Jump to ratings and reviews
Rate this book

Better Than This

Rate this book
Saras tahu pasti Leo membencinya. Sederet gelar positif mulai dari mahasiswa berprestasi nasional, kesayangan dosen, cowok tampan pujaan kita bersama, dan senior tingkat 4 yang terancam lulus suma cum laude, cukuplah untuk membuat Leo risi dengan keberadaan cewek malas, nyolot, bodoh, tukang taruhan, dan kuliah di Fakultas Hukum tapi satu-satunya yang dia tahu hanyalah fotografi. Tapi, memangnya Saras peduli? Dibenci Leo tak akan membuatnya mati.

Sayangnya, mau tak mau Saras harus peduli karena saat ini Leo adalah kunci kehidupan bahagianya. Sebuah taruhan dengan musuh bebuyutannya, Morrie, membuat Saras harus menjadikan Leo pacarnya. Berbagai strategi dipakai. Rayuan mulai dilancarkan. Hasilnya? Tentu saja gagal. Menepis seluruh rasa benci dan malunya, Saras akhirnya meminta bantuan. Ekspresi santun dan pasrah dia pasang, meskipun mulut tajam Leo sering membuatnya berang.

Taruhan selesai, Saras menang. Tapi masalah tak berhenti di sana. "Kita memulai dengan caramu, tapi sekarang kita pakai caraku. I love you. Kamu mau jadi pacarku beneran?" Sejauh yang Saras tahu, harusnya cewek senang saat ada pria yang mengucapkan cinta. Tapi, ini justru sebaliknya. Saras terjebak dalam permainannya sendiri.

300 pages, Paperback

First published April 9, 2018

17 people are currently reading
290 people want to read

About the author

Pradnya Paramitha

19 books461 followers
Romance writer, omnivore reader.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
104 (17%)
4 stars
281 (48%)
3 stars
179 (30%)
2 stars
17 (2%)
1 star
3 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 130 reviews
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book277 followers
May 19, 2018
Cerita ini dimulai dengan Saras yang kebakaran jenggot karena taruhan Morrie. Masalahnya, Saras yang ceroboh, impulsif, dan mudah dipancing ini suka sekali menerima taruhan tanpa pikir panjang.

Nah, kalau taruhannya itu Saras harus menggandeng Leo ke pesta Morrie sebagai pacar, gimana??

Semua akan lebih mudah, seandainya itu Leo yang lain. Bukan Bang Leo angkatan 2010, kakak tingkat paling menyebalkan bagi Saras sejak penerimaan mahasiswa baru.

Leo seperti dewa, sedangkan Saras rakyat jelata. Leo dengan segudang kelebihan, Saras dengan segala kebodohan.

Gimana cara Saras menang taruhan? Masalahnya lagi, Saras tidak punya pilihan lain selain menang....

____

Better Than This emang light-romance-young adult lokal banget 😆 Masuk romance comedy karena banyak hal lucu di dalamnya.

Mulai dari tokoh, gaya narasi, dialog, sampai ke konfliknya ini tipe renyah nan menyenangkan. Apalagi kalau kamu suka sama tokoh macam Saras.

POV 1 oleh Saras, tokoh utama buku ini. Dengan narasi ala Saras yang lebih ke menggebu-gebu dan spontanitas, novel Better Than This jadi terasa hidup dan seru. Apalagi karakter Saras ini bener-bener... duh, campur aduk 😂

Saras cukup blak-blakan, ceria, gusrak-gusruk, impulsif, dan lucu. Mahasiswa Hukum yang lebih suka fotografi, terkenal di kampus dengan keunikannya, dan mengulang 2 matakuliah dalam satu semester.

Lalu, ada Leo: mahasiswa tingkat akhir, berprestasi nasional, kesayangan dosen, terancam lulus suma cum laude. Leo susah ditebak. Kadang nyebelin, kadang baik, kadang ganteng, kadang mukanya kayak KUHP 😂

Saras dan Leo ini musuh lama. Dan interaksi keduanya ini gemesin banget 😆 penggemar tema enemy to lover pasti greget. Tapi, apa bener Saras bakal sama Leo?

Ada juga Panji, sahabat Saras. Interaksi Saras-Panji juga nggak kalah lucu. Ala ala saling ngandelin, tapi ribut mulu 😂

Ada juga beberapa tokoh lain. Ada Morrie si cantik nan pinter yang seneng gangguin Saras, Bang Bernard sahabat Leo yang bisa banget nebak Saras, Jerro Atma si fotografer ganteng, dan lain-lain.

Alur cerita ini lebih banyak maju sih, walaupun ada beberapa flashback.

Selama baca, aku penasaran sama konfliknya. Yang kukira awalnya cuma taruhan, ternyata itu kulit atasnya aja. Pembukaan 😂👌

Aku menemukan plot yang cukup unik di buku ini. Awalnya, kukira simpel. Makin buka halaman selanjutnya, makin kaget aja.

Eh, ternyata nggak gitu. Eh, ternyata nggak segampang itu. Eh, ternyata bukan itu.

👆 itulah responsku selama baca 😂

Plotnya agak rumit ternyata. Ibarat kalau dibikin plot mapping, garisnya banyak 😂 Adaaa aja kejutannya.

Sebenernya sih terbilang drama ya hubungan-hubungan mereka itu. Beberapa kebetulan juga terasa banget ala fiksinya.

Satu sisi, di situlah serunya. Jadi rame, kayak lagi nonton film 😂

Kak Pradnya juga nggak sembarangan ambil background tokohnya. Riset dunia fotografi dan kuliah Hukum tokohnya itu kerasa.

Terlepas dari konfliknya yang cukup drama, aku enjoy baca buku ini karena aku pribadi memang penggemar light romance 😋

Mau dong kalau ada rekomen romance tipe begini lagiii 😆 apalagi tema enemy to lover selalu bikin aku gemas!!

Makasih untuk ceritanya, Kak!

Ditunggu Always-nyaaa 😆😆
Profile Image for Reina Tan.
290 reviews143 followers
June 8, 2018
3.5 ⭐😂😂
° ° °
⚠ subjective opinions
° ° °
Setelah sekian lama, akhirnya buku baru Kak Pradnya terbit juga.... 😂

Better than This....

Actually, this book can be better than this.-.

Aku suka kok sama ceritanya, kekonyolannya, celetukan pedas Saras, dan nyablaknya mulut Leo.

