Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Dalam dunia penerbangan, istilah mayday digunakan oleh pilot ketika pesawat sedang dalam keadaan darurat. Dalam kehidupan, setiap orang pasti pernah mengalami momen itu. Bagi Alana, momen tersebut terjadi pada usianya yang kedelapan belas.

Tadinya hidup Alana nyaris sempurna. Dia diterima di sekolah calon pramugari, punya Roby si pacar setia, juga dikelilingi oleh teman dan keluarga yang selalu mendukung. Namun dia tak pernah menduga akan dilecehkan oleh kawanan perampok.

Awalnya Alana hanya memberitahu hal itu pada Benji, sahabatnya. Tapi ternyata masalahnya belum selesai. Belakangan Alana tahu dirinya hamil. Dia makin tertekan karena Roby meminta putus dan keluarganya amat murka.

Lantas, apa yang harus Alana lakukan untuk mengatasi momen mayday dalam hidupnya?

344 pages, Paperback

First published April 30, 2018

6 people are currently reading
102 people want to read

About the author

Laili Muttamimah

5 books39 followers
Laili Muttamimah telah menulis lima novel yang diterbitkan di bawan naungan Kelompok Penerbit Kompas Gramedia: Inseparable (2014), Haru no Sora (2015), Mayday, Mayday (2018), Fresh Grad (2021), dan yang terbaru, Viral (2024). Dia jatuh cinta dengan genre realistic fiction, yang turut memengaruhi tu­lisannya-tulisannya, terutama dalam membingkai isu-isu penting kehidupan remaja dan dewasa muda. Silakan sapa Laili di lailimuttamimah.com.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
18 (13%)
4 stars
48 (35%)
3 stars
57 (42%)
2 stars
11 (8%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 39 reviews
Profile Image for Wardah.
954 reviews172 followers
July 27, 2018
Mayday, Mayday ini mengingatkan saya pada The Way I Used to Be, pada kenyataan bahwa pelecehan seksual bisa menghancurkan hidup seseorang.

Namun, emosi Alana dalam Mayday, Mayday ini terasa kurang. Saya kurang merasakan kesedihan, kepedihan, keputusasaan Alana. Mayday, Mayday lebih mengisahkan pada hal-hal di luar diri Alana. Keputusan yang dipilih, respon orang-orang di sekitarnya, dan akhir impiannya.

Meski demikian, pesan yang ingin disampaikan penulis berhasil disampaikan. Bahwa momen mayday, semengerikan apa pun, selama kita percaya (dan kita tidak sendirian), bukanlah akhir kehidupan.

"Kalau kita udah nggak punya alasan untuk menjalani hidup! Impian kitalah yang bisa menuntun kita." (h. 296)

Ulasan lengkap buku ini bisa dibaca di Mayday, Mayday; Apa yang Terjadi Selepas 'Malam Itu'?.
Profile Image for inas.
392 reviews37 followers
September 2, 2018
Baca Mayday Mayday ini sebenernya cukup bikin conflicted. Di satu sisi, secara objektif, aku tau banget plotnya bagus. Bahkan terkesan niat dan nggak asal-asalan. Di sisi lain, secara subjektif dan perasaan, well… let’s say ada beberapa hal yang bikin aku kurang sreg.

Nah, karena evaluasi campur-aduk inilah, aku langsung ngebahas plus-minusnya dari poin ke poin.

Yang pertama, plot. Plot di sini terbilang cukup bagus dan niat karena si tokoh utama—Lana—terus menghadapi konflik bertubi-tubi yang sambung-menyambung jadi satu sejak awal. Ada inciting incident yang bukan kehendak dia, tapi cukup bikin Lana “dipaksa” untuk membuat keputusan, yang juga nuntun dia ke kesalahan/masalah-masalah lain.

Pola plot-driven di sini bener-bener dipikirin dengan matang. Semua yang terjadi di awal, tokoh-tokoh yang disebutin di awal, diselesaikan satu per satu secara detail dan lengkap. Pembaca jadi tau kalo Lana punya konflik sama si A, si B, si C—dan di akhir, konflik-konflik itu menemukan titik terangnya.

Satu lagi. Pas Lana menghadapi berbagai cobaan setelah inciting incident, kejadian atau cobaan itu nggak perlu yang harus berhubungan sama masa lalu tokoh (kayak yang biasa ditemui di character driven). Tapi, yang unik adalah, semua itu tetep masuk akal dan bisa dicerna dengan akal sehat. Pokoknya, plot driven di sini keren keren keren sekali. ^3^

Yang aku kurang sreg cuma dua bab di awal. Entah kenapa, perkenalannya terasa lamaaa dan membosankan. Aku sama sekali nggak peduli si Lana punya banyak teman. Dan aku belum bisa ngerasain efeknya apa kalo mereka pisah. Pasalnya, Lana terus-terusan takut dia bakal ditinggal, sementara belum terjadi sesuatu yang bikin aku harus mempercayai ketakutannya itu.

Plus, Lana terlalu sering ngomongin quote mutiara. Di awal sampe pertengahan banyak banget. Dan, again, aku kurang ngerasain dampaknya. Menurutku karena di bagian awal sampe pertengahan, Lana belum ngalamin perubahan cara pikir dan perkembangan karakter, jadi kayak nggak ada apa-apa tiba-tiba dia udah bijak gitu.

Baru deh, pas sampe klimaks dan menuju akhir, perpisahan dia sama temen-temennya, terus pas dia mempertanyakan rencana Tuhan, juga mulai ngeluarin kutipan-kutipan mutiara, aku baru ikut bersimpati dan sempat nangis. (This was to be expected, tho. Wkwkwk.)

Kedua, narasi dan deskripsi. Dua aspek ini juga bikin aku cukup conflicted selama baca. Di sepanjang buku, buanyak banget narasi tentang perasaan Lana. Saking banyaknya, aku nggak bisa kasih contoh di halaman berapa. Tapi, efeknya kerasa banget sampe sekarang: apa yang harusnya aku rasain, nggak bener-bener aku rasain. Terutama di bagian pas Lana stres menjurus depresi.

Cuman, narasi model gini sebernya cukup beneficial buat pembaca. Narasi yang sekilas dan nggak terlalu dalam itu nggak bakal mempengaruhi pembaca sampe terlalu jauh. Biasanya kan ada jenis cerita kayak The Young Elites yang kegelapan tokohnya dideskripsikan dengan detail; sampe aku sempat ikutan depresi juga. Nah, di sini, deskripsi itu alpa. Bikin kondisi mentalku netral dan nggak ikutan terjerumus. :3

Hal lain yang bermasalah adalah deskripsi nangis yang tersebar di mana-mana. Kata kerjanya beragam; mulai dari menangis sesenggukan, sampe menangis secara menjadi-jadi. Ini termasuk excessive sih, mengingat penempatannya ada di sepanjang dan sekujur buku. Dan, jujur, buatku ini cukup mengganggu.

