Jump to ratings and reviews
Rate this book

Seri Buku TEMPO: Orang Kiri Indonesia

Aidit: Dua Wajah Dipa Nusantara

Rate this book
Bertahun-tahun orang mengenalnya sebagai "si jahat". Lelaki gugup berwajah dingin dengan bibir yang selalu berlumur asap rokok. Dialah Dipa Nusantara Aidit yang dikenal melalui film Pengkhianatan G-30-S/PKI. Di layar perak kita ngeri membayangkan sosoknya: lelaki penuh muslihat, dengan bibir bergetar memerintahkan pembunuhan massal 1965.

Siapakah Aidit? Memimpin PKI pada usia 31, ia hanya perlu setahun untuk melambungkan partai itu dalam kategori partai besar di Indonesia pada Pemilu 1955. PKI mengklaim memiliki 3,5 juta pendukung dan menjadi partai komunis terbesar di dunia setelah partai Komunis di Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina.

Aidit memimpikan Indonesia tanpa kelas, tapi ia terempas dalam prahara 1965. Setelah itu, seperti juga Peristiwa G30S, ia jadi mitos. Ia dibenci namun diam-diam dipelajari kembali.

144 pages, Paperback

First published October 1, 2010

32 people are currently reading
492 people want to read

About the author

Tim Buku TEMPO

44 books95 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
104 (26%)
4 stars
174 (44%)
3 stars
101 (25%)
2 stars
10 (2%)
1 star
6 (1%)
Displaying 1 - 30 of 62 reviews
Profile Image for Demi Rosh.
29 reviews2 followers
May 24, 2024
Well isinya tentang aidit sebagai manusia dan apa yang dilakukan aidit pasca gestapu.
Profile Image for Aravena.
675 reviews36 followers
December 28, 2019
Beginilah wajah Aidit yang selama ini saya kenal:



Berdasarkan film propaganda yang saya (dipaksa untuk) tonton sewaktu SD, imej Aidit adalah seorang gembong para pembunuh brutal yang ingin menguasai negara dengan menumpahkan darah; seorang pria bertampang bengis yang merokoknya seperti cerobong asap. Kurang lebih, buku ini lumayan meluruskan pandangan itu dan memberikan potret yang lebih menyeluruh tentang dirinya sebagai manusia. Dari sini, saya jadi membaca tentang Aidit yang sewaktu kecil didapuk jadi muazin dan senang bergaul dengan orang-orang kecil; Aidit yang seorang penyair gagal karena puisinya kelewat menjurus propaganda politik; Aidit yang menolak untuk terikat pada keluarga, tetapi di sisi lain juga antipoligami dan meminang istrinya dengan surat lamaran langsung ke ayah si gadis (bagian yang sukses bikin teman saya kelepek-kelepek :v).

Jelas bukan malaikat, tapi juga bukan setan.

Seperti buku lainnya di seri ini tentang sesama orang kiri, Njoto, isinya lebih berupa pemaparan riwayat hidup secara objektif dan tidak benar-benar menawarkan analisis mendalam dari segi psikologis maupun historis. Namun, bisa dibilang buku ini lebih menarik, mungkin karena kisah hidup Aidit lebih dinamis dan penuh intrik ketimbang Njoto. Sayang, masih ada sejumlah lubang dan misteri yang belum terjawab dan rasanya memang tak akan pernah terjawab. Ketimbang beberapa bagian yang tak penting-penting amat tentang kerabat Aidit, saya juga lebih menginginkan konten politik lebih banyak tentang bagaimana persisnya seorang Aidit jatuh cinta pada faham Marxisme, awal dan perkembangan hubungannya dengan Lukman, Njoto dan Sjam Kamaruzaman yang misterius, serta sebangsa itu.

Kutipan menarik dari peneliti LIPI, Asvi Warman Adam: "peristiwa yang begitu kompleks tidak mungkin dilakukan satu orang, satu kelompok, atau satu golongan saja." Kisah Aidit pun hanya mencakup sekian persen dari sesuatu yang sifatnya begitu masif... tetapi secara keseluruhan, ini pengantar yang cukup mengundang selera untuk kian mendalami salah satu bab paling kelam dalam sejarah bangsa Indonesia.
Profile Image for ami ☆ ⁺‧₊˚ ୭.
156 reviews18 followers
February 22, 2024
Buku ini lumayan menjawab pertanyaan yang selama ini cuma kusimpan sendiri. Pertanyaan kayak "Komunis itu ideologi yang gimana? kenapa ideologi dan partai ini sampai terlarang?" karena ya kayak yang kita semua tau, sejarah yang dimuat di dalam kurikulum selama sekolah gapernah sampai dasar.

Selama ini yang aku tahu ya PKI itu jahat, D.N. Aidit itu PKI. Udah, sebatas itu aja. Ga ada nama lain yang ada di kepala kalo soal PKI. Jadi pertanyaan-pertanyaan itu cuma berakhir di kepala aja. Nah, buku ini lumayan membantu buat "mengenal" PKI lebih jauh meski fokusnya ya jelas cuma ke Aidit.

