Jump to ratings and reviews
Rate this book

Gramedia Writing Project

All You Need is Love

Rate this book
Ketika hubungannya dengan Aiden berakhir, tanpa pikir panjang Katrina mengiyakan ajakan mamanya untuk terbang ke kampung halaman mereka di Skotlandia. Di negara yang indah itu Katrina berharap bisa melupakan kesedihannya.

Untuk pertama kali Katrina bertemu dengan keluarga besarnya. Ia mempunyai sepupu jauh yang tampan bernama Mac. Namun, entah kenapa Istas—kakak perempuan Mac—memusuhinya, tanpa Katrina tahu dimana letak kesalahannya. Tapi itu tidak menghentikan Katrina untuk semakin dekat dengan Mac.

Dan ternyata Skotlandia menyimpan misteri masa lalu yang tidak terduga. Tidak hanya indah, ada rahasia tersembunyi tentang Katrina di negara itu, juga tentang cerita cinta berlapis kota legenda!

240 pages, Paperback

First published June 1, 2015

14 people are currently reading
163 people want to read

About the author

Fakhrisina Amalia

14 books201 followers
Fakhrisina Amalia's books:
1. Cerita Cinta Kota (Omnibook, Plotpoint, 2013)
2. CONFESSION (Novel, Ice Cube, 2014)
3. Public Transportation Stories Vol. 3 (Kumpulan Cerita Mini, Ellunar, 2014)
4. Beneath The Same Moon Vol. 3 (Kumpulan Cerita Mini, Ellunar, 2014)
5. Remembrance (Kumpulan Cerita Mini, Ellunar, 2015)
6. My Last (Kumpulan Cerita Mini, Ellunar, 2015)
7. Love at School (Kumpulan Cerpen, Elex Media, 2015)
8. Town Sweet Town Vol. 3 (Kumpulan Cerita Mini, Ellunar, 2015)
9. ALL YOU NEED IS LOVE (Novel, Gramedia Pustaka Utama, 2015)
10. HAPPINESS (Novel, Ice Cube, 2015)
11. Wonderland Vol. 1 (Kumpulan Cerita Mini Anak, Ellunar, 2015)
12. Amnesia Vol. 1 (Kumpulan Cerita Mini, Ellunar, 2016)
13. PERSONA (Novel, Gramedia Pustaka Utama, 2016)
14. REPRESI (Novel, Gramedia Pustaka Utama, 2018)

Feel free to contact her at dearfakhrisina@gmail.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
24 (10%)
4 stars
70 (30%)
3 stars
101 (44%)
2 stars
28 (12%)
1 star
6 (2%)
Displaying 1 - 30 of 82 reviews
Profile Image for Yuli Pritania.
Author 24 books286 followers
January 23, 2016
Empat bintang untuk gaya bercerita penulis yang asyik dan membuat saya bertahan hingga akhir. Satu bintang untuk plot dan satu bintang untuk penokohan. Jadinya dua bintang.

Pada bagian-bagian awal, saya beneran nggak tahan ama Aiden. Dari ngasih secarik kertas berisi nomor teleponlah, dari ngamen depan banyak oranglah. Itu norak gila, Dude! Please! Belum lagi kalimat super yang dia ucapkan pas ketemu ibu Kat untuk pertama kalinya. Lebay.

Lalu, dengan segala tetek bengek patah hatinya, si Kat ini ya dengan mudahnya tertarik pula sama si Mac dalam hitungan jam. Si Mac yang mulutnya ngoceh mulu dan tingkat ke-cheesy-annya sebelas dua belas sama si Aiden. Yang mana, dalam pemahaman saya, terjadi karena si Mac ini mirip Tom Cruise muda. Ugh.

Saya juga nggak ngerti ama si Mac ini. Katanya pacarnya baru mati, trus dia malah bilang ke si Kat kalo dia yakin bakal jatuh cinta ama Kat bahkan sebelum mereka ketemu di stasiun. Alamakjang. Ini cowok macam apa? Si Kat itu perempuan macam apa? Plinplan, jatuh cinta ama dua orang sekaligus, dan nggak bisa ngelepasin salah satu dengan sukarela. Eww. Saya paling benci cewek macam gini.

Trus di akhir, Mac ini tiba-tiba bilang

Dan si Aiden. The real moron Aiden. Melepaskan beasiswa cuma demi seorang cewek plinplan yang malah sempat naksir cowok lain dan mengukir janji akan bersama selamanya di balik kedok sepupu bersama Mac (sumpah, ini yang saya tangkep!)

Oke, bagian lain yang sangat mengganggu adalah legenda kota hilangnya itu. Saya mengambil kesimpulan sendiri kalau saat kota itu muncul dalam seratus tahun sekali, maka pada satu hari itu jamnya akan berputar sesuai jam normal, 24 jam, bukan 100 tahun. Yang nggak masuk akal bagi saya adalah, si Kyle yang tiba-tiba nongol padahal baru, katakanlah, 60 tahun berlalu. Katanya dia maksa supaya kemunculan kota ini dipercepat. Caranya? Kan abis dia berpisah ama Grania itu udah mau malam, jadi dalam semalam itu dia merancang semuanya agar kotanya bisa nongol tanpa perlu menunggu 100 tahun seperti biasa? Tapi kan katanya penduduk kota tidur, trus saat terbangun mereka tahunya baru tidur satu hari, tapi di dunia normal sudah berjalan 100 tahun. Jadi itungan 100 tahunnya itu dalam jam tidur mereka itukah? Jadi mereka semua harus tidur dulukah? Dalam waktu bersamaan? Saya bingung.

Lalu si Kyle ini mau ketemu Grania. Dia kan nggak tahu kalo Grania udah mati, jadi rencananya apa? Kalo mereka ketemu dia bakal tinggal ama Grania dan meninggalkan kotanya? Yang mana itu akan membuat kotanya lenyap? Atau memaksa Grania tinggal ama dia? Kedua pilihan itu sama-sama egois.

Entah, tapi menurut saya penulis malah melakukan blunder dengan menghadirkan legenda ini. Malah bikin bingung. Maksudnya apa? Kalo cuma untuk menunjukkan si Granny nggak bisa bersatu ama kekasihnya karena jarak, kan banyak hal lain yang bisa dilakukan. Mana pas si Granny cerita, si Kat nggak ada kagetnya sama sekali gitu. Nelan mentah-mentah semuanya tanpa ada bagian di mana dia mempertanyakan kehadiran dunia fantasi yang tiba-tiba di dalam hidupnya yang selama ini normal.

Lagi-lagi, saya nggak suka tokoh-tokohnya. Tapi jempol untuk kemampuan penulis bercerita, meski saya kecewa juga nggak dapet informasi apa-apa tentang Skotlandia yang menarik minat saya. Deskripsinya lebih banyak di bagian kota yang hilang, yang jelas-jelas cuma setting buatan. Penggambaran Skotlandia-nya sendiri masih kurang banget.

Dan ada kesalahan typo yang fatal. Yang benar itu Glasgow, bukan Gasglow. Tapi saya baca ebook di IJak sih, jadi nggak tahu di bentuk bukunya apa typo ini juga ada atau enggak.
Profile Image for Abdul Azis.
127 reviews13 followers
July 25, 2015
Semenjak membaca review orang lain terhadap sebuah buku dengan memberi sedikit bintang tanpa menyelesaikan bacaannya, gue ngerasa hal itu sangat dangkal. siapa tau lo bisa dapet manisnya diujung cerita, harus gue akuin kalo gue juga pernah dan hal itu yang bikin gue niatan kalo baca harus selesai sampai akhir walau pait dan berpotensi mengakibatkan muntah plus pusing kepala batman.

Dan niatan gue itu dimulai dengan novel ini. berbekal dari ketertarikan gue akan covernya, diawal baca yang gue rasain adalah kebingungan dengan prolog, yaitu bagian dimana Bapaknya Kat menanyakan jam dan dijawan oleh Kat kalo jamnya nunjukin setengah delapan WIB. jam disini dipake buat alasan bapake buat minta kupi, padahal gak ada penjelasan malam atau pagi. menurut gue kurang cocok kalo minta kupi dengan cara harus tau jam berapa toh mereka juga lagi ada di pesawat dengan posisi entah berantah dan jam yang dibilang Kat kayanya Useless. mungkin alangkah lebih baiknya kalo bapake berujar bahwa dia mengantuk dan sangat butuh kupi, bisa juga ditambahin apalagi dengan keadaan pesawat akan mendarat.

Semenjak gue tahu kalo ada aliran atau jenis YA, gue sedikit berfikir siapa sebenernya yang mencetuskan YA? sedikit aneh karena dua kata keterangan yang menggambarkan umur atau keberadaan itu disandingkan jadi satu. dan kalopun novel ini mengusung tema yang sama yaitu YA, gue rasa kalo karakter utama which is Kat does not has adultery at all. kalian bisa baca dihalaman ketika dia putus sama Aiden dan drama sinetron bertaraf A+ terjadi, bukan itu aja beberapa percakapan menurut gue sangat membosankan dan dirasa tidak perlu, bahkan ada beberapa bagian yang dirasa diperpanjang, sebagai contoh ketika Aiden datang jauh-jauh ke Scot dari London trus pengen ngomong serius sama Kat, tapi you know what? Kat mengulur waktu dengan ngasih keterangan nanti. nanti disini setelah dia makan lalu tidur dan lain sebagainya sampai harus menghabiskan beberapa lembar halaman cuman buat ngomong *bunuh aja gue-kata Aiden*. Masih dibagian prolog gue pikir nyokapnya Kat ini berwibawa banget dengan 'keasingannya' yang nantinya bakalan gue suka, tapi harapan itu sirna abis baca pas adegan Aiden datang ke rumah untuk pertama kalinya dan gue mual kalimat yang diucapin si Aiden ke nyokapnya didepan pintu yang bikin gue sempet pengen nyerah, lebeyeh naudzubillah.

yang paling gue khawatirkan adalah alur yang dibeberapa tempat mundur trus maju sampai gue bingung sama imaginasi gue sendiri, ditambah POV disini bukan cuman nyeritain Kat sebagai Main tapi nyeritain satu karakter yang bikin gue tambah bingung soalnya balik lagi ke alur tadi, udah dibawa flash back eh dalem flash back ada lagi flash back. Karakter didalam cerita kurang kuat terlebih pernan orang tua Kat yang sebenernya mereka yang harusnya lebih dibenci.

