Jump to ratings and reviews
Rate this book

Apa Pun selain Hujan

Rate this book
Wira membenci hujan. Hujan mengingatkannya akan sebuah memori buruk, menyakitinya....
 
Agar bisa terus melangkah, Wira meninggalkan semuanya. Ia meninggalkan kota tempat tinggalnya. Meninggalkan mimpi terbesarnya. Bahkan, meninggalkan perempuan yang disayanginya.

Namun, seberapa pun jauh langkah Wira meninggalkan mimpi, mimpi itu justru semakin mendekat. Saat ia sedang berusaha keras melupakan masa lalu, saat itulah ia bertemu Kayla.

Pertemuan itu mengubah segalanya.

Sebuah novel tentang melepaskan mimpi di bawah hujan. Tentang cinta yang diam-diam tumbuh bersama luka. Juga tentang memaafkan diri sendiri.

296 pages, Paperback

First published April 22, 2016

46 people are currently reading
751 people want to read

About the author

Orizuka

29 books1,743 followers
Books written by Orizuka:

1. Me & My Prince Charming (Puspa Swara, 2005)
2. Summer Breeze (Puspa Swara, 2006)
3. Duhh... Susahnya Jatuh Cinta...! (Tanda Baca, 2006)
4. Miss-J (Tanda Baca, 2006)
5. High School Paradise (Puspa Swara, 2006)
6. Fight for Love! (Puspa Swara, 2007)
7. High School Paradise 2nd Half: Love United (Puspa Swara, 2008)
8. The Truth about Forever (Gagas Media, 2008)
9. 17 Years of Love Song (Puspa Swara, 2008)
10. The Shaman (Gagas Media, 2008)
11. FATE (Authorized Books, 2010)
12. Our Story (Authorized Books, 2010)
13. Infinitely Yours (Gagas Media, 2011)
14. Oppa & I (Penerbit Haru, 2011)
15. I FOR YOU (GagasMedia, 2012)
16. Best Friends Forever: High School Paradise Golden Goal (Puspa Populer, 2012)
17. With You (GagasMedia, 2012)
18. After School Club (Bentang Belia, 2012)
19. Oppa & I: Love Missions (Penerbit Haru, 2012)
20. The Chronicles of Audy: 4R (Penerbit Haru, 2013)
21. Oppa & I: Love Signs (Penerbit Haru, 2013)
22. The Chronicles of Audy: 21 (Penerbit Haru, 2014)
23. INTERTWINE (Penerbit Haru, 2015)
24. The Chronicles of Audy: 4/4 (Penerbit Haru, 2015)
25. Apa Pun selain Hujan (GagasMedia, 2016)
26. The Chronicles of Audy: O2 (Penerbit Haru, 2016)
27. Momiji (Penerbit Inari, 2017)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
155 (25%)
4 stars
261 (43%)
3 stars
154 (25%)
2 stars
24 (3%)
1 star
10 (1%)
Displaying 1 - 30 of 124 reviews
Profile Image for Putri Review.
74 reviews13 followers
June 19, 2016
Actual score : 3,6 from 5 stars

Baca lebih lengkap review novel ini di blog Putri Review : Bertarung Dengan Trauma dalam novel "Apa Pun Selain Hujan" by Orizuka

Berbeda dari beberapa penulis yang saya tahu sebagai pribadi yang sangat perfeksionis (cenderung procrastinator), Orizuka menjelma menjadi primadona penerbit2 lokal dengan kepiawaiannya menyusun cerita secara konsisten dan produktif--belum lagi penggemarnya yang memang banyak dan jelas mendongkrak penjualan.

Satu-dua karya Orizuka yang pertamakali saya baca cukup membuat saya tertawa, namun untuk selanjutnya, saya harus jujur, mulai terasa kurang mengejutkan. Saya seakan sudah bisa membayangkan tipe cerita apa yang akan Orizuka rangkai, dan untuk saya, itu cukup membuat proses membaca jadi sedikit memberatkan.

Jangan salah, saya tahu bahwa penulis yang bertahan pada satu genre tertentu sepanjang karir penulisannya bukanlah hal baru. Dan tidak selalu berarti Orizuka harus berimprovisasi, mungkin sayalah yang memang sudah berkembang dan harus berganti ke buku dengan genre/gaya penulisan berbeda. Tapi saya melihat banyak potensi pada Orizuka yang begitu giat menulis, jadi saya hanya mengungkapkan hal ini sebagai bentuk kepedulian semata. Mungkin, di antara karya2 romcom yang biasa diproduksi olehnya, Orizuka bisa mulai mengendapkan satu-dua ide untuk waktu yang lebih lama dari biasanya, supaya ceritanya memiliki kedalaman dan 'rasa' yang berbeda.

Untuk novel Apa Pun Selain Hujan, saya mengagumi survey yang Orizuka libatkan di dalam kisahnya. Saya seakan bisa melihat tempat-tempat wisata Malang, Universitas Brawijaya, detail tentang Taekwondo, sampai gaya bicara mahasiswa-mahasiswa Malang yang keras dan medok. Untuk yang satu ini, pengalaman memang tak bisa dibohongi, Orizuka menggelar latar dan detail ceritanya dengan begitu apik, informatif, dan mudah untuk dinikmati.

Adapun yang mengganjal untuk saya adalah di bagian plot. Sedari awal, Orizuka sudah menjelaskan bahwa cerita Apa Pun Selain Hujan adalah gabungan dari beberapa hal favoritnya : sebuah lagu K-pop, satu episode mengharukan dari sebuah anime Jepang, kucing, Taekwondo dan kota Malang. Saya sempat sedikit khawatir tentang bagaimana kelima hal random tersebut dikombinasikan, dan memang, pada akhirnya, saya merasa kurang puas dengan beberapa elemen plot.

