여성의 삶을 정가운데 놓은 일곱 편의 이야기! 페미니즘 이슈가 한창인 지금, 한국 사회에서 글을 쓰는 여성으로 살아가는 3-40대 작가들이 페미니즘이라는 테마 아래 발표한 소설집 『현남 오빠에게』. 늘 누군가의 며느리, 아내, 엄마, 딸로만 취급되어 살아온 ‘김지영’씨의 부당한 성차별의 기록에서 한 걸음 나아가, 또 한 명의 ‘김지영’으로 살기를 거부하는 일곱 명의 작가가 써내려간 일곱 편의 이야기를 만나볼 수 있다.
조남주 작가가 《82년생 김지영》 이후 처음 발표하는 소설 《현남 오빠에게》는 서울에서의 대학생활이 낯설기만 했던 스무 살, 여러모로 도움이 되어준 남자친구 현남 오빠에게 의지하지만 어느 순간부터 자신을 가르치려 드는 그에게 문득문득 어떤 불편함을 느끼게 되는 ‘나’가 여성으로서 일상에서 느끼는 어떤 불편함, 어떤 꺼림칙함을 폭력이라고 느끼기까지의 긴 시간을 돌이켜보고 용기 내어 고백하는 생생한 심리 소설이자 서늘한 이별 편지다.
각각 서른 중반을 지난 여성 ‘유진’과 어느새 갱년기에 접어든 두 아이 엄마 ‘나’의 이야기를 담은 최은영의 《당신의 평화》와 김이설의 《경년更年》, 여성성이 필요할 때에만 등장하고 사라지는 여성이 등장하는 이야기, 규칙을 뒤집는 이야기를 들려주는 최정화의 《모든 것을 제자리에》와 손보미의 《이방인》, 특유의 신화적인 상상력에 힘입어 유구한 여성 살해의 역사를 암시하는 구병모의 《하르피아이와 축제의 밤》, 여성에게 여성이기 때문에 해줄 수 있는 출산에 대한 아름다운 우화를 그린 김성중의 《화성의 아이》 등의 작품이 한국 사회에서 여성으로 살아가는 이들에겐 울컥 치미는 반가움과 그리움을, 이들의 애인과 남편, 가족과 친구 등에게는 또 다른 공감과 위로, 성찰의 기회가 되어준다.
이 일곱 편의 이야기가 단지 이야기에 머물지 않기를 바라는 마음, 또 앞으로도 이와 같은 이야기들이 꾸준히 이어지기를 바라는 마음을 담아 작가들은 인세의 일부를 여성인권단체에 기부하기로 결정했다. 이러한 결정은 귀퉁이에 등장하는 조연의 모습에서 자신과 닮은 데를 찾고 반가워하는 여성들에게 희망이 되어주고, 또 다른 출발을 알리는 새로운 신호가 되어줄 것이다.
Cho Nam-joo is a former television scriptwriter. In the writing of Kim Jiyoung, Born 1982 she drew partly on her own experience as a woman who quit her job to stay at home after giving birth to a child.
Kim Jiyoung, Born 1982 is her third novel. It has had a profound impact on gender inequality and discrimination in Korean society, and has been translated into 18 languages.
Kumpulan cerita ini memuat tujuh cerita dari perempuan dengan berbagai latar belakang. Namun semuanya mengusung topik feminisme. Dari ketujuh cerita ada tiga cerita yang saya sukai, yaitu : Dear Hyun Nam, Kedamaianmu dan Menopause. . Empat cerita lainnya menarik, tapi agak sulit untuk saya cerna.
Ketujuh cerita menggambarkan betapa hidup perempuan itu complicated . Di Korea, dengan budaya patriarki yang kuat, membuat perempuan sering mempertanyakan eksistensi dirinya sendiri. Bahkan tidak jarang perempuan mendoktrin pada dirinya sendiri bahwa apa yang dilakukannya salah. Dalam cerita Kedamaianmu ada gambaran posisi perempuan dalam keluarga. Seorang lak-laki akan mencari perempuan sebagai kompensasi untuk ibunya yang telah terlebih dahulu menjadi budak dalam keluarga. Perempuan yang akan menjadi istri bertugas mengambil alih beban ibu mertua. Sementara laki-laki bertugas untuk bekerja, mengumpulkan uang agar keluarganya hidup mapan. Dalam catatan penulis, Choi Eun Young menyebutkan bahwa patriarki adalah lawan dari cinta. Semakin tunduk pada nilai patriarki, seseorang (perempuan) akan kehilangan kekuatannya untuk mencintai dan dicintai.
