Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jurnal Jo #2

Jurnal Jo 2: Online

Rate this book
Jo Wilisgiri kembali lagi! Kali ini kehidupan masa SMP-nya heboh dengan... nggak lain dan nggak bukan... Facebook! Gimana nggak? Sekarang rasanya dia dan sahabatnya lebih sering ngobrol via chatting dan FB daripada mengobrol real time di dunia nyata. Belum lagi ayahnya yang guru bahasa Jawa mau ikut-ikutan buka akun FB pula!

Eh, tapi kehidupan dunia nyata Jo juga masih heboh kok. Misalnya saat dia dan Nadine tiba-tiba ditunjuk jadi ketua kegiatan sosial di kelasnya. Waduh, susah banget kan mesti kerja sama kalau di FB saja mereka musuhan?

Belum lagi Rajiv yang rajin meminjamkan ini-itu pada Jo. Mulai dari raket bulu tangkis, sampai ke HP. Jangan-jangan Rajiv suka sama Jo, lagi. Tapi, Jo naksir Rajiv nggak ya?

Hah, mau di dunia nyata mau di dunia maya, hidup Jo sama ribetnya!

232 pages, Paperback

First published May 1, 2010

17 people are currently reading
347 people want to read

About the author

Ken Terate

26 books234 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
149 (26%)
4 stars
184 (33%)
3 stars
160 (28%)
2 stars
47 (8%)
1 star
15 (2%)
Displaying 1 - 30 of 83 reviews
Profile Image for Titish A.K..
Author 1 book133 followers
March 8, 2021
Kalau teman sekelasku adalah anak-anak SD idiot seperti teman-teman Sophie, aku pasti bakal juara satu juga. (Sophie kelas lima, tapi ada temannya baru-baru ini dilarikan ke UGD karena hidungnya kemasukan kacang mete. Kacang mete utuh lhooo, bayangkan, kalau nggak idiot apa namanya?)


Kalau di seri pertama aku adalah Jo Wilisgiri, si anak guru yang bersekolah di tempat ayahnya mengajar, di seri kedua ini aku adalah teman idiotnya Sophie: dilarikan ke UGD Bethesda karena memasukkan blendhung jagung ke idung, wkkk~
Profile Image for -Nadya Kirana-.
10 reviews
May 28, 2010
Lucuuuuuuuuuuuuu......Seruuuuuuuuuuuu........Asssyyyyyyoiiiiiiikkkk
hanya itu yang bisa kuucapkan aku g bisa berkomentar lagi karena sumfeh...!!! (?!) novelnya buaguse ngepuuuooolll (g juga deng...!!!)hehe...aku tau ini aja dari Henisha dan sekarangpun aku pinjem novelnya hehe... :)
Profile Image for Utha.
825 reviews403 followers
January 4, 2019
Gileee... war via FB kek jaman dulu. xD
Profile Image for Leila Rumeila.
1,006 reviews28 followers
July 17, 2022
Gemes banget nih ABG2 puber 😄

*Listened the audiobook by Storytel*
Profile Image for Devina.
149 reviews7 followers
October 4, 2010
Jo is back.. Kali ini hidupnya lebih meriah.. Hehe.. Perkenalan Jo dan tmn2nya dg dunia maya diceritakan disini.. Mulai dr YM2 an.. Sm FB2 an.. Saling serang di FB.. Lucu banget.. Ngeliat format FB yg ditampilin dsini, coment2 ny jg aneh2.. Serasa lg buka FB beneran jadi nya..

Sifat Jo yg polos dan sedikit kekanakan yg lucu banget. Dia mengira jika seseorang baik sama dy pasti mau minta imbalan. Ga tanggung2 dy pikir cowok itu mau "Keperawanannya". Hehe.. Kocak jg si Jo ini..

Tp seperti buku sebelumnya aq agak kecewa dg cerita nya. Porsi cinta2an ala teenlit nya terlalu dikit.. Hmm.. Status Jo dan Rajiv disini masih ngegantung. Di lht dari ending nya mungkin ada buku lanjutan nya kali.. Hehe.. (*sok tau, sok ngarep*) Mudah2an kalo beneran ada buku ke 3 nya, cerita nya bisa di fokus ke kisah percintaan antara Jo nd Rajiv. Hehe..

