Thalita baru saja masuk SMA, dan ortunya nggak mengizinkan dia masuk ke SMA tempat Andra, mantannya, bersekolah. Itu karena Andra junkie, dan ortu Thalita nggak mau ambil risiko anaknya ikut terjerumus ke dunia drugs. Sebenarnya Thalita masih sayang sama Andra, tapi ia kecewa lantaran Andra nggak mau menuruti permintaannya untuk ikut rehab. Ia akhirnya memutuskan Andra dan masuk SMA yang ditunjuk ortunya.
Sayang, Andra ternyata nggak begitu saja mau melepas Thalita. Ia terus memohon supaya mereka balikan. Thalita dilema, tapi ia tahu, demi kebaikannya sendiri, ia nggak boleh balikan lagi sama Andra.
Di sekolahnya yang baru, Thalita bertemu Darren, cowok yang dingin setengah mati sama cewek. Itu lantaran Darren pernah dikecewakan Cheryl, cewek yang dicintainya habis-habisan tapi lebih memilih hidup dalam dunia hedonis, termasuk berkubang dalam drugs.
Thalita dan Darren, yang terpaksa melepas dua orang yang mereka sayangi karena narkoba, akhirnya merasa cocok satu sama lain. Dan berkat Tatyana, adik Darren, yang menjodoh-jodohkan mereka, Thalita dan Darren akhirnya jadian.
Semua terasa sempurna saat ini. Tapi, bagaimana jika Cheryl kembali?
Stephanie Zen has been passionate about writing since elementary school, crafting stories that resonate with humor, heart, and inspiration. Influenced by authors like Sophie Kinsella and JK Rowling, her writing blends wit with deeper reflections on life and love.
Beyond books, music plays a huge role in her creative process—especially the songs of Daughtry, which have inspired many of her stories. When she’s not writing, Stephanie shares her thoughts and inspirations on her blog: https://smoothzensations.wordpress.com/
Kayaknya dulu novel Talita ini karya Stephanie Zen favorit saya deh. Inget banget gara-gara ini saya jadi suka lagu-lagu Kerispatih, padahal saya fans Ada Band wkwk. Dan gara-gara novel ini juga dulu setiap dengar lagu "Mengenangmu" saya jadi remaja alay yang sok-sokan gloomy nggak jelas karena berasa ditinggal pacar wkwkw. Padahal punya aja kagakk.
Thalita, sesuai judulnya novel ini menceritakan tentang Thalita yang memiliki pacar seorang pecandu narkoba bernama Andra. Karena ditentang habis-habisan oleh Papanya, Thalitapun memutuskan Andra padahal ia masih sangat menyayangi cowok itu. Disisi lain ada Darren. Cowok ganteng dan most wantednya siswi-siswi di sekolah. Dia cakep (tentu saja!) dan sedikit dingin. Dia juga cuek terhadap cewek. Tapi begitu berhadapan dengan Thalita, Darren berubah menjadi sosok yang ceria dan mudah tersenyum. Darren memiliki rasa pada Thalita, namun saya hati Thalita terus terpaku pada Andra. Sampai akhirnya Andra meninggalkan Thalita, Darrenlah yang selalu berada disisi Thalita bahkan cowok itu dengan gamblang bilang ingin menggantikan posisi Andra. Saat akhirnya Thalita dan Darren bisa bersama, sosok lain dari masa lalu Darren muncul dan menghancurkan hubungan keduanya. Masih adakah kemungkinan hubungan mereka kembali lagi seperti dulu? Tapi bila melihat sikap Darren terhadap Cheryl yang sangat sayang, sangat perhatian dan sangat menjaga cewek itu membuat Thalita yakin sepertinya dia memang sudah kehilangan harapan.
Yup, kali ini temanya adalah drugs. Setelah kemaren-kemaren baca karya Stephanie tentang bulutangkis dan band, rasanya kaya ada angin segar karena setiap baca karya beliau pasti temanya nggak cuma romance-romance teenlit biasa, selalu ada tema khusus yang membuat novel-novelnya terasa beda dari yang lain.
Dan baca ini tuh, sedikit banyak saya jadi tau kalau anak sekolah juga bisa menjadi pecandu narkoba! Dan lebih parahnya lagi mereka jadi pencuri dan bahkan gila. Miris banget emang. Di usia muda yang harusnya hepi-hepi, sekolah, tebar pesona sana-sini malah justru jadi seorang pesakitan yang rela malakukan hal gila apa aja biar bisa ngobat.
Dulu saat pertama kali baca jaman SMA saya suka bangett sama Darren, tapi sekarang ketika udah dewasa saya malah keki banget sama cowok itu. Kayaknya Thalita can deserve better deh.
Ya soalnya Darren plin-plan dan dengan mudahnya melepas Thalita gitu aja. Iya, iya paham penulis udah menjelaskan panjang kali lebar alasan Darren lebih memilih Cheryl tapi tetep aja saya kesel. Bukanya Darren sendiri yang bilang dia mau mengganti posisi Andra ya? Harusnya dia tanggung jawab sama kata-katanya dong.
Belum lagi masalah recovery Darren yang memerlukan waktu satu tahun! Yaampun, saya tau dia kecewa tapi nggak separah itu juga kali. Dia masih anak SMA boo. Masa depan masih puanjangg. Masa kalah sih sama Thalita yang ditinggal mati Andra? Dia cuma butuh waktu beberapa bulan loh buat recovery. Nah si Cheryl yang jelas-jelas orangnya ada kok bisa sampai separah itu.
Terus si Cheryl ini juga kaya jailangkung. Datang nggak di undang pulang nggak bilang-bilang. Tiba-tiba aja tokohnya dimunculkan entah dari antah berantah mana. Dateng-dateng muncul didepan rumah, bicara ini itu dan pacaran sama Darren. Terus ilang dipenjara. Ape pule ni maknenye, pening pale. -_- (tiba-tiba logat melayu)
Untunglah Thalita ini lumayan menyenangkan, maksudnya dia bukan cewek yang menye-menye banget. Dia lumayan tegas dan lapang dada wk. Dia juga bukan tipe cewek yang ngemis-ngemis kasih sayang waktu ditinggalkan. Dia pintar mengolah diri, makanya setiap ada masalah recoverynya cepet.