Buku ini berisi 7 cerita tentang perempuan yang ditulis oleh 7 penulis juga. Separuh ceritanya cukup mudah dimengerti. Tentang apa yang dialami kebanyakan perempuan di sana, dan ada juga cerita yang cukup kusuka. Beberapa yang lain jujur saja bikin bingung. Untungnya di akhir setiap cerita terdapat penjelasan dari penulisnya. Tapi beberapa nggak terlalu membantu. Mungkin karena aku ngga relate sama ceritanya atau memang ditulis dengan begitu rumit, seperti sebuah cerita yang nggak ada namanya cuma ditulis "pria itu" "wanita itu" bikin bacanya jadi cepet capek 😅 aku sendiri nggak nyangka baca buku ini bakal lama. Tapi paling tidak buku Cho Nam Joo itu selalu membuatku bersyukur lahir dan tinggal di Indonesia, ya negara ini juga lumayan patriarkinya, cuma masih menemukan banyak Bapak2, adek/kaka cowok yang mau bantu nyapu atau cuci piring, dan kalau ada acara keluarga kayak selamatan dll para perempuan memang masak, tapi para priapun tugasnya juga lumayan, mereka yg angkat kursi, bersih2, belanja air minum dan nyiapin tikar.
Dear Hyun Nam, cerita yang dijadikan judul buku ini, rasanya juga bikin bertanya-tanya, selama itu hubungan tapi ngga bisa mengambil keputusan. Apakah benar-benar sesulit itu jadi perempuan di sana ya?
If that was not titled as feminism novel then I could like more...? Dear Hyun-nam oppa was my favorite because that was very realistic and believable to me. But other stories...? I didn’t get what authors wanna say with their stories. I understand this is short stories and they want to talk about women-hood but that’s about it. Feels like amateur level storybook to me.
Buku ini berisi tujuh cerita yang ditulis oleh tujuh penulis. Tema besarnya adalah feminisme. Dari tujuh cerita itu, hanya empat yang aku pahami: Dear, Hyun Nam; Kedamaianmu; Menopause; dan Anak Mars. Sisanya superabsurd.
Afterword dari penulis Choi Eun-young yang menulis cerita "Kedamaianmu" ini segetir ceritanya, tapi penting untuk disampaikan. Begini bunyinya:
Aku sering memikirkan kata-kata Bell Hooks yang mengatakan patriarki adalah lawan kata dari cinta. Semakin tunduk kepada nilai patriarki, seseorang akan kehilangan kekuatannya dalam mencintai dan dicintai. Kesadaran otoritas patriarki menganggap bahwa perempuan adalah milik laki-laki, tanpa melihat statusnya di atas atau di bawah. Usaha-usaha merampas pemikiran dan kebebasan perempuan pada akhirnya tidak akan membawa kebahagiaan pada siapa pun. Patriarki tidak ubahnya racun yang mengubah hati yang hangat dan lembut menjadi batu yang keras. Manusia menjadi kehilangan cinta. Serasa hidup tapi mati. HIngga akhirnya menjadi eksistensi yang tidak indah.
Aku tidak ingin menjadi manusia yang seperti itu.
(...)
Patriarki menuntut ketundukan satu sisi dan menghancurkan martabat manusia dengan berbagai cara, sehingga manusia tidak bisa merdeka. Bahkan bisa dikatakan bahwa manusia menuntut rasa patuh dari manusia lain.
Dan ini bagian terfavoritku:
Tidak ada rasa sakit yang wajar diterima dengan alasan kita adalah seorang menantu, istri ibu, dan anak perempuan. Singkatnya, tidak ada alasan yang membenarkan seseorang menderita hanya karena ia adalah perempuan.
Aku memimpikan dunia di mana ada cinta yang menjadi kebahagiaan bagi satu sama lain dengan memberikan kebebasan.
Buku ini berisikan 7 cerpen dari author wanita yg isi temanya adalah feminisme. Boleh dibilang it's not my type of book. Keseluruhannya hampir menyuarakan hal yg sama, tertekan oleh sistem patriarki (tapi tanpa solusi).
