Lu baru pindah ke apartemen barunya dan ada tiga hal yang dia sadari. Pertama, apartemennya berhantu; kedua, dia tidak bisa hidup tanpa Lola, terrier-nya; ketiga, tetangga depannya, Nico, adalah seorang bajingan alias wanker. A very hot and very famous wanker, but still a wanker.
Tetapi suatu insiden membuat Lu menemukan seorang teman pada diri Nico. Lu menyadari mereka memiliki banyak kesamaan, dan mungkin Nico tidak se-wanker itu. Sayangnya, kesalahpahaman terjadi, sehingga Lu harus mempertanyakan lagi anggapannya tentang Nico. Karena ternyata tetangganya bukan saja seorang wanker, tapi superwanker!
AliaZalea lahir di Jakarta, berbintang Taurus, dan seorang yang memercayai fengshui, itulah yang menyebabkan ia memilih nama aliaZalea sebagai nama pena-nya.
AliaZalea itu nama aslinya lho. Dalam penulisan biasa akan ditulis Alia Zalea, dan dengan beberapa pertimbangan ia menyetujui nama aliaZalea sebagai nama pena-nya dengan menekankan bahwa namanya itu harus ditulis dengan huruf “Z” besar di tengah-tengahnya.
Lebih seru dibandingkan seri pertama. Eksekusinya lebih enak dibaca. Tapi namanya plot MP ya nggak ke mana-mana. Riviu lengkap: http://www.tsaputrasakti.com/2018/12/...
"intinya, kita nggak boleh berprasangka buruk tentang seseorang hanya karena pekerjaan mereka. pekerjaan tidak mendefinisikan seseorang." hal 161
O...kay jadi ini bwt 17thn ke atas, walaupun q udah lebih umur'y.. banyaaak banget kata" kotor'y, mungkin q yg nggak terbiasa baca ginian, jd agak shock.. jadi, kl menurut q lebih suka Boy Toy.. tp tenang q tetap penasaran sama kelanjutan series'y kok.. :D
Suka sama cameo-cameo-nya :D. Karena udah lupa sama cerita-ceritanya aliaZaela saya baca ini sambil buka-buka Boy Toy & Crash Into You. Saya nggak nyangka Lu pernah muncul di Crash Into You haha.
Nico ini denial, payah, pecundang, pengecut. Kalah sama Papanya yang sangat pengertian dan gentleman. Sedih banget ditinggal mantan padahal cuma kangen ueue sama mantan. Lebih takut test1snya dikatain Lu daripada menerima kenyataan bahwa doi suka Lu. . Ya, aku kata-katain si Niko payah, pecundang, denial, pengecut😂 Mau apa? Maju sini wahai fans Pentagon😂 . Bang Jo disebut-sebut (sama Blu-The Devil In Black Jeans) sudah punya anak satu😭💕 . Lupa sensasi romance boy toy. Yang aku ingat, Boy toy itu membuatku tidak henti-hentinya tertawa. Chemistry antar member Pentagon itu parah klop banget. Di The Wanker ini pun masih sama kocaknya para blauk doyan dugem ini. Oke fine. Kecuali Erik. Semoga project Mbak Lea selanjutnya ngegarap Erik dulu. Ingin tahu bagaimana repotnya member Pentagon saat Erik menemukan gadis yang ia suka🤔 . Lu ini wanita hebat. Cantik, suka sekali dengan historical romance. Takut zombie. Dan tidak salah sih kalau bilang di buku ini, antara hero dan heroinenya terasa terbalik! Nico sumpah aku gemes. Kayak cewek😂 Malah sebaliknya Lu yang terlihat keren. Duh gimana sih Niko👀 . Karena ada hubungannya sama 'mantan', aku kira alurnya akan seperti yang aku kira. Annoying af. Tapi Niko ternyata bisa mengatasi hal itu. Harga dirinya masih terselamatkan di mataku. Sedikit😂 Kalau sudah nemu kata mantan, di akhir-akhir biasanya agak merusak kesenangan, tapi ternyata tidak. . Well The Wanker, selanjutnya apa dan siapa?👀 . Karena Niko banyak denialnya, lovey doveynya jadi terasa kurang. Mau lagi. Alah Niko The Huluuuk kampret. Tapi mereka lucu sih. Kalau nanti mereka berjodoh, kelihatan yang 'nyetir' di keluarga itu siapa😂 . ⭐️⭐️⭐️⭐️ (3.5⭐️) . Sebentar. Karakter Sihan itu gunanya buat apa dah. Huntu tidak jelas😂 Aku kira bakal berperan agak penting. Hahahaha. But is okay. Kalau bukan gara-gara Sihan kejadian 'naked' itu tidak akan terjadi👀 . #TheWanker #AliaZalea #GramediaPustakaUtama #Metropop
Setelah baca Boy Toy, cocoknya baca ulang Celebrity Wedding. Nah kalo The Wanker, cocoknya baca ulang Crash Into You.