Menurutku lumayan lengkap, mulai dari latar belakang keluarga Aidit sampai gimana Aidit akhirnya mati. Ada banyak referensi bacaan juga yang bisa dijadiin tambahan kalau buku ini sekiranya ga cukup buat menutup rasa penasaran terhadap PKI dan Aidit karena ga akan mungkin selesai dibahas dalam satu buku yang jumlah halamannya cuma 100-an ini. Kebanyakan bahas G30S PKI ya udah jelas, karena peristiwa itu tanda kehancuran PKI.

Lewat buku ini, pembaca diajak untuk ga asal "PKI jahat dan Aidit itu PKI." karena bukan cuma Aidit di sana. Yah, kayak yang Asvi Marwan Adam bilang, ga mungkin peristiwa kayak gini cuma dilakuin sama satu orang. Dan menurutku penting untuk kita tahu orang-orang di sekitar Aidit karena toh mereka "memperjuangkan" hal yang sama.

Terakhir, bahasa yang dipakai juga bikin pembaca gampang ngerti apa yang diomongin. Jadi ga bikin mikir "Ini baca apaan, sih?" ditambah adanya beberapa foto dokumentasi yang bikin pembaca bisa ngebayangin kejadian-kejadian waktu itu.
Profile Image for amle.
47 reviews5 followers
April 16, 2020
ga sengaja sebenernya nemu ini di iPusnas pas lagi explore buku. terus karna kayanya menarik dan aku minim pengetahuan bgt soal sejarah (huhu) aku baca deh. pas baca, emang aga sedikit kebingungan di beberapa bagian karna aku yang awam ini hehe. tapi secara keseluruhan menarik banget, ringkas, dan bersahabat untuk pemula kayak aku ini. pikiranku lebih terbuka soal Aidit dari sisi kemanusiaannya meskipun ya aku tetep benci dia lah😡

kayanya aku bakal baca seri buku ini yang lainnya
Profile Image for Bayu Agumsah.
2 reviews
November 1, 2018
Dikemas dengan ringkas dan mudah dicerna untuk mengenal sosok D.N Aidit dari sejarah dan kesaksian para saksi yang masih hidup atau sudah wafat, tidak memihak, mengedepankan fakta yang terjadi.
Profile Image for Ronald Otong.
112 reviews4 followers
February 27, 2017
Luar biasa...Buku yang memberikan perspektif baru dari peristiwa G30S/PKI.


Bagi kita yang merasakan hidup di Orde Baru, pasti pernah menyaksikan film "Penghianatan G30S/PKI. Kita bagaikan disuguhi cerita kebiadapan PKI dalam usaha merebut kekuasaan negeri ini dengan cara yang kelewat sadis, membunuh para Jendral TNI dan membuangnya ke dalam sebuah sumur. Film tersebut dan pemberitaan lainnya membuat PKI menjadi sesuatu yang tabu di Indonesia, bahkan melihat lambang palu arit saja langsung memunculkan kekhawatiran. Serba satu sisi, tak ada sedikitpun berita pembanding ato semacamnya tentang peristiwa tersebut; buku, media semua kontra PKI. Semua seolah disetting bahwa PKIlah aktor tunggal dari peristiwa G30S/PKI. Hingga akhirnya Orde Baru runtuh dan bermunculanlah "bocoran2" yang biasanya tabu kita dengarkan tentang PKI.

D.N. Aidit atau Aidit tak bisa dilepaskan dari sejarah PKI. Ketika kita menyebut nama Aidit maka PKI ikut tersebut, begitupun sebaliknya. Mereka bagaikan satu kesatuan yang tak bisa dilepaskan, walau sejatinya masih ada tokoh-tokoh besar lain di PKI, contohnya Musso. Mungkin faktor G30S/PKI atau memang kepiawaian seorang Aidit yang membuat namanya melekat pada partai komunis tersebut. Melalui buku ini, kita disuguhkan kehidupan seorang Aidit, yang dahulu sulit kita dapatkan, menjadi lebih terang walau tak sepenuhnya jelas. Apa yang sebenarnya dia lakukan pada saat Jumat Pahing itu dan apa sebenarnya yang ia rencanakan untuk PKI itu sendiri.


==========================================================


D.N. Aidit lahir sebagai anak sulung di Tanjung Pandan. Di sana dia tergolong anak yang supel dan tidak pilih-pilih teman, termasuk para buruh di sebuah tambang timah. Dari pertemanan tersebut mulai tumbuh jiwa sosialis seorang Dipa Nusantara Aidit. Teman buruhnya tersebut menceritakan pengalaman pahit seorang buruh, yang membuat Aidit begitu bersimpati. Pindah sekolah ke Jakarta, dimulailah kehidupan politik Aidit. Walau memulai dengan lambat karena keadaan ekonomi yang tak begitu mendukung, Aidit mulai menapaki karirnya.

Peristiwa Madiun sempat membuat PKI luluh lantah, pimpinan dan anggota partai ditangkap dan dibunuh. Puncaknya adalah kematian Musso (salah satu pimpinan PKI saat itu). Begitupun Aidit yang harus bersembunyi dari incaran pemerintah. Sempat hilang akhirnya Aidit muncul dan membangun PKI kembali (ada sebuah kejadian dimana dosa-dosa PKI "dihapuskan"). Aidit mulai menyingkirkan angkatan tua di tubuh PKI dan mulai membangun partai tersebut. Dengan caranya yang berbeda dalam membangun sebuah partai, PKI cepat bangkit dan menjadi 4 besar dalam Pemilu tahun 55.