Novel yang sebelumnya di bawah naungan platform wattpad ini sebenarnya tidak pernah aku sentuh sampe akhirnya terbit😂😂

Cerita ini bertajuk Love-Hate Relationship yang memang umum atau bahkan cliché, namun pengemasannya enggak klise klise banget kok.

Ringan, kocak, manis, dan bahkan.... sampai mengaduk emosi 😂😂

Emosi yang paling sering muncul ketika aku baca ini adalah..... Jengkel(?)

Jengkel sama Saras yang terlalu kekanakan dan gak kalah nyablak kayak Leo. Kadang aku pengin bunuh ini cewek karena.... yaitu..... 😂😂

Aku juga jengkel sama Leo karena terlalu plin-plan dan seperti terombang-ambing sendiri(?)

What I love the most are.... celetukan parah tokoh ketika berinteraksi dan monolog diksi Saras.

Kenapa?

Karena saking nyablaknya, secara gak langsung itu kayak bikin lelucon tersendiri khas para mahasiswa kalau ada gang ngawur atau ngaco 😂

Monolog diksi Saras juga sama kocaknya. KUHP disebut-sebut omg 😂😂😂😂

Beside Saras and Leo, ada Panji—sahabat terbaik Saras. I like him so much. Berharap kalau dia akan ada ceritanya sendiri. Ya, meskipun aku dapat special order dengan bonus POV si Panji, aku masih pengin tahu apa yang terjadi terhadap dirinya.

Btw, entah mengapa aku merasa buku ini alurnya suka ada yang dipercepat dan ada yang terlalu lambat. Dan kadang aku merasa ada yang sedikit bolong(?)

Tapi bolongnya gak parah kok. Enggak kerasa sebenarnya, cuma karena diriku ini perasa ulung(?), jadinya dirasa-rasa mulu

😂😂😂😂😂

Untuk karakter.... Jujur, aku kurang suka sama watak Saras. Suka labil gak jelas(?) Suka tiba-tiba beringas, tiba-tiba kelam.

Mungkin dia lagi pms(?)

But, I'm still enjoy this book.😆😆😆

Ending-nya membuatku.....

Aku butuh 'Always' sekarang!

Kepada Kak Pradnya terhormat, tolong dipercepat terbitnya 'Always' ya:')

Menurutku ya, 'Better than This' ini bak novel 'Resign!' versi mahasiswa. Cewek beringas, cowok datar yang kadang dikira gak punya perasaan, dan celetukan-celetukan konyol, semuanya aja di buku ini 😂
Profile Image for Stephanie Zen.
Author 22 books330 followers
July 24, 2018
Gue suka bangettttt! Lucu, fresh, menghibur! Satu-satunya yang perlu didevelop menurut gue cuma alur yang agak sedikit kurang smooth, banyak muter dan berantemnya sampai kadang gue bingung ini si Saras sama Leo berantem lagi kenapa sik? LOL. But overall it's a really nice and heartwarming book to read :)
Profile Image for Rahmatul Maulidar.
35 reviews5 followers
December 30, 2020
Beberapa kali membaca tulisan Kak Pradnya, dan aku selalu suka!
Salah satu yang paling bikin aku kagum dengan tulisan Kak Pradnya adalah penokohannya, itu kuat banget!

Well, Better Than This ini ngambil tema love-hate relationship sih, awalnya amit-amit ujungnya penginnya lengket mulu. Di sini ada Leo sama Saras sebagai dua tokoh utama. Ngambil setting perkuliahan, mahasiswa hukum. Saras yang yang tukang taruhan karena sikap impulsifnya, harus menjadikan Leo, kakak tingkat yang jadi enemy-nya sejak ospek, sebagai pacarnya. Ia taruhan dengan Morrie, teman yang Saras sendiri pun ngga tau apa yang Morrie iri dari dirinya padahal ia merasa kurang banget dibandingin Morrie.

Tapi, ini ceritanya ngga muluk-muluk taruhan-berhasil-pacaran-jatuh cinta benaran-ketahuan - dan ending. Ngga. Ngga gitu. Kak Pradnya selalu punya cara sendiri untuk mengangkat tema yang klise gini ke dalam plot yang bikin pembaca 'Ya Ampun, ternyata...'. Plot yang tidak terpikir akan selalu muncul. Dan di sini, karena taruhan tersebut Saras yang harus menghadapi Leo dengan pernyataan 'I Love You'-nya. Dahlah, Leo memang punya sesuatu dengan sikapnya tersebut ke Saras selama di kampus.

Seperti yang kubilang di atas, penokohan karakter yang Kak Pradnya buat selalu kuat. Seperti Saras, dia itu ratunya impulsif dan ceroboh. Sikap dia yang gitu malah jadinya kocak. lucu sih. aku terheran-heran dengan sikapnya tapi ketawa mulu.

Dalam Better Than This, selain pembaca akan diajak mikir tentang KUHP-KUHP ini dan itu, juga ada disuguhkan tentang fotografi. Saras yang hobby fotografi (yang selalu mengatakan bahwa Leo seperti KUHP berjalan), masuk kuliah hukum karena keinginan orang tua. Dia ingin menjadi seorang fotografer handal, dari situ muncullah tokoh yang menjadi saingannya Leo wkwkwk. Kalau ngga ada yang gini, Leo akan kurang tertantang hahaha.

