Prinsip saya, saya hampir tidak mungkin akan memberikan bintang 5 pada karya manusia dalam bentuk apapun, karena jika 5 berarti sempurna, maka saya belum (dan mungkin tidak akan, lagi) pernah menemukan karya yang sempurna dan luput dari kesalahan, well mungkin bukan kesalahan, tapi anggaplah begitu. So, kalau saya ngasih bintang 5 maka bintang terakhir yang melengkapi kesempurnaan itu akan selalu saya persembahkan buat Tuhan. Alasan lainnya adalah, terletak pada ego, ya, ego, subjektifitas, idealisme, selera. Karena setiap akhir buku kita akan dihadapkan pada 3 kemungkinan, happy end, open end, dan sad end. Meskipun begitu, sebenarnya setiap akhir akan selalu menyisakan kelanjutannya sendiri dalam pikiran kita kan? setidaknya itu yang selalu terjadi pada saya, saya akan melanjutkan setiap kisah yang telah berakhir di buku ke dalam pikiran buat mendapatkan akhir yang ideal menurut driku sendiri. Tentu saja saya akan selalu menerima akhir yang diberikan penulis. Tapi saya dengan bebas menerjemahkan akhir yang lain di pikiranq tanpa ada orang lain yang harus tahu ataupun menyetujuinya, pun saya tidak akan memaksakan akhir yang ku persepsikan sendiri ke orang lain.
Nah cerita ini, sempurna. Karena ya udah Takdir. Indah. Dan getir pada saat bersamaan, dan saya ngga kepikiran buat bikin skenario lain di kepala saya hanya untuk memuaskan ego saya setelah cerita ini berakhir. Kisahnya berakhir pas pada tempatnya. Ya emang kuasa Tuhan kayak gitu. Kentara banget kalo skenario yang nulis manusia ato skenario Tuhan mah.
Tapi tetep kredit 4 bintang buat the writer. I'm amazed how Om Ari alias pujanggalama mengemas kisah hidupnya sedemikian rupa. Hands Down !!! Pantes jadi best story di Stories from the Heart nya Kaskus. Menurut saya setiap orang punya kenangan atau kisah hidup masing masing tapi tak banyak yang mampu mengisahkannya dalam kata-kata atau cerita yang bisa dinikmati orang banyak, but this one, this writer sure is a great story teller. Bahasanya gamblang, tanpa pretensi, kata per kata sumpah itu dari hati banget, tapi tetap terolah dalam formulasi yang mengalir lancar seirama dengan plot yang sempurna(lebay. I know) Kocak, hening sejenak, trus tiba tiba mengharu biru, hening lagi, tiba tiba kocak lagi, roller coaster ride banget baca ni cerita. Dan pengkarakteran Om Ari buat semua tokoh di cerita terutama Tante Meva tuh, ya ampun, dalem banget. Udah lah, wajib baca sendiri pokonya.
Direkomendasikan buat: Siapapun yang sanggup ngejaga hatinya Ngga direkomendasikan buat: pembaca berjiwa labil dan mudah terobsesi terhadap hidup orang lain, ati ati aja pas ceritanya uda the AND (yes not END) kalian bakal penasaran dan kepo abis pengen tau kisah om Ari sama tante Meva sekarang di dunia nyata kayak gimana.
Sehabis baca ini ada banyak aspek dalam hidup saya yang ngga bakal sama lagi, gloomy sunday endless love kokoro no tomo over the rainbow i'll stand by you catur kaos kaki hitam
itu semua bakal ngingetin saya pada cerita ini. Kalo ini ada versi paperbacknya pasti bakal saya beli.
Favorite quote : Banyak, tapi yang di bawah ini tante Meva banget "Menurut gw," kata Meva lagi sementara gw tetap jadi pendengar yg baik. "Cita-cita adalah impian yg bertanggal. Gw tinggal nyusun urutan langkah buat mencapai tanggal itu. Jadi, semakin gw menunda, semakin tanggal itu terdorong menjauh. Dan semakin gw malas, semakin cita-cita itu jadi nggak berarti. Gw nggak mau itu terjadi sama gw. Gw akan buktikan gw bisa ngejer deadline cita-cita yg udah gw tentuin sendiri."