Semua serba baik bagi PKI hingga meletusnya G30S/PKI. Hari-hari menjelang kejadian tersebut, memang keadaan Indonesia sedang memanas. Isu2 krusial seperti sakit kerasnya Soekarno sampai isu terbentuknya dewan jendral untuk mengambil kekuasaan bila Soekarno mangkat menjadi salah satu penyebabnya. Hingga terjadilah malam tersebut. Malam itu Aidit tiba2 dijemput oleh tentara, yang mengatakan akan membawanya menghadap Soekarno di istana. Tetapi Aidit malah dibawa ke Bandara Halim Perdanakusuma, lalu diterbangkan ke Yogyakarta. Aidit yang bingung akhirnya memutuskan menemui kader partai yang kebetulan banyak di Jawa Tengah.

Di Jakarta, kondisi memburuk karena para jendral sedang dieksekusi. Soeharto yang kebetulan menjadi "pucuk pimpinan" militer karena atasannya dieksekusi, memerintahkan pasukannya "membereskan" Aidit. Akhirnya Aidit tertangkap dan akan dibawa ke Jakarta. Tetapi pasukan yang diperintah Soeharto akhirnya benar-benar membereskan Aidit dengan cara membunuhnya dan memasukannya ke dalam sebuah sumur.


==========================================================


Sebelum membaca buku ini, pengetahuan saya tentang Aidit tak begitu kentara karena memang sumber yang kurang. Tetapi buku ini benar2 memberikan warna baru yang mungkin memberikan pemahaman baru tentang apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Dalam penutup, disuguhkan beberapa teori yang mungkin menjadi penyebab G30S/PKI dan saya mngkin setuju akan hal tersebut. G30S/PKI diakibatkan oleh tiga faktor: 1. Pimpinan PKI yang keblinger, 2. Subversi Nekolim (Amerika Serikat) 3. Oknum yang tidak bertanggung jawab (TNI AD).

Menurut pendapat saya, PKI seperti "dimanfaatkan" dengan kejadian ini, dan kebetulan yang mengambil keuntungan adalah Amerika Serikat (karena mencegah Indonesia menjadi negara komunis), Soeharto (menjadi pimpinan tertinggi di TNI AD bahkan diangkat menjadi Presiden). Pendapat hanya pendapat, tak ada yang tahu kejadian sebenarnya. Soeharto sendiri sebagai salah satu pihak yang dianggap mengetahui detail kejadian tersebut telah tiada.

Bagi saya sendiri, Aidit menjadi sosok yang menarik karena dalam perjuangannya, ada perjuangan rakyat Indonesia (tergabung dalam gerakan Rengasdengklok) dan PKI sendiri terlibat dalam mengusir Belanda. Harapan saya sendiri kelak sejarah tentang PKI diperjelas, bukan bermaksud apa2 tapi dalam rangka membuka salah satu bagian sejarah kelam bangsa ini.
Profile Image for Luthfi Ferizqi.
452 reviews14 followers
February 25, 2024
Buku ini menjadikan salah satu langkah saya untuk mengenal sejarah bangsa, salah satunya sejarah kelam Indonesia. Sebelumnya, sedikit banyak saya mengenal sejarah kelam ini saat SMA dulu (15 tahun yang lalu), dimana diskusi pada saat itu adalah mencari tahu siapa dalang dari G30S ini, namun malang diskusi tersebut hanya nyaring di kelas sebelah. Di buku ini, topik isi bahasan berfokus hanya kepada Aidit, mulai dari masa kecil hingga kematiannya.

Di akhir bahasan ada esai menarik dari Asvi yang saya yakin banyak pembaca setuju. Tragedi ini tidak mungkin didalangi hanya satu orang.
Profile Image for Ariel Seraphino.
Author 1 book52 followers
August 29, 2016
Didorong rasa penasaran, saya mengambil buku ini setelah sempat melihatnya di toko buku. Sebagai anak yang lahir jaman orba, manusia satu ini selalu dianggap hantu, orang jahat, ketua partai komunis indonesia yang sebaiknya tak perlu dibicarakan. Tetapi dalam buku setebal kurang lebih 150 halaman ini, berbagai macam pro dan kontra beliau dikupas dengan berimbang dan cukup adil. Tentu saja membaca sejarah selalu menyenangkan, mereka-reka seperti apa suasana dan keadaan saat itu menjadi semakin menarik krn tim buku Tempo melakukan investigasi yang detail dan bisa dipercaya dalam setiap tokoh yg mereka angkat. Menjadikan pembaca sebagai pihak terakhir yang bs menarik kesimpulan tentang tokoh ini adalah tujuannya. sejarah sebagai wacana tentu saja menjadi bahan obrolan yang asik dan bahkan perlu di jaman sekarang.
Profile Image for ki.
82 reviews6 followers
Read
May 31, 2025
Kau tahu, aku memang tidak akan menjadi pahlawan keluarga. Pahlawan keluarga itu terlalu sederhana dan amat egois. Kita harus menjadi pahlawan bangsa.