By the way, kalau kamu sedang ingin membaca cerita love-relationship dan sedikit dunia perkuliahan, kalian bisa memasukkan ini sebagai bacaan kalian. Ini enak dan aku suka!
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
July 22, 2018
"Jangan kebanyakan mikir, ada hal-hal yang lebih baik dirasakan dan dinikmati daripada dipikirkan." (hlm. 233)
.
.
Taruhan selesai, tapi hubungan Leo dan Saras berlanjut dengan cara Leo. Leo membutuhkan bantuan dana dari ayahnya untuk cafe yang sedang ia rintis. Sayangnya Om Lucky, ayah Leo, mengajukan syarat Leo harus membawa Saras kehadapannya sebagai menantunya.
.
.
Kali kedua baca karya penulis dan tetap klop dengan gaya menulis yang asik dan mengalir. Tata bahasanya non baku tapi masih sesuai aturan. Aku hanya kurang nyaman di bahasa "lo-gue" aja sih. Entah kenapa memang seperti itu kalau nemu hal-hal begitu. Konfliknya klise tapi cara penulis mengemasnya menyenangkan. Humor-humornya juga receh dan cukup menghibur. Hate-love-relationship yang dihadirkan juga buat bikin fresh. Alur maju dan alur mundur yang rapi, beberapa flashback juga dibedakan dari font tulisan, jadi sebagai pembaca nggaj dibuat bingung. Pace-nya juga bikin aku nyaman.
.
.
Menggunakan POV 1 dari sisi Saras buat aku makin-makin menikmati buku ini, isi kepala Saras itu pengen aku perbaharui biar nggak bar-bar banget. Tapi sayang, aku jadi nggak tahu seperti apa perasaan Bang Leo sesungguhnya. Padahal berharap dapet satu atau dua part yang isinya perasaan Leo aku tuh... Chemistry dan interaksi tiap tokohnya juga natural dan lepas. Walau agak sebel sama Morrie, tapi aku sayang juga sama dia. Dan Panji, duuhhh... to good to be true kalau dalam segi persahabatan, atau mungkin aku aja yang belum nemu laki model gitu (?)
.
.
Terlepas dari semua kekurangan dan kelebihan, novel ini cukup menghibur dan aku suka. Recommended buat yang nyari bacaan ringan, manis nan ngeselin.
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
August 20, 2019
"Cinta tidak kenal kompromi. Cinta tidak bisa dibohongi. Dan cinta tidak bisa dihindari. Kita tidak pernah tahu kapan cinta datang. Karena yang kita tahu, dia bisa tiba-tiba ada dan menguasai segalanya." - Hal. 227⁣

Kalian pernah nggak benci banget sama orang, eh nggak tahu-nya malah harus berhubungan sama dia. Rasanya gimana? Sepet dan kesel ya pastinya. Ini dialami Saras nih, dia dari awal ospek udah membenci si KUHP berjalan alias kaka kelas yang kece idaman semua wanita. Sayangnya hubungan Saras dan Leo ini nggak baik. ⁣

Tapi demi suatu taruhan, Saras berkorban untuk deketin Leo. Menarik banget nggak sih? Kebayang ya, meski kesel Saras mesti baik-baik gitu sama Leo. Proses deketin Leo mulus sih awalnya tapi ya gitu, sikapnya Saras kadang ngeselin sih. Tapi ya mereka berdua ini emang sama-sama gemesin sih. Apalagi kalau udah berduaan, pasti aja debat mulu bawaannya. Dan banyak banget kejutan dihubungan mereka itu 😔.⁣

Aku selalu suka sama gaya bercerita kak Pradnya ini, gaya berceritanya menarik. Meski idenya sederhana, tapi cara menyampaian yang asyik bikin aku ikutan baper sama mereka.⁣

Karakter tokohnya pun konsisten menurutku, perubahan Saras yang pelan-pelan ini bisa dinikmati. Leo ini meski emang susah ditebak, tapi dia dewasa dan care kok. Aku suka cara dia yang kalem menghadapi Saras. Aku sukaa sama mereka meski kadang gemes.⁣

Memakai POV 1 Saras, aku bisa ngikutin perasaan Saras. Dan krenyess banget waktu di ending 😖. Bahasanya ringan dan mengalir, enak banget dibacanya.⁣

Interaksinya suka, apalagi klo udah adu mulut. Lucu banget mereka tuh, chemistrynya pun feelnya dapat banget. Suka sih sama dua orang ini 😍.⁣

Konfliknya emang lebih ke romansa cinta mereka, ya secara benci dan cinta ini emang beda tipis yaa gengs. Suka aja cara kak Pradnya mengeksekusi konfliknya dengan apik, pelan tapi beres semua. Endingnya kusukaaaaa ❤. Masih menunggu Always nih, Kak 🥰🥰🥰.⁣

Overall, akuu sukaa ceritanya, aku rekomenin buat yang suka tema love-hate relationship.⁣
Profile Image for Nadytia KS.
68 reviews6 followers
April 11, 2018
Entah mengapa saya selalu suka tema cerita 'dari benci menjadi cinta'. Rasanya gemas aja gitu, mungkin karena hal tersebut sulit terjadi di dunia nyata, spesifiknya, di dunia nyatanya saya, hehehe :D

Berkisah tentang Saras, mahasiswa hukum yang ogah-ogahan karena pada dasarnya dia masuk FH karena disuruh orang tuanya, yang bertaruh untuk pacaran dengan Leo, kakak kelasnya yang sangat berprestasi sekaligus orang yang dia benci, musuh bebuyutan lah sekiranya demikian.

Kisah berjalan dan saya suka interaksi antar tokoh di dalam novel ini. Saya suka ide yang dibahas. Jadi, di novel ini dikemukakan bahwa siapapun pemilik hati, yang penting adalah sebuah pilihan. Misal, meskipun si A cintanya sama B, kalau si A memilih untuk hidup bersama C, ya tidak apa-apa. Tapi, kan kasihan si C karena hatinya si A bukan milik C seutuhnya. Kira-kira begitulah.

Cakep sih, ada beberapa bagian yang bikin nangis sih waktu dibaca, mungkin karena... karena apa ya, haha rasanya sangat familiar aja dengan kehidupan ini :))
Profile Image for Leila Rumeila.
994 reviews28 followers
October 8, 2022
Setelah Two-Faced meninggalkan kesan yg sangat baik di gue, akhirnya gue mutusin buat baca Better Than This!
Meskipun background ceritanya berbeda, yg mana TF karakternya2 pekerja sementara di buku ini a/ anak2 kuliah. Tapi buat gue nuansa dari 2 buku ini terasa mirip banget dan gue senang karna jadi berasa nostalgia dengan pengalaman waktu baca Two-Faced, hehe.

Baik percakapan maupun celetukan antara Saras-Leo, Saras-Panji, Saras-Bernard sangat menghibur! Dari bikin gue senyum2, ketawa kecil, sampai dengan ketawa ngakak. Bahkan saat percakapan2 manis Saras-Leo engga ada 1pun yg buat gue cringed, semuanya seolah natural dan menggemaskan.