Aq kasih bintang 4 buat buku ini. Dianjurkan buat yg suka baca an yg ringan tapi tetep fun. :)
Profile Image for Dinur A..
260 reviews98 followers
January 23, 2019
Paling suka kata-kata Sally buat Nadine; "MenDin6 gak bs mecaH1n masaLaH, drpd elo bsnya biKin m@sal4H!"
Profile Image for Tania.
80 reviews3 followers
July 23, 2022
Menyenangkan rasanya untuk kembali membaca kisah hidupnya Josephine Wilisgiri, siswi SMP kelas 7 dari Yogyakarta yang bapaknya guru bahasa Jawa. Dibandingkan buku sebelumnya, aku lebih banyak lupanya Jurnal Jo: Online ini membahas tentang apa saja. Samar-samar aku ingat Mei sempat bikin note Facebook yang galau dan alay (wow Tan, sungguh sebuah potongan ingatan yang tidak penting). Sisanya, bener-bener gak ingat.

Aku bahkan lupa Rajiv masih ada di buku ini. Mungkin karena kehadirannya yang tidak disangka dan dinyana, aku jadi ikutan histeris dan excited bareng Jo ketika dia mengatakan atau melakukan hal-hal tak terduga HAHA. Terbaik emang sih Rajiv, best character. Be like Rajiv 👍

Di buku pertama, aku mengapresiasi aspek teknologinya yang ditulis secara apik karena mampu merepresentasikan realita anak SMP di tahun 2010an (yaa paling tidak, realitaku dan teman-temanku dulu). Kalau buku pertama membahas tentang blog, di buku kedua ini bahasannya tentang Facebook. Jadi gemes sendiri ketika membaca bagaimana Facebook digunakan remaja di era tersebut, karena aku pun dulu mengalaminya. Bahkan sempet disinggung juga sedikit tentang hape Blackberry yang ngetren. (Sampai sekarang saya gak ngerti kenapa dulu sempet ngetren banget...)

Aku sangat mengapresiasi cara Mbak Ken Terate menuliskan kehidupannya Jo. Apa ya... orang dewasa yang menulis tentang pengalaman remaja tuh lebih sering berakhir jadi sok bijak dan menggurui, atau malah super cringe karena berusaha menggunakan bahasa slang terbaru dengan konteks yang ngawur supaya dianggap keren (insert how-do-you-do-fellow-kids meme here).

Kalau di serial Jurnal Jo, aku nggak merasakan itu. Well, di beberapa bagian ada sih yang rasanya kayak sedang membaca cautionary tale tentang kenakalan remaja dan bahaya bermain internet haha. Tapi semuanya dibawakan dengan cukup natural dan gak in-your-face. Cara setiap karakter bereaksi sangat masuk akal, apalagi untuk tahapan usia segitu. Mbak Ken tampaknya sangat empatik dan observant bahkan ke hal-hal kecil, dan itu tercermin dalam tulisannya.

(Tapi apa jangan-jangan aku bisa mikir kayak gini karena aku sekarang sudah di usia dewasa muda? Jangan-jangan ketika aku baca buku ini pas SMP dulu, aku sebenernya ngebatin juga, "hilih sok asik banget buku ini"? Wallahu'alam 🙏)


--------
Buku ini aku berikan penilaian 3,5-4 bintang, karena menurutku konflik utamanya nggak seseru buku pertama. Tapi secara keseluruhan, ini tetaplah pengalaman membaca yang ringan, menyenangkan, dan menghibur.

(Baca ulasanku tentang buku pertamanya, Jurnal Jo, di sini.)
Profile Image for Nadya Putri.
63 reviews4 followers
January 4, 2020
Novel teenlit Jurnal Jo: Online yang kupunya ini masih yang edisi lama (belum berganti cover). Novel ini ditulis oleh Ken Terate pada tahun 2010, diterbitkan oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Novel ini bergenre teenlit (cerita remaja).