Cinta itu kadang tidak kita tunjukkan dalam tindakan nyata, namun tetap ada dalam bait - bait doa dan sujud panjang malam kita -Sepasang kaos kaki hitam, reborn-
"Kamu tahu kenapa kenangan terasa indah dan manis? Karena dia nggak akan terulang lagi." (pg. 236).
Ari, pemuda Kalimantan memutuskan untuk bekerja dan merantau di Karawang. Di Karawang ia tinggal di sebuah kost. Di kost itu lah ia berteman dengan Indra dan mengenal sosok Meva. Meva adalah seorang gadis yang tertutup, ia senang mengurung diri di dalam kamar dan tidak suka berinteraksi dengan orang lain. Di samping itu, ia juga suka mengenakan kaus kaki hitam yang panjang, kebiasaan yang aneh mengingat kota Karawang adalah kota yang panas.
Suatu hari, terdengar keributan di kamar Meva. Segera Ari dan Indra membuka paksa kamar Meva untuk menolong Meva. Darah dimana-mana.. Tapi beruntung mereka berhasil menyelamatkan Meva. Sejak kejadian itu, Meva mulai membuka diri secara perlahan kepada Ari dan Indra. Dari situ, Ari mulai paham mengapa Meva gemar memakai kaus kaki hitam yang panjang.
Seiring waktu, Ari mulai mengenal Meva lebih dalam, benih-benih cinta mulai tumbuh di hati Ari. Tapi semua tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak perbedaan di antara mereka, yang paling besar adalah masalah perbedaan keyakinan.
"Pernikahan bukanlah sebuah akhir. Justru di situ semuanya berawal." (pg. 204).
*** *** *** *** ***
Sepasang Kaus Kaki Hitam (SK2H) bukan cerita baru, cerita ini pernah beredar di forum Kaskus pada tahun 2010 dan mendapat sambutan yang baik. Tiga tahun kemudian kembali diposting ulang di subforum yang sama dan mendapatkan sambutan yang baik bahkan lebih daripada yang sebelumnya.
Saya sendiri mengenal kisah ini sekitar akhir tahun 2015 atau awal 2016 (lupa tepatnya), dari teman yang memang mengikuti cerita ini di forum Kaskus. Dia bilang kisah ini bagus banget (oiya, teman saya baca yang edisi postingan yg kedua). Dia kasih cerita itu ke saya dalam format *.pdf . Saya sempat baca sedikit, namun berhenti lantaran kisahnya horor gitu dan saya kurang suka kisah-kisah horor. Teman saya meyakinkan kalau sebenarnya kisah ini bukan cerita horor tapi saya sudah terlanjur gak suka gitu deh jadi malas buat lanjutin.
Singkat cerita, saya kemudian melihat buku ini di beberapa tobuk online. Buku baru yang banyak ditunggu-tunggu sepertinya. Saya waktu itu masih belum nyadar kalau ini tuh buku yang isinya pernah direkomend sama teman saya. Sampai akhirnya saya melihatnya langsung ketika saya jalan di toko buku di Surabaya. Pas saya baca sinopsisnya, koq saya rasa kenal ya sama kisahnya dan dari situ lah saya tersadar dan langsung whatsapp teman saya, bener ga sih cerita yg dulu dia rekomend ke saya diterbitin jadi buku? Dan yupzz, teman saya membenarkan dan ujung-ujungnya nyuruh saya beli buku ini. Dia bilang isi cerita yang di buku ditulis lebih lengkap daripada yang di forum (untuk info yang ini saya gak tau bener atau nggak nya).
Akhirnya saya beli buku ini karena dana yang syukurnya sedang berlebih. Dan setelah saya baca, hmmm awal nya masih sama. Masih horor, hiksss... Tapi setelah diterusin baca, emang bukan kisah horor ternyata. Kisahnya agak-agak FTV gitu deh. Kata temen saya, FTV yang nyontek cerita-cerita dari novel lokal. Hmm, kayaknya ada benernya juga.