Kalah atau menang, benar atau salah, dia telah menuliskan namanya dalam sejarah. Meskipun cerita sejarah bisa diatur rezim yang menang saat itu..
Profile Image for Mugi Sukmana.
16 reviews
September 29, 2016
Always check any single information in multiple sides. Including the history itself. I'm not questioning people's judge toward this man, but I personally am curious about him. How people portray, how people think, and how people treat him is somehow... questionable. But I do believe in one thing, life is about choices, huh?
126 reviews14 followers
June 14, 2019
buku ini ga cerita banyak. linimasa penceritaannya singkat, sedikit masa kecil, G30S, sampai wafatnya. masih nikmatin gaya penceritaan tiap babnya, tapi kayak masih ga gitu banyak ngungkap kepribadian aidit di luar momok umumnya. kurang lebih lah~
Profile Image for Eva Novia Fitri.
163 reviews1 follower
February 21, 2023
Pemred TEMPO, Arief Zulkifli, menceritakan bahkan sejak masih berbentuk ide, seorang jenderal menentang keras Aidit diangkat jadi buku. Why him? Maka jawabannya adalah Why not him?

Sesungguhnya tak ada fatwa yang melarang menulis tentang orang paling jahat sekalipun. Plus, dasar kepenulisan media itu adalah kemenarikan sebuah peristiwa.

Penuh kesadaran, penulis mengingatkan bahwa mereka bukan sejarawan yang menulis dengan metodologi tertentu. Jadi menarik karena hasil akhirnya bukan biografi mati tapi ditulis dengan gaya lebih komunikatif, naratif, dan adil mengakomodir narasumber banyak sisi.

Nasab Aidit itu luar biasa. Ayahnya , Abdullah Aidit, adalah ulama pendiri organisasi keagamaan terkemuka di Belitung. Anggota DPR dan DPRS. Ibunya, Mailan, adalah putri kepala kampung di Belitung. Kaya, akses pendidikan baik, pergaulan luas, adalah previlege seorang Aidit. Bahkan nama Aidit pun aslinya adalah Ahcmad Aidit. He is an Ahmad, surprisingly.

Istri Aidit, Soetanti, seorang dokter, cucu dari Bupati pertama Tuban dan ibu yang berdarah biru.

What's the lesson? Nasab yang baik tentu sebuah nilai tersendiri. Benih benih kebaikan disemai lebih awal jika nasab seseorang baik. Tapi ia tidak sebernilai itu untuk dijadikan kebanggaan.

Ketertarikan Aidit pada ajaran Marxis begitu luar biasa, ia melakukan semua yang dilakukan Mao Ze dhong, sampai ke hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan ajaran Marxis.

What's the lesson? Seorang pujaan, daya hisapnya dan daya celupnya nya sungguh luar biasa. Ketika kita sudah mengidolakan dan memuja seseorang, itu sudah separuh jalan kita akan menjelmakan diri menjadi semirip mungkin dengannya.

Sebelum mengenal ajaran Marxisme, Aidit muda di Belitung  sangat membenci gap sosial yang terjadi di tanah kelahirannya. Ia bersahabat dengan kaum buruh, masuk dan menghayati begitu dalam penderitaan mereka. Inilah yang jadi cikal bakal kutub magnet yang mejadikan ia melekat seketika dengan ajaran komunis yang bercita-cita meniadakan sekat-sekat sosial.

Aidit anti poligami dan anti perselingkuhan. Di bawah kepemimpinannya, siapapun petinggi partai PKI yang kedapatan selingkuh akan di skors, bahkan dipecat.

Jiwa jiwa idealis itu memiliki pesonanya sendiri, terlepas dari apakah idealismenya memang patut atau tidak.

Kehidupan keluarga Aidit yang luluh lantak pasca terkuaknya peristiwa G30/S PKI diceritakan di bab "Setelah Malam Horror Itu". Apapun yang berhubungan dengan PKI tidak bisa hidup tenang setelahnya. Diburu keujung manapun. Dipenjara, dibuang, dikucilkan. Anak anak Aidit mendapat pendidikan yang baik di kampus-kampus elit Indonesia. Tentu tidak mudah karena ejekan sebagai anak Aidit terus melekat. Dari 3 putra Aidit yang dikisahkan, kisah Ilham Aidit paling menyentuh. Sebagai aktivis Wanadri Univ Parahyangan Bandung, saat pelantikan ia harus berhadapan dengan Jenderal Sarwo Edi Wibowo, yang notabene adalah komandan pasukan penumpas PKI. Berdua di puncak gunung, mereka melakukan rekonsiliasi, yang berakhir dengan pelukan. Filmis sekali adegan ini.

Babak haru biru perjuangan anak anak Aidit ini langsung di sambut babak berikutnya yang seolah membalik simpati pembaca "Aidit dan Serangan di Pagi Buta", berisi curhatan anak anak para Jenderal korban G 30 S. Sampai detik buku ini diterbitkan, para putera pahlawan revolusi mengaku masih menyimpan kebencian pada Aidit, tapi tidak pada anak dan keturunannya. Bahkan putra Mayjend Sutoyo memprakarsai berdirinya Forum anak Bangsa yang jadi forum perkumpulan anak anak Aidit dan Pahlawan revolusi yang salah satu concern nya adalah terus menggali fakta-fakta sejarah yang luput tercatat terutama mengenai peristiwa 30 September.