Nggak semua pembaca yang lagi sedih bakal nangis di kehidupan nyata. Ketika disodorin deskripsi kayak gini, jadinya berasa kayak disudutkan. Seolah emosi yang ada cuma itu aja; dan mau nggak mau aku dipaksa ikut ngerasain tangisan itu—yang hasilnya bisa ditebak sendiri.

Kalo dibandingin sama cerita-cerita di Choices besutannya Pixelberry Studios, eksekusi emosi ini timpang banget. Di Choices, tokoh-tokohnya cenderung dibikin deket dulu; baru setelah itu mereka dihadapkan situasi yang bikin mereka harus pisah. Nggak ada satu pun tokoh yang sampe sesenggukan apalagi meraung-raung hanya untuk bikin pembaca ikut sedih. Cukup dengan nggak punya kesempatan ngomong bareng, atau sama-sama nggak peka, atau masalah pribadi yang berpotensi ngerusak hubungan; pembaca bisa ngerasain gentingnya situasi itu.

Sama juga sih kayak di The Young Elites. Tokohnya nggak terlalu sering nangis, cuma berhadapan dengan banyak kejadian yang nggak sesuai dugaannya, dan udah cukup bikin aku ikutan depresi. So... :)

Ketiga, riset dan tata bahasa. Riset di sini niat banget. Nggak ada yang sia-sia, dan cenderung menyeluruh. Mulai dari riset tentang pesawat, pelatihan pramugari, seluk-beluk ibu hamil, sampe hukum buat . Semua ini dikemas dengan pas dan nggak terkesan kayak infodump, plus berguna banget buat menyokong kepentingan plot.

Tata bahasa di sini juga lumayan. Nggak banyak banget salahnya. Mungkin cuma kata kayak “nunjukkin”, kalimat terakhir di hlm. 27 yang kasusnya wah banget (ada fragmented sentence, run-on sentence, sampe konjungsi yang tumpang tindih; dan biarkan aja dipahami sendiri karena penjelasannya bisa ngalahin panjang skripsi sejuta umat di muka Bumi :3), atau kata “antusias” yang seharusnya “antusiasme” di hlm. 251.

Selain hal-hal itu, udah oke sih.

Oh ya, ini spoiler yang buuuener-bener spoiler. Jadi kumohon, kalo mau ngebuka, baca dan resapi dengan bijak. Pokoknya udah aku kasih peringatan ini spoiler yang buanget-banget-banget. Wkwkwk. -w-

Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
June 3, 2018
Ini review pertama saya di tahun 2018

Awal melihat buku ini, saya ngga menaruh harapan apa apa karena melihat buku ini dilabeli dengan kategori young adult. Oleh karena itu, membuka lembar pertama buku ini pun ekspektasi saya nol, plain dan kosong.

Tapi lembar demi lembar, perlahan tapi pasti, penulis dapat mengisi ketiadaan harapan terhadap buku ini, dengan sesuatu yang menyenangkan. Saya menikmati cerita yang disuguhkan. Menikmati bagaimana penulis mengurai perlahan chemistry yang dimiliki tokoh utama, Alana, dengan tokoh lainnya. Menikmati uraian konflik yang dibangun oleh penulis.

Jalan cerita yang ditulis, menurut saya semuanya terasa pas dan tidak berlebihan.. Tak hanya itu, penulis berhasil membuat tokoh tokoh dalam novel ini terasa loveable dan masuk akal. Bagaimana reaksi Papa Alana saat tahu anaknya diperkosa, beliau yang sempat down dan diam tak bicara selama beberapa hari. Itu manusiawi banget. Bagaimana sifat Robby, pacar yang kemudian jadi mantan Alana, yang tadinya sayang banget sama Alana, lalu berubah jadi bastard yang nyebar nyebarin cerita, semuanya terasa masuk akal banget. Kemistri antara Alana dan Benji! Ah, saya dapat banget merasakannya. Penulis nggak terburu buru mencekoki kita dengan beruntun complex emotional antara Alana dan Benji, melainkan pelan pelan, smooth tapi pas. Kebaikan hati Benji yang menurut saya nggak lebay dan sesuai tarafnya (nggak sampe level mau nikahin Alana atau jual mobil demi bantu aborsi Alana, untung saja Penulis tidak memasukkan bumbu bumbu seperti itu ke treatment Benji terhadap Alana, karena bila ya, niscaya novel ini jadi terasa kriuk kriuk sekali). Hal hal ini yang membuat saya merasa jalan ceritanya jadi seolah nyata dan bisa relates ke pembaca.

4 of 5. Saya suka. Cara penulis bercerita juga nyaman dibaca dan pilihan diksinya menyenangkan. Apakah ini debut? Jika ya, saya tunggu judul judul berikutnya.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
September 7, 2018
Dari sampulnya kita bisa menebak profesi yang diangkat dalam novel ini. Pramugari. Alana, tokoh utama adalah gadis 18 tahun yang bercita-cita menjadi pramugari. Untuk itu dia memilih mengikuti pelatihan pramugari ketimbang kuliah seperti keinginan orang tuanya dan teman-temannya. Menjadi calon pramugari tidak mudah. Latihan keras dan disiplin penuh, menjadi syarat mutlak.
Awalnya jalan menuju impian Alana terlihat mulus. Tapi semuanya berubah ketika Alana mengalami pelecehan seksual oleh orang yang tidak dikenal di sebuah halte bus. Alana hamil, pacarnya meninggalkan dia, orangtuanya malu dan marah besar, dan Alana harus berhenti dari pelatihan pramugari.
Alana kalut. Dia tidak ingin menjadi ibu. Tapi semakin lama, ada rasa cinta yang tumbuh pada bayi yang dikandungnya. Alana bersyukur ada Benji, sahabatnya yang juga calon dokter yang mendukungnya. Pergumulan Alana untuk menerima keadaan dirinya menjadi sorotan utama dalam alur novel ini.
Ada dua hal menarik perhatian saya, yaitu pelatihan pramugari yang diikuti Alana dan prosedur pengangkatan anak atau adopsi yang ditempuh Alana. Penulis berupaya memasukkan sebanyak-banyaknya informasi tentang kedua hal ini dan menjadi ilmu baru bagi saya. Namun, ada satu hal yang membuat saya merasa sedikit bertanya-tanya. Penulis memilih menggunakan kata "pelecehan" alih-alih "pemerkosaan" ketika Alana menceritakan tentang kondisinya. Mungkin maksudnya ingin "menghaluskan" kata, tapi bagi saya ini justru mengecilkan apa yang dialami Alana. Memang pemerkosaan termasuk dalam pelecehan seksual. Namun jika Alana menjelaskan, 'saya diperkosa' dibanding 'saya dilecehkan', empati untuk Alana bisa lebih besar. Itu menurut saya.
Satu lagi. Saya baru tahu kalau kata clue sudah diserap dalam bahasa Indonesia menjadi klu. Tapi saat saya mencarinya di kbbi online, saya tidak menemukannya.
Profile Image for Fakhrisina Amalia.
Author 14 books201 followers
May 24, 2018
3,5 bintang!