Ini buku ke-3 dari Pradnya yg gue baca, meskipun Kala Langit Abu-Abu engga begitu berhasil layaknya 2 buku terakhirnya yg gue baca, tapi gue tetap excited buat baca2 bukunya yg lain!!!
Gaya penulisan Pradnya, alurnya, karakter2nya terasa dekat dengan gue pribadi. Baca buku2nya terasa familiar dan relate, membuat seolah2 gue sendiri yg menjadi karakter2nya *smile wildly*.
Profile Image for Sella   (claudieslibrary).
125 reviews10 followers
March 8, 2021
Sebenarnya ini sebuah pencapaian loh, aku bisa betah baca buku dengan bahasa 'lo, gue' begini. Not bad lah ya, jadi paham kenapa banyak yang suka karyanya Mbak penulis satu ini.
Profile Image for Lisra Yenny.
96 reviews1 follower
July 24, 2023
Saras taruhan sama Morrie. Yg bakal kena getahnya Panji sahabat Saras yg cakep. Panji g terima dong dia dijadiin bahan taruhan. So apapun gmnpun terserah Saras pokoknya dia mesti kudu wajib menang. Masalahnya syarat taruhan Saras harus datang ke pesta Morrie dgn Leo, seniornya sekaligus musuh besarnya. Dengan sangat terpaksa Saras mohon kpd Leo untuk mau jadi pacar 'pura-pura' aja untuk menemani nya ke pesta Morrie.
Awal nya dari pura-pura lama-lama jadi pacaran beneran loe ntar ..warning Panji.
So apa Saras bakal jadi pacaran beneran sama Leo g...spt kisah² di FTV kebanyakan..
seperti biasa sukalah sama karyanya Pradnya
👍👍👍👍
Profile Image for Carolina Tedjapranata.
70 reviews
June 17, 2018
full review: https://wolfcxreads.wordpress.com/201...

Better than This adalah salah satu seri city lite favoritku!

PLOT
Konflik utama novel ini adalah taruhan yang disanggupi Saras untuk menjadikan Leo pacarnya agar Morrie tidak mengusik dokter Riza pujaan Saras itu lagi.

Alur diceritakan begitu apik, menarik, dan tidak membosankan. Bahasa yang digunakan mudah dipahami. Jujur, aku menikmati saat membacanya dan gak sabar untuk menyelesaikannya. Endingnya tidak menggantung, tapi bakal ada kelanjutan kisah Saras dan Leo di novel berikutnya yang bikin aku GAK SABAR buat baca kelanjutannya.🤣🤣 SEMOGA CEPET TERBIT PLEASE!😭😭😭
.
Overall, novel Better than This recommended buat kalian yang suka cerita romansa antara benci jadi cinta yang disertai taruhan2 di dalamnya.😆😆😆 Can't wait for the next book!😭😭😭 Semoga bisa cepat2 terbit🙏🙏🙏
Profile Image for Amaya.
747 reviews58 followers
May 13, 2024
Actual rating: 3,5

Baca ulang demi maraton sekalian buku keduanya. Hasilnya, harus menurunkan ekspektasi. Emang bener sih, makin lama makin banyak hal yang baru disadari kalau ada yang kurang (atau malah lebih).

Enggak ada kesan khusus yang gimana-gimana, sih, intinya ya aku sebel sama Saras karena jadiin semua hal jadi bahan taruhan. Bahkan sahabat sendiri. Udah gitu enteng bener gitu lho bilang "oke", padahal kalau dilihat-lihat, bukannya dia nggak terlalu peduli sama Morrie, ya? Ya emang Morrie juga nyari gara-gara banget, tapi Saras kan kepribadianya cuek? Kenapa gitu dia harus merasa menyanggupi tantangan Morrie. Kecuali bagian Jerro, sih.

Terus ada satu hal yang baru disadari setelah baca ulang; proses jatuh cintanya Saras cepet banget. Yah, ada sedikit kesan tiba-tiba juga, sih. Karena bagian Leo nggak ada plus nggak bisa baca pikiran dia, sebenernya aku pun penasaran kenapa Leo bisa sejatuh itu sama Saras.

Bagian yang paling bikin aku betah baca sampai akhir baik buku ini dan buku keduanya adalah tulisan Kak Pradnya. Waktu itu pernah baca pertanyaan di X, mana yang lebih dipilih; tulisan bagus atau plot yang bagus. Aku jawab tulisan yang bagus karena walaupun plotnya b aja, masih bisa menyelamatkan ceritanya sampai akhir. Dan udah nggak ragu lagi sih sama "sihir" tulisannya Kak Pradnya.

***
(21/10/2021)
Saras, si mahasiswa jurusan hukum yang hobi bolos dan fotografi, harus melakukan taruhan dengan (mantan) teman dekatnya, Morrie, dengan balasan dia akan mendapat kesempatan bertemu fotografer idolanya, Jerro Atma, dan Morrie akan menjauhi dokter kesayangannya, Riza.

Awal taruhan masih oke, lama-lama makin ekstrem dan jelas membuat Saras kelabakan. Apalagi jika orang yang menjadi "dare"-nya adalah Leo, mahasiswa kesayangan dosen dan mahasiswa Hukum angkatan 2010. Musuh terbesar dan orang terakhir yang akan Saras dekati. Tapi apa Saras punya pilihan?

Rasanya relate dengan kegiatan ospek kampusnya, walaupun nggak sama persis, sih, tapi setidaknya cukup mengingatkan masa-masa nostalgialah. Terus karakter Saras ini selain bad crush juga rendah diri banget kurasa. Yah, kalau bandingannya Leo, sih, jelas kayak dua hal yang bertentangan. Sepanjang buku aku enjoy aja sampai pada ending yang bikin niat memberi bintang 5 jadi menurun 4 aja :'(

Anyway, aku suka konfliknya berlapis, sama seperti ketiga buku yang sudah kubaca dari Kak Pradnya, selalu ada twist tak terduga dan i do looooove it!
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews92 followers
May 2, 2024
3,5 🌟 kok sebenernya. Awalnya mau ngasih tiga tpi akhir di buku ini benar-benar menambah bintangnya. Wkwkwk

Sebenernya:

1. Aku gak suka saras karena dia apa-apa dijadiin taruhan, tapi aku suka dia pas dia udah tegas ama perasaanya.

2. Ku juga gak suka Leo karena dia ini plin plan, tapi ya jdi lumayan sukalah karena akhirnya dia juga tegas ama perasaanya.

Intinya....

Karakterny tuh berkembng dan bisa bkin aku sebagai pembaca ikutan tarik ulur juga ama perasaan ke tokoh-tokohnya.