Overall saya suka sama novelnya, jadi nostalgia lagi!
Jadi pengin baca ulang karya Stephanie yang lain ih kangennn!!
Ini buku Stephanie Zen pertama yang aku baca.. Suka sama ceritanya dan tokoh Thalita dibuku ini, walaupun pada awalnya Thalita itu terkesan agak cengeng dan rapuh tapi seiring berjalannya waktu, dia bisa jadi sosok yang lebih tegar dan kuat. Di part2 awal buku, aku suka ama Darren yang care ama Thalita, bantu dia survive waktu mantannya, Andra meninggal gara2 OD, dan Darren terus berusaha buat Thalita bisa tersenyum lagi.. Sampai kebagian itu, sosok Darren aku hargai 5 bintang (Perfect, Ganteng, Tajir, paling penting penyayang) Sampai tiba2 Darren lebih milih Cheryl, cewek junkies mantan pecandu narkoba yang dulu ngehina Darren habis2an gara2 dia nganggap Darren cupu ga mau nyoba drugs.. Oh My! He was a JERK! Bener2 benci aku ama si Darren! How dare you! Tega2nya dia ninggalin Thalita saat mereka baru jadian demi cewek itu! Sumpah..benci banget banget aku ama dia! Dan tiba2 sosok Darren jadi amat rendah dimata aku, Please deh, satu bintang aja terlalu bagus buat nilai Darren.. Sebeeell.. Meskipun ceritanya tetap happy ending, tapi tetap aja udah ternodai ama tingkahnya si Darren ini.. Oh my.. Padahal udah rela bergadang sampe jam 2 gini buat baca.. Tapi bener2 gak puas baca ceritanya.. Duh!
Thalita overall ok.ceritanya komplit :) sempat kesel sama darren yg lebih milih cheryl hanya karna dy blg dy ud sembuh.tp salut sama Thalita yg semakin dewasa dgn ada nya peristiwa ini. thalita :Tuhan gk akan ngasi cobaan dluar kemampuan manusia. Guru sd gk akan ngasi soal smp untuk murid sd.karna guru sd tau kemampuan muridny sampai dmana. Nah klo guru sd aja tau kemampuan muridnya sampai dmana,apalagi Tuhan.*setuju bgd*
Pas banget ya buat abg. Novel ini mengangkat tema narkoba yang berbumbu cinta ala remaja. Di sini juga dijelaskan pengaruh narkoba, trus dampak dari rehabilitasi itu kadang nggak bisa 'bersih' 100%.
Saking aq ngebetnya ama novel-novel Stephanie Zen, begitu dengar kabar dari teman ada novel terbarunya THALITA, aq langsung cabut ke Gramedia sepulang sekolah. Begitu liat covernya yang unik banget itu, aq langsung ke kasir dan BELI! sampe rumah langsung baca. Dan….T.T aq kecewa dengan novel kak Steph yang ini… Bukan! Bukan ceritanya jelek! Bagus banget malah…! Tapi ga tau kenapa aq ga suka. Habis yang ini pembawaanya agak membosankan dan bertele-tele. Kesannya gini, satu masalah itu disampaikan bertele-tele dan panjaaangg banget. Padahal masalahnya cukup dipaparkan sekali dan singkat aja, tapi ini malah berulang-ulang dan panjangg…! aq yang baca rada bosenan gitu, meski aq suka ceritanya. Awalnya aq kira Thalita yang tebal ini isinya cerita penting semua, gga taunya banyak yang gga penting…ugh… Aq yang biasanya kalo baca novel selalu sedetail mungkin, kali ini bacanya aq lingkah-lingkah dari halaman sini- ke –sini. Ck. Yah…over all bagus sih. Banget malahan. Untuk ide ceritanya, keren! but, satu lagi yang buat aq rada jengkel baca nih novel. pas baca nih novel aq nangiss…! Kenapa? Bukan, novel nih ga sedih sama sekali. setidaknya gga bakal bikin nangis! Tapi aq nangis! baru kali ini aq nangisin novel yang gga ada sedihnya sama sekali! Sumpah… habisnya aq kesel sama tokoh cowoknya, DARREN! Dia yang bikin aq nangis.