Seperti yang tercantum di back cover, buku kedua dari seri Pentagon menceritakan tentang Nico dan Lu, dimana Nico berasumsi bahwa Lu yang merupakan tetangga depan apartemennya adalah seorang kupu-kupu malam. Kisah Nico dan Lu sebenernya sudah sekilas muncul di Boy Toy.
Bagi pembaca karya Aliazalea dari lama, kalian pasti terkejut dan senang di saat yang bersamaan, karena Lu merupakan seorang tokoh yang sebenarnya sudah kita kenal sejak lama, di salah satu seri Adri dkk :') asliiii.. i love aliazalea universe ❤ Dan bahagianya double karena di buku ini ada cameo ganteng dari Crash Into You, yaitu Kafka Ananta si Sp.JP ganteng kesayangan Nadnad 😍 Lalu apa hubungan Lu dengan Kafka dan Nadnad? Hayoo coba tebak, apa kira-kira? 😆
Aku harus bilang, The Wanker lebih seru daripada Boy Toy, apalagi secara alur dan konflik cerita. Dari sudut pandang, kali ini diceritakan masing-masing dari sisi Nico dan Lu. Dan itu dia.. kemunculan Kafka dan Nadnad yang tidak disangka bikin aku gagal fokus sih. Asli ehehehe.
Oiyaaa, satu pertanyaan yang aku pikirkan saat membaca Boy Toy tahun lalu akhirnya terjawab di buku ini. Pertanyaan ku : apakah Adamnya Pentagon adalah Adam anaknya Kafka dan Nadia? Jawaban : BIG NO. Cuma nama doang yang sama ternyata.
Well, semoga buku ketiga Pentagon bisa terbit di 2019🙏 Kalau berdasarkan status FB mba Alia, buku ketiga nantinya akan bercerita tentang Erik. Ohoho can't wait!!!
Bingung mau komen model gimana karena karakter Nico The Wanker ini antara yellow atau yellow-selangkah-ke-red flag. Dan jujur akhir2 ini dibuat mikir lagi, karakter yang model gimana sih, yang bener2 patut dibenci karena memang gambaran jelas dari pemikiran penulis atau karakter yang nggak merepresentasikan pemikiran penulis dan malah sebaliknya, sengaja penulis ciptakan begitu karena banyak orang dg kepribadian serupa di rl.
Well, prakatanya panjang banget, intinya apa aku suka dengan Nico, kayaknya setengah-setengah. Nico emang digambarkan sebagai cowok yang menghargai komitmen. Atau mendekati bulol, lah. Dan cara dia mengubah persepsi ke Lu tuh, hmm bisa dibilang nggak terlalu mulus. Kayak adaaa aja yang kurang di mata Lu. Terus caranya komit pun okelah bisa diterima.
Lu sendiri bukannya tipe menye. Yap, dia wanita dewasa, lebih dewasa dari Nico malah, tapi nggak ada yang mendadak jadi sesak napas atau freeze saking terpesonanya sama Nico. Atau mendadak fangirling. Yah, Lu just being Lu.
Yang paling aku suka tuh pergantian bagiannya. Biasanya kalau dari sisi A pindah ke sisi B, bakalan ngulang lagi apa yang terjadi di sisi A baru dilanjut sisi B. Nah, ini enggak, nerusin aja apa yang terjadi di sisi A tanpa ada pengulangan. I told about sudut pandang by the way. Dan yap, walaupun pakai so pertama, entah kenapa voice Lu dan Nico bisa dibilang "hampir" mirip. Caranya cursing juga hampir senada.
Kesimpulannya, nggak suka banget, tapi nggak benci juga. Dan adegan pertengkaran di E itu agak ... gimana ya, maunya sih no komen. Habis bingung karena ini novel udah pasti cerita soal kehidupan warga kota, kan? Dan apa yang Lu atau Nico perbuat adalah reaksi normal. I think? Oke, whatever, mau lanjut ke buku ketiga.
