Kumpulan cerpen dari Ratih Kumala. Aku kira banyak plot-twist. Ternyata biasa tapi bagus.
1. Ode Untuk Jangkrik: jangkrik untuk pertarungan ternyata tidak sengaja menjadi pakan burung ayahnya
"Selama beberapa hari yang bersamaan dengan ngambeknya yang berkepanjangan, ia memandang benci pada ayam peliharaan Bapak."
2. Nonik: Nonik yang kaya ternyata karena ani-ani. Nonik akan menikah dan si sugar daddy cemburu. Akhirnya Nonik dib*nuh.
"Toh, Nonik tak pernah percaya bahwa cinta itu buta. Cuma uang yang bisa bikin buta."
3. Nenek Hijau: nenek hijau yang membuat perjaka tidak lajang lagi sehingga sulit mencari istri. Usut punya usut ternyata nenek hijau adalah representasi dari mimpi basah.
"Bagaimanapun, harga mangga yang telah rompal dimakan ulat takkan seharga mangga utuh walaupun keduanya kuning dan ranum."
4. Tulah: kisah Nabi Musa yang membelah Laut Merah.
"Itu adalah kali pertama aku memberi jalan bagi orang. Dan kukatakan padamu, jika kau mau coba-coba mengacungkan sebilah tongkat lalu memukulkannya ke tubuhku, takkan aku beri jalan. Lagipula, jika terus kuberi jalan, apa guna kapal-kapal yang berlayar di tubuhku? Kecuali jika kau bisa memukul tongkat itu sekeras Musa memukulnya padaku waktu itu."
5. Telepon: tentang Anggit yang dimabuk asmara saat remaja. Hingga akhirnya ia menikah dengan pria itu. Namun, akhirnya suaminya selingkuh.
"Anggit seperti kembang, dia sedang mekar-mekarnya. Warnanya sedang cerah-cerahnya, baunya sedang wangi-wanginya, ini berarti madunya juga sedang manis-manisnya, dan ini juga berarti kumbang sedang banyak-banyaknya yang mendatanginya. Anggit suka senyum-senyum sendiri setelah menerima telepon."
6. Ah Kauw: terkait bisnis kematian. Ah Kauw pindah dari Semarang ke Jakarta untuk menjadi tukang gali kubur dimana kuburan tersebut akan menjadi gedung tinggi. Kuburan yang digali adalah kuburan China. Banyak peninggalan perhiasan dan barang berharga di situ. Ia membawa barang tersebut dan menjualnya. Istrinya bisa kuliah karena hal tersebut. Namun, rezeki yang tidak berkah memang menyebabkan celaka. Istrinya tidak hamil selama bertahun-tahun dan ayahnya pun meninggal karena dihidupi oleh Ah Kauw.
"Orang mati harus dikasih hormat, bukan diganggu. Kamu juga ambil barang mereka, kamu jual itu barang. Biarpun sudah mati, tapi namanya tetap mencuri."
"Ia seperti merasa ditampar: di tanah itu babahnya dikuburkan."
7. Lelaki Di Rumah Seberang: nenek jompo yang sudah berusia sangat tua (lebih dari 100 tahun) yang tinggal di panti jompo. Keluarganya sudah jarang mengunjunginya. Ia mempunyai teman di rumah seberang. Kakek jompo yang dirawat oleh pengasuh. Namun, lama kelamaan kakek tersebut dirawat oleh menantunya. Ia suatu ketika Nenek jompo tersebut sadar bahwa perlakuan menantu kepada kakek tersebut kasar. Puncaknya adalah nenek jompo tersebut mengetahui dan melihat ketika si menantu membunuh kakek tersebut.
"Tapi aku tak lagi punya cukup tenaga untuk membentak mereka dan mengatakan betapa tidak sopannya melupakanku dengan sengaja. Aku cuma bisa berdoa semoga aku cepat-cepat mati. Menyebalkan sekali, menjelang sore mereka baru pulang."