Semua bab dalam buku ini menarik. Ada curhatan orang-orang yang terlibat di pembuatan film G 30S/PKI, Arifin C Noer juga turut bicara, khusus tentang prosesnya me"wujud"kan sosok Aidit. Bab "Buku-buku tentang Aidit" mereveal semua buku yang pernah ditulis tentang sosok ini, yang baru bisa diterbitkan pasca orba runtuh.

Bab terakhir jadi penutup yang manis, berisi kumpulan kolom-kolom tentang Aidit. Tulisan sejarawan Hilmar Farid "Rahasia Aidit" saya baca 2 kali. Keren sangaaatt, Hilmar menganalisis bagaimana Aidit membawa PKI jadi partai besar hanya dalam jangka waktu kurang dari 5 tahun.
Ada Asvi Warman Adam, orang LIPI, yang menganalisis siapa seungguhnya koki koki G 30S.
Profile Image for Reza Fajar Raynaldi.
20 reviews
February 2, 2021
Aidit dan wajah "kedua"nya yang jarang disorot oleh sejarah arus utama kita. Wajah "pertama"nya yang lebih sering digembar-gemborkan oleh arus sejarah utama kita. Wajah yang dipaksakan kepada kita untuk menggambarkan "penuh" sosok bernama Aidit ini.

Iya, wajahnya yang dipaksakan itu wajah yang pengkhianat bangsa, licik, oportunis, dan segala atribut negatif yang masih mungkin disematkan kepada anak manusia mungkin disematkan kepada beliau.

Buku ini, menawarkan alternatif untuk melihat sang Dipa Nusantara, dari wajah yang lain, wajah yang kalah dan dipendam oleh wacana sejarah. Wajahnya yang kuat pemikiran kirinya, pandai orasinya, dan sosok teladan bagi anak-anaknya menjadi alternatif bagi kita melihat Aidit untuk lebih memanusiakannya seperti manusia pada umumnya, punya dua sisi, baik dan buruk.

Signifikansi peran Aidit di G30S masih menjadi perdebatan. Apakah Ia memang yang menjadi otak, atau Ia hanya diperdaya oleh Sjam sang Ketua Biro Chusus PKI misterius tersebut, atau Ia hanya korban dari konflik internal AD, atau Ia dan partainya memang sedari awal incaran Nekolim. Masing-masing peneliti memiliki versinya dengan argumentasinya masing-masing. Mungkin saya perlu baca buku tentang Sjam untuk tahu tentang satu tokoh misterius ini, dan tentunya juga buku analisa sejarah tentang G30S agar lebih mengetahui agrumentasi-argumentasi dari para peneliti sejarah tentang G30S.

Penilaian 4/5 karna ada beberapa bagian yang terkesan repetitif. Penyampaian buku ini sudah sangat nyaman bagi siapapun yang suka membaca cerita sejarah layaknya pembawaan novel. Buku ini cukup sukses untuk membawa dua wajah Dipa Nusantara tersebut dengan berimbang. Ada penilaian dari para Anak Jenderal yang terbunuh pada G30S tentunya memberikan penyeimbang bagi bagaimana Aidit dipandang, sehingga kita pun tahu bagaimana pandangan dari para Anak Jenderal korban G30S secara langsung. Pandangan dari Keluarga Aidit pun juga diberikan untuk memberikan kita pandangan mengenai Aidit di mata keluarga.

Pada akhirnya, buku ini menjalankan tugasnya dengan cukup baik, untuk membuat Aidit yang tidak melulu "si Brengsek", namun juga bukan berarti patut menjadi panutan, layaknya apa yang dikatakan Tempo dalam buku ini. Ya, intinya, semua seperti layaknya manusia biasa, yang punya hal yang dapat dipanut, maupun hal yang kurang baik. Dan buku ini menurut saya subjektif, sukses memanusiakan Aidit dari statusnya yang seperti hantu jahat di era Orde Baru.
Profile Image for Dyan Eka.
287 reviews12 followers
October 24, 2024
Bacaan sekali duduk ini mungkin memang bukan sumber yang bisa menjelaskan secara detail tentang Aidit, tapi menurut saya buku ini seperti gerbang terluar untuk terus masuk ke gerbang-gerbang lain yang semakin dalam.

Saya memutuskan membaca buku ini setelah menuntaskan Riwayat Terkubur-nya John Roosa. Dari buku tersebut saya penasaran mengapa PKI seolah 'enggan' untuk bergerak ketika Angkatan Darat mulai membentuk Komando Teritorial yang justru akan merugikan PKI di kemudian hari. PKI di buku Riwayat Terkubur terkesan terlalu berasumsi baik kepada Angkatan Darat.

Dari situlah rasa penasaran saya tentang bagaimana cara Aidit berpikir muncul. Lalu saya menemukan buku ini.

Buku ini ngga menjawab rasa penasaran saya, tapi dari buku ini saya mengetahui hal lain yang ngga disinggung dari buku yang membahas peristiwa 1965 yang sudah saya baca; bahwa Biro Chusus ternyata bagian dari non-legal PKI yang sengaja dibentuk Aidit untuk digunakan sebagai mata-mata di tubuh AD, melalui tangan Sjam (yang memantik rasa penasaran saya, apakah Sjam memang pengkhianat PKI atau bukan dari buku ini).

Bahkan di buku ini sempat disinggung Aidit mengakui dia adalah penanggungjawab tertinggi G30S, yang menurut saya malah menimbulkan tanda tanya atas kredibilitas kebenarannya, karena toh dijelaskan bahwa bukti pengakuannya hilang.