Sosok Granny dimasa muda menurut gue sama kaya Kat yang 'OMG, how old are you sih?', event in the story dia menyerahkan keperawanannya buat lelaki yang baru dia kenal. how SL*TY you are Gran! CK.

Dan yang paling gue sesali adalah...... *genderang perang*, bagian dimana kakek asli Kat gak bisa hidup bersama dikehidupan nyata, keanehan bisa dibaca dihalama 218. kakeknya masih muda dan Kat bilang kalo waktu diluar sana berjalan selama seratus tahun dalam satu hari disini. hey... gue lagi baca serial Harry Potter?, otak gue menuntut ' Dunia Nyata'?
Profile Image for Anisa.
84 reviews7 followers
March 17, 2017
Ceritanya bagusssss kusuka :3

Yang buat aku kagum, ide dasar cerita ini sih tentang tempat misterius di Skotlandia, tepatnya Brigadoon (aku tahu karena penulis sendiri yang bilang dia terinspirasi dari on the spot) tapi si penulis bisa ngembangin cerita itu menjadi cerita yang utuh dan bergenre young adult tanpa fantasinya :D

Emang sih, plot twistnya banyak banget jadinya bingung plot utama cerita ini apaan, tapi aku gak peduli sih selama ceritanya nyambung dan bagus.

Hal lain yang buat aku kagum juga kemampuan si penulis dalam menciptakan banyak tokoh, dan semua tokoh itu karakternya hidup serta masing-masing dari mereka punya karakter yang menonjol. Hal yang menurut aku agak sulit sih dilakukan oleh penulis muda.

Baiklah, kayaknya semua tokoh dalam buku ini berwajah rupawan serta berkelakuan baik, jadi kesannya sempurna gitu padahal gak ada manusia yang sempurna ya kan? Jadi menurut aku kurang relevan aja dengan kenyataan. Setidaknya ciptain satu karakter yang nyebelin, yang bisa buat pembaca agak sebel sama dia. Ini mereka baik semua, ya mungkin emang maksud penulisnya sih gitu si Katrina ini berada di lingkungan orang 'baik-baik'.

Terus satu lagi, kenapa ya waktu di bagian plot Aiden, para tokoh disini kebanyakan ngomong pake bahasa inggris tapi waktu di skotlandia dan ketemu keluarga bule katrina, proporsi percakapan bahasa inggris malah berkurang. Hal yang menurut aku justru terbalik.

Tapi Fakhrisina, sayang endingnya aku kurang suka. Aku kurang setuju ada bagian katrina nemuin brigadoon dan bertemu dengan kakeknya, menurut aku itu kesannya malah terlalu mendongeng dan maksa ending yang indah. Maaf :(

Tapi selebihnya aku suka kok ceritanya. Wajar, buku ini terpilih dalam gramedia writing project, ceritanya emang bagus :))

Keep writing ya! :D
Profile Image for Pattrycia.
351 reviews
June 24, 2015
All You Need Is Love berkisah tentang perjalanan seorang Katrina ke Skotlandia, negeri asal Ibunya. Katrina yang baru saja putus dari pacarnya diajak oleh orang tuanya untuk berlibur ke rumah Granny. Sesampainya disana, ia dan orangtuanya dijemput oleh sepupunya Macnair yang menurutnya versi muda Tom Cruise. Mereka juga disambut dengan hangat oleh Paman Ken & Bibi Keara. Namun Istas, kakak Mac, sangat membenci kehadiran mereka di rumahnya. Kat heran mengapa Istas bersikap ketus padanya padahal mereka baru pertama kali bertemu.

Kat melalui hari-harinya ditemani oleh Mac. Sayangnya ia tak bisa melalui waktu bersama Granny karena kondisi kesehatan Granny yang semakin memburuk. Kat pun tak bisa memungkiri bahwa ia terpesona oleh wajah Mac yang tampan. Sampai suatu ketika mereka menemukan sebuah lukisan di dalam peti di bawah tempat tidur Kat. Kat & Mac merasa bahwa lukisan tersebut adalah suatu petunjuk dari misteri dalam keluarga mereka.

Suatu malam, Granny meminta Kat untuk menemuinya di kamarnya. Di kamar itulah rahasia tentang mata Ibunya Kyla yang berwarna abu sedangkan seluruh keluarganya bermata biru pun terkuak. Sayangnya tak lama setelah itu keadaan Granny memburuk.

Di saat-saat penuh kecemasan, Aiden (Kat's ex) datang memenuhi panggilan Ibu Kat untuk menemani Kat. Aiden datang di saat Kat membutuhkan bahu untuk bersandar.

Buku ini dibagi menjadi beberapa part. Part 1 menceritakan hubungan Kat dengan Aiden. Part 2 tentang keluarga Kat di Skotlandia. Part 3 menceritakan kisah Granny. Dan terakhir part 4 yang merupakan kelanjutan kisah Kat di Skotlandia.
Part favorit saya adalah Part 3 yang merupakan cerita Grania Ewan (nenek Kat) semasa muda. Menurut saya ceritanya benar2 mirip fairy tale. Apalagi keberadaan Brigadoon yang sulit dibayangkan & dipercaya. Sisanya sih drama kehidupan Kat. Bagaimana galaunya dia yang sebenarnya masih sangat mencintai Aiden namun karena takut disakiti memutuskan untuk meninggalkan Aiden. Dan rasanya agak konyol waktu tahu Aiden memilih untuk tidak melanjutkan kuliah di London demi bersama Kat. Oh the things people do in the name of love. Part 4 menurut saya dramatis & terlalu manis. Rasanya agak risih mendengar mereka mendeklarasikan cinta satu sama lain.

Quote favorit saya dari Granny Ewan
"Kau mungkin berpikir bisa hidup tanpanya, tapi kau takkan pernah bisa menemukan seseorang yang mana jiwamu bisa menyatu dengannya semudah kau menemukan seseorang yang bisa selalu berada dekat denganmu. Jarak bukan apa-apa, Kat. Bahkan dalam perpisahan yang abadi saja, cinta bisa hidup dan tumbuh selamanya."

Overall, 3* buat kisah Kat yang dramatis & kelewat manis.
Profile Image for Marina.
2,042 reviews360 followers
October 9, 2016
** Books 258 - 2016 **

3,2 dari 5 bintang!

"Selalu ada kesulitan yang muncul saat mencintai seseorang, dan satu-satunya hal yang harus kita lakukan adalah percaya bahwa cinta saja cukup, bahkan jauh lebih baik daripada tidak ada cinta. Sebab tanpa cinta tak akan ada lagi yang tersisa" - Kyle (Halaman 220)"


Sebenarnya saya sudah bisa menebak ending kisahnya seperti apa. Kisah antara Katrina, seorang gadis blasteran Skotlandia dan Indonesia yang sedang galau tentang nasib hubungannya dengan kekasihnya, Aiden yang mau gak mau harus LDR. Katrina memutuskan untuk berliburan ke negeri asal ibunya, Skotlandia sambil memikirkan kisah hubungannya yang akan kandas. Namun siapa sangka ia bertemu dengan Granny, neneknya yang memiliki kisah yang kelam di masa lalu yang pada akhirnya membukakan mata Katrina akan arti cinta dan pengorbanan.

Hahaha setelah saya membaca buku ini saya malah justru lebih tertarik dengan mitos Kota Brigadoon yang disebutkan didalam buku ini. Kota yang hanya muncul 1 hari dalam 100 tahun sekali? *__*

Kalau menyangkut soal LDR saya dengan bangga mengakui kalau orangtua saya sendiri melakukannya hingga 28 tahun lamanya mereka terpisah antara negara (dan kadang benua) masih adem ayem saja dan bertahan hingga terakhir. Long Distance Marriage/LDM menurut saya hal yang sangat sulit dilakukan apalagi untuk saat ini karena membutuhkan komitmen yang luar biasa antara pasangan. Ayah saya sanggup melakukannya hingga hanya kematian yang berhasil memisahkan mereka. Kira-kira adakah lelaki diluar sana yang bisa setia seperti ayah saya? Setia menanti ibu saya selama bertahun-tahun lamanya? Pada ujungnya jadi curcol kan gw zzz..

Terimakasih iJak untuk peminjaman bukunya
Profile Image for mollusskka.
250 reviews158 followers
June 23, 2016
LDR. Inilah tema yang diangkat oleh buku bergenre YA ini. Dicampur sama masa lalu ibu dan nenek besar Katrina yang ternyata berkaitan dengan fairy tale! Bukan fairy tale juga sih kalo di novel ini, karena ternyata tempat misterius bernama Brigadoon itu benar-benar ada. Nah, cerita tentang Brigadoon ini yang bikin aku suka sama novel ini. Kisah dongengnya sederhana tapi mengikat dan berkesan. Dan akhirnya aku memutuskan kasih empat bintang, deh.

Aku suka gaya penulisan Fakhrisina (lumayan susah ya namanya). Dan karena settingnya ada yang di Skotlandia, 75 persen dari penulisannya mirip sama novel terjemahan. Sedikit harus beradaptasi ketika penulisannya kembali berubah lokal, but it's still good. Dan setting Skotlandia-nya meyakinkan. Kalo soal karakter, gak ada yang begitu spesial, sih. Tapi aku suka Mac.