3-4 cerpen di awal masih realistic fiction, tapi ke belakangnya makin noir dan sci-fi. Dan makin jungkir balik otak saya. Karena malas mikir apa maksud dari ceritanya, aku pilih "I don't care what you mean" ajalah. Sptnya penerbit menerbitkan buku ini dan mengharapkan bakal "meledak" spt Kim Ji-Young 1982. Tapi beda vibe nya sih kurasa.
Buku "Dear, Hyun Nam" sebenarnya berisi tujuh cerita pendek (aku sempat salah kirain novel, ga teliti 😂) serta satu esai yang membahas bagaimana perempuan menyuarakan dan disuarakan dalam karya tulis.
Dari tujuh nama, setidaknya aku kenal dua orang, yaitu Cho Nam Joo yang menulis "Kim Ji Yeong, Lahir Tahun 1982" dan "Saha Mansion" (setidaknya dua buku ini yang pernah kubaca) dan Gu Byeong Mo yang menulis "Wizard Bakery". Meski tidak mengenal yang lainnya, pembaca akan diberi data singkat tentang penulis termasuk penghargaan yang diterima dan catatan pemikiran mereka di bagian akhir tiap karya.
Tujuh cerpen dalam buku ini:
📝 Dear Hyun Nam Tentang perempuan yang dianggap tak berdaya
📝 Kedamaianmu Tentang penempatan perempuan dalam ranah domestik
📝 Menopause Tentang perempuan yang meragukan dirinya sendiri
📝 Semua Berada di Tempatnya Tentang perempuan yang mempunyai sisi maskulin dalam dirinya
📝 Orang Asing Tentang perempuan yang tak melulu harus menjadi tokoh pendamping
📝 Harpy dan Malam Festival Tentang perempuan yang "dibunuh" karena kecantikannya
📝 Anak Mars Tentang sisi keibuan dari seorang perempuan
Pada judul-judul cerpen awal, aku masih bisa menikmatinya secara biasa. Kehidupan yang mereka alami kukenali terjadi di sekelilingku entah dari berita, lingkungan sehari-hari, hingga cerita-cerita yang terdengar. Tapi, mulai menuju akhir, aku diajak menikmati genre yang berbeda. Ada sisi imajinatif yang terkesan melebar dari harapan cerita tentang perempuan yang "nyata". Kumcer ini menyajikan sisi realistis, misteri, hingga fantasi dari seorang mahasiswi, ibu, menantu, hingga tokoh yang terlibat dalam perburuan berdarah-darah serta pergi ke Mars dalam satu buku. Positifnya, kita diberi ragam bentuk yang bisa dipakai untuk menyuarakan perempuan. Tapi, sayangnya, mungkin ada pembaca yang kaget dengan perpindahan suasana itu.
3.5 stars. Some of the stories were awesome and some of them were soso or disappointing. But overall, I enjoyed reading this book and all the authors are so skillful in writing. Especially I loved the stories by bomi and byungmo. I can't stop thinking about them. I think they opened the new world of Korean literature with the female gaze. It's so fresh. I need more projects like this. I just need more feminism novels.
「현남 오빠에게」는 페미니즘을 주제로 한 단편소설 7권이 묶인 소설집입니다. 작가는 전부 여성이며, 조남주, 최은영, 김이설, 최정화, 손보미, 구병모, 김성중 이렇게 되어 있습니다. 매 이야기가 문학적인 특성을 가지고 있지만 가면 갈수록 사변적이나 공상 과학적인 요소들이 들어간 소설이 많습니다. 첫번째 이야기인 조남주의 「현남 오빠에게」게 너무나 실제에서 일어날 수 있는 이야기면 마��막 이야기인 김성중의 「화성의 아이」 아예 완전 SF에 가깝습니다. 그래서 만약에 페미니즘에 대한 7원의 단편소설이 지루하고 같은 내용만 반복할까 봐 걱정하고 읽지 않는 거라면, 걱정 안 하셔도 됩니다. 실은, 모든 이야기엔 페미니즘에 대한 부분은 있긴 있지만, 가끔은 그게 무엇인지가 조금 깊이 생각해야 알 수 있거나 다른 문제도 같이 다루니까 지루하지도 진부하지도 않아서 좋았습니다. 조남주의 소설이 그나마 페미니즘 단편소설에서 나올 법한 이야기지만, 책의 시작으로 주제가 뭔지 확실히 보여주는 역할도 하니까 꼭 나쁜 건 아닌 것 같습니다.