Pertama-tama aku mau mengucapkan selamat dulu kepada penulisnya untuk kelahiran novel ketiganya! Selamat, Sis! Semoga novel-novel selanjutnya segera menyusul ~

Secara keseluruhan aku suka dengan cerita yang Laili sajikan kali ini. Namun, di bab-bab awal aku merasa "kehilangan" Laili yang sudah kuikuti tulisannya dari Inseparable. Ada sesuatu yang aku suka dari cara Laili bercerita (sayangnya aku nggak tahu itu apa) yang membuat halaman-halaman novelnya nggak bisa berhenti dibalik untuk dibaca. Nah, di buku ini aku kehilangan hal itu dan terutama di bab-bab awal, rasanya sulit sekali masuk ke dalam cerita Alana padahal POV yang digunakan adalah orang pertama.

Alhamdulillaaaah, aku langsung mengucap syukur ketika di pertengahan cerita, aku kembali menemukan "Laili" yang hilang itu :') cara berceritanya kembali luwes dan lincah khas Laili dan akhirnya hari ini aku berhasil menyelesaikannya!

Menunda atau melepaskan impian karena kejadian di luar prediksi kita tentu sangat menyakitkan, dan melalui cerita ini Laili mengajak kita mengikuti Alana yang berusaha berdamai dengan semua momen mayday dalam hidupnya. Kita tentu akan punya momen mayday kita masing-masing dan seperti Alana, aku percaya bahwa kita tidak akan sendirian dan mampu melewatinya.
Profile Image for Air.
154 reviews13 followers
June 6, 2018
3.75

Banyak kutipan-kutipan yang bagus dan pesan-pesan yang bisa diambil. Di beberapa bagian, buku ini ngingetin saya sama film Juno, tapi setelah baca sampai habis, ternyata enggak mirip-mirip amat.

Anyway, 3.75 bintang! (Nanggung banget ya wkwk)
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
August 26, 2018
Review lengkap https://www.kubikelromance.com/2018/0...



Hidup Alana nyaris sempurna, memiliki pacar yang baik hati dan rela menjalani LDR, sahabat yang selalu ada ketika dibutuhkan, dan satu langkah lagi menuju impiannya, menjadi pramugari. Mulanya, pilihan Alana ditentang oleh orangtua, khususnya sang ayah yang mengharapkan melanjutkan kuliah di perguruan tianggi, alih-alih sekolah pramugari. Namun, dengan keyakinan dan tekat penuh, Alana berhasil meyakinkan dan diterima di maskapai yang cukup bergengsi.

Sebelum menjadi seorang pramugari, di training center, Alana harus mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan, harus tinggal di asrama dan mengikuti jadwal. Beruntung, Alana mendapatkan teman sekamar yang asik, Nel, dan mereka berjanji untuk bisa lulus bersama. Menjalani pelatihan bukanlah sesuatu yang mudah, dibutuhkan fisik yang kuat dan kesiapan mental, karena nantinya menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang merupakan salah satu tugas mereka, tidak semata-mata kerja dan travelling di saat bersamaan.

Walau tidak mudah, Alana menikmati apa yang dia lakukan, bahkan salah satu pembimbing mengatakan kalau Alana memiliki potensi, dia sangat beruntung di tes pertama langsung diterima, Alana bahagia karena nantinya bisa berkerja sesuai dengan passion-nya. Namun, kejadian ketika dia akan pulang ke rumah mengancam impiannya. Tidak hanya dirampok, tapi Alana juga mengalami pelecehan seksual.

Mungkin kali ini pilihanku telah membuatnya kecewa. Namun, aku berjanji untuk tidak membuat kekecewaan itu bertahan lama. Aku hanya ingin masa depanku dibentuk oleh pilihan-pilihan yang kubuat berdasarkan keinginanku, meski aku harus menampung segala risikonya sendirian. Aku percaya, ketika kita memutuskan untuk mengambil langkah yang tak sama dari orang kebanyakan, bukan berarti kita salah langkah. Kita hanya menjadi lebih berani menghadapi tantangan yang berbeda.

"Nggak usah didengerin. Kita nggak bisa tutup mulut orang lain ketika mereka mencela kita, tapi kita bisa tutup telinga kita buat nggak dengerin celaan itu."

"Lo seberharga itu, Lan. Lo berharga. Kita memang nggak bisa menyenangkan semua orang dan nggak dilahirkan buat melakukan itu. Tapi, akan selalu ada orang-orang yang bahagia hanya karena kita hadir dalam hidup mereka, walaupun kita merasa nggak pernah melakukan hal yang hebat buat orang-orang itu."

Dari segi kemasan dan tema cerita, Mayday Mayday sangat menarik untuk ditengok. Istilah mayday digunakan di dunia penerbangan oleh pilot ketika pesawat sedang dalam keadaan darurat. Gambar seorang pramugari dan pesawat dalam cover menceritakan tokoh utama di buku ini, sedangkan judul merujuk ke tema cerita, keadaan darurat yang dialami oleh Alana, seorang gadis berusia delapan belas tahun yang terancam kehilangan kehidupannya karena pelecehan seksual yang dia alami.

Pelecehan seksual merupakan isu yang masih hangat sampai sekarang, masalah yang cukup riskan karena masih dengan mudah ditemui, baik dari segi ringan, misalkan body shamming, sampai ke masalah berat, pemerkosaan dan berujung bunuh diri. Tentu tidak mudah memilih tema seperti ini, penulis harus mampu membuat pembaca merasakan apa yang tokoh utamanya rasakan.

Satu kekurangan, penulis kurang menonjolkan emosi tokoh utamanya, apa yang dirasakan Alana hanya dikatakan, bukan menunjukkan, sehingga saya tidak ikut berempati akan apa yang dialaminya. Pemilihan sudut pandang orang pertama sebenarnya sudah sangat pas, karena salah satu kelebihan adalah apa yang dirasakan tokohnya akan mudah tersampaikan ke pembaca. Namun, sepertinya penulis lebih fokus ke hal di sekitar Alana, yang untungnya menjadi penutup kekurangan.

Bisa dibilang pada bagian awal alurnya cukup lambat, selain pengenalan para tokoh, penulis juga menjelaskan tentang fase ketika ingin sekolah pramugari, apa saja yang dipelajari di sana. Dalam hal ini cukup informatif, karena sebelumnya saya tidak pernah tahu bagaimana suka dukanya menjadi seorang pramugari pada tahap awal alias pelatihan.