Tadinya aku sempat sebel karena kisah Katrina dan Aiden harus disalip sama chapter "Family". Tapi sekali lagi, berkat kehadiran Brigadoon dan masa muda Granny bersama Kyle, aku bisa kembali menikmatinya dan menemukan hubungannya dengan konflik yang tengah dihadapi Katrina dan Aiden. Soal Brigadoon dan Kyle ini, lucu juga deh kalo dipikir-pikir. Gimana jadinya kalo Katrina gak tahu soal masa muda Granny dan dia tersesat di Brigadoon terus bertemu dengan Kyle lalu mereka malah saling jatuh cinta. HAHAHA. Pasti seru, tapi yah mengerikan juga sih, kakek dan cucu falling in love??? Ewww!



Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
August 11, 2015
Rasanya aku lebih menyukai novel ini dibanding novel Iis yg sebelumnya aku baca. Menurutku gaya berceritanya lebih matang, terlebih ada sisipan legenda 'Kota Misterius' yg memiliki andil cukup besar dalam kehidupan Katrina.

Dan, oh iya, latar tempatnya. Aku benar-benar ingin ke Skotlandia suatu hari nanti lantaran jatuh cinta dengan deskripsi pemandangan-lembah-sungai-kastil yg digambarkan dalam buku ini. Sepertinya sangat damai dan menenangkan.

Endingnya pas. Hanya saja rasanya aku tidak paham dengan perasaan Mac yg tiba-tiba di pertengahan cerita dan apa alasannya memiliki perasaan yg sedemikian dalam bahkan sebelum melihat Katrina. Aku menyukainya dibanding Aiden, tp kadang-kadang agak kesal karena dia terlalu berlebihan.

Tentang Aiden, aku cukup menyayangkan ketika ia batal kuliah di London. Sayang banget, padahal kan mereka udah dapat pelajaran yg berharga dari kisah Grania-Kyle tentang LDR.

Tapi secara keseluruhan aku menyukai kisah dalam novel ini. Ditunggu karya selanjutnya ya Is, semoga tetap menciptakan cerita-cerita manis kayak gini :)
Profile Image for April Silalahi.
227 reviews213 followers
May 12, 2016
Ini kisah tentang Kat yang mempunyai keluarga yang sangat bahagia. Hubungannya dengan orang tuanya sangat dekat. Kat tidak perlu lagi menceritakan kisahnya pada ibunya. Termasuk tentang pacar2nya..

Dia adalah Aiden. Sosok laki-laki tampan namun bersedia menerima kebiasaan Kat sepenuhnya. Kat yang lebih suka diam di rumah daripada pergi ke luar saat malam minggu, Aiden tidak pernah protes akan hal itu.
Aiden menyukai Kat saat pertama kali melihatnya di hari Minggu. Sederhana. Menurut Aiden, Kat apa adanya.

Membaca kisah ini juga membawa kamu berpetualang ke negri orang. Seperti sihir, penulis mampu mendongeng kisah negri yang hanya muncul 100 tahun sekali! Wew! Btw, negri itu beneran ada?

Konflik yang diberikan penulis sederhana. Namun... aku terhiptonis akan tulisannya. Aku suka bagaimana karakter Aiden dibentuk dengan kuat. Suka bagaimana Aiden mencintai pasangannya dan pintar mengambil hati keluarga pasangannya.
dan ya, sosok Mac sepertinya perlu dibuat kisah khusus.
aku penasaran akan kehidupan Mac.

Membaca kisah ini memberi pemahaman baru untukku. Yaitu adalah cinta saja memang tidak cukup dalam suatu hubungan. Perlu perjuangan dan pengorbanan.
Namun, jika tidak ada cinta, tidak ada yang tersisa.

Kayaknya aku akan menambahkan nama Fakhrisina sebagai penulis yang karyanya akan selalu aku tunggu :")
Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
March 18, 2016
Ulasan kali ini bisa dibilang mengandung bocoran/spoiler cerita.

Hmm.... ceritanya sudah sesuai dengan blurb-nya. Jadi, kalau mau tahu novel ini tentang apa, lihat blurb-nya aja, ya :D.

Ini buku ketiganya Fakhrisina Amalia yang saya baca. Apa, ya? Ada sesuatu yang membuat saya kurang sreg dengan novel ini dibandingkan "Confession" (review) dan "Happiness" (review)

Saya sebenarnya suka dengan tema awal yang diangkat, tentang Katrina yang baru saja putus dengan pacarnya, Aiden, karena gadis itu tidak yakin pada hubungan jarak jauh. Sayangnya buatku, topik ini berhenti di bagian pembuka itu. Tidak ada pembahasan mendalam soal ini lagi di tengah cerita. Mungkin juga karena ada beberapa hal besar lain yang terjadi, sehingga soal LDR itu jadi tersisihkan.

"Kadang cinta aja nggak cukup, Kat. Tapi tanpa cinta, nggak akan ada lagi yang tersisa." (hal.16)


Porsi besar lain dalam novel ini adalah kisah tentang 'Brigadoon', sebuah kota misterius yang hanya muncul beberapa ratus tahun sekali. Awalnya saya sempat mengira kalau 'Brigadoon' ini memang mitologi Skotlandia, tapi sepertinya 'Brigadoon' ini berasal dari sebuah cerita teater/film berjudul sama. Bukannya mitologi asli daerah Skotlandia.

Sebagai seorang penggemar kisah fantasi, saya justru tidak suka dengan keberadaan plot 'Brigadoon' ini. Pertama, saya agak bingung dengan alur waktunya. Katanya satu hari di sana sama dengan seratus tahun di dunia biasa. Lalu, berapa lama neneknya Katrina ada di sana? Hanya beberapa menit? Beberapa jam? Lalu apakah beberapa menit dan beberapa jam itu tidak punya perbedaan waktu yang signifikan? Kalau misal satu hari = satu abad, berarti enam jam hilang = 25 tahun telah berlalu, dong? Apalagi mereka, kan, sempat tujes-tujesan di sana :\. Bingung banget deh, soal aturan waktunya.

Lalu soal plot lainnya, alurnya terasa bergerak dengan terlalu cepat. Mulai tentang perasaan Mac, masalah dengan Istas, sampai ke soal Aidan. Rasanya semua selesai dengan terlalu cepat dan mudah.

Secara keseluruhan, maaf banget cuma bisa kasih dua bintang. Temponya terasa terlalu cepat dan emosinya tidak ada yang mengena buatku. Selain itu, kisah tentang Brigadoon-nya juga terasa kurang rapi. Rasanya malah lebih baik kalau bagian itu dihilangkan dan diganti dengan masalah domestik yang lebih biasa (misalnya: si nenek jatuh cinta dengan seorang pria yang kemudian hilang di Lautan Pasifik atau apalah), daripada menggunakan unsur fantasi yang rasanya kurang matang.

"Ada banyak cinta yang harus musnah, bukan karena nggak diperjuangkan, tapi memang karena nggak ada lagi yang bisa dilakukan. Selagi bisa, selagi cinta itu masih ada, berusahalah." (hal. 171-172)
Profile Image for D. Wijaya.
Author 2 books35 followers
October 5, 2015
Membaca buku ini sembari berharap aku akan menemukan kembali gaya bahasa yang mengalir dengan effortless, seperti yang aku temukan di novel pertama Fakhrisina, Confession. Dan, ya, aku memang menemukannya kembali. Aku mengagumi gaya bahasa yang dipakai, sedikit mengingatkanku pada gaya bahasa Morra Quatro—dan kebetulan penulis memang penggemar tulisan Morra.

Brigadoon—novel ini menyinggung tentang legenda kota Brigadoon di Skotlandia, sebuah kota indah yang kabarnya cuma muncul seratus tahun sekali. Ide yang menarik, tapi justru poin inilah yang menjadi salah satu kritikku. Di satu sisi, aku menghargai ide yang menarik ini. Di sisi lain, aku tidak bisa “menerima” ada unsur fantasi (sebut saja begitu) yang baru dimasukkan ketika alurnya sudah habis separuhnya. Entahlah, aku merasa unsur fantasi Brigadoon ini “melukai” paruh pertama cerita karena di paruh pertama cerita, tidak ada tanda-tanda kalau novel ini bakal ada unsur fantasinya. Apalagi, unsur fantasinya dimaksudkan sebagai sub-plot, bukan plot utama (tapi, aku tetap menghargai ide penulis).

Berbicara soal sub-plot, kritik keduaku adalah (sama seperti beberapa pembaca lain) aku agak sulit menentukan yang mana plot utama dan yang mana sub-plot. Apakah yang menjadi plot utama itu hubungan asmara Katrina dan Aiden, atau cerita keluarga Katrina, karena menurutku, porsinya nyaris sama besar. Tapi, ketika selesai membaca novel ini, aku putuskan yang menjadi plot utama adalah hubungan Katrina dan Aiden.

Selanjutnya, aku merasa Aiden ini misplaced menjelang akhir cerita. Dia tiba-tiba aja hadir di tengah-tengah keluarga Katrina dan malah langsung akrab sama Granny. Seberapa besar pun Aiden diceritakan diterima dengan baik di keluarga Katrina, aku tetap merasa kalau Aiden ini “gak seharusnya” ada di sana.

Nah, selesai dengan kritiknya. Sekarang aku bakal mengurai kelebihan novel ini. Pertama, seperti kataku di awal ulasan, gaya bahasanya mengalir dan memikat. Kedua, bagian ketika penulis menceritakan awal pertemuan Katrina-Aiden itu manis, sempat membuat aku senyum-senyum. Lewat bagian itu juga penulis berhasil membangun chemistry antara Katrina dan Aiden. Ketiga, aku suka dengan karakter Mac, melebihi rasa sukaku pada karakter Aiden. Keempat, kausalitasnya lumayan. Kelima, alur ceritanya terasa smooth (meski, tetap saja, aku terganggu dengan Brigadoon itu).