제가 이 책을 읽는 데 3년이나 걸렸습니다. 그걸 듣고 이 책이 엄청 싫어했거나, 어려워했거나, 지루했거나 이렇게 생각하기 쉬울 텐데, 아닙니다. 책을 처음 시작했을 때 대학교 2학년 봄학기였는데(영국에서 봄학기는 2번째 학기임), “동아시아 문학 속의 젠더”라는 수업을 위해 에세이 참고자료로 읽고 있었습니다. 그리고 그 에세이를 위해 좀 다양하게 읽으려고 해서, 한국 작가가 쓴 (단편)소설 최소 5권, 일본 작가가 쓴 (단편)소설 최소 5권을 읽고 싶었고 모두 같은 소설집에서 나오면도 좀 안 좋은 것 같아, 이 소설집 처음에 나오는 3권 만 읽고 다른 책으로 옮겼습니다. 그리고 2년 동안 이 책을 읽지 않고, 중간에 한국도 같다오고, 대학교도 졸업하고, 번역가 일도 시작하고, 마지막으로 대만에 이사 왔습니다. 그리고 대만에 있는 동안 한국 실력이 엄청 떨어질까 봐 좀 더 자주 한국어로 읽기로 했습니다. 근데 책을 많이 가져올 수 없으니까 이미 2년 전에 전재책으로 사둔 책을 읽게 되었고 그 책이 바로 이 책이였습니다. 다시 읽기 시작하고 3개월에 끝냈습니다. 그래도 짧지 않은 시간이였지만, 즐거운 시간이었습니다. 심지어, 제일 천천히 읽은 구병모의 「하르피아이와 축제의 밤」 제가 (이 책중에서) 제일로 좋아하는 단편소설 중 하나로 뽑았습니다. 마지막으로 이 단편소설집 정말 읽을 보람이 있다는 걸 증명할 수 있는 것은 제가 대부분의 단편소설이 무엇에 대한 이야기였는지 기억할 수 있습니다. 흔치 않은 일입니다 (민망하지만…).
그러면, 조금 더 상세히 각 단편소설에 대한 생각을 정리해보도록 하겠습니다. 제가 3년 전에 읽은 소설을 좀 덜 이야기해주면 영서해주세요 ㅋㅋㅋ 기억나긴 나는데 그렇게까지 미미한 것들까지 기억나지는 않습니다. 조남주의 「현남 오빠에게」 : 기본적인 페미니즘 이야기, 여자가 남자친구랑 헤어지려고 편지를 두고 사라지는 이야기. “건강한” 관계는 아니었습니다. 일기나 편지처럼 읽힙니다.
최은영 「당신의 평화」 : 이건 사실은 기억나지 않습니다 ㅋㅋㅋ 근데 즐겁게 읽었다는 걸 기억납니다. 좀 더 상세한 의견을 읽고 싶으시면, 이 리뷰를 참고하시면 좋을 것 같습니다. 페미니즘 소설이나 조남주의 소설을 좀 피하는 스타일이시면, 이 책이 읽을 만한지 결정하는 데 도움이 될 수도 있을 것 같습니다.
김이설 「경년更年」 : 이 권도 읽은지 오래돼서 상세한 줄거리까지 기억나진 않습니다만, 좀 충격적인 요소들이 기억납니다. 그리고 왜 그렇게까지 충격으로 생각하는지 고려하면 왜 이러한 소설이 페미니즘 소설으로 여겨야 하는지도 알 수 있습니다. 이 책은 좀 explicit이였습니다. 야하다고 할 수 없지만, 여성의 몸, 성관계 등 좀 대놓고 묘사하는 부분이 있습니다. 그리고 예쁘게, 아름답게, 비유적으로 표현하는 게 아니라 엄청 거칠게, 불편하거나 매력적이지 않은 부분까지 말하니까 아주 raw한 느낌을 줍니다.
최정화 「모든 것을 제자리에」 : 드디어 2024/25년에 읽은 소설이 나옵니다! 여기부터 사변적 요소들이 좀 나타나기 시작하는데, 이 권은 적어도 심리상태가 좀 불안적인 사람의 시선으로 서술한 실제 이야기 같습니다. 주인공이 손에 아토피가 좀 심한 직원인데, 이 직원의 일이 좀 이상합니다. 파괴될 건물에 들어가 사진을 찍고 영상을 찍는 일을 합니다. 이 이야기가 다루는 주제로 사회생활나 직장생활 하면서 친하지 않은 사람이 (어색하거나 좋은 뜻으로) 개인적인 사생활에 대한 질문을 받았을 느끼는 불편함, 직장생활에서 경험할 법한 불안감과 걱정 등 여러 가지 들 수 있고 당연히 페미니즘과 관련 있는 관점에서 주인공의 경험을 서술해주는 소설입니다.