Yang pertama, awalnya saya cukup terbawa dengan kerapuhan Wira. Saya bisa mengerti trauma dan ketakutan yang dia rasakan setelah sahabatnya dinyatakan meninggal karena dirinya--meskipun itu merupakan kecelakaan. Satu-dua kali Wira terlihat panik dan bersikap frantic karena hujan (atau apapun yang mengingatkan akan taekwondo dan Faiz), saya masih bisa simpati. Namun entah mengapa makin lama saya menjadi lelah dengan kegalauan Wira. Apalagi setelah mencapai bagian dimana Wira mendadak berminat untuk berlatih lagi karena tahu Nadine (sahabatnya dan alm. Faiz) yang dulu sempat berjanji untuk tidak menyentuh Taekwondo lagi, ternyata sudah ikut bertanding. Awalnya saya pikir, alasan utama Wira tidak ingin menekuni Taekwondo sama dengan alasannya tak menyukai hujan : karena trauma dengan kematian Faiz. Perihal janjinya dengan Nadine, bukankah hanyalah penyedap rasa cerita saja? Saya pikir, kalau memang traumanya serius, seharusnya Nadine kembali berlatih ataupun tidak, Wira tak akan mengambil keputusan secepat dan semudah itu.

Yang kedua, beberapa bagian cerita masih terasa dibuat sedemikian mungkin untuk memaksa agar unsur romannya ada. Contohnya adalah bagian dimana Kayla mendadak sok kenal dengan menyatakan bahwa Wira ikut bertanggungjawab atas kesejahteraan si kucing Sarang, sampai2 memaksa Wira ikut ke klub Taekwondo dan mengurusnya bersama--padahal mereka tidak sekampus, kenal saja baru sehari. Roman ala drama korea tidaklah buruk, terbukti sampai sekarang pun masih menjadi plot andalan di cerita dan roman lainnya. Hanya saja, saya merasa, untuk Wira yang menjadi ekstra curiga dan pesimis setelah trauma Faiz, seharusnya Wira paling tidak menolak dan tidak mengacuhkan Kayla barang sekali saja--meskipun Kayla diceritakan manis dan menjadi idola banyak pria.

Last but not least, terlepas dari ganjalan yang saya ungkapkan di atas, Apa Pun Selain Hujan adalah novel yang sangat layak untuk dibaca, terutama untuk orang-orang yang tertarik dengan kota Malang, Universitas Brawijaya dan Taekwondo.
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
June 8, 2016
"Ia tidak bisa. Walaupun nama dan segala hal tentang gadis itu tidak bisa dilupakannya, ia harus bisa melupakannya.
Atau, paling tidak, hidup dengan berpura-pura melupakannya.
"
Aku selalu menantikan karya terbaru Orizuka karena ia adalah salah satu penulis lokal favoritku yang bukunya sudah aku baca sejak bertahun-tahun yang lalu. Tidak diragukan lagi, aku tetap menikmati gaya penulisan Orizuka yang manis dan mengalir dengan baik. Kisahnya terpusat pada karakter Wira, yang harus melanjutkan hidup dengan trauma yang terus menghantuinya. Seiring dengan berjalannya cerita, pembaca akan mengikuti perjalanan Wira dalam usahanya untuk berdamai dengan masa lalu dan kembali meraih mimpinya. Aku cukup puas dengan ending-nya yang berhasil membawa Wira ke akar permasalahan yang harus ia selesaikan untuk menyembuhkan hatinya. Dan aku rasa perjalanan hidup Wira bisa menjadi inspirasi bagi orang-orang yang mengalami keterpurukan atas rasa bersalah yang serupa. Di samping konflik utama tersebut, ada pula unsur persahabatan—yang terasa menyenangkan sekaligus menghibur di tengah segala perasaan pahit dan kelam yang dirasakan oleh Wira.
"Sudah beberapa bulan ini, Wira hidup layaknya buronan, yang lari dari segala masalah yang ia buat. Ia meninggalkan dan melupakan semua yang pernah ia miliki. Ia tak berani menoleh ke belakang, juga tak berani diam di tempat.
Karena jika ia diam, ia tak akan punya pilihan lain selain mengingat."
Ada cukup banyak karakter dalam cerita ini, tetapi yang berhasil menjadi favoritku adalah Kayla. Ia adalah seorang perempuan yang kuat, penyayang, dan juga berhasil membuatku tertawa karena ucapannya yang selalu blak-blakan. Aku sangat menyukai ketulusan hatinya yang berhasil mencairkan hati Wira yang selama berbulan-bulan seolah beku. Walaupun tidak menjadi favoritku, aku juga menikmati perkembangan karakter Wira dalam buku ini. Rasanya aku turut bahagia saat Wira berhasil bangkit dari keterpurukannya dan bisa memaafkan dirinya sendiri. Karena menurutku rasa penyesalan dan rasa bersalah adalah perasaan yang paling tidak menyenangkan dan akan sangat membebani hati jika tidak diselesaikan dengan baik. Ada saat-saat ketika aku merasa geregetan dengan karakter Wira yang keras kepala dengan segala pemikirannya; tapi aku rasa itu hal yang wajar jika aku membayangkan diriku berada di posisinya. Karakter Nadine juga berperan sangat besar dalam cerita ini, tetapi aku tidak akan menceritakan terlalu banyak agar tidak spoiler. Karena saat membaca, aku berhasil dibuat penasaran dengan apa yang akan terjadi saat Wira dan Nadine kembali bertemu setelah berbulan-bulan terpisah. Bagi kalian yang juga penasaran, jangan lupa untuk baca sendiri bukunya ;)
"Gadis itu tahu Wira tidak hanya sekadar takut hujan. Gadis itu tahu hujan adalah kelemahan terbesarnya. Gadis itu tahu, maka dari itu ia menantangnya."
Buku ini berhasil memuaskan rasa rinduku terhadap tulisan Orizuka, walaupun sebenarnya aku berharap alur ceritanya bisa membuatku lebih terlibat secara emosional. Kisah yang mengambil setting di Malang ini membuat beberapa karakternya menggunakan bahasa Jawa yang sangat familiar bagiku. Lucu juga rasanya membayangkan Wira yang tidak mengerti sama sekali apa yang sedang dibicarakan oleh teman-teman sekelasnya dalam bahasa Jawa XD. Selain itu aku juga jadi sedikit mengenal dunia taekwondo yang tidak begitu aku ketahui sebelumnya. Akhir kata, aku menikmati buku ini dengan segala manis dan pahitnya. Dan tentunya aku tidak sabar untuk bisa segera membaca karya Orizuka yang selanjutnya :))

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2016/0...
Profile Image for Utha.
824 reviews399 followers
May 8, 2016
Salah satu novel karya Orizuka favorit!
Resensi selengkapnya menyusul...
Profile Image for raafi.
927 reviews449 followers
August 27, 2016
Beri tepuk tangan karena aku menyelesaikan satu buku setebal 280-an halaman dalam sehari. Sepertinya memang sedang ingin membaca buku remaja seperti yang satu ini.

