Jump to ratings and reviews
Rate this book

Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi

Rate this book
Bahasa Indonesiaku yang gundah membawaku ke sebuah paragraf yang menguarkan bau tubuhmu. Malam merangkai kita menjadi kalimat majemuk bertingkat yang hangat di mana kau induk kalimat dan aku anak kalimat. Ketika induk kalimat bilang pulang, anak kalimat paham bahwa pulang adalah masuk ke dalam palung. Ruang penuh raung. Segala kenang tertidur di dalam kening. Ketika akhirnya matamu mati, kita sudah menjadi kalimat tunggal yang ingin tetap tinggal dan berharap tak ada yang bakal tanggal.

82 pages, Paperback

First published July 31, 2017

64 people are currently reading
927 people want to read

About the author

Joko Pinurbo

43 books363 followers
Joko Pinurbo (jokpin) lahir 11 Mei 1962. Lulus dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1987). Kemudian mengajar di alma maternya. Sejak 1992 bekerja di Kelompok Gramedia. Gemar mengarang puisi sejak di Sekolah Menengah Atas. Buku kumpulan puisi pertamanya, Celana (1999), memperoleh Hadiah Sastra Lontar 2001; buku puisi ini kemudian terbit dalam bahasa Inggris dengan judul Trouser Doll (2002). Ia juga menerima Sih Award 2001 untuk puisi Celana 1-Celana 2-Celana 3. Buku puisinya Di Bawah Kibaran Sarung (2001) mendapat Penghargaan Sastra Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional 2002. Sebelumnya ia dinyatakan sebagai Tokoh Sastra Pilihan Tempo 2001. Tahun 2005 ia menerima Khatulistiwa Literary Award untuk antologi puisi Kekasihku (2004). Buku puisinya yang lain: Pacarkecilku (2002), Telepon Genggam (2003), Pacar Senja (2005), Kepada Cium (2007), dan Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung (2007). Selain ke bahasa Inggris, sejumlah sajaknya diterjemahkan ke bahasa Jerman. Sering diundang baca puisi di berbagai forum sastra, antara lain Festival Sastra Winternachten di Belanda (2002). Oleh pianis dan komponis Ananda Sukarlan sejumlah sajaknya digubah menjadi komposisi musik.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
280 (33%)
4 stars
376 (44%)
3 stars
162 (19%)
2 stars
16 (1%)
1 star
9 (1%)
Displaying 1 - 30 of 154 reviews
Profile Image for MAILA.
481 reviews120 followers
May 18, 2018
Misal Aku datang ke rumahmu
dan kau sedang khusyuk berdoa,
akankah kau keluar dari doamu
dan membukakan pintu untukKu?




brengseeeeeeeeekk T______T

#rekomen
Profile Image for Teguh.
Author 10 books334 followers
July 28, 2017
Saya akui Jokpin selalu pandai dan 'asu' kalau sudah urusan mengotak-atik kata. Terbukti dalam buku sajak terbarunya ini. Seolah menulis sajak begitu mudah, menyenangkan, tidak butuh diksi yang meliuk-liuk.

Tapi dalam buku ini saya menyukai bagian ketika Jokpin bermain-main dengan bahasa Indonesia. Dan sajak favorit saja adalah Kamus Kecil

.......
bahwa sumber segala kisah adalah kasih
bahwa ingin berawal dari angan
bahwa ibu tak pernah kehilangan iba
bahwa segala yang baik akan berbiak
bahwa orang ramah tidak mudah marah
bahwa untuk menjadi gagah kau harus gigih
bahwa terlampau paham bisa berakibat hampa
bahwa orang lebih takut kepada hantu, ketimbang kepada tuhan
bahwa pemurung tidak pernah merasa gembira, sedangkan pemulung tidak pelnah melasa gembila
bahwa lidah memang pandai berdalih
bahwa cinta membuat dera berangsur reda
bahwa orang putus asa suka memanggil asu
bahwa amin yang terbuat dari iman, menjadikan kau merasa aman


atau sindiran Jokpin perihal keberagamaan, paling suka di puisi Pemeluk Agama

"Sungguh saya pemeluk agama, Tuhan."
"Tapi Aku lihat kamu gak pernah memeluk. Kamu malah menghina, membakar, merusak, menjual agama."