Banyak versi yang coba dituliskan melalui buku ini, sayangnya beberapa bagian terkesan kurang runut penjelasannya. Saya perlu memahami sedikit lebih lama alur waktu peristiwa yang diceritakan.

Tapi dari buku ini lah, saya sadar, ternyata memang memahami sejarah ngga bisa hanya melalui dari satu pintu. Buku yang bukan hanya menceritakan sosok Aidit, tapi juga orang-orang yang berhubungan dengannya ini, sangat bagus untuk menambah perspektif sejarah G30S.
Profile Image for Jess.
609 reviews141 followers
September 14, 2022
3.75/5

Sebelum baca buku ini, i have no idea who is Aidit. Buku ini membuka banyak pandangan baru tentang sejarah apalagi yang berhubungan dengan G30s PKI yang gak aku dapatkan dari pendidikan formal selama ini. Merasa bahwa sejarah Indonesia ternyata gak se simple itu, ada banyak orang yang turut berperan, ada banyak event yang turut jadi penyokong.

One of the is Aidit, pemimpin muda PKI yang berhasil mengkudeta golongan tua PKI sebelumnya, dia yg juga berperas jdi bagian pemuda Rengasdengklok. Jiwa nasionalisme-nya sudah terbit sejak kecil saat Aidit bergaul karib dengan buruh dan tani di belitung. Pembentukan PKI yang awalnya jdi landasan bagi para buruh dan tani pun untuk mendapatkan validasi di republik lama kelamaan mulai muncul pertentangan, dengan anggota partai semakin banyak dan mulai banyak oknum yang menunggang partai untuk kepentingan diri sendiri.

Konflik terbesar hadir saat peristiwa lubang buaya, dan PKI digadang menjadi dalang pembunuhan jendral-jendral. Aidit diburu dan dieksekusi, tapi bagaimana peran Aidit sebenarnya?

Dari buku ini, aku belajar Aidit tidak hanya dari satu sisi sejarah tapi kehidupannya secara individu bersama keluarga dan pandangan ideologinya. Walaupun ada beberapa part yang cenderung repetitive, buku ini sungguh memberi pandangan baru tentang sejarah
Profile Image for Galang Nusantara.
24 reviews
January 6, 2025
Sebuah perspektif baru dari sejarah kelam Indonsesia, Gestapu atau yang lebih familiar G30S. Selama belajar sejarah di bangku sekolah selalu disuguhkan bahwa PKI atau ideologinya komunis tidak baik atau sebaiknya tidak kita pelajari, selain itu juga di sekolah juga kurang diceritakan bagaimana peristiwa ini sebenarnya dan selalu mengambil kesimpulan bahwa PKI adalah dalangnya. Namun, dalam buku ini disuguhkan perspektif yang lain dari peristiwa kelam tersebut dan juga mengenal lebih dalam Ketua PKI, Dipa Nusantara Aidit (sejujurnya menurut saya nama yang sangat menggambarkan sikapnya, DINGIN.) yap dijelaskan bagaimana tindakan, sikap, serta kehebatan seorang Aidit dalam membawa partai ini menjadi partai yang berkuasa dan memiliki pengaruh yang signifikan.

Intinya, Gestapu adalah sebuah peristiwa yang kelam tetapi bukan berarti harus kita pandang sebelah mata seperti kebanyakan masyarakat menganggapnya demikian, namun ada baiknya kita kaji dan pelajari bagaimana peristiwa tersebut sebenarnya dan dalang-dalang dibaliknya. Mengutip pidato Bung Karno dalam Nawaksara ini peristiwa yang begitu kompeks yang tidak mungkin dilakukan satu orang, satu kelompok, atau satu golongan saja. Meskipun hingga saat ini masih ada beberapa kejanggalan dan kebingungan dari peristiwa ini, tidak ada salahnya kita mengingat sejarah ini sebagai pelajaran.

#DjawaAdalahKoenci!
Profile Image for Afanin.
3 reviews
May 2, 2025
Pengen baca sejarah dari perspektif lain, since generasiku selalu terpapar buku2 sejarah di sekolah yang mungkin tidak terlalu menuliskan sejarah secara objektif.

Memilih buku ini untuk starter awal baca2 sejarah, apalagi disusun oleh Tempo yg sudah ga diragukan lagi integritasnya.

Buku ini memang tidak akan mengupas G30S dari sudut pandang Aidit betul-betul, karena ybs sudah menjadi almarhum tanpa dimintai keterangan.
Buku ini hanya merumuskan apa yang sebenarnya terjadi melalui bukti2 otentik, keterangan saksi2, dan menjabarkan seperti apa sebenarnya sosok Aidit itu dari sisi manusiawi yang jarang kita ketahui lewat media.

Adalah benar seperti pendapat salah satu ahli (aku lupa siapa), bahwa peristiwa yg kompleks seperti G30S tentu tidak memiliki satu dalang tunggal.
Pasti ada banyak pihak yang ikut terkait, hanya saja si palu arit yang menjadi sasaran tuduhannya.

Kesimpulannya, partai palu arit tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak berarti tidak bersalah (karena ada oknum yang memang terlibat di situ).