Satu lagi, aku suka cara penulis memperlihatkan kedekatan Nico sama Lu. Kayak step by step, tapi nggak bikin bosan. Walaupun di sini banyak banget kalimat rada seksis (dan ada kaitannya dengan paragraf paling awal) dan cursing, tetap worth buat dibaca.
The Wanker atau bisa disebut Nico Pentagon terjebak asmara dengan tetangganya baru, Lu. Agak kurang realistis sih dimana seorang cewe bisa nolak berkali2 dengan pesona Nico. Lu cukup anti dengan Nico sejak awal, apalagi insiden yang dianggap tidak sopan.
Nico yang semakin penasaran dengan sosok Lu pun mendekati Lu. Lu dianggap sebagai wanita malam , spekulasi yg mengerikan.
Konten 21+ ada beberapa bagian , jd diharapkan yg baca udh 21++ ya. Buku AliaZalea tidak pernah ada yang mengecewakan ❤️❤️
Dari 7 buku AliaZalea yg gue baca, ini jadi top 1 favorit gue so far. Trope-hate to being friends to love mixed slow burn-nya berhasil di gue.
Perkembangan hubungan antara Lu dan Nico smooth, sweet, and kinda full of angst bahkan meskipun Nico lebih muda dari Lu (i think, that problem is only on my side, brondong is not my cup of tea, lol).
Karakter Nico yg tengil, jail, tapi sensitif pas banget dengan Lu yg grumpy tapi tegas. Melihat mereka berdua layaknya pasangan-sahabat-musuh jadi satu, like a match made in heaven!
3,5 🌟 sih tpi gpp yang ini lebih ke 4 aja enggak lebih ke 3, hehe.
Plot di cerita ini lebih jelas ketimbang di buku pertama, konfliknya juga gak muncul di akhir-akhir. Scene di awal-awal udah ngiring pembaca bakalan seperti apa konfliknya. Penyelesaianya pun gak terasa cepat, malah terasa pas. Percakapan yang bikin ketawanya masih ada. Pembaca juga dikenalkan ke karakter Lu dan Nico secara bertahap. Meskipun diambil dari dua sudut pandang, aku bisa tetep memosisikan diri kapan jadi Nico dan kapan jadi Lu. Walopun aku tetep gak akan bisa bedain narasinya Lu atau Nico kalau gak di kasih tahu itu siapa.
Jadi 3,5 🌟 yang lebih ke 4 🌟 untuk novel ini.
Ps: Ini Liam Payne? Heuheu
Pss: Novel selanjutnya cerita Erick kah? Karena kalau liat dari urutan nama yang ada di lambang Pentagon, it should be Erick. 😉😉
Baca buku ini bikin aku ingat (dan kangen) sama fanfiction One Direction era 2013—ya karena inspirasinya memang mereka! 😭
Dulu pernah baca Boy Toy, tapi lupa siapa itu siapa. Biar lebih mudah untuk visualisasinya HAHA
Taran = Louis Adam = Zayn Nico = Liam Erik = Niall Pierre = Harry
Lucunya, Harry alias Pierre di sini French dan dia ada ngomong chére = Cherry judul lagu barunya tentang pacarnya yang French!! What a coincidence 😭
Suka banget sama detail-detail kecil yang diselipkan di novel ini tentang One Direction. Misalnya tentang tweet baju oranye untuk konser di Ziggo Arena. Sweet memories!😭💙
Nggak sabar mau baca cerita personel Pentagon lainnya. One thing: apa akhir boyband Pentagon akan sama dengan One Direction? 😌
Another 'bacaan sekali duduk' dari AliaZalea. As her self-proclaimed avid fan, I have to join the early group of reader and enjoy one of the Pentagon member series on the new year! Ini buku pertama yang saya baca di 2019, and I'm not disappointed, only a bit confuse. For some personal reason, this book hits me really hard in a way it got me into a realization of what a 25 years old person can do (that kind of thing - you know quarter life crisis, bye!).
The Wanker menceritakan tentang Nico (personel Pentagon) dan Lu - tetangga nya di apartemen. Nico di awal menyenangkan, Lu di awal bikin kening berkerut, tapi makin ke belakang semua berubah. Lu jadi manusiawi dan Nico jadi membuat kening berkerut HAHA.
