya nggak bikin aku sebel.
Duh, namanya udah cinta ya.. mohon dimaklumi aja :p
Kayak kata mbak Lala di novel ini, "Ah, cinta, cinta. Betapa gombalnya, betapa konyolnya. Namun, anehnya, setiap orang rela bersikap norak demi sepotong rasa di dalam hati, bernama Cinta." :')
Seketika itu juga ia menyesal telah bertanya. Ia menyesalinya karena—entah mengapa—ia bertanya dengan nada dan tatapan yang biasa ia gunakan jika ingin menarik perhatian seorang pria. Astaga! Pasti sekarang Uben mengira ia sedang menggodanya. Seorang pengacara menggoda penjaga ladang? Di mana logikanya?
*****
Cinta atau nafsu—perang yang dihadapi Adinda ketika bertemu Uben. Fakta bahwa Adinda adalah pengacara ibukota dan Uben yang hanya seorang penjaga ladang harusnya cukup mengembalikan akal sehatnya.
Yang terjadi justru sebaliknya. Laki-laki itu mampu membuatnya merelakan hidupnya berubah total. Namun, saat Adinda benar-benar mempercayakan hatinya di tangan laki-laki itu, sebuah kebenaran muncul dan menampar telak semua yang diyakininya selama ini. Masih tersisakah ruang di hatinya untuk Uben setelah mengetahui siapa lelaki itu sebenarnya?
Kalau aku bilang, novel ini tidak terlalu WOW dari pada novel-novel kak Karla yang lain. Tapi, aku tetap menemukan ciri kak Karla 'how she describe the man' ;) selalu bisa membuat pembaca(cewek terkhususnya) ngiler ngebayanginnya. Tapi, memang bener sih, novel ini mirip-mirip sama sinetron atau FTV jama sekarang. Dinda berhasil bikin saya kesel bacanya, dari tadi batin terus. "woy! nih cewek bebal banget sih! udah bab terakhir tapi masih teguh sama pendiriannya" tapi habis gitu baca dan voila endingnya seperti ini. Cuma saya bingung dengan setting pas endingnya, kok agak absurd ya. atau saya yang bacanya terlalu buru-buru jadinya nggak mudeng-mudeng banget. Ya, kita tunggu novel kak Karla selanjutnya :))
Selesai juga! Akhir-akhir ini, entah kenapa mood membacaku sedang hilang. Jadi baca novel suka lemot, malah sampai ada yang kupending hihi.
Pertama, mau protes sama covernya>< mengganggu banget menurutku. Mungkin akan lebih baik kalau ilustrasi foto perempuan dan laki-lakinya itu tidak ada. Karena bagaimanapun, ugh, sangat merusak self fantasy para pembaca ;p karena bayangan tokohnya, ya, jadi dua wajah di cover itu. Aku ilfeel huhu T.T
Lepas dari cover, ya lumayanlah ceritanya. Cuma aku memang tidak terlalu bisa menikmati. Entah kenapa kurang sreg aja. Tapi overall, ceritanya bagus kok. Mengajarkan kita tentang kesederhanaan dan bahwa harta bukanlah satu-satunya hal yang membuat bahagia :)
Baca cerita ini serasa lagi nonton FTV. Kalau jadi ftv, judulnya kira-kira begini "Cintaku Tumbuh di Ladang Kubis: Biar Pucat tapi Manis" atau mungkin judulnya begini "Pacarku si Penjaga Ladang". hehehe
Ceritanya keju banget. Nggak tahan sama semua tokohnya, mulai dari Adinda, si tokoh utama yang tukang denial, si Uben yang katanya di awal nggak suka liat cewek angkuh kayak Dinda tapi ujung-ujungnya doyan juga, si Marlon yang udah punya istri tapi kegatelan pengen miliki Dinda juga, belom lagi temen-temennya Dinda--yang dia sebut sahabatnya--yang dangkal dan materialistis. Hah!
Beli buku ini di Leksika Kalibata City, diskon cuma 15 rb aja. Nggak ada ekspektasi, selain nama Karla M. Nashar yang bikin saya merasa penasaran. Jadi yah, gitu aja lah ripiunya
Actually I read this book so many years ago. Just stumbled on it in Goodreads now. One of my favorite Indonesian books.
***
After reread #2
Hm. HMM.