손보미 「이방인」 : 여기부터 정말 거의 SF소설이 나오기 시작하는데, 이건 아마 모든 소설 중에서 가장 답답하고도 즐거웠던 소설이었습니다. 답답한 이유는 너무 짧았고, 끝자기 해결되지 않은 부분들이 좀 너무 많아서 입니다. 근데 대답을 알고 싶고, 이 주인공들의 이야기를 계속해서 읽고 싶었다는 것만으로 이 소설이 얼마나 즐거웠는지 알 수 있습니다. 재밌고, 수리소설에 나올 법한 요소들이 많아 그런 책을 좋아하시면, 이 책도 아마 좋아하실 것 같습니다. 이 소설을 읽는 동안 가장 페미니즘이 아니라 다른 사회적 문제를 다루는 소설 같았습니다.
구병모 「하르피아이와 축제의 밤」 : 이 소설은 가장 읽기 어려웠던 것 같습니다. (그냥 언어 측면에서. 「경년」도 어려웠지만, 그건 3년 전이니까 그때 실력이랑 현재 실력이 많이 다르니까 비교하기 어렵습니다.) 이건 SF인지 사변소설인지, 주인공도 자기가 보고 있는 것들이 실화인지 홀로그램인지 등 고민 많이 하는 소설입니다. 이것도 또한 스릴러 같은 느낌이 조금 있었습니다. 스포일러는 안 주니까 더 자세하게 말할 수 없습니다만, 저한데 가장 두려웠던 주제만 알려준다면 아마 방관자에 대한 이야기인 것 갓습니다. 그러니까 여성을 혐오하고 심지어 괴롭히지는 않은데, 그렇게 하는 사람을 말리지도 않고 계속해서 같이 어울리고 협조하고 나서지 않는 행동으로 지켜주는 역할을 하는 사람(특히 남자)들의 책임에 대한 이야기고, 엄청 교훈적인 느낌보다 같이 고려하고 스스로 마음을 정할 수 있게 하는 소설입니다.
김성중 「화성의 아이」 : 아예 완전 SF소설로 끝납니다. (거의. 완전은 아닌데 왜 왠전 SF가 아닌지 스포일러가 될 수도 있으니까 읽어 보면 아실 겁니다.) 인간이 아니지만 인간처럼 느끼는 실험동물이 화성의 미래에 보내게 되는데 화성에 도책했을 때 다른 실험동물들이 다 사망한 상관입니다. 그러나 소련이 처음로 우주로 보낸 강아지 라이카의 귀신(?)이 나타나 주인공을 돌보고 친구이자 엄마 같은 역할을 해준다. 그리고 나중에 로봇도 이 작은 가족의 구성원이 됩니다. 실험동물에 대한 문제를 몇 가지 지적하고, 여성 간의 관계에 대한 이야기 같습니다. 그리고 임산부에 대한 취급에 대한 요소도 포함되어 있습니다. 아무튼, 아마 주인공이 가장 마음에 드는 소설이고 아주 재밌게, 빨리 읽었습니다.
Cho Nam - Joo merupakan seorang penulis asal Seoul, Korea Selatan. Salah satu hasil karyanya adalah novel Dear, Hyun Nam. Novel ini menceritakan tujuh perempuan yang berbeda. Tujuh perempuan tersebut memiliki permasalahan hidup yang berbeda. Salah satunya, menceritakan tentang kehidupan wanita yang memilih untuk percaya kepada dirinya sendiri.