Ceritanya khas AliaZalea yang witty dan menangkap fenomena urban lalu dibagikan dalam gaya satire yang terlalu baik sehingga pembaca harus pintar-pintar menangkap citra masyarakat urban tersebut. Salah satu yang paling saya suka adalah bagaimana karakter Lu yang adalah pemilik 2 night club paling hype di Jakarta dieksplorasi dengan sangat baik oleh aliaZalea. Kalau kalian pernah baca novel aliaZalea yang lain (Crush Into You), karakter Lu adalah adik dari Kafka dalam CIY. Lu, Kafka, dan satu orang lagi mendirikan night club bersama - tapi Lu kayaknya adalah Big Boss nya.
Kisah cintanya? Boleh lah, tidak membosankan karena aliaZalea jarang sekali membosankan (nggak pernah bahkan seingat saya). The bonus is, this is another brondong love story, only you will know that half the story - bukan dari awal seperti di novel Boy Toy. Itu alasan kebingungan saya - karena 25 is still very young here in Jakarta, dan membayangkan a 25 year old boy yang seumuran dengan teman-teman saya memulai hubungan yang iya iya dengan a 30 year old powerful lady? I can't! But, Nico nggak kayak 25 kok, makanya kukaget membaca he is a 25. So the age gap is totally forgiven.
4 bintang dari 5 untuk The Wanker dari saya.
ps: semoga next story of this series will be about Pierre, cuz right now I'm head over heels for him, thank you.
Ceritanya jauh lebih seru dari yang sebelumnya. Baca ini rasanya buat aku senang. Paling gemes pas Nico baru kenal Lu. Asumsinya Nico terhadap Lu untuk pertama kali rasanya emang nyebelin. Siapa sih yang gak marah kalau ternyata selama ini cowok yang dekat sama dia punya pandangan yang rendah terhadap dirinya sendiri? Wkwk..
Masalah Lu dan Nico menurutku hampir sama, mereka mengalami trust issue, akibat kisah cintanya yang gagal. Aku suka banget pas Nico ngebela Lu di depan abangnya! Sangat gentle!!!!
Bukan dunia saya. Walau demikian, latar belakang tokohnya cukup realistis. Saya nggak bisa protes karena saya nggak punya pengetahuan atau pembanding orang2 panggung atau "dunia malam"
Ini novel pertama yang mengawali buka-puasa-baca-novel saya! Akhirnya! Kangen banget baca novel!
Dan ini sudah bulan Agustus, yang mana merupakan sesuatu yang mengerikan sekali saya nggak baca novel apa pun dan me-review-nya di sini sejak Januari. Belum pernah terjadi selama saya mulai aktif di Goodreads huhu.
Anyway, langsung aja yah.
The Wanker adalah seri kedua Pentagon boys yang sebenarnya sudah lama masuk wishlist saya sejak saya menamatkan Boy Toy. Sekali lagi mungkin perlu saya tegaskan bahwa Pentagon ini semacam 1D fiktif haha dan berhubung saya suka 1D, saya jelas menanti semua seri buku ini.
Pada buku kedua ini, yang menjadi tokoh utama adalah Liam Nico setelah sebelumnya Louis Taran. Tapi kalau dibaca dari ceritanya, timeline kedua buku ini berjalan simultan di waktu yang lebih-kurang sama. Perbedaan terbesarnya adalah The Wanker pakai POV orang pertama, sementara Boy Toy pakai POV orang ketiga.