Ps: ku jadi penasaran ama Panji. Wkwkwk
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews124 followers
June 13, 2018
Cerita cinta dengan kisah 'benci jadi suka' memang sudah sangat banyak diangkat. Entah itu diangkat dalam novel, FTV, hingga film. Namun, tema cerita seperti ini juga cukup menarik untuk diikuti jika dikemas dengan unik dan segar. Seperti Better Than This yang mengemasnya dengan sederhana dan kocak melalui tingkah laku tokoh utamanya. Jika melihat kover bukunya sendiri cukup menggambarkan beberapa hal yang ada dalam kehidupan Saras. Terlihat gambar kamera dan foto yang menggambarkan hobi Saras dalam dunia fotografi. Lalu ada gambar palu hakim dan timbangan yang melambangkan jurusan Hukum yang diambil Saras. Dengan penempatan judul buku di tengah gambar-gambar ini menambah sisi estetika kover bukunya. Latar warnanya pun terlihat lembut dan menyatu dengan judul dan gambar menghasilkan sebuah kover yang eye-catching, sederhana, dan memikat.

Novel ini mengangkat tema cinta 'benci jadi suka' yang dikemas dengan lucu dan geregetan. Ceritanya sendiri sedikit mengingatkan saya dengan novel A Sweet Mistake yang sama-sama terjebak dalam hubungan akibat taruhan. Namun Better Than This memiliki keunikan tersendiri melalui tokoh utamanya, yaitu Saras seorang gadis yang blak-blakan, ceroboh, dan 'riweuh'. Sebenarnya tidak ada formula baru dalam tema ceritanya, namun saya jamin kalian tidak akan bosan selama membacanya karena gaya bercerita penulis sangat simpel dan mengalir. Saya suka jalan ceritanya yang sederhana, tapi menurut saya ada beberapa bagian cerita yang terkesan terlalu panjang dan bertele-tele. Padahal jika penulis lebih fokus dengan hubungan Saras dan Leo tanpa harus ada 'taruhan' lagi, mungkin ceritanya akan jauh lebih menarik lagi.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Saras yang digambarkan sebagai mahasiswa yang suram. Saras memiliki sifat yang cuek, blak-blakan, konyol, dan rame yang terkadang bikin saya geregetan dengan tingkah lakunya. Akibat semua sifatnya itu Saras harus terjebak perjanjian dengan Morrie yang berakibat pada kehidupan percintaannya. Kekonyolan Saras juga sering kali membuat sahabatnya, Panji, terkena masalah. Pokoknya tokoh Saras ini cukup menyebalkan dan bikin kesel. Lalu ada tokoh Leo yang digambarkan sebagai pemuda yang datar, pintar, namun terkadang juga bisa bersikap konyol. Tokoh Leo juga terkadang sama menyebalkannya dengan Saras yang sama-sama memanfaatkan situasi. Leo yang awalnya membenci Saras pun harus berurusan dengan gadis itu karena punya maksud terselubung di dalamnya. Meskipun kedua tokoh dalam novel ini tidak mudah untuk disukai, tapi saya suka cara penulis dalam menggambarkan hubungan mereka. Terkadang saya sukses dibuat tertawa dengan tingkah laku Saras dan Leo ini. Mungkin tokoh yang saya sukai dalam novel ini adalah Panji dan Bernard yang sama-sama suka menggoda Saras akibat tingkah lakunya. Menurut saya ada sedikit hal yang dipaksakan mengenai latar belakang keluarga Leo, tapi secara keseluruhan penulis cukup sukses menggambarkan karakter para tokohnya.

Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama melalui tokoh Saras. Melalui sudut pandang ini saya lebih paham akan isj pikiran Saras yang sering bernarasi dengan berbagai pertanyaan. Gaya bahasa yang digunakan juga sederhana dan sangat khas anak muda. Namun ada beberapa kata yang sering kali tidak konsisten, seperti terkadang Saras memanggil Leo dengan sebutan Bang Leo, tapi terkadang Saras juga memanggilnya Le. Menurut saya seharusnya panggilan untuk Leo ini bisa lebih konsisten. Alur ceritanya sendiri berjalan dengan cepat dan mengalir. Tidak sulit bagi saya untuk menikmati setiap keping cerita dalam novel ini. Terakhir typo yang saya temukan tidak terlalu banyak dan tidak mengganggu proses membaca.

Better Than This memiliki konflik yang bisa dibilang sedikit rumit, tapi enak untuk diikuti. Saras yang harus menjalani hubungan 'pura-pura' dengan Leo harus terjebak dengan situasi yang membuatnya jatuh cinta pada Leo. Padahal awalnya Saras dan Leo bisa dibilang seperti kucing dan anjing yang saling membenci. Saras pun dilema untuk memilih kata hatinya atau logikanya. Meskipun cara penyampaian konfliknya terbilang rumit, namun saya menikmati setiap bagian prosesnya. Apalagi saat Saras mulai merasakan perasaan terhadap sosok Leo. Di sini saya melihat bagaiman Saras berusaha untuk melawan isi hatinya dengan logika dan realita yang dia lihat. Penulis berhasil memberikan konflik yang lumayan bikin saya geregetan dengan hubungan Saras dan Leo. Sebuah konflik yang dramatis, tapi juga kocak di saat yang bersamaan.

Hubungan benci jadi cinta memang menarik untuk dibahas terutama jika kedua tokohnya memiliki karakter yang kuat. Better Than This berhasil memberikan itu semua melalui kisah Saras dan Leo yang menarik, seru, dan menghibur. Melalui tokoh Saras saya berhasil dibuat gemas dan geregetan akan tingkah lakunya yang selengean. Lalu jalinan cerita yang dirangkai penulis pun memiliki rasa yang berhasil membuat saya terhibur. Menurut saya ada beberapa bagian cerita yang terkesan terlalu panjang dan bertele-tele, seperti taruhan-taruhan dengan Morrie. Seharusnya Saras bisa belajar dari pengalaman jika ingin kembali membuat taruhan dengan Morrie. Namun secara keseluruhan Better Than This memberikan nuansa segar dan menghibur melalui cerita yang unik dan menarik. Sebuah kisah cinta yang memberikan pesan tentang arti isi hati dan logika.