Cerita nih novel bagus sih, Thalita ni punya cowok namanya Andra. Andra nih dari keluarga broken, ayahnya kawin lagi gitu. Makanya dia jadi pemake narkoba. Sayangnya Thalita cintanya jatuh ke cowok nggak bener ini! Tapi teman, keluarga, menentang hubungan Thalita, terutama Bokapnya. Oleh bokap Thalita disuruh putus. Thalita pikir memang ada benernya, dia dan andra nggak boleh bersama selama Andra masih make narkoba. Takutnya nanti dia terjerumus ke lingkaran setan itu. Akhirnya putus deh mereka. Thalita sengaja masuk SMA yang beda dengan Andra. Di tengah kesedihannya itu, dia berusaha lupakan dengan adanya suasana baru di SMA. Dia dapat sahabat baru, dan juga teman baru bertama Tatyana yang sangat cantik. Tanpa sadar mereka mulai dekat, dan Tatyana meminta tolong Thalita sesuatu. Tatyana punya kakak cowok di SMA itu juga dan seangkatan sama mereka bernama Darren. Bukan karena Darren goblok dan tidak naik kelas lho makanya mereka jadi seangkatan. Tapi Tatyananya yang masuk sekolah kecepatan, jadi dia sejajar deh sama kakaknya. Darren ini banyak disukai cewek, tapi dia dingin. Dulu dia pernah jatuh cinta sama cewek bernama cherryl. Tapi ditolak. Cherryl tuh gadis nggak bener dan pemakai narkoba juga kayak Andra. Cherryl pikit Darren mengolok-ngolok dia karena suka sama dia yang nggak bener itu. Setelah ditolak, Darren jadi cowok yang dingin. Tatyana minta tolong Thalita untuk deketin Darren, supaya Darren nggak dingin lagi. Minimal jadi teman dekat Darren lah. Awalnya Thalita menolak, coz selain gga mau, dia merasa nggak bisa deket dengan Darren coz nggak ada perasaan sama tuh cowok. Eh, tanpa sengaja mereka malah dekat karena obrolannya nyambung. Thalita yang mulai merasa dekat, ingin jaga jarak. Tapi Darrennya malah nggak. Dia mulai merasa suka sama Thalita, bahkan walaupun tau tentang masalah Thalita dan Andra. Darren justru nemanin Thalita kalau cewek itu sedih dan membantu Thalita kalo ada masalah. Puncaknya sampe ketika Andra meninggal karena Over Dosis! Thalita merasa ingin mati karena kehilangan cowok yang dicintainya. Darren tetap setia mendampingi Thalita. Karena kesetiaan Darren itu, mereka jadi tambah dekat. Bulan demi bulan, mereka semakin dekat. Diam-diam Thalita ada rasa dikit ke Darren. apalagi ketika Darren bertanya ke Thalita “May I replace Andra?” maksudnya boleh kah Darren menggantikan Andra? Thalita bilang boleh. Tapi sejak itu Darren nggak pernah ungkit lagi hal itu membuat Thalita penasaran apakah Darren suka sama dia ato nggak? kok nggak nembak-nembak. Sampe akhirnya Bulan valentine tiba, mereka makin dekat. Darren ditembak cewek, tapi Darren menolaknya di depan Thalita. Darren bilang kalo ada cewek yang dia sayang, tapi nggak menyebutkan namanya. Thalita jelas penasaran. Bingung, apakah itu dia? Tapi rasa penasaraannya itu dipendam aja. dia biarkan Darren menempatkan diri sebagai teman dekat di sisinya. Suatu kali Darren ngajak Thalita nonton bola. Di situ lah….Darren nembak, hehe. Cara nembaknya kereeennn….^^ Pokoe mereka jadian, …… Sampai sini aq bacanya senyum-senyum terus… Sampai………T.T, yang menjengkelkan tiba dan q jadi benci banget DARREN!! AQ BENCI DARREN! Cherryl kembali….! dan tau???? Darren ada dipersimpangan antara Thalita dan Cherryl. Dan dia memilih CHERRYL!? WHAT THE?????? Selanjutnya, baca sendiri yaw. aq malas ngebicarain bagian yang ini, hehe ^^ peace…
Thalita baru saja lulus SMP dan hendak masuk SMA. Ia telah mendaftar disebuah sekolah dimana cowoknya--- "Andra" juga bersekolah disitu. Tapi, ayah Thalita tiba-tiba memindahkan Thalita ke sekolah baru dengan alasan ayah Thalita nggak mau anaknya berhubungan dengan Andra yang notabenenya seorang pemakai narkoba. Dengan terpaksa, Thalita-pun menuruti permintaan ayahnya dan memutuskan Andra!
Disekolah barunya, Thalita bertemu dengan "Darren"--- cowok yang dingin banget sama cewek gara-gara pernah ditolak cewek yang pernah disayanginya. Adik Darren ----"Tatyana" menyuruh Thalita untuk mendekati Darren. Walaupun awalnya Thalita nggak mau tapi karena terpaksa ia mau juga akhirnya.
Darren adalah sosok yang charming. Tapi, entah kenapa Thalita susah sekali jatuh cinta padanya. Padahal, Tatyana sangat berharap Thalita bisa menjadi kakak iparnya someday. Karena Thalita susah jatuh cinta pada Darren, Tatyana memutuskan untuk mengakhiri ajakannya pada Thalita untuk mendekati Darren.
Ketika Thalita hendak menuju mobilnya untuk pulang sekolah, ia serasa mau pingsan melihat ada Andra disekolahnya. Andra menghampiri Thalita dan mengajaknya balikan. Thalita mentah-mentah menolaknya dengan alasan yang sungguh bohong besar yaitu, "Thalita sudah mempunyai cowok baru".
Satu hari, Darren mengajak Thalita ke sebuah cafe. Ketika di cafe tersebut, mereka berdua tak sengaja bertemu dengan Andra. Thalita mencoba memalingkan mukanya tapi ia tak berhasil! Akhirnya, Thalita terpaksa berbohong. Ia mengenalkan Darren pada Andra sebagaii pacar barunya.
Sepulang dari cafe, Thalita langsung ambruk di kasurnya. Ia bermimpi bertemu dengan Andra dengan keadaan sehat seperti orang normal. Tapi, Andra berkata ia harus pergi. Thalita bangun! Ia sadar itu hanya sekedar mimpi. Tiba-tiba, hp-nya berdering dari "Darius"--- teman dekat Andra. Darius berkata bahwa .. "Andra sudah meninggal karena overdosis!"
Satu minggu sudah Thalita bolos sekolah karena ingin menerangkan diri akibat kehilangan Andra. Ia beralasan sakit perut! Ketika seminggu itu, tidak ada teman-temannya yang menjenguk Thalita. Hanya satu orang! Darren ... Ya, hanya Darren yang menjenguk Thalita di rumahnya.
Satu tahun kemudian ... Thalita masih belum bisa melupakan Andra. Ia masih sering menangis apabila mendengar lagunya Kerispatih , "Mengenangmu". Ia masih sering menangis apabila mengingat semua kenangannya bersama Andra.
Suatu hari, Darren mengajak Thalita menonton bareng final liga champions karena mengingat mereka berdua adalah sama-sama penggila bola. Disana, Darren tidak menyia-nyiakan kesempatan! Akhirnya, ia menembak Thalita dan Thalita-pun menerimanya.