PISAU
Ia membungkus pisau dengan namaMU
Ia ingin melukai Kau dengan melukaiku

terima kasih Jokpin, tapi bagian puisi bahasa Indonesia-nya kuraaaang banyaaaaak. Dan bukunya terlalu tipis. Kuraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang.
Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
August 15, 2017
Kumpulan puisi Joko Pinurbo. Beberapa puisinya sudah pernah saya dengar di Makassar International Writers Festival. Akhirnya mereka dituangkan juga ke dalam satu buku. Temanya banyak tentang permainan kata,

bahwa sumber segala kisah adalah kasih;
bahwa ingin berasal dari angan;
bahwa ibu tak pernah kehilangan iba;
bahwa segala yang baik akan berbiak;

Dongeng Puisi


kopi,

Jam 3 pagi Waktu Indonesia Bagian Kopi
lampu tidur di matanya menyala kembali.
Hujan tinggal bekas dan kopi sudah jadi miras.

Lubang Kopi


tidur,

Pesan Ibu: Yang kauperlukan hanya tidur
yang cukup, pikiran yang jernih, dan hati
yang pasrah.

Yang


serta agama dan Tuhan,


"Ini kolom cinta, bukan kolom agama.
Di kolom ini agama adalah tangan
yang selalu terbuka, pelukan penyembuh luka."

Kolom Agama

Ia membungkus pisau dengan namaMu.
Ia ingin melukai Kau dengan melukaiku.

Pisau


Membaca Buku Latihan Tidur ini sungguh merupakan kenikmatan tersendiri. Di satu puisi, saya bisa terbahak-bahak karena guyonan JokPin. Di puisi lainnya, saya manggut-manggut sepedapat dengan pengamatan JokPin.

Kesimpulan: buku ini adalah buku puisi yang wajib kamu baca. Dan kalau punya teman (atau bahkan kamu sendiri) yang menganggap kalau puisi itu (harus) susah, mungkin buku ini bisa membantu mematahkan pendapat tersebut.
Profile Image for raafi.
933 reviews452 followers
April 28, 2018
Aku harus terus bersyukur karena waktu luang yang kupakai kugunakan untuk membaca. Seperti ketika berjalan pulang setelah menghadiri pesta pernikahan lebih-dari-teman di Citayam, Kabupaten Bogor. Aku lantas membaca buku ini yang sudah berada di urutan paling bawah platform baca buku digital, Gramedia Digital.

Tanpa waktu luang yang diberikan itu, aku mungkin tiada serius membaca buku ini. Buku pertama penyair satire kenamaan yang kubaca. Dan, entahlah, aku suka sekali dengan puisi-puisinya yang begitu ringan, begitu menyentil, bikin berpikir sejenak sebagai reaksi atas satire sentilannya. Aku terus membaca dan terus tersentil. Aku terus mengeja di dalam kereta dan terus merana dengan kata-katanya.

Satu puisi yang paling menyentil judulnya "Kenangan" (2016) pada halaman 64. Mungkin aku akan mulai membaca karya-karyanya yang lain agar terus tersentil. Semoga waktu luang itu diberikan lagi.

Dan hari ini, 28 April, bertepatan dengan Hari Puisi Nasional. Semoga pembacaan buku ini bisa jadi perayaan yang kecil-kecilan berbonus sentilan. Jadi, selamat Hari Puisi Nasional!
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
July 31, 2017
Saya sedang mencari-cari alternatif bacaan, ketika mataku terantuk pada buku digital bersampul hitam ini. Buku Latihan Tidur, katanya. Mungkin cocok dijadikan pengantar tidur.

Nyatanya tidak. Saya malah terpukau, membaca baris demi baris, halaman demi halaman. Favorit saya ada dua, Kamus Kecil dan Pemeluk Agama . Apik sekaligus menohok.

Ini pertama.kali saya membaca kumpulan puisi Jokpin. Dan membuat saya ingin mencari puisi-puisii lainnya.
Profile Image for Rose Gold Unicorn.
Author 1 book143 followers
October 13, 2017
Personifikasinya kuat sekali.
Memanusiakan hal-hal abstrak
Memanusiakan benda-benda mati
Bahkan memanusiakan kata-kata

Beberapa puisi kampretnya kebangetan. Jenaka sekaligus satire. Kampret lah pokoknya!
Profile Image for Sulin.
333 reviews57 followers
October 22, 2017
Buku yang ditulis dengan diksi sederhana, dengan permainan kata sedemikian rupa hebatnya.
Puisi dengan pemilihan kata yang tidak muluk. Isinya sinkron dengan kepayahan dan riuhnya Indonesia saat ini.