Secara keseluruhan, kalau boleh membandingkan novel ini dengan novel pertama penulis, Confession, aku lebih suka Confession. 3 dari 5 bintang.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
June 26, 2015
Benar, cinta memang tidak cukup.
Karena cinta selalu ingin bersama.
Karena cinta selalu ingin percaya.
Karena cinta selalu ingin lebih. Lebih mencintai, lebih bahagia, lebih berbagi...

Benar, kadang cinta saja memang tidak cukup.
Tapi tanpa cinta, takkan ada lagi yang tersisa.


Ini kisah tentang Katrina. Katrina yang putus cinta dengan Aiden memutuskan untuk pergi ke Skotlandia bersama kedua orang tuanya. Selain ingin menjenguk Granny, neneknya yang sedang sakit, Katrina berharap kepergiannya bisa sedikit menghibur dirinya.

Katrina sangat antusias bertemu dengan keluarga mamanya di Skotlandia, apalagi dia tidak pernah sama sekali bertemu dengan mereka. Apalagi mendengar kalau mamanya tidak terlalu akur. Sambutan hangat dari Granny, paman dan bibinya, serta Mac, sepupunya membuat Katrina bahagia. Tetapi, anehnya Istas sepupu lainnya terkesan sangat membencinya, ada apa sebenarnya?

Teryata kehadiran Katrina membuka keping rahasia di masa lalu. Granny seakan menunggu kehadirannya untuk membuka tabir masa lalu. Masa lalu yang selama ini ditutup rapat olehnya, tentang kisah cinta Granny dan hadirnya mama.

Ketika kesehatan Granny semakin memburuk, Aiden pun hadir kembali. Disamping itu, Mac sepupunya ternyata menunjukkan kesan bahwa dia tertarik terhadapnya.

Novel ini diceritakan dengan beberapa bagian yang membuatku begitu menikmati kisahnya. Novel ini mungkin lebih menonjol dari segi drama keluarganya yang sedikit berbalut kisah dongeng daripada kisah cinta Katrina sendiri. Rasanya sulit membayangkan kisah cinta Granny yang begitu mengharukan.

Overall, 3bintang untuk cinta....
Profile Image for Rei Pusvita.
78 reviews7 followers
December 13, 2015
Novel yang sangat manis karya Fakhrisina. All You Need is Love menceritakan soal Katrina yang mau move on. Iya, mau move itu emang susah, saudara-saudara! *loh kok jadi curhat*

Saat lagi galau gitu, orangtua Katrina ngajak pergi ke Skotlandia! Seru banget, kan? Tapi emang karena ada rahasia tersembunyi soal Skotlandia mengenai asal-usul ibunya. Terus nanti Katrina ketemu neneknya yang menyimpan rahasia; bahkan legenda. Yang paling menyenangkan, si Katrina ketemu dong ya sama sepupu cakep yang care abis. Idiiih... mauuu...

Novel ini bagus. Gaya penuturannya manis kayak gulali. Terus pengarangnya ngebagi cerita jadi beberapa bagian, jadinya rapi dan enak dibaca. Cuma sayangnya, ada beberapa salah grammar gitu deh di novel ini. Tapi, sejujurnya, gak ngaruh kok. Gue tetep ngerti bacanya. Dan setelah ini gue jadi pingin baca Happiness!

Novel yang luar biasa sweet! <3
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
May 13, 2016
Saya baru saja membaca salah satu karya penulis jebolan Gramedia Writing Project, dan melihat novel ini dalam daftar GWP itu. Pas nemu di iJak akhirnya langsung saya baca.

Tapi setelah membacanya, sepertinya ada yang kurang pas. Utamanya yang di bagian kota hilang Brigadoon. Konon katanya 1oo tahun di dunia nyata sama dengan 1 hari di Brigadoon. Harusnya pas Grany keluar dari sana dia lebih tua dong... atau gimana ya? Entahlah. Dan saya pikir jauh lebih baik kalau Brigadoon tidak ditemukan lagi oleh Katrina.

Profile Image for Shanya Putri.
352 reviews163 followers
January 14, 2018
5th book of 2018!

“Karena tanpa cinta, takkan ada lagi yang tersisa.”

Bercerita tentang LDR, keluarga, dan ada fantasy-nya! Suka banget deh pokoknya😍

Ditambah Aiden dan Mac yang karakternya aku suka banget💋
Profile Image for Autmn Reader.
886 reviews93 followers
July 16, 2020
POKOKNYA INI BENERAN SPOILER ALLERT YA, HEUHEU

Jadi pertama kali baca cerita ini karena katanya Persona bagus, jadi penasaran ama Represi dan All You Need is Love. Saya memutuskan baca dulu All You Need is Love, sebelum baca kedua buku lain dari Kak Fa ini.

Sebenernya ku masih rada gak paham ama genre Young Adult yang diusung Gramedia ini, mungkin maksudnya topik nya lebih berat dari teenlit? Tapi kalau melihat novel ini dan novel kak Saufina kemarin, menurutku masih ringan-ringan aja, sih. tapi yaudahlahya. Heuheu.

Ada hal-hal yang ngebuat aku suka ama satu cerita; gaya tulisan, karakter si tokoh, baru deh plot. Nah, yang ngebuat aku suka cerita ini adalah gaya tulisan penulisnya; ngalir dan enak dibaca, kayak tahu-tahu udah setengahnya aja gitu.

Awalnya kupikir cerita ini bakalan pure aja realistis. Maksudnya gak ada ‘magic’ atau apa. Ku gak nyangka kota legenda disini ternyata memang kota legenda secara harfiah. Karena kota legenda ni ternyata kota yang bakalan muncul 100 tahun sekali. Jadi penghuninya tidur selama 100 tahun. Jadi kupikir mungkin genre cerita ini bisa dimasukan ke magical realism? Karena menurutku intinya memang ada di sini, sih.
Ku sebenernya gak terlalu bisa bayangin Brigadoon itu gimana, sih. World building untuk Brigadoonnya kurang menurutku, walaupun gitu ku suka penggambaran skotlandianya juga beberapa makanan yang dibahas disini. Walaupun cuman disebutin namanya aja sama ada keterangan di bawahnya makanan itu kayak gimana. Yah, ini kan bukan novel tentang makanan jadi menurutku gak apa gak dijelasin itu makanan kayak gimana, lagian nantinya bakalan bosenin sih pasti kalau dibahas. Heuheu.

Plot yang disajikan oleh Kak Fa ini In Medias Res, dimana ada bagian-bagian yang membahas masa lalu secara detail yaitu Skotlandia pada tahun 1954. Ada juga beberapa bagian yang bahas awal pertemuan Katrina dengan Aiden. Jujur aja sih, ku stuck baca pas bagian Granny-nya ke Brigadoon. Ada beberapa kejadian yang kurang sreg; instalove. Yah, saya sebenernya gak ada masalah sih ama insta love selama tahu prosesnya kayak gimana. Tapi ini baru beberapa jam ketemu (atau menit?) mereka berani ngelakuin hubungan intim. Like? Did you really give your virginity to stranger you just met? Meh. Walaupun emang kalau gak gini malah gak aka nada cerita ini, sih. Mungkin pembahasan ini lebih masuk nanti pas ku ngomongin karakter kali ya. Tapi, bagian itu sempet bikin ku males baca aja sih.

Point of view yang dipakai ini ‘kebetulan’ POV-nya Katrina (Kecuali pas flashback ke tahun 1954, itu pakai POV orang ketiga) jadi ngebuat aku tahu Katrina ini kayak gimana. Dan ku gak ngerasain empati sama sekali ama dia padahal harusnya aku bisa ngerasain apa yang Katrina rasain. Masalahnya ku gak suka karakter Katrina, mamanya, dan neneknya. Ku malah suka Istas. Karakter paling masuk akal menurutku.

Katrina itu… yaampun, gak tahu sih harus ngomong apa. Tapi menurutku dia ini orangnya body shaming? Atau apa ya sebutan buat orang yang liat paras. Soalnya gini lho, jadi dia itu sebelum pacaran ama Aiden dia pacaran ama kakak kelasnya yang ku lupa namanya siapa. Terus akhirnya Elaina, sahabatnya ini ngenalin dia ke beberapa cowok tapi Katrina gak ada yang suka. Terus dia ketemu Aiden, terus mereak suka pacaran, di sebutin Aiden ini ganteng pokoknya, mantan pacar yang sebelum Aiden juga disebutin dia ganteng. Nah udah gitu dia putus ama Aiden, kan? Dia ketemu Mac yang ganteng, tuh. Terus dia suka, masa, ama si Mac. Padahal di awal dia yakin banget kalau Aiden ini cinta sejatinya. Tapi masa waktu diputusin kakak kelasnya dia gak bisa suka cowok lain, tapi pas putus dari Aiden, baru beberapa minggu udah suka lagi ama Mac. Kan aku jadi suudzon kalo cowok-cowok yang dikenalin Elaina gak ganteng. Deuh. Terus Katrina ini juga seneng banget deskripsiin kegantengan Aiden atau kegantengan Mac. Lagian ya udahlahya biarin, lagian menurutku Mac gak ganteng sih, soalnya Katrina nyebutin dia mirim Tom Cruise (Gini gak sih spellingnya? Wkwkwk) dan aku gak suka Tom Cruise ini. Heuheu. Yang bikin ku gak suka nih ama si Katrina pas dia bilang gini di akhir-akhir chapter,

“Tawaran menarik, Mac. Tapi terimakasih, meski kau dan Aidan sama-sama ganteng, aku lebih memilih duduk di belakang meski harus berdesak-desakkan”—hal.235.

Ya terus kalau mereka gak ganteng kamu bakalan bilang gini gitu. “Maaf, tapi kamu gak ganteng, jadi aku gak akan pertimbangin sama sekali buat terima tawaran kamu.” Kan enggak mungkin, ya? Terus lagi ku setuju nih ama Aiden, mungkin Katrina ini cuman asal-asalan aja cinta ama Aidennya, masa orang dapet rezeki dia malah marah. Etapi karena dia diputusin ama kakak kelasnya karena kakak kelasnya gak mau LDR-an, tapi bahkan mereka (Katrina ama kakak kelasnya) gak LDR-an kan mereka keburu putus.