Aku salut bagaimana Orizuka mengemas ceritanya dengan baik. Yakin bahwa dia melakukan risetnya tentang Kota Malang, Batu, dan sekitarnya dengan tidak asal-asalan. Juga tentang detail mata kuliah Teknik Sipil-nya. Lebih-lebih tentang taekwondo!

Kurang sreg dengan sudut pandang orang ketiganya. Terlalu "serba tahu". Terlalu menyebar. Aku pikir bakal rapi untuk hanya satu orang saja. Atau memang lumrah dengan sudut pandang orang ketiga yang seperti itu ya? Hal yang mengganggu selama membaca.

Satu lagi: dramanya keterlaluan. Hampir mau banting buku karena adegan Wira yang nggak jadi-jadi menyalakan kembali ponselnya. Lo cowok kan, Wir?

Terlepas dari semua itu, sangat terbuka untuk membaca karyanya yang lain suatu saat nanti. Ketika semua timbunan di sini habis dibaca--yang entah kapan.

Selengkapnya: http://bibliough.blogspot.co.id/2016/...
Profile Image for Niratisaya.
Author 3 books45 followers
June 2, 2016
4.5!

For the each and every brick that Orizuka has built in this novel and its smoothness as the story delivery its reader (red. me) to the end.

Bravo, Orizuka!

More on my chatter about this novel here
Profile Image for Anisa.
84 reviews7 followers
May 15, 2016
Buku ini salah satu buku yang aku kasih tambahan 1 bintang ketika detik-detik mau tamat.

Awalnya buku ini emang kurang menyita perhatianku karena alurnya lumayan lamban. Tapi ketika konflik utama muncul, ceritanya jadi semakin menarik.

Aku suka ceritanya. Suka isu yang diangkat si penulis tentang hujan dan taekwondo. Nah, salah satu kelebihan penulis yang terkenal (jam terbang nulisnya udah tinggi) mereka selalu bisa menempatkan apa pun sesuai dengan kebutuhannya. Sesuai pada tempatnya dan sesuai banyaknya. Jadi, semuanya terasa seimbang.

Penulis memasukkan taekwondo, dan aku yakin pasti kak Orizuka ini melakukan riset. Tapi kadarnya pas, ya sesuai aja sama kebutuhan demi mendukung cerita ini. Semuanya ditulis dengan begitu baik sampai-sampai aku tidak tahu celah dari buku ini selain hanya alurnya yang lumayan lamban.

Alasan-alasan konfliknya itu masuk akal dan gak dibuat-buat kayak sinetron atau ftv. Penyelesainnya pun juga begitu. Tidak dengan tiba-tiba ala ftv.

Dan hal lain yang membuat aku menyukai buku ini adalah teman-teman sekelas Wira. Ketulusan mereka luar biasa. Kalau aku mempunyai teman-teman seperti mereka, aku pasti akan bahagia sekali dan setia sama mereka.

Pesan moral dari buku ini sih aku nangkepnya bahwa sebesar apa pun kesalahan kita, selalu ada orang-orang yang peduli, sayang, dan memahami kita. Mereka adalah orang-orang yang tidak akan pernah menghakimi kita dan selalu mendukung kita.

"Orang lain bisa mengatakan apa pun yang mereka mau. Itu sepenuhnya kuasamu untuk percaya. Tapi, kamu juga punya kuasa untuk memercayai dirimu sendiri, juga orang-orang yang benar-benar sayang dan peduli padamu. Kalau kamu selalu percaya omongan orang lain, kamu tidak akan bisa bahagia."

- Orizuka, Apa Pun selain Hujan.
Profile Image for Fitriscia.
15 reviews2 followers
May 3, 2016
Full review: https://twinieblio.wordpress.com/2016...


Kisah jatuh dan bangkitnya Wira dalam menghadapi kenangan buruk di masa lalu nya, yang dimana kenangan itu terkait dengan sahabat, taekwondo kesukaannya, dan juga hujan.
Sungguh kisah jatuhnya Wira ini sangat menyentuh sekali. Saya sampai sedih melihat Wira yang begitu jatuh. Dilain sisi, hadirnya Kayla memberikan energi positif bagi Wira.

Dan lagi, buku karya Orizuka ini sukses membuat aku selalu menantikan karya terbarunya. Dan baru-baru ini yang aku tunggu (dan sepertinya para penggemar Audy) adalah seri keempat dari cerita Audy.

4.5 bintang untuk kisah si taekwondoin ini! :)
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
July 14, 2016
Orizuka lagi dan lagi memikatku dengan tulisannya, aku suka sekali novel ini.

Review selengkapnya menyusul :)
Profile Image for MAILA.
481 reviews120 followers
July 10, 2017
Ciri khas mbak orizuka itu tokoh2nya pasti dihantui kesalahan masa lalu ya?

Lupa ini buku ke berapa dari beliau yg saya baca, tapi kayaknya sama semua. pasti tokoh utamanya membenci diri sendiri krn kesalahan masa lalu trus dateng orang yg masuk ke dalam hidupnya seenaknya dan mengubah segalanya.

Agak bosan di 100an halaman awal karena masalah itu. Tapi cukup terhibur, terbantu dengan percakapan bahasa malang-nya. Lucuuu, bikin kangen main kesana lagi😆

Untung endingnya cukup menyenangkan.
Manis,
Dan saya suka nama kucingnya, sarang.