Ada seorang wanita yang bertanya dimana lokasi Fakultas Teknik. Lalu, ia bertemu dengan seorang laki - laki yang bernama Kang Hyun Nam yang ingin pergi ke Fakultas Teknik. Awalnya, wanita itu merasa sangat gugup. Sesampainya di Fakultas Teknik, hatinya berdebar sangat kencang. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka semakin dekat. Hyun Nam sangat menyukai anak kecil. Hyun Nam ingin mempunyai tiga anak. Selama ini, Hyun Nam berbicara seolah - olah sudah pasti mereka akan mempunyai anak dan membesarkannya. Wanita itu berpikir untuk tidak memiliki anak. Karena, ia tidak ingin pekerjaannya berantakan karena melahirkan dan mengurus anak. Pertanyaan Hyun Nam bukanlah “Apa menurutmu mempunyai anak adalah ide yang bagus?” melainkan “Kira - kira setelah anak umur berapa tahun kau bisa mengasuhnya sendiri?” Tidak lama kemudian, Hyun Nam melamar wanita itu. Tetapi, wanita itu menolak. Wanita tersebut tidak akan hidup lagi sebagai “Wanita Milik Kang Hyun Kam”. Selama ini, Hyun Nam tidak menghargainya sebagai seorang manusia. Hyun Nam seringkali membuat wanita tersebut bergantung pada cintanya. Hyun Nam seperti tidak menjaga wanita tersebut yang tidak tahu apa - apa, melainkan membuat wanita tersebut menjadi orang yang tidak tahu apa - apa. “Apa ia senang membuatku menjadi orang bodoh, lalu mengontrolnya sesuka hatimu?” ucap wanita tersebut. Maka, wanita tersebut memutuskan untuk tidak menikah dengan Hyun Nam.
Novel ini memberikan banyak pelajaran bagi pembacanya. Novel ini mengajarkan kita untuk percaya kepada diri kita sendiri. Novel ini juga mengajarkan kita untuk belajar memahami apa itu soal percintaan.
Walaupun novel ini merupakan novel terjemahan, penyusunan kata serta penggunaan bahasa sehari - hari di novel ini tertata dengan baik. Hal yang kurang dalam novel ini adalah cerita ini ditempatkan dalam satu buku. Karena, tema dan genrenya jauh berbeda.
Novel ini layak untuk dibaca oleh kalangan remaja hingga dewasa. Setelah membaca novel ini, kita akan menemukan nilai - nilai yang memberikan banyak pelajaran berharga.
Feminisme artinya gerakan kesetaraan wanita. Setara yang bagaimana? Apakah jika perempuan punya profesi mentereng seperti jadi dokter, jadi polisi, jadi direktur, atau jadi presiden dan laki-laki jago mengerjakan urusan rumah tangga macam mencuci, menyapu, mengurus anak itu berarti sudah setara? Aku rasa bukan seperti itu.
Sependek yang aku pahami, setara artinya sama-sama punya pilihan. Tanpa melihat apakah seseorang itu laki-laki atau perempuan, mereka punya kesempatan memilih yang sama, pendidikan seperti apa yang ingin mereka dapatkan, pekerjaan apa yang ingin mereka lakukan, makanan apa yang ingin mereka nikmati hari itu, dan hal-hal lainnya. Tentunya ini pilihan bertanggung jawab yang dengan sadar dipilih sepaket dengan konsekuensinya. Perkembangan zaman membuat kita lupa bahwa "punya pilihan" adalah sebuah hak istimewa (privilege). Apakah wanita yang bisa dengan bebas pergi arisan, belanja ke mall, pesan layanan antar makanan dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah berarti lebih setara dan istimewa? Aku rasa bukan seperti itu juga konsepnya.
Kalau mau ngomong-ngomong soal bukunya, cerita 1-3 aku masih ngerasa "relate". Cerita selanjutnya agak lost, ga paham :D Paling relate cerita tentang menopause *haruskah aku belajar tentang menopause? Harus bersiap toh itu pasti akan terjadi kan.. Tapi cerita tentang wanita hamil yang dikirim ke Mars menarik juga, ga nyangka untuk novel bertema wanita tapi lingkup yang diangkat bisa macem-macem ga cuman seputar pekerjaan rumah atau keluarga.
Btw, bintang 4 karena beberapa terjemahan ada yang sepertinya kurang 1 kata jadi beberapa bagian sulit dipahami apa maksudnya *tapi ya naskah asli pasti bahasa korea kan, ga akan ngerti juga aku >.
Judul: Dear, Hyun Nam Penulis: Cho Nam Joo, dkk Penerbit: Bhuana Sastra Dimensi: 7 bab (epub), cetakan pertama 2022, edisi digital RBK ISBN: 9786230408014
Terdiri dari 7 cerpen dengan 7 penulis wanita membawakan kisah dengan tokoh utama wanita. Ada tiga kisah yang mudah dicerna dan mungkin relevan dengan pembaca menurut saya. Pertama, potret hubungan toxic/cowok red flag dan akhirnya tokoh wanita sadar ia bisa memilih pergi dan berdaya didetailkan dalam cerpen "Dear, Hyun Nam". Kedua, isu patriarki yang tergambar detail dari hubungan keluarga serta ibu dan anak perempuan sulung di Korea Selatan dalam cerpen "Kedamaianmu". Ketiga, kisah tentang kegelisahan seorang ibu akan perilaku anak sulung laki-lakinya serta pengasuhan anak perempuannya dengan suami yang tak peduli dan mementingkan gender namun malah dianggap sebagai hormon dalam cerpen "Menopause".