Overall, buku ini recommended utk dibaca, terutama bagi kita yg ingin memiliki wawasan sejarah secara lebih komprehensif, adil, dan objektif.

(btw, lebih afdol lagi kalau dilanjut baca yg seri Njoto dan Sjam, karena mereka saling berkaitan).
Profile Image for Kan.
73 reviews1 follower
July 29, 2024
Benar kata tempo, pada bagian prolog. Para penyunting berharap bisa menghadirkan sebuah hidangan restorant yang penuh rasa, namun hanya dapat menyiapkan makanan cepat saji.
Bukan jelek, tapi saya pikir banyak keterbatasan dari team tempo untuk dapat menyampaikan cerita mengenai sosok aidit dengan banyak kesan dan cerita dari berbagai versi.

Saya ketika membaca buku ini, bukan saja diajak berkenalan mengenai sosok Aidit sebagai pusat dari pergerakan 30s PKI, atau hanya sebagai ketua umum saja. Tapi juga sebagai pribadi yang lebih personal. Ada juga banyak kesangsian mengenai versi-versi yang ditampilkan dari catatan sejarah.

DN. Aidit yang ditampilkan dalam buku ini terkesan lebih manusiawi. Lebih menyatu sebagai sosok yang bisa kita kenal sebagai siapa saja. Bukan semata-mata sebagai komunis yang haus kekusaan saja. Ada latar belakang yang lekat dengan kesejahteraan rakyat juga. Ada sebuah perjuangan, juga moralitas yang mana sangat apik dipegang teguh.


Buku ini membuat saya tertarik untuk membaca buku-buku sejarah kiri lebih lanjut.
Profile Image for itsmelulutiii.
19 reviews
February 28, 2022
ini buku asli enteng sih, aku baca ini karena selain tersedia di Gramedia Digital juga karena cara penyampaiannya yang mudah di pahami. Awalnya ngga ada niat membaca buku ini karena aku awalnya baca buku Dalih Pembunuhan Massal punyanya John Roosa. Tapi karena di sana sedikit banegt menejelaskan Aidit jadi aku cari sumber baru. Aku malah dibikin penasaran dengan profilnya si Aidit yang waktu itu menjabat sebagai ketua Comite Central PKI. Di buku ini di jelasin mulai dari aidit kecil yang tinggal di Belitung, pertemuannya dengan istrinya Soetanti, perjalanannya bertemu dengan MH Lukman dan Nyoto, kaburnya Aidit dengan kedua temannya ketika terjadi pemberontakan Madiun 1948 yg pada saat itu di pimpin oleh Muso dan Amir hingga terjadinya prahara G30S yang membuat Aidit meninggal dan diburu oleh TNI AD dan parahnya hingga sekarang DN Aidit masih di tuduh sebagai dalang dari Gerakan 30 September tersebut.
Profile Image for Geral.
55 reviews1 follower
August 3, 2025
Selesai juga akhirnya baca Seri Buku Tempo: Orang Kiri Indonesia ini.

Tokoh PKI yang dianggap keblinger ini digambarkan melalui dua sudut pandang di dalam buku ini. Ada yang melihatnya sebagai seorang anak/ayah/abang yang dingin terhadap keluarganya. Di sisi lain, ia dicap sebagai seorang pengkhianat bangsa, politikus oportunis gila kekuasaan, dsb. Berbagai versi dan sudut pandang terkaitnya berusaha dimasukin dalam buku ini. Bahkan di akhir diberikan beberapa literatur yang menggambarkan kepribadian seorang D.NbAidit, serta menjelaskan seberapa jauh keterlibatannya dalam peristiwa G30S.

Tentunya banyak pro-kontra apabila membahas gerakan komunis di Indonesia. Namun, penting untuk tetap mempelajari sejarah yang berkaitan dengannya. Bukan untuk menyebarluaskan paham tersebut, tetapi agar kita memahami apa yang terjadi saat itu dan mengambil pelajaran supaya peristiwa serupa tidak terjadi lagi.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Andita.
308 reviews3 followers
July 3, 2025
Berlatar karena percaya bahwa sejarah tidak sebatas hitam dan putih saja, aku memutuskan memulai membaca "Seri Buku Tempo", tentang beberapa tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Pada akhirnya aku sampai kepada Aidit.

Sebenarnya membaca buku ini mengingatkan aku bagaimana banyak hal memang tidak diajarkan dalam sejarah formal di sekolah. Rasanya memang cukup menyenangkan dan menambah wawasan bagaimana tokoh-tokoh yang dibicarakan bisa kita lihat sisi humanisnya.

"Semasa kepemimpinan Aidit, sikap antipoligami dan anti-perselingkuhan ini hampir menjadi "garis partai". Oey Hay Djoen, bekas anggota parlemen dan Dewan Pakar Ekonomi PKI, bercerita, pada masa jayanya banyak anggota PKI yang diskors karena ketahuan memacari istri orang."

Pada akhirnya, aku cukup yakin, melihat sejarah haruslah dengan pandangan yang cukup terbuka atas segala informasi.
Profile Image for Almira.
75 reviews
June 4, 2021
Sesuai dengan kalimat penutup redaktur tempo di kata pengantar buku ini, buku ini memang memiliki cita rasa hidangan siap saji. Banyak ulasannya yg berulang di beberapa bab, mungkin dikarenakan teks pada buku ini awalnya adalah artikel liputan khusus pada majalah tempo.