Selengkapnya : https://www.facebook.com/notes/fahri-...
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
April 19, 2021
Saras yang selalu tertantang taruhan, tanpa pikir panjang mengiyakan ketika Morrie mengajaknya taruhan. Saras harus menjadi pacar Leo dan membawa Leo ke acara ulang tahunnya, atau Saras harus menghindari Panji sahabatnya selama-lamanya. Sebenarnya taruhan soal Panji itu sedikit mengada-ada sih, terutama jika Panji dan Saras memang sudah sahabatan sejak lama. Hanya saja otak Saras yang lambat mencerna terlanjur mengiyakan. Jadinya Saras harus mendekati Leo, dimana semua mahasiswa di kampus tahu antara Saras dan Leo tidak pernah akur.

Tapi Saras lumayan gigih, dan akhirnya dengan berterus terang kepada Leo, cowok itu menyanggupi menjadi pacar pura-pura Saras. Bahkan ketika Saras dengan terpaksa mencium Leo sebagai bagian dari taruhan, Leo tidak berkomentar apa-apa. Kemudian yang terjadi berikutnya adalah Leo meminta agar Saras tetap menjadi kekasihnya.

Permintaan Leo bukan tanpa sebab. Ternyata keduanya pernah dijodohkan oleh orang tua mereka dahulu. Supaya ayah Leo memberikan kucuran dana bagi kafe milik Leo, Leo harus membawa Saras ke rumah sebagai pacar. Lantas bagaimana perasaan Saras ketika dia melihat binar-binar di mata Leo saat berhadapan dengan Nanda?

Saya suka karakter Saras. Dengan ketidaksempurnaan-nya, dia mencoba menjalani hidup spenuhnya. Termasuk ketika dia harus taruhan. Prinsip Saras untuk selalu melakukan apa yang dia mau itu bertentangan dengan Leo yang hidupnya penuh aturan. Ketika benci menjadi cinta, seharusnya cerita ini berkahir bahagia. Tapi sepertinya di akhir cerita, ada spoiler yang menunjukkan lanjutan kisah Leo dan Saras ini.
Profile Image for Yoyovochka.
311 reviews7 followers
July 2, 2022
Ini kali pertama aku baca tulisan Mbak Pradnya dan langsung suka. Gaya penulisannya mengalir lancar, dengan penggunaan bahasa informal yang dicampur dengan narasi super apik. Jadi, porsinya pas gitu. Nggak bikin aku merasa kayak lagi denar orang bergosip di pinggir jalan karena ada narasi yang mendukung dan pas banget. Tokoh-tokohnya menarik, kuat, nggak bisa bikin aku benci mereka. Saras, biarpun sableng (maaf, ya hehe) tapi aku suka. Dia punya sisi manusiawi yang nggak bisa dikesampingkan dan bikin aku kesal dengan sikapnya yang suka taruhan. Leo juga, biarpun dingin, tapi bukan tipe-tipe dingin kelewatan kayak di sinetron. Banyak ucapan-ucapan lucu yang bikin aku nyengir-nyengir sendiri terutama saat si Saras ini ngobrol sama Panji, temennya. Aku kasih bintang 4 karena klimaksnya kurang greget sedikit buatku. Tapi, jujur tulisan Mbak Pradnya ini bagus banget bikin aku iri, mikir kapaaan ya bisa nulis kayak dia T_T
Profile Image for rhidayat.
119 reviews6 followers
July 18, 2018
Saya hampir tidak mau menyelesaikan buku ini, tapi karena penasaran melihat review di GR maka saya tekadkan untuk menyelesaikannya. Gregetan sama sifat Saras. 3/4 cerita ingin rasanya memeberitau sarah, jangan mau lagi berbuat hal yang sama. Tapi tetep aja, masih bertekad melakukan "kesalahan" yg sama. Menjelang akhir ceita, saya baru tertarik antara kisah leo dan saras. Saya tunggu kelanjutan ceitanya. Sukses untuk penulisnya.
Profile Image for Sejedacerita.maya.
77 reviews6 followers
January 14, 2025
Overall aku suka banget sama cerita "Better Than This".
Cerita semi comedy romance yang diawali dengan taruhan memang sudah banyak, tapi kak pradnya mengemas ceritanya dengan sangat baik. Aku suka karakter Saras yang meskipun gampang terprovokasi 😣oleh Morrie dengan mempertaruhkan Panji sahabatnya tapi dia tidak mau menyerah begitu saja😉. Dan Leo meskipun dia cuek terhadap Saras pada akhirnya dia mau membantu Saras, hingga berujung menjebak Saras dalam permainannya sendiri😁 (nah lhooo Saras senjata makan tuan 😂).
Aku juga suka sama persahabatan antara Saras-Panji meski Panji jadi bahan taruhan tapi dia masih mau sahabatan sama Saras 🤣. Untuk Morrie, cakep lah sosoknya😁 (aku sampai bayangin fashionnya dia dikampus🤣) meski kayaknya dia sombong tapi dia sukses nunjukkin kemampuannya Saras lhoo😁👍
Profile Image for Nulaniah.
373 reviews7 followers
December 23, 2020
Pertama kali baca tulisan Kak Pradnya, suka banget sama gaya penulisannya 😍


Gawat nih kayaknya bakalan ketagihan baca aku...

Padahal tadinya iseng aja buka ipusnas, terus nemu ini tersedia, langsung cuus pinjem, eh ternyata gak bisa berhenti bacanyaa, lanjut sampai tamat akhirnya, begadang semalem... Haduh, waktunya balik ke TBR fisik dulu deh....

Gawat nih, kayaknya pengen baca semua tulisan Kak Pradnya jadinyaa...
Profile Image for Caneya.
62 reviews7 followers
January 6, 2021
Huaaa rasanya kaya gamau segera selesai tapi selalu penasaran. Seneng banget sama karakter Leo yang walaupun cewenya kaya gitu tapi ya tetep aja sabar ehehee (idaman banget) ga sabar buat lanjutannya jadinya.. It's very great💚
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for nasya.
825 reviews
July 4, 2021
awalnya maju mundur baca ini cerita, eh tapi ternyata bagus😭🙏 gemes banget sama mereka berdua
Profile Image for Reading  With  Orin.
98 reviews
August 3, 2022
Suka banget sama novel ini... Ceritanya galir, trus bukin Ngakak... Lucu banget sii tokoh nya.. Apalagi percakapan Antara tokoh Utama yg ada di slib joke nya bikin cerita ini jadi hidup.
Profile Image for Hani Risjad.
73 reviews16 followers
May 26, 2018
love-hate relationship menjadi tema dari buku ini. Dua karakter yang saling bertolak belakang dan saling membenci terpaksa menjadi pasangan. Gemes dan gregetan sih sama interaksi Saras dan Leo di sini.
.
.
konflik yang dibuat cukup rumit. tapi untungnya karena diselingi dengan humor, jadi tidak terasa dalam waktu 24 jam menamatkan novel ini.
Gaya bahasa Pradnya juga tergolong enak dipahami dan aku suka filosofi yang ia sisipkan dalam buku ini.
.
.
Sayangnya, ada satu bagian yang aku tunggu tapi tidak dijelaskan oleh Penulis. Tentang apa yang terjadi ketika Saras mempermainkan Leo dg berpura2 diare lalu menyuruhnya dinner dengan wanita yang yang Saras tau sudah ditaksir Leo sejak lama. Typo juga ada tapi tidak terlalu mengganggu. Di luar dari semua itu, aku menyukai cerita ini.