Tiga judul itu, menyuarakan beberapa kehidupan wanita terkhusus di Korea. Namun bagi saya sebagai muslim tentu ada banyak yang tidak saya setujui sebab berbeda nilai/prinsip. Selebihnya 4 cerita yang tersisa bagi saya agak absurd dan kurang saya pahami. Terutama cerpen berjudul "Semua berada di tempatnya" dan "Orang asing". Meski sudah membaca epilog yang menerangkan masing-masing cerpen, tetap saya tak memahami konteks dan isu yang ingin disampaikan kecuali tokoh utama dan pekerjaannya antimainstream untuk wanita.
Cocok dibaca bagi yang suka isu feminisme, patriarki, dan potret wanita di korea selatan.
Ada 7 cerita pendek, masing2 menceritakan perjuangan menjadi perempuan. Ruwet, tapi perempuan2 ini mencoba menjelaskan isi hatinya melalui kata2, kayak pengen jerit tapi gak bisa keluar suaranya, keluar suara jeritan pun masih disuruh bungkam. Jadi ya serba salah. Cerita pertama yaitu Dear, Hyun Nam. Tentang si wanita yg akhirnya dg berani menolak lamaran Hyun Nam, pacarnya selama lebih dari bertahun2, aku seneng dia mengambil keputusan itu dan mencurahkan unek2nya atas semua yg dia gak sreg selama pacaran dg Hyun Nam. Cerita kedua yaitu Kedamaianmu. Tentang Si Anak Sulung Perempuan yg berada di antara stres dg perilaku ibunya dan dia pun sedang capek jg dg kisah cintanya. Tapi di sisi lain dia sangat kasihan dg ibunya yg selama hidupnya sebagai 'pembantu' selama tinggal dg ibu mertua dan suaminya, tp dia juga marah kenapa kekesalan ibunya thd masa lalunya ditumpahkan padanya. Yoo Jin, aku berharap kamu selalu bahagi. Cerita ketiga yaitu Menopause. Tentang seorang ibu dari 2 anak, laki2 dan perempuan. Usianya tak lagi muda, membesarkan dua anak yg berbeda karakter dan 'kenakalan' anak laki2nya yg dianggap biasa oleh suaminya. Dan dia jg ada rasa iri thd adiknya yg tidak menikah dan bebas bepergian. Namun pada akhirnya dia sadar itu adalah pilihannya utk menikah. Semoga dia bisa melewati masa2 menuju menopause dg baik.
Lalu jujur untuk cerita keempat, kelima dan ketujuh menarik aku baca semua tapi aku tidak terlalu memahami dg baik, untung ada catatan penulis di belakangnya, sedikit membantu.
I read this in korean to get some reading practice and expand my vocabulary, so i perceive this book more like a study material rather than a literary piece.
However, i don't regret having read it and i feel like i got something from almost every story.
I don't understand why all these stories are placed in one book, because their themes and genres differ a lot. It starts with social feminist fiction and than shifts to sci-fi and magical realism (?)
The first four stories were straight up five stars for me, but the last ones were kinda meh.
I skipped second to last one, cause the vocabulary and sentence length were too much for me, i might return to it later when i have some free time. All the other stories were more than manageable difficulty-wise, so i would recommend this book to B2 or so korean learners.
My personal favorite is the story called 경년, where the main character is a middle-aged woman, and the readers percieve her family life through her eyes. It was quite interesting to get her perception of her children, husband, sister etc.
Buku yang berisikan 7 cerita dengan topik feminisme yang ditulis 7 penulis perempuan. Salah dua yang aku tau Cho Nam Joo itu penulis buku "Saha Mansion" & "Kim Ji Yeong, Lahir Tahun 1982" dan Gu Byeong Mo penulis buku "Wizard Bakery".
Semua ceritanya memperlihatkan budaya patriarki yang masih kental di Korea. Bahwa perempuan tidak punya hak untuk memilih. Sedikit saja bersuara maka dianggap membantah. Apapun posisinya perempuan selalu dipihak yang sulit.
