What do you think?
Rate this book


82 pages, Paperback
First published July 31, 2017
bahwa sumber segala kisah adalah kasih;
bahwa ingin berasal dari angan;
bahwa ibu tak pernah kehilangan iba;
bahwa segala yang baik akan berbiak;
Dongeng Puisi
Jam 3 pagi Waktu Indonesia Bagian Kopi
lampu tidur di matanya menyala kembali.
Hujan tinggal bekas dan kopi sudah jadi miras.
Lubang Kopi
Pesan Ibu: Yang kauperlukan hanya tidur
yang cukup, pikiran yang jernih, dan hati
yang pasrah.
Yang
"Ini kolom cinta, bukan kolom agama.
Di kolom ini agama adalah tangan
yang selalu terbuka, pelukan penyembuh luka."
Kolom Agama
Ia membungkus pisau dengan namaMu.
Ia ingin melukai Kau dengan melukaiku.
Pisau
Kamus Kecil
Saya dibesarkan oleh bahasa Indonesia
yang pintar dan lucu walau kadang rumit
dan membingungkan. Ia mengajari saya
cara mengarang ilmu sehingga saya tahu
bahwa sumber segala kisah adalah kasih;
bahwa ingin berawal dari angan;
bagwa Ibu tak pernah kehilangan iba;
bahwa segala yang baik akan berbiak;
bahwa orang ramah tidak mudah marah;
bahwa seorang bintang harus tahan banting;
bahwa untuk menjadi gagah kau harus gigih;
bahwa terlampau paham bisa berakibat hampa;
bahwa orang lebih takut kepada hantu
ketimbang kepada tuhan;
bahwa pemurung tidak pernah merasa
gembira, sedangkan pemulung
tidak pelnah melasa gembila;
bahwa lidah memang pandai berdalih;
bahwa cinta membuat dera berangsur reda;
bahwa orang putus asa suka memanggil asu;
bahwa amin yang terbuat dari iman
menjadikan kau merasa aman.
Bahasa Indonesiaku yang gundah membawaku
ke sebuah paragraf yang menguarkan
bau tubuhmu. Malam merangkai kita
menjadi kalimat majemuk bertingkat
yang hangat di mana kau induk kalimat dan aku
anak kalimat. Ketika induk kalimat bilang pulang,
anak kalimat paham bahwa pulang adalah masuk
ke dalam palung. Ruang penuh raung,
Segala kenang tertidur di dalam kening.
Ketika akhirnya matamu mati, kita sudah
menjadi kalimat tunggal yang ingin tetap
tinggal dan berharap tak ada yang bakal tanggal.
(2014)
Sajak Balsem untuk Gus Mus
Akhir-akhir ini banyak
orang gila baru berkeliaran, Gus
Orang-orang yang hidupnya
terlalu kenceng dan serius.
Seperti bocah tua yang fakir cinta.
Saban hari giat sembahyang.
Habis sembahyang terus mencaci.
Habis mencaci sembahyang lagi.
Habis sembahyang ngajak kelahi.
Dikit-dikit marah dan ngambek.
Dikit-dikit senggol bacok.
Hati kagak ada rendahnya.
Kepala kagak ada ademnya.
Menang umuk, kalah ngamuk.
Apa maunya? Maunya apa?
Dikasih permen minta es krim.
Dikasih es krim minta es teler.
Dikasih teler minta teler.
Kita sih hepi-hepi saja, Gus.
Ngeteh dan ngebul di beranda
bersama khong guan isi rengginang.
Menyimak burung-burung
bermain puisi di dahan-dahan.
Menyaksikan matahari
koprol di ujung petang.
Bahagia adalah memasuki hatimu
yang lapang dan sederhana.
Hati yang seluas cakrawala.
(2016)
Pisau
Ia membungkus pisau dengan namaMu.
Ia ingin melukai Kau dengan melukaiku.
(2016)