Saranggarong hhe (dahlah mai)

Kutipan kesukaan

"Orang lain bisa mengatakan apa saja padamu, itu sepenuhnya kuasamu untuk percaya. Tapi kamu juga memiliki kuasa untuk percaya pada dirimu, pada orang2 yg peduli dan sayang padamu. Kalau kamu terus mendengarkan kata orang, kamu tidak akan pernah bisa bahagia"


"Jangan bersedih karena Faiz sudah pergi. Kenanglah saat-saat bahagia bersamanya"
#rekumen
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
August 14, 2016
Wira mempunyai dua orang sahabat. Yang satu bernama Faiz, dan yang satu lagi bernama Nadine. Ketiganya mencintai hal yang sama, yaitu taekwondo. Tapi siapa sangka justru gara-gara taekwondo itu persahabatan mereka harus berakhir.

Pertandingan taekwondo di Jakarta Cup Open Tornament 2013 mempertemukan Wira dan Faiz dalam suatu laga. Pertandingan itu berakhir ketika Wira berhasil menyarangkan tendangan memutar ke arah kepala Faiz, dan dia memperoleh nilai tinggi sekaligus memenangkan pertandingan itu. Namun, Faiz yang jatuh rubuh setelah mendapatkan tendangan dari Wira tidak bangun lagi. Dia meninggal saat itu, tepat ketika hujan turun dengan derasnya.

Wira yang tidak tahan dengan hujatan dari orang-orang yang menghukumnya sebagai pembunuh Faiz memilih mengasingkan diri ke Malang. Di sana dia tinggal dengan neneknya, dan berkuliah di Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Wira menutup diri dari pergaulan, dan menjadi takut pada hujan. Sayangnya, taekwondo seperti menjadi takdir yang terus mengikuti Wira. Dia bertemu dengan Kayla, gadis manis yang uga juara taekwondo. Pertemuannya dengan Kayla membuka kotak pandora yang selama ini ingin ditenggelamkan oleh Wira.

Novel ini memang berpusat pada Wira, seorang pemuda yang kehilangan kepercayaan dirinya karena kematian sahabatnya. Wira berusaha menghukum dirinya sedemikian rupa, dan berusaha melupakan Faiz. Wira yang introvert dan pendiam akhirnya bertemu dengan Kayla, gadis yang mengingatkannya pada sosok Nadine. Orizuka memang paling jago membuat kisah yang "tidak biasa", plus mengalir dengan baik. Saya ikut terhanyut dengan perasaan Wira. Dan ohya...jadi pengen ke Malang gara-gara baca cerita ini.

Btw, membaca buku ini saya jadi teringat sama Ren, seorang teman blogger asal Malang yang juga adalah alumnus Teknik Sipil Brawijaya plus taekwondoin. Kamu harus baca buku ini ya, Ren...hitung-hitung nostalgia sama kampung halaman...hehe
94 reviews3 followers
Read
June 19, 2016
Wira terjebak pada trauma yang mencengkeramnya. Kematian Faiz, sahabatnya, tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga membuat hidup Wira seolah berhenti. Wira selalu merasa bersalah karena menganggap bahwa dirinyalah pembunuh Faiz. Ia yang menyebabkan kematian Faiz saat pertandingan taekwondo.

Sejak itu hidup Wira berubah. Wira berusaha membuang jauh- jauh kehidupannya. Ia melepaskan taekwondo. Ia tidak berhak untuk bahagia. Rutinitas Wira hanya sekadar bangun, makan, kuliah, tidur, lalu bangun dan melewati hari. Hingga ia bertemu Kayla.


Kayla merupakan mahasiswi fakultas kedokteran hewan di kampus yang sama dengan Wira. Kayla memberi perubahan dalam hidup Wira. Mengenal Kayla membuat Wira lebih berani.
Sayangnya Wira masih belum bisa melepaskan masa lalunya. Ketika hujan turun, ia akan langsung teringat kembali saat- saat terakhirnya bersama Faiz. Wira akan menjadi Wira yang tertutup.

Baca review selengkapnya di sini ya :
http://ertalin.blogspot.co.id/2016/06...
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
May 30, 2016
Love it!

Kisah tentang melangkah maju setelah kejadian buruk yang menimpa.

Suka suasana Malang dan perkuliahannya.

Ceritanya sendiri buat gue bagus, eksplorasi emosinya bagus.. dapet...

Apa lagi ya? Oh! blog tour hari ini di blog gue. Mampir yak!
Profile Image for R.A.Y.
292 reviews47 followers
October 24, 2018
akhirnya selesai baca jugaaaa. awalnya sempet mau ngasih 3 bintang, soalnya saya ngga begitu tertarik sama lika-liku kisah Wira. tapi makin ke belakang saya makin bisa menikmati, bahkan kebawa bagian klimaks ketika Wira di rumah sakit, dan saya sukaaaaaaa banget perkembangan Wira. menurut saya character development Wira adalah salah satu poin terkuat novel ini. puas bacanya.

taekwondo juga beneran nyatu di ceritanya, bener-bener jadi bagian yang sangat penting dalam cerita, ngga cuma sekadar jadi latar atau bumbu. saya juga suka cara kak Orizuka menyelipkan adegan bela diri dengan sangat luwes di dalam cerita. ngga cuma waktu Wira nolongin Kayla dari preman, tapi juga waktu Attar mencegat Wira pake tendangan. itu keren. saya suka.

teruuus, soal ketakutan terhadap hujan juga eksekusinya bagus. pokoknya kalau denger taekwondo, hujan, Malang, dan Kedokteran Hewan, saya bakal keinget novel ini terus. kata-kata itu udah jadi keywords yang terasosiasikan sama novel ini di kepala saya. saya bahkan suka juga sama judul-judul babnya, kalimat terakhirnya, dan pokoknya semua cara kak Ori mengaitkan satu hal penting dengan yang lain yang membentuk kesan/citra yang sangat kuat, sampai-sampai ya itu tadi, novel ini jadi terasosiasikan dengan hal-hal itu. ngerti ngga ahaha pokoknya gitulah.

yang kurang saya suka adalah... kadang narasinya kak Ori terlalu berisik di dialog, soalnya tiap sehabis dialogue tag pasti ada kalimat panjang yang menggambarkan reaksi-reaksi para tokoh dalam percakapan yang sedang berlangsung. saya tahu ini salah satu gaya nulis kak Ori, bahkan mungkin udah jadi ciri khasnya, tapi yah kadang tetep terasa too much gitu. kayak, give it a break, biarkan tokoh-tokoh ini bicara tanpa disela narasi. biar lebih ngalir bacanya.

