Volume pertama menceritakan perjuangan Filan membentuk band di sekolah barunya dan kini, di volume kedua, Scrambled menceritakan kisah lain dari para anggotanya yang berfokus pada Visi, Valent, Axel dan Filan. Di awali dengan ekspektasi Filan setelah tampil di acara sekolah, volume kedua ini mengusung tema expectation vs reality.
Tema ini sangat terlihat pada story arc Visi-Valent. Di volume pertama, Visi dikisahkan memiliki perasaan suka pada Valent. Namun Valent terlalu cuek untuk menyadari perasaan Visi. Pada volume kedua ini, Visi perlahan mendekati Valent. Sampai akhirnya Valent mengajak Visi pergi bersama ke pameran buku. Visi yang sangat menyukai Valent, tentunya sangat bersemangat hingga tidak bisa tidur. Tapi ekspektasinya hancur setelah tahu bahwa ada orang lain yang juga diajak Valent.
Pada story arc selanjutnya, pembaca disuguhkan kehidupan sehari-hari Axel yang ternyata juga bergabung dengan klub fotografi. Melihat betapa sibuknya Axel dan perjuangannya mengatur waktu antara dua klub, aku jadi ingat dengan diriku sendiri saat masih SMA. Expectation vs reality yang terjadi pada Axel adalah ketika Axel mengira jadwal memotretnya akan berjalan lancar. Namun yang terjadi justru dia kehabisan waktu dan bahkan beberapa kali terlambat datang latihan.
Dari dua story arc ini, aku bisa melihat perkembangan ceritanya. Tidak terlalu cepat, namun juga tidak terlalu lambat. Pace nya sangat tepat. Aku senang melihat progress Lintan sebagai komikus. Dia tidak lagi terpaku pada komik 4 panel. Penggunaan panelnya lebih bervariasi dibandingkan dengan volume pertama. Setengah isi dari volume kedua masih menggunakan 4 panel, namun dari pertengahan hingga akhir, Lintan mulai memadukan variasi panel dan menyesuaikannya dengan alur cerita.
Scrambled vol. 2: Let's Turn Up The Beat adalah must-have untuk para penggemar Scrambled. Dari alur ceritanya hingga kualitas gambarnya, semuanya mengalami peningkatan yang signifikan. Dialog-dialognya pun tidak terdengar cringe atau cheesy. Meski kalimatnya sedikit baku, dialognya masih sangat wajar. Bagian favoritku? Tentu saja humor Hosea ^^)