Dari 7 cerita, aku lebih suka cerita 1, 2, 3 : Dear Hyun Nam, Kedamaianmu, Menopause. Karena ceritanya yang realistis dan mudah dicerna. Semakin kebelakang ceritanya agak ke fantasi jadi aku lumayan berfikir agak keras dan pelan - pelan bacanya biar paham.
Merupakan sekumpulan cerita pendek dari berbagai penulis perempuan yang memuat perspektif sebagai ibu, menantu, anak, hingga perempuan muda kantoran di Korea Selatan.
Bagian yang paling melekat di kepalaku ada pada bab menopause, dimana berisikan kutipan: "Mengapa orang terburu-buru memutuskan bahwa kau akan kesepian jika tidak menikah? Mengapa mereka tidak mengetahui bahwa ada juga kehidupan lain yang tidak dipilh banyak orang? Pada akhirnya seperti aku dan Jin Ah setiap orang memiliki hidupnya sendiri, dan mereka akan bertanggungjawab atas hidup yang dipilihnya."
Adapun bab terbaik bagi saya terdapat pada bab yang berjudul kedamaianmu, dengan kutipan: "Tidak ada rasa sakit yang wajar diterima dengan alasan kita adalah menantu, istri, dan anak perempuan. Singkatnya tidak ada alasan yang membenarkan seseorang menderita hanya karena ia seorang perempuan."
Buku ini memuat tujuh kisah perempuan yang ditulis oleh tujuh penulis yang berbeda.
Dari 7 cerita itu, favoritku adalah "Menopause" oleh Kim Yi-Seol, menceritakan kisah seorang ibu yang mengalami pergulatan batin setelah mengetahui anak laki-lakinya terlibat dalam seks bebas di bangku SMP. Sekelilingnya (terutama suaminya) tidak menganggap hal tersebut sebagai suatu permasalahan dan malah merendahkan anak2 perempuan yang mau diajak melakukan hal tersebut. Walaupun kisah ini ditulis mengenai masyarakat Korea, aku pikir cerita ini masih sangat relate dengan yang terjadi di Indonesia.
Aku juga suka dua cerita awal yaitu "Dear Hyun-Nam" dan "Kedamaianmu" yang turut menceritakan kehidupan perempuan di Korea. Tetapi selebihnya aku kurang bisa mengikuti jalan ceritanya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Cerita yang menarik untukku hanyalah Dear, Hyun Nam. Tentang dimana seorang perempuan yang hidup seperti seekor burung dalam sangkar. Yang akhirnya sadar bahwa selama ini dia telah hidup dengan orang yang salah dan melewatkan banyak hal hanya demi orang tersebut. Buku ini untukku rasanya agak sedikit berat dan membosankan, terutama di 3 sampai 4 bab terakhir. Entah mungkin karena ini buku terjemahan atau memang bukunya yang membosankan.
Aku sangat menikmati membaca 3 cerita diawal dan memberi ekspektasi yg sangat tinggi dengan cerita2 selanjutnya, namun ternyata ekspektasiku salah, aku malah cukup bingung dengan beberapa cerita selanjutnya. Buatku judul cerita "menopause" adalah yg terbaik, aku sangat suka 3 cerita di awal, benar2 mudah dimengerti dan tidak membuat bingung.
Merupakan 7 cerita yang semuanya mengususng feminisme. Kayaknya cuma Dear, Hyun Nam yang paling menarik. Selebihnya biasa aja dan beberapa malah sulit dimengerti maksudnya apa. Mungkin karena terjemahannya juga kurang enak jadi meskipun dibaca berulang, aku tetap nggak paham substansinya apa.
Sebenarnya cerita-cerita dalam buku ini semua punya hal menarik, hanya saja memang gaya penceritaannya gak semua asyik. Judul favorit : - Dear, Hyun Nam - Kedamaian (tokohnya disebutin semua namanya, bingung bgt bacanya, tapi inti ceritanya sih oke banget) - Menopause
7 short stories of feminism The first 3 are outstanding 5 stars An amazing account of what it feels to live as a woman in Korea of different age groups The next three were a bit abstract hard to understand with so many symbolisms.... a 3 star Last one was interesting 4 star So average 4 star
Dua bintang, satu untuk Dear Hyun Nam dan satunya lagi untuk Menopause. Dari ketujuh cerita, hanya dua itu yang bisa dipahami, sisanya abstrak dan kurang menggugah.