"Jika bulan depan aku masih hidup, maka usiaku genap 102 tahun dan aku telah menjadi saksi sebuah pembunuhan. Percaya tidak?"
8. Keretamu Tak Berhenti Lama: Ning si penjual makanan pecel di stasiun yang menikah dengan tukang becak yang suka judi dan main perempuan. Ning berjualan di stasiun dan mempunyai satu pelanggan rutin yaitu Pak Kasdi yang juga kerap memberinya uang lebih. Suatu ketika suaminya ketauan main perempuan. Ning marah dan suaminya berujar bahwa apa beda dengan Ning yang selingkuh dengan Pak Kasdi. Ning merasa itu bukan selingkuh karena tidak ada hal apapun dengan Pak Kasdi. Ia marah dan pergi ke stasiun kereta. Menanti Pak Kasdi dan kabur bersamanya. Dono, anaknya ditinggalkannya dengan keadaan nangis bersama suami Ning. Usut punya usut ternyata Pak Kasdi mencintai Ning dan pernah sekali menciumnya.
"Utang setoran becak sudah menunggak tiga hari. Jika dituruti terus berjudi, kami benar-benar akan puasa."
"Ya dua-duanya yang nyari setoran pak. Kalau cuma satu bisa-bisa puasa. Wong dua orang saja masih lapar."
"Heh, aku ini tukang becak, patut kalau ngelonte. Kamu itu ayu juga enggak, sok ngelonte sama masinis."
9. Rumah Duka: suaminya meninggal dan ternyata selama 16 tahun ini suaminya punya istri kedua. Istri pertama merasa bahwa istri kedua lebih sedih daripada dia. Istri pertama mengizinkan suaminya untuk main perempuan, asal tidak dijadikan 'rumah'.
"Mungkin, awalnya perempuan itu hanya makanan, tapi ia makanan yang diramu oleh chef yang andal, jadilah suamiku ketagihan. Lama kelamaan, makanan itu menjelma menjadi anjing peliharaan."
"Sehari setelah suamiku meninggal, aku baru bisa memahami air mataku. Bahwa ia mengalir untuk 'bapak dari anak-anakku' yang kini jadi yatim (mesti semua telah dewasa dan mandiri), dan bukan mengalir untuk 'suamiku'."
"Sebab, meski aku memilikinya, aku tak pernah benar-benar bisa menggenggamnya. Lihat saja daftar perempuannya. Mungkin juga aku bukan istri yang baik, jika, ya, tentu ia tak akan jajan di luar. Bahkan diam-diam memelihara 'anjing'."
"Entah kenapa, aku seraya lega. Meski kulihat perempuan itu mencium suamiku. Suamiku yang semakin tampan dengan dasi ini."
10. Foto Ibu: tentang ibu yang gemar difoto. Ia adalah ibu yang digambarkan sempurna. Hingga suatu ketika ia menemui foto anak kecil di dompet suaminya. Ia marah. Dan anak ibu tersebut berniat memasang tato foto ibu di punggungnya.
"Cita-cita ibuku adalah: kami sekeluarga masuk surga bersama-sama."
"Sedang cita-citaku adalah: di kehidupan yang akan datang, aku ingin dilahirkan sebagai ibu dari ibuku, agar aku bisa membalas kasih sayangnya di kehidupan yang sekarang."
"Nasabah bergantian dilayani. Tiba-tiba aku melihat mereka mirip robot yang sudah diprogram: caranya memberi salam, melayani, tersenyum, sampai mengucapkan terima kasih. Aku keluar bank dan mendapati diriku muntah-muntah demi melihat itu semua. Sejak itulah aku bersumpah: tak mau kerja di bank."
"Hidup ibuku berjalan seperti seharusnya kehidupan seorang perempuan: sekolah, menikah satu kali, membesarkan anak, mengurus rumah, menjahit, menanam bunga, sementara suaminya bekerja."