Beberapa puisi membuat saya kepikiran beli-tidak-beli-tidak sebagian pendek, sebagian seperti rel kereta. Harganya cukup mahal. Enam Puluh Tiga Ribu Rupiah, Enam Puluh Delapan Lembar, rata-rata Seribu Rupiah harga untuk tiap sajaknya. Tapi kita semua tahu, bahwa toh kata yang dicomot dari Kamus Bahasa Indonesia yang tebalnya bukan main lalu dirangkai sedemikian rupa, tidak bisa ditakar nilainya dengan angka, dengan mata uang lebih tepatnya.

Sampai pada suatu hari saya melangkahkan kaki ke kasir, dengan buku ini dan Pedro Paramo di tangan. Membayar tunai, menyobek segel buku hitam yang setipis kerupuk ini, lalu hanyut.

Buku yang tidak bisa dibaca sekali duduk, harus konsentrasi, supaya kalimatnya tak lekang, supaya saya bisa menyelami dalamnya hati Jokpin. Beliau menulis dengan penuh konsentrasi, saya pun akan menghargainya dengan membaca dengan penuh konsentrasi. Dan tawa. Lebih banyak tawa.

Enam Puluh Tiga Ribu, tidaklah mengapa. Beberapa puisi di bawah ini yang mungkin juga membuatmu ingin mengambil buku ini dari rak toko buku. Namun, jangan kecewa bila persediaan habis.

Kamus Kecil

Saya dibesarkan oleh bahasa Indonesia
yang pintar dan lucu walau kadang rumit
dan membingungkan. Ia mengajari saya
cara mengarang ilmu sehingga saya tahu
bahwa sumber segala kisah adalah kasih;
bahwa ingin berawal dari angan;
bagwa Ibu tak pernah kehilangan iba;
bahwa segala yang baik akan berbiak;
bahwa orang ramah tidak mudah marah;
bahwa seorang bintang harus tahan banting;
bahwa untuk menjadi gagah kau harus gigih;
bahwa terlampau paham bisa berakibat hampa;
bahwa orang lebih takut kepada hantu
ketimbang kepada tuhan;
bahwa pemurung tidak pernah merasa
gembira, sedangkan pemulung
tidak pelnah melasa gembila;
bahwa lidah memang pandai berdalih;
bahwa cinta membuat dera berangsur reda;
bahwa orang putus asa suka memanggil asu;
bahwa amin yang terbuat dari iman
menjadikan kau merasa aman.

Bahasa Indonesiaku yang gundah membawaku
ke sebuah paragraf yang menguarkan
bau tubuhmu. Malam merangkai kita
menjadi kalimat majemuk bertingkat
yang hangat di mana kau induk kalimat dan aku
anak kalimat. Ketika induk kalimat bilang pulang,
anak kalimat paham bahwa pulang adalah masuk
ke dalam palung. Ruang penuh raung,
Segala kenang tertidur di dalam kening.
Ketika akhirnya matamu mati, kita sudah
menjadi kalimat tunggal yang ingin tetap
tinggal dan berharap tak ada yang bakal tanggal.
(2014)


ada lagi

Sajak Balsem untuk Gus Mus

Akhir-akhir ini banyak
orang gila baru berkeliaran, Gus
Orang-orang yang hidupnya
terlalu kenceng dan serius.
Seperti bocah tua yang fakir cinta.

Saban hari giat sembahyang.
Habis sembahyang terus mencaci.
Habis mencaci sembahyang lagi.
Habis sembahyang ngajak kelahi.

Dikit-dikit marah dan ngambek.
Dikit-dikit senggol bacok.
Hati kagak ada rendahnya.
Kepala kagak ada ademnya.
Menang umuk, kalah ngamuk.

Apa maunya? Maunya apa?
Dikasih permen minta es krim.
Dikasih es krim minta es teler.
Dikasih teler minta teler.

Kita sih hepi-hepi saja, Gus.
Ngeteh dan ngebul di beranda
bersama khong guan isi rengginang.
Menyimak burung-burung
bermain puisi di dahan-dahan.
Menyaksikan matahari
koprol di ujung petang.