Mau tak mau, Thalita harus mentraktir teman-temannya sebagai pajak jadian. Saat mereka sedang nikmat-nikmatnya menyantap makanan, mereka melihat Darren bermesaraan dengan seorang cewek. Teman Thalita langsung ingin melabrak Darren langsung tapi ternyata cewek yang bersama Darren adalah adik kandung Darren sendiri yakni Tatyana.
Hubungan pacaran Darren dan Thalita jalin baik-baik saja. Tidak ada masalah yang pernah mereka ributkan hingga akhirnya masalah itu datang. Darren tidak memberi kabar pada Thalita selama tiga hari. Thalita juga tidak bisa menemukan Darren disekolahnya. Sampai akhirnya, Darren masuk sekolah! Thalita memaksanya untuk memberi alasan kenapa dia menghilang begitu saja tanpa memberi kabar. Thalita terus memaksa hingga akhirnya Darren mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi padanya.
Jadi, inilah yang sebenarnya terjadi .. Cewek yang pernah menolak Darren -- "Cheryl" datang ke rumah Darren. Ia tampak sehat padahal ia seorang junkies. Ternyata Cheryl telah mengikuti rehab dan meninggalkan drugs. Cheryl juga bilang ia menyesal dulu menolak cinta Darren. Ia sadar bahwa ia mencintai Darren. Darren bingung harus mempertahankan cintanya pada Thalita atau memilih Cheryl. Akhirnya, Darren memutuskan Thalita dan berpacaran dengan Cheryl.
Hubungan Cheryl dan Darren tak bertahan lama. Cheryl tak benar-benar memanfaatkan kesempatan yang diberikan Darren padanya. Ia kembali jatuh pada narkoba dan polisi menangkapnya basah-basah saat Cheryl sedang membawa sabu. Cheryl-pun dipenjara dan hubungan mereka kandas dan hanya seumur jagung!
Darren sedih, terpukul, putus asa. Semua berkecamuk menjadi satu dalam jiwanya. Untungnya, Thalita tak merasa dendam pada Darren. Ia malah men-support Darren agar bisa bangkit kembali. Ia berusaha mati-matian agar Darren bisa kembali seperti Darren yang ia kenal dulu.
Usaha Thalita tak sia-sia. Darren berhasil bangkit kembali! Dua tahun sudah pasca kejadian penangkapan Cheryl, Thalita dan Darren menjadi aktif dalam organisasi WHD "We Hate Drugs". Mereka bertugas untuk meberi pencerahan pada generasi-generasi muda tentang bahaya narkoba.
Judul : Thalita Penulis : Stephanie Zen Terbitan : GPU Tahun terbit : Oktober 2009 Sinopsis : Thalita baru saja masuk SMA, dan ortunya nggak mengizinkan dia masuk ke SMA tempat Andra, mantannya, bersekolah. Itu karena Andra junkie, dan ortu Thalita nggak mau ambil risiko anaknya ikut terjerumus ke dunia drugs. Sebenarnya Thalita masih sayang sama Andra, tapi ia kecewa lantaran Andra nggak mau menuruti permintaannya untuk ikut rehab. Ia akhirnya memutuskan Andra dan masuk SMA yang ditunjuk ortunya.
Sayang, Andra ternyata nggak begitu saja mau melepas Thalita. Ia terus memohon supaya mereka balikan. Thalita dilema, tapi ia tahu, demi kebaikannya sendiri, ia nggak boleh balikan lagi sama Andra.
Di sekolahnya yang baru, Thalita bertemu Darren, cowok yang dingin setengah mati sama cewek. Itu lantaran Darren pernah dikecewakan Cheryl, cewek yang dicintainya habis-habisan tapi lebih memilih hidup dalam dunia hedonis, termasuk berkubang dalam drugs.
Thalita dan Darren, yang terpaksa melepas dua orang yang mereka sayangi karena narkoba, akhirnya merasa cocok satu sama lain. Dan berkat Tatyana, adik Darren, yang menjodoh-jodohkan mereka, Thalita dan Darren akhirnya jadian.
Semua terasa sempurna saat ini. Tapi, bagaimana jika Cheryl kembali? (*)
Review gue :
Kisah cinta anak SMA antara Darren-Thalita-Cheryl- Andra.
Thalita yang punya pacar Andra (pemakai narkoba) satu sekolahan harus pindah ke sekolah lain. Thalita meminta Andra untuk menjauh dari drugs karena berbahaya, bahkan hubungan mereka jadi taruhan. Pilih aku atau drugs? Andra memilih dua-duanya, dan Thalita memilih putus. Orang tua Andra broken home, jadilah Andra seperti sekarang ini. Setelah bercerai, papa Andra menikah lagi dan punya anak perempuan, sedangkan mama Andra jadi wanita nggak jelas suka mabuk dan berkencan dengan sembarang laki-laki. Jadilan Andra semakin terperosot ke dalam lubang hitam. Apalagi setelah putus dengan Thalita dan mendapati Thalita punya pacar baru Darren. Padahal itu akal-akalannya Thalita agar Andra lekas berhenti menggunakan Narkoba.
Darren adalah cowok ganteng, tajir, kapten basket, dan banyak fansnya di sekolah. Darren memiliki adik yang namanya Tatyana. Tatyana begitu menyukai Thalita karena menurutnya Thalita unik, rame anaknya. Tatyana berharap Darren kakaknya bisa jadian dengan Thalita. Di susunlah rencana agar Thalita bisa dekat dengan Darren. Darren lelaki yang dingin dengan wanita, karena trauma pernah nembak cewek (Cheryl). Cheryl ini junkkies sama kayak Andra. Cheryl bau mau nerima Andra kalau dia make narkoba juga, akhirnya Darren mundur.
