What do you think?


A Life Less Ordinary: A Memoir
Abandoned by her mother, beaten by her father, and hurriedly married off at twelve to an abusive man twice her age, Baby Halder's early life was marked by overwhelming challenges and heartbreak. Exhausted and desperate, the young mother finally fled with her three children in 1999 to Delhi, where she found work as a maid in some of the city's wealthiest homes.
Expected to serve her employers' every grueling demand, Halder faced a staggering workload that often left her no time to care for her own children.
The young woman's luck finally turned when she started working for Prabodh Kumar, a retired anthropology professor who noticed Halder's interest in his library. Kumar helped her to read his books and newspapers—which she devoured enthusiastically—then suggested that she write down her own life story. In A Life Less Ordinary, the fascinating result of her writing sessions with Kumar, Halder speaks for a multitude of Indian women, revealing a world of poverty and subjugation few outsiders have heard about. Halder writes simply and candidly of her life as a young girl, and later as a struggling mother.
Without a trace of melodrama or self-pity, she describes her experiences of growing up poor and neglected, struggling to manage children and a violent husband while she herself was only fourteen years old, and, finally, of escaping her past ultimately to triumph as a writer.
Already a huge success in India, where it has been published in Hindi, Bengali, and several other languages, A Life Less Ordinary is an astonishing story of strength, courage, and determination that continues to inspire readers everywhere.
Expected to serve her employers' every grueling demand, Halder faced a staggering workload that often left her no time to care for her own children.
The young woman's luck finally turned when she started working for Prabodh Kumar, a retired anthropology professor who noticed Halder's interest in his library. Kumar helped her to read his books and newspapers—which she devoured enthusiastically—then suggested that she write down her own life story. In A Life Less Ordinary, the fascinating result of her writing sessions with Kumar, Halder speaks for a multitude of Indian women, revealing a world of poverty and subjugation few outsiders have heard about. Halder writes simply and candidly of her life as a young girl, and later as a struggling mother.
Without a trace of melodrama or self-pity, she describes her experiences of growing up poor and neglected, struggling to manage children and a violent husband while she herself was only fourteen years old, and, finally, of escaping her past ultimately to triumph as a writer.
Already a huge success in India, where it has been published in Hindi, Bengali, and several other languages, A Life Less Ordinary is an astonishing story of strength, courage, and determination that continues to inspire readers everywhere.
175 pages, Hardcover
First published January 1, 2002
About the author
Baby Halder
3 books6 followersBaby Halder (or Haldar) is an Indian domestic help and author, whose acclaimed autobiography Aalo Aandhari (A Life Less Ordinary, 2006) describes her harsh life growing up and as a domestic worker, later translated into 21 languages, including 13 foreign languages.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
January 22, 2011
Baby Halder, seorang perempuan muda asal India, pembantu rumah tangga, kawin muda, seorang diri menghidupi tiga orang anak, ditinggalkan ibunya saat kecil, disiksa suami, tak dapat melanjutkan sekolah. Sama sekali bukan hidup yang indah. A life less ordinary ditulis sendiri oleh Baby, dibantu Sahib nya alias majikan ditempat ia bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga.
Buku ini ditulis dengan sederhana. Walaupun membaca buku ini tidak sampai mengeluarkan banjir airmata tapi sakit yang Baby rasakan dapat juga dirasakan. Salah satu yang mengiris hati saat Baby berjumpa kembali dengan ibunya setelah 20 tahun ditinggalkan. Kepedihan bertahun-tahun dan keputusasaan menunggu kepulangan ibunya tidak menyisakan perasaan sebagaimana layaknya sebuah pertemuan yang telah lama dinanti.
Baby tidak merasakan apa-apa saat bertemu ibunya kembali,tidak merasakan kegembiraan apalagi kebahagiaan. Mungkin seperti itu ya, jika akumulasi keinginan atau kebutuhan telah mencapai puncak, maka dengan sendirinya keinginan itu akan menurun kembali. Persis hukum ekonomi the law of deminishing return. Pemenuhan suatu kebutuhan atau keinginan atau permintaan akan mencapai puncak dan selanjutnya akan menurun. Hukum ekonomi itu ternyata banyak yang sesuai dengan kehidupan manusia bukan hanya berkaitan dengan faktor ekonomi. Mungkin karena yang diteliti juga perilaku manusia.
Baby tidak bercerita secara mendayu-dayu, lebih seperti bercerita dengan seorang sahabat. Baby juga berhasil menggambarkan kehidupan nyata bahwa dunia bukanlah hitam dan putih secara mutlak. Seseorang tidak selalu jahat sepenuhnya dan sebaliknya. Malah, kemungkinan seseorang memang baik adanya.
