New models of research and analysis, as well as breakthroughs in deciphering Mesoamerican writing, have recently produced a watershed of information on the regional use and importance of cacao, or chocolate as it is commonly called today. McNeil brings together scholars in the fields of archaeology, history, art history, linguistics, epigraphy, botany, chemistry, and cultural anthropology to explore the domestication, preparation, representation, and significance of cacao in ancient and modern communities of the Americas, with a concentration on its use in Mesoamerica. Cacao was used by many cultures in the pre-Columbian Americas as an important part of rituals associated with birth, coming of age, marriage, and death, and was strongly linked with concepts of power and rulership. While Europeans have for hundreds of years claimed that they introduced “chocolate” as a sauce for foods, evidence from ancient royal tombs indicates cacao was used in a range of foods as well as beverages in ancient times. In addition, the volume’s authors present information that supports a greater importance for cacao in pre-Columbian South America, where ancient vessels depicting cacao pods have recently been identified. From the botanical structure and chemical makeup of Theobroma cacao and methods of identifying it in the archaeological record, to the importance of cacao during the Classic period in Mesoamerica, to the impact of European arrival on the production and use of cacao, to contemporary uses in the Americas, this volume provides a richly informed account of the history and cultural significance of chocolate.
Buku ini akan memberikan referensi sejarah kakao dari perspektif kebudayaan suku maya, dimana ada banyak perdebatan dari sisi linguistik dan cikal bakal industri kakao yang mengglobal, terkhusus dari daerah Amerika Selatan dan Tengah. Beberapa poin-poin alur sejarah yang bisa diikuti dari buku ini meliputi :
Makna dan penggunaan kakao di Mesoamerika dan Amerika pra-Columbus melalui berbagai bidang penelitian dan analisis, kakao digunakan untuk : ritual yang terkait dengan kelahiran, dewasa, pernikahan, dan kematian, serta kuat terkait dengan konsep kekuasaan dan kepemimpinan.
Bukti sejarah pada makam kerajaan kuno menunjukkan bahwa kakao digunakan dalam berbagai makanan dan minuman pada masa lalu.
Cikal bakal industri kakao : evolusi, domestikasi, dan kimia kakao oleh para ahli di bidang kimia bio-analitik (analisis senyawa kimia dalam sistem biologis dan lingkungan), etnobotani, sistematis tumbuhan, dan antropologi di Amerika Tengah dan Selatan
"Cacao" merujuk pada T. cacao dan kadang-kadang T. bicolor. Istilah kuno dari suku Maya untuk cacao adalah "kakaw". Asal-usul linguistik masih diperdebatkan.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kata "cacao" umumnya merujuk pada spesies T. cacao, meskipun di antara orang Maya di Mesoamerika kadang-kadang juga digunakan untuk Theo-broma bicolor Bonpl. (lihat Kufer dan McNeil, buku ini). Kata cacao adalah adaptasi dari bahasa Spanyol kakawa-tl. Istilah Maya kuno yang paling umum untuk cacao adalah kakaw. Telah ada beberapa perdebatan tentang asal-usul linguistik dari kata-kata ini. Lyle Campbell dan Terrence Kaufman (1976) mengusulkan bahwa asal-usul mereka terletak pada proto-Mije-Sokean dan bahasa ini digunakan oleh Olmec di selatan Veracruz dan barat Tabasco.
Mengapa Cacao Jauh Lebih Penting di Mesoamerika daripada di Amerika Selatan? Sebagian besar ahli percaya bahwa hanya daging buah, bukan biji, dari T. cacao yang dikonsumsi di Amerika Selatan pra-Kolombia. Cokelat banyak diproduksi di Mesoamerika karena kurangnya sumber kafein alternatif. Henderson dan Joyce mengusulkan bahwa orang-orang Mesoamerika awalnya menggunakan daging buah T. cacao untuk membuat minuman berfermentasi seperti yang ditemukan di bagian selatan Amerika. Mereka kemungkinan menemukan teknik fermentasi, pengeringan, dan penggilingan biji untuk produksi "cokelat" dari waktu ke waktu.
This is a fascinating collection of essays about Cacao in Mesoamerica. There are a variety of researchers, extensive citations, maps, images, charts, clear explanations. I really appreciate that in this book Mesoamerica does not end in 1500 - the second half of the book is about the colonial and modern periods. I think this book does a phenomenal job of presenting the diversity and ongoing influence of Mesoamerican cacao culture.