Novel teenlit Jurnal Jo: Online (nomor 2) ini menceritakan masa semester baru di sekolah Jo Wilisgiri (masih kelas 7, tapi sudah bertambah semester). Kali ini mulai memasuki jaman di mana punya hp, mengakses Facebook di komputer atau hp, mengupdate status/menulis status di fb, main game, juga chatting. Saat teman-teman Jo satu persatu mempunyai hp, Jo tidak punya. Jo merasa ingin juga dan menceritakan hal itu pada Rajiv, teman laki-lakinya yang orang India, dan Rajiv juga meminjamkan hp miliknya serta raket bulutangkisnya agar Jo bisa berlatih di rumah. Saat Jo menceritakan hal itu kepada Sally, Sally berpikir bahwa mungkin Rajiv menyukai Jo. Di rumah Jo juga ada komputer, dia bergantian dengan Sophie, adiknya, untuk memakai komputer tersebut. Masalah datang ketika di sekolah diadakan program "Mari Peduli" dan setiap kelas harus mengadakan acara berbagi dan akan dinilai untuk tambahan nilai salah satu pelajaran di sekolah Jo, dan Nadine (ketua geng elite di kelas Jo yang menyebalkan) dan Jo menjadi ketua panitia dalam acara Chifalry, pesta amal untuk sebuah perpustakaan yang diadakan oleh kelas Jo. Jo juga menjadi panitia dalam acara Bedah Buku di Klub Sastra yang dia ikuti bersama Andre. Sally yang tiba-tiba berubah sikap sejak berkenalan dengan teman internetnya yang bernama Danny, hingga Sally menghilang di suatu hari.

Novel teenlit Jurnal Jo: Online ini mengingatkanku tentang masa-masa aku menggunakan YM (yahoo messenger) untuk chatting dengan teman, juga berhubungan dengan teman-teman lamaku di Semarang serta orang yang aku suka melalui Facebook. Aku juga jadi ingat masa-masaku menjadi anak alay, yang update status segala hal yang aku alami dan chatting menggunakan tulisan alay seperti "aku" menjadi "q", juga bermain game Facebook yang terkenal saat itu seperti Pet Society dan Farmville. Dalam novel ini juga terdapat tips untuk menggunakan internet dengan baik dan bedanya omongan dengan tulisan.

Novel teenlit Jurnal Jo: Online ini memang cocok untuk dibaca remaja. Tapi aku yang sudah lulus kuliah juga menikmatinya, sih. Gaya penulisan novel ini benar-benar bagus, bahasanya sesuai dengan remaja, gaul namun tidak terlalu gaul dan enak untuk dibaca, tidak terlalu baku. Jadi, buat kalian yang menggemari genre teenlit, slice of life, atau school life, aku rekomendasikan novel teenlit Jurnal Jo: Online ini.
Profile Image for Nisa F.
52 reviews9 followers
October 5, 2020
Buku kedua dari seri novel Jurnal Jo ini menurutku menarik, dan bisa dibaca tanpa harus membaca dulu buku yang pertama. Tapi tetap, buku pertama nggak boleh dilewatkan untuk dibaca. Aku memilih novel ini sebagai bacaan yang ringan, setelah menghabiskan masa-masa terberat sebelumnya. Jadi untuk menemani istirahat dan me time, cocok lah :D

Oh ya, tentu saja mengikuti kisah Jo dan kawan-kawannya ini seru! Mengingatkan aku pada masa-masa alay dulu, zaman SMP :D Seperti ketika mengetik SMS pakai singkatan, huruf besar-kecil dalam satu kata, ngetik sok cadel biar dibilang cute. Jamet banget lah pokoknya, ngakak dan jijik menjadi satu. Sosok Jo mungkin bisa dibilang nggak gaul kalau dibandingkan dengan kawan-kawannya, tapi Jo biasa saja, tidak memaksakan dirinya untuk menjadi seperti mereka walaupun kadang dia kepingin juga kayak teman-temannya. Ketika teman-temannya sibuk bergaya dan memikirkan gengsi, Jo tetap menjadi dirinya sendiri. Jo tetaplah Jo. Nggak sibuk caper sana-sini. Itu justru menjadi daya tariknya. Aku kalau dikasih kesempatan kembali ke masa di mana aku seusia Jo, aku mungkin akan menjadi orang yang seperti Jo. Tapi sayang, itu tidak mungkin dan semua sudah berlalu :D

Sebagai pembaca di usia seperempat abad ini, aku menganggap sosok Jo itu sangat keren, dia tau apa yang harus dia lakukan, mulai belajar apa yang baik dan tidak yang ada di sekelilingnya.