Meskipun buku ini juga belum menjawab beberapa pertanyaan saya, tetapi buku ini cukup buat saya menjadi sarana pengenalan tokoh-tokoh yang selama ini seolah-olah hanya mitos seperti Aidit. Disebutkan namanya di buku sejarah selalu dengan satu sudut pandang. Namun setiap manusia seburuk apapun dipandang manusia lain tetap memiliki sisi-sisi humanisme yang menyentuh. Begitu juga dengan Aidit.
Profile Image for Astala.
100 reviews
September 7, 2022
Aidit: Dua Wajah Dipa Nusantara
⭐4,5

Memilih membaca salah satu kisah orang kiri Indonesia yang bisa dibilang tokoh sentral di PKI. Nama yang pernah aku dengar, sekian tahun lalu.

Seri Tempo Aidit, cukup menjabarkan sosok Aidit. Ringkas, jelas, dan mendalam. Otoriter, namun aku cukup setuju dengan prinsipnya mengenai "Antipoligami dan Antiperselingkuhan".

Semakin menuju akhir, semakin mencekam dan lumayan bikin bingung🥲.

Dibagian "Aidit dalam Bingkai Nawaksara" jujur bikin aku pengen baca sejarah² '65. Karena sedikit banyak dibagian tersebut, yang ditulis oleh Asvi Warman Adam cukup menarik banget buat dikorek satu per satu.
15 reviews
February 9, 2024
Membaca laporan investigasi Tempo selalu menjadi hal yang menarik. Ketimbang membaca ratusan halaman dari buku sejarah, buku ini menyajikan hal-hal menarik seputar tokoh yang diulas. Tentunya dengan tetap mengedepankan nilai-nilai jurnalistik yang independen. Tak terkecuali dengan kisah DN Aidit ini.

Sebelum membaca buku ini, saya hanya mengenal DN Aidit sebagai salah satu tokoh paling dibenci di republik ini. Namun, nyatanya DN Aidit terlepas dari ideologi komunismenya tetaplah seorang manusia. Manusia yang terlalu mengagungkan dan berjuang untuk ideologi partainya sehingga harus tenggelam bersama partainya juga.
Profile Image for ayu amaradipta.
69 reviews18 followers
February 26, 2020
Menarik untuk melihat lapis2 identitas Aidit mulai dari anak kecil yang eksplorasi sosialnya udah 'keliling' antar geng, muazin masjid, pergaulan antar lingkungan; sebagai kakak yg pasang badan sekaligus melibatkan adiknya; sebagai seseorang yang melamar calon istri langsung ke bapaknya; sebagai orang yang bisa diandalkan; sekaligus sebagai orang yang terlalu ambisius mengubah sistem pendekatan negara, dan politiknya. Masih banyak penjelasan yang masih tertutup, termasuk prosesnya jadi komunis, dan keterlibatannya di peristiwa G30S/PKI, tapi sebagai pengantar, buku ini mencerahkan banget.
Profile Image for Tony.
16 reviews1 follower
July 5, 2020
Bisa dibilang salah satu buku yang buat saya ingin mempelajari sejarah Indonesia khususnya menyangkut isu PKI.

Buku ini sangat saya sukai, karena walaupun isinya singkat, tetapi bisa dibilang lengkap. Mulai dari sejarah Aidit dari kecil hingga wafat, kemudian komentar anak Aidit, komentar anak para pahlawan revolusi, siapa yang diuntungkan dari PKI, dsb.

Well, saya jadi tertarik untuk membeli buku terbitan Kompas.
Profile Image for Arutala.
506 reviews1 follower
October 7, 2021
Agak penasaran dengan si tokoh satu ini. Selain tak pernah diungkap secara gamblang, rezim orba makin membuat saya menjadi sangat kepo karena nyaris sepanjang saya bersekolah S4 (sd s/d sarjana) tak pernah ada buku yang mengupas secara tuntas tentang orang ini.

Buku ini agak sedikit membantu membentuk sosoknya tapi saya merasa ada yang kurang. Yah, tapi tak apalah setidaknya saya bisa mereka-reka sepak terjangnya orang ini pada zamannya.
Profile Image for feniii.
44 reviews
January 28, 2025
Buku ini membuka pandangan baru aku mengenai kejadian g30spki melihat pandangan dan cerita dibalik itu semua dari sudut pandang tokoh terdekat Aidit dan juga the man itself D.N Aidit, bukunya menarik dan bagus tapi masih banyak celah yang dibirkan terbuka aku masih mencari berbagai kejelasan mengenai akhir hidup Aidit dengan segala gejolak politik Indonesia saat itu. 7,5/10 menurutkuu salah satu seri tokoh kiri baguss dari tempo
Profile Image for Aprianto Nugraha.
100 reviews2 followers
July 19, 2018
Buku seri Tempo memang menyajikan profil Aidit secara berimbang. Dengan tidak memungkiri keterlibatan Aidit dengan peristiwa Malam Jumat Pahing, tapi masih membiarkan pembaca mempertanyakan sejauh apa keterlibatan Aidit dalam peristiwa itu. Yang paling saya suka, yang bagian wawancara sama anak pahlawan revolusi dan pandangan mereka soal PKI dan Aidit. KEREN
Displaying 1 - 30 of 62 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.