Kelebihan kedua adalah pandangan orang sekitar tentang masalah yang dihadapi Alana, sangat realistis. Pertama orangtua, siapa yang tidak marah dan malu? Terlebih ayah Alana adalah seorang dekan di sebuah universitas, apa yang dialami anaknya tentu menjadi aib, dan saya tidak menyalahkan kalau dia marah, menjauh, merasa kecewa, baik dengan keadaan yang menimpa dan kegagalannya dalam menajaga seorang anak.

Kemudian orang terdekat Alana, pacarnya, Roby, yang memilih tidak percaya dan malah menuduh Alana yang 'sengaja berbuat' karena sterotipe seorang pramugari, cantik dan seksi. Glo yang ikut menuduh karena tidak mendengar cerita secara langsung, dan Benji, seorang sahabat yang menerima kita apa adanya dan selalu ada di samping kita baik senang maupun susah. Semua tipe orang tersebut ada di sekitar kita.

Karena satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan hidupmu adalah dirimu sendiri.
"Terkadang, menerima kenyataan akan terasa sangat berat, apalagi ketika kenyataan itu nggak sesuai dengan harapan. Tapi kamu harus percaya akan ada hal baik yang menunggu di balik sakit yang kamu rasakan, yang akan membuat kamu bahagia lebih daripada yang pernah kamu bayangkan."

Aku percaya, rasa cinta orangtua kepada anaknya takkan pernah mencapai titik limit meski hati mereka telah patah berkali-kali. Mereka akan tetap membuka tangan lebar-lebar untuk menerima permohonan maaf dan kesalahan anak-anak mereka. Mereka akan tetap memperhatikan dan menyambut anak-anak mereka sebagai bagian dari keluarga. Itulah alasan cinta orangtua kepada anaknya adalah satu hal yang takkan pernah terkalahkan.

Saya akan mengarisbawahi tokoh Benji, dari apa yang dia lakukan saya percaya kalau dia memiliki perasaan untuk Alana. Penulis tidak menggali sedalam itu, karena fokusnya bukan kisah cinta. Saya suka karakter dia yang tidak menyalahkan korban, mencoba memahami dan selalu ada. Ada bagian ketika Alana marah pada Benji dan bilang kalau Benji tidak memahami perasaanya, tidak akan mau bertanggung jawab bahkan menikahinya. Tentu hal ini bukan perkara mudah, ada pemikiran panjang, terlebih Benji masih kuliah dan belum bekerja, tidak ada cinta buta. Dalam hal ini saya setuju, karena merupakan keputusan besar dan nantinya akan berujung ke keluarga besar, bukan hanya tentang mereka berdua.

Kemudian pilihan yang harus dihadapi Alana dalam mimpi terburuknya, langkah apa yang selanjutnya diambil? Dalam hal ini penulis menyodorkan berbagai macam opsi, di mana pilihan-pilihan ini cukup rasional. Tidak ada yang klise, semua pilihan akan ada akibatnya, dan tentu saja bukan pilihan yang mudah.

Walau sedikit memiliki kekurangan, Mayday Mayday merupakan buku remaja yang perlu kalian baca, selain mengangkat isu yang cukup berat, buku ini juga memiliki 'panduan' mengatasi momen mayday, menjadi korban pelecehan seksual bukannya tidak memiliki masa depan, bukan akhir dari segalanya. Memang akan ada orang yang menjauh bahkan menghakimi, tapi ada juga orang-orang yang akan dengan setia berada di sisi kita.

"Kalau kita udah nggak punya alasan untuk menjalani hidup, impian kitalah yang bisa menuntun kita, Lan."

Kalau seseorang memang benar-benar menyayangimu, dia akan terus menemukan cara untuk tetap bersamamu, bagaimanapun caranya.
Profile Image for Yessie L. Rismar.
136 reviews2 followers
May 18, 2018
3,5 tepatnya. Saya suka covernya, premisnya, gaya menulisnya yang tenang dan ngalir banget. Risetnya pun nggak main-main. Tapi sayang, saya merasa feelnya kurang. Padahal udah pas banget nih pake POV 1. 😁
Profile Image for Rumah.
Author 1 book41 followers
September 5, 2018
Membaca buku ini bikin banyak emosi jadi satu. Rasa senang, bahagia, sedih, marah, gemes, kecewa, dan semua emosi bercampur jadi satu
.
.
Di novel ini tak hanya mimpi yang diceritakan oleh kak Laili, namun juga sebuah perjuangan dalam menerima apa yang sudah terjadi dalam hidup. Bagaimana bahagianya Alana saat diterima di salah satu sekolah pramugari, bagaimana senangnya Alana ketika mengikuti pendidikan sebagai calon pramugari. Lalu, bagaimana Alana berusaha bangkit dari peristiwa malam itu yang membuat dirinya down dan frustasi serta kecewa. Bagaimana pada akhirnya Alana menerima segala hinaan, cacian, fitnahan, kemarahan, kekecewaan akibat peristiwa tersebut. Bagaimana Alana kemudian perlahan bisa menerima dan mencoba memaafkan dirinya sendiri, memaafkan lingkungan, mencoba menerima kondisinya, mencoba berdamai dengan dirinya sendiri
.
.
Bagaimana kemudian Alana mencoba untuk bisa melepaskan sesuatu yang selama ini bersamanya, mencoba melepaskan mimpi-mimpinya. Berusaha membuat kedua orang tuanya kembali bahagia, dan masih banyak lagi. Jujur, asri gemes bukan main saat pertama kali baca novel ini dan mengetahui apa yang terjadi pada Alana. Apalagi saat sahabat dan cowok Alana mengatakan hal yang tak pantas seperti itu. Pingin asri lemparin ke Thanos. Tapi, membaca bagaimana perjuangan Alana yang tak mudah, membuat hati trenyuh banget. Nangis kan asri
.
.
Tak hanya tentang kebersamaan bersama keluarga dan sahabat, namun juga memaafkan diri sendiri dan orang lain, berdamai dengan diri sendiri, mencoba bangkit dari keterpurukan, mencoba kembali untuk meraih mimpi, hal itu yang ingin disampaikan di novel ini
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
July 26, 2018
Mayday, Mayday merupakan novel kedua yang kubaca setelah Haru No Sora beberapa tahun silam. Seperti saat membaca novel sebelumnya, aku selalu suka bagaimana Kak Laili membawaku masuk ke dalam kisah yang ingin dibagikan.

Covernya eye-catching dan blurbnya sungguh menggoda untuk aku cepat-cepat membacanya. Dan ini terbukti sejak membaca lembar pertama, aku gak bisa berhenti membaca.