I don't get why I used to love this book so much. Well, maybe I kinda get it, but now that I read it again I feel like changing my mind. I actually love the plot, but the execution was poorly done. The heroine was immature and petty. The dialogues could be written more beautifully but instead they flew stiffly. I really think the author should research whom this book was intended to and how they speak regularly. Then, can they relate to this book.
Although, it was published around 8yrs ago, and maybe this is just the "it's me and not you" situation 😂
"Cinta pasti akan menemukan jalannya sendiri" -page 275 Yah begitulah, ketersesatan adinda di desa terpencil didaerah lembang membuatnya bertemu dengan uben alias Ruben Winarthady. Seorang konglomerat tajir yg hijrah kedesa terpencil dan seorang wanita metropolitan yg sukses dan ingin mempunyai pendamping yg sukses pula. Lalu mereka pun jatuh cinta.
"ah cinta, cinta. Betapa gombalnya, betapa konyolnya. Namun, anehnya setiap orang rela bersikap norak demi sepotong rasa didalam hati bernama cinta"
Jujur agak kurang suka dengan novel mbak karla yg satu ini, rasanya itu datar banget, berbanding terbalik dengan Bellamorenya yg sukses membekas dipikiran.
Awalnya klo diskip juga kayanya ga pengaruh ya ke jalan cerita :) Mulai seru saat Adinda kesasar dan akhirnya tinggal dirumah kang Uben... Hadeuuh ada penjaga ladang dengan body+muka oke bangeet mah gimana ga ngiler. Adinda yang awalnya mikir dapat cowo tajir, cakep dan metropolis banget jadi klepek2 ama si uben yang penjaga ladang. Walau udah ketebak seh sebenarnya si uben ternyata orkay juga...tapi ceritanya menarik dan ga pengen lepas bacanya... Bikin kesel ya cuma keras kepalanya Adinda aja...cerita kudunya kelar saat Adinda lepasin ego n kekeras kepalaannya hehe tapi jadi mulur...btw tetep aja kog sweet ending. Ada lucu ada kesel n sempet bikin mewek2 juga.
Ah cinta, cinta. Betapa gombalnya, betapa konyolnya. Namun, anehnya, setiap orang rela bersikap norak demi sepotong rasa di dalam hati, bernama Cinta..sepenggal paragraf ini memang menjelaskan bahwa novel ini memang kocak. Hampir setiap lembarnya membuat aku tersenyum-senyum sendiri. Tapi eksekusinya kurang mengigit menurutku,ekspektasiku aku sampai nangis bombai membaca endingnya. Tapi tidak sama sekali,disayangkan tebasan endingnya terlalu cepat jadi aku tidak mendapatkan akhir yang membuatku trenyuh,tersipu,tersenyum seperti rasa yang aku dapat saat membaca plot-plot lainnya.. Tetap 4 bintang menurutku untuk novel yang indah ini. Terimakasih Karla,always love your books
Cerita ini berawal ketika Adinda pergi ke Lembang atau kemana gitu ke desa. Mobilnya mogok dan mau gak mau dia minta pertolongan ke desa antah berantah deket situ. Disini Adinda tuh sifatnya bener-bener anti-desa gitu deh. Tambah parah pas dia ketemu Uben, petani disana yang (sayangnya) ganteng (dan bikin dia melelh) tapi nyebelin. Saya suka nih cekcok-cekcoknya. Mirip Gadis sama Troy walaupun gak seintens duo itu.
Ceritanya tertebak dan biasa. Tapi seru aja gak tau kenapa.
gw tuh harusnya emang kalo baca novel jgn baca review dr org deh, soalnya terkadang (malah sering) jd ikutan sama penilaian org2 hiks hiks dan ngerasa bener ini cerita mirip ama ftv2 gitu deh, dan ngebayanginnya yg jadi Uben alia Ruben itu ya si Ruben Elishama, ga tau entah krn namanya yg mirip apa perawakannya jg mirip ya hihihi tp kalo Adinda sih blm ngebayangin sapa, tp tetep ngerasa bener bngt kaya ftv, but, utk karya nya Karla ga nyesel koq bacanya meski telat deh kayanya hihihi
Lama-lama, saya jadi suka sama karya mbak/mas karla ini :) menghibur, punya ciri khas sendiri, dan sayang untung tidak dituntaskan sekali baca :D
Cerita tentang status sosial yang dikira pada awalnya sangat lah berbeda, tanpa diduga, ternyata ada kejadian yang mengejutkan. ^^ Overall, suka sekali sama novel ini :D