narasi di bagian agak akhir juga agak terlalu penuh sekaligus terburu-buru. kak Ori kayak menjejalkan banyak sekali informasi dalam satu waktu. untungnya di bagian itu, saya udah bisa menikmati ceritanya. jadi walau agak ngga enak, tetep ngga mengganggu kenyamanan baca.

hal yang paling saya gasuka adalah cover-nya :D harusnya ada sesuatu berunsur taekwondo di situ. saya sempat kepikiran cover bergambar seragam taekwondo tergeletak di atas aspal basah yang dijatuhi rintik-rintik air hujan. lebih nyambung. saya ngerti novel ini mengandung cukup banyak unsur hujan, dan judul "Apa Pun Selain Hujan" juga udah cocok banget, tapi gambar langit dan payung tergeletak itu.... kayak terlalu berat di sisi hujannya, padahal sisi taekwondolah yang lebih penting. tapi itu cuma pendapat saya aja sih. lebih suka aja bayanginnya kayak gitu.

sekian. senang menutup novel ini dengan perasaan puas. karya kak Ori emang selalu bisa dipercaya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ristia Vinny.
39 reviews
June 7, 2016
sempet galau mau kasih 2 atau 3 bintang. tadinya mau kasih 2 aja, tapi saya merasa berdosa melakukannya terhadap karya orizuka. betapapun novel ini bagus secara teknis dan lain-lainnya. nggak ada hal yang perlu di komplain. cuma masalah selera aja. untuk ukuran novel ke-25 yang ditulis oleh seorang penulis andal, apa pun selain hujan terlalu biasa saja buat saya. bukan berarti buruk, hanya saja seperti yang saya bilang sebelumnya, hanya soal selera saja. toh saya tetap memberi 3 bintang yang mana artinya "i like it". dan saya masih menantikan novel orizuka lainnya (yang nggak berseri) yang lebih nampol daripada novel yang sangat biasa ini.
Profile Image for ABO.
419 reviews47 followers
July 20, 2016
Agak kurang enjoy baca karya Orizuka yang ini, bagian paruh akhirnya saya baca dengan skimming ._. Menurut saya ceritanya agak boring, konfliknya berat sebenarnya, dan menarik, tapi alurnya yang lambat cukup menyiksa.
Ada dua hal dari buku ini yang membuat saya nggak tega ngasih dua bintang. Pertama, penggambarannya, mulai dari suasana kota Malang, suasana kampus Wira, sampai ke adegan Taekwondo-nya. Kedua, teman-teman sekelas Wira, mereka baik-baik banget sik! Kalo di dunia nyata, yakin deh si Wira ini bakal dikucilkan x))


Profile Image for Nihla Fuadah.
21 reviews
June 5, 2020
"Selama kamu tahu letak kesalahanmu dan bersedia memperbaiki diri, nggak apa-apa." (Hal 56)

Review Jujur dari aku...
Hal-hal yang aku suka dari buku ini...
1. Bahasanya yg ngalir lancar banget, enak banget dibacanya. Ringan seringan-ringannya bahasa, tapi tetap sesuai tempat kok.
2. Beberapa adegan tokoh utama yang manisnya pas.
3. Aku dapat pesan yg nyentil banget dr cerita ini. Seringan quote diatas. Tapi, ngena banget sesuai sama kondisiku sekarang. Semua manusia punya kesalahan, tapi ga papa kok. Asalkan kita tahu itu salah dan mau memperbaiki diri.
4. Cerita ini, cocok untuk orang-orang yang cari bacaan ringan. Tapi....

Menurutku, ada beberapa hal yang buat aku Ndak puas sama cerita ini...
1. Setengah buku awal alurnya lambat sekali. Menurutku, kurang cocok untuk pengembali mood. Karena awal cerita jadi penentu akhirnya menurutku lagi.
2. Konflik yang kurang penyelesaiannya
3. Ada beberapa typo di beberapa halaman. But, yg ini ga masalah sih, karena aku masih enjoy bacanya.
4. Beberapa tokoh yang aku rasa kurang kuat karakternya.

Tapi sejauh ini, silahkan dibaca aja yg penasaran. 🤭😍
Profile Image for April Silalahi.
227 reviews213 followers
July 6, 2018
Seperti bukan buku Orizukaa.
Namun tetap suka.
Ada pesan moral di dalamnya.

Cm ending ya kurang ah..

Hmm..
Profile Image for Viona.
185 reviews6 followers
June 2, 2016
GIVEAWAY BERHADIAH 1 BUKU APAPUN SELAIN HUJAN (DL: 31 MAY 2016)
https://starlibrary.wordpress.com/201...

[Updated]
Wira, Faiz, dan Nadine merupakan sahabat dari kecil, dan mungkin.. akan jadi sahabat selamanya jika Faiz tidak meninggalkan mereka.

Maka dari itu, demi mengobati kesalahannya, Wira memutuskan untuk pindah ke Malang dan tinggal di rumah neneknya. Dan disanalah, ia bertemu perempuan bernama Kayla.


“Kamu masih hidup, Wira,” tekan Kayla lagi. “Kamu masih hidup, tapi kamu nggak berusaha untuk hidup. Apa itu bukan penghinaan buat Faiz namanya?”


Kayla selalu mengingatkan Wira pada Nadine meskipun Nadine dan Kayla memiliki segala hal yang berbeda. Kayla pendek tapi berisi, Nadine tinggi dan kurus.

Wira yang berkepribadian pendiam menyukai Nadine, begitupula dengan Faiz. Maka, disaat Faiz pergi meninggalkan mereka. Persahabatan mereka hancur. Wira dan Nadine sama-sama memutuskan untuk menjalani hidup mereka sendiri. Sampai Kayla, memutuskan untuk kembali mempertemukan mereka di pertandingan taekwondo. Dan pada titik tersebut, Wira mendapatkan kilas balik yang sudah mati-matian di pendam.

Awal tahun 2013, Wira bertanding dengan Faiz dengan hasil: Wira meraih kemenangan dengan memukul lawannya sampai mati K.O.