Sukses terus Pradnya! Ditunggu Alwaysnya😂
Profile Image for Fikriah Azhari.
362 reviews147 followers
January 13, 2020
Saras seakan menggali kuburannya sendiri. Bagaimana bisa dia terpancing oleh Morrie yang mengajaknya taruhan dimana dirinya harus menjadikan Leo sebagai pacarnya? Tapi, jelas bukan Saras namanya kalau dia tidak tertarik dengan yang namanya taruhan.

Maka dikesampingkanlah terlebih dahulu egonya dan mulai bersikap baik kepada Leo. Namun, siapa sangka jika Leo juga punya caranya sendiri untuk melanjutkan permainan yang dibuat oleh Saras, alih-alih mengakhirinya.

***

First of all, aku mau bilang kalau betul-betul ya kontrol diri Saras ini harus diperbaiki agar di masa depan dia nggak ngehancurin dirinya secara perlahan karena gampang terpancing oleh orang lain. Untung Morrie nggak sejahat yang kukira meski ide taruhannya betul-betul nggak main-main.

Untuk temanya sendiri, benci jadi cinta. Bukan hal baru memang, tapi penulis berhasil mengemasnya dengan menarik. Tokoh pendukung seperti Panji dan Bernard juga punya perannya sendiri dalam mempengaruhi suasana yang ada—terlebih Bernard yang banyak ngomong dan jadi ladang informasi.

Antara Saras dan Leo sendiri, meski awalnya Saras yang memulai, ke depannya Justru Leo yang banyak bertindak dan 'menyetir' jalannya hubungan mereka. Terlebih dengan adanya hidden fact yang Leo pendam selama ini. Gemes banget intinya sama mereka berdua.

Adegan favoritku waktu bagian Leo bilang “don't run anymore, Darling” udah ya. Ambyar aku. Bang Leo, biarkanlah Saras lari, karena masih ada aku yang akan tetap ada di sampingmu ㅋㅋㅋ.

Oh iya, aku pribadi masih butuh penjelasan mengenai apa yang terjadi di Namaaz Dining. Sebab menurutku ini penting karena ada kaitannya dengan bagaimana penulis memutuskan mengakhiri salah satu persoalan antar tokoh.

Di samping romansanya, Better Than This ini juga menyampaikan nilai di mana pilihan yang sebenarnya jelas ada di diri kita masing-masing. Lakukan apa yang mau kamu lakukan.

Saat ini, aku sangat menanti Always. Gemes sama sneak peeknya! >_< .
Profile Image for Elisabeth Beatrice.
161 reviews8 followers
September 26, 2018
Final Review~

"Cinta itu adalah ketika dua orang bersama dalam posisi yang setara. Berbeda, tapi saling melengkapi. Bersama-sama, tapi nggak membuat lebur perbedaan mereka." - Pg. 151

Selesai! Seru banget baca cerita ini dari sudut pandang Saras. Seringnya sih mau ngakak sembari jitak si Saras soalnya bisa dengan gampangnya kepancing sama taruhannya si Morrie.

Terus pas Leo nggak mau diajak putus dan malah ngajak Saras pacaran beneran plus reaksinya Saras yang kayak orang kebakaran jenggot juga jadi hiburan tersendiri. Well, gak disangka sebenernya Saras & Leo udah pernah bertemu bahkan main bareng waktu mereka masih kecil dulu.

Paling favorit tentu aja Panji. Sahabat Saras yang satu ini bener-bener terbaik bangetlah. Apalagi kalo udah mendadak jadi bijak, beuuuh keren. Leo aja lewat..... *ehhh

Kali ke2 baca cerita kak @pramyths setelah After Wedding memberikan warna tersendiri saat baca Better Than This ini. Pokoknya pas baca sih bikin nggak bisa berenti sampe halaman terakhir.... dan malah ternyata ada kelanjutannya! 😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅

#BookReview #WNRC2018 #IRRC2018 #BOMC2018
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books151 followers
January 4, 2024
Reread 2023:

Setelah 3x baca ulang (aku juga semakin tua, kali pertama baca masih awal 20 dan sekarang hampir akhir 20 hiks) aku merasa si Saras ini harusnya dibanting aja sama Panji. Nyebelin! Wkwkwk heran kenapa Leo bisa jatcin sama Saras, ya? Bocahnya demen kabur-kaburan, aduh. Tapi aku terhibur, sih, sama absurdnya Saras. Cuma kebayang ada orang di dunia nyata kayak gitu, aku pasti berubah jadi nenek lampir macam Morrie saking sebalnya wkwkwk. Terus baca cuplikan Always (sekarang Best of Us) di akhir BTT ini, aku jadi takutttt mau baca. Meskipun tahu Saras-Leo itu akhirnya beneran jadi di BWD, aku tetap takut, huft. Apa aku baca ulang BWD dulu baru ke BoU? Lah makin muter yak~

***

Reread 2021:

Wow! Belum pernah aku sebahagia ini karena punya short term memory. Sebab aku lupa 90% cerita buku ini 🤣 nggak berasa reread, lebih kayak baca baru. Duh, kapan ya Always terbit? :")
Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
August 5, 2019
Hmm yaa lagi2 bisa ketebak endingnya gimana
Entah mengapa merasa kurang aja gtu sama interaksi antara Leo dan Saras
Seperti romance novel pada umumnya sih, tidak terlalu berat
Trus kediktatoran ayahnya Leo pun kaya kurang berasa aja sih, mungkin karena diceritain dr POV Saras jadi kaya susah kali ya?