Dari keisengan Thalita, Darren akhirnya jatuh cinta beneran dengan Thalita hanya karena Thalita gila bola, nggak jaim kayak cewek-cewek yang berusaha ngedeketin Darren. Andra setelah tahu mereka pacaran terguncang batinnya, memilih mengurung diri di kamar dengan drugs yang telah dibelinya. Pdahal drugs tersebut mau dipakai untuk menghancurkan anak dari hubungan papanya dengan istri barunya. Adik Andra cemas karena Andra tidak keluar kamar. Ibunya yang pulang dengan keadaan mabuk ketika dilaporin perihal mengurungnya Andra cuek bebek. Ketika Thalita dan Darren bahagia, datanglah Cheryl yang meminta maaf kepada Darren, dia bilang udah tobat nggak make demi Darren. Darren luluh dan menerima Cheryl kembali.
Lalu bagaimana hubungan Darren dengan Thalita? apakah putus ataukah mendua? Andra yang mengurung diri di kamar apakah akan keluar kamar dan menerima kenyataan bahwa Thalita tidak lagi mencintainya? setelah berkali-kali ia memohon? Jawabannya ada di dalam novel ini. Happy reading guys.
Kelemahan dari novel ini gaya bercerita yang bertele-tele. Dialognya lumayan sih. Kelebihannya sahabat Thalita yang bernama Jennie si miss analogi sering menyisipkan analaogi cerdas sebagai bahan pemberi nasehat untuk Thalita ketika terpuruk melewati masa-masa sulit. Sayang analogi tersebut sudah sering saya dengar dan pasaran.
novel ini bikin nangis, ga ngebayangin kalo ada di posisinya thalitha, yg sayang banget sama andra, tapi harus di pisahkan, ahh grgr andra ga nurut sama thalitha sih, :/ tapi sumpah pas 14 feb itu tuh bikin nangis, gila andra romantis banget ahhhhh :( darren ? ah cupu tu cowo !! norak ! ada yg pasti malah balik sama chryl . ih., geregetan sama darren yg waktu itu malah jauhin thalitha ih...
Satu-satunya yang kuingat dari novel ini adalah adanya tokoh laki-laki sampingan yang bernama Andra; mengingatkan pada band favoritku Andra & The Backbone.
Aku memfavoritkan Kak Steph karena dia seorang badminton lovers! Namun, di luar itu, cara dia menulis selalu berhasil membuatku terhanyut. Thalita menjadi salah satunya.
Thalita bercerita tentang Thalita, seorang gadis yang baru saja masuk SMA. Hubungan Thalita dengan Andra, pacarnya, harus berakhir karena cowok itu mulai menggunakan narkoba. Di SMA, dia memulai hubungan baru dengan Darren, seorang cowok yang pernah dikecewakan seorang cewek juga karena masalah narkoba.
Narkoba itu luar biasa bahayanya. [...]. Papa nggak bisa membiarkan kamu mengalami semua itu. (hal. 14)
Suka dengan premis dan pengolahan ceritanya. Dari sini sebenarnya sudah kelihatan kalau Stephanie Zen punya ide dan eksekusi yang baik, walau saya masih lebih suka seri Dylan yang terbit lebih dulu, sih. Temanya tidak diolah terlalu gelap (tidak angsty gitulah) dan lebih condong ke arah kisah cinta SMA-nya.
Cuma untuk novel ini ada beberapa hal yang mengganggu. Pertama, karakternya kebanyakan. Ada tokoh-tokoh kurang penting yang bisa dihilangkan dan tidak akan mengganggu alur cerita. Kedua, nama tokohnya mirip-mirip. Misalnya: ada Thalia-Tatyana atau Darren-Darius. Ketiga, ceritanya kurang dalam. Banyak hal yang rasanya hanya menyentuh permukaan. Andra dan Cheryl, cewek pemakai narkoba yang Darren suka, rasanya masih bisa digali lebih jauh lagi.
Secara keseluruhan, Thalita adalah novel yang cocok untuk dibaca remaja. Temanya yang mengangkat masalah penyalahgunaan narkotika masih relevan hingga sekarang. Ceritanya masih bisa digali lebih dalam dan ada karakter-karakter yang bisa dipangkas.
Wow, this book is highly recommended, this book has taught me a lot. Yep, buku ini mengajarkan aku tentang bersikap dewasa, berpikir positif, menghargai orang lain, mengendalikan emosi, dan of course mengajarkan tentang bahaya narkoba. Baca buku ini perasaanku campur aduk, ada sedihnya ada ketawanya ada bapernya yah story tellingnya ka Steph keren abis deh pokoknya. So... HARUS BANGET BACA INI!
Novel pertama Kak Stepahnie yang aku baca dan langsung jatuh cinta. Ceritanya bukan sekedar cinta remaja. Tapi banyak nilai nilai dalam novel ini, terutama jangan ngedrugs. Dan aku jatuh hati sama karakter Darren.
pesan yang mau dibuku ini cukup jelas sih, hindari narkoba. dan penggambaran-penggambaran ttg kondisi pemakainya juga cukup untuk membuat tdk penasaran sama itu. kesel bgtt pas darren lbh milih cheryl kek gaada beban, ninggalin thalita
This entire review has been hidden because of spoilers.