Terus ada Aiden. Ku no comment ajalah ya ama Aiden, selain ke-cheesy-an dia, ku fine-fine aja kok ama Aiden. Yang ku gak paham ama Aiden adalah kenapa dia lebih milih cinta daripada masa depan. Emang tetep dapet beasiswa, sih. Tapi ini London 😭. Lagian kalian kan belum tentu berjodoh 😭.

Mac. Duh Mac, ya? Awalnya ku suka Mac loh, asli. Tapi pas di akhir chapter, pas masa terberat keluarga mereka, kenapa dia lebih memilih diem di sisi Katrina yang notabene baru dia kenal alih-alih di samping Istas yang jelas-jelas kakak perempuannya sendiri. Istas lebih butuh loh menurutku. Maksudnya dia udah kenal Granny dari kecil dan pasti gak ada yang sayang ke Granny melebihi sayangnya Istas, tapi si Mac ini malah nenangin Katrina. Kalau alesanya karena Istas udah ada ibu bapaknya, lah si Katrina juga sama, iya, kan? Dia bahkan punya Aiden 😭. Terus si Mac ini keknya orangnya sotoy banget deh, heuheu. Soalnya dia bilang gini ke Katrina:

“Tapi setidaknya aku mengenalmu, Catherina. Dan tidak ada satupun hal yang kukenal darimu, yang bisa menyerah dengan hubungannya semudah itu. Kau bahkan menyiram sepupumu dengan jus jeruk.”—hal. 112

Dan ku pingin ngakak baca itu. Kenal Katrina beberapa hari gak bikin kamu kenal dia luar dalam loh. Nyatanya dia nyerah ama hubungannya dengan Aiden tanpa ngasih Aiden kesempatan, dan itu faktanya. She gave up.

Granny. Huaaa, what should I say? I don’t like her. Udah ku bahas sebelumnya kalau dia give her virginity to the stranger she knew a few hour a go. And I feel sorry for you because you were so pathetic. Pokoknya big hand buat grandpa yang legowo. Heuheu.

Ada mamanya Katrina. Satu hal yang ku gak ngerti ama beliau. Kok bisa dia gak mau ketemu ayah kandungnya? Heuheu. Gimanapun juga kan harusnya cerita ini buat mamanya. Ini ayah kandung lo, tapi dia gak mau ketemu. Heuheu. Tapi pas di akhir-akhir dia pengen ketemu, sih. Granny harusnya tetep nyeritain kebenaranya ama mamanya Katrina. Hadeuuh.

Dan terakhir ada Istas. Kusuka dia ih. Gimana dong. Dia tuh sayang banget ama granny sampe-sampe dia lebih milih kuliah di manajemen bisnis alih-alih perawat yang jelas-jelas dia pengen. Iri ke Katrina wajar aja, sih. Karena Istas selalu ada buat Granny tapi tetep aja Granny lebih cintanya (menurutku) ke Katrina. Istas juga cewek pemberani yang gak segan-segan bilang maaf. Pokoknya ku suka novel ini karena Istas. Heuheu.

Dan terakhir ku kasih 3 bintang untuk gaya penulisanya yang ngalir dan bikin aku tetep pengen baca dua cerita Kak Fa yang lain, dan untuk karakter Istas yang sangat sangat kusuka. Heuheu.

Ps: kakak penulis ada rencana buat bikin cerita Istas? Semoga ada. Heuheu.

Pss: Mac juga boleh, karena entah kenapa ku penasaran ama kisah Mac. Heuheu

Semangat kakak penulisnya. Otw baca cerita Represi. Btw tema read-a-thon ku kali ini emang novel Kak Fa, heuheu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for yanti.
117 reviews2 followers
July 31, 2015




“Karena tanpa cinta takkan ada lagi yang tersisa “

Ini adalah buku pertama yang kuperoleh dari Buntelan BBI, saya cukup surpraise dapat memperoleh buku ini mengingat belum lama bergabung dengan BBI. Sebelumnya saya tidak mengetahui karya-karya Fakhrisina atau Riris panggilannya dan ini karya pertama yang kubaca. Saya tertarik dengan buku ini pertama karena judulnya lumayan menarik, “All you Need is Love” romantis dan kupikir ini cerita tentang cinta sepasang remaja. Setelah kubaca sinopsis belakangnya, ini lebih dari itu.

Kisah ini berawal Katrina dan Aiden, sepasang kekasih yang sempat renggang, dikarenakan Aiden akan pergi kuliah ke London. Dan Katrina tidak menyetujui hal tersebut, dia tidak mau menjalani LDR, karena merasa tidak akan bisa melalui ini. Sebenarnya Katrina sempat trauma dengan masa lalunya, cinta pertama bersama Gio, yang minta berpisah karena merasa tidak sanggup menjalani cinta jarak jauh, hal ini membuat Katrina terluka, butuh beberapa waktu sampai bertemu dengan Aiden.

“If you can’t deal with your past, you can’t have your future” (pg:26)

Ketika merasa hubunganya dengan Aiden sudah berakhir, Katrina menyetujui ajakan keluarganya untuk pergi menengok neneknya yang sakit di Skotlandia. Keluarga yang belum pernah dikunjungi Katrina. Dan cerita yang sebenarnya mulai berawal disini, yang mengungkap siapa sesungguhnya Katrina. Setting Skotlandia lumayan menambah wawasanku, termasuk, makanan, tempat-tempat wisata dan cerita legenda disana. Penulis lumayan detil menceritakan hal tersebut. Sesampainya di Skotlandia Katrina bertemu dengan keluarga besarnya, Nenek, Paman dan Bibi serta 2 saudara sepupu. Mac sepupu Katrina yang setampan Tom Cruise dan baik hati, berbeda dengan yang saudaranya Ista, kelihatan tidak suka dengan Katrina saat pertama kali bertemu. Selama di Skotlandia, Mac selalu menemani Katrina, bahkan membelanya saat saudaranya Ista dan Katrina bertengkar. Di rumah Nenek Katrina (Granny) menempatkan Katrina pada kamar yang khusus, karena tidak sembarang orang dapat memasuki kamar tersebut. Tampaknya Granny mempunyai maksud khusus, kenapa Katrina yang boleh menempati kamar tersebut. Hingga suatu hari Katrina dan Mac menemukan kotak rahasia dibawah tempat tidur yang berisi sebuah lukisan tempat yang sangat indah. Dan tampaknya ini berkaitan dengan rahasia Granny yang dipendam sendirian, rahasia yang juga mengungkap jati diri Katrina dan mamanya. Rahasia yang berkaitan dengan dongeng tentang kota Brigadoon

Brigadoon adalah sebuah kota yang sangat indah layaknya surga, letaknya tersembunyi di dalam hutan dan hanya muncul tiap 100 tahun sekali, dan penghuninya tidak boleh keluar kota, apabila salah satu penduduknya keluar, maka kota itu akan hilang selamanya. Ini adalah cerita yang cukup melegenda di Skotlandia, tetapi Grannia ,nenek Katrina membuktikan bahwa kota itu ada, bukan dongeng dan dia mengalami langsung dengan salah satu penduduk Brigadoon. Cerita sehari tetapi mampu mengubah seluruh hidupnya,ketika Grannia jatuh cinta dengan Kyle, pemuda kota tersebut tetapi harus berpisah, karena memang mereka tidak dapat bersama. Meskipun Grannia mencintai Kyle tetapi ia tetap menikah dengan laki-laki pilihan orangtuanya yang juga mencintai Grannia, yaitu Cayden. Bahkan Cayden tetap mencintai Grannia,meskipun sudah mengetahui pengkhianatan yang dilakukan Grannia beberapa hari menjelang pernikahan. Dan Cayden tetap mengasuh anak yang bukan dari keturunannya. Perhatian dan ketulusan dari suaminya akhirnya meluluhkan hatinya dan tidak menyesal segala peristiwa yang telah terjadi, dan Grannia tetap bahagia bersama Cayden, hingga maut memisahkan mereka. Rahasia yang dijaga seumur hidup nenek Katrina, akhirnya diceritakan semuanya saat menjelang kematiannya. Kini Katrina dan mamanya tahu siapa sebenarnya kakek Katrina. Sungguh kisah cinta yang unik dan menguras air mata.

“Ada banyak cinta yang harus musnah, bukan karena ngga diperjuangkan, tapi memang karena ngga ada lagi yang bisa di lakukan. Selagi bisa, selagi cinta itu masih ada berusahalah (pg:172)

Dan secara mengejutkan di tengah-tengah kesedihan keluarga tersebut, Aiden datang ke Skotlandia dan berniat bicara dengan Katrina. Lalu bagaimana reaksi Katrina ? apakah mereka akan kembali bersama, ataukah Katrina telah menemukan tambatan hati yang baru dengan Mac, sepupu yang se tampan Tom Cruise yang diam-diam juga jatuh cinta kepada Katrina?? Cerita ini dibagi dalam 2 bagian yaitu cerita Grannia saat masih muda dan cerita Katrina sekarang.

Saya rekomendasikan untuk membacanya sendiri. Percaya deh, tidak akan menyesal membacanya sampai akhir

Meskipun Jujur saja, awalnya saya sudah mulai agak bosan ketika membaca di awal-awal, karena ceritanya bergulir tentang perkenalan Katrina-Aiden, kemudian dilanjutkan ke hubungan dan akhirnya putus. Ini cerita klise yang biasa kubaca, tetapi ketika sudah muncul konflik-konflik selama di Skotlandia, ini makin membuatku tertarik dan penasaran dan langsung membacanya sampai habis. Apalagi kisah cinta yang berkaitan dengan legenda seperti ini jarang sekali kubaca, banyak yang dapat kita petik pelajaranya dari kisah ini. Bahwa cinta tidak selalu harus memiliki, kadang dengan membiarkan bersama orang lain dan bahagia bersamanya,itulah arti cinta yang sesungguhnya. Cinta juga harus diperjuangkan, karena banyak cinta yang harus musnah tanpa kita bisa mencegah, jadi selagi bisa diperjuangkan maka lakukanlah.