Bahagia adalah memasuki hatimu
yang lapang dan sederhana.
Hati yang seluas cakrawala.
(2016)


Terakhir ya,

Pisau

Ia membungkus pisau dengan namaMu.
Ia ingin melukai Kau dengan melukaiku.
(2016)


Sudah ya itu saja jangan minta lagi, kalau tertarik beli saja bukunya.
Kitab hitam ini sangat keren kok bila dipajang di rak buku atau bufet ruang tamu.
Profile Image for Ghea.
26 reviews18 followers
April 12, 2020
Buku puisi yang menenangkan dan memberi senyum di hari yang memusingkan ini. Salah satu bait favorit saya adalah "Marilah kepadaku, hai Joko yang berbeban cita-cita dan tumpukan ilmu, aku akan membasuhmu dan menyegarkan mimpimu."
Profile Image for Marina.
2,042 reviews361 followers
August 16, 2017
** Books 245 - 2017 **

3,7 dari 5 bintang!

Saya melihat teman-teman saya antusias sekali membaca buku yang satu ini hingga pada akhirnya ada yang merekomendasikan buku ini di Goodreads untuk saya baca. Terimakasih Biondy Alfian

haha dan ternyata saya menyukai isi dari buku puisi terutama yang menohok ke saya mengenai kemacetan di Jakarta dan masalah agama! Buku ini rasanya memuat apa yang saya rasakan namun tidak berhasil saya ungkapkan

Kemacetan Tercinta

... Demi kemacetan tercinta ia rela menjadi tua
di jalan; ia rela melupakan umur
Malam merayap, hujan sebentar lagi tiba
Ia lihat di kaca spion Ibunya tertidur (Halaman 25)

Sebuah cerita untuk Gus Dur

... Saat saya bersiap pulang, tiba-tiba ia bertanya,
"Eh, agamamu apa?" kepala saya tuing-tuing
Saya berpikir apakah kopi tokcer dan kue enak
yang membahagiakan itu mengandung agama
sambil buru-buru undur diri, saya menimpal,
"Tuhan saja tidak pernah bertanya apa agamaku" (Halaman 44)

Terimakasih Scoop Premium!
Profile Image for ucha (enthalpybooks) .
201 reviews3 followers
September 1, 2017
kata-kata
kopi
agama
senja
hujan
puisi
Joko
ibu
Jogja
rahasia
kenangan
jendela
.
.
kopi,
ibu,
"Selamat malam, Bu, Semua kopi menyayangimu."
Profile Image for Andita.
312 reviews4 followers
August 4, 2020
Selalu senang membaca puisi-puisi Joko Pinurbo. Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi, ini memiliki isi puisi yang sangat menarik. Setiap kata yang dipilih Joko Pinurbo yang kemudian dirangkainya menjadi puisi yang menakjubkan sungguh sangat tepat, sempat berpikir mungkin ini perpaduan puisi dan pantun.

Hal yang paling menarik dari kutipan puisinya yaitu :

Misal

Misal Aku datang ke rumahmu
dan kau sedang khusyuk berdoa,
akankah kau keluar dari doamu
dan membukakan pintu untukKu?
(2016)

HEIII!! Aku merasa bahwa puisi ini benar-benar menahanku untuk sesaat, entahlah.
Profile Image for Ariel Seraphino.
Author 1 book52 followers
May 15, 2018
Kau tidak akan bisa tidak suka pada karya-karya Jokpin. Di sini dia bermain kata-kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki susunan huruf sama dengan makna yang berbeda. Semua seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari ciri khas puisi Jokpin yang sederhana, lugu dan bisa jadi memang apa adanya.
Profile Image for amrifaizalm.
23 reviews
December 7, 2025
Pertama kali baca buku puisi secara penuh. Joko Pinurbo ini mampu meracik kata yang biasa menjadi indah. Membuat kalimat dengan komposisi kata yang sebenernya tidak menyambung, tapi jadi selaras. Meski beberapa puisinya memang susah dipahami.
Profile Image for Syifa Hana.
96 reviews19 followers
December 12, 2020
kudedikasikan sebagian suka untuk pak jokpin alias lagi lagi beliau berhasil membuat hati jatuh dengan permainan katanya.
Profile Image for Zulfasari.
50 reviews6 followers
August 8, 2017
Menikmati karya Jokpin sama seperti menikmati rajutan kata yang entah kapan rampungnya. Selalu ada cara untuk menyandingkan satu kata dengan kata lain.