Aku begitu penasaran bagaimana kisah Lana setelah musibah menimpanya. Bagaimana pun sungguh tak mudah berada di sisinya. Apalagi penolakan malah datang dari orang-orang terdekatnya.

Lana benar-benar berada di titik terendah di hidupnya. Pilihan-pilihan yang dia ambil awalnya juga terasa manusiawi karena dia juga masih remaja dan tentu saja tidak siap dengan kondisi yang dia alami.

Karakter Lana terbentuk dengan kuat, begitupun dengan karakter pendukung lainnya. Semua melengkapi satu sama lain.

Membaca kisah ini sungguh mengaduk emosi. Tema yang berat, tapi diceritakan dengan gaya bahasa yang ringan dan mengalir.

Endingnya juga ditutup dengan realistis, walau aku berharap masih ada kelanjutan kisah Lana lagi.

Secara keseluruhan, novel ini akan mengajarkanmu untuk terus berjuang meraih apapun yang kamu inginkan, sekalipun hal-hal tak terduga dan tak diinginkan terjadi. Selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa.
Profile Image for A.R. Ainiyyah.
10 reviews
January 4, 2019
Sakit jiwa!!!

Sejak kejadian malam itu, aku kayak beneran ngerasain gimana MAYDAY yang sebenarnya. Meski kadang sedikit kesal dengan karakter Alana yang labil tapi semuanya sukses buat aku gk berhenti baca sampai halaman terakhir.

Bukan cuman bapernya doang, novel ini juga hampir keseluruhannya memberikan pelajaran hidup. Pokoknya siapa pun itu wajib baca novel ini. Uwuwuww 😭😭💙
Profile Image for Yoyovochka.
313 reviews7 followers
November 18, 2025
Buku setebal ini berhasil saya selesaikan hanya dalam hitungan dua hari! Itu sudah suatu kemajuan untuk saya yang bacanya memang lambat. Dan ini berhasil saya lakukan berkat gaya penceritaan penulis yang mengalir, dengan alur runut, dan diksi yang sederhana mudah dicerna.

Bercerita tentang Alana, gadis 18 tahun yang punya cita-cita menjadi pramugari dan terpaksa harus mengubur impiannya dalam-dalam akibat peristiwa yang traumatis, saya dibuat terhanyut sekaligus ngilu membayangkan apa yang terjadi pada diri Alana. Ide ceritanya menurut saya bagus. Gadis penuh impian, tetapi terpaksa mengalah gara-gara kehidupannya berubah drastis, dari yang sebelumnya mulus, lancar, sukses, menjadi rusak tak terkira. Poin yang saya suka di sini adalah tentang bagaimana hidup itu terus berubah. Persahabatan pun ada masanya. Orang-orang yang menurut kita dekat, mungkin di masa depan belum tentu bisa sedekat itu dan bisa jadi malah menyakiti kita dengan luka paling dalam. Kira-kira pesan itulah yang saya tangkap dari buku ini.

Namun, ada beberapa catatan yang saya sematkan untuk buku setebal 348 halaman ini. Marilah tidak saya sensor oke...

Jadi, peristiwa traumatis yang dialami Alana adalah pemerkosaan. Di sini, saya agak menyayangkan penggunaan kata pelecehan, meski pemerkosaan termasuk pelecehan berat juga, tetapi ada baiknya gunakan kata yang lebih tepat untuk menggambarkan kebiadaban ini. Memang, sih, saya lihat banyak media massa yang memperhalus penggunaan kata begini, cuma mengutip salah satu pegiat perempuan: gunakanlah kata yang tepat untuk menggambarkan kebiadaban ini. Jangan diperhalus karena memang biadab.

Untuk ukuran orang yang harga dirinya dirusak, tubuhnya dijamah dan diduduki paksa alias diperkosa, entah kenapa Alana terkesan santai untuk saya. Bukan cuma Alana saja, tetapi keluarga di sekelilingnya. Menggunakan POV 1, penulis berusaha mengajak kita untuk berempati dengan kondisi Alana dengan bantuan kata 'aku'. Namun, entah mengapa pada awal-awal saja terasa kepanikan Alana. Selanjutnya saat hamil, entah kenapa ia malah memikirkan kandungannya, malah berubah-ubah pikiran saat anaknya ingin diadopsi. Maaf, saya pernah punya kenalan korban rudapaksa begini, dan sungguh, dia benci sekali tubuhnya setelah itu, depresi berat. Jangankan mikirin kandungan dan sempat nari-nari, bisa menjalani hidup selama seharian itu saja sudah untung karena pikiran selalu menjurus ke arah mengakhiri hidup sendiri. Entah bagaimana, sikap Alana yang ditunjukkan di buku ini agak mengecilkan dan meremehkan perasaan yang bakal dirasakan oleh korban pemerkosaan...

Belum lagi, reaksi orang-orang di sekelilingnya. Reaksi bapaknya mungkin wajar untuk tokoh di sini karena bapaknya memang tipe menjaga kehormatan keluarga, super patriarkis yang saya yakin bahkan menyalahkan perempuan, meski itu anak kandung sendiri, jika ada kejadian menyakitkan begini. Namun, yang paling bikin saya sebal adalah entah kenapa ibu Alana yang dalam salah satu kesempatan malah memberi motivasi atau penyemangat dengan cara membandingkan saat ia hamil Alana dalam keadaan belum siap, tetapi tetap bertahan. Bu... itu kamu hamil belum siap, tetapi sama suami sendiri, didasari cinta. Nah, ini anak kamu, Bu... diperkosa. Jangankan ngomongin cinta, siapa pula yang siap diperkosa, hah?

Benji? Lumayan baik, cuma nasihatnya sok baik. Jangan digugurkan. Lu gila... kayak apa rasanya hamil? Hamil dari laki-laki yang bikin kita trauma seumur hidup? Entahlah, menurut saya kurang masuk akal dan bukannya kagum sama tokoh Benji, saya malah pengin cubit ginjal dia. Saat hamil anak sendiri pun saat sakit saya bisa pengin nangis guling-guling, apalagi ini hamil, dari laki-laki yang bikin kita sakit, saya ga kebayang sebenci apa bakalan saya sama diri saya dan anak yang ada di dalam perut (maafkan kebrutalan saya). Meski begitu, ada kalimat yang bikin saya setuju dengan Benji: kita tidak bisa mengendalikan ucapan orang lain, tetapi kita bisa menutup kuping kita dan mengendalikan reaksi kita. Cocok banget buat saya nih.

Buat saya, mungkin lebih cocok jika sikap Alana ini dipakai untuk kisah yang bukan korban rudapaksa, mungkin hamil di luar nikah dengan pacarnya. Itu masih bisa saya tolerir, karena mungkin sebenci apa pun sama bapaknya, mungkin masih ada rasa cinta tersisa dan mungkin masih ada rasa senang saat hamil.. Kira-kira begitu tanggapan saya.