Saya suka sekali dengan tokoh Aiden, tipe cowok yang gentle, romantis dan bertanggungjawab. Suka saat moment perkenalanya, so sweet…selain itu Aiden mudah mengambil hati orangtua, tidak heran jika mamanya Katrina langsung jatuh hati untuk dijadikan menantunya. Idaman ibu-ibu deh…:)
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books103 followers
September 6, 2018
Jujur, aku tak begitu suka karakter Kat dan Aiden di sini. Memang tak semua karakter fiksi harus kita sukai, kan? Dan kurasa penulis berhasil membuat tokoh "aku" yang menyebalkan, setidaknya bagiku. Aku suka penulisannya yang mengalir. Kukira itu saja, sukses untuk penulisnya.
Profile Image for Nurina Widiani.
Author 2 books15 followers
June 26, 2016
Untuk pertama kalinya akhirnya Katrina menginjak tanah kelahiran sang mama, Skotlandia. Sejak kecil tak sekalipun Katrina diajak mengunjungi Granny dan Grandpa-nya, karena menurut mama keluarga sang kakek tidak menyukai mereka. Tapi kini Katrina bisa mengunjungi Skotlandia karena Granny sakit. Apalagi Mama memang sengaja mengajak Katrina yang sedang patah hati karena baru saja putus dengan Aiden.
Setiba di Inverness, Katrina dan keluarganya disambut oleh Mac, sepupu Katrina yang seusia dengan Katrina. Bahkan setiba di rumah Granny, Katrina mendapat sambutan hangat dari paman dan bibinya. Namun betapa kagetnya Katrina saat Istas, kakak Mac, terlihat jelas-jelas membencinya. Dengan kasar, Istas menolak mrngakui Katrina sebagai sepupu dan menolak kehadiran gadis itu.
Kini tiba saatnya bagi Katrina untuk menerima rahasia masa lalu. Menyingkap alasan mengapa Istar memusuhinya, mengapa warna mata Mama dan Katrina tidak sebiru anggota keluarga yang lain, dan apa arti jarak bagi hubungan sepasang kekasih.

----------------------------

"Ada banyak cinta yang harus musnah, bukan karena nggak diperjuangkan, tapi memang karena nggak ada lagi yang bisa dilakukan. Selagi bisa, selagi cinta itu masih ada, berusahalah." (hlm. 171-172)


Saya paling nggak bisa nolak membaca novel yang di dalamnya terkandung rahasia masa lalu. Dan novel All You Need is Love benar-benar penuh kemisteriusan yang menarik untuk disingkap. Satu lagi novel young adult yang jadi favorit saya.

Saya suka banget dengan bab pembukanya. Cara bertutur Fakhrisina langsung memancing rasa penasaran saya dan membuat saya seketika menghabiskan novel ini dalam sekali duduk. Pun ketika memasuki bab tentang Aiden saya dibuat meleleh dengan betapa manis, santun dan gentle-nya Aiden. Beneran ada nggak sih cowok kuliahan yang kalimatnya langsung bisa memikat hati seorang ibu? Kalau saya punya anak cewek, sumpah deh, bakal saya simpen Aiden buat jadi menantu saya :p
Tapiiii... sayangnya saya rada sebel sama Katrina yang langsung memilih putus daripada melakukan LDR tanpa mau mencoba dulu. Alasannya rada kekanakan sih menurut saya, kecuali kalau dia pernah trauma dikhianati pas LDR, mungkin masih bisa saya terima. Tapi kalau sama sekali belum pernah mencoba dan sudah berpikir kalau hubungan itu nggak akan berhasil, bikin gondok kan ya jadinya. Mana sedikit gengsian pula. Hiih!! Gemes banget!
Cuma kesalnya nggak lama sih karena penggambaran setting tempatnya asyik banget. Saya seakan benar-benar bisa menikmati kecantikan Skotlandia selama membaca novel ini.

Menarik sekali saat Fakhrisina memasukkan mitos tentang Brigadoon di dalam novel ini. Sebuah desa yang muncul atau terlihat manusia sekali dalam seratus tahun. Aura mistis nan eksotisnya dapet banget. Sayangnya saat kisah Brigadoon ini muncul adalah kurun waktu tahun 1954 saat Granny bertunangan dengan Grandpa, di situ saya merasa cerita berjalan kaku dan dialognya nggak mengalir.
Lalu saya mulai berhitung, jika tahun 1954 adalah saat Granny melihat Brigadoon dan menikah dengan Grandpa, kemungkinan mama Katrina lahir setahun kemudian, berarti mamanya Katrina lahir tahun 1955 dong? Itu berarti saat ini mama Katrina udah umur 60 tahun? Iya nggak sih.. duh saya jadi bingung.

Dan sebenarnya saya merasa Katrina yang kemudian juga menemukan Brigadoon itu agak maksa. Menurut saya kalau mitosnya memang muncul 100 tahun sekali ya biarlah tetap 100 tahun sekali. Jadi bisa saja jadi epilog di tahun 2054... atau 39 tahun kemudian. Kan malah seru ya kalau Katrina yang udah tua ketemu Kyle yang masih muda. Kkk~

Tapi secara keseluruhan saya suka dengan ide cerita dan gaya bertutur Fakhrisina. Kalau kamu sedang bimbang tentang status hubunganmu yang terancam LDR, novel ini layak dibaca, cobain deh ;)
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews852 followers
May 8, 2018
Fakhrisina Amalia
All You Need Is Love
Gramedia Pustaka Utama
250 halaman
4.7

Yay Skotlandia, tempat kelahiran bias aku, Kakak Lauren Mayberry yang sangat lucu dan menggemaskan.

Jadi, harusnya saya suka dong dengan cerita berlatar Skotlandia.

Humm... Enggak juga.

Pertama-tama, hal yang saya suka sebenarnya konsep yang digunakan menurut saya sangat menarik dan unik, berbeda dari sejumlah buku young adult yang pernah saya baca. Memadukan antara cerita rakyat lokal dengan latar modern semacam ini mengingatkan saya dengan Avalon High bikinan Meg Cabot. Permasalahannya adalah:
1. Dengan ide yang menarik ini, saya ngerasa buku ini jadi begitu penuh sesak karena subplot-nya cukup lumayan banyak. Hasilnya, saya ngerasa buku ini kurang puas. Plot utamanya sendiri jadi kabur--saya sendiri malah enggak dapat plot utamanya yang mana. Apakah soal Katrina yang belum move on, ataukah drama keluarga, ataukah cerita masa lalu neneknya? Saya kurang puas sebetulnya.

2. Back story-nya, terutama antara Katrina dengan Aiden, menurut saya sendiri terlalu kepanjangan, terlebih lagi saya enggak dapet maksudnya penggambaran ceritanya buat apa. Saya ngerti mungkin buat menceritakan awal pertemuan Aiden dan Katrina, serta bagaimana hubungan mereka berakhir. Tapi, satu bab juga sudah cukup kalau menurut saya.

3.Spoiler soal masa lalu nenek Katrina, you have been warned yha.


Gaya berceritanya lancar dan seru, saya suka. Karakter-karakternya sangat menyenangkan, termasuk Istas, walaupun dia lumayan agak menyebalkan. Deskripsi Skotlandia-nya sudah terasa.

Cuman kenapa saya kasih dua bintang, karena saya ngerasa ceritanya agak keju dan sinetroniyah, terutama di bagian akhir. Bukan tipe cerita kesukaan saya, sih, terlebih lagi kalau mau saya bandingin dengan premis cerita young adult lainnya, saya ngerasa konflik utama dari buku ini nyaris mirip dengan konflik cerita di teenlit. Hanya saja karakternya berumur 21 tahun.

Secara keseluruhan, ini bukan buku yang buruk, cuman bukan cangkir teh saya saja. Sukses terus buat Mbak Fakhrisina.
Profile Image for Ashan He.
Author 1 book10 followers
March 3, 2016
"Benar, cinta memang tidak cukup.
Karena cinta selalu ingin bersama.
Karena cinta selalu ingin percaya.
Karena cinta selalu ingin lebih. Lebih mencintai, lebih bahagia, lebih berbagi..."


Saya sudah lama ngidam buku ini sejak baca beberapa bab novelnya di situs Gramedia Writing Project. Selain cuplikan-cuplikan isinya yang menarik, cover novel ini juga begitu eyecatching. Jadi ketika saya menemukannya di koleksi IJakarta, saya langsung meminjamnya tanpa berpikir dua kali. And yes, saya suka dengan buku ini. Sesuai selera saya.

Saya kagum dengan tulisan authornya yang bagi saya sangat rapi. Narasinya lancar, dan permainan flashback-nya bikin saya ngiri. Ngalir gitu tanpa bikin bingung soal latar waktu. Terus, lumayan banyak kata-kata yang bisa dibikin jadi quote, tapi secara keseluruhan memang kalimat-kalimat di dalam narasinya cukup manis. Semanis hubungan si tokoh utama Katrina dan Aiden. Kedua-keduanya serasi sekali dan, weeyyy... Aiden manis sekali ya bibirnya. Meski sedikit agak lebay tapi cukup bisa dimaklumi.

"Dan satu-satunya hal yang harus kita lakukan adalah percaya bahwa cinta saja cukup, bahkan jauh lebih baik daripada tidak ada cinta. Sebab tanpa cinta, tak ada lagi yang tersisa."