Fokus ke isi buku, sebenarnya kisahnya bagi saya sih standar aja ya (ini berhubungan dengan selera), jadi sayanya datar aja baca ini, emosi saya ga terpengaruh. Sedikit bosan hingga membuat saya kagum dengan para pembaca setianya pada waktu cerita ini masih terbit secara berseri di forum. Salut aja dengan mereka yang betah dengan cerita (yang menurut saya 'biasa') dan terus mengikutinya secara rutin.
Well, setelah saya pikir-pikir ini mungkin karena ide ceritanya : cinta beda keyakinan. Saya kurang terikat dengan model kisah cinta beginian. Berbeda dengan orang lain yang mungkin suka atau bahkan pernah mengalami kisah cinta seperti itu, mungkin pas baca ini jadi kayak merasa ngena banget dan bisa ngerasain emosi di dalamnya. Tapi endingnya lumayan lah, it's ok, walaupun ada sedikit bagian yang bikin gemes (baca: kesal). Kesimpulannya 3/5 bintang untuk buku ini.
Beli buku ini tahun lalu, obral gitu deh 10rb-an. Gak nyesel sih, walau jalan ceritanya terasa lambat hingga pertengahan buku, paling gak seperempat akhir buku terasa cerita ini tipe yang endingnya saya suka.
Cerita kawan kos yang berubah jadi cinta trus jadi yang tak bisa bersamanya apik lah di akhir.
Saya malah baru tahu kalo cerita ini ngetop di Kaskus dulunya (Nike bukan anak Kaskus sih ya), zaman sekarang kayak Wattpad kali ya.
Tau buku ini dari rekomendasi seseorang yang dulu pernah baca di forum STFH (Story From the Heart) Kaskus. Bercerita tentang kisah cinta beda agama yang tak pernah dapat tersampaikan. Kalau udah ngomongin beda agama dan cinta memang paling bikin nyesek. Tentang bagaimana inginnya memiliki seseorang itu namun terhalang suatu hal "sakral" yang sangat berbeda pada keduanya.
Cerita yang cukup manis dan bikin baper dengan penggunaan bahasa sehari-hari yang ringan dan alur enak untuk diikuti. Tokoh-tokohnya juga dibangun sedemikian rupa dengan watak masing-masing yang unik.
Ada sedikit cerita lucu sih waktu ngebahas buku ini dengan seseorang yang merekomendasikannya ke gw. Waktu itu gw belum baca keseluruhan buku tapi gw skip aja ke endingnya karena udah 'gak sabaran mau tau gimana akhirnya dan bisa diskusiin buku ini sama dia hihi. Di tengah obrolan dia ngungkit satu bagian buku yang katanya bikin dia remuk karena kejadian yang dialami Ari, karakter utamanya sangat tragis dan gw yang merasa 'gak menemukan bagian cerita itu hanya bisa "mengiya-iyakan" ucapan seseorang ini aja. Karena penasaran gw re-read dari awal sampai akhir dan tetap 'gak nemu part cerita tersebut.
Ternyata usut punya usut (wkwk bahasa gw) memang ada beberapa part cerita di SFTH yang dicut dan 'gak dimasukkan di versi cetaknya ini karena dianggap tidak terlalu penting dan 'gak ada hubungannya dengan inti kisah Ari dan Meva, karakter perempuan utama di buku ini. Pantes aja gw 'gak ketemu karena memang part cerita itu bahas masa lalu Ari.
Dasssaaaar, makanya baca sampai habis baru diskusiin bukunya.
Cerita cinta yang indah dan konyol bisa berakhir mengharukan seperti ini.
Thanks berat dh buat kakak dr ruangan sebelah yang ngasih saya ebook ini.