Novel ini memakai sudut pandang orang pertama, yaiyalah, namanya juga jurnal, kan? Tetapi walaupun begitu, tokoh-tokoh lain selain Jo tetap tergambarkan dengan jelas karakternya, bukan hanya melalui sudut pandang si Jo tapi juga dari dialog-dialog mereka. Tokoh menarik yang aku suka itu si Rajiv, teman dekat Jo, yang menjadi sosok dewasa yang dibutuhkan si Jo. Menetralkan hidup Jo dari orang-orang di sekitarnya yang aneh, seperti geng Sakura Girlz :D

Walaupun termasuk bacaan yang ringan, tetap ada pesan yang terselip dalam kisah menarik si Jo ini. Tentang pertemanan, kehidupan ABG, relate sama kehidupan pokoknya lah. Juga bahasa Kak Ken yang benar-benar menarik, mengalir begitu saja, dan bikin pembaca betah mengikuti cerita unik Jo. Nggak kapok deh baca karya Kak Ken Terate.

Recomended buat dibaca? Tentu saja!
Profile Image for Arystha.
326 reviews11 followers
March 2, 2025
Asikkk ketemu Jo lagi! Jo keknya masih kelas 7 tapi di semester 2 ya. Kali ini ceritanya melibatkan Facebook dan YM. Jadi bernostalgia dengan kedua aplikasi itu. Facebook saya masih pakai sampai hari ini sejak pertama kali bikin akun tahun 2009 pas SMA. Kalau YM sudah ga ada, karena email yang punya YM sudah saya hapus juga. Jujur enakan pakai YM daripada WA, karena YM baru bisa dibalas kalau online lewat PC berdasarkan pengalaman hehehe. Perkembangan teknologi pesat sekali yaa.

Setelah baca novel yang ini, baru sadar Jo sibuk banget booo (buset ngikut gaya bicaranya Tiurma ga tuh hahaha). Di Klub Sastra yang mau bikin acara bedah buku, terus di acara kelas pesta amal Chifalry untuk perpustakaan di SD Yayasan Bakti, lalu main badminton dengan Rajiv, dan online di dumay alias dunia maya (astaga, kapan tuh terakhir kali menyebut dumay? Wkwkwk. Sekarang jamannya daring luring ga sih? XD). Terus ada cerita bagian Jo dan Rajiv yang kayak orang pdkt eaaa jadi ingat masa SMP hahahaha seru seru!

Btw saya sering banget mengucap "Chifalry" sebagai "Kalvari", ampun deh XD
Profile Image for Saidah Ulfah.
10 reviews2 followers
March 19, 2022
Iiihhh HAHAHAHAH. Aku bisa selesaikan buku ini dalam 1 hari. Seneng banget deh. Rasanya bener-bener seneng.

Dibanding Jurnal Jo 1, buku ini lebih banyak perkembangan konflik yang bener-bener konflik. Kaya agenda pesta amal mereka? Tapi perkembangan karakter Jo makin-makin sih.

Sally juga lumayan waras sekarang. Eh, semua temen Jo deh. Nabila mulai terbuka. Nadine x Sally udah mulai cape musuhan. Nadine jadi lumayan BAIK 🙄 agak kaget juga sih sebenernya apalagi setelah dia ngatain Jo “Jerk”

Karakter terburuk sih tetep Nadine. Tapi aku lebih mengharapkan yang beda gituuuu????? Raj sama Jo???
Good job buat writer nim bisa bikin aku langsung pinjam Jurnal Jo 3 karena penasaran sama perkembangan Jo dan Raj. Kalian penasaran juga gak sih?


Lucunya tetap sama kaya Jurnal Jo 1. Sebenernya buku kedua ini tipe yang bagus kalo dibaca slow aja. Karena banyak banget konfliknya. Segitu dulu deh. Mau lanjut baca Jurnal Jo 3.