Yang mana, dengan POV orang pertama (dari dua sisi--Nico dan Lu), emosinya jadi terasa lebih dalam. Menurut saya penggunaan kedua POV bergantian antara Nico dan Lu ini dieksekusi dengan sangat baik. Seperti yang kita tahu, penggunaan multi-POV dalam novel selalu tricky, tapi di sini nggak masalah. Timeline ceritanya rapi dan saling melengkapi di kedua POV itu. Karakter mereka berdua juga kelihatan banget--pembaca jadi paham sudut pandang dan cara berpikir mereka masing-masing, lalu pada akhirnya jadi gemas sendiri. Terutama sama Nico sih, yang bikin geregetan banget dengan berbagai asumsinya yang super su'uzhon. Kelihatan bahwa Nico punya sisi-sisi naif cowok yang ngegemesin sekaligus njengkelin. :))) Karakter Lu juga oke, pembaca jadi tahu apa yang ada di balik tampilan superindependennya--yang ternyata, cewek-cewek juga. :))))
Dan yang paling highlight, kedua POV ini nggak ada filternya sama sekali, membuat karakter-karakter ini terasa hidup dan nyata--seolah merekalah yang benar-benar lagi bicara dan mengungkapkan segala perasaannya. Segala kata kasar, pikiran horny, dan perasaan mereka satu sama lain itu jadi terasa kuat banget, dan saya menikmati membacanya karena lucu. :))))
Seperti biasa saya suka banget interaksi superkonyol dan gebleg antara personil Pentagon boys. :'))) Love them so much. I miss 1D a lot! T_T
Ceritanya sendiri sederhana banget sih, tapi saya suka. Saya nggak mungkin nggak suka cerita apa pun tentang Pentagon boys. :)))) #bias Dan seperti biasa ada tokoh-tokoh dari aliaZalea-universe haha.
Membaca The Wanker ini sama menyenangkannya dengan membaca Boy Toy. Ada bagian-bagian dari POV Nico dan Lu sama-sama mengandung narasi konyol--beberapa terlalu retjeh sampai saya ngakaque dengan sendirinya. :)))
Selanjutnya saya akan segera nyari buku tentang Zayn Adam!
Nah, kalau yang ini adalah series kedua dari Pentagon Series. Menceritakan tentang Nico yang punya asumsi negative banget untuk tetangga sebelahnya, Lu. Parahnya, dari mulai mereka ngga akur sampai berteman pun Nico ngga menanyakan apa yang bersarang di kepalanya itu. Malah dia main ambil kesimpulan sendiri aja. Dan di situlah salah paham terjadi. Nico mau main-main sama Lu yang pantang banget percaya kembali dengan manusia ‘wanker’ seperti Nico. So, apa yang terjadi setelah Nico tau kebenarannya? Pontang-panting dia dibuat sama mba Penulis hahha.
Gimana setelah membaca series yang kedua ini? Lebih seru! Dari semua series yang aku baca aku lebih senang dengan yang ini. Menurut aku konfliknya lebih kuat dan alurnya enak buat diikuti. Memang sih aku agak lama menunggu puncak konfliknya, tapi saat itu datang, aku puas menikmatinya.
“Aku tidak tahu apakah dia betul-betul wanita simpanan, tapi wanita yang keluar malam mengenakan pakaian minim, apa coba pekerjaannya?” –Hal. 110.
Nicholas Pangestu is totally super-wanker! Duh, inilah salah satu contoh agar baiknya bertanya jika ada pertanyaan supaya ngga ada salah paham dan sesat di jalan. Pantesan deh Nico disebut wanker sama Lu, memang pengecut banget deh. Kurang gentleman. So, inilah yang patut diacungi jempol karakter Nico jatuhnya kuat, ngga plin-plan. Memang sudah dari sononya senang main pikirannya sendiri.
Lu adalah karakter wanita idaman dari berbagai jenis novel yang aku baca. Aku paling demen dengan karakter cewek yang seperti Lu, kuat dan tak tergoyahkan. Keren deh.
POV untuk series yang kedua ini menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal, yaitu kedua karakternya dan ditulis secara bergantian. Jadi, permainan perasaan mereka jelas banget tergambar karena dua-duanya ikut andil dalam POV.
Btw, kalian penasaran dengan pekerjaan Lu? Kalau yang ini lebih relate lah dangen dunia member Pentagon (ngga seperti Taran-Lu yang jauh banget). Dan yah ini seakan menampilkan dunia para entertainer di luar dunia kerja mereka.
Kesimpulannya, aku lebih senang dengan cerita yang kedua ini daripada yang pertama, Boy Toy. Hanya saja endingnya, coba jika jangan sesingkat itu. Tapi, ending bukan sebuah pertunjukan lagi, yang penting prosesnya menyenangkan. Dan aku sangat menikmatinya. Favorit aku deh Nico dan Lu ini!
Oiya, aku masih penasaran dengan apartemen Lu yang katanya berhantu. Apa ya tujuannya dimasukkan point tersebut dalam cerita ini? Mungkin untuk memperseru keadaan kali yaa? Soalnya aku tidak menemukan relate-nya terhadap hubungan Nico-Lu sama sekali.