IMO ceritanya enak banget dibaca. Mengalir gitu. Ga terasa sudah sampai halaman terakhir. Padahal ini ebook loh. Saya kurang suka sebenarnya baca ebook, tapi ceritanya yang mengalir sanggup membuat saya bertahan di depan layar untuk waktu yang cukup lama.
Intinya gue suka ceritanya. penulisan yang ringan, apalagi kalau ini emang bener-bener true story. banyak pesan moral yang bisa diambil (silahkan baca sendiri). endingnya gak ketebak. dan buat gue pribadi itu klimaks banget karena sepanjang cerita gue ga terlalu dibuat penasaran, karena gue menikmati ceritanya. Pas terakhir gue cuma bisa nangis kejer.
Intinya ini menghibur dan juga ngasih pelajaran hidup lah.
Akhirnya bisa beresin buku ini juga setelah sekian lama aku anggurin. Wkwkwk
Untuk ukuran buku slice of life, aku cukup menikmati bukunya. Emang jokes-nya nggak masuk dan kerasa garing tapi dari segi berceritanya masih enak dibaca.
• Pros:
Beberapa hal yang kusuka dari cerita ini selain cara bernarasinya adalah, ceritanya nggak over the top, jadi pas aja sama ceritanya yang sehari-hari. Interaksi antar tokoh pin bisa disajikan dengan pas, jadi enggak ada yang sia2 tokoh yang disebutin di sini.
Bebetapa filosofinya juga masuk dan insightful. Endingnya juga realistis dan nggak memaksakan harus happy atau sad ending.
• Cons:
Beberapa hal yang enggak kusuk selain jokes-nya adalah tokohnya yang two dimensional. Entah ya, aku ngerasa nggak attach aja sama kedua tokoh di sini. Mereka terlalu datar dan yaaa terasa tidak nyata. Padahal tokoh-tokohnya membumi banget dan tipe2 orang yang bakalan kita temui di sekitar. Tapi y gitu, aku nggak bisa bersimpat sama Meva atau Ari. Terasa datar-datar aja.
ehmm.. penasaran baca karena rating'y tinggi di Goodreads.. tapiiiiiiii.. kok q nggak dapat feel cerita'y yaach.. apa karena latar belakang cerita'y yg udah lama.. agak aneh n lucu aja sich, SMS nggak bisa masuk karena kepenuhan, itu kayak'y jadul amat yaa.. :p
Meva yg nggak bisa save nomor HP, dengerin lagu masih pakai Walkman.. oke, mungkin q yg telat baca'y.. >,<
terus cerita yg masih banyak keanehan'y di sana sini.. kok bisa Ari secepat itu suka sama Meva, aneh.. terlalu kecepatan cerita'y.. dan kaku menurut q interaksi'y.. :O
Sesungguhnya sudah pernah baca di kaskus beberapa tahun yg lalu..
Tapi tetep beli novelnya dan after taste nya sama seperti waktu pertama baca.. Bikin senyum namun getir, pahit tapi nyata terjadi pada banyak orang, dan khususnya sang penulis sendiri ..
...
Salah satu kisah terbaik di kaskus pada masa nya..
Ini baguuuss. Pake banget. Bener bener ngerasa salut sama perjuangan Tante Meva buat segala hidup dan kompleksitas di dalamnya. Om Ari juga tegas di bagian akhir cerita ini. Tapi balik lagi bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang nggak bisa kita kendaliin dan sebagai manusia kita cuma bisa pasrah di beberapa keadaan. Semoga Om Ari dan Tante Meva selalu bahagia di kehidupan mereka sekarang.
Baca cerita ini di platform kaskus, zaman smp sampe gaktidur padahal besoknya sekolah wkwk. Nyesek pas epilognya, lebih ajib daripada kisah dilan-milea. Menggunakan sudut pandang gw-lo, ceritanya santai dan terdapat beberapa kalimat yang 'quote-able'.
membaca ketiga kalinya, setelah dua sebelumnya versi thread Kaskus. feelnya masih kerasa, tapi sepertinya ada beberapa informasi yang dihilangkan. tapi tetap sukses membuat hati mencelos hehe.