Thalita, gadis SMA seperti anak remaja kebanyakan, harus merelakan mengakhiri hubungannya dengan pacarnya, akibat tidak terbitnya surat ijin dari orang tuanya, terutama sang ayah yang menentang keras hubungan nya dengan Fernandra Christian. Keterlibatan Andra dalam dunia 'drugs'adalah alasan terbesar dari ketidakberdayaan Thalita Wina Sucipto meninggalkan Andra. Hingga ia kenal dengan sosok makhluk cantik seperti jelmaan Rianti Cartwright di sekolah tempatnya mengais ilmu yang baru. Tatyana Alita Wilson, adalah salah satu penyebab akan hubungan tak terduganya dengan Darren. Cowok charming yang mempunyai satu kesamaan mengobrolkan banyak hal tentang satu kegemaran; tentang masa lalu yang hampir sama, terkait "Junkies" yang membuat keduanya akhirnya menemukan hal baru, sesuatu yang membuat hari-hari mereka melupakan kepahitan masa lalunya. Namun, tidak ada kehidupan tanpa masalah. begitupun dengan Darren dan Thalita. Setelah melalui masa-masa yang bisa dibilang membuat semuanya harus gigit jari, Thalita harus merelakan semuanya tiba-tiba lenyap. Sosok lama yang kembali muncul, menawarkan janji-janji yang pernah getol meraung untuk berbuah sebuah kebahagiaan di masa lalu. Dan, tidak akan ada yang pernah mengetahui bagaimana sebuah masa depan akan berjalan. Akankah bagian masa lalu tetap berada di tempatnya, atau mengusik takzim di langit-langit malam, ketika sepertinya semuanya memang sudah berakhir? Darren memutuskan mengakhiri hubungannya dengan Thalita setelah harus mengakui bahwa ruang hatinya masih disisipi cinta pertamanya bernama Cheryl. Akankah Darren tidak akan menyesal, tentang keputusannya? Akankah Darren akan benar-benar kembali dengan cinta masa lalunya yang dulu pernah ditolak mentah-mentah hingga membuatnya sedingin es dengan banyak gadis? Atau, akankah Cheryl memang benar-benar kembali dengan menawarkan cerita masa depan tanpa NARKOBA, dan tanpa harus mengatakan Darren seorang pecundang yang tidak mau mengenal Narkoba? Akankah Darren dengan Cheryl,, atau,.. Darren akan bersama Thalita?
Melepaskan orang yang kita cintai bukanlah hal yang mudah. Ada pepatah mengatakan, butuh waktu sehari untuk mencintaimu, tapi untuk melupakanmu butuh waktu seumur hidupku. Begitulah yang dialami oleh Thalita. Ia sangat mencintai Andra. Namun hubungan mereka harus kandas saat memasuki SMA. Orangtua Thalita tidak menyetujui hubungan mereka karena Andra seorang pecandu narkoba. Setelah menimbang- nimbang, Thalita memutuskan Andra. Orangtuanya benar. Ia bisa saja ikut terjerumus ke dunia narkotika kalau ia pacaran dengan seorang pecandu. Thalita sudah pernah membujuk hingga memohon kepada Andra agar direhab, tapi cowok itu tidak mau. Selama ini Thalita juga sudah bersabar hingga sekarang. Saatnya ia melepas Andra. Namun cowok itu minta balik tapi belum memenuhi syarat dari Thalita, yaitu berhenti (baca : berhenti menggunakan narkoba). Thalita sedih sekali. Ia mencoba untuk melupakan Andra namun tidak bisa. Di saat ia kehilangan Andra, sosok Darren datang dan mengisi hari- hari Thalita. Darren juga yang membantu Thalita untuk bangkit dari rasa kehilangan. Awalnya Thalita tidak bisa menerima Darren. Selain masih teringat dengan Andra, ia juga canggung karena saat itu ia masih sepakat dengan Tatyana, adik Darren, untuk mendekati Darren. Tapi setelah kesepakatan itu dihapus, ia malah lebih dekat dengan Darren. Ditambah Darren yang sangat memerhatikannya. Ternyata tidak hanya Thalita, Darren pun memiliki masa lalu yang hampir sama. Bedanya, Darren ditolak oleh cinta pertamanya, Cheryl, karena Darren menolak untuk ikut ngedrugs. Sejak itu cowok ganteng idolah sekolah ini menjadi dingin terhadap cewek. Dengan Thalita lah ia merasa ‘hidup’ kembali.
disini nerangin banget gimana kita harus harus menjauhi narkoba, hehe. gimana nggak? Thalita mantan pacarnya Andra yang junkies, cinta pertama Darren yang nolak dia mentah-mentah juga junkies, pokoknya di halaman-halaman awal tuh udah diperingatin banget bahayanya narkoba. thalita yang awalnya cengeng banget gara-gara Andra tapi akhirnya bisa lupa karena ada Darren. Ada beberapa masalah yg kadang orang kepengin menyimpannya sendiri. Nggak mungkin lo berkubang di dalam keadaan lo sekarang. banyak rencana Tuhan yg memang nggak bisa dinalar logika manusia. tapi terus menyalahkan diri nggak akan bikin Andra balik lagi kan? Tuhan kan nggak akan memberi percobaan yg melebihi kemampuan kita. dan dia pasti punya rencana di balik semua ini. Rencana yg kita nggak tahu. nah kesini-sini mulai ke cerita Thalita sama Darren yang saling dekat, terus tiba-tiba datang Cheryl, cinta pertamanya darren itu lho. terus Darren balik lagi deh sama dia setelah Thalita minta putus. duh udah paling pengen nonjok si Darren ini. tapi karena Darren balik lagi sama Cheryl Thalita mengatasi kehidupannya dengan gak secengeng waktu ditinggal Andra, malahan gara-gara ini semua dia berubah jadi sosok yang dewasa, kata-katanya jadi keren haha. everything happened for a reason.
Analogi yang dipakainya juga cukup menarik walau memang kebanyakan ada yang udah pernah aku denger. tentang kopi-permen, tip-x, sama jarum(?) pesan moralnya pun tersampaikan dengan baik, dan romantisnya Darren tiap nembak Thalita itu lho! saluutt, aku mau haha.
singkat nya saja. teenlit ini bercerita tentang Thalita seorang remaja yang harus putus sama cowoknya yaitu Andra, karena orangtua Thalita tidak setuju dan khawatir apabila Thalita berpacaran dengan seorang pecandu narkoba. untuk menghindari Thalita tetap berhubungan dengan Andra, orantua Thalita memindahkan nya ke SMA lain. di SMA baru inilah Thalita menemukan teman teman baru dan dekat dengan seorang cowok bernama Darren.
teenlit ini bagus banget buat pendidikan tentang narkoba buat para remaja. jangan sampai semakin banyak remaja yang karena rasa keingintahuannya lalu jatuh kedalam lembah narkoba dan hanya bisa menyesal.