Saya salah satu orang yang suka dengan cerita semacam legenda, mitos, dongeng atau apapun yang berbau fantasi dan histori. Jadi, sebenarnya cukup menyesal dulu pernah baca beberapa review tentang buku ini yang sedikit menyinggung masalah latar Brigadoon sebab unsur fantasinya tidak lagi menjadi kejutan ketika membaca novel ini. Malah jadi salah satu hal yang membuat saya penasaran untuk mencari benang merah antara kota legenda itu dengan kehidupan keluarga Katrina di Skotlandia, which is good.

Lanjutkan baca di http://latestbookmark.blogspot.co.id/...
Profile Image for Dinur A..
259 reviews97 followers
August 2, 2015
3,5.

saya udah sering denger2 tentang legenda di Skotlandia ini, jadi rasanya seneng aja pas tahu kalo ternyata novel ini mengusungnya sebagai salah satu tema. hmmm... jujur saya masih lebih suka sama Confession, saking sukanya saya jd merasa wajib bgt beli novel ini. Confession itu jauh lebih sederhana dari ini dan memakai pov kedua, jadi mungkin penyampaian emosinya lebih fokus ke satu hal dan karenanya saya ngerasa Confession itu bener2 nyesss tepat di ulu hati. wkwk.

kekurangan buku ini terletak di grammar error-nya yg lumayan banyak, tp ngga parah kok, masih bisa dimengerti. saya soalnya lg proses belajar bahasa inggris yg baik dan benar makanya saya jd jeli bgt kalo liat ada yg salah2, hehe. terus, saya nggak terlalu merasa sedang berada di Skotlandia waktu baca buku ini, ngerasanya sedikit2 doang, belum kental suasananya Skotlannya.

terus juga sempet bingung ini sebenernya mau fokus ke mana, masalah Kat-Aiden atau masalah masa lalunya Granny? tp pada akhirnya saya gabegitu masalah sih, krn lama2 saya jd ngeh kalo emang garis besar yg berusaha disampein sama penulisnya itu ya bagian 'cinta'-nya. oh iya, saya juga agak terganggu tiap kali ada yg bilang "kita bukan sepupu" dan semacamnya, karena toh mereka punya nenek yg sama kan.

selebihnya, saya tetep suka sama buku ini. romance tapi porsi keluarganya lebih kental, sy selalu suka yg begini, karena tema keluarga pun juga bisa 'romantis'. tadinya mau dibuletin ke bawah aja bintangnya, tp kok menurut saya buku ini ga pantes ya dapet 3 bintang doang. jd dibuletin ke atas aja deh karena bagian akhir2nya berhasil bikin saya sedikit emosional. :)

semoga buku selanjutnya cepetan terbit yaa... ga sabar. udh terlanjur suka sama gaya menulisnya. :))
Profile Image for Ira Booklover.
691 reviews46 followers
March 9, 2016
Setelah 3 hari membaca buku-buku di luar zona nyaman untuk tantangan #GPU42, akhirnya saya keteteran juga, tidak sempat menyelesaikan buku Young Adult-nya GPU.

Secara acak, saya memilih untuk membaca All You Need is Love sebagai novel Young Adult GPU pertama saya. Dan kejutan, diucapan terima kasih, saya baru tahu kalau penulisnya adalah anak psikologi Universitas Lambung Mangkurat. Kereeeeen. Saya baru tahu kalau ada penulis dari Kalimantan yang bukunya diterbitkan oleh GPU. *dasartidakgaul*.

Oke saya suka dengan setting Skotlandia-nya. Saya suka dengan gaya penulisannya. Mengalir gitu. Jadi enak bacanya.

Tapi...maaf ada tapinya...saya kurang suka dengan tokoh utama ceweknya. Sebenarnya tokoh utama cowoknya juga, tapi mereka dimaafkan karena ganteng. *plaaak*.*alasanapaitu*. Saya rasa mereka semua plinplan. Udah itu aja.

Tapi lagi, kisahnya unik, ada unsur fantasinya. Tidak mengherankan mungkin ya karena settingnya di Skotlandia. Saya juga kalau mau cari ibu peri kalau ga ke Inggris atau ke Skotlandia, atau ke Irlandia gitu. Kayaknya dibalik hutan-hutannya, keajaiban fantasi itu sepertinya masih ada. *ngayal*.

Tapi (lagi), saya sepertinya lebih suka kalau tempat mistis itu tetap dijadikan misteri. Kalau diungkapkan, kesannya jadi seperti dipaksakan gimana gitu.

Tapi (sudah berapa kali saya menyebutkan tapi yak), saya suka dengan pesan yang disampaikan novel ini, terutama yang dihalaman persembahannya "untuk cinta, dan mereka yang bertahan karenanya". Somehow terasa menohok banget, setidaknya bagi saya sih. *eh*.

So, saya ngasih 3 dari 5 bintang untuk buku All You Need is Love. Untuk cover-nya yang cool dan kutipan "untuk cinta, dan mereka yang bertahan karenanya". I liked it ;)
Profile Image for Halida Hanun.
325 reviews13 followers
July 28, 2015
2.5 stars

beli buku ini karena dapat rekomendasi dari seorang teman. kebetulan sampulnya pun cantik dan menarik. selain itu, emang lagi ingin mencoba genre YA terbitan GPU. dan begitu baca sinopsisnya, dengan latar tempat di Skotlandia langsusng tertarik. wah bakalan menarik nih kayaknya.

sayangnyaaaa,,, tidak semudah itu untuk jatuh hati ke dalam ceritanya.
*) sosok Aiden di awal cerita sinetron abis memang bahasanya. bukannya terlihat romantis, malah bikin saya mengernyitkan alis. iiiihhhh....
*) latar keluarga utama Kat tidak dijabarkan seperti apa. kayakah atau biasa aja? Apa pekerjaan kedua orangtuanya? mengingat mamanya tidak hanya sekali itu ke Skotlandia
*) bagaimana perasaan benci mamanya Kat terhadap rahasia yang granny simpan tidak ditonjolkan. seolah si mama hanya tokoh tempelan
*) aiden dengan mudahnya pergi ke skotlandia padahal harusnya mengurus beasiswanya di london? ngana orang kaya? ngana orang pintar atau bodoh? bodoh karena cintaaa
*)tidak diungkapkan berapa umur granny sebenarnya. kalau menurut perhitungan dan perkiraan sih sekitar 80an tahun. *)kenapa Kyle bisa muncul lagi padahal belum genap 100? apakah karena permohonannya dikabulkan? tidak dijelaskan dengan detail juga
*)bingung dengan genre pada buku ini, karena di dalamnya pun mengandung unsur fantasi.
*)mungkin untuk buku selanjutnya bisa dieksplor lebih lagi tuh untuk menulis tentang hal-hal berbau fantasi
*) masih kasih kesempatan untuk bisa baca karya penulis yang lain ☺
10 reviews
June 22, 2018
http://penaebook.blogspot.com/2018/06...

- karena tanpa cinta, tidak akan ada lagi yang tersisa -

Begitulah hubungan Aiden dan Katrina harus kandas begitu saja, mereka yang sudah menjalani hubungan pacaran dengan sangat bahagia tiba-tiba dikejutkan dengan berita bahwa Aiden harus meneruskan kuliahnya ke luar negeri untuk menjalankan beasiswanya. Katrina yang mengambil keputusan secara sepihak, ia tidak bisa meneruskan hubungan ini melalui hubungan jarak jauhnya itu, ia selalu berpikir bahwa hubungan jarak jauh tidak akan pernah berhasil.

Katrina memutuskan untuk pergi dan menerima ajakan mamanya ke Skotlandia, bukan untuk berlibur namun menjenguk granma (nenek) nya yang sedang sakit. Jujur saja Katrina baru pertama kali diajak mamanya ke Skotlandia untuk bertemu nenek, biasanya mama selalu tidak membolehkan Katrina untuk ikut dengannya, dengan berbagai macam alasan.

Sampai di Skotlandia, Katrina tidak menyangka ternyata ia mempunyai sepupu yang sangat tampan, jika sahabatnya tahu ia pasti iri dengan Katrina. Namanya Mac. Mac adalah orang yang sangat ramah dan baik, ia banyak mengisahkan sesuatu kepada Katrina terutama tentang tempat – tempat yang indah yang ada di Skotlandia.

Seluruh keluarga Granma menyambut dengan baik kedatangan mereka, kecuali – Istas, ia menatap tajam ke arah Katrina dan kedua orang tuanya, Istas (Kakak Perempuan Mac) benci kepada mereka dan mengatakan bahwa mereka bukan bagian keluarga ini dan Katrina hanyalah sepupu tiri. Hanya Istas yang mengatakan seperti itu, tidak dengan yang lain.
Dibalik kebencian Istas, terdapat silisilah keluarga yang tidak Katrina ketahui tentang dirinya mengenai sejarah keluarga mereka. Hingga Katrina dengan tidak sengaja menemukan sebuah peti dibawah tempat tidurnya, ia menemukan sebuah lukisan yang sangat indah, tempat yang dialiri dengan air terjun dan pemandangan yang masih sangat alami, dimana dilukisan tersebut tertulis kata –Doon. Entah identitas itu sangat tidak jelas, mengapa lukisan seindah itu harus berada dibawah tempat tidurnya.
Katrina pun bercerita kepada Mac tentang sebuah penemuannya mengenai lukisan itu dan Mac menerka bahwa lukisan itu seperti memiliki sepasang lagi, karena ka –Doon, seolah menunjukkan ada kalimat lain sebelumnya. Mac mengatakan seperti sebuah tempat atau inisial orang yang melukis lukisan tersebut.

Jalan kebingungan Katrina terbuka luas ketika Granma menceritakan mengenai dirinya kepada Katrina. Dalam cerita tersebut Granma mengatakan ia adalah seorang bangsawan, Katrina sangat terkejut, berarti dalam dirinya terdapat sedikitnya darah bangsawan, suatu ketika Granma dijodohkan oleh kedua orang tuanya kepada Granpa. Nama Granma adalah Granny ia adalah anak seorang konglomerat yang dijodohkan dengan Pangeran Cayden yaitu Granpa, dalam perjodohan itu Granny tidak mempermasalahkan perjodohannya, ia pasti akan senang, namun dalam hatinya ia tidak menemukan sebuah cinta dan rasa yang ia inginkan saat bersama Cayden.