Di sisi lain, sepertinya Kayla sudah mulai mencintai Wira. Dan disisi lainnya, Wira seperti tidak dapat lepas dari bayang-bayang Nadine, tapi ia mulai terbiasa dan membuka diri pada Kayla.

Lalu, pada akhirnya, dapatkan Wira memaafkan dirinya?

<3

Ditawarkan untuk menjadi host blog tour ini adalah tawaran yang sangat menarik, berhubung karena Orizuka merupakan salah satu penulis favoritku, dan yah.. aku memang udah penasaran banget dan berekspetasi tinggi terhadap buku ini.

Dan.. yah.. buku ini sukses membuat aku terharu. Ditulis dengan gaya bahasa yang ringan tapi menusuk (ini maksudnya apa ? haha) Gaya penulisannya tidak kaku meskipun ditulis dari sudut pandang orang ketiga.

Aku sedikit sulit menentukan tema yang pas buat buku ini. Mungkin kekeluargaan? Atau persahabatan? Eh, mungkin pengorbanan dan ketulusan?
Jujur aja, unsur persahabatan dan ketulusannya terasa banget. Terutama saat Faiz mengatakan sesuatu pada Wira dihari mereka bertanding. Padahal ya, (spoiler) kemarin malam Nadine dan Wira kepergok pulang bersama. It’s very heartbreaking.. Terharu banget, truly love antar sahabat nih. Dan.. bahkan Wira juga nggak nyangka kalau Faiz bisa ngomong begitu. Aduh….

Tokoh favoritku dalam buku ini adalah Kayla. Karakternya terlalu baik. Nggak egois dan peduli sesama. Dan untuk Wira, aku kurang menyukai karakteri ini. Terkadang aku sampai merasa bahwa Wira terlalu emosional sehingga terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.
Ada juga Uti, nenek Wira yang ‘super-duper’ pengertian. Di sisi lain, penulis banyak menelurkan tokoh sampingan yang ‘cukup’ berperan. Sebagai contoh, si kucing yang bernama Sarang. Secara keseluruhan, Sarang ini seperti titik yang mendekatkan Wira dan Kayla.
Dan untuk teman-teman Wira di Jurusan Teknik yang perhatian sama Wira. Meskipun Wira selalu menolak ajakan mereka, mereka tidak serta-merta mengucilkan Wira. Nggak kayak temen SMA Wira..

Overall, aku sangat menyukai buku ini. Prolog dari buku ini SANGAT menjanjikan! Membaca buku ini membuatku teringat kembali akan buku Orizuka yang terdahulu, The Truth About Forever. Sama-sama bikin nyesek. Bener nggak?
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
February 7, 2017
"Aku mohon, Kay," kata Wira, tak tahan lagi melihat Kayla basah kuyup. "Apa pun selain hujan." ---halaman 217

Selengkapnya di >> http://resensibukunisa.blogspot.co.id...

Sebenarnya, saya sudah lama membeli buku ini. Dan juga, sudah dibisiki oleh beberapa orang kalau buku ini bagus. Bermula dari keisengan membaca bagian prolog Apa Pun Selain Hujan di Gramedia, saya langsung menyenangi gaya bertutur Orizuka. Hingga, tidak sadar sudah selesai satu bab. Dan, ending bagian prolog-nya hampir membuat saya menangis. Coba saya bacanya di rumah, sudah berderaian air mata dibuatnya. Jadi, tanpa berpikir lama, saya bawa buku ini ke kasir.

Namun, saya tidak langsung membacanya. Butuh beberapa bulan kemudian baru saya dan Bintang memutuskan buku ini menjadi buku pertama yang akan kami baca dan ulas bareng dalam rubrik #BOOM yang kami gagas.

Akhirnya, saya baca ulang lagi buku ini, dari prolog, di luar rumah, tepatnya pas lagi nongkorong sendirian di tempat yang jualan Ice Rainbow Bubble. Jadinya, saya harus menahan diri untuk tidak larut dalam ceritanya yang membuat saya nyaris menangis, untuk kedua kalinya.

Secara umum, saya menyenangi membaca tulisan Orizuka. Ditambah lagi, plot novel ini begitu kuat, mengikatnya dalam bentuk jalinan cerita yang begitu apik. Aroma taekwondo yang disuguhkan sangat terasa, membuat saya teringat masa-masa pernah menjadi atlet anggar, dulu waktu SMP. Latar perkuliahannya dan suasana kampusnya pun benar-benar kentara.

Lalu, kisah cinta yang disuguhkan begitu manis, ditambah dengan penokohan yang hidup. Wira dengan segala ketakutan yang menderanya, Kayla dan optimismenya yang membuat Wira perlahan-lahan keluar dalam kungkungan hidupnya yang stagnan. Saya suka bagaimana Orizuka menampakkan deskripsi sosok Kayla dalam sepanjang cerita dalam bentuk sisipan-sisipan. Misalnya, ada keterangan tentang ukuran sepatu Kayla. Lah, yang diingat malah itu, hahaha, ya gimana ya, adegan yang berhubungan itu adalah bagian favorit saya di cerita ini.

Kisah antara Wira dan Kayla ini, benar-benar memiliki chemistry yang kuat. Tidak heran kalau saya menikmati suguhan cerita yang terjadi sepanjang interaksi mereka berdua.

"Nggak apa-apa, Wira. Selama kamu tahu letak kesalahanmu dan bersedia memperbaiki diri, nggak apa-apa." ---halaman 56

Dan pembelajaran hidup yang disampaikan dalam kisah ini, benar-benar berharga dan disampaikan dengan baik tanpa kesan menggurui.

"Kamu tahu apa filosofi sabuk yang kamu sandang dalam takwondo, Wira?"
"Kedalaman, kematangan, penguasaan diri dari rasa takut dan kegelapan."
---halaman 240
Profile Image for Gabriella Halim.
194 reviews13 followers
January 5, 2018
Nah, jadi ini, cerita tentang mengikhlaskan sesuatu. Tentang hujan dan tentang cinta.


Dimulai dari Wira, yang memiliki sahabat bernama Faiz dan Nadine. Mereka menjadi dekat juga karena taekwondo. Namun hal ini menjadi mimpi buruk Wira saat di perhelatan Jakarta Cup Open Tournament 2013, saat Wira melakukan tendangan memutar ke belakang, gaya andalannya, Wira membuat Faiz terjatuh tak sadarkan diri dan pergi meninggalkannya untuk selamanya.