Nanti disunting ulasannya kalo sudah selesai Jurnal Jo 3.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for wulan.
247 reviews7 followers
December 2, 2023
karena aku suka banget sama buku pertama, aku memutuskan buat lanjut ke buku kedua. tapi mungkin aku jedainnya agak kurang lama jadi aku merasa jenuh (?) dan itu yang bikin ratingnya turun

aku masih ingat detail detail buku pertama, tapi di buku kedua ini dijelasin lagi hal hal yang terjadi di buku pertama. mungkin buat yang udah agak lupa cerita di buku pertama jadi terbantu dengan penjelasan di buku kedua ini.

baca buku ini bikin nostalgia. zaman zamannya orang pakai facebook dan komputernya masih tebal. jujur aku agak keganggu sama kalimat kalimat 4|_4¥ yang ngetren pada zamannya, tapi aku rasa agak kurang afdol kalo buku ini nggak dilengkapi hal itu

di dalam buku ini juga diselipkan tampilan facebook. jadi memanjakan mata banget. perkembangan karakter jo terasa perlahan tapi pasti. gimana dia ngurusin pesta amal, berbaikan dengan temannya, juga gimana dia nggak lari dari masalah.

aku suka gimana percintaan nggak terlalu ditonjolkan di buku ini (eh tapi nanti di buku ketiga sepertinya fokus ke sana) kurasa penulis juga secara nggak langsung meyakini bahwa percintaan bukanlah prioritas untuk anak SMP.

menyenangkan mengikuti keseharian jo. sampai nanti di buku ke tiga 👋
Profile Image for Ratih Cahaya.
413 reviews7 followers
March 13, 2020
Jo masih kelas 7 SMP, semester dua. kali ini mengangkat dunia online di kalangan anak SMP. masa itu lagi ngetrend Facebook dan kebanyakan anak SMP udah punya HP, hanya sebagian kecil yang nggak punya (termasuk Jo).

bener-bener nostalgia sih pas baca ini. masa masa alay pakai facebook, kerjaannya chattingan mulu.

ada cerita tentang Sally yang SMS-an sama orang yang dia kenal lewat Facebook. awalnya cuma minta kirim pulsa, ujung-ujungnya minta duit yang lebih banyak. yang kayak gini, dulu sering terjadi kan, pas masa-masa awal Facebook 'menyerang' Indonesia. ngeliat temen yang punya banyak 'temen' di Facebook, bahkan sampai ribuan, heran sekaligus kagum. wah, kamu hebat ya temennya banyak.

yah, pokoknya novel ini tuh benar-benar ngegambarin remaja pada zaman itu, awal 2010an, dengan segala pernak-perniknya.

oiya, aku suka banget sama Rajiv.
Profile Image for a.
91 reviews1 follower
January 24, 2024
selalu senang membaca jurnal jo! di yang kedua ini, ketika jo masuk semester 2 di smp. jo sudah mulai beradaptasi dengan kehidupan smp. kali ini, jo punya facebook! di rumahnya dipasang komputer jadul dengan kecepatan internet rendah dan rebutan dengan adiknya.

di sekolah, ada kegiatan mari peduli, acara sosial per kelas gitu. jo dan nadine jadi ketuanya. ada berbagai perdebatan dan permasalahan tapi diakhiri dengan damai.

sally kenalan ama orang di fb, jadi pacaran dan dia ditipu bzir sampe uang spp dua bulan dia kasih ke tub cowo wkwkwk kasian.

abis itu mereka nulis tips dan trik berinternet gitu.

ada juga kisah takut hamil karna pegangan atau saling bersentuhan cewe cowo.