Untuk ukuran remaja berusia 18 tahun, sikap Alana ini dewasa. Saya suka, cuma ya itu, kurang masuk ke cerita. Dan saya menyayangkan karena entah kenapa sikapnya terkesan santai untuk luka sedalam ini... plus ada banyak hal-hal manis yang menurut saya seharusnya tidak ada setelah trauma dirudapaksa. Maafkan kesoktahuan saya.... Plus masalah adopsi-mengadopsi ini entah kenapa juga dianggap enteng, terutama oleh para pelakunya. Mendadak nggak jadi adopsi karena hamil, mendadak batal adopsi karena asal-usul anak. Hei... ini adopsi manusia, bukan beli kacang.

Meski begitu, ada beberapa hal yang saya suka juga pastinya dari buku ini: ibunya Alana (meski perbandingannya dia agak ngawur di beberapa bagian) karena sifatnya yang lembut dan masih tetap menerima si anak apa adanya, ditemani ke mana-mana pula. Jadi ingat mama saya sendiri.... Tokoh lain yang saya suka: Nel. Walau pertemuan mereka cuma sejenak, buat saya Nel ini lebih 'teman' daripada teman Alana yang lain seperti Glo misalnya.

Saya juga setuju sama pesan yang dibawakan penulis. Berbeda dari buku-buku remaja pada umumnya yang Friends Forever dan menurut saya sudah terlalu umum, di sini malah sebaliknya, Friends are not forever... kenyataan hidup memang pahit, tetapi itulah yang terjadi. Beberapa 'teman' malah terlihat seperti apa aslinya saat kita mengalami kesusahan.
Profile Image for Jeon Dani.
132 reviews64 followers
September 11, 2019
GAH!!!
Mengandung opini-opini subjektif dan pribadi yang superpanjang. Dan idc kalaupun gue disini agak sarkas dan spoiler.


Mon maap nih sebelumnya.

Apa yah! Menurut gue nih buku tuh B aja, flat gitu. Gue hanya bisa bilang "Meh" dan muter bola mata. Kenapa gitu? Karena bukunya enggak sesuai sama ekspentasi di kepala gue.

Saat baca blurb-nya gue pikir nih buku akan menyenangkan akan banyak hal-hal mengenai psikologi selain hal-hal tentang flight attendant getooo.

Dan apa yang gue dapet? Sama sekali enggak ada unsur psikologi. Yah gimana yah. Kan di sini di ceritain kalau Alana ngalamin sebuah mayday, yang kalau dalam penerbangan berarti darurat yang mana judulnya itu yang bikin gue tertarik sama nih novel—jangan salah, gue juga pernah punya niat buat jadi pramugari, yang harus gagal di tengah jalan karena gue males pakek rok dan baju pass body. Aelah jadi curhat.

Berkisah tentang Alana—dengan sudut pandang pertama yaitu Alana sendiri—hidup do'i tuh kayak yang sempurna banget. Punya sahabat yang awsome kek Benji dan Glo. Terus punya pacar yang sweEeeEEet kek Roby, abis itu diterima buat pelatihan disebuah maskapai. Hingga sebuah kejadian naas menimpa, (eaaa) dimana si Alana dicopet hingga diperkosa sama preman waktu dia mau pulang kerumah dari camp pelatihan. (Sumpah yah. Waktu baca blurb-nya gue pikir si Alana hamil anaknya Roby.)

Dan disini nih gue kesel. Kenapa Alana sok menyimpan semua sendiri. Oh ayolah! Be logis! Jelas aja Roby nuduh dia selingkuh (dan disitu gue enggak ngerasa kasihan sama Alana waktu dituduh begitu.) Kalo dia pengen enggak dituduh macem-macem. Dia bisa kan bilang langsung sama ortunya atau sama Roby yang waktu itu adalah cowoknya. Enggak usah sok hebat gitu. Yaampun kesel sendiri gue.

Dan disini enggak menunjukan kalau si Alana ini depresi. Mungkin sedikit hilang fokus, tapi enggak sampe depresi hingga stress gitu. Kayak dia enggak mengalami kejadian pemerkosaan samsek. Dan waktu dia mau aborsi hingga mau cerita ke Benji dan kedua ortunya. Gue merasa kayak enggak ada pukulan sama sekali gitu. Gue enggak dapet feel.

Lalu penyelesaiannya. Entahlah yah. Gue merasa kalau penyelesaiannya itu enggak klimaks sama sekali. Si Alana yang mendadak keguguran, terus si Glo yang mendadak minta maaf dan Roby? Kenama tuh cowok? Gue pengen liat Roby menyesal. Dan apa? Enggak ada sama sekali hal tersebut. Si Roby enggak kelihatan sama sekali dari pertengahan buku sampek ending. (Kecuali waktu di pesta, siapa tuh? Lupa gue. Yang Roby ngata-ngatain Alana.)

Udah deh itu aja. Intinya. Sampek saat ini gue masih terus mengernyit heran sama ceritanya. Mon maap sekali lagi.
94 reviews3 followers
May 7, 2019
Setahun nggak review! Frekuensi membaca pun menurun. Hadeeh. Tahun ini balik lagi, bukan berarti nggak membaca. Hanya kadang rasa malas menang dari keinginan untuk megang papan keyboard. Dan bacaan kali ini hasil iseng- iseng scroll pas sedang nggak bisa tidur. Tanpa baca sinopsisnya terlebih dahulu dan langsung saya unduh. Nggak terasa, sekali baca, setengahnya siap. Baiklah. Kembali ke bacaan yang mau saya review.

“Namun bagiku, teman yang sebenarnya adalah mereka yang datang tanpa alasan. Kamu tidak pernah memilih untuk berteman dengan mereka, tapi entah bagaimana mereka akan selalu menemukan cara untuk tetap bersamamu. Meski kalian berbeda atau ada beberapa sifat yang kamu tak suka, hal itu takkan membuat kalian bergerak menjauh.” – hal. 23

Alana dan sababat- sahabatnya telah lulus SMA. Masing- masing akan terpisah jauh karena kuliah di tempat yang berbeda. Ketakutan Alana adalah hubungan dia dengan sahabat- sahabatnya akan merenggang. Alana memiliki sahabat- sahabat yang baik. Setidaknya itulah anggapannya sebelum kasus pelecehan menimpa dirinya. Dunia Alana seakan runtuh saat ia tahu bahwa ia hamil padahal ia sudah berusaha untuk mencegah kehamilan terjadi. Ia sendiri belum siap menjadi ibu di usianya yang masih sangat muda.