"Baginya, kerja di bank berarti kemapanan: ada gaji tetap, ada tunjangan untuk keluarga, ada uang pensiun. Singkatnya, kehidupan terjamin."
"Ibuku selalu bilang, bahwa seorang istri membawa rezeki sendiri-sendiri bagi suaminya."
"Ibuku mengingatkan bahwa berdoa lebih baik ketika sedang merasa teraniaya. Sebab Tuhan akan menjamin doamu terkabul. Tentu ini lebih baik ketimbang marah-marah tak jelas juntrungannya."
"Jangan terlalu girang, sebab bisa saja setan lewat dan mengubah segala kesenangan jadi musibah."
"Aku tahu bu, sesekali kau ingin girang menari. Maka izinkanlah jarum tinta itu bermain di kulitku, kau boleh berdansa di punggungku."
11. Bau Laut: tentang Mencar yang menikahi putri duyung. Awalnya ia menjadi kaya raya karena berhasil memberi tahu ke para neyalan terkait letak ikan. Ia jadi saudagar. Namun, suatu ketika ia hilang di laut karena telah melihat putri duyung.
"Mencar segera terjun, menenggelamkan diri ke laut. Ayahku mencoba mencegahnya, tetapi sosok itu memegang tangan Mencar dan menariknya jauh ke dalam laut."
12. Pacar Putri Duyung: tentang Gede si peselancar berbakat. Suatu ketika ia berselancar dan di gulungan ombak ia bertemu dengan sosok putri duyung yang sangat cantik. Namun, orang lain melihat itu adalah hiu putih, bukan putri duyung. Gede resign dari pekerjaan berselancar. Ia membuat usaha resort di dekat pantai sambil menunggu putri duyung.
"Baginya, perempuan itu ibarat kucing: manja dan sensual."
"Alasan lain yang membuatnya tak jenak berada di satu wanita terlalu lama adalah seperti halnya kucing, wanita membutuhkan perhatian yang konstan. Tak seperti anjing, mereka tak bisa diperintah untuk duduk diam. Perempuan juga pencuri sejati. Jika kucing yang kau pikir manis akan mencuri ikan asinmu di meja makan, maka perempuan yang kau pikir menarik akan mencuri hatimu. Kucing dan perempuan sama-sama pencuri. Ia tak suka pencuri."
"Jika semua orang mengira bahwa Gede menang kompetisi selancar karena ambisi, maka mereka salah. Gede sejatinya telah ketagihan tube wave. Ini semacam candu baginya. Satu-satunya tempat dimana ia bisa menemukan kebahagiaan yang absolut."
"Kini, dia lebih suka berdiam di bibir pantai, sambil mengisap ganja hingga matanya merah dan menyipit, dan penglihatannya jadi demikian tajam."
13. Bastian dan Jamur Ajaib: tentang Bastian yang patah hati dan ia mencari obat untuk mengobati hal tersebut. Ia menemukan jamur ajaib. Ketika ia minum jamur tersebut, ia menjadi bertemu kekasihnya yang sudah meninggal. Kekasih yang tengah hamil yang bukan anaknya, Bastian marah dan kekasih tersebut tertabrak di jalan pulang. Bastian merindukan kekasih itu. Ia mencari jamur kepada seorang nenek. Ia merebut paksa dan memakan jamur dalam jumlah yang besar. Ia overdosis. Ia tertabrak dan melihat banyak wajah kekasihnya di jalanan.
"Satu-satunya cara untuk bisa jalan lurus ke depan, kamu harus berbaikan dengan masa lalu. Kamu harus bisa melepas orang yang sudah tidak satu dunia lagi denganmu."
"Kalau kamu terus terjebak di masa lalu, hidup kamu dalam dua tahun ke depan akan hancur."
"Gadis yang datang ke dalam fantasimu tidak nyata. Rasa bersalah dan amarahmu takkan habis dengan kehadiran dia yang cuma sementara."