sumpa ya ini cocok banget dibaca sama anak sd kelas atas ama anak smp. kalo seumuran sekarang bacanya ya jadi hiburan, karna fasenya udah lewat. tapi ini bisa relatable banget sama anak akhir sd-smp
This entire review has been hidden because of spoilers.
10 reviews
September 12, 2020
Ini Jurnal Jo yang kedua kan? I really love this. Relatable soalnya saya masih itungan remaja. And again, one thing that i love the most from Jurnal Jo (kkjkjkj is the language. Bacanya seru, mengalir, gak monoton, gak ngebosenin (buat saya). Apalagi ya? Ini latar waktunya lebih sepuluh tahun yang lalu gak salah. Saya belum ngerti internet jaman-jaman begitu. Jadi baca Jurnal Jo rasanya liat masa lalu orang-orang. Main Facebook, pake HP tiktik, blabla. Mau mention kalau sekolahnya Jo gak salah di Jogja. Kalau di daerah saya tahun begitu mungkin cuman sekolah paling elite aja yang punya komputer/internet/update blog klub sastra, dkk. Ngerasa tertinggal, tahu goodreads ni aja kayaknya baru satu tahun yang lalu. Waduh, halo nama saya Kurdet, kurang up-date.
Profile Image for Amaya.
760 reviews58 followers
April 7, 2021
Tantangan kedua Jo ketika masuk ke dunia SMP adalah sosial media! Semua orang pada gila Facebook. Online terus. Mau makan update status, lagi pusing update status, lagi patah hati update status. Pokoknya semua serba online.

Perjalanan kedua Jo di sini lebih menanjak. Konflik juga lebih banyak dan sedikit kompleks.

Lagi-lagi membaca buku ini diingatkan masa SMP yang, duh kalau inget malu abis, alay. Budaya 4l4y emang menjamur banget waktu itu. Terlebih sebagian besar anak-anak SMP nggak mau ketinggalan tren Facebook.

By the way, salut sama sikap Jo. Di usia yang segitu dia bisa lebih dewasa menghadapi masalah. Perfect bintang buat buku ini!
Profile Image for Mami Veve.
91 reviews3 followers
January 27, 2019
Yang paling berkesan di seri 2 ini adalah proyek yang harus dikerjakan Jo berkelompok dengan Nadine dan teman-teman yang lain. Aku suka bagian Jo yang harus jatuh bangun supaya proyeknya kelar. Rintangan-rintangan yang dilalui relate banget dengan anak-anak sekolah.

Komplainku : waktu Jo mau pergi sama Andre. Si mama nanya SIM. Waktu Andre bilang punya, si mama diam aja? okein? weh, mama kan guru SMA. Tuh Andre kelas 8 lo mama, beneran yakin enggak apa-apa anaknya dibonceng motor sama anak kelas 8 yang ngaku punya SIM padahal enggak?

Profile Image for Sydney.
3 reviews
September 29, 2021
Buku ke-2 nya ga kalah seru dari buku pertama! Jo masih dengan dirinya dengan energi meluap-luap dan aku suka banget sama Jo haha. Jo disini juga lebih baikan sama Sally dibanding buku sebelumnya which is i like it:D Jo juga keren banget sewaktu dia jadi ketua 2 panitia, dan karena aku sedang berada di dalam "kepanitiaan", lowkey relate sama Jo hihi. Awal-awal baca agak lambat akunya karena faktor ekstern juga, tapi hari ini langsung babat sampai habis saking serunya wkkw. Overall suka banget si, mari langsung baca buku ke-3 nya!!
Profile Image for Nathania.
140 reviews3 followers
March 10, 2023
Baca buku ini bener-bener nggak berasa! Rasanya cepat banget karena pembawaan cerita yang super santai dan nggak ada konflik yang terlalu berat. Walaupun buku ini ringan, tapi tetap terselip pesan-pesan moral yang masih relevan bahkan di jaman sekarang, contohnya adalah dampak negatif dalam berinternet. Jo sebagai tokoh utama selalu menghibur dengan pola pikir uniknya. Menurutku, buku kedua ini memang nggak se-asik buku pertama, tapi tetep worth it dibaca untuk bacaan ringan sekalian wisata masa lalu sewaktu masa SMP.
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews301 followers
February 21, 2019
Review lengkap: https://www.kubikelromance.com/2019/0...


Menyebalkan. Itulah perasaan yang Jo alami selama menjadi remaja, selain mengerikan pastinya. Nilai rapor Jo yang lumayan bagus tidak dipedulikan orangtuanya, boro-boro mendapatkan HP seperti sahabatnya Sally, nilainya dianggap biasa saja. Jo berharap liburannya nggak pernah berakhir, tidak ada hal yang baru dia dapatkan, dia tidak pernah bisa pamer ke teman-temannya. Namun, untungnya Jo punya teman baik hati, Rajiv, cowok keturunan India tersebut tidak hanya meminjami Jo raket bulu tangkis, tapi juga HP! Jo akhirnya bisa chatting dan update status di facebook.

