Gus tf Sakai





Gus tf Sakai


Born
in Payakumbuh, Indonesia
August 13, 1965

Genre


Gus tf Sakai, lahir pada tanggal 13 Agustus 1965 di Payakumbuh Sumatera Barat. Ia menamatkan studinya di Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Padang. Mulai menulis prosa pada usia 13 tahun sejak sebuah cerpennya memenangkan hadiah pertama pada sebuah lomba penulisan cerpen. Hingga sekarang ia telah menyelesaikan 2 novel, 7 novelet, dan 18 cerpennya memperoleh penghargaan yang diselenggarakan oleh berbagai media seperti majalah Anita, Femina, Gadis, Hai, Kartini, Matra dan harian Kompas.

Karya-karyanya:

* Segi Empat Patah Sisi (novel remaja, 1990
* Segitiga Lepas Kaki (novel remaja, Gramedia, 1991)
* Ben (novel remaja, 1992)
* Istana Ketirisan (kumpulan cerpen, 1996)
* Sangkar Daging (kumpulan sajak, 1997)
* Kemilau Cahaya dan Perempuan
...more

Average rating: 3.53 · 1,828 ratings · 267 reviews · 27 distinct works · Similar authors
Perantau

3.47 avg rating — 62 ratings — published 2007
Rate this book
Clear rating
Kemilau Cahaya dan Perempua...

3.83 avg rating — 63 ratings — published 1999 — 2 editions
Rate this book
Clear rating
Kaki yang Terhormat

3.30 avg rating — 54 ratings — published 2012
Rate this book
Clear rating
Laba-Laba: Kumpulan Cerpen

3.57 avg rating — 44 ratings — published 2003
Rate this book
Clear rating
Ular Keempat

3.62 avg rating — 39 ratings — published 2005
Rate this book
Clear rating
Daging Akar: Sajak-sajak 19...

3.20 avg rating — 54 ratings — published 2005 — 2 editions
Rate this book
Clear rating
Tambo: Sebuah pertemuan

3.95 avg rating — 19 ratings — published 2000
Rate this book
Clear rating
Tiga Cinta, Ibu

2.96 avg rating — 25 ratings — published 2002
Rate this book
Clear rating
Segi Empat Patah Sisi

3.22 avg rating — 18 ratings — published 1990
Rate this book
Clear rating
Akar Berpilin: Sajak-sajak ...

3.79 avg rating — 14 ratings — published 2009
Rate this book
Clear rating
More books by Gus tf Sakai…

Upcoming Events

No scheduled events. Add an event.

“Masa depan selalu menjanjikan harapan. Sebab Tuhan senantiasa menaburkan kebahagiaan. Jika kenyataan tida seperti yang kita inginkan, itulah cobaan. Dan kau harus yakin, Anakku, setiap cobaan adalah jenjang bagi kesempurnaan manusia”
Gus tf Sakai, Segi Empat Patah Sisi

“Alangkah misteriusnya hidup. Dan lebih misterius lagi cinta.”
Gus tf Sakai, Segi Empat Patah Sisi

“Kulupakan hari-hari yang lewat agar aku lahir kembali pada hari ini. Kutenggelamkan puing waktu ke kuburannya yang paling rahasia. Barangkali serahasia mimpi, dan yang ada kemudiannya hanyalah kesamaran. Semakin samar, dan hilang. -Gaga”
Gus tf Sakai, Segi Empat Patah Sisi



Is this you? Let us know. If not, help out and invite Gus to Goodreads.