Ketika ia bercerita ke pacarnya, Roby, Roby malah mengganggap Alana gadis gampangan karena Alana saat itu sedang mengikuti pelatihan pramugari. Roby tidak memercayai Alana sedikitpun. Glo juga. Sahabat Alana yang satu itu mendengar cerita dari Roby dan terpengaruh oleh Roby.

Baca review selengkapnya di sini ya
https://ertalin.blogspot.com/2019/05/...
Profile Image for Ghina Syakila.
17 reviews
January 31, 2019
Di awal, alurnya terasa lambat (atau mungkin karena aku nggak sabaran ketemu sama adegan yang menyesakkan). Diksinya yang ringan dan alurnya yang mengalir membuatku baca buku ini nonstop dari pukul 22.00 sampai pukul 01.00 wkwkwk 😂 Tahulah, selain fantasi dan misteri, aku suka cerita yang penuh tragedi dan bikin susah napas.
.
Perasaanku selama membaca ini seperti disayat-sayat silet, lalu ditendang tanpa negosiasi dari pesawat sewaktu mengudara (aku emang hiperbolis btw). Sakitnya dobel asdfghjkl. Aku membaca buku ini dengan ekspektasi nol. Karena sebelumnya, aku belum pernah baca novel yang punya konflik kayak 'gini' dengan latar belakang kehidupan seseorang yang bercita-cita sebagai pramugari.
.
Novel ini ... bener-bener bikin emosional.
Profile Image for Adhinda Puteri.
69 reviews27 followers
October 5, 2019
Saya tidak menaruh harapan besar waktu memilih untuk membaca buku ini beberapa hari lalu. Mungkin takut tidak bisa menyelesaikan lagi dan minat membaca menguap begitu saja seperti buku-buku sebelumnya. Tapi Mayday, Mayday berhasil mematik rasa penasaran saya akan kelanjutan ceritanya dan dalam dua hari akhirnya buku ini selesai juga saya baca. Well done and keep writing ya!
Profile Image for Speakercoret.
478 reviews2 followers
June 18, 2018
masih aja mewek sesegukan kalo baca soal beginian...
udah brapa taun coba padahal..
i just.........
......
......
cry......
Profile Image for Utha.
824 reviews402 followers
August 21, 2019
Eh, gue belum rating buku ini anjir! :))
Profile Image for nana.
31 reviews1 follower
September 14, 2021
Akhirnya selesai baca ini setelah emosi dan mencak-mencak liat Roby.

Kenapa aku memutuskan baca buku ini karena premisnya yang menarik. Buku ini mengangkat cerita tentang Alana yang merupakan korban dari pelecehan seksual. Awal bacanya aku sudah akan memperkirakan kalau buku ini akan sangat emosional, dan ternyata benar. Gimana rasanya ketika anak 18 tahun mesti mengalami hal tersebut.

Dari alurnya aku suka banget karena sangat jelas. Penyelesaian masalah diselesaikan satu persatu dengan jelas, jadi nggak terasa ada yang missing secara plot. Tapi, mungkin untuk segi emosinya, aku ngerasa kurang dapet aja. Alana beberapa kali bilang dia takut kehilangan orang-orang di sekitarnya, tapi aku nggak nemu penjelasan atas ketakutan Alana tersebut, yang melatarbelakanginya. Mungkin karena alur yg dipakai dominan alur maju ya, jadi Alana yang ditampilkan adalah Alana yang sekarang, sehingga aku kurang dapet feel Alana secara personal. Aku cuma bisa merasakan feel atas masalah Alana soal pelecehannya dan gimana dia masuk fase depresi akibat itu.

Terus ada satu hal yang terasa mengganjal buatku pas baca. Yaitu bagaimana orang-orang di sekitar Alana merespon terhadap Alana. Entah kenapa aku merasa respon mereka terlalu "santai" untuk kasus Alana? Aku ngerasa mereka kurang tepat dalam bersikap secara emosional ke Alana. Kayak pas orangtua Alana bawa dia ke kantor polisi dan pas Alana tiba-tiba kayak kena serangan panik, Alana masih tetap disuruh untuk bercerita. Untuk anak 18 tahun yang tiba-tiba dilanda masalah seperti itu, orang-orang disekitarnya seolah nggak memberi perhatian lebih sama kondisi mentalnya. Aku nggak tau apa penulis sengaja melakukannya untuk menggambarkan realita yang ada. Kalau memang iya, aku ngerasain sih, gimana sendirinya Alana secara emosional dalam menghadapi masalahnya.

Selain dari itu, aku juga suka gimana penulis ngasih informasi yang detail tentang cerita. Kayak pelatihan pramugari serta prosedur adopsi anak.

Secara keseluruhan, aku menikmati buku ini. Dan cara penulis bercerita juga bikin page turner. Selain itu, bahasa yang digunakan juga enak dibaca dan aku menemukan cukup banyak kutipan yang relatable.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ria Indria.
6 reviews3 followers
September 7, 2018
Mayday, Mayday adalah karya pertama dari Lalili yang aku baca.

Aku tergoda dengan covernya eye-catching dan blurbnya yang ciamik. Kisah yang mengangkat tentang siswa sekolah pramugari yang jarang aku temui.

Tokoh Alana yang diceritakan sedang menggapai cita-citanya untuk menjadi seorang pramugari karena kisah masa lalunya, begitu apik. Aku dibuat penasaran bagaimana kisah Lana yang tiba-tiba harus dihadapkan masalah yang cukup pelik. Masalah itu membuat Lana seperti orang yang terbuang, cukup ngena banget.

Pilihan-pilihan sulit yang harus diambil Lana, membuat kita berpikir. Apakah mungkin kita bisa sekuat Lana kalau ngalamin hal serupa? Bikin sedih.

Karakter Lana dibangun cukup nancap di sini. Tidak hanya karakter tokoh utama, Karakter-karakter lain juga dibentuk cukup bagus dan bikin geregetan.

Baca kisah ini cukup bikin emosi naik turun. Di sini juga kita dikenalkan bagaimana dunia sekolah pramugari. Tema yang diangkat nggak ringan tapi masih bisa diikuti, karena gaya bahasanya ringan dan ngalir lancar.

Endingnya sempat bikin bikin mewek. Meskipun alurnya di awal terasa lambat, overall novel ini cukup menarik. Membuat kita belajar banyak hal terutama tentang berjuang untuk menghadapi masalah yang ada seberat apapun itu. Menggapai mimpi meskipun jalannya nggak mudah. Karena semua akan indah pada waktunya :)
100 reviews6 followers
July 11, 2020
3.5/5
Ragu naro bintangnya di tiga atau empat, jadi kuperjelas I gave 3.5

Hmmm, idk what kind of feeling that I have after read this book. Gue jarang banget baca YA-nya Indo so this is kinda new thing for me.