Sejak saat itu, Wira berusaha untuk menjauh dari lingkungannya, ia melanjutkan kuliahnya di Malang, untuk menghindari cemoohan teman-teman sekolahnya yang menganggap Wira sebagai pembunuh. Sampai suatu ketika dia bertemu dengan Kayla. Dari sini lah semuanya berubah. Apa yang dia jauhi seakan makin mendekat padanya. Seolah-olah memang itulah takdirnya. Akhirnya dia mulai keluar dari zona nyamannya untuk menggapai cita-citanya yang sudah lama terpendam dan mulai belajar mengikhlaskan hal yang terjadi di masa lalu.


---

Hal yang menarik, seperti biasanya, Orizuka sukses bikin aku nangis bombai. Aku mulai baca ceritanya dia yang The Truth About Forever. Mulai dari situ, aku berusaha ngikutin Orizuka. Ceritanya, nggak menye-menye, let it flow, tapi tetep sesuai gayanya dia. Latar kotanya juga kerasa banget, gaya bahasa yang Jawa Timuran juga dipakai dalam dialog antar pemainnya.


Coba kalian baca sendiri. Dijamin, novel ini bikin kamu seolah-olah kamu memang lagi disana, mencermati yang mereka lakuin. Di sini, aku nggak bakalan cerita banyak, karena kalau aku cerita banyak, jadinya spoiler ntar. Jadi, silahkan beli bukunya !
Profile Image for Biru Cahya.
56 reviews6 followers
May 6, 2016
3.5/5

Bukan Orizuka namanya kalau nggak bisa menciptakan novel yang mengharukan namun masih ada selipan-selipan humor khasnya dia.

Karena setting tempatnya di Malang, beberapa tokohnya menggunakan Bahasa Jawa kasar. Berhubung saya orang Surabaya dan sehari-hari berkomunikasi menggunakan bahasa yang sama, saya sering banget ngikik sama kepolosan Wira, si tokoh utama asal Jakarta, yang suka bingung dengan percakapan berbahasa lokal di sekitarnya. Jadi, di sisi lain, baca novel ini kayak lagi dengerin temen-temen saya sendiri berinteraksi. Hahaha!

Wira hijrah ke Malang dalam rangka kabur. Beberapa bulan sebelumnya, Wira baru aja kehilangan salah satu sahabatnya, yang penyebabnya mungkin masih ada sangkut paut dengan dirinya. Somehow, Wira jadi menyalahkan dirinya karena tragedi tersebut.

Sejujurnya saya beberapa kali sempat merasa gemas, sih, sama Wira. He was just being too hard on himself. But that one particular scene when Wira had a breakdown in a hospital? I LOVE IT. Saya bahkan ikutan emosional sampai mata berkaca-kaca. Terharu aja gitu ngebayangin si Wira sebegitu menderitanya. :(

Meski begitu, saya nggak bisa bilang bahwa novel ini merupakan karya terbaik Orizuka karena menurut saya masih ada novel-novel lain dia yang lebih keren. Tenang aja, saya masih setia nunggu karya-karya Orizuka yang lain, kok, terutama kelanjutan The Chronicles of Audy *EAAAA*.
Profile Image for ade.
274 reviews16 followers
May 3, 2016
sudah lama gw merindukan novel orizuka yang seperti ini.. stand alone romance.. coming of age?

apa pun selain hujan...

dari awal gw udah ikut ngerasain apa yang wira rasain.... terenyuh.... dan sedih.. tapi kemudian gw ikutan senyum2 liat interaksi dia dan orang2 sekitarnya "saat pelarian" ... gw pun di buat ngikik ngikik karena kepolosan wira... hingga akhirnya gw bercucuran air mata saat wira berusaha "berdamai" dengan hidupnya..


tipikal novel orizuka? iya! perasaan lo dibuat campur aduk? iya!

suka sama novel ini.. bukan yang terbaik memang... (karena novel orizuka yang lain..jauh lebih hebat)

tapi seperti biasa.. orizuka dengan gaya bahasa nya yang simple dan sederhana.. bisa membuat gw ikut serta kedalam "alur cerita" nya.. gw kayak ga bisa ngelepas novel ini... semacam ada sihir... " ayo buru selesein.. ayoo... lo ga penasaran sama wira??? sama faiz?? "

dan taraaaa.. ketika gw selesai baca.. gw jadi sedih.. karena ceritanya kurang panjang!!! pleaseeee saya masih mau ketemu wira T.T



anyway.. good job orizuka! love it so much!
Profile Image for Evadewi Meliala.
17 reviews
September 26, 2016
"Orang lain bisa mengatakan apa pun yang mereka mau, Le. Itu sepenuhnya kuasamu untuk percaya. Tapi, kamu juga punya kuasa untuk memercayai dirimu sendiri, juga orang-orang yang benar-benar sayang dan peduli padamu. Kalau kamu selalu percaya omongan orang lain, kamu tidak akan bisa bahagia" (pg. 253-254)


Tengah malem nyelesein ini novel, dilatari suara sisa sisa hujan di luar, plus mata sembab gegara cengeng. Ngerasain banget sedalem apa lukanya Wira dan gimana Wira berjuang.


Novel ini, entah harus bilang gimana, perfect! Aku suka semuanya. Prolognya oke, klimaksnya baguuuuuussss, dan nggak berasa ngegantung endingnya. Aku bener-bener menikmati semuanya. Mantabssss Mbak Orizuka!
Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
May 22, 2016
Well, setting cerita di novel ini adalah kota tempatku tinggal. Dan tempat favoritku di BNS juga kebetulan sama dengan si Kayla. Festival lampion.