Nico, salah satu personel boyband ternama Pentagon, baru saja putus dengan kekasihnya Denok. Alasan Denok karena dia ingin mengembangkan karirnya dan tidak ingin berada di bawah bayang-bayang nama besar Nico Pentagon. Padahal Nico sudah mencurahkan jiwa raganya hanya untuk Denok. Apapun yang Denok minta di masa lalu selalu dia berikan. Nico memang tipe cwok yang setia. Sulit sekali baginya untuk melupakan Denok. Bahkan aroma parfumnya pun masih terbayang dan membuatnya seperti kecanduan. Makanya Nico tidak kuasa menahan diri memeluk tetangganya yang menggunakan parfum beraroma sama, di depan lift pada dini hari.
Lu, pemilik dua klub ternama di Jakarta, memiliki jam kerja yang tidak sama dengan wanita karir kebanyakan. Pulang subuh sudah menjadi rutinitasnya. Pagi ini ketika dia, dengan tubuh lelah dan emosi terkuras akibat kejadian-kejadian di klub, tiba di apartemennya, yang diinginkannya hanyalah segera beristirahat. Tapi kelakuan tentangganya yang dijulukinya The Wanker memeluknya di depan lift membuatnya sangat marah. Bukan salahnya jika tendangannya melayang ke arah selangkangan cowok itu.
Sebenarnya Nico menyadari kesalahannya yang langsung menyergap Lu, dan untuk itu dia berusaha meminta maaf. Meski dia tahu gadis yang tinggal di sebelah apartemennya itu bukan gadis baik-baik, sikap misterius Lu membuatnya penasaran. Pertemuan demi pertemuan terjadi di antara mereka, dan menimbulkan perasaan baru di hati Nico. Tapi mungkinkah dia berani mempertaruhkan nama besar Pentagon hanya untuk gadis itu?
Setelah mengulas kisah percintaan Taran di buku Boy Toy, kali ini giliran Nico perosnel boyband Pentagon yang diangkat dalam novel berjudul unik, The Wanker. Dan menariknya karena Nico harus berhadapan dengan gadis penyuka romansa tapi sering menggunakan pakaian terbuka yang sering keluar malam. Padahal Lu menggunakan pakaian itu demi kenyamanannya bekerja di klub malam miliknya.
Interaksi antara Nico dan Lu memang lebih luwes jika dibandingkan dengan Taran dan Lea di buku Boy Toy. Bisa jadi karena profesi keduanya tidak jauh dari dunia hiburan. Saya menyukai adegan dimana Lu memaksa Nico membaca buku Gone With The Wind (alamaak....itu kan buku bantal yang jumlah halamannya lebih dari 1000), yang berakhir dengan Nico membeli sekuel buku itu di toko buku. Atau ketika Nico mengajak Lu menonton film zombie dan membuat Lu takut untuk masuk ke dalam apartemennya.
Keberadaan personel Pentagon lainnya juga sangat menghibur. Berhubing timeline kisahnya Nico hampir bersamaan dengan kisahnya Taran, ada sedikit sneak peak dimana Taran dihibur oleh teman-temannya karena putus dengan Lea. Dan kekompakan tim Pentagon ini patut diacungi jempol. Saya jadi penasaran, siapa anggota tim lainnya yang akan muncul di buku #3. Please...jangan lama-lama ya.
"Intinya, kita nggak boleh berprasangka buruk tentang seseorang hanya karena pekerjaan mereka. Pekerjaan tidak mendefinisikan seseorang" (Hal.161) . Pertemuan Lu dengan Niko si anggota grup Pentagon membuat gadis itu menjuluki Niko sebagai wanker. Interaksi dan sosok yang laiknya teman sepertinya dapat menggeser label itu secara perlahan... jika saja kesalahpahaman diantara mereka dan membuat gadis itu harus kembali mempertanyakan anggapannya terhadap sosok Niko...
👤Pernah membayangkan menjadi tetangga yang membuat kita melabelinya dengan gambaran yang kurang baik? Mungkin seperti itu yang dirasakan oleh perempuan bernama Luisa Karin Agatha atau Lu, yang bertemu Niko yang merupakan personel grup idol Pentagon. Pandangan awal Lu terhadap Niko yang dianggapnya wanker (silakan di gugling artinya) membuat kisah ini cukup menggelitik dan sepertinya menarik.