Pasca liburan, selain perang gadget, Sally, sahabat setia Jo sejak SD ingin memberi nama pada geng mereka, setelah didepak dari geng-nya Nadine, Sakura Girlz, dia tidak mau kalah. Tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Jo, Nabila dan Fitri, nasib menjadi orang nggak keren terima saja. Oh ya, akhirnya Jo dan adik-adiknya diberi hadiah oleh ayah mereka, komputer dan memasang internet! Namun, ayah Jo juga berniat membuat facebook, Jo terancam dimata-matai oleh ayahnya sendiri di dunia maya.

Di semester baru ini juga, Jo dan teman-temannya diwajibkan mengikuti kegiatan 'Mari Peduli', setiap kelas harus berbuat kebaikan untuk sesama, nantinya akan dinilai dan dilombakan. Sayangnya nggak ada yang antusias dengan kegiatan ini. Ketika diminta memberikan saran masing-masing, ide Jo ternyata melengkapi ide Nadine, mereka pun ditunjuk oleh siswa lain sebagai ketua, padahal mereka aja yang malas dan ingin kegiatan ini diselesaikan orang lain.

Barang pinjaman Rajiv ternyata menjadi masalah. Kata ibu-nya Jo, kita nggak pernah tahu apa motivasi seseorang meminjamkan atau memberi barang, suatu saat akan ditagih. Cukup meresahkan Jo, apakah Rajiv menghendaki... keperawanan Jo? LOL.
Ingat, internet = selamanya. Jadi jangan pernah memasang foto atau video yang nggak senonoh. Biarpun kamu hapus kemudian, bisa jadi sudah ada yang mengunduhnya. Dapat dikatakan sekali kamu gabung di internet, semua tingkah lakumu bakal terekam di sana SELAMANYA.
Jo ini pikirannya memang aneh-aneh, terlalu polos dan bikin ngakak. Sally juga makin absurd aja, dia memang potret remaja alay, sih, contohnya nulis sms atau chatting dengan hufur besar kecil, bikin penggiat KBBI darah tinggi, bikin yang baca pengen jedukin kepala ke tembok saking puyengnya pas baca XD. Di buku kedua ini, sesuai judulnya Online, merujuk pada internet, dan penulis mengambil contoh gampang karena hampir tiap orang pasti memiliki, facebook.

Internet memang ada positif dan negatifnya, tergantung penggunaan. Lewat internet, kita bisa mendapatkan segala informasi, tapi lewat internet juga, kita bisa berteman dengan segala macam manusia, mulai dari yang hanya iseng dengan alter ego lain sampai berujung penipuan. Intinya, kita harus lebih berhati-hati menggunakan, jangan gampang percaya, terlebih kita belum pernah ketemu langsung dengan orangnya. Kadang ada istilah yang disisipkan penulis di akhir bab yang berhubungan dengan teknologi, dan ada tips berinternet dengan aman juga.

Masih khas remaja, penulis mengambil contoh permasalahan yang sangat dekat dengan keseharian anak sekolah. Misal ketika ada kegiatan kelompok, banyak yang lepas tangan, banyak yang ngikut saja, padahal kalau dikerjakan bersama-sama akan terasa lebih mudah dan cepat selesai. Ada juga perang status di media sosial, saling sindir ketika mengalami cek cok.

Selain kisah masa remaja Jo yang penuh warna, yang paling saya suka dari series ini adalah, penulis selalu menyisipkan pesan moral. Misalkan di buku pertama, Jurnal Jo, lewat kegiatan tim sosial, sedangkan di buku ini lewat kegiatan 'Mari Peduli'. Tidak hanya satu anggota dengan orang-orang yang menjadi musuh kita, Jo memilih orang-orang yang dipandang sebelah mata, tapi sebenarnya mereka punya keahlian di bidangnya.

Dan tentang memberi tidak harus pamrih, kadang ada orang yang benar-benar tulus memberi, tanpa menginginkan imbalan atau ada niat terselubung. Jadi jangan sering berpikir macam-macam kayak Jo, hahaha. Saya masih suka interaksi antara Jo dan Rajiv, sangat menenangkan, Rajiv adalah orang yang selalu dimintai pendapat kalau Jo tidak memiliki jalan keluar akan permasalahan yang sedang dia hadapi, dan jawaban Rajiv selalu bijak.

