Eleanor of Aquitane jelas adalah wanita yg luar biasa sepanjang masa. Sejarah sudah mencatatnya sbg Ratu selama dua kali, Ratu Perancis dan Ratu Inggris. Tidak banyak wanita dlm sejarah yg bisa mengukir prestasi sedahsyat dirinya apalagi wanita yg hidup di alam patriarkhal yg hanya menganggap wanita sbg obyek dan bahkan dianggap makhluk berdosa di abad pertengahan pd masa Eleanor hidup.
Buku ini mengisahkan biografi sekaligus sejarah Inggris dan Perancis di era medieval ini. Saat ayahnya meninggal dlm usia belia, Eleanor dipaksa menikah dgn Louis VII, dari Dinasti Kapetia sekaligus raja Perancis pd masa itu. Pernikahan mereka yg tidak bahagia memperlihatkan kekontrasan kepribadian maupun penampilan mereka. Eleanor yg masih belia menyukai tantangan (ikut dlm Perang Salib dgn suaminya ini) dan kemewahan, sedangkan Louis yg sangat saleh ini sangat sederhana dan juga amat religius. Tidak heran perceraian mereka tak terelakkan lagi.
Tapi gak butuh waktu lama bagi Eleanor krn Henry II yg saat itu blm menjadi raja Inggris, memutuskan utk menikahi janda kaya dan berkuasa ini. Walau Henry lebih muda 11 thn dr Eleanor, suaminya ini sangat perkasa dan dominan, usia Eleanor sudah sangat matang saat menjadi ibu pertama kali (30 thn) dan melahirkan 8 anak (7 diantaranya hidup dan beranjak dewasa). Eleanor menyimpan hasrat ambisinya di mata suaminya sehingga saat anak-anaknya beranjak dewasa utk melawan ayah mereka. Pemberontakan mereka gagal dan Eleanor dijadikan "tahanan politik" oleh suaminya dgn dipindah-pindahkan ke berbagai kastil.
Keberuntungan Eleanor bangkit setelah kematian suaminya dan naiknya Richard, anak kesayangannya menjadi Raja Inggris. Richard memperoleh popularitas tinggi sejak kemenangannya dari Perang Salib, tapi saat pulang ke Inggris, Richard malah ditawan dan dimintai tebusan tinggi. Siapa lagi yg mengatur uang penebusan itu kalau bukan ibunda tercintanya yg sangat lihay ini. Eleanor adalah negarawan yg sangat cerdik dan piawai, terlihat saat dia menjadi pengganti Richard yg berperang di Yerusalem. Eleanor memang haus kekuasaan tetapi dia juga bijak membaca situasi dan tidak memaksakan keinginannya scr langsung. Ini terlihat dari dukungannya pd John, anak bungsunya yg dia restui utk menggantikan Richard walau John sangat tidak populer dan antitesis dgn kakaknya yg sangat ksatria itu.
Di akhir hidupnya Eleanor masih energetik dgn "mondar-mandir" antara Inggris dan daratan Eropa utk menggalang kekuatan politik dan diplomasi (perlu diingat transportasi zaman dulu senyaman-nyamannya tetap saja terombang-ambing di lautan dgn badai yg silih berganti dan tidak bisa diprediksi). Sayangnya anaknya yg kompeten cuma Richard seorang. Sehebat-hebatnya Eleanor, sekuat-kuatnya fisik dan staminanya (Eleanor hidup dua kali lipat dari rata-rata usia orang pada zaman tsb, sekitar 30-40 thn) akhirnya "jatuh" juga krn Raja John yg tamak, licik tapi lemah pd keinginan duniawi yg mengakibatkan semua kerja keras Eleanor utk menciptakan perdamaian, ambyar semua.
Buku ini memang mengetengahkan politik yg rumit pd era medieval itu tetapi cukup jelas dlm penjelasannya sehingga saya ada gambaran terang ttg pandangan dan geografi politik (cuma sayangnya gak ada gambar peta Inggris dan Perancis pd abad tsb). Dan yg paling utama adalah sepak terjang Eleanor "mencerahkan" pandangan saya bhw menjadi wanita hebat itu tidak mudah, butuh usaha kerja keras dan kesabaran, mau belajar di usia berapapun utk menjadi bijaksana, melawan dgn gigih apapun yg patut dilawan tapi sekaligus juga mengalah utk hal-hal yg akan dimenangkan di kemudian hari.