👤 Sepanjang membaca saya merasa cukup terhibur. Bagian yang cukup menyenangkan lainnya dari seri kedua Pentagon ini adalah bahasa dan narasi yang digunakan tetap terasa khas tulisan Aliazalea, bahkan ada mas Jo yang merupakan karakter favorit saya dari salah satu novelnya kak Aliazalea😆🙏
👤 Saya merasa cukup banyak konflik yang digerakkan oleh kesalahpahaman dan persepsi masing masing,disamping masalah move on. Di bagian ini,saya jadi belajar bahwa persepsi dan kurangnya informasi terhadap seseorang membuat pikiran dengan mudah melabeli meskipun dalam berbagai hal,label itu juga penting🙏
👤 Dalam jajaran personel Pentago, Adam masih jadi personel yang saya suka. Namun, setelah Adam, sepertinya antara Pierre dan Erick sebagai personel yang saya suka,posisinya naik turun di tingkat kedua,terutama Pierre yang asli keren sangat di seri Pentagon The Wanker ini😆👍🏾
👤 Seri Pentagon ini dapat kalian baca secara tidak berurutan,namun bagi penyuka kisah romansa dan ada unsur boyband atau semacam itu,sepertinya akan sulit untuk menahan dari godaan membaca semua serinya 🙈 Akhir kata,hati hati terpikat kisahnya para member Pentagon ini🤭
Baca ini cuma sekali duduk, suka sama ceritanya ngalir banget nggak ngebosenin. Idenya juga menarik. Terus dua karakter utamanya tuh sifatnya menarik jadi seru. Menurut saya, buku kedua ini better sih daripada Boy Toy. Walaupun saya kira Lu sama Nico tuh bakalan musuh bebuyutan banget gitu ngeliat gimana di buku sebelumnya Nico selalu kesal tiap nyeritain tetangganya, ternyata nggak juga.
Oh iya, saya baru nyadar Kafka dan Nadia ini ternyata main characters di Crash Into You ya, baru tau pas udah di pertengahan halaman karna saya lupa-lupa inget, yang saya paling inget tuh Revel karna saya suka cerita dia dan Jo sedikit inget.
Ini buku pertama dari kak Alia yang aku bacaa, SUKA BANGETTT🤩🤩🤩 Tokoh dengan nama Lu dan Nadia, bener-bener jadi ngebayangin serial elite-nya netflix WKWKWK!
Ceritanya ngalir banget dan bener-bener santai tapi tetep buat penasaran aja gituu, terus detail-detail cerita ini juga keren banget!!! Scene epilog perihal cacar bener2 menghibur sih, dan menarik banget endingnya dengan sudut pandang orang yang lain yang katanya ada di buku Crash Into You. Meskipun aku sempet kek kecewa di tengah Lu sama Nico ya bisa tiba-tiba ga se-love hate itu lagi.
Thank You Kak Alia, aku bakal menjelajah ke cerita Kak Alia lainnya~
Taran atau Nico? Pilihanku Nico. Percakapan kecil Lu dan Nico tentang film dan buku mengingatkan aku kepada Revel dan Ina di Novel Celebrity wedding..
Sederhana tapi berisi. Hubungan dimulai dengan santai, tanpa terburu-buru. Lebih seru dari seri pertamanya..
Nico ini bucin ya, terlalu mudah dibodohi hanya karena dimanjakan dengan sesuatu.
Cameonya benar-benar bikin rindu novel Alia yang lain. Revel MRAM, Bang Jo yang sudah jadi papa 1 anak, apalagi ada Adam😍 Adam kecilnya Kafka dan Nadia. Mengobati rindu untuk novel terdahulu. Go Nico😀
Emmm, gue tuh emang udah nunggu-nunggu buat baca kisah Nico ini, bisa dibilang gue cukup menikmatinya ya cuma nth kenapa rasanya hambar. Bukan karena habis baca ini jadi kosong melompong karena ceritanya yang uwah, tapi lebih ke arah gak ada yg berkesan aja gitu. Padahal interaksinya ya lumayan gue suka sih tapi kurang dieksplore aja gitu tentang kehidupan Lu as the owner of the clubs dan Nico.