Great Job Kak Ori. Kak Ori memang jago ya untuk membangun feel di dalam ceritanya. Walaupun di awal aku ngerasa alurnya lambat banget, tapi ternyata itu adalah cara yang efektif untung merasakan gong di akhir cerita. Aku suka endingnya. Dan aku suka Wira di bagian akhir. Lebih cheerfull. Karena Wira di awal cerita sangat desperate. Love it. Aku suka karakter Kayla plus teman2 Wira di fakultas teknik.
Profile Image for Rifani Magrissa.
129 reviews6 followers
August 20, 2016
Karena bagaimanapun semua yang terjadi harus dipeluk dengan erat, dan menyalahkan diri sendiri bukanlah solusi terbaik, tentunya ada penjelasan atas semua perkara yang terjadi. Suka sekali dengan Si Kayla dalam novel ini. Kak Ori sukses menciptakan tokoh yang begitu supel
Profile Image for Septa.
99 reviews2 followers
February 19, 2024
Bercerita tentang Wirawan Gunadi, yang memiliki trauma karena kejadian naas di masa lalu yang menimpa sahabatnya, Faiz Hasan. Faiz meninggal dunia setelah kejuaraan taekwondo 2013. Wira merasa bahwa ia telah membunuh sahabatnya. Kejadian itu membuat Wira trauma pada beberapa hal. Taekwondo dan Hujan.

Karena kejadian itu juga Wira tidak ingin melanjutkan kuliah di ibu kota, ia memilih berkuliah di Malang jurusan teknik sipil. Disana ia bertemu dengan Kayla, gadis yang ia tolong di halte bus. Awalnya ia pikir pertemuan mereka berakhir disitu saja. Namun ternyata, Kayla mengingatkannya pada trauma yang ia kubur dalam-dalam. Gadis itu membuka kembali kotak pandora yang telah lama ia hilangkan, membawanya untuk menghadapi trauma-traumanya.

Aku suka alur novel ini. Di awal cerita, langsung disajikan tentang awal mula trauma Wira terjadi. Sehingga mudah bagi pembaca untuk melanjutkan plot tanpa harus penasaran. Penulis lebih mengajak pembaca untuk menyelami tokoh Wira dan traumanya, serta proses trauma itu sembuh. Endingnya juga terasa manis, sesuai ekspetasi para pembaca.

Untuk tokoh, jujur di awal aku rada kurang sreg dengan sifat Kayla yang terlalu pemaksa. Ia juga terkesan annoying di bagian awal, ketika Kayla bilang bahwa Wira harus ikut bertanggungjawab dengan kucing yang Wira tolong. Tapi seiring berjalannya cerita, karakter Kayla ini ternyata balance dengan karakter Wira yang penurut. Ini juga menjadi alasan kedekatan mereka, yang akhirnya kunikmati.

Well, sebenarnya ini bukan kali pertama aku baca novel ini. Dulu aku udah pernah baca waktu masih duduk di bangku SMA. Dan aku reread karena dulu aku sesuka itu sama novel ini!!!!!! Yeah, i can say "THIS BOOK SO GOOD!" nggak peduli mau itu dulu atau sekarang. Buku ini tetap bagus sesuai dengan first impressionku.
Profile Image for Anis Arafah.
135 reviews24 followers
August 22, 2017
Sambil menunggu punya Chronicles of Audy yg O2 gak salah kayaknya baca karya Orizuka yang satu ini. Apapun Selain Hujan bercerita tentang Wirawan Gunadi, mahasiwa baru jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya asal Jakarta yang punya masalah dengan hujan karena memori kelam yang dibawanya saat turun.

Sebelum memutuskan kuliah dan tinggal di Malang bersama Uti-nya, Wira bersahabat dengan Faiz dan Nadine. Ketiganya merupakan taekwondoin sabuk hitam yang sudah sering meraih juara. Tragedi yang mengawali berpisahnya mereka bertiga terjadi saat final pertandingan taekwondo antara Wira dan Faiz. Faiz meninggal setelah menerima tendangan atau pukulan (aku lupa) dari Wira. Sejak saat itu kehidupan taekwondo & persahabatan Wira menjadi tak sama lagi.

Di tengah cerita aku mengira Orizuka akan dengan mudah membuat trauma yang dialami Wira sembuh saat dia akhirnya memutuskan bergabung dengan UKM Taekwondo di kampus. Ternyata Orizuka memberikan semacam 'manuver' yang tak terduga saat pertandingan di Bandung.

Kehadiran tokoh pendukung seperti teman-teman serombel Wira yang kocak meski Wira masih dingin dan sering menolak tawaran kumpul bareng membuat cerita jadi sedikit berwarna, tak melulu menyorot Wira dan penderitaannya yang kadang berlebihan (gak pakai hape karena takut membaca pesan terakhir Faiz, dia gak kesulitan buat koordinasi terkait ospek??)

Tiga bintang untuk bacaan ringan dari Orizuka ini.
Profile Image for Winda Fabiola.
163 reviews35 followers
October 12, 2018

Setelah saya perhatikan, saya sepertinya layak menyandang gelar "Ratu Bintang Tiga" deh, saking banyaknya novel yang saya kasih bintang tiga. Ya abis gimana ya, namanya juga penilaian... Tapi itu ga berarti novel ini jelek. I mean, kapan novelnya Orizuka pernah jelek si... Cuma ya gitu, si pembaca songong ini emang banyak maunya, dan kl ekspektasinya ga terwujud, hal tersebut akan berpengaruh terhadap rating yang diberikan. Sangat subyektif ya, maafkan saya... Tapi sebenernya novel ini nilainya 3,5/5 kooo.


Satu hal yang paling saya inget dari novel ini adalah latar tempatnya: Malang. To be more specific: Universitas Brawijaya. Hal ini mempermudah saya dalam memvisualisasikan cerita, kenapa? Krn ku adalah adek tingkat si tokoh utama, tapi beda fakultas, WKWK. Penggambarannya cukup detail. Dan karna kisahnya sebagian besar terjadi di kampus, makin enak ngevisualisasiinnya:")))


Untuk ceritanya sendiri, seperti biasa, Orizuka selalu berusaha menyentuh sisi sensitif(?) pembaca. Namun kali ini ga mempan di saya. Tapi saya seneng ko, soalnya pembangunan karakternya kerasa. Anyway, Orizuka bisa mendeskripsikan UB dan BNS (apa JTP ya, lupa) sedetail itu, jangan-jangan kuliah di UB juga ya?

Displaying 1 - 30 of 124 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.