Stephanie Zen sangat pintar memanfaatkan pangsa pembaca nya yang sebagian besar adalah teenager. Gw setuju banget Stephanie Zen bikin teenlit ini dengan judul Thalita, bukan judul lain yang menunjukan bahwa teenlit ini membahas tentang narkoba.
cuma ya gw masih menemukan banyak kalimat kalimat useless yang bikin gw gemeeeess banget. kalo gw jadi editor pasti udah gw hapus semua deh. karena banyak kalimat useless itu banyak banget yg gw skip. mungkin ini salah satu alesan kenapa teenlit nya Stephanie Zen belum bisa bikin gw klik 4 bintang, cuma mentok di 3 aja :(
pesan moral nya bagus, bagus banget dan teenlit ini perlu banget buat dibaca untuk semakin meyankinkan kalian kalo narkoba itu ga keren dan ga ada gunanya :)
Kisah yang mengambil tema yang kalo menurutku sih sangat cocok di baca nih, apalagi buat anak muda jaman sekarang. supaya bisa lebih mawas diri dan terhindar dari bahan haram yang saat ini makin membahayakan masa depan. Diawal cerita, terutama pas Daren dan Thalita jadi deket terus naik satu tingkat dari temenan menjadu pacaran, aku akui Daren punya banyak nilai plus dimataku. Pengertian banget orangnya. yakin deh, kamu bakalan pingsan kalo lagi di posisi Thalita ketika Daren mau nyatain cinta. Menurutku itu so sweet banget. Di depan umum lho, pas lagi nobar bola lagi! Buat Daren aku kasih poin 8,5++ karena karakternya yg, ehem, super baik. Tapi, tiba-tiba nilai plus itu turun drastis. Sangat drastis. Mau tau apa penyebabnya? Yap. karena Daren lebih memilih cewek mantan 'ngobat' ketimbang Thalita. Apa-apaan ini! Dan disitulah muncul rasa kesalku pada Daren yang nggak konsisten banget ini, ugh. however, tema novel ini memang bagus sih. bahasanya lumayan, nggak bertele-tele. Remaja banget. 3,5 deh buat tulisan kak Stephanie Zen.
Main theme novel ini romance. Buku ini selalu bikin jatuh cinta karena bahasannya bagus khususnya di teenlit yang sasarannya anak remaja, yaitu Narkoba.
Please, stay away from drugs Narkoba hanya akan mengambil hal-hal yang kau sayangi Masa mudamu, Keluargamu, Teman-temanmu, Kewarasanmu, Bahkan, hidupmu.
Tokoh utama di novel ini, Thalita : yang punya pacar atau tepatnya mantan yang pecandu narkoba. Thalita sebenarnya masih sayang sama Andra tapi karena Andra masih nyandu, Thalita gak mau balikan lagi
Darren : dia punya mantan yang seorang pecandu juga. Bedanya sama Thalita, dia sempat balikan sama Cheryl.
Bagian paling sweet : May i try? Try what? Replacing Andra.. You may
Suka sekali kali kali sama cover buku ini. Ceritanya mudah dimengerti. Semua tokoh, feelnya dapat. Endingnya nyenggol aja nih, gatau beneran jadian lagi apa enggak :D
Ada hal-hal yang memang harus terjadi, supaya kamu belajar dari hidup ini
Entah saya kurang waras atau apa berani beri 2 bintang untuk novel satu ini, ketika bayak yang beri 3-4 bintang. Umm.. mungkin ini karena saya punya beberapa alasan. Pertama, saya sebenarnya suka sekali karakter tokohnya yang benar-benar 'real'. Sikap, dan sifat mereka benar-benar membuat saya percaya. Tapi, saya harus bilang 'Siaul' untuk karakter tokoh Darren yang semakin lama membuat saya tidak bisa bersimpati. Totally stupid! I swear, if I meet someone like Darren, I'm gonna hit him. Kedua, tema cerita menarik-sangat malah. Tapi, kenapa semakin lama semakin membuat saya mengerutkan kening? Rasanya saya tidak bisa menemukan ending yang tepat untuk novel ini. Terkesan membingungkan dan... membuat gemas. Darren mau minta balikan dengan Thalita? What the... sumpah kalau saya jadi Thalita, mungkin saya cabik=cabik si Darren. Terakhir, saya mau bilang kalau cover novelnya errr.... kurang greget. Tapi, tidak masalah. Semoga bisa berkarya lebih baik kedepannya!
Thalita. Cewek ini dulunya pacaran sama Andra. Tapi sayangnya mereka harus putus karena papanya Thalita ngelarang anaknya buat pacaran sama Andra. Dikarenakan Andra itu sudah terjerumus ke narkoba. Thalita dengan berat hati mutusin Andra. Ini demi kebaikannya. Dia juga harus rela pindah sekolah agar menjauh dari Andra. Dan di sekolah barunya ini ia mengenal Darren, cowok ganteng yang ternyata banyak disukai temannya. Ternyata kasus percintaan Thalita dan Darren itu sama banget. Mereka sama-sama punya mantan pacar yang sudah terjerumus ke narkoba. Mereka pun akrab dan akhirnya pacaran. Tapi ternyata Cheryl, mantannya Darren ini kembali dan mengganggu hubungan mereka. Thalita dan Darren pun harus putus. Tapi ternyata Cheryl berbohong karena ia masih memakai narkoba. Ini membuat Darren terpukul. Thalita pun membantu Darren agar kembali seperti dulu. Mereka pun ikut dalam sebuah organisasi anti narkoba. Akhirnya mereka jadian lagi gak ya?