Tipis memang, tapi sesuai dengan judulnya "Buku Latihan Tidur", mungkin nanti malam semua bunyi dan kata yang muncul dalam kumpulan puisi ini bisa menemani tidur saya sekaligus muncul di sela-sela mimpi.
Profile Image for Jonas Vysma.
30 reviews32 followers
July 9, 2018
Jokpin benar-benar asu
asu benar-benar bukan jokpin
joko pin, joko pun pin, pun joko pinurbo
joko berkata, bahwa kata tidak berjoko
5 reviews1 follower
October 30, 2019
....

"bahwa lidah memang pandai berdalih;
bahwa cinta membuat dera berangsur reda;
bahwa orang putus asa suka memanggil asu;
bahwa amin yang terbuat dari iman
menjadikan kau merasa aman."



- Pertama tahu soal Joko Pinurbo waktu mas Tito bikin story buku srimenanti, langsung tertarik dan beli bukunya. baca - baca dan baca langsung dilahap. Dari situ semakin jatuh cinta sama eyang Sapardi dan pak Jokpin pribadi tentunya. Dari Srimenanti jadi pengen baca lagi karya beliau, dan pilihan pertama jatuh di buku ini. Kupikir buku puisi itu berat, ternyata buku ini sangat menarik dan menggelitik
Profile Image for Puri Kencana Putri.
351 reviews43 followers
September 3, 2017
Ini buku yang pas untuk dihabiskan sebelum akhir pekanmu selesai, dan kau akan berhadapan dengan para kolega yang membosankan, bos yang tak tahu arah, kemacetan yang sama seperti hari hari kerja pada umumnya.

Setidaknya selain kudapan rengginang di dalam kaleng Khong Guan, Jokpin mengingatkan kita bahwa ada 3 perkara untuk menjalani hidup yang pada umumnya ini: "tidur yang cukup, pikiran yang jernih, dan hati yang pasrah," (Yang, Pinurbo, 2017, hal. 7).

Saya tahu saya banyak menggunakan sambungan 'yang' diresensi ini. Setidaknya itu tidak akan membuat Jokpin berkata, "Kesehatanmu lho, mbak."
Profile Image for Hëb.
172 reviews7 followers
January 15, 2021
Buku puisi dari Jokpin yang paling ciamik yang pernah kubaca -jauh lebih menyenangkan dan punya sensasi berbeda ketimbang "Celana" dan "Selamat Menunaikan Ibadah Puisi". Buku ini menyajikan gaya berpuisi Jokpin yang sejak dulu kukagumi; permainan rima dan diksi dan metafora yang tak biasa.

Kalau pada buku "Selamat Menunaikan Ibadah Puisi" Jokpin berulang kali menyebut kata 'ranjang', di buku ini ia banyak menyebut kata 'kopi'. Pun, ia banyak berpuisi soal ibu dan agama -yang terakhir ini cukup membuatku tergelitik dan berkontemplasi karena disajikan dengan jenaka dan reflektif.
Profile Image for Readbyay.
33 reviews3 followers
February 13, 2021
Aku yang mudah goyah dan tak berpendirian teguh tertampar oleh empat baris puisi.



"Misal aku datang ke rumahmu
dan kau sedang khusyuk berdoa,
akankah kau keluar dari doamu dan membukakan pintu untukKu?"
Profile Image for Novita Dwi Riyanti .
149 reviews4 followers
September 19, 2021
⭐️2.5
Entah karena akunya gak terbiasa dalam membaca buku tentang puisi atau malah memang kata-kata yg digunakan dalam buku ini sengaja dibuat membingungkan 😭
Profile Image for Rin.
Author 1 book17 followers
August 30, 2022
Aku jarang baca kumpulan puisi, tetapi aku cukup suka yang ini. Beberapa puisinya berhasil menyentuh dan menohokku. Lumayan juga dibaca di waktu luang. 💜
Profile Image for Stef.
590 reviews190 followers
August 20, 2017
"Urip iku mung mampir ngopi".
Displaying 1 - 30 of 154 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.