Gue pengen kegiatan mereka lebih kerasa hidup gitu
Nicholas Pangestu, our sugar kiddy! Wkwkwk gemes banget sih. Aku suka mereka dramanya begini. Lucu aja gitu. Daripada drama insecure-an. Jauh lebih bisa nikmatin buku dua ini daripada yang pertama. Apalagi ada Kafka!!! LOL epilognya uwu banget. Jadi makin kepo sama Pierre. Tapi kudu baca Adam dulu nih.
First, chocolate is toxic to dogs so you should never feed them chocolate cake. Second, the misogynistic remarks and toxic masculinity are really hard to overlook. The romance is not bad, but due to these reasons I had to lower the rating.
Ini buku kedua karya kk Alia Zalea yg ku baca setelah Boy Toy. Karena aku penasaran sama ceritanya dan ini juga sekuel dari Boy Toy ya menurut ini buku juga hampir sama seperti boy toy tapi disini kata-kata kasarnya lebih banyak.
Kalau di boy toy tokoh utamanya si Taran brondong nya si Lea, di buku ini tokoh utama Nico Pangestu yg lebih di kenal dengan Nico Pentagon.
Berawal dari Nico yg susah move on dari sang mantan yang mutusinnya dengan alasan gak mau mendopleng ketenaran nico, kemudian ketemu dengan Lu tetangganya di lift apartemen dan terjadi tindakan yang tidak sesonoh yang di lakukan oleh nico terhadap Lu. Kemudian berlanjut dengan permintaan maaf nico dengan mengirim bunga anggrek ke apartemen Lu dengan di selipkan surat dengan diketik yg menurut Lu gak laki banget.
Di pertengahan cerita mulai muncul perasaan antara Nico dan Lu, tapi ada satu perkataan nico yang membuat Lu kecewa.
Mungkin kk Alia Zalea bakal buat sekuel 3 personil pentagon yg lain deh, dan aku penasaran dengan kisahnya si Erik.
Udah lama banget gak baca novelnya aliaZalea. Setelah baca The Wanker ini rasanya kayak nostalgia, karena gaya bahasa alia tuh khas banget. Asyik dan nggak bisa lepas sebelum kelar. Hehe
Ini sih tipe novel yang aku suka, ringan, menghibur, apalagi buat orang yang tiap hari rasanya penat banget. Beneran kayak oasis banget!
Suka gaya Nico, kok aku ngebayangin Nico tuh kayak Liam Payne -nya One Direction yak. Haha
Pas banget kan sama² boyband dan sama² jebolan X-Factor.
Karakter Lu juga keren banget, wanita dewasa, sukses, independent. Udah gitu dia hobinya baca romance, hihi
Penyelesaian masalahnya bikin aku terharu sih. Gak tau kenapa pas momen itu (gak mau ngomongin krn spoiler) aku nangis dong! Huhu
Pokoknya seru banget baca The Wanker. Tipe bacaan sekali duduk langsung kelar :)
Membaca ini di pertengahan Februari dan baru ingat ingin mereviewnya ketika bulan ganti. Jadi, ya, aku akan menulis yang kuingat saja. The Wanker berkisah tentang Lu, mbak-mbak yang punya club malam, dan tetangganya, Nico. Seperti metropop pada umumnya, novel ini menyajikan permerah mudaan diantara mereka. Jujur saja kujuga lupa Nico ini yang bagaimana di buku pertama, tapi kurasa kelupaan itu tidaklah memengaruhi ceritanya. Namun, kudapat mengatakan bahwa aku lebih menyukai The Wanker ketimbang pendahulunya. Di sini, seperti lebih menyenangkan dibaca, lebih lucu dan menghibur. Ku pun suka pesan jangan asal berasumsi seperti yang Nico lakukan, hal yang sering dilakukan manusia tanpa sadar. Kukira itu saja, apakah akan ada lanjutan personil lainnya? 28-2019
So I have to re-read book one and book two of this series before reading the last book, karena baca ini dah lama banget. Buat refresh ingatan hahaha. But still I love Lu in this book 🤩
****
AliaZalea never disappoint me. Her works are amazing 😆 Aku suka jalannya alur cerita di buku ini. Benar-benar terasa emosinya. Entah itu marah, senang, atau pun sedih. Character buildingnya juga bagus, tidak terkesan terlalu berlebihan. Well, I like this book better than the first book 😁
sayangnya saat membaca buku ini, sy tidak merasakan adanya kedalaman karakter yang ingin ditampilkan. Karakter yang ada tampak begitu di awang2 dan seperti hanya pada permukaan.