Udah tiga kali baca novel ini, dan enggak bikin bosen sama sekali dengan ceritanya.
Untuk karya Kak Stephanie Zen yang lain juga udah aku baca, hampir semua sepertinya.
Di Thalita ini, gaya bahasa Kak Stephanie ngalir banget, kejadiannya juga runut. Alur yang dipakai alur maju, namun ada beberapa kejadian yang diceritakan dengan flashback.
Untuk karakter, Thalita mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Di awal cerita ia terkesan rapuh, tetapi lama-lama ia menjadi tegar, bisa menerima itu semua. Untuk Darren, duh aku benci banget deh. Masa dia tiba-tiba ninggalin Thalita. Apa banget, kan?
Aku kali ini lebih suka karakter orang-orang di sekeliling Thalita, seperti Acha, Jennie dan Nita. Mereka yang membantu Thalita untuk menghadapi semuanya.
Nggak butuh review lagi kan? Soalnya di sinopsis sudah tergambar dengan jelas bagaimana jalan ceritanya tinggal bagian endingnya yang belum di ceritakan tapi pasti udah ketebak juga :p Jadi aku nggak bakal nge-review ceritanya yah cuma mau komentar doang :D Oke mari kita mulai. Entah kenapa saat membaca novel ini aku merasa bosan :( padahal mbak stephanie adalah salah satu penulis favorite aku. Karya-karyanya selalu aku tunggu. Dan aku selalu suka sama novel-novelnya mbak Stephanie. Tapi saat baca novel ini benaran, nggak dapat feelnya bosan abis :'( hmm, maybe karna aku nggak mood mungkin yah buat baca novel? Tapi untuk ide ceritanya sudah bagus, dan pesan moralnya juga dapet banget. Cumaa yah itu dia aku merasa bosan saat membacanya dan kecewa :(
Eumm, ceritanya sebenarnya menarikya. Cuma karakter semua tokoh disini bikin saya sebel. Tuh si Thalita cinta mati banget kan sama si Andra, padahal Andra-nya nggak pernahpegang janji. Emang sih Andranya juga cinta mati, tapi ya kalo cinta kan butuh kepercayaan. Bukan hanya umbar janji buat berubah.
Terus si Darren juga sama aja kaya Thalita. Tapi yang ini lebih keras kepala. Terlalu percaya. Sebel sama tokohyang terlalu percaya sama semua omongan pasangannya. Kadang sedikit curiga jugapenting dalam hubungan. Karena nggak semua hidupharus dibawaa positif.
Haduuuhhh ._. saya stress membaca kegoblokan Darren yang lebih memilih Cheryl dari pada Thalita saat dihadapkan pada dua pilihan... What??? Darren milih Thalita yang sudah menghina dia abis-abisan dulu? OMAYGAT! -_- tapi novel ini sih ada yang bisa di petik tentang akibat drugs gitu ._. Happy Ending agak gantung sih ._. kan belum liat Darren nembak Thalita pake lagi lusinan bunga di Bukit Mang Ujang *opss* *spoiler :p Overall cuma bisa ngasih dua bintang karena jengkel sama Darren -___-
Sinopsis dari buku Thalita ini sudah menceritakan sebagian besar dari isinya. Ide ceritanya bagus, pesan moralnya juga dapet banget. Awalnya suka sama karakternya Darren yang menurut penggambaran saya pasti ganteng, tajir, pengertian, tapi agak kesel karena Darren ini kok mau aja balikan sama Cheryl. Yah emang cinta itu datangnya sepaket sama hal-hal konyol, kebodohan yang bakal dilakuin sama yang ngerasain ya... *tsaaah Ada beberapa bagian yang bisa bikin mata saya berkaca-kaca. Tapi, bagi saya sendiri, Thalita ini termasuk buku yang ngebosenin kalau dibaca ulang.
bercerita tentang kehidupan junkiest serta orang-orang disekitarnya. mengajarkan STAY AWAY FROM DRUGS.
Apa enaknya coba ngicip narkoba? Thalita mengajarkan hal itu. kita harus percaya kalau narkoba itu gak baik buat hidup kita maupun buat orang yang ada di sekeliling kita.
Ceritanya bagus. Suka dengan tokoh Darren--If I am not wrong. Pokoknya alurnya ngalir. Khas teenlit gitu. Suka lah pokoknya.
Baru menyelesaikan cerita ini, sebuah cerita untuk remaja yang cukup bagus. Cerita yang memberikan pembelajaran pada pada pembacanya, menekankan betapa berbahayanya pengaruh narkotika dalam kehidupan kita. Semuanya dikemas dengan sangat bagus dan tidak berbelit.
Kak Stephanie Zen, benar-benar memiliki tujuan dalam menulis cerita ini. Kuberi 4 bintang pada cerita ini, karena pesan moral yang terdapat di dalamnya serta alur ceritanya yang sangat menarik.
Palinggggggg suka, awalnya pas liat covernya agak ga yakin gitu aku kira akan jd novel yg berbau dewasa banget ternyata engga malah bikin aku trs ketagihan baca, trs aku juga kesel sm darren iiiiih emg sih kalo disakitin sm orang yg baik ke kita tuh jauh lebih menyakitkan sampai talitha depresi gt trs sedih bgt saat andra kirim email yg sengaja di setting sm dia, andra meninggal itu jg part yg bikin sedih! :-( novel ini wajib hrs dipunyaiiiiiii pokoknya! >.<
Awalnya penasaran banget sama novel ini karna beberapa temen sering ngomongin dan rekomendasiin. Awalnya mengira ini novel yang bagus banget. Ternyata...... saat gue baca, gue pribadi merasa ada bagian dimana membosankan jadi gue bacanya longkap2 beberapa paragraf. Selain itu, gue juga gemes sama Darrennya, di mana dia seenaknya aja sama Thalita. Overall lumayan lah dan pesannya Stephanie Zen di sini cukup kerasa: "SAY NO TO DRUGS!"