Buku ini sebenarnya informatif juga untuk mengisi celah-celah kosong ttg pengetahuan saya mengenai Dinasti Tudor di Inggris. Namun sangat disayangkan terjemahannya yg menurut saya kualitasnya buruk padahal harga bukunya lebih dari 100ribu rupiah. Baru buka halaman pertama saja sudah terjadi kesalahan typo di bagan silsilah. Henry VII ditulis Henry VIII, dan berulang-ulang kesalahan yg sama dilakukan di hlm-hlm berikutnya. Ini kesalahan fatal menurut saya krn proofreader sangat tidak berfungsi di buku ini.
Diawali dgn latar belakang Perang Mawar antara keluarga York dan Lancaster, yang diakhiri dgn rekonsiliasi kedua pihak dgn pernikahan Henry VII dgn Elizabeth of York. Dilanjutkan dgn kepemimpinan Henry VIII yang fenomenal, biadab dan penuh skandal. Tampuk takhta beralih ke Edward VI yg msh bocah, diteruskan oleh kakak sulungnya, Mary Tudor yg terkenal sbg Bloody Mary dan terakhir oleh kepemimpinan dan puncak kejayaan Dinasti Tudor, Elizabeth I.
Walau semua sejarah sudah dijelaskan secara lengkap, namun saya merasa ada ganjalan juga dalam pemikiran kritis saya. Angkatan Laut Inggris yg notabene baru dibentuk pd saat pemerintahan Henry VIII, dan sebagaimana dikatakan masa pemerintahan Henry VIII menghabiskan sumber daya kas negara, blm lagi penerusnya spt Edward VI dan Mary I tidak memiliki kemampuan utk mengisi kas negara. Otomatis kas negara baru masuk pd saat pemerintahan Elizabeth I, namun tidak dijelaskan scr agak detail, bgmn angkatan laut Inggris yg masih berusia belia itu bisa mendadak tangguh pd masa Elizabeth? Apa hanya sekedar faktor keberuntungan saja karena Inggris memiliki Francis Drake, sang perompak yg piawai membaca gerakan gelombang dan angin laut? Tidak ada penjelasan.
Walau dgn kekurangan tersebut, bagi pembaca awam ttg Dinasti Tudor, buku ini bisa menjadi panduan utk mengenal dan mengetahui sejarahnya yang lumayan pelik dan penuh skandal. Cuma dgn satu syarat: Bertahanlah dgn kalimat-kalimat yg lumayan banyak bikin kening berkerut. Selamat membaca.