Premisnya menarik banget, penyelesaiannya juga yaa hmm ok lah. Cuman ada beberapa bagian yang bikin gue males dengan jalan cerita yang ketebak sih ya, tapi gue sukanya penulisnya pinter bikin tulisannya jadi engga cringe banget, ya meskipun jujur awalnya gue kayak 'oh wow ok that's make me feel like YA indo should be more creative with the plot' tapi makin lama makin gue baca, gue ngerasain banyak kejujuran yang penulisnya tulis. I believe mungkin kedepannya kalo penulisnya bikin karya dengan jalan cerita yang lebih menarik pasti bagus deh. Premisnya juga untuk mayday,mayday udah bagus, rapih banget. Pingin gue kasih bintang 4 cuman agak menyayangkan beberapa part yang ketebak jadi i choose 3 🌟 as a result
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books103 followers
June 3, 2018
Setelah membaca ini, kujadi ingin punya teman seperti Benji, Benji kau baik sekali >.<
Baiklah, Mayday Mayday membawa isu pelecehan seksual (pemerkosaan) yang berakhir hamilnya si korban (Alana). Cerita dibuka dengan pembukaan yang agak datar, tetapi semakin ke belakang semakin menanjak. Emosi Alana pun masih kurang terasa pasca pelecehan dan ia tahu dirinya hamil (entah kukurang berperasaan, atau Alana ini memang agak datar dan setegar batu karang). Akan tetapi, menuju akhir, emosi, depresi, frustrasi, dan kesedihan Alana akhirnya meledak dan terasa.
Kusuka cerita ini karena berusaha mengangkat isu yang ada di masyarakat disertai bumbu-bumbu edukasi soal pelecehan seksual, aborsi untuk korban pelecehan, adopsi, dan juga dunia pramugari.
Sukses untuk penulisnya ^^
Profile Image for Dhea Safira.
Author 8 books2 followers
August 17, 2018
Kovernya cantik dan blurb-nya menarik. Dua hal itu yang bikin saya pengin baca novel ini.
Di bab-bab awal, saya suka dengan gaya bercerita penulis. Mengalir, luwes, dan rapi.
Namun, makin lama saya makin nggak menikmati.
Saya benar2 mengacungi jempol kepada penulis tentang risetnya yang ciamik--benar2 kayak ngerasain di sekolah pramugari. Namun, saya justru men-skip2 bagian itu, karena jujur saja, saya kurang tertarik.
Makin ke belakang, saya semakin men-skip. Entahlah, kayak ada yang hilang dari novel ini. Karakter antartokohnya, chemistry, dialog, atau entahlah. Kayak ada beberapa hal yang kurang sreg dan yang masih menjadi tanda tanya.
Ekspektasi saya terlalu berlebihan sepertinya.
Awalnya, saya berharap cerita ini akan semacam 'Love, Rosie'. Namun, yah.... begitulah.
1 review
May 17, 2018
Mayday, Mayday.. Jujur sebenernya gue ga nyangka sih. Seorang Laili Muttamimah bisa mengarang cerita kayak gini wgwgwg. Seru, serem, sedih juga sih :D Kurang nya dari gue, mungkin ini cerita nya lebih banyak sedih nya yaa. Dari kesedihan itu dia berjuang bersama sahabat nya, melawan apa yang tak terduga pada dirinya.

Plus nya dari gue, beberapa penempatan 'pesan' pada conversation text menurut gue keren banget. Seakan-akan orang itu memberikan quote kepada kita sebagai pembaca. Dan dari semua pesan itu beberapa ada yang gue simpulkan.

Kak lel, gue harap ini ada lanjutan nya. Karna sahabat nya ini nemenin mulu, janganjangan suka haha
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
December 26, 2018
#2018-[143]

Hmm, kurang sukaaa.
Entahlah, kurang dapet aja sama ceritanya sendiri. Kaya baca Flight Attendance Manual gitu, yah mungkin karena nyeritain tentang kehidupan Aircrew sih, tapi kesannya terlalu teoritis gitu.

Jalan ceritanya juga gitu-gitu aja, kaya gada kejutan. Mungkin yang bikin menarik cuma gimana si Alana tetep survive setelah semua kehancuran yang menimpa dirinya. Emang nggak semulus jalan tol, ada saat-saat Lana benar-benar terpuruk dan berkeinginan menyudahi semuanya. But, sekali lagi dukungan keluarga dan teman dekat bener-bener diperlukan disaat seperti itu, yas, Mayday, Mayday.
Profile Image for Mega Handiyani.
105 reviews3 followers
December 24, 2020
Suka banget sama ceritanya, di tengah2 cerita bikin gak bisa berhenti baca karena penasaran bgt kelanjutan hidup Alana akan seperti apa. banyak momen2 sedih, kesel juga sama karakternya roby.
salut sama karakternya Benji, yg selalu nemenin Alana tanpa melibatkan perasaan cinta (tapi siapa tau kan ya, mereka jatuh cinta 😆)
seandainya ada kelanjutan masa depannya Alana, apakah dia jadi Pramugari, apa mungkin nikah sama Benji 🤭
Profile Image for kik.
159 reviews1 follower
April 8, 2024
Laki2 nafsuan emang macem t*i 😔😔 kasian banget sama Alana, pasti bingung banget sama kondisinya. Mana serem banget hidupnya jadi hancur gitu aja carut-marut. Sejujurnya, mohon maaf bgt, masih gak ngerti "pembelajaran" macem apa yg bisa dipetik dari peristiwa menjadi korban KS 😔 Bener sih kata Alana, kalau Tuhan emg menghendaki ini, ya kenapa Tuhan menghendaki musibah yg kacau dan berdampak seumur hidup kayak gini? Bingung, maaf 😔🫂
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
May 5, 2019
Aku suka gaya penulis bagaimana dengan lugasnya bercerita tentang sekolah pramugari dan sesi pelatihannya. Ngalir nggak kaku. Aku yg baca pun dibuat betah dengan gambarannya.
Untuk alurnya sendiri, awalnya aku nikmatin banget. tapi makin kesini terutama saat tokoh utamanya dapat musibah, aku mulai ngerasa feel nya jadi kurang. Dan enidngnya pun kurang penyelesaian.
Profile Image for ninunia.
56 reviews
December 15, 2022
Ceritanya ringan, konflik yang dibawakan juga nggak rumit, cocok sebagai bacaan santai. Tapi untuk akhir ceritanya menurutku kurang memuaskan ya, kurang greget, dan kesannya memaksakan untuk selesai. Padahal semisal ditambah beberapa bab dimana nyeritain kehidupan Alana selanjutnya, hubungannya sama Benji akan kayak gimana, impiannya jadi seperti apa, itu akan buat ending yang cukup bagus sih.
Displaying 1 - 30 of 39 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.