Dalam suatu hari menjelang pernikahannya ia menyempatkan diri untuk berlibur, Granny ingin menghirup udara segar sebelum menjelang pernikahannya. Ia memilih untuk pergi ke hutan, dalam perjalanan menuju hutan semakin langkah nya menjauh ia lupa kearah mana ia harus pulang, hingga Granny menemukan sebuah titik cahaya yang menyilaukan dan Granny menghampiri arah cahaya itu ada. Sungguh luar biasa Granny menemukan sebuah surga tersembunyi didalam hutan itu, tertulis sebuah papan yang menunjukkan nama tempat itu tertulis “BRIGADOON”
Tempat yang indah yang dialiri air terjun dan jembatan yang indah, Granny pun merasa terhanyut untuk memasuki tempat tersebut, hingga ia bertemu dengan Kyle, seorang pemuda tampan yang menyukai Granny diawal pertemuannya, begitupun dengan Granny.
Hingga tiba disuatu sore Kyle yang mengajak Granny menuju rumahnya, entah apa yang mendorong Kyle tiba-tiba mencium Granny dan Granny memasrahkan segalanya akan perlakuan Kyle. Hari yang sangat membuat Granny sangat senang, namun Kyle tiba-tiba harus mengatakan bahwa ia terpaksa harus berpisah dengan Granny. Dan Kyle hanya memberi sebuah lukisan kepada Granny, dimana lukisan itu terdapat 2 pasang, dimana satu pasangnya ia berikan kepada Granny. Kyle berjanji ia akan kembali.

Secara singkatnya bahwa Katrina adalah cucu dari Granny dan Kyle, itu mengapa Katrina dan ibunya memiliki mata berwarna abu yang berbeda dengan keluarga Granny yang lainnya, sehingga Istas tidak menerima keberadaan Katrina.
Masih panjang bagaimana kelanjutan dari ceritanya, selebihnya kalian harus baca sendiri ya.. hehe
Cerita “All You Need Is Love” ini punya ide cerita yang bagus menurut aku, biasanya cerita cinta itu hanya berkisah mengenai romansa dan kata-kata romantis yang terlontar. Tapi cerita ini mengisahkan sebuah pengalaman cinta Katrina saat di Indonesia dan Skotlandia sekaligus sejarah dimana ia berasal. Keren pokoknya, alur yang dibuat memang banyak mengisahkan Flashbacknya terutama saat Granny yang menceritakan saat ia masih remaja, dan gambaran yang muncul dalam Flashback Granny itu seperti cerita sebuah kerajaan, dimana Granny sebagai gadis kerajaan yang sangat di puja oleh laki-laki. Siapa yang tidak mau dengan Granny?. Dan Flashback mengenai masa saat PDKT pertama Katrina dengan Aiden, anti mainstrem banget pokoknya, penasaran? Mesti baca pokoknya.

Kalo Author pribadi sih suka dengan tokoh Mac, penggambarannya itu ia bule, tampan (banget malah) haha padahal cuma bayangan doang, terus penyayang dan pengertian. Paling bapernya itu ketika Mac yang suka tiba-tiba ada dikamar Katrina, ketika Katrina sedang sakit, pokoknya Author setujunya Katrina sama Mac hehe, dan fakta yang Author baru tahu adalah kota “BRIGADOON” sebagai tempat utama dalam cerita ini, sebuah kota legenda dari Skotlandia yang hadir setiap 100 tahun sekali atau 1 abad sekali, konon kota itu menghilang karena terdapat sebuah perjanjian tuhan dengan rakyat kota tersebut, supaya kota itu terjaga akan kelestarian alamnya, maka dari itu mengapa “BRIGADOON” dihadirkan 1 abad sekali. Dan ketika kota itu menghilang, konon rakyat “BRIGADOON” sedang tertidur selama 100 tahun.

Dari sosok Granny terdapat sebuah pelajaran yang ditujukan kepada Katrina, ia mengatakan :
“ Jarak bukan apa-apa, Kat. Bahkan dalam perpisahan yang abadi saja, cinta bisa hidup dan tumbuh selamanya” bahwa tidak semua hubungan jarak jauh tidak akan berhasil, mana kita tahu jika kita tidak mencobanya.
Granny pun belajar itu semua dari Cayden (Granpa), bahwa ia selalu tulus mencintai Granny, walaupun saat Granny sudah melakukan pengkhianatan, Granpa tetap menerima. Salut pokoknya.
Secara keseluruhan cerita ini memang lebih banyak menceritakan mengenai asal usul keluarga Katrina, dibanding dengan kisah asmaranya, tapi buku ini rekomended banget buat young adult. Dijamin gak akan nyesel baca buku ini.

Kamus Pena
Author 4 books21 followers
August 3, 2015
"If you can't deal with your past, you can't have your future."

Pertama kali baca novel ini langsung jatuh cinta sama ceritanya. Tapi sayang, karena udah pernah baca, agak lama menyelesaikannya pas baca ulang lagi. Jadi, maaf kalau review-nya lama banget ya, Fa. Hehe...

All You Need is Love ini bercerita tentang Katrina yang patah hati karena berpisah dengan Aiden, cowok yang dia temui di suatu hari Minggu yang cerah, yang membuat Kat jatuh cinta padanya. Kat ini nggak percaya sama yang namanya LDR makanya pas Aiden bilang kalau dia mau kuliah ke luar negeri, Kat memilih berpisah. Dan untuk melupakan kesedihannya, Kat pergi bersama kedua orangtuanya mengunjungi kampung halaman mamanya di Skotlandia. Di sana dia bertemu dengan Mac (yeay...), sepupunya yang membantu Kat melupakan kesedihan di hatinya. Dan di sana pula Katrina mengetahui masa lalu keluarganya yang membuat Katrina sadar apa yang dia butuhkan.

Aku suka sama cerita AYNIL ini (dan aku suka banget sama Mac. Hehe...). Awalnya agak bingung cerita ini mau dibawa ke mana, tapi sentuhan fantasi di dalamnya membuat cerita ini menarik. Dengan gaya bercerita Fa yang khas, ceritanya juga berjalan manis.

Cuma satu yang aku kurang suka. Istas. Nyebelin banget. Hehe...

So, 3 bintang untuk cerita cinta dari kota legenda.
Profile Image for Jenny Faurine.
Author 18 books181 followers
June 21, 2015
Jadi, Bojong udah nggak kena hujan sekitar... 3 minggu. Dan nyamuk banyaaaak banget. Jadi baca buku ini pas malem-malem tuh sambil kibas-kibas raket nyamuk.
*ini nggak penting banget sih buat diceritain*

Ehm, oke. Thanks buat Kak Utha yang udah minjemin novel ini. Masuk ke daftar-novel-yang-harus-gue-beli-walaupun-udah-gue-baca.

Baru pertama kali baca karyanya Kak Iis (eh, boleh ya manggil gitu? :3) dan suka sama tulisannya. Terus sempet galau gitu. Mau sama Aiden atau Mac. #heh #siapalo Btw, Sunday Morning tuh kayak yang suka ada di Pemda Cibinong pagi-pagi pas hari Minggu ya? Aduh, norak banget gue. Tapi kenapa selama bertahun-tahun gue ke Pemda pas hari Minggu, nggak ada yang ngajak kenalan? Adanya ngajakin ikut MLM. #halah

Ceritanya bikin gue senyum-senyum sendiri, bikin mikir, terus banyak kalimat nyentilnya yang langsung bikin gue mikir "Ih, bener banget nih!", dan menjelang ke akhir, bikin mata berkaca-kaca gitu. *norak banget*

Intinya, All You Need is Love ini sebuah novel yang menghangatkan hati. :")

Terus berkarya, Kak Iis! ❤❤❤❤
Author 17 books50 followers
December 30, 2015
Buku pertama penulis, Confession, adalah salah satu Seri Bluestroberi yang paling kusuka. Di buku itu, penulis bikin aku jatuh cinta sama Alan, sampai nggak bisa move on. Tapi untungnya, dengan adanya buku ini, aku jadi bisa move on ke Mac, hehe....

Penulisan di buku ini sudah lebih baik dari Confession, lebih mengalir dan lebih detail. Aku suka dengan setting Skotlandia yang dideskripsikan, bikin aku jadi kepingin ke sana.

Pas prolog dan part I, sebenarnya aku masih merasa biasa aja, kayak baca novel-novel romance yang lainnya. Tapi begitu masuk ke part II, baru deh aku nggak bisa berhenti baca. Keberadaan Brigadoon yang membuat cerita di buku ini jadi terasa unik, meski sedih juga dengan kisah cinta Granny.

Dengan beresnya Confession dan buku ini, sekarang tinggal nunggu Happiness deh.
Profile Image for Minarti Purwaningsih.
10 reviews1 follower
September 13, 2015
Saat mulai membaca All You Need is Love, agak sulit untuk mendapatkan kesan yang menarik. Rasanya seperti membaca kebanyakan novel dengan kisah percintaan yang serupa. Tapi... ketika lanjut membaca dari tengah hingga akhir, akan terasa ledakan-ledakan cerita yang tak disangka akan muncul secara bergantian. Mulai dari keindahan Skotlandia, munculnya karakter-karakter baru yang membuat pembaca jatuh cinta (especially for Mac ❤), hingga terbukanya sebuah rahasia ajaib Skotlandia yang membuat ceritanya semakin menarik.

Overall, All You Need is Love adalah sebuah cerita romantis dengan sedikit bumbu fantasi didalamnya. What a brilliant idea, Fa! (Untuk saya yang tidak terlalu menyukai genre romance, buku ini lumayan membuat saya terkesan) :)
Displaying 1 - 30 of 82 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.