Jurnal Jo 2: Online tetap saya rekomendasikan bagi kalian yang mencari bacaan remaja yang menyegarkan dan menyenangkan, yang dekat dengan keseharian kita.
Profile Image for Firnita.
18 reviews15 followers
August 22, 2021
Jurnal Jo: Online memiliki cara bercerita yang menarik. Melainkan berkisah lewat paragraf panjang yang begitu detail dan deskriptif, Jurnal Jo kuat mengekspresikan isi pikiran Jo sebagai seorang remaja perempuan di masa transisi digital. Adanya perubahan dalam dirinya dan di luar dirinya membuat cerita Jo sangat terhubung dengan para remaja yang juga sedang menjalani transisi dalam kehidupannya. Pemikiran setengah matang dan letupan emosi remaja benar-benar tergambarkan pada karya ini. Sebuah novel yang bisa saya baca dalam sekali duduk dan mampu membawa saya kembali ke masa remaja dan transisi digital
Profile Image for Sierra.
37 reviews
September 11, 2022
Seri paling membosankan diantara dua lainnya… buku lainnya cuma butuh satu hari untuk dibaca tapi ini sampai tiga hari karena bosaaan. Cerita tentang anak SMP yang lagi keranjingan online dan chatting. Sally ketemu pacar lewat facebook, tapi yah… begitulah. Sally ini tipe remaja yang beneran remaja ya, membangkang, semaunya sendiri. Jo terlalu dewasa untuk ukuran anak seumurnya, mungkin karena temen mainnya Rajiv. Gemes deh sama Jo dan Rajiv.
Profile Image for Lyra Books.
39 reviews1 follower
October 17, 2020
Jo udah mulai pacaran, gimana sih kita dulu pas pertama kali suka sama orang yang kita lihat langsung depan mata. Biasanya kita suka orang yang ada di TV atau cerita-cerita gitu yang secara fisik gak ada di dekat kita. Tapi kali ini orangnya ada didepan kita, dag Dig dug ser.. bahkan sama lawan jenis yang terbiasa maen bareng pun tiba-tiba jadi aneh 😁
Profile Image for Sweetdhee.
514 reviews115 followers
January 28, 2019
perangnya anak SMP di fesbuk kok nggak beda jauh sama perangnya netijen masa kini?

tapi kl di jurnal jo ini, simply karena mereka emang anak SMP.
Yang emang masih lugu dan polos...
jadi lucu-lucu ngeselin gitu bacanya.
Ahahaha
Profile Image for Lila Cyclist.
858 reviews71 followers
August 25, 2019
Jo disini sdh ngga update blog buku lagi 😪 sebagai pengganti nya, dia update status curhat di Facebook, dan baca komen2 teman2nya dg huruf alay... Untungnya Jo ngga ikutan alay..

Review baru ditulis separo, kesambi sama baca bareng buku barunya Annisa Ihsani 😅

Edited:

Review lengkap bisa dilihat di Jurnal Jo#2: Online - Ken Terate
Profile Image for Ulfa Zulia.
25 reviews26 followers
March 7, 2025
Dibuku kedua ini, tentu saja Jo masih seperti dengan pemikiran lugu nya seperti buku pertama. Namun, Jo masih agak lebih bijaksana dibandingkan dengan teman-temannya. Cerita dibuku kedua ini sebenarnya juga bisa dibaca sekali duduk, karena ceritanya ringan dan memang se mengalir itu.
Profile Image for Rizka.
50 reviews
March 20, 2025
IHHH MAKIN SERU AJA NI CERITA ANAK SMP ALAYERS WKWKKWWKKW. Aku relate banget sama ke-lebay-an facebook itu, typingan, postingan, username yang alay mampus 😂 Jo beneran anak smp yang lugu tapi pinter, yang bikin alur cerita gak ngebosenin. I LOVE JO N ALLY THE LOVE HATE FRIENDSHIP ❤️❤️❤️
Displaying 1 - 30 of 83 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.