Beberapa hal yang menjadi point yang saya peroleh dari kisah Baby :
1. Tetaplah memiliki harapan, tetaplah berusaha untuk mencapai harapan.
2. Orang baik masih ada di bumi yang penuh kejahatan ini.
3. Jangan berhenti menulis.
Buku ini ditulis dengan sederhana. Walaupun membaca buku ini tidak sampai mengeluarkan banjir airmata tapi sakit yang Baby rasakan dapat juga dirasakan. Salah satu yang mengiris hati saat Baby berjumpa kembali dengan ibunya setelah 20 tahun ditinggalkan. Kepedihan bertahun-tahun dan keputusasaan menunggu kepulangan ibunya tidak menyisakan perasaan sebagaimana layaknya sebuah pertemuan yang telah lama dinanti.
Baby tidak merasakan apa-apa saat bertemu ibunya kembali,tidak merasakan kegembiraan apalagi kebahagiaan. Mungkin seperti itu ya, jika akumulasi keinginan atau kebutuhan telah mencapai puncak, maka dengan sendirinya keinginan itu akan menurun kembali. Persis hukum ekonomi the law of deminishing return. Pemenuhan suatu kebutuhan atau keinginan atau permintaan akan mencapai puncak dan selanjutnya akan menurun. Hukum ekonomi itu ternyata banyak yang sesuai dengan kehidupan manusia bukan hanya berkaitan dengan faktor ekonomi. Mungkin karena yang diteliti juga perilaku manusia.
Baby tidak bercerita secara mendayu-dayu, lebih seperti bercerita dengan seorang sahabat. Baby juga berhasil menggambarkan kehidupan nyata bahwa dunia bukanlah hitam dan putih secara mutlak. Seseorang tidak selalu jahat sepenuhnya dan sebaliknya. Malah, kemungkinan seseorang memang baik adanya.
Beberapa hal yang menjadi point yang saya peroleh dari kisah Baby :
1. Tetaplah memiliki harapan, tetaplah berusaha untuk mencapai harapan.
2. Orang baik masih ada di bumi yang penuh kejahatan ini.
3. Jangan berhenti menulis.
December 27, 2012
Gantungkan impianmu. Kata-kata itu terasa begitu familier bukan di telinga kita? Dari kecil, kita terbiasa disugesti untuk menggantungkan mimpi setinggi-tingginya. Lalu, kita diberi tangga untuk menggapainya kembali, pelan-pelan. Diberi rengkuhan, diberi genggaman, kita diberi banyak kemudahan. Sayangnya meski dengan semua kemudahan-kemudahan itu, kita sering kali lalai, kita lupa pada mimpi yang mula, kita menyerah untuk menggapainya lagi. Maka menyemaklah mimpi kita tak terlihat, tak tergapai, tak menjelma.
Lain halnya dengan Baby Halder. Perempuan yang lahir di keluarga India miskin ini, berjuang dengan segenap hidup menjelmakan mimpi-mimpinya. Baby lahir di keluarga India yang miskin. Seperti layaknya kaum miskin di seluruh bumi, Baby tak pernah mendapatkan pendidikan yang layak. Dia dinikahkah dalam usia sangat muda dengan seorang laki-laki yang puluhan tahun lebih tua darinya. Perlakuan kasar dan pelecehan kerap didapatnya dari sang suami. Keluarga—Ayah dan kakak laki-lakinya—tak bisa diharapkan. Budaya India, lagi-lagi meletakkan kekuasaan penuh pada suami untuk memperlakukan istri. Meski dengan cara menyiksa. Meski dengan cara membuatnya tak berharga.
Namun, Baby, meski dengan tertatih-tatih, terus berjuang demi mimpinya. Dia berjuang akan kekerasan yang dirasanya tak adil. Sambil membawa ketiga anaknya menjauh dari sang suami, Baby bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Majikan Baby yang seorang profesor memberi nyala lagi pada api dalam hidup Baby. Baby pun belajar membaca dan menulis darinya. Tulisan-tulisannya dikumpulkan dan akhirnya diterbitkan. Buku Life Less Ordinary ini adalah tulisan Baby tentang cerita hidupnya. Buku ini terjual laris di India dan telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa. Baby berhasil menjelmakan mimpi miliknya.
Semangat dalam kesederhanaan—itulah yang dibicarakan buku ini.Sebagai sebuah karya terjemahan, diksi yang dipilih Rudy terlalu tinggi dan indah untuk takaran Baby yang tak pernah mengenyam pendidikan. Seolah terjadi distorsi bahasa. Namun, sebagai karya sastra, buku Life Less Ordinary sungguh memesona. Cara bercerita begitu cair, menarik, dan tuturnya khas serta bersahaja. Baby mengundang siapa saja untuk bersimpati padanya, tetapi tidak mengasihani. Baby membuat siapa saja, jatuh hati pada perjuangannya menjelmakan mimpi.
Maka, bermimpilah. Hiduplah dalam mimpi-mimpi itu. Kemudian, terjagalah dan buat semuanya menjelma nyata. Semua orang berhak menyempurnakan mimpinya. Baby Halder, melalui buku Life Less Ordinary, telah membuktikannya.
Lain halnya dengan Baby Halder. Perempuan yang lahir di keluarga India miskin ini, berjuang dengan segenap hidup menjelmakan mimpi-mimpinya. Baby lahir di keluarga India yang miskin. Seperti layaknya kaum miskin di seluruh bumi, Baby tak pernah mendapatkan pendidikan yang layak. Dia dinikahkah dalam usia sangat muda dengan seorang laki-laki yang puluhan tahun lebih tua darinya. Perlakuan kasar dan pelecehan kerap didapatnya dari sang suami. Keluarga—Ayah dan kakak laki-lakinya—tak bisa diharapkan. Budaya India, lagi-lagi meletakkan kekuasaan penuh pada suami untuk memperlakukan istri. Meski dengan cara menyiksa. Meski dengan cara membuatnya tak berharga.
Namun, Baby, meski dengan tertatih-tatih, terus berjuang demi mimpinya. Dia berjuang akan kekerasan yang dirasanya tak adil. Sambil membawa ketiga anaknya menjauh dari sang suami, Baby bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Majikan Baby yang seorang profesor memberi nyala lagi pada api dalam hidup Baby. Baby pun belajar membaca dan menulis darinya. Tulisan-tulisannya dikumpulkan dan akhirnya diterbitkan. Buku Life Less Ordinary ini adalah tulisan Baby tentang cerita hidupnya. Buku ini terjual laris di India dan telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa. Baby berhasil menjelmakan mimpi miliknya.
Semangat dalam kesederhanaan—itulah yang dibicarakan buku ini.Sebagai sebuah karya terjemahan, diksi yang dipilih Rudy terlalu tinggi dan indah untuk takaran Baby yang tak pernah mengenyam pendidikan. Seolah terjadi distorsi bahasa. Namun, sebagai karya sastra, buku Life Less Ordinary sungguh memesona. Cara bercerita begitu cair, menarik, dan tuturnya khas serta bersahaja. Baby mengundang siapa saja untuk bersimpati padanya, tetapi tidak mengasihani. Baby membuat siapa saja, jatuh hati pada perjuangannya menjelmakan mimpi.
Maka, bermimpilah. Hiduplah dalam mimpi-mimpi itu. Kemudian, terjagalah dan buat semuanya menjelma nyata. Semua orang berhak menyempurnakan mimpinya. Baby Halder, melalui buku Life Less Ordinary, telah membuktikannya.
March 6, 2013
Andai saya menjadi baby, ingin rasanya menendang sang suami yang sangat tidak peduli pada isterinya yang sedang hamil bahkan sampai melahirkan. Kekuatan yang berasal dari anak-anaknya sangat mengagumkan. Terlebih sebagai seorang wanita tanpa kasih sayang ibu, baby patut di contoh oleh mereka yang merasa kurang beruntung. Hormat pada majikan dan jujur, sudah sangat langka hadir pada diri khadimah-khadimah zaman sekarang. Indiaholic =)
April 30, 2015
Semua akan indah pada waktunya. Itulah ending buku ini. Namun, perjuangan Baby dalam bertahan hidup memang mengagumkan. Gw salut dengan usaha Baby menuliskannya. Meskipun terkesan flat, namun kebingungan, kesedihan serta kebahagiaan Baby terpancar kuat dalam tulisannya tanpa bahasa dramatis yg berlebihan.
Hidup wanita di India (bahkan mungkin di banyak negara) tidaklah mudah. Namun, lewat buku ini gw makin yakin bahwa wanita memang diciptakan sangat kuat dan kokoh
Hidup wanita di India (bahkan mungkin di banyak negara) tidaklah mudah. Namun, lewat buku ini gw makin yakin bahwa wanita memang diciptakan sangat kuat dan kokoh
Displaying 1 - 4 of 4 reviews