Untuk penulisannya sih berasa nyaman dibaca kok 😁
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Wiwid Nurwidayati.
29 reviews2 followers
December 18, 2018
Blurb:

Saras tahu Leo membencinya. Sederet gelar positif mulai dari mahasiswa berprestasi nasional, kesayangan dosen, cowok tampan pujaan kita bersama dan senior tingkat 4 yang terancam lulus dengan predikat summa cum laude, cukuplah untuk membuat Leo risi dengan keberadaan cewek malas, nyolot, bodoh,tukang taruhan, kuliah di Fakultas Hukum tapi satu-satunya yang dia tahu hanyalah fotografi. Tapi memangnya Saras peduli? Dibenci Leo tak akan membuatnya mati.
.
.
Sayangnya mau tak mau saras harus peduli karena saat ini Leo adalah kunci kehidupan bahagianya. Sebuah taruhan dengan musuh bebuyutannya, Morrie, membuat Saras menjadikan Leo pacarnya. berbagai strategi dipakai. Rayuan mulai dilancarkan. Hasilnya? Tentu saja gagal.
.
.
Menepis seluruh rasa benci dan malunya, Saras akhirnya meminta bantuan. Ekspresi santun dan pasrah dia pasang, meskipun mulut tajam Leo sering membuatnya berang. Taruhan selesai, Saras menang. Tapi masalah tak berhenti di sana.
.
.
"Kita memulai dengan caramu. Tapi sekarang kita pakai caraku. I love you. Kamu mau jadi pacarku beneran?" Sejauh yang Sarah tahu, harusnya cewek senang saat ada pria yang mengucapkan cinta. Tapi, ini justru sebaliknya. Saras Terjebak dalam permainanya sendiri. Semakin lama Leo semakin membuatnya ngeri. Saras harus bagaimana?

Karakter tokoh utama:
Leo : smart, tahu apa yang diinginkannya, sedikit angkuh, pantang menyerah
.
Saras : Mahasiswa Fakultas Hukum yang sering bolos, perempuan cerdas tapi malas, tukang yolot, seenak gue, tukang taruhan, cenderung egois.
.
.
Novel yang menggunakan alur maju ini bertema utama tentang percintaan antara Leo dan Saras. Berawal dari tantangan-tantangan yang berakhir dengan rasa cinta yang sesungguhnya.
.
.
Cinta terkadang memang membuat orang terlihat bodoh atau egois atau bahkan justru menyakiti.
.
.
Novel yang diceritakan dengan alur maju ini konflik dan karakternya hidup banget. Saya bisa merasa sebal dan jengkel dengan segala karakter Saras. Dan bisa merasa iba dan juga sebal dalam satu waktu dengan sikap Leo.

Sebagian besar novel ini mengambil latar di lingkungan kampus, sesekali rumah dan kost Leo.
.
.
Pesan apa sih yang mau disampaikan penulis? Saya sih nangkepnya, begini: Kejar apa yang kamu cintai dan kamu inginkan, lalui rintangan, jangan biarkan kesempatan itu lewat begitu saja atau kau akan menyesalinya.
.
.
Finally, endingnya bikin deg-degan karena sikap Saras yang masih mengedepankan egonya. Bagaimana dong kalau Saras masih egois, sombong? Apa dia nggak mikirin perasaan Leo?

Star 3.5/5
Profile Image for Nurul.
311 reviews38 followers
April 15, 2018
Novel ini nyeritain tentang dua orang yang saling benci bisa dibilang musuh bebuyutan gitu dah. Saras sama Leo. Si Saras ini ciri-ciri mahasiswa abadi sih ya karna dia males-malesan, terus suka bolos dan nggak berprestasi sama sekali. Kerjaannya bikin masalah terus ke orang-orang sekitarnya. Beda banget dari Saras, Leo ini mahasiswa kesayangan dosen. Berprestasi. Pinter. Ganteng. Jago olahraga. Irit ngomong dll. Terus si Saras ini minta tolong Leo buat jadi pacarnya karna taruhan dan Leo oke-oke aja walaupun sempet nolak. Tapi, Saras malah kejebak sama permainannya sendiri. Ditambah lagi mereka ternyata dijodohin.
.
Tbh, saya itu orang yang nggak suka sama cerita yang si cowok berprestasi, ganteng, atletis, idola semua cewek di kampus, ketua DPM udah kayak nggak ada kurangnya dan dia pacaran sama cewek yang nggak famous, biasa-biasa aja, bahkan nggak berprestasi. Itu ngayal parah. Tapi nggak tau kenapa itu gak berlaku buat ni novel.
.
Mungkin karna gaya nulisnya penulis asik kali ya, banyak humornya juga yang suka bikin ketawa. Ditambah lagi relateable dan karakter yang terasa hidup. Apalagi di dunia perkuliahan.
.
Tapi, saya nggak tau ya si Saras ini bodoh atau gimana. Kesel aja dia kayak nggak berdaya pas Morrie dengan enaknya bikin taruhan tanpa persetujuan dia dan dia malah oke-oke aja haduh.
.
Alurnya juga nggak lambat dan nggak cepet juga. Tapi bikin saya nggak bisa berenti baca. Dialog tokoh-tokohnya juga natural dan ngalir.
.
Ada beberapa kekurangan sih kayak typo wajar lah ya lagi pula nggak banyak-banyak amat.
.
Dan buat penjelasan tentang fotografi juga belum secara mendalam. Padahal saya berharapnya setiap pertemuan Saras sama Jerro itu bahas tentang fotografi yang bikin keduanya sama-sama nyaman. Ya iya sih emang bahas tapi kayak kurang aja gitu hahaha ribet emang dah
.
Terus kayak masih ada pertanyaan yang nggak terjawab sampai ending, tapi ya mungkin karna ada lanjutannya kali ya jadi mungkin kejawabnya nanti di buku kedua.
.
Kayak Riza gimana itu dia kagak ada kabarnya lagi, padahal kan kalo bukan karna dia ya nggak mungkin ada taruhan. Terus kayak Nanda terus gimana akhirnya dan buat Jerro saya kira dia bakalan lebih usaha lagi buat dapetin Saras tapi ternyata enggak. Penonton kecewaaaa.
.
Buat endingnya, yaa karna ada lanjutan jadi ngegantung gitu. Tapi gapapa saya tunggu buku keduanya.
.
Last but not least, saya kasih 4 bintang buat novel ini karna bikin saya enjoy bacanya.
